cover
Contact Name
Iwan Tri Bowo
Contact Email
iwantb@umpri.ac.id
Phone
+6285601771179
Journal Mail Official
jbn.ejournal@gmail.com
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Pringsewu JL. KH Ahmad Dahlan No. 112 Pringsewu Lampung 35373 Phone: 085601771179
Location
Kab. pringsewu,
Lampung
INDONESIA
Bagimu Negeri : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25488651     EISSN : 25488651     DOI : DOI: https://doi.org/10.52657/bagimunegeri
Bagimu Negeri : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JBN) merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk Kegiatan Pengabdian, dengan nomor E-ISSN 2548-866X dan P-ISSN 2548-8651 adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Pringsewu. Penerbitan jurnal dilakukan setiap 6 Bulan sekali, yaitu bulan Juni dan Desember Journal Homepage Image Jurnal Bagimu Negeri (JBN) merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk Kegiatan Pengabdian, dengan nomor E-ISSN 2548-866X dan P-ISSN 2548-8651 adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Pringsewu. Penerbitan jurnal dilakukan setiap 6 Bulan sekali, yaitu bulan Juli dan Desember Scope Jurnal 1. Education, 2. Teaching, 3. Counseling, 4. Training, 5. Socializing, 6. Mentoring, 7. Coaching,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 309 Documents
Pencegahan Virus Polio dengan Metode SUB PIN Polio di Desa Bangunsari, Kecamatan Negeri Katon Kohar, Kohar; Nurmalia, Windi; Yuliza, Helda; Salsabila, Ulia Hasna; Anjelia, Pretty
Bagimu Negeri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v9i1.2859

Abstract

Polio adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan bisa dicegah melalui pemberian imunisasi polio pada anak balita. Sekitar 4% bayi di seluruh dunia belum sepenuhnya divaksinasi dan masih berisiko terkena penyakit polio. Imunisasi polio bertujuan untuk mencegah penyakit poliomielitis. Menurut data dari Kemenkes, kasus polio terdeteksi pada seorang anak berusia 7 tahun 2 bulan. Hasil tes mengungkapkan bahwa anak tersebut terinfeksi oleh Virus Polio Tipe 2 dan Sabin Tipe 3, dengan gejala awal meliputi demam, nyeri pada persendian, dan kelemahan pada anggota gerak. Kejadian ini merupakan yang pertama kali terjadi sejak Indonesia dinyatakan bebas polio pada tahun 2014 dan menerima sertifikat eradikasi polio. Penelitian ini merekomendasikan agar pihak Puskesmas secara aktif meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya imunisasi polio melalui berbagai bentuk edukasi, seperti penyuluhan dan media informasi lainnya. Dengan demikian, informasi yang disampaikan dapat menjangkau dan diterima dengan baik oleh masyarakat, sehingga memastikan tidak ada lagi anak balita yang terlewat dari imunisasi polio.
PENANGANAN GAWAT DARURAT GIGITAN ULAR BERBISA BAGI KADER KESEHATAN Prahmawati, Pira
Bagimu Negeri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v9i1.2908

