cover
Contact Name
Megan Asri Humaira
Contact Email
megan.asri@unida.ac.id
Phone
+6281314039779
Journal Mail Official
karimah.tauhid@unida.ac.id
Editorial Address
Universitas Djuanda cc. Badan Pengembangan Keilmuan Jl Tol Ciawi No 1, Bogor, Jawa Barat, Indonesia email: karimah.tauhid@unida.ac.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Karimah Tauhid
ISSN : -     EISSN : 2963590X     DOI : https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v2i5
Karya Ilmiah yang diterbitkan merupakan hasil penelitian maupun pengabdian yang mencakup semua bidang ilmu baik dalam bidang sosial maupun eksakta.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,459 Documents
Pengembangan Produk Pangan Berbasis Protein Serangga sebagai Alternatif Sumber Protein Berkelanjutan Azkia, Mila; Nurlaela, Raden Siti; Nurhalimah, Siti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 2 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i2.22917

Abstract

Protein serangga semakin diakui sebagai sumber protein alternatif yang memiliki kandungan gizi tinggi serta efisiensi produksi yang lebih baik dibandingkan protein hewani konvensional. Namun demikian, pemanfaatannya dalam pengembangan produk pangan masih belum optimal dan belum terintegrasi secara menyeluruh dari aspek gizi, teknologi pangan, dan keberlanjutan. Selain itu, kajian yang mengulas secara komprehensif kualitas protein serangga, pengaruh proses pengolahan, serta implikasinya terhadap sistem pangan berkelanjutan masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi protein serangga sebagai bahan baku pengembangan produk pangan berbasis protein berkelanjutan melalui pendekatan studi pustaka. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap publikasi ilmiah nasional dan internasional dalam sepuluh tahun terakhir, yang dianalisis berdasarkan kandungan gizi, sifat fungsional protein, teknik pengolahan, aspek keamanan pangan, dan keberlanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa protein serangga memiliki kandungan protein yang tinggi, nilai energi sekitar 400–550 kkal/100 g, serta mengandung asam amino esensial dan mikronutrien penting. Selain itu, protein serangga memiliki sifat fungsional yang mendukung aplikasinya dalam berbagai sistem pangan, meskipun kualitas dan keamanannya sangat dipengaruhi oleh metode pengolahan. Dari perspektif keberlanjutan, protein serangga berpotensi mendukung diversifikasi sumber protein dan mengurangi dampak lingkungan, namun masih menghadapi kendala dalam penerimaan konsumen.
Kajian Literatur: Potensi Pemanfaatan Protein Tempe Non-Kedelai sebagai Sumber Pangan Protein Nabati di Indonesia Zalfa, Detya; Nurlaela, Raden Siti; Nurhalimah, Siti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 2 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i2.22919

Abstract

Tempe merupakan sebagian pangan fermentasi tradisional Indonesia yang berperan penting sebagai sumber protein nabati bagi masyarakat. Selama ini, tempe umumnya dibuat dari kedelai, namun ketergantungan terhadap kedelai impor menjadi tantangan dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, pemanfaatan bahan baku non-kedelai sebagai alternatif pembuatan tempe perlu dikaji lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuka kemungkinan penggunaan protein tempe non-kedelai sebagai sumber protein nabati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur dengan menelaah artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan melalui basis data Google Scholar, Garuda, dan repositori jurnal. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai legum non-kedelai, seperti kacang hijau, kacang merah, kacang koro, dan kacang tunggak, memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dan berpotensi diolah menjadi tempe. Proses fermentasi menggunakan kapang Rhizopus sp. Terbukti meningkatkan daya cerna protein serta menurunkan kandungan senyawa antinutrien pada bahan baku non-kedelai. Dengan demikian, tempe non-kedelai berpotensi dikembangkan sebagai sumber protein nabati alternatif yang mendukung diversifikasi pangan dan ketahanan pangan nasional.
Implementasi Sistem Penggajian Karyawan pada PT Dinamis Diffuser Wardah, Dewi; Setiawan, Ade Budi
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 2 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i2.22930

Abstract

Pengelolaan penggajian karyawan adalah Salah satu aspek penting dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional perusahaan. Meskipun sistem penggajian telah umum diterapkan di banyak perusahaan, masih terdapat tantangan dalam hal akurasi data absensi dan Gaji pemrosesan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem implementasi penggajian karyawan di PT Dinamis Diffuser, dan prosedur, dokumen, dan bagian-bagian yang terlibat dalam siklus tersebut. Penelitian dilakukan melalui pendekatan deskriptif kualitatif selama kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) selama 25 hari dengan metode observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa sistem penggajian pada PT Dinamis Diffuser telah mencakup siklus lengkap mulai dari absensi, rekapitulasi data, perhitungan gaji, evaluasi, hingga pembayaran gaji melalui bank transfer. Namun, sistem absensi digital masih menemui kendala teknis, sehingga perusahaan mengombinasikan sistem manual dan digital untuk meningkatkan akurasi. Implementasi ini melibatkan koordinasi antarbagian HRD, keuangan, akuntansi, dan manajemen. Penelitian ini terbatas pada aspek penggajian dan belum mencakup integrasi penuh dengan sistem informasi lainnya. Implikasi penelitian menunjukkan pentingnya penguatan sistem informasi akuntansi agar lebih akurat, efisien, dan akuntabel.
Evaluasi Kandungan Karbohidrat dan Gula Pereduksi pada Olahan Sereal Tradisional Indonesia Maulida, Dinar Siti; Nurlaela, Raden Siti; Nurhalimah, Siti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 2 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i2.22943

