cover
Contact Name
Teresia Noiman Derung
Contact Email
teresiaderung@gmail.com
Phone
+6282143778367
Journal Mail Official
sapa@stp-ipi.ac.id
Editorial Address
Jln. Seruni No 6 MALANG 65141, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sapa: Jurnal Kateketik dan Pastoral
ISSN : 25035150     EISSN : 26543214     DOI : https://doi.org/10.53544/sapa
Core Subject : Religion, Education,
SAPA merupakan jurnal yang dikelola oleh STP-IPI Malang. Nama SAPA, bukan sebuah nama kebetulan dan juga bukan singkatan. Melainkan memiliki makna yang amat mendalam. Sapa tidak hanya sekedar menyapa para pembaca melainkan mengajak para pembaca untuk semakin mendalami karya pastoral dan katekese, sehingga juga menjadi terlibat dalam kegiatan pastoral dan katekese di manapun berada
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 172 Documents
Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Self-Regulated Learning Siswa I Nyoman Paska, Paskalis Edwin; Laka, Laurensius
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English: The final outcome of a catechesis is determined not only by the content and learning method but also by the attitude of the students who accept it, including whether the student has self-regulated learning (SRL). The relationship between self-regulated learning (SRL) and learning achievement has been widely revealed in previous studies, but how the influence of the social environment to the SRL strategy of SMK students in Indonesia, still leaves a question. This study was made to determine whether there is an effect of parental involvement, peer support, and teacher support on students' SRL strategy in SMK Bhakti. This quantitative research takes data using probability sampling techniques, with the stratified random sampling method. Data analysis used Structural Equation Modeling (SEM) variance-based, namely Partial Least Squares (PLS-SEM), considering that there are variables with reflective and formative indicators in one research model. The findings of this study indicate that simultaneously Parental Involvement, Peer Support, and Teacher Support are significant predictors of SRL Strategy. In addition, partially, the three exogenous variables (Parental Involvement, Peer Support, and Teacher Support), each of them also shows a significant influence on SRL Strategy. Teacher support made the largest contribution, followed by Peer Support, and Parental Involvement as the smallest contributors. Catechists need to realize the importance of growing SRL for the students when doing catechesis. Indonesia: Hasil akhir sebuah katekese ditentukan bukan saja oleh isi dan metode pembelajarannya melainkan juga oleh sikap siswa yang menerimanya, antara lain apakah siswa tersebut memiliki self-regulated learning (SRL). Hubungan antara self-regulated learning (SRL) dan prestasi belajar telah banyak diungkap dalam penelitian-penelitian terdahulu, tetapi seperti apakah pengaruh lingkungan sosial terhadap strategi SRL siswa SMK, di Indonesia, masih menyisakan tanda tanya. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Keterlibatan Orang tua, Dukungan Teman Sebaya, dan Dukungan Guru terhadap Strategi SRL siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bhakti Luhur. Penelitian kuantitatif ini mengambil data dengan menggunakan teknik probability sampling, dengan metode stratified random sampling. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis varians, yaitu Partial Least Squares (PLS-SEM), mengingat terdapat variabel dengan indikator reflektif dan formatif di dalam satu model penelitian. Temuan penelitian ini menunjukkan, secara simultan Keterlibatan Orang tua, Dukungan Teman Sebaya, dan Dukungan Guru merupakan prediktor-prediktor signifikan dari Strategi SRL. Selain itu, secara parsial, ketiga exogenous variable (Keterlibatan Orang tua, Dukungan Teman Sebaya, dan Dukungan Guru), masing-masing juga menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap Strategi SRL. Dukungan Guru memberikan kontribusi yang terbesar, disusul Dukungan Teman Sebaya, dan Keterlibatan Orang tua sebagai kontributor yang paling kecil. Katekis perlu menyadari pentingnya menumbuhkan SRL dalam diri siswa ketika melakukan katekese.
