cover
Contact Name
I Ketut Swarjana
Contact Email
wangi.suryatimade@gmail.com
Phone
+6287861692266
Journal Mail Official
wangi.suryatimade@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tukad Balian No.180, Renon, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali 80227
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Itekes Bali
ISSN : 28095189     EISSN : 28079426     DOI : https://doi.org/10.37294
Core Subject : Health,
Ruang lingkup Jurnal Abdimas ITEKES Bali adalah sebagai berikut : Keperawatan (Publikasi bidang keperawatan mencakup keperawatan medikal bedah, keperawatan anak, keperawatan jiwa, keperawatan maternitas, keperawatan komunitas, manajemen keperawatan dan juga keperawatan komplementer). Kebidanan (Dalam bidang kebidanan mencakup kesehatan ibu dan anak termasuk kehamilan, kelahiran, post-partum, bayi, keluarga berencana dan juga kesehatan reproduksi). Kesehatan masyarakat (Publikasi bidang kesehatan masyarakat mencakup area promosi kesehatan, pendidikan kesehatan, manajemen dan pelayanan kesehatan, epidemiologi dan area kesehatan masyarakat lainnya). Farmasi (Jurnal Bidang Ilmu Farmasi Klinik dan Komunitas mempublikasikan artikel riset dan review kefarmasian yang meliputi aspek farmakologi, biologi farmasi, kimia farmasi, kimia bahan alam, teknologi sediaan farmasi, farmasi klinik dan farmasi komunitas). Anestesi (Jurnal Bidang Ilmu Keperawatan Anestesiologi mempublikasikan artikel riset dan review mengenai keperawatan anestesiologi meliputi keperawatan anestesi pada praanestesi, keperawatan anestesi pada intraanestesi, keperawatan anestesi pada pascaanestesi, keperawatan anestesi pada gawat darurat dan kritis, keperawatan anestesi dalam manajemen nyeri). Makanan dan Teknologi (Jurnal Bidang Ilmu Teknologi Pangan mempublikasikan artikel riset dan review mengenai teknologi pangan yang terkait aspek kimia pangan, mikrobiologi pangan, rekayasa proses pangan, teknologi hasil pertanian, keamanan pangan, ketahanan pangan, biokimia pangan, pangan fungsional dan gizi pangan). Akupuntur (Jurnal Bidang Ilmu Akupuntur dan Pengobatan Herbal mempublikasikan artikel riset dan review mengenai akupuntur, moksibusi dan tuina: termasuk mekanisme efek akupuntur, moksibusi dan tuina, spesifisitas efek titik akupunktur, kompatibilitas titik akupuntur, evaluasi efikasi akupuntur, moksibusi dan tuina, serta evaluasi efikasi herbal Indonesia dan Cina).
Articles 108 Documents
Upaya Peningkatan Pengetahuan Stunting Dan Skrining Status Gizi Pada Remaja Putri Sebagai Upaya Penurunan Stunting Di SMKN 1 Klungkung Raswati Teja, Ni Made Ayu Yulia; Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita; Indriana, Ni Putu Riza Kurnia; Nurtini, Ni Made; Wardana, Ketut Eka Larasati
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v4i2.683

Abstract

Stunting merupakan kondisi kegagalan dalam pertumbuhan dan perkembangan akibat kekurangan gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, penyakit infeksi yang berulang dan pola asuh yang tidak optimal. Permasalahan gizi pada remaja putri dapat menyebabkan meningkatnya kejadian stunting. Untuk mencegah hal tersebut diperlukan deteksi dini yang tepat serta edukasi yang baik pada remaja putri untuk meningkatkan gizinya. Remaja putri di SMKN 1 Klungkung mengatakan kurang mengetahui mengenai tanda gejala gejala Stunting dan resiko dari Stunting. Berdasarkan Kendala yang dihadapi, maka dilakukan pemberian edukasi dan skrining pada remaja Putri.  Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan pemberian kuesioner pre dan post test untuk mengukur pengetahuan serta melakukan skrining status gizi pada remaja Putri.  Hasil penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan remaja putri pada kategori baik menjadi 77,8% dan tidak ada yang memiliki pengetahuan pada kategori kurang. Remaja putri yang mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK) sebanyak 27,8% dan Indeks Masa Tubuh (IMT) kurus sebanyak 33,3%, remaja yang memiliki lila normal sebanyak 68,5% dan IMT Normal sebanyak 55,56% serta remaja putri yang memiliki Lingkar Lengan Atas (LILA) lebih dari normal atau obesitas sebanyak 3,7% dan IMT Obesitas sebanyak 11,11%. Sebanyak 9,26% remaja putri mengalami anemia, dan sebanyak 90,74% remaja putri tidak mengalami anemia.   Kata kunci: Penyuluhan, pengetahuan, skrining status gizi
Pelatihan Pembuatan Minuman Fungsional Jambu Biji Merah Di SMK Sanjiwani Kabupaten Gianyar Putra, Anak Agung Ngurah Dwi Ariesta Wijaya; Sintyadewi, Putu Rima; Yoga, Wahyu Krisna; Ginitri, A.A. Bulan
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v4i2.684