Abstract

Sereal tradisional Indonesia berbasis bahan pangan lokal seperti singkong, jagung, dan umbi-umbian memiliki potensi besar sebagai sumber karbohidrat alternatif yang mendukung diversifikasi pangan dan ketahanan pangan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan karbohidrat total dan gula pereduksi pada olahan sereal tradisional Indonesia berdasarkan kajian literatur dalam perspektif kimia pangan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Data yang dianalisis mencakup nilai kuantitatif karbohidrat total, kadar gula pereduksi, serta pengaruh bahan baku dan proses pengolahan terhadap karakteristik kimia pangan sereal tradisional. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa kandungan karbohidrat total sereal tradisional Indonesia umumnya berada pada kisaran 60–85% berat kering, sedangkan kadar gula pereduksi relatif rendah hingga sedang, yaitu sekitar 1,2–6,5% berat kering. Dominasi karbohidrat kompleks dan rendahnya gula pereduksi berimplikasi pada stabilitas mutu produk serta potensi indeks glikemik yang lebih rendah. Kajian ini menegaskan bahwa sereal tradisional Indonesia berpotensi dikembangkan sebagai produk pangan fungsional berbasis sumber daya lokal yang bernilai gizi dan berkelanjutan.
Persepsi Guru Terhadap Implementasi Kurikulum Pendidikan Inklusif di Sekolah Dasar Negeri Perwira Bogor Eka Agustiana, Dellia; Rasmitadila; Hanrezi Dhania Hasnin
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 2 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i2.24229

Abstract

Pendidikan inklusif menuntut adanya penyesuaian pembelajaran yang mampu mengakomodasi keberagaman kemampuan peserta didik di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru terhadap implementasi kurikulum pendidikan inklusif di Sekolah Dasar Negeri Perwira Bogor. Penelitian ini menggunakan simple research design. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah dan guru kelas II, V, VI. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap pendidikan inklusif yang tercermin dalam penerapan kebersamaan, kesetaraan peserta didik, serta penyesuaian tujuan dan modifikasi kurikulum secara sederhana sesuai kemampuan peserta didik. Meskipun pembelajaran inklusif telah dilaksanakan secara adaptif, modifikasi kurikulum belum terdokumentasi secara formal dan masih memerlukan penguatan kompetensi guru serta dukungan sekolah. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan pemahaman guru dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusif di sekolah dasar.
Pengaruh Suhu Drying pada Karakteristik Mi Telur di PT XYZ Bogor Audrey , Nur Azizah
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.21594

Abstract

Mi telur merupakan salah satu produk pangan yang digemari masyarakat karena praktis, bergizi, dan memiliki cita rasa khas. Proses pengolahannya melibatkan tahap pengeringan (drying) yang sangat menentukan mutu akhir produk, di mana suhu pengeringan berpengaruh terhadap tekstur, warna, gelombang mi. Penelitian ini dilaksanakan melalui praktik lapang selama 1 bulan di PT XYZ dengan tujuan memahami secara langsung proses produksi mi telur, khususnya pada tahap pengeringan, serta menganalisis pengaruh suhu drying terhadap karakteristik produk. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa suhu drying yang sesuai mampu menjaga kekenyalan dan warna mi telur tetap stabil, sedangkan suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan tekstur rapuh dan perubahan warna, serta suhu terlalu rendah menghasilkan kadar air tinggi yang menurunkan daya simpan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pengaturan suhu drying yang optimal merupakan faktor kunci dalam menghasilkan mi telur berkualitas tinggi yang sesuai dengan standar industri dan preferensi konsumen.
Proses Produksi Sari Kurma Al-Jazira di CV. Amal Mulia Sejahtera Ciomas–Bogor Ananda, Fitra; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.21595