Pengetahuan dan Sikap Umat Katolik terhadap Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas di Lingkungan St. Filemon Paroki Blimbing Keuskupan Malang Subasno, Yohanes; Kaka, Imelda Ambu; Yulius, Martinus Irwan
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English: Persons with disabilities are those with long-term physical, mental, intellectual, or sensory disabilities that may hinder their full participation in the society. The limitations experienced by persosns with disabilities often become more severe due to the knowledge, views, and attitudes of the community including catholics, which is not appropriate. This study aims to find out the views and attitudes of people in St. Filemon community, Blimbing Parish (Malang Diocese) towards the fulfillment of the rights of persons with disabilities. This research is a survey, involving 37 respondents who representing 40 heads of families. The research data was collected using questionnaires. The results of the study were presented through visual graphics of histogram. While data analysis is done using percentages. The results showed that people's knowledge of the terms and meaning of disability correctly reached 94%, people's views on people with disabilities in church life 68%, people's attitude towards the fulfillment of rights in education 49%, people's attitude towards the fulfillment of rights in the field of health 57%, and people's attitude towards the fulfillment of rights in the field of livelihood 60%, while for the attitude of people towards the fulfillment of rights in the social field 57%. Indonesia: Penyandang disabilitas adalah mereka yang memiliki keterbatasan fisik, mental, intelektual, atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dapat menghalangi partisipasi mereka secara penuh dalam masyarakat. Keterbatasan yang dialami oleh penyandang disabilitas sering menjadi lebih berat oleh karena pengetahuan, pandangan, dan sikap masyarakat termasuk umat katolik, yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan dan sikap umat di Lingkungan St. Filemon Paroki Belimbing terhadap pemenuhan hak penyandang disabilitas. Penelitian ini merupakan penelitian survey yang melibatkan 37 responden yang mewakili 40 kepala keluarga. Data penelitian dikumpulkan menggunakan angket. Hasil penelitian dipaparkan melalui gambar visual berupa grafik histogram. Sedangkan analisa data dilakukan menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan umat terhadap istilah dan arti disabilitas secara benar mencapai 94%, pandangan umat terhadap penyandang disabilitas dalam hidup menggereja 68%, sikap umat terhadap pemenuhan hak dalam bidang pendidikan 49%, sikap umat terhadap pemenuhan hak dalam bidang kesehatan 57%, dan sikap umat terhadap pemenuhan hak dalam bidang penghidupan 60%, sedangkan untuk sikap umat terhadap pemenuhan hak dalam bidang sosial 57%.
Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan Motivasi Belajar Mahasiswa pada Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid 19 Winei, Agnes Angi Dian
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English: The aim of this study was to determine the relationship between social support and student learning motivation in online learning during the Covid-19 pandemic. This study uses a quantitative approach and the sampling technique used is a non-probability sampling with thesaturated sample. The research was conducted at STIPAS Tahasak Danum Pambelum Palangkaraya involving 57 students who took part in online learning in the Catholic Education and Teaching Study Program. The research instrument used is a social support scale which has a reliability coefficient calculated using Cronbach's Alpha of 0.927with 39 valid items, and the learning motivation scale has a reliability coefficient of 0.929 with 36 valid items distributed through google form media. The data were analyzed using the Pearson Product Moment correlation analysis technique through the IBM SPSS version 25 program. The result of data analysis is the value of r = 0.355 with p = 0.007 (p <0.01) and it can be concluded that there found a significant relationship between social support and online learning motivation of STIPAS Tahasak Danum Pambelum Palangka Raya students in online learning during the Covid-19 pandemic. Bahasa Indonesia: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosian dengan motivasi belajar mahasiswa pada pembelajaran daring di masa Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling dengan sampel jenuh. Penelitian dilakunan di STIPAS Tahasak Danum Pambelum Palangkaraya dengan melibatkan 57 mahasiswa yang mengikuti pembelajaran daring pada Program Studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala dukungan sosial memiliki koefisien reliabilitas dihitung menggunakan Alpha Cronbach sebesar 0,927 dengan 39 item valid, dan skala motivasi belajar memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,929 dengan 36 item valid yang disebarkan melalui media goole form. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis korelasi Pearson Product Moment melalui program IBM SPSS 25. Hasil analisis data adalah nilai r = 0,355 dengan p = 0,007 (p<0,01), maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan motivasi belajar daring mahasiswa STIPAS Tahsak Danum Pambelum Palangka Raya pada pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19.
