cover
Contact Name
Teresia Noiman Derung
Contact Email
teresiaderung@gmail.com
Phone
+6282143778367
Journal Mail Official
sapa@stp-ipi.ac.id
Editorial Address
Jln. Seruni No 6 MALANG 65141, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sapa: Jurnal Kateketik dan Pastoral
ISSN : 25035150     EISSN : 26543214     DOI : https://doi.org/10.53544/sapa
Core Subject : Religion, Education,
SAPA merupakan jurnal yang dikelola oleh STP-IPI Malang. Nama SAPA, bukan sebuah nama kebetulan dan juga bukan singkatan. Melainkan memiliki makna yang amat mendalam. Sapa tidak hanya sekedar menyapa para pembaca melainkan mengajak para pembaca untuk semakin mendalami karya pastoral dan katekese, sehingga juga menjadi terlibat dalam kegiatan pastoral dan katekese di manapun berada
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 172 Documents
Efektivitas Parenting Training Terhadap Perkembangan Penyandang Disabilitas Tunagrahita di Kota Malang Yulius, Martinus Irwan; Rena, Veronika
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English: One of the Bhakti Luhur work units, PPRBM, has an active role in the development and empowerment of persons with disabilities. One of the programs under this development is Indepth rights (Inclusive Development Through Participation, Trust And Based On Human Rights). The Concrete step taken is entitled Parenting Training which aims to train parents who have children with special needs. This study aims to see how effective the training is on the development of those children. The variables to be measured in this study are self-help, occupational theraphy and cognitive. This research uses descriptive quantitative research methods. Researchers will take eight samples of mentally retarded children whose parents attended training. Data will be collected through interview and observation methods. Observation data will be analysed using the F percent formula. Then, the collected data will be compared with the results of the assessment and the IRP (Individual Rehabilitation Program) as initial data to see the percentage of growth is experienced by these children with special needs. In general, the three research variables have increased; self-help increased by 29%; occupational theraphy also increased by 9%. Whereas in the cognitive, parenting training was able to improve children's abilities up to 30.25%. From the results obtained, it can be concluded that the Parenting Training program has not been able to significantly improve children's abilities. Bahasa Indonesia: Salah satu unit kerja Bhakti Luhur, PPRBM, memiliki peran aktif dalam pengembangan dan pemberdayaan penyandang disabilitas. Salah satu program dalam pengembangan itu adalah Indepth rights (Inclusive Development Through Participation, Trust And Based On Human Rights). Langkah konkrit yang diambil bertajuk Parenting Training yang bertujuan untuk melatih para orang tua yang memiliki anak-anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa efektif pelatihan itu terhadap perkembangan anak-anak tersebut. Variabel-variabel yang akan diukur dalam penelitian ini adalah bantu diri, okupasi dan kognitif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Peneliti akan mengambil delapan sampel anak-anak tunagrahita yang orang tua mereka mengikuti pelatihan. Data-data akan dikumpulkan melalui metode wawancara dan observasi. Data-data observasi akan diolah dengan menggunakan rumus F persen. Kemudian, data yang terkumpul akan dibandingkan dengan hasil asesmen dan IRP (Individual Rehabilitation Program) sebagai data awal untuk melihat berapa persen pertumbuhan yang dialami oleh anak-anak berkebutuhan khusus tersebut. Secara umum ketiga variabel penelitian mengalami peningkatan; variabel bantu diri meningkat sebesar 29%; variabel okupasi juga mengalami peningkatan sebesar 9%. Sedangkan pada sub variabel kognitif, parenting tranning mampu meningkatkan kemampuan anak sampai pada poin 30,25%. Dari hasil yang diperoleh bisa disimpulkan bahwa program Parenting Traning belum bisa meningkatkan kemampuan anak secara signifikan.
Bina Iman Remaja dalam Masa Pandemi Covid-19 di Paroki Santa Maria Immaculata Mataram Ramos, Pedro Agus Dwi Juniantara; Firmanto, Antonius Denny; Aluwesia, Nanik Wijiyati
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English: This paper focuses on the activities of Bina Iman Remaja (BIR) during the pandemic. Adolescent Faith Building is a form of Categorial Catechesis of the Ummah. The covid-19 pandemic is bringing big changes to the world and people. Starting to have restrictions on community activities to reduce the rate of spread of covid-19. Many community activities are limited, even canceled for an indefinite period. The Church cannot avoid this because the Church is in the middle of the world. The church has also responded to this situation by taking a policy to conduct several ecclesiastical activities online. One of the activities carried out online is Youth Faith Development. The methodology that the researcher uses in making this paper is a qualitative method, namely by conducting personal interviews with respondents. My finding in this study is that online Youth Faith Development activities are not effective for the development of the faith of Catholic Youth. Bahasa Indonesia: Tulisan ini berfokus pada kegiatan Bina Iman Remaja (BIR) selama masa pandemi. Bina Iman Remaja merupakan salah satu bentuk dari Katekese Kategorial Umat. Pandemi covid-19 membawa perubahan besar bagi dunia dan manusia. Mulai adanya pembatasan kegiatan masyarakat guna menekan laju penyebaran covid-19. Banyak kegiatan masyarakat yang dibatasi, bahkan ditiadakan untuk waktu yang tidak ditentukan. Gereja tidak bisa menghindari hal ini karena Gereja ada di tengah dunia. Gereja pun menanggapi situasi ini dengan mengambil kebijakan untuk melakukan beberapa kegiatan gerejawi secara online. Salah satu kegiatan yang dilakukan secara online adalah Bina Iman Remaja. Metodologi yang peneliti gunakan dalam pembuatan tulisan ini adalah metode kualitatif, yakni dengan melakukan wawancara pribadi dengan responden. Temuan saya dalam penelitian ini ialah bahwa kegiatan Bina Iman Remaja yang dilakukan secara online tidak efektif bagi perkembangan iman kaum Remaja Katolik.
Pengaruh Penggunaan Handphone di Kalangan Remaja Katolik Terhadap Komunikasi Keluarga di Stasi Santo Paulus Seberaya Darianto; Depari, Alni Vera Br.; Sukendar, Yohanes
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v6i1.241