Abstract

Pelatihan pengolahan pangan fungsional berupa sari jambu biji merah dengan penambahan kayu manis dan gula merah telah dilaksanakan di SMK Sanjiwani, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali, dengan tujuan meningkatkan wawasan siswa mengenai pangan fungsional serta memberikan keterampilan praktis dalam mengolah bahan lokal menjadi produk bernilai jual. Pemanfaatan buah lokal seperti jambu biji merah masih tergolong rendah, sementara kesadaran masyarakat tentang pangan fungsional belum optimal, sehingga edukasi dan pelatihan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman siswa. Implementasi kegiatan meliputi edukasi konsep pangan fungsional, demonstrasi teknik pengolahan, serta praktik langsung, dengan tahapan produksi seperti sortasi buah, pencucian, pengupasan, penghancuran, hingga pasteurisasi, serta penambahan bahan alami untuk meningkatkan cita rasa dan manfaat produk. Hasil post-test menunjukkan peningkatan pemahaman siswa secara signifikan, di mana 67% siswa mulai memahami konsep pangan fungsional dan teknik pengolahan, serta menilai bahwa proses produksi cukup mudah dan berpotensi dikembangkan sebagai peluang usaha berbasis bahan lokal. Keberhasilan program ini tidak terlepas dari peran pihak sekolah sebagai fasilitator serta dukungan pemangku kepentingan dalam memastikan keber-lanjutan program, baik melalui integrasi konsep pangan fungsional ke dalam kurikulum maupun kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku industri. Sebagai rekomendasi, sekolah diharapkan dapat mengembangkan pelatihan serupa secara berkala, sementara pemerintah dan industri dapat memperluas akses pasar bagi produk berbasis bahan lokal serta mendukung program edukasi bagi masyarakat, sehingga pemanfaatan buah lokal dapat semakin ditingkat-kan, mendukung inovasi di sektor pangan, serta memperkuat daya saing produk lokal di tingkat yang lebih luas.   Kata kunci: Gula merah, kayu manis, jambu biji, sari buah. pangan fungsional
Pendampingan Agen Perubahan Prilaku Anti Perundungan Pada Siswa Pelajar Sekolah Menengah Pertama Megaputri, Putu Sukma; Kusuma Dewi, Putu Dian Prima; Sumiari Tangkas, Ni Made Karlina; Widiarta, Made Bayu Oka
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v4i2.687