Redaksi Jurnal SAPA Vol. 6 No. 1 Redaksi, Tim
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vol. 6 No. 1 | Mei 2021 P-ISSN: 2503-5150E-ISSN: 2654-3214 S A P A Jurnal Kateketik dan PastoralTerbit dua kali setahun, bulan Mei dan November PENANGGUNG JAWAB Yohanes Subasno KETUA PENYUNTING Yohanes Sukendar PENYUNTING AHLI Paskalis Edwin I Nyoman Paska Sermada, SVD Laurensius Laka Martinus Irwan Yulius, CM PENYUNTING PELAKSANA Yohanes Sukendar Emmeria Tarihoran ALAMAT REDAKSI Sekolah Tinggi Pastoral - IPI MalangJalan Seruni No. 6 Malang 65141Email: ipimalang@stp-ipi.ac.id
Daftar Isi Jurnal SAPA Vol. 6 No. 1 Redaksi, Tim
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Silakan lihat atau unduh file pdf.
Editorial Jurnal SAPA Vol. 6 No. 1 Redaksi, Tim
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal SAPA Edisi Mei 2021, Berisi Delapan Artikel. Artikel Pertama adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosian dengan motivasi belajar mahasiswa pada pembelajaran daring di masa Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling dengan sampel jenuh. Penelitian dilakukan di STIPAS Tahasak Danum Pambelum Palangkaraya dengan melibatkan 57 mahasiswa yang mengikuti pembelajaran daring pada Program Studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala dukungan sosial memiliki koefisien reliabilitas dihitung menggunakan Alpha Cronbach sebesar 0,927 dengan 39 item valid, dan skala motivasi belajar memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,929 dengan 36 item valid yang disebarkan melalui media goole form. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis korelasi Pearson Product Moment melalui program IBM SPSS 25. Hasil analisis data adalah nilai r = 0,355 dengan p = 0,007 (p<0,01), maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan motivasi belajar daring mahasiswa STIPAS Tahsak Danum Pambelum Palangka Raya pada pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19. Artikel Kedua. Pandemi Covid-19 menimbulkan persoalan yang berdampak luas bagi masyarakat. Dampaknya juga dirasakan oleh para pembina rasul cilik dalam membina iman anak-anak yang tergabung dalam komunitas rasul cilik. Perkembangan iman para rasul cilik menjadi hal yang sangat penting bagi Gereja. Gereja mengusahakan segala cara melalui para pendamping untuk membina rasul cilik. Banyak tantangan akibat pandemi dan perkembangan teknologi yang begitu pesat. Situasi ini membentuk pola pikir dan pola relasi yang cenderung individualistis. Perubahan ini menuntut para pembina menemukan metode pengajaran yang tepat untuk membina iman rasul cilik. Keteladanan dan pengajaran yang tepat sangat dibutuhkan untuk perkembangan iman rasul cilik. Keteladanan dan pengajaran yang tepat bisa diberikan oleh para pembina dan orang tua demi perkembangan Gereja di masa depan. Artikel Ketiga. Dalam konteks pendidikan strategi guru dan tenaga kependidikan merujuk pada cara yang dilakukan pendidik untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Strategi guru dan tenaga kependidikan dalam mengimplementasikan kurikulum Kemenag 2013 di SMAK Bhakti Luhur Malang, merupakan usaha untuk mendidik dan membina para siswa-siswi yang sesuai dengan situasi di era milenial ini. Permasalahan dalam penelitian ini berkaitan dengan pentingnya kurikulum Kemenag 2013 dalam dunia pendidikan pada era milenial di SMAK Bhakti Luhur Malang. Demi memperdalam penelitian tersebut, peneliti juga mengeksplorasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat guru dan tenaga kependidikan dalam mengimplementasikan kurikulum tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Dalam mendapatkan data, peneliti menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Tahap-tahap penelitian meliputi pra lapangan, pekerjaan lapangan dan analisis data sesuai prosedur penelitian menurut Lexy J Meleong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum Kemenag 2013 di era milenial di SMAK Bhakti Luhur Malang sangat penting dan aktual karena mampu mengisi kekosongan atau kekurangan dalam rangka membentuk siswa berakhlak dan berkarakter di era milenial. Strategi guru dan tenaga kependidikan dalam mengimplementasikan kurikulum Kemenag 2013 di antaranya; metode pembelajaran, dan sarana pembelajaran yang berkualitas bagi peserta didik. Faktor pendukung adalah sarana modern yang memadai, kerja sama yang baik antar guru, tenaga kependidikan dan siswa, sedangkan faktor penghambat misalnya, kemampuan pendidik dan penyesuaian terhadap gaya belajar siswa. Artikel Keempat. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat plural baik dari agama ataupun sukunya. Setiap orang beriman Katolik memiliki kewajiban untuk menjaga harmoni dalam hidup bermasyarakat, sebaliknya, Gereja mengecam setiap tindak diskriminasi atau penganiayaan berdasarkan kondisi hidup dan agama, karena berlawan dengan semangat Kristus. Pada kenyataannya, banyak sekali orang Kristen yang terlibat dalam permasalahan yang menodai kesatuan dan keberagaman, khususnya dalam nama agama. Maka dalam hal ini perhatian penulis adalah kembali kepada dasar ajaran utama Yesus mengenai sikap saling mengasihi. Perintah supaya saling mengasihi dalam teks Yohanes 15:9-17 dapat menjadi pedoman bagi umat beriman untuk membantu menanggapi model hidup di tengah konteks pluralitas agama. Penulisan didasarkan pada masalah untuk mengetahui 1) arti dan 2) pesan dari teks Yohanes 15:9-17 dalam konteks pluralitas agama serta 3) aplikasinya dalam katekese umat. Dalam penulisan ini, penulis menggunakan metode kajian pustaka. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa kasih Yesus adalah pola dan pedoman kasih manusia. Yesus adalah suatu realitas dari kasih. Maka sebagai murid yang berhimpun dalam kesatuan dengan Yesus, syarat yang dituntut adalah tinggal dalam kasih Yesus. Tinggal dalam kasih Yesus dapat diwujudkan dengan suatu komitmen serta kesetiaan, yaitu melalui ketaatan terhadap perintah-Nya. Dengan fakta pluralitas agama, maka orang yang kristiani yang oleh karena rahmat pembaptisan telah dipilih oleh Allah sebagai rasul untuk pergi mewartakan kasih-Nya melalui usaha-usaha dilakukan dengan memperhatikan segala situasi dan kondisi hidup yang terjadi di tengah masyarakat dengan pertimbangan sosial, budaya, dan politik. Konkretnya hal ini dapat dilakukan dengan mengedepankan sikap kerukunan umat beragama, toleransi, dan usaha dialog serta kerja sama antar umat beragama. Artikel Kelima. Artikel ini memiliki fokus pada Misi Umat Pasionis sebagai Sarana Katekese (Tinjauan Katekese Pemikiran Beverly). Saya tertarik dan memiliki kegelisahan membahas artikel tentang misi umat pasionis sebagai sarana katekese iman umat Katolik di Kalimantan barat karena beberapa alasan. Pertama, umat Katolik di pedalaman membutuhkan penyegaran iman. Kedua, melalui misi Umat Pasionis ini umat diajak untuk semakin dekat dengan Kristus tersalib sekaligus menghayati penderitaan Yesus. Ketiga, umat membutuhkan pencerahan iman dari pihak Gereja sebagai hierarki. Terakhir bahwa melalui artikel ini saya hendak mengenalkan spiritualitas dan kharisma Kongregasi Pasionis di masa sekarang ini. Metode yang penulis gunakan dalam penulisan artikel ini ialah melalui wawancara personal dan kepustakaan. Setelah melalui wawancara dan memperoleh data melalui kepustakaan kemudian dianalisis dan dikombinasikan. Dengan demikian hasil dari lapangan dan hasil dari kepustakaan ditemukan suatu pemikiran yang sesuai antara pemikiran Beverly dan pelaksanaan Misi Umat Pasionis. Hasil dari cetusan pemikiran Beverly dan Misi Umat Pasionis menjadi sarana untuk evaluasi dan melihat misi ini secara komprehensif dan holistik. Maka dari itu, spiritualitas pasionis terus menerus membaharui diri dengan ilmu, peneletian, riset yang mumpuni tentang suatu pewartaan atau misi. Misi Umat Pasionis menjadi sumbu dan obor yang baik dalam kesaksian pewartaan misi Gereja di dunia. Misi ini tidak