Abstract

Kurma (Phoenix dactylifera L.) merupakan buah yang kaya nutrisi dan berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan fungsional, salah satunya sari kurma. Meskipun konsumsi kurma di Indonesia cenderung meningkat saat bulan Ramadhan, pemahaman mengenai proses produksi sari kurma secara rinci masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses produksi sari kurma Al-Jazira di CV. Amal Mulia Sejahtera dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kualitas produknya. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, wawancara dengan supervisor Quality Assurance, kepala gudang, serta pekerja bagian produksi, dan dokumentasi kegiatan produksi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil lapangan terhadap standar mutu pangan serta literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi sari kurma meliputi tahapan blending, penyaringan, pemasakan, penambahan bahan tambahan, pencampuran, pengisian, hingga pengemasan. Pemilihan kurma berkualitas sebagai bahan baku utama, pengolahan dengan suhu terkendali, serta penggunaan kemasan PET berstandar keamanan pangan menjadi faktor kunci dalam menjaga mutu produk. Sistem penyimpanan FIFO turut memastikan kualitas tetap terjaga selama distribusi. Namun, keterbatasan penggunaan alat semi-manual pada tahap pengisian dan pengemasan menyebabkan rendahnya efisiensi produksi. Penelitian ini memiliki batasan pada aspek kuantitatif, seperti analisis kandungan gizi dan umur simpan produk yang belum dilakukan secara laboratorium. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan gambaran komprehensif mengenai proses produksi sari kurma di industri lokal, yang dapat dijadikan acuan bagi pengembangan teknologi produksi serta penelitian lanjutan.
Pembelajaran Bahasa Inggris Mahasiswa Gen Z di Era Transformasi Digital Fatih, Sultan Faiz; Sya, Mega Febriani
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.22562

Abstract

Transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam cara mahasiswa Gen Z mempelajari bahasa Inggris di era modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana mahasiswa memaknai pengalaman belajar melalui berbagai platform digital serta memahami motivasi, strategi, tantangan, dan dampak penggunaan teknologi terhadap perkembangan kemampuan bahasa Inggris mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara terhadap dua mahasiswa Universitas Djuanda yang secara aktif memanfaatkan media digital dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform seperti YouTube, TikTok, Duolingo, Grammarly, Google Translate, dan podcast menjadi sumber belajar utama karena sifatnya yang fleksibel, multimodal, dan mudah diakses. Mahasiswa mengalami peningkatan kemampuan terutama pada aspek listening, vocabulary, dan speaking, meskipun masih menghadapi hambatan berupa distraksi digital, rendahnya konsistensi, serta kurangnya struktur pembelajaran. Dukungan dosen dan institusi membantu proses belajar, namun sistem pembelajaran digital kampus dinilai belum terintegrasi secara optimal. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran bahasa Inggris ke depan akan semakin bergerak ke arah digital dan berbasis kecerdasan buatan, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang adaptif dan sesuai karakteristik Gen Z.
Pendekatan Social Emotional Learning dalam Pengelolaan Kelas: Kajian Komparatif Antara Sekolah Dasar Indonesia dan Thailand Febriani, Regina; Latifah, Zahra Khusnul; Laeli, Sobrul
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.22607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan penerapan pendekatan Social Emotional Learning (SEL) dalam pengelolaan kelas di sekolah dasar Indonesia dan Thailand, dengan fokus pada implementasi komponen SEL, peran guru, serta pengaruh konteks budaya terhadap pengelolaan kelas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif komparatif melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru dan siswa di SD Amaliah Indonesia serta Ban Leumuh School Thailand. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan SEL di Thailand lebih berorientasi pada pembiasaan, disiplin, dan nilai moral kolektif, sedangkan di Indonesia lebih menekankan aspek reflektif, komunikatif, dan individual. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kultur masyarakat, kebijakan pendidikan, serta gaya relasi guru–siswa di kedua negara. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian perbandingan pendidikan serta memberikan rekomendasi bagi pengembangan SEL di lingkungan sekolah dasar.
Tingkat Penguasaan Present Simple dan Present Continuous pada Siswa Pemula Tazqia, Zahrani
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.22646

Abstract

Menyusun paragraf singkat dalam bahasa Inggris menuntut pemahaman yang mendalam mengenai tata bahasanya, khususnya penggunaan tense pada present simple tense dan present continuous tense. Meski begitu, tidak sedikit siswa yang mengalami kesulitan membedakan tenses, sehingga kerap membuat kesalahpahaman dalam memahami materi, sehingga kesalahan terus berulang saat konsep tersebut diterapkan. Penelitian ini difokuskan pada upaya mengidentifikasi bentuk kekeliruan yang dilakukan siswa pemula dalam membedakan dua konsep, serta faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa tes tertulis yang dirancang menggunakan kalimat sederhana. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa present simple lebih mudah dipahami dibandingkan dengan present continuous yang harus menggunakan to be dan -ing, dan present simple lebih mudah dipahami karena sering digunakan untuk untuk kehidupan sehari-hari. Dalam hasil penelitian juga yang membuat pemula sulit memahami atau menguasai present simple dikarenakan kurangnya latihan dan jarang menggunakan kedua tense tersebut. Menulis dan listening strategi paling efektif untuk meningkatkan penguaan kedua tense.