Abstract

Perundungan merupakan satu bentuk tiga dosa dalam perguruan tinggi. Perundungan menjadi salah satu sumber penyebab kesehatan mental pada remaja. Sehingga perlu dibentuk agen perubahan pada setiap sekolah menengah pertama untuk dapat menjadi acuan dalam menurunkan kejadian perundungan di lingkungan sekolah. Tujuan pengabdian ini adalah membentuk agen perubahan perilaku dalam membantu penurunan kejadian perundungan di sekolah. Metode pengabdian menggunakan Participatory Learning and Action (PLA) meliputi tahap penjajagan, observasi, pendampingan dan evaluasi. Hasil pengabdian melaporkan seluruh capaian kegiatan sudah mencapai 100%. Seluruh kegiatan berjalan dengan rencana. Penggunaan system informasi anti perundungan (SIAP) juga dapat digunakan secara maksimal dilihat dari pelaporan yang telah terdata pada sistem. Agen perubahan juga dapat memberikan pemahaman pencegahan perundungan di sekolah. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah seluruh rencana pengabdian telah dilaksanakan dengan baik dan agen perubahan telah terbentuk di 4 sekolah di Buleleng. Pengabdian yang dilaksanakan berupa pembentukan agen perubahan perilaku, pendampingan guru terkait penanganan kasus perundungan di sekolah, pendampingan agen perubahan serta public campaign menggunakan bondres Bali. Pembentukan agen perubahan memberikan dampak penurunan kejadian perundungan di sekolah.   Kata Kunci: Perundungan, pembentukan, pengabdian, remaja
Pemberdayaan Kader Kesehatan Masyarakat Dalam Perawatan Paliatif Di Desa Binaan Peguyangan Kangin Andini, Ni Komang Sukra; Candrawati, Sang Ayu Ketut; Citrawati, Ni Ketut; Subhaktiyasa, Putu Gede; Suniyadewi, Ni Wayan
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v4i2.688

Abstract

Perubahan angka kematian yang didominasi oleh penyakit non infeksi atau penyakit yang tidak menular menjadi sutu gambaran perubahan transisi epidemiologi pararel, untuk mengatasi fenomena tersebut, maka dibutuhkan perawatan paliatif. Menurut WHO ada lebih dari 40 juta orang di dunia yang membutuhkan perawatan paliatif tetapi hanya 14% yang baru menerima perawatan tersebut. Indonesia masuk ke dalam posisi terujung. Indonesia berada di peringkat 70 dengan tingkat asuhan paliatif terendah, atau hanya 0,1% dari pasien yang membutuhkan asuhan paliatif. Perawatan paliatif tidak hanya berfokus pada pelayanan paliatif di rumah sakit namun saat ini perlu untuk dikembangan perawatan paliatif berbasis komunitas. Perawatan paliatif di lingkungan komunitas tentunya membutuhkan dukungan kader Kesehatan Masyarakat dalam memberikan pengetahuan dan pendampingan terhadap anggota keluarga yang memiliki keluarga dengan kondisi penyakit paliatif. Kader kesehatan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan permasalahan perawatan paliatif baik  yang  dialami  oleh  pasien  maupun  keluarga  maka  perlu  ada  upaya  pemberdayaan  kader  dalam peningkatan   pengetahuan   keperawatan   paliatif   di   wilayah   kerja Puskemas   peguyangan kangin  sangat  diperlukan. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Puskesmas III Denpasar Utara Wilayah Desa Binaan Peguyangan Kangin, Adapun kegiatan yang dilakukan adalah 1.         Melakukan pre test; 2.Penyuluhan kepada kader Kesehatan, Pendidikan  kesehatan yang    diberikan  kepada  kader  adalah  mengenai  konsep  perawatan  paliatif , tugas  dan  fungsi  keluarga  dalam  perawatan  paliatif,  gangguan  psikologis dan pemenuhan   kebutuhan   psikologis   pasien   dan   keluarga   serta   pemenuhan kebutuhan   spiritual   pasien   dan   keluarga   dalam   perawatan paliatif; 3. Melakukan post-test sebagai evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan kader Kesehatan terkait perawatan pasien paliatif yang ditunjukkan melalui nilai post test kader Kesehatan. Berdasarkan hasil pretest diketahui bahwa pengetahuan kader mengenai perawatan paliatif  bahwa pengetahuan baik 20 orang (74%). Post-test pelaksanaan pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan kader terkait perawatan paliatf sebanyak 25 orang (89%) pengetahuan kader baik. Selain itu kader juga mendapatkan pengetahuan dan pengalaman terkait perawatan pasien paliatif. Pengetahuan kader Kesehatan terkait perawatan paliatif diharapkan mampu digunakan untuk mendampingi anggota posyandu yang memiliki keluarga dengan kondisi penyakit paliatif. Kata kunci : Pemberdayaan, kader kesehatan, perawatan paliatif
Peningkatan Keterampilan Kader Posyandu Dalam Pengukuran Antropometri Untuk Deteksi Gizi Bayi Balita Kusuma Dewi, Putu Dian Prima; a Puspa Ningrum, Kadek Agustina; Megaputri, Putu Sukma; Sumiari Tangkas, Ni Made Karlina; Pratama, Agus Ari
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v4i2.689