berhenti pada selesainya acara melainkan terus berlangsung dan dihidupi umat beriman. Artikel Keenam. Salah satu unit kerja Bhakti Luhur, PPRBM, memiliki peran aktif dalam pengembangan dan pemberdayaan penyandang disabilitas. Salah satu program dalam pengembangan itu adalah Indepth rights (Inclusive Development Through Participation, Trust And Based On Human Rights). Langkah konkret yang diambil bertajuk Parenting Training yang bertujuan untuk melatih para orang tua yang memiliki anak-anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa efektif pelatihan itu terhadap perkembangan anak-anak tersebut. Variabel-variabel yang akan diukur dalam penelitian ini adalah bantu diri, okupasi dan kognitif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Peneliti akan mengambil delapan sampel anak-anak tunagrahita yang orang tua mereka mengikuti pelatihan. Data-data akan dikumpulkan melalui metode wawancara dan observasi. Data-data observasi akan diolah dengan menggunakan rumus F persen. Kemudian, data yang terkumpul akan dibandingkan dengan hasil asesmen dan IRP (Individual Rehabilitation Program) sebagai data awal untuk melihat berapa persen pertumbuhan yang dialami oleh anak-anak berkebutuhan khusus tersebut. Secara umum ketiga variabel penelitian mengalami peningkatan; variabel bantu diri meningkat sebesar 29%; variabel okupasi juga mengalami peningkatan sebesar 9%. Sedangkan pada sub variabel kognitif, parenting tranning mampu meningkatkan kemampuan anak sampai pada poin 30,25%. Dari hasil yang diperoleh bisa disimpulkan bahwa program Parenting Traning belum bisa meningkatkan kemampuan anak secara signifikan. Artikel ke Tujuh. Tulisan ini berfokus pada kegiatan Bina Iman Remaja (BIR) selama masa pandemi. Bina Iman Remaja merupakan salah satu bentuk dari Katekese Kategorial Umat. Pandemi covid-19 membawa perubahan besar bagi dunia dan manusia. Mulai adanya pembatasan kegiatan masyarakat guna menekan laju penyebaran covid-19. Banyak kegiatan masyarakat yang dibatasi, bahkan ditiadakan untuk waktu yang tidak ditentukan. Gereja tidak bisa menghindari hal ini karena Gereja ada di tengah dunia. Gereja pun menanggapi situasi ini dengan mengambil kebijakan untuk melakukan beberapa kegiatan gerejawi secara online. Salah satu kegiatan yang dilakukan secara online adalah Bina Iman Remaja. Metodologi yang peneliti gunakan dalam pembuatan tulisan ini adalah metode kualitatif, yakni dengan melakukan wawancara pribadi dengan responden. Temuan saya dalam penelitian ini ialah bahwa kegiatan Bina Iman Remaja yang dilakukan secara online tidak efektif bagi perkembangan iman kaum Remaja Katolik. Artikel ke Delapan. Tulisan ini bermaksud menyelidiki ada tidaknya pengaruh penggunaan handphone di kalangan remaja Katolik terhadap komunikasi keluarga. Apakah ada pengaruh penggunaan handphone di kalangan remaja Katolik dalam komunikasinya terhadap orang tua atau anggota keluarganya. Apakah komunikasi remaja dengan anggota menjadi semakin berkurung dengan menggunakan handphone ataukah tidak ada pengaruh sama sekali, artinya para remaja tetap berkomunikasi dengan baik biarpun ia menggunakan handphone. Penelitian ini merupakan penelitian populasi yang melibatkan 31 remaja Katolik di salah satu stasi di Paroki Kabanjahe Sutamera Utara. Analisa hasil penelitian dilakukan secara statistik dengan uji signifikansi regresi Y terhadap X dan uji korelasi. Pengujian hipotesis dengan nilai -17,19 melebihi nilai F tabel sebesar 4,18 yang berarti ada pengaruh handphone terhadap komunikasi yang bersifat negatif: semakin tinggi penggunaan handphone dan kemampuan pengguna maka semakin rendah berkomunikasi dengan anggota keluarga. Penghitungan korelasi sebesar -0,433 menyatakan ada hubungan yang bersifat terbalik (negatif) yang berarti semakin tinggi penggunaan handphone semakin rendah berkomunikasi dengan anggota keluarga dan semakin rendah waktu penggunaan handphone semakin tinggi berkomunikasi dengan keluarga.
