cover
Contact Name
Dian Hidayatullah
Contact Email
dian@umb.ac.id
Phone
+6282374043888
Journal Mail Official
peternakan@umb.ac.id
Editorial Address
http://jurnal.umb.ac.id/index.php/inspirasi/about/editorialTeam
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Inspirasi Peternakan
ISSN : 28082257     EISSN : 27980898     DOI : https://doi.org/10.36085/jinak.v2i3
Core Subject : Health,
Jurnal Inspirasi Peternakan adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Jurnal Inspirasi Peternakan menerima artikel berbasis penelitian dan konseptual di bidang Animal Science ; produksi ternak, nutrisi ternak, reproduksi dan genetik ternak, pakan ternak dan teknologi, hijauan, teknologi pasca panen dan sosial dan ekonomi peternakan yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Artikel ilmiah diterbitkan berdasarkan peer-review double blind . berupa artikel hasil penelitian, artikel telaah pustaka, kasus lapangan dan gagasan asli. Jurnal ini terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Februari, Juni dan Oktober.
Articles 109 Documents
PENGGUNAAN RUMPUT AZOLLA SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF DALAM KONTEKS PERTANIAN TERPADU SECARA BERKELANJUTAN : LITERATURE REVIEW Jerius Wende; Yohanes Freadyanus Kasi
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v6i2.10803

Abstract

Azolla is an aquatic fern with a high protein content and potential use as an alternative material in sustainable integrated farming systems. This study aims to examine and analyze existing research on the use of azolla grass as an alternative material in the context of sustainable integrated farming. The research method used was a literature review, analyzing 25 published scientific journals obtained through Google Scholar. The study's findings examined various research findings related to the use of azolla in sustainable integrated farming systems. The results indicate that azolla can improve feed efficiency, growth, and productivity of livestock and fish. Furthermore, azolla also functions as a green manure, improving soil fertility, reducing chemical fertilizer use, and lowering production costs. Based on the review of various journals, it can be concluded that numerous studies have been conducted on the use of azolla as an alternative material in the context of sustainable integrated farming. Further research is needed on the use of azolla grass as an alternative material to support sustainable integrated farming systems in Nagekeo Regency.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMTIF MAHA MAHASISWA INSTITUT NASIONAL FLORES NAGEKEO German Yohanes Sola
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v6i2.10904

Abstract

Perkembangan zaman modern memberi dampak terhadap kehidupan manusia. Dimana dengan adanya perkembangan modernisasi tersebut, telah banyak merubah kehidupan manusia. Perubahan tersebut terlebih pada pola hidup masyarakat pada saat ini. Menurut Chaney (2008) pola hidup yang dianggap mengkhawatirkan adalah, pola hidup konsumtif yang meninggalkan pola hidup produktif. Konsumsi ditunjukan melalui perilaku konsumen yang memanfaatkan nilai uang lebih besar dari nilai produksinya untuk barang dan jasa yang bukan menjadi kebutuhan pokok melalui kegiatan konsumsi”. Kegiatan konsumsi yang berlebihan merupakan gambaran perilaku manusia yang konsumtif. Perilaku konsumtif dipengaruhi oleh faktor literasi keuangan, konsep diri dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan, konsep diri dan budaya baik secara parsial maupun simultan terhadap perilaku konsumtif Mahasiswa Institut Nasional Flores . Populasi dalam penelitian ini 319 Mahasiswa, sampel sebanyak 178 Mahasiswa. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner, teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa literasi keuangan berpengaruh negatif terhadap perilaku konsumtif. Sedangkan konsep diri dan budaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif. Literasi keuangan, konsep diri, dan budaya secara bersama-sama berpengaruh terhadap perilaku konsumtif. Kata Kunci : Perilaku Konsumtif
KANDUNGAN GIZI DAN INKORPORASI MINERAL Cr (Kromium) ORGANIK PADA MEDIA YANG BERBAHAN DASAR JAGUNG Yuhartomo; Edwar Suharnas; Neli Definiati; Suliasih
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v6i2.10956

