cover
Contact Name
Abdul Fattah Nasution
Contact Email
cemarajournal2023@gmail.com
Phone
+6281362998968
Journal Mail Official
fattahlubis@cemarajournal.com
Editorial Address
YAYASAN CENDEKIA MADANI NUSANTARA Jl. Sempurna GG. Alinafiah No. 12 A Kelurahan Bakaranbatu Kec. Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara 21421 email : adminces@cemarajournal.com
Location
Kab. labuhanbatu,
Sumatera utara
INDONESIA
Cemara Education and Science
ISSN : -     EISSN : 29874092     DOI : -
Focus and Scope Cemara Education and Science (CES) menerbitkan artikel-artikel di bidang pendidikan yang melaporkan penelitian empiris tentang topik-topik penting lintas konteks pendidikan, dalam hal desain dan temuan penelitian. Ruang lingkup Cemara Education and Science (CES) meliputi: Pendidikan Agama Islam Pendidikan Bahasa Arab Pendidikan Matematika Pendidikan Biologi Pendidikan Fisika Pendidikan Bahasa Indonesia Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Dasar dan Usia Dini Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Pendidikan Teknologi Informatika Bimbingan Konseling dan Penyuluhan Administrasi/Manajemen Pendidikan Komunikasi dan Dakwah Islam Ekonomi dan Bisnis Teknologi Informatika Humaniora dan Hukum Kajian Islam Psikologi Agribisnis Akuntansi Seni Matematika Pengabdian Masyarakat Ilmu Perpustakaan Tujuan jurnal ini adalah menerbitkan penelitian berkualitas yang berpotensi menginformasikan penelitian, kebijakan, dan praktik pendidikan lebih lanjut, dalam konteks atau paradigma penelitian apa pun. Oleh karena itu naskah harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Kerangka teoritis yang kuat. Pemahaman yang jelas tentang bagaimana sastra secara kritis berhubungan dengan topik yang diteliti. Desain dan analisis penelitian yang kuat. Analisis kritis dan rekomendasi untuk penelitian, kebijakan, dan praktik lebih lanjut Cemara Education and Science (CES) terbit empat kali dalam setahun yaitu pada Februari, Mei, Agustus, dan November
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 144 Documents
Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Melalui Pengembangan Profesional Berkelanjutan Lady Zuana Pertiwi; Lola Saskiyah Harahap; Abdul Fattah Nasution
Cemara Education and Science Vol. 3 No. 3 (2025): Vol III. Edisi III. Tahun 2025
Publisher : Cendekia Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi pedagogik merupakan aspek krusial yang harus dimiliki oleh setiap guru dalam melaksanakan proses pembelajaran yang efektif dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya peningkatan kompetensi pedagogik guru melalui program pengembangan profesional berkelanjutan (PPB). Metode yang digunakan adalah studi literatur dan observasi lapangan pada beberapa sekolah menengah pertama yang telah menerapkan PPB secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan, komunitas belajar, supervisi akademik, dan refleksi praktik mengajar secara rutin mampu meningkatkan pemahaman guru terhadap karakteristik peserta didik, perencanaan pembelajaran, serta penerapan strategi evaluasi yang lebih tepat. Selain itu, keterlibatan guru dalam program PPB juga mendorong terbangunnya budaya belajar sepanjang hayat yang berdampak positif terhadap kualitas pengajaran di kelas. Penelitian ini merekomendasikan agar setiap institusi pendidikan mengintegrasikan program pengembangan profesional berkelanjutan sebagai bagian dari sistem pembinaan guru secara menyeluruh.
Strategi Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Khairika Mahrani; Izki Fidian Putri
Cemara Education and Science Vol. 3 No. 3 (2025): Vol III. Edisi III. Tahun 2025
Publisher : Cendekia Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi yang digunakan guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa, khususnya di jenjang sekolah dasar. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru, kepala sekolah, dan siswa yang mengalami kesulitan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar yang umum dialami siswa meliputi disleksia (kesulitan membaca), disgrafia (kesulitan menulis), dan diskalkulia (kesulitan berhitung). Guru memiliki peran penting dalam menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan kebutuhan siswa melalui strategi yang beragam, seperti pemantauan individu, pemberian motivasi, serta penggunaan metode belajar yang interaktif. Kompetensi profesional guru menjadi faktor utama dalam efektivitas penanganan kesulitan belajar. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung semua siswa, termasuk mereka yang mengalami hambatan akademik.