Perkembangan Iman Rasul Cilik pada Masa Pandemi Covid-19 Paroki Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel Ijen Malang Sogen, Dimas Sandy Himawan; Firmanto, Antonius Denny; Aluwesia, Ninik Wijayati
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English: The Covid-19 pandemic raises problems that have a wide impact on society. The impact is also felt by the little apostle coaches in fostering the faith of children who are members of the little apostolic community. The development of the faith of the little apostles is very important for the Church. The Church makes every effort through companions to build up the little apostles. There are many challenges due to the pandemic and the rapid development of technology. This situation forms a pattern of thinking and relationship patterns that tend to be individualistic. This change requires the counselors to find the right teaching method to build up the faith of the little apostles. Exemplary and proper teaching is needed for the development of the faith of the little apostle. Formers and proper teaching can be given by formers and parents for the future development of the Church. Bahasa Indonesia: Pandemi Covid-19 menimbulkan persoalan yang berdampak luas bagi masyarakat. Dampaknya juga dirasakan oleh para pembina rasul cilik dalam membina iman anak-anak yang tergabung dalam komunitas rasul cilik. Perkembangan iman para rasul cilik menjadi hal yang sangat penting bagi Gereja. Gereja mengusahakan segala cara melalui para pendamping untuk membina rasul cilik. Banyak tantangan akibat pandemi dan perkembangan teknologi yang begitu pesat. Situasi ini membentuk pola pikir dan pola relasi yang cenderung individulistis. Perubahan ini menuntut para pembina menemukan metode pengajaran yang tepat untuk membina iman rasul cilik. Keteladan dan pengajaran yang tepat sangat dibutuhkan untuk perkembangan iman rasul cilik. Keteladan dan pengajaran yang tepat bisa diberikan oleh para pembina dan orang tua demi perkembangan Gereja di masa depan.
Strategi Guru dan Tenaga Kependidikan dalam Mengimplementasikan Kurikulum Kemenag 2013 Era Milenial di SMAK Bhakti Luhur Malang Gulo, Helena; Hatmoko, Tomas Lastari
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English: In the context of education the strategies of teachers and education personnel refer to the ways in which educators achieve certain learning goals. The strategy of teachers and education personnel in implementing the 2013 Ministry of Religion curriculum at the Bhakti Luhur Malang Senior High School, is an effort to educate and foster students in accordance with the situation in this millennial era. The problem in this research relates to the importance of the 2013 Ministry of Religion curriculum in the world of education in the millennial era at Bhakti Luhur Malang. This research uses a qualitative research. In gaining data, researchers uses interview, observation and documentation methods. The research stages include pre-field work, fieldwork and data analysis according to Lexy J Meleong’s procedure. The results show that the 2013 Ministry of Religion curriculum in the millennial era at SMAK Bhakti Luhur Malang is very important and actual because it is able to form the character of students in the millennial era. The strategies of teachers and education personnel in implementing the 2013 Ministry of Religion curriculum include learning methods, and quality learning tools for students. Supporting factors are adequate modern facilities, good cooperation between teachers, education staff and students, while inhibiting factors for example, the ability of educators and adjustments to student learning styles. Bahasa Indonesia: Dalam konteks pendidikan strategi guru dan tenaga kependidikan merujuk pada cara yang dilakukan pendidik untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Strategi guru dan tenaga kependidikan dalam mengimplementasikan kurikulum Kemenag 2013 di SMAK Bhakti Luhur Malang, merupakan usaha untuk mendidik dan membina para siswa-siswi yang sesuai dengan situasi di era milenial ini. Permasalahan dalam penelitian ini berkaitan dengan pentingnya kurikulum Kemenag 2013 dalam dunia pendidikan pada era milenial di SMAK Bhakti Luhur Malang. Demi memperdalam penelitian tersebut, peneliti juga mengeksplorasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat guru dan tenaga kependidikan dalam mengimplementasikan kurikulum tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Dalam mendapatkan data, peneliti menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Tahap-tahap penelitian meliputi pra lapangan, pekerjaan lapangan dan analisis data sesuai prosedur penelitian menurut Lexy J Meleong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum Kemenag 2013 di era milenial di SMAK Bhakti Luhur Malang sangat penting dan aktual karena mampu mengisi kekosongan atau kekurangan dalam rangka membentuk siswa berakhlak dan berkarakter di era milenial. Strategi guru dan tenaga kependidikan dalam mengimplementasika kurikulum Kemenag 2013 di antaranya; metode pembelajaran, dan sarana pembelajaran yang berkualitas bagi peserta didik. Faktor pendukung adalah sarana modern yang memadai, kerjasama yang baik antar guru, tenaga kependidikan dan siswa, sedangkan faktor penghambat misalnya, kemampuan pendidik dan penyesuaian terhadap gaya belajar siswa.