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi inkorporasi mineral Cr (Kromium) pada media yang berbahan dasar jagung. Penelitian ini diharapkan menjadi salah satu literatur dalam pembuatan mineral Cr organik pada media yang berbahan dasar jagung. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah (A) 0% Cr, (B) 1% Cr, (C) 2% Cr, (D) 3% Cr dan (E) 4% Cr. Parameter yang diamati adalah kandungan Bahan Kering, Protein Kasar, Lemak Kasar, dan Serat Kasar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2016 di Laboratorium fakultas pertanian universitas muhammadiyah bengkulu, Kota Bengkulu dan analisa proksimat dilakukan di Laboratorium Analisa Pusat Penelitian Sumberdaya Hayati dan Bioteknolog LPPM Institut Pertanian Bogor. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa konsentrasi Cr dengan level 0% - 4% menunjukkan hasil tidak berbeda nyata terhadap kandungan bahan kering dan lemak kasar namun berbeda nyata terhadap protein kasar dan serat kasar. Kesimpulan dari hasil yang didapatkan adalah suplementasi mineral Cr tidak mempengaruhi kandungan bahan kering dan lemak kasar, namun meningkatkan kandungan serat kasar dan menurunkan kandungan protein pada bahan media berbahan dasar jagung yang difermentasi dengan menggunakan ragi tape. Hal yang disarankan dari hasil penelitian ini adalah penggunaan ragi tape sebagai starter dinilai kurang baik untuk digunakan dalam media berbahan dasar jagung yang diberi kromium, karena efisiensi inkorporasi Cr kedalam protein fungi yang terdapat didalam ragi tape rendah, sehingga dapat meningkatkan serat kasar dan menurunkan protein bahan. Kata Kunci : Kandungan Gizi, Inkorporasi, Kromium Organik
IDENTIFIKASI PENGGUNAAN KOTORAN KAMBING OLEH MASYARAKAT DI KELURAHAN MBAY II KECAMATAN AESESA KABUPATEN NAGEKEO Yuliana giri; Yohanes Freadyanus Kasi; Delviana Vivi Bai; Hartati Kasmin
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v6i2.10966

Abstract

Kotoran kambing merupakan salah satu limbah peternakan yang berpotensi besar untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik guna mendukung pertanian berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk pemanfaatan kotoran kambing oleh masyarakat di Kelurahan Mbay II, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara langsung, dan dokumentasi terhadap 8 responden peternak kambing yang berdomisili di Kelurahan Mbay II, dilaksanakan pada bulan Mei 2026. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga pola pengelolaan kotoran kambing oleh masyarakat, yaitu: (1) kotoran dibiarkan menumpuk di sekitar kandang tanpa pengolahan; (2) kotoran dikumpulkan dan dibiarkan bersama sampah lainnya; dan (3) sebagian kecil masyarakat memanfaatkan kotoran kambing langsung sebagai pupuk organik pada tanaman terung dan lombok dengan hasil yang memuaskan berupa tanaman yang berbuah lebat, daun lebih hijau, serta buah yang tidak cepat layu dan tidak mudah busuk. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan kotoran kambing di Kelurahan Mbay II belum dilakukan secara optimal akibat kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat, sehingga diperlukan program edukasi dan pendampingan teknis yang berkelanjutan agar limbah peternakan dapat dikelola dengan baik dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat peternak setempat. Kata kunci : Kotoran kambing, Pupuk organik.
ANALISIS PEMANFAATAN DAUN PEPAYA OLEH MASYARAKAT DI DESA UA, KECAMATAN MAUPONGGO, KABUPATEN NAGEKEO Yulius Busa Ari; Yohanes Freadyanus Kasi
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v6i2.10968

Abstract

Daun pepaya memiliki potensi sebagai bahan pakan alternatif karena mengandung nutrisi seperti protein, vitamin, dan enzim papain yang bermanfaat bagi ternak. Namun, pemanfaatannya oleh masyarakat masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan daun pepaya oleh masyarakat di Desa Ua. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memanfaatkan daun pepaya hanya sebagai sayuran, obat tradisional, dan pakan ternak secara langsung, sedangkan sebagian lainnya menganggap daun pepaya sebagai limbah yang tidak memiliki nilai ekonomi sehingga dibuang atau dibakar. Faktor utama yang menyebabkan rendahnya pemanfaatan daun pepaya adalah kurangnya pengetahuan, keterampilan pengolahan, serta minimnya dukungan dan pelatihan dari pihak terkait. Kesimpulannya yaitu masyarakat masih belum memanfaatkan daun pepaya secara optimal sehingga diperlukan upaya peningkatan pengetahuan masyarakat melalui pelatihan dan penyuluhan agar daun pepaya dapat dimanfaatkan secara lebih optimal sebagai bahan bernilai ekonomi dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kata kunci: daun pepaya, pemanfaatan, pakan alternatif, sumber daya lokal.
IDENTIFIKASI PEMANFAATAN LIMBAH KOTORAN TERNAK SAPI DI KLEURAHAN MBAY II mey tonga; Yohanes Freadyanus Kasi; maria elisabet ga'a
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