Manajemen Karakter Di Era Digital Darul Ilmi
Cemara Education and Science Vol. 3 No. 3 (2025): Vol III. Edisi III. Tahun 2025
Publisher : Cendekia Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini mengeksplorasi strategi pengelolaan pendidikan karakter di era digital, di mana perkembangan teknologi yang pesat menghadirkan peluang sekaligus tantangan, terutama bagi kaum muda. Meskipun perangkat digital meningkatkan komunikasi dan akses informasi, perangkat tersebut juga berisiko mengikis nilai-nilai moral melalui isu-isu seperti misinformasi, agresi daring, dan kecanduan digital. Berlandaskan teori Lickona dan Muslich, serta didukung oleh literatur dan data lapangan dari dua sekolah di Yogyakarta, penelitian ini menyoroti upaya-upaya seperti program etika digital, penggunaan media sosial untuk penguatan nilai, dan kampanye literasi berbasis komunitas. Meskipun terdapat inisiatif-inisiatif ini, tantangan tetap ada dalam hal kesiapan guru, pengawasan orang tua, dan paparan siswa terhadap konten berbahaya. Studi ini merekomendasikan upaya kolaboratif antara pendidik, orang tua, dan pembuat kebijakan untuk mengembangkan pendekatan adaptif, etis, dan kreatif terhadap pembentukan karakter dalam masyarakat yang terhubung secara digital.
Peran Guru Dalam Meningkatkaniliterasi Dan Numerasi Pada Siswa Sekolah Dasar Sufiyani iNur iSyamsiah; Abdul Fattah Nasution
Cemara Education and Science Vol. 3 No. 3 (2025): Vol III. Edisi III. Tahun 2025
Publisher : Cendekia Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan literasi merujuk pada keterampilan pada memahami teks serta memberikan berita dalam bentuk tulisan. advert meantime itu, numerasi merupakan keterampilan yg berkaitan menggunakan pemahaman, penerapan, dan pemikiran tentang angka dan konsep matematika pada berbagai konteks kehidupan sehari-hari. Metode yg dipergunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif menggunakan Systematic Literature overview (SLR) menjadi alat buat mengumpulkan berita. Tujuan utama penelitian ini adalah buat memperkuat penerapan budaya literasi di sekolah menggunakan cara mengintegrasikannya pada kurikulum, menaikkan peranan orang tua, serta menambah variasi buku pada perpustakaan. Manfaat yang diperoleh mencakup peningkatan pemahaman ihwal literasi, motivasi siswa buat membaca, serta pembentukan budaya literasi yg kokoh pada tingkat SD. Temuan penelitian ini membagikan akibat positif berasal penguatan budaya literasi, seperti peningkatan pemahaman literasi, dorongan peserta didik buat membaca, serta terbentuknya budaya literasi yg berkelanjutan pada lingkungan Sekolah Dasar. kiprah guru sebagai teladan, fasilitator, serta penyedia asal belajar mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan aplikasi budaya literasi. Para guru berfungsi menjadi pendidik, pembimbing, panutan, dan asal pengetahuan bagi peserta didik. Selain itu, mereka jua berperan menjadi fasilitator, pemberi semangat, dan inspirator buat membantu siswa mencapai potensi terbaik mereka. Penelitian ini mengandalkan beragam literatur sebagai sumber utama yg diteliti dan dianalisis sinkron menggunakan gosip atau topik yang telah dipengaruhi, sebagai akibatnya metode penelitian ini dikenal menjadi kajian pustaka. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan numerasi serta literasi pada tingkat Sekolah Dasar. berdasarkan hasil yang diperoleh, para pengajar memberikan contoh yg baik, menciptakan suasana belajar yg menyenangkan, bisa memanfaatkan teknologi, bersikap sabar pada membantu siswa yang belum memahami isi pelajaran, serta menyampaikan umpan kembali yang konstruktif.