Abstract

Tumbuh kembang anak ditentukan dari stimulasi dan deteksi yang dilakukan. Masalah kesehatan pada bayi dan balita seringkali diketahui karena deteksi seperti contoh pada kasus kurang gizi dan stunting.Tujuan pengabdian meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam melakukan pengukuran antropometri untuk deteksi status gizi bayi dan balita. Bahan dan metode yaitu Participatory Learning and Action (PALS) melalui peningkatan keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropomentri bayi dan balita.Metode melalui tahap penjajagan di evaluasi dengan  pre dan post test dan observasi, tahap pelaksanaan melalui pelatihan dan pendampingan serta tahap evaluasi kegiatan yang berlangsung selama 5 bulan sejak Desember 2024-April 2025 dilaksanakan di Desa Penyaringan, Kabupaten Jembarana Bali, jumlah peserta 20 orang kader didampingi 1 bidan desa sebagai fasilitator.Hasil yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengukuran antropometrikader mencapai 80% dengan deteksi kasus yaitu menunjukkan dari 148 balita sebagian besar balita dengan gizi baik, terdapat 29,5% balita dengan gizi kurang, 6,2% balita dengan gizi lebih dan 2,7% balita dengan gizi buruk.Penurunan kesalahan pengukuran antropometri mencapai 100 % dengan monitoring dan pendampingan.Hasil wawanacara dan observasi menunjukkan bahwa kesalahan pengukuran antropometri sering terjadi karena kurangnya keterampilan dalam mengoperasikan alat.Simpulan diperlukan pendekatan inovasi dan alat teknologi tepat guna yang dapat mengantisipasi kesalahan pengukuran antropometri yang dapat dilakukan oleh kader.   Kata kunci : Kader, antropometri, keterampilan, deteksi, balita
Psikoedukasi Dalam Mengurangi Beban Keluarga Yang Merawat Pasien Skizofrenia Di Rumah Suhita, Byba Melda; Adianta, I Ketut Alit; Wisnawa, I Nyoman Dharma
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v4i2.694

Abstract

Skizofrenia memang tidak menyebabkan kematian secara langsung pada pasien, namun efek yang terjadi dapat berupa penderitaan dan beban berat kepada pasien dan keluarga, baik secara fisik, psikologis, maupun ekonomi sehingga dibutuhkan psikoedukasi khususnya kepada keluarga pasien. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan psikoedukasi kepada keluarga dalam merawat pasien skizofrenia sehingga beban yang dirasakan dan dialami keluarga diharapkan berkurang. Pelaksanaan pengabdian diawali dengan pemberian pretest kepada keluarga pasien skizofrenia kemudian dilanjutkan dengan pemberian informasi melalui Psikoedukasi mengenai perawatan pasien skizofrenia di rumah, diskusi serta terakhir evaluasi dalam bentuk post test. Pretest dan postest berisikan pertanyaan mengenai pemahaman dan beban yang dirasakan dan dialami keluarga dalam merawat pasien dengan skizofrenia. Hasil pelaksanaan pengabmas didapatkan bahwa, sebelum pemberian Psikoedukasi (pretest) sebanyak 8 responden (66,67%) memiliki pemahaman yang baik terhadap perawatan pasien skizofrenia di rumah dan beban tinggi sebanyak 10 responden (83,33%), serta setelah pemberian psiokoedukasi sebanyak 10 responden (83,33%) sudah lebih paham dan beban tinggi sebanyak 8 responden (66,67%).. Psikoedukasi merupakan salah satu cara yang efektif untuk menambah informasi bagi keluarga dalam merawat pasien dengan skizofrenia sehingga beban yang dirasakan dan dialami juga berkurang.   Kata kunci : Beban keluarga, skizofrenia, psikoedukasi)
Pemberian Penyuluhan Kesehatan Sebagai Upaya Pengendalian Hipertensi Kepada Keluarga Pasien Yang Akan Dilakukan Anestesi Lewar, Emanuel Ileatan; Yusniawati, Yustina; Maharyawan, I Wayan Agus; Putra, I Gde Agus Shuasedana; Angelina Djami, Rani Valentina
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v5i1.663