Abstract

English: This paper investigates whether or not the influence of mobile phone use among Catholic youth on family communication. Is there any influence on mobile phone use among Catholic teenagers in their communication with their parents or family members? Whether the communication of teenagers with members becomes increasingly locked up by using mobile phones or has no influence at all, it means that the teenagers still communicate well even if they use a mobile phone. The study involved 31 Catholic teenagers in one of the stasi in Kabanjahe Parish, North Sumatera. The analysis of the research’s results was conducted statistically with the Y regression significance test against X and correlation test. Hypothesis testing with a value of -17.19 exceeds the F table value of 4.18 which means there is an influence of mobile phones on negative communication: the higher the use of mobile phones and the ability of users, the lower the communication with family members. Correlation calculation of -0.433 states that there is an inverse (negative) relationship which means the higher the use of mobile phones the lower the communication with family members and the lower the time of mobile phone use the higher the communication with the family. Bahasa Indonesia: Tulisan ini bermaksud menyelidiki ada tidaknya pengaruh penggunaan handphone di kalangan remaja Katolik terhadap komunikasi keluarga. Apakah ada pengaruh penggunaan handphone di kalangan remaja Katolik dalam komunikasinya terhadap orang tua atau anggota keluarganya. Apakah komunikasi remaja dengan anggota menjadi semakin berkurung dengan menggunakan handphone ataukah tidak ada pengaruh sama sekali, artinya para remaja tetap berkomunikasi dengan baik biarpun ia menggunakan handphone. Penelitian ini merupakan penelitian populasi yang melibatkan 31 remaja Katolik di salah satu stasi di Paroki Kabanjahe Sutamera Utara. Analisa hasil penelitian dilakukan secara statistik dengan uji signifikansi regresi Y terhadap X dan uji korelasi. Pengujian hipotesis dengan nilai -17,19 melebihi nilai F tabel sebesar 4,18 yang berarti ada pengaruh handphone terhadap komunikasi yang bersifat negatif: semakin tinggi penggunaan handphone dan kemampuan pengguna maka semakin rendah berkomunikasi dengan anggota keluarga. Penghitungan korelasi sebesar -0,433 menyatakan ada hubungan yang bersifat terbalik (negatif) yang berarti semakin tinggi penggunaan handphone semakin rendah berkomunikasi dengan anggota keluarga dan semakin rendah waktu penggunaan handphone semakin tinggi berkomunikasi dengan keluarga.
Partisipasi Umat Sebagai Petugas Liturgi Selama Covid-19 Di Stasi Santo Petrus Sumberejo Paroki Santa Maria Blitar Tawa, Angelika Bule; Belalawe, Lusia Leto
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v6i2.251