Perintah Saling Mengasihi Menurut Yohanes 15:9-17 dan Aplikasinya Dalam Konteks Pluralitas Agama Melalui Katekese Umat X, Intansakti Pius; Firmanto, Antonius Denny
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English: Indonesian society is a plural society both from religion and ethnicity. Every Catholic believer has an obligation to maintain harmony in social life, on the other hand, the Church condemns any act of discrimination or persecution based on living conditions and religion, because it is against the spirit of Christ. In fact, many Christians are involved in issues that tarnish unity and diversity, especially in the name of religion. So in this case the author's attention is to return to the basic teachings of Jesus regarding mutual love. The commandment to love one another in the text of John 15:9-17 can be a guide for the faithful to help respond to a model of life in the context of religious plurality. The writing is based on the problem of knowing 1) the meaning and 2) the message of the text of John 15:9-17 in the context of religious plurality and 3) its application in the catechesis of the people. In this writing, the writer uses literature review method. In general, it can be concluded that the love of Jesus is the pattern and guide of human love. Jesus is a reality of love. So as a disciple who meets in union with Jesus, the condition required is to remain in the love of Jesus. Abiding in the love of Jesus can be manifested by a commitment and loyalty, namely through obedience to His commands. With the fact of religious plurality, Christians who because of the grace of baptism have been chosen by God as apostles to go proclaiming His love through efforts are made by paying attention to all situations and conditions of life that occur in society with social, cultural and political. Concretely, this can be done by prioritizing religious harmony, tolerance, and efforts for dialogue and cooperation between religious communities. Bahasa Indonesia: Masyarakat Indonesia adalah masyarakat plural baik dari agama ataupun sukunya. Setiap orang beriman Katolik memiliki kewajiban untuk menjaga harmoni dalam hidup bermasyarakat, sebaliknya, Gereja mengecam setiap tindak diskriminasi atau penganiayaan berdasarkan kondisi hidup dan agama, karena berlawan dengan semangat Kristus. Pada kenyataannya, banyak sekali orang kristen yang terlibat dalam permasalahan yang menodai kesatuan dan keberagaman, khususnya dalam nama agama. Maka dalam hal ini perhatian penulis adalah kembali kepada dasar ajaran utama Yesus mengenai sikap saling mengasihi. Perintah supaya saling mengasihi dalam teks Yohanes 15:9-17 dapat menjadi pedoman bagi umat beriman untuk membantu menanggapi model hidup di tengah konteks pluralitas agama. Penulisan didasarkan pada masalah untuk mengetahui 1) arti dan 2) pesan dari teks Yohanes 15:9-17 dalam konteks pluralitas agama serta 3) aplikasinya dalam katekese umat. Dalam penulisan ini, penulis menggunakan metode kajian pustaka. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa kasih Yesus adalah pola dan pendoman kasih manusia. Yesus adalah suatu realitas dari kasih. Maka sebagai murid yang berhimpun dalam kesatuan dengan Yesus, syarat yang dituntut adalah tinggal dalam kasih Yesus. Tinggal dalam kasih Yesus dapat diwujudkan dengan suatu komitmen serta kesetiaan, yaitu melalui ketaatan terhadap perintah-Nya. Dengan fakta pluralitas agama, maka orang yang kristiani yang oleh karena rahmat pembaptisan telah dipilih oleh Allah sebagai rasul untuk pergi mewartakan kasih-Nya melalui usaha-usaha dilakukan dengan memperhatikan segala situasi dan kondisi hidup yang terjadi di tengah masyarakat dengan pertimbangan sosial, budaya, dan politik. Konkritnya hal ini dapat dilakukan dengan mengedepankan sikap kerukuran umat beragama, toleransi, dan usaha dialog serta kerjasama antar umat beragama.