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik melebihi 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik melebihi 90 mmHg. Adanya kondisi hipertensi dapat mempengaruhi prosedur operasi yang akan dijalani oleh pasien, hal ini karena beberapa obat anestesi dapat menurunkan tekanan darah selama proses pembiusan. Maka penting untuk memantau penggunaan obat anti hipertensi yang sedang dikonsumsi oleh pasien agar tidak terjadi penurunan tekanan darah secara berlebihan akibat pengaruh obat anti hipertensi dan juga obat anestesi yang diberikan. Sebab kondisi penurunan tekanan darah secara berlebihan justru akan menjadi masalah baru, terutama apabila operasi sedang berlangsung dan memperpanjang waktu pulih sadar pasca anestesi umum. Tujuan dari PKM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dan pasien tentang resiko komplikasi hipertensi pada saat menjalani prosedur anestesi dan pembedahan. Metode yang digunakan pada PKM ini adalah penyuluhan dan pendekatan kepada keluarga dan pasien yang akan melakukan operasi dan anestesi di poli anestesi tentang hipertensi, penggunaan obat hipertensi, prosedur pembedahan dan anestesi dengan penyakit hipertensi dan tatalaksana agar tensi tetap stabil dan teratur baik selama proses pembedahan, maupun selama perawatan. Adapun kegiatan ini dilakukan dengan persiapan materi, leaflet, dan pemberi penyuluhan serta melakukan posttest, selanjutnya pada tahap proses yaitu memberikan edukasi secara langsung, dan setelah kegiatan penyuluhan dilakukan posttest untuk mengevaluasi pemahaman peserta tentang materi yang diberikan. Hasil yang diperoleh yaitu dari 20 peserta yang mengikuti setelah dilakukan pretest dan posttest maka diperoleh hasil pretest dengan rata rata nilai pretest 60, dan setelah dilakukan pemberian edukasi dan posttest diperoleh hasil rata rata nilai posttest adalah 90. Kesimpulan pada PKM ini yaitu pemberian penyuluhan tentang upaya pengendalian hipertensi kepada keluarga pasien dapat meningkatkan pengetahuan keluarga pasien dan pasien akan pentingnya menjaga tekanan darah pasien ketika akan dilakukan tindakan operasi di praanestesi, maka dari itu penting melakukan pendekatan dan pendampingan kepada pasien dan keluarga akan pengendalian hipertensi agar pasien dapat memahami bahaya dari hipertensi. Kata Kunci: Pengetahuan keluarga, Hipertensi Praoperasi, Anestesi
Inovasi Pendidikan Remaja Speack SPEAK UP, BE SAFE: Pemberdayaan Peer Group Untuk Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Remaja Di SMP Negeri 3 Kubutambahan Cindy Meilinda Sari; Dwijayanti, Lina Anggraeni; Purnami, Luh Ayu; Suarmini, Kadek Ayu; Wulandari, Ni Ketut Ayu; Robby, Krish Naufal Anugrah
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v5i1.692

Abstract

ABSTRAK Kasus kekerasan seksual pada remaja terus meningkat, namun masih banyak yang tidak terlaporkan karena faktor tabu, ketakutan, dan kurangnya pengetahuan serta keterampilan melapor. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa dalam mencegah serta melaporkan kekerasan seksual melalui pendekatan edukasi interaktif berbasis peer group empowerment. Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 3 Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, melibatkan 60 siswa kelas VIII dan IX yang dipilih secara purposive. Edukasi dilakukan setiap hari Jumat selama satu bulan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, roleplay berbasis kasus nyata, dan simulasi pelaporan. Hasil pre-test menunjukkan hanya 22% siswa mengetahui cara melapor, dengan skor rata-rata pengetahuan 56,2; sikap 48,7; dan keterampilan melapor 42,0. Setelah intervensi, ketiga aspek meningkat signifikan menjadi 85,1; 82,5; dan 80,3 (p < 0,001). Data kualitatif dari wawancara dan observasi mendukung temuan tersebut, menunjukkan peningkatan keberanian siswa untuk berbicara dan mengenali bentuk kekerasan seksual. Program ini terbukti efektif dan dapat direplikasi sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual di sekolah. Kata kunci: kekerasan seksual, remaja, edukasi interaktif, peer group,pencegahan
Edukasi Melalui Video: Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Postpartum Blues Suprapto, Sentot Imam; Ellina, Agusta Dian; Parwati, Ni Wayan Manik; Wisnawa, I Nyoman Dharma
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v5i1.781