Abstract

Dalam dokumen SC Art 29 dikatakan bahwa para pelayan misa hendaknya menunaikan tugas dengan saleh, tulus dan saksama, sebagaimana layak untuk pelayanan seluhur itu, dan sesudah semetinya dituntut dari mereka oleh umat Allah. Maka perlulah mereka secara mendalam diresapi semangat liturgi, dan dibina untuk membawakan peran mereka dengan tepat. Momen isolasi sosial untuk menghadapi pandemi Covid-19 telah mengubah banyak aspek dalam kehidupan bergereja yaitu perayaan Ekaristi, pelayanan, dan teologi. Tujuan yang ingin dicapai oleh penulis dalam penelitian ini untuk mengetahui partisipasi umat sebagai petugas liturgi selama masa pandemi Covid-19 di Stasi Santo Petrus Sumberejo Blitar. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, populasi penelitian adalah 93 jiwa dan sampel 30 responden sebagai petugas liturgi. Metode pengumpulan data menggunakan angket sedangkan metode pengolahan data dengan menggunakan F Prosen dan Scoring. Berdasarkan hasil pengolahan data keseluruhan dengan dengan nilai scoring diperoleh hasil 2,59 artinya partisipasi umat sebagai petugas liturgi selama masa pandemi Covid-19 di Stasi Santo Petrus Sumberejo Blitar Paroki Santa Maria Blitar dilaksanakan dengan baik.    
Katolisitas Di Era Corona Virus Dan Sesudahnya (Analisa Studi Psikopastoral) Bagus Kusumawanta, Dominikus Gusti
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v6i2.273

Abstract

Saat ini dunia tengah mengalami masa-masa suram, dikarenakan adanya pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease 2019). Virus Corona telah memakan ratusan ribu korban jiwa di seluruh dunia. Data per-hari ini Indonesia: positif: 3.979.456; sembuh: 3.546.324; meninggal; 126.372. Bali: positif: 102.140; sembuh: 89.567; meninggal: 3.115.Kekuatan  virus ini adalah penyebarannya sangat mudah dan cepat. Untuk menanggulangi dampak Covid-19, sejak 15 Maret 2020, Presiden  Jokowi  telah mengeluarkan himbauan bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas di rumah, mulai dari bersekolah, bekerja, dan beribadah. Hingga kini corona virus masih mengancam hidup manusia bahkan semakin meluas dengan  varian  corona  yang  baru.  Corona virus menyebabkan terjadinya  perubahan perilaku hidup beriman (Katolisitas) serta karya Pastoral Gereja. Permasalahan inilah yang menjadi topik bahasan dalam artikel ini
Desain Instruksional Model Assure: Tawaran Dalam Desain Pembelajaran Pendidik Agama Katolik Betu , Fransiskus Soda
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v6i2.274