his study aimed to identify the utilization of cow manure waste in Mbay II Village, Aesesa District, Nagekeo Regency, and to determine its development potential. The study was conducted in May–June 2026 using descriptive qualitative methods. Data were obtained through observation, interviews, and documentation, involving ten informants familiar with the conditions of cow manure utilization in the study area. The results showed that cow manure waste utilization in Mbay II Village is still carried out in various ways. Some residents have used cow manure as organic fertilizer for agricultural land, while others still dispose of it, burn it, or allow it to accumulate around livestock pens. Use as organic fertilizer is carried out simply without further processing such as composting or liquid organic fertilizer. Furthermore, some residents are aware of the use of cow manure as a renewable energy source in the form of biogas, but its application remains limited. This low level of waste utilization is influenced by a lack of community knowledge, limited skills, a lack of supporting facilities, and a low awareness of the economic value of livestock waste. Optimal utilization of cow manure waste is expected to provide economic, social, and environmental benefits and support sustainable livestock development.
OPTIMALISASI LAHAN SAWAH TADAH HUJAN MELALUI DIVERSIFIKASI DENGAN TANAMAN HORTIKULTURA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI DI INDONESIA: LITERATUR RIVIEW kahilda Inshani Noe jehamur; Yohanes Freadyanus Kasi; Karolus Tuke Pasa; maria elisabet Ga'a
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v6i2.10987

Abstract

Rainfed rice fields have extensive potential in Indonesia, but their utilization is not optimal. Dependence on rainfall and the lack of permanent irrigation results in a cropping pattern of only once a year, with rice as the commodity. This condition results in idle land during the dry season and impacts low farmer income. This study aims to examine the optimization of rainfed rice fields through diversification with horticultural crops as an effort to increase farmer income in Indonesia. The method used is a literature review by analyzing 10 scientific journals obtained through Google Scholar published by reviewing various research results related to rainfed land centers. The results show that optimization through diversification into horticultural crops such as chilies, tomatoes, mustard greens, and spices can increase farmer income. Horticultural crops have high economic value, a fast harvest cycle of 2-3 months, and stable market demand. The success of optimization is largely determined by the efficient use of farm inputs and the role of agricultural extension workers as facilitators. In conclusion, optimizing rain-fed rice fields with horticultural crops is an effective strategy for increasing farmer income in Indonesia if supported by efficient farming practices, strengthening farmer groups, and improving market access.
LITERATUR REVIEW: IDENTIFIKASI PEMANFAATAN LIMBAH KELAPA MUDA SEBAGAI BAHAN PAKAN TERNAK Andi Zahran Hilmy umar; Yohanes Freadyanus Kasi; maria elisabet Ga'a
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v6i2.10990

Abstract

Young coconut waste is a significant source of organic waste generated from the sale and consumption of young coconuts. Much of this waste—comprising husks, shells, and residual flesh—remains underutilized, posing a potential risk of environmental pollution. Meanwhile, the demand for livestock feed continues to rise alongside the growth of the livestock industry, even as the cost of conventional feed ingredients increases. This study aims to identify types of young coconut waste suitable for use as livestock feed and to examine appropriate processing techniques. The methodology involved a literature review and descriptive analysis of scientific sources regarding the utilization of agricultural waste for animal feed. The findings indicate that young coconut waste—particularly husks and residual flesh—contains organic matter that can serve as a source of fiber and energy for ruminant livestock. Processing methods such as chopping, drying, and fermentation can enhance the nutritional quality and digestibility of these materials. Utilizing young coconut waste as livestock feed offers economic benefits through reduced feed costs and environmental benefits by minimizing organic waste disposal.
IDENTIFIKASI PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KACANG TANAH OLEH MASYARAKAT DI DESA WEA AU Maria Faustina Enge Pasu; Yohanes Freadyanus Kasi; Delviana Vivi Bai
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Peanut shell waste is a byproduct of peanut production that is no longer utilized. However, this waste has not been optimally utilized and is generally discarded or burned, potentially causing environmental pollution. This study aims to identify the use of peanut shell waste as an alternative cattle feed in Wea Au Village. The research method used was descriptive qualitative, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The research informants consisted of 10 peanut farmers, community leaders familiar with the agricultural conditions in Wea Au Village. The results showed that peanut shell waste is generally used as organic fertilizer and is simply discarded around agricultural land or burned because it is considered to have no economic value. This situation results in the underutilization of agricultural waste. Conclusion: Peanut shell waste has not been optimally utilized because peanut shells are not utilized properly by the community, and are often simply discarded or burned. Therefore, outreach and mentoring efforts are needed to increase community awareness of the potential of peanut shell waste as organic fertilizer and livestock feed.

Page 11 of 11 | Total Record : 109