Misi Umat Pasionis Sebagai Sarana Katekese (Tinjauan Katekese Dalam Pemikiran Beverly) Damianus, Kristianus; Firmanto, Antonius Denny
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English: This article focuses on the Mission of the Passionist as a Tool of Catechesis (Beverly Thought Catechesis Overview). I am interested and have anxieties discussing articles about the mission of the Passionists as a means of catechesis for the faith of Catholics in West Kalimantan for several reasons. First, Catholics in the interior need a refreshing faith. Second, through the mission of the Passionists, the people are invited to be closer to the crucified Christ and at the same time live the suffering of Jesus. Third, the people need enlightenment of faith on the part of the Church as a hierarchy. Finally, through this article I would like to introduce you to the spirituality and charism of the Passionist Congregation today. The method I use in writing this article is through personal interviews and literature. After going through interviews and obtaining data through literature then analyzed and combined. Thus, the results from the field and the results from the literature found a suitable thought between Beverly's thinking and the implementation of the Mission of the Passionists. The results of the ideas of Beverly and the Mission of the Passionists are a means of evaluating and seeing this mission in a comprehensive and holistic manner. Therefore, passionist spirituality continually renews itself with knowledge, research, and research on a mission or mission. The mission of the Passionists is to be a fine axis and torch in the witness of the proclamation of the mission of the Church in the world. This mission does not stop at the completion of the program but continues and is lived out by the faithful. Bahasa Indonesia: Artikel ini memiliki fokus pada Misi Umat Pasionis sebagai Sarana Katekese (Tinjauan Katekese Pemikiran Beverly). Saya tertarik dan memiliki kegelisahan membahas artikel tentang misi umat pasionis sebagai sarana katekese iman umat Katolik di Kalimantan barat karena beberapa alasan. Pertama, umat Katolik di pedalaman membutuhkan penyegaran iman. Kedua, melalui misi Umat Pasionis ini umat diajak untuk semakin dekat dengan Kristus tersalib sekaligus menghayati penderitaan Yesus. Ketiga, umat membutuhkan pencerahan iman dari pihak Gereja sebagai hirarki. Terakhir bahwa melalui artikel ini saya hendak mengenalkan spiritualitas dan kharisma Kongregasi Pasionis di masa sekarang ini. Metode yang penulis gunakan dalam penulisan artikel ini ialah melalui wawancara personal dan kepustakaan. Setelah melalui wawancara dan memperoleh data melalui kepustakaan kemudian dianalisis dan dikombinasikan. Dengan demikian hasil dari lapangan dan hasil dari kepustakaan ditemukan suatu pemikiran yang sesuai antara pemikiran Beverly dan pelaksanaan Misi Umat Pasionis. Hasil dari cetusan pemikiran Beverly dan Misi Umat Pasionis menjadi sarana untuk evaluasi dan melihat misi ini secara komprehensif dan holistik. Maka dari itu, spiritualitas pasionis terus menerus membaharui diri dengan ilmu, peneletian, riset yang mumpuni tentang suatu pewartaan atau misi. Misi Umat Pasionis menjadi sumbu dan obor yang baik dalam kesaksian pewartaan misi Gereja di dunia. Misi ini tidak berhenti pada selesainya acara melainkan terus berlangsung dan dihidupi umat beriman.

Page 10 of 18 | Total Record : 172