Abstract

Penanganan Gawat Darurat Gigitan Ular Berbisa bagi Kader Kesehatan. Indonesia merupakan negara tropis dengan wilayah pertanian, hutan dan perdesaan yang luas memungkinkan kasus gigitan ular berbisa yang cukup tinggi, walaupun sampai saat ini data resmi terkait jumlah kasus per tahunnya masih terbatas. Gigitan ular berbisa merupakan kegawatan medis karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan lokal, perdarahan, gagal ginjal bahkan gagal napas dengan hasil akhir disabilitas permanen, amputasi tungkai atau bahkan kematian. Pertolongan pertama pre-hospital menjadi salah satu faktor yang sangat penting dalam menyelamatkan nyawa korban. Namun sampai saat ini pengetahuan masyarakat tentang pertolongan pertama pada korban gigitan ular masih rendah. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) khusunya kepada para kader kesehatan yang dilakukan oleh Dosen Pembimbing dan Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Pringsewu, Lampung bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para kader dalam memberikan pertolongan pertama pada korban gigitan ular berbisa. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan demonstrasi. Hasil Kegiatan Peserta dapat memahami cara penanganan awal  gawat darurat pada korban gigitan ular berbisa, dari 5 pertanyaan narasumber 100% benar dapat dijawab oleh peserta,  dapat melakukan cara merawat luka bekas gigitan ular dan cara membidai area gigitan ular berbisa dengan tepat. Kemampuan praktek peserta mencapai 80%. Kesimpulan bahwa penyuluhan kesehatan pada kader kesehatan di Pekon Banyu Urip, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Lampung dapat berjalan dengan baik dan seluruh peserta sangat antusias, tidak ada yang mengobrol atau mengantuk, serta aktif bertanya dan aktif dalam melakukan redemonstrasi. Penyuluhan kesehatan yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan maupun keterampilan peserta terkait kegawatdaruratan pada kasus gigitan ular berbisa. Saran agar penyuluhan kesehatan selanjutnya diharapkan melakukan persiapan lebih matang terutama melaksanakan pre-test dan post-test kepada para kader untuk mengetahui besarnya peningkatan tingkat pengetahuan kader sebelum dan sesudah kegiatan. 
PENDIDIKAN KESEHATAN “BAHAYA GADGET PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH” Yusnita, Yusnita; Noprida, Dayana
Bagimu Negeri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v9i1.2875

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah menyebabkan peningkatan penggunaan gadget, termasuk di kalangan anak usia prasekolah. Meskipun gadget memiliki dampak positif, seperti mempermudah komunikasi dan pembelajaran, penggunaannya yang berlebihan dapat menghambat perkembangan kognitif, sosial, dan fisik anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai dampak penggunaan gadget serta mendorong peran aktif mereka dalam membatasi dan mengawasi penggunaan gadget pada anak. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi kelompok, serta pre dan post test yang dilaksanakan di TK Aisyiyah 1 Pringsewu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman orang tua mengenai dampak negatif penggunaan gadget serta pentingnya pengawasan dan pembatasan waktu penggunaan pada anak. Kesimpulannya, edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap orang tua terhadap penggunaan gadget yang bijak. Disarankan agar kegiatan serupa dilakukan secara berkala dengan pendekatan yang lebih interaktif untuk menjaga keberlanjutan perubahan perilaku dalam keluarga.
SOSIALISASI PENGGUNAAN APLIKASI WYSA UNTUK DETEKSI KESEHATAN MENTAL MAHASISWA TINGKAT AKHIR PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PRINGSEWU LAMPUNG Prasetya, Fely Dany; Rahmawati, Asri; Vellyana, Diny
Bagimu Negeri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v9i1.2951

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir umumnya menghadapi tekanan akademik, tuntutan penyelesaian skripsi, serta ketidakpastian masa depan. Tekanan ini berpotensi memicu gangguan kesehatan mental seperti stres, kecemasan, hingga depresi. Berdasarkan kondisi tersebut pengabdian Masyarakat dengan penggunaan aplikasi Wysa ini bertujuan untuk memberikan cara mengidentifikasi secara dini masalah Kesehatan mental dan Langkah – Langkah dalam mengatasinya. Sasaran pengabdian Masyarakat ini adalah mahasiswa Tingkat akhir program studi keperawatan sebanyak 31 orang yang berlokasi di lingkungan civitas Universitas Muhammadiyah Pringsewu. Kegiatan dilakukan dalam satu waktu yang terdiri dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa telah dapat mengakses aplikasi Wysa dan bagaimana menggunakannya untuk membantu mendeteksi masalah Kesehatan mental yang bersifat privasi akan diakses secara mandiri. Sebaiknya melakukan deteksi Kesehatan mental dapat dilakukan sedini mungkin Ketika seseorang mengalami beberapa gejala seperti stress, hal ini untuk mencegah masalah menjadi serius.
PENERAPAN MEDIA VISUAL DAN AUDITORIAL DALAM PEMBELAJARAN PKN KELAS 4 DI UPT SD NEGERI 1 PRINGSEWU UTARA Aulya, Stevy Puspa; Pratiwi, Fadilla Cikal; Wahyuni, Siti
Bagimu Negeri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v9i1.2892