Abstract

ABSTRAK Postpartum blues merupakan masalah psikologis yang sering dialami ibu pada masa nifas dan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan ibu maupun perkembangan bayi jika tidak ditangani sejak dini. Salah satu upaya pencegahan yang efektif adalah pemberian edukasi kesehatan pada ibu hamil trimester III. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan postpartum blues melalui media edukasi berbasis video.  Metode pelaksanaan dilakukan dengan penyuluhan interaktif, pemutaran video edukasi, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Partisipan dalam pengabdian ini adalah 24 ibu hamil yang datang pada kelas hamil di Puskesmas III Denpasar Utara. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan melalui kuesioner sederhana serta ujian efektivitas video dengan uji wilcoxon. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai faktor risiko, tanda dan gejala, serta strategi pencegahan postpartum blues. Adapun hasil dari penyuluhan sebelum diberikan video edukasi sebagian besar responden (70,8%) memiliki pengetahuan cukup tentang postpartum blues sedangkan setelah diberikan edukasi sebagian besar mitra memiliki pengetahuan baik yaitu 83,3%. Hasil analisis perbedaan menggunakan uji wilcoxon didapatkan perbedaan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang postpartum blues dengan nilai p-value sebesar <0,001.  Terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan edukasi mengenai postpartum blues. Diharapkan ibu hamil dapat lebih proaktif mencari informasi terkait kesehatan psikologis pada masa nifas, serta memperkuat dukungan emosional dan sosial untuk mencegah munculnya postpartum blues. Bagi tenaga kesehatan khususnya pemegang program KIA, disarankan untuk menjadikan edukasi dengan media video mengenai pencegahan postpartum blues sebagai bagian dari program rutin antenatal care (ANC) dan kelas ibu hamil.   Kata kunci : Video, edukasi, ibu hamil, postpartum blues
“ULAR TANGGUH”: Permainan Edukatif Berbasis Huma Betang Untuk Meningkatkan Minat Makan Sehat Siswa SD Suhita, Byba Melda; Munanadia
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v5i1.785

Abstract

ABSTRAK   Perilaku makan yang kurang sehat pada anak usia sekolah akan berdampak pada meningkatnya risiko penyakit tidak menular di masa mendatang. Rendahnya asupan buah dan sayur serta tingginya konsumsi jajanan kurang bergizi menunjukkan perlunya intervensi edukasi yang kontekstual dan menarik bagi siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan minat makan sehat siswa melalui media pembelajaran “Ular Tangguh” yang mengintegrasikan nilai budaya Huma Betang. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Community-Based Participatory Action dengan melibatkan guru dan siswa secara aktif pada tahap persiapan, pelaksanaan, refleksi, dan evaluasi. Permainan “Ular Tangguh” merupakan modifikasi permainan ular tangga yang diperkaya dengan pesan gizi seimbang serta nilai budaya Huma Betang seperti kebersamaan, gotong royong, dan tanggung jawab sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan gizi, sikap positif, dan minat siswa dalam memilih makanan sehat berdasarkan perbandingan skor pre-test dan post-test. Selain itu, program ini memberikan alternatif media pembelajaran bagi guru dan sekolah dalam memperkuat pendidikan gizi berbasis budaya lokal. Dengan demikian, Ular Tangguh efektif sebagai model edukasi gizi yang interaktif, menyenangkan, dan berkelanjutan serta berpotensi untuk direplikasi di sekolah dasar lainnya.   Kata kunci: Edukasi Gizi, Permainan Interaktif, Huma Betang, Makan Sehat, Siswa Sekolah Dasar

Page 10 of 11 | Total Record : 108