Pemanfaatan Teknologi Digital Dalam Meningkatkan Kinerja Dan Profesional Guru Riska Juliani
Cemara Education and Science Vol. 3 No. 3 (2025): Vol III. Edisi III. Tahun 2025
Publisher : Cendekia Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam artikel ini, kami membahas bagaimana penggunaan teknologi digital dapat membantu meningkatkan kinerja dan profesionalisme guru di era pendidikan kontemporer. Dalam studi kepustakaan, artikel ini menekankan bagaimana guru dapat merancang pembelajaran yang lebih efisien, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan siswa melalui teknologi digital seperti sistem pengelolaan pembelajaran (LMS), aplikasi interaktif, dan media pembelajaran digital. Studi menunjukkan bahwa pelatihan terus-menerus dalam literasi digital sangat penting untuk mengatasi keterbatasan kemampuan guru dalam penggunaan teknologi. Namun, beberapa sekolah, terutama di daerah terpencil, masih menghadapi masalah besar seperti kekurangan infrastruktur, kurangnya literasi digital, dan enggan mengikuti perubahan. Selain itu, artikel ini membahas berbagai potensi solusi. Ini termasuk meningkatkan infrastruktur teknologi, menyediakan pelatihan digital yang relevan, dan kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan lembaga pendidikan. Meningkatnya efektivitas pengajaran, interaksi yang lebih baik, dan personalisasi pembelajaran adalah beberapa contoh manfaat pemanfaatan teknologi digital terhadap kinerja guru dan hasil belajar siswa. Namun, kebijakan dan pengawasan yang tepat juga diperlukan untuk mengantisipasi risiko seperti pengalihan tugas guru dan kebocoran data. Oleh karena itu, memasukkan teknologi digital yang ideal ke dalam institusi pendidikan dapat membantu membangun lingkungan pendidikan yang inovatif, inklusif, dan siap menghadapi tantangan abad ke-21.
Dari Kapur Ke Klik: Studi Persepsi Guru Tentang Perubahan Paradigma Mengajar Dalam Merespons Generasi Z Arin Putri Nanda; Irma Yani Nasution
Cemara Education and Science Vol. 3 No. 3 (2025): Vol III. Edisi III. Tahun 2025
Publisher : Cendekia Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujan untuk memahami persepsi guru terkait perubahan paradigma pengajaran yang sangat penting dalam menghadapi karakteristik generasi Z. studi ini mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dirasakan oleh guru dalam mengintegrasikan teknologi dan metode inovatif dalam proses belajar mengajar. Selain itu, studi ini memfokuskan pada bagaimana teknologi memengaruhi praktik pengajaran dalam konteks karakteristik siswa generasi Z. Hasil studi menunjukkan bahwa mayoritas guru menyadari pentingnya inovasi dan adaptasi teknologi, meski sering kali menghadaoi kendala seperti terbatasnya infrastruktur digital, kurangnya pelatihan yang berkelanutan, dan meningkatnya beban admnistratif. Disamping tantangan tersebut, guru melihat peluang besar untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa, personalisasi pembelajaran, serta memperluas akses terhadap sumber belajar global melalui teknologi. Implikasi dari studi ini adalah kebutuhan akan program pelatihan guru yang lebih terstruktur dan praktis, peningkatan dukungan infrastrktur tenologi, serta revisi kurikulum yang lebih adaktif terhadap kebutuhan generasi Z, demi menciptakan lingkungan belajar yang efektif, relavan,dan inklusif di era digital.
Dampak Microlearning Terhadap Profesionalisme Guru Di Era Pendidikan Digital Syahnaya Faradilla; Salwa Fadillah
Cemara Education and Science Vol. 3 No. 3 (2025): Vol III. Edisi III. Tahun 2025
Publisher : Cendekia Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam hal peningkatan profesionalisme guru. Salah satu inovasi yang muncul adalah microlearning, yaitu metode pembelajaran berbasis digital dengan konten ringkas, spesifik, dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan microlearning terhadap peningkatan profesionalisme guru di era pendidikan digital. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa microlearning mampu meningkatkan kompetensi guru dalam aspek pedagogik, profesional, dan teknologi melalui penyajian materi yang fleksibel, relevan, serta dapat dipelajari secara mandiri dan berkelanjutan. Selain itu, microlearning juga mendukung budaya belajar sepanjang hayat yang penting dalam membentuk guru yang adaptif dan responsif terhadap perubahan zaman. Dengan demikian, microlearning merupakan strategi efektif untuk memperkuat profesionalisme guru di tengah tuntutan pendidikan digital yang terus berkembang.