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana media visual dan auditorial meningkatkan pemahaman kebhinekaan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) kelas 4 di UPT SD Negeri 1 Pringsewu Utara, dengan fokus pada Bab 3 Kurikulum Merdeka. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan, dengan data hipotetis berdasarkan izin pihak sekolah (surat izin tertanggal 1 Mei 2025). Data disimulasikan melalui narasi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa media visual (gambar pakaian adat, video animasi) dan auditorial (lagu daerah, narasi cerita rakyat) meningkatkan keterlibatan siswa hingga 85% dan pemahaman kebhinekaan, dengan nilai rata-rata karya poster 87, melebihi KKM (75). Tantangan utama adalah keterbatasan teknologi dan waktu pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan guru dan penyediaan fasilitas multimedia untuk pembelajaran inovatif.
OPTIMALISASI TEKNIK PERNAPASAN DIAFRAGMA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEWARA: KAJIAN STUDI PUSTAKA Alia, Juwita; Satria, Dadi
Bagimu Negeri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v9i1.2903

Abstract

Optimalisasi Teknik Pernapasan Diafragma Dalam Meningkatkan Kualitas Pewara: Kajian Studi Pustaka. Pewara memiliki peran penting dalam keberhasilan suatu acara karena bertanggung jawab untuk mengendalikan alur, membangun suasana, dan menyampaikan pesan secara efektif. Salah satu elemen penting yang mendukung kemampuan seorang pewara adalah penguasaan teknik suara yang baik dan konsisten, serta kemampuan untuk mengendalikan perasaan cemas saat berada di panggung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengoptimalkan pemanfaatan teknik pernapasan diafragma dalam meningkatkan kualitas pewara. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, yaitu dengan menelaah dan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dengan melakukan latihan teknik ini secara teratur dan konsisten memberikan efek positif pada kualitas suara, pengendalian emosi, dan rasa percaya diri seorang pewara. Oleh sebab itu, disarankan untuk menggunakan teknik pernapasan diafragma dalam pelatihan pewara, baik di lingkungan pendidikan maupun di komunitas sebagai langkah dalam meningkatkan keterampilan komunikasi, baik dalam situasi formal maupun nonformal.
PENYULUHAN PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI DESA PAGUYUBAN KEC, WAY LIMA KAB, PESAWARAN Fadihillah, Nur; Ramdani, Tio; Nurjanah, Septia; Dewi, Ayu Setia; Ferdiansyah, Rubi
Bagimu Negeri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v9i1.2870