Strategi Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Komunitas Belajar Platform Digital Anggi humairoh
Cemara Education and Science Vol. 3 No. 3 (2025): Vol III. Edisi III. Tahun 2025
Publisher : Cendekia Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membuka peluang baru dalam pengembangan kompetensi guru melalui komunitas belajar berbasis platform digital. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan kompetensi guru dengan memanfaatkan komunitas belajar digital sebagai media pembelajaran kolaboratif dan berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan analisis deskriptif terhadap berbagai literatur dan data sekunder terkait implementasi komunitas belajar digital di kalangan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform digital seperti Merdeka Mengajar dan Simpkb berperan signifikan dalam menyediakan akses pelatihan yang fleksibel dan inklusif, memungkinkan guru dari berbagai wilayah untuk mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, dan sosial secara efektif. Penerapan peer-to-peer learning dan gamifikasi menjadi strategi penting yang meningkatkan motivasi dan partisipasi aktif guru dalam komunitas belajar. Namun, terdapat tantangan seperti kesenjangan literasi digital, keterbatasan infrastruktur, dan beban kerja guru yang memengaruhi efektivitas pelaksanaan komunitas belajar digital. Berdasarkan temuan tersebut, artikel ini menyimpulkan bahwa komunitas belajar berbasis platform digital merupakan strategi strategis dalam transformasi pendidikan yang adaptif dan inovatif, dengan rekomendasi peningkatan pelatihan literasi digital dan penguatan infrastruktur teknologi untuk mendukung pengembangan profesional guru secara optimal.
Peran Strategis Kepala Sekolah Dalam Pengembangan SDM Guru Marini Nuroctavia Harahap
Cemara Education and Science Vol. 3 No. 3 (2025): Vol III. Edisi III. Tahun 2025
Publisher : Cendekia Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran strategis yang dimainkan oleh administrator sekolah dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) guru di era globalisasi dan terobosan teknologi abad kedua puluh satu dibahas dalam artikel ini. Kepala sekolah bertanggung jawab untuk meningkatkan profesionalisme guru melalui berbagai teknik kepemimpinan selain bertindak sebagai administrator. Studi ini mengeksplorasi literatur dari berbagai publikasi ilmiah menggunakan pendekatan kualitatif dan metodologi studi literatur. Menurut temuan studi ini, taktik utama kepala sekolah meliputi pelatihan berkelanjutan, kepemimpinan partisipatif, menciptakan lingkungan kolaboratif, memanfaatkan teknologi, memberikan pemantauan konstruktif, menerapkan sistem penghargaan dan hukuman, serta memberdayakan kelompok kerja guru. Namun, masalah seperti keterbatasan finansial, penolakan terhadap perubahan, dan kurangnya bantuan dari luar menjadi hambatan yang harus diatasi dengan pendekatan kreatif seperti pelatihan internal, kolaborasi eksternal, digitalisasi pembelajaran, dan kepemimpinan transformasional. Kesimpulannya, kemampuan kepala sekolah untuk memimpin dengan kreativitas dan efektivitas dalam menciptakan lingkungan belajar yang fleksibel dan berpikiran maju memiliki dampak signifikan terhadap keberhasilan pengembangan sumber daya manusia guru.
Transformasi Peran Guru Sebagai Fasiliator Pembelajaran Di Era Digital Varisha Naila Putri Silitonga
Cemara Education and Science Vol. 3 No. 3 (2025): Vol III. Edisi III. Tahun 2025
Publisher : Cendekia Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengacu pada Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam menggeser peran guru dari sekadar penyampai materi menjadi fasilitator pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dinamika perubahan peran guru di era digital dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dan analisis praktik pendidikan mutakhir. Fokus utaman pembahasan terletak pada bagaimana guru mampu merancang proses pembelajaran yang interaktif, mengintegrasikan teknologi secara efektif, serta mendorong pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif pada peserta didik. Temuan dalam kajian ini mengindikasikan bahwa peran guru kini lebih menekankan pada pendampingan belajar dan pemberdayaan siswa melalui pemanfaatan berbagai media digital. Perubahan ini mengharuskan guru memiliki keterampilan yang baru, seperti penguasaan teknologi, kreativitas dalam pedagogi, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman. Dengan demikian, peran guru sebagai fasilitator pembelajaran digital menuntut dukungan sistematis dari berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang responsif dan berkelanjutan.