Abstract

Penyuluhan Pencegahan Demam Berdarah Dengue Di Desa Paguyuban Kec, Way Lima Kab, PesawaranPenyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue, yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Beberapa faktor perilaku yang diduga berpengaruh termasuk pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan untuk ibu rumah tangga dan keluarganya. Faktor ekonomi, sosial budaya, dan pendidikan, serta faktor lingkungan yang mendasari dengue fever (DBD), merupakan pendukungnya. 27 orang, termasuk anggota masyarakat dan karyawan Desa Paguyuban Kecamatan Way Lima, digunakan dalam metode deskriptif observasional. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta belum tahu apa itu penyakit demam berdarah (DBD). Mereka juga belajar lebih banyak tentang 1) Penyebab penyakit demam berdarah (DBD), 2) Tanda dan gejala penyakit demam berdarah, 3) Komplikasi penyakit demam berdarah, 4) Pencegahan penyakit demam berdarah, 5) Ciri-ciri Nyamuk Aegypti, 6) Cara mengombatan, dan 8) Pencegahan DBD. Namun, setelah kegiatan selesai, sebagian besar peserta menunjukkan pemahaman yang baik tentang DBD, pemahaman yang baik tentang penyebabnya, pemahaman yang baik tentang tanda dan gejalanya, pemahaman yang baik tentang komplikasi, dan kemampuan untuk mencegah DBD dengan cara yang tepat. Pengetahuan sangat penting untuk perilaku dan membantu peserta memahami penyakit demam berdarah dengan benar.
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GOOGLE SITE DI UPT SD NEGERI 01 WAYA KRUI Kholidah, Umi; Febriyanti, Niken; Lestari, Tri; Hafifah, Hayunur; Akhiroh, Mazroatul; Dina, Riska Zensi; Sopiana, Maya
Bagimu Negeri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v9i1.2919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis Google Site di UPT SD Negeri 01 Waya Krui, mengingat tantangan yang dihadapi oleh guru dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses belajar mengajar. Metode penelitian yang digunakan meliputi tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, di mana setiap tahap dirancang untuk mengidentifikasi kebutuhan guru, menyampaikan materi pelatihan secara interaktif, serta mengevaluasi hasil pelatihan melalui observasi dan umpan balik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman guru tentang manfaat penggunaan Google Site, serta keterampilan praktis mereka dalam menciptakan media pembelajaran yang interaktif dan menarik. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi informasi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi siswa, yang sebelumnya terbatas pada metode konvensional. Kesimpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis teknologi tidak hanya meningkatkan kompetensi guru, tetapi juga mendorong inovasi dalam pengajaran, sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan siswa di era digital.
MENCEGAH STUNTING DENGAN PEMBUATAN MAKANAN BERGIZI YANG SEHAT DAN KAYA AKAN PROTEIN DENGAN PRODUK OLAHAN LELE (NUGGET LELE) Hendayani, Santi; Shalsabila, Shofi; Pradita, Rendi
Bagimu Negeri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v9i1.2886

Abstract

Stunting merupakan kondisi terhambatnya pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi kronis, yang dapat mempengaruhi kesehatan, kecerdasan dan produktivitas di masa mendatang. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah dengan memastikan konsumsi makanan bergizi dan kaya protein, seperti ikan lele. Ikan lele merupakan sumber protein hewani yang terjangkau, bergizi dan mudah diperoleh. Artikel ini membahas penggunaan ikan lele sebagai bahan dasar untuk membuat bakso lele, yang dapat menjadi alternatif makanan sehat untuk anak-anak. Melalui program ini, kegiatan peningkatan kesadaran dan pelatihan akan diberikan kepada masyarakat tentang pentingnya pola makan seimbang dan cara menyiapkan bakso lele yang praktis dan bergizi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bakso ikan patin berpotensi untuk meningkatkan asupan protein anak dan dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang bernilai ekonomis bagi masyarakat. Oleh karena itu, inisiatif pangan ikan patin ini dapat menjadi solusi untuk menanggulangi stunting, terutama di daerah-daerah yang akses terhadap pangan bergizi masih terbatas.
PROGRAM KUIC (KKN UMPRI ISLAMIC COMPETITION) UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN MENANAMKAN NILAI MORAL PADA SANTRI TPQ BAITURRAHMAN DI DESA BANDUNG BARU Khoiriyah, Siti; Khasanah, Miftahul; Amiarti, Mislin; Kesuma, Muhammad Bagoes
Bagimu Negeri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v9i1.2853

Abstract

Kurangnya pendidikan agama pada usia dini mengakibatkan turunnya nilai moral pada anak-anak tersebut .Mendidik anak pada masa kecil berarti meletakkan pondasi dan kepribadian, sebab pada masa kecil merupakan masa pembentukan dasar kepribadian seseorang. Perkembangan anak disebabkan oleh faktor dalam diri anak dan faktor lingkungan di mana anakitu berada, anak akan berkembang selama hidupnya di mana perkembangan tersebut meliputi aspek lingkungannya, mengenai pemahaman dan sosial. Berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa Santri di TPQ Baiturrahman, cenderung tidak kondusif pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Metode pelaksanaan dalam pengabdian ini beberapa tahapan yaitu, tahapan survey, tahapan perencanaan dan sosialisasi, dan tahapan pelaksanaan. Capaian program ini adalah pengembangan potensi generasi muda Islam yang bermoral dan kreatif.