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang desain pembelajaran model assure dalam pengajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik. Dengan memakai metode penelitian kepustakaan, tulisan ini mengolah berbagai sumber guna memaparkan pemanfaatan desain pembelajaran model assure dalam pelajaran Pendidikan Agama Katolik. Berdasarkan telaah kepustakaan tersebut ditemukan bahwa desain instruksional merupakan rancangan pembelajaran yang dikerjakan pendidik supaya membantu peserta didik dalam belajar. Dalam pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dapat didesain model pembelajaran dengan mengikuti langkah-langkah: (1) menganalisis pembelajar, (2) menyatakan standar dan tujuan, (3) memilih strategi, teknologi, media, dan materi, (4) menggunakan teknologi, media, dan material, (5) mengharuskan partisipasi pembelajar, dan (6) mengevaluasi dan merevisi. Sebagai suatu tawaran, desain instruksional model assure dapat berkontribusi bagi pengembangan pembelajaran Pendidikan Agama Katolik.
Membangun Jiwa Kepemimpinan Gereja Muda Peluang Pendidikan Dan Pelayanan Pastoral Digital Di Era Covid-19 Nugroho , Gregorius
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v6i2.275

Abstract

Di tengah pandemi COVID-19, keterlibatan dan ketertarikan kaum muda untuk masuk dalam organisasi Gereja menjadi keprihatinan. Pada gilirannya memang, sulit mencari generasi pemimpin dari kalangan kaum muda. Para pemuda tidak tertarik dengan pekerjaan kepemimpinan bagi masyarakat luas dan Gereja. Bagaimana membuat generasi muda tertarik  untuk terlibat dalam kepemimpinan? Namun, nyatanya kepemimpinan tidak lahir begitu saja. Perlu ada usaha dan kerja keras untuk membina dan mempersiapkan generasi pemimpin masa depan. Bagaimana cara? Apa saja yang harus dikerjakan? Beberapa pertanyaan inilah yang akan menjadi pergumulan dalam tulisan kecil ini. Beberapa refleksi yang disajikan pada tulisan ini bukanlah hal baru namun perlu mendapatkan bingkai baru ketika pandemi Covid -19 benar-benar hadir nyata di tahun 2020. Kepemimpinan tidak lagi bisa menunggu. Kepemimpinan harus ditumbuhkan dengan sadar dan tersistem dengan baik. Artikel ini berusaha menjawab pertanyaan refleksi dengan mengangkat kegelisahan pastoral selama pandemi sebagai peluang untuk menatap masa depan.
Sharing Kitab Suci: Dasar Pembentukan Sikap Hidup Mahasiswa Program Studi Pelayanan Pastoral Goo, Maria Yulianti
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v6i2.276

Abstract

Kitab Suci merupakan dasar dari pembentukan  sikap hidup seseorang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh sharing Kitab Suci terhadap pembentukkan sikap hidup mahasiswa tingkat II Program Studi Pelayanan Pastoral STP-IPI Malang. Untuk mengetahui pengaruh sharing Kitab Suci, sebagai dasar pembentukkan sikap hidup digunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan membagi responden ke dalam dua kelompok yakni kelompok ekperimen dan kelompok kontrol kemudian tahap pengolahan data menggunakan metode ekperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest untuk kelompok eksperimen dan desain Intact-Group Comparison untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil yang diperoleh menunjukan skor jawaban responden kelompok eksperimen adalah 1263 poin dan skor jawaban responden kelompok kontrol 799 poin. Hasil yang ditemukan sharing Kitab Suci memberikan pengaruh positif terhadap pembetukan sikap hidup mahasiswa tingkat II program Studi Pelayanan Pastoral STP-IPI Malang
Kebertahanan Peran Agama Di Abad Ke 21 Dalam Gempuran Arus Globalisasi Seran, Yanuarius
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v6i2.277

Abstract

Agama merupakan bagian dari kodrat alami manusia. Agama bisa lahir ditempat tertentu yang disebut agama asli, pribumi atau suku, tetapi agama juga bisa dari tempat lain, yakni agama wahyu atau agama unversal, karena dianut banyak orang dari berbagai penjuru. Kedua agama ini memiliki kesamaan dari sisi intinya, karena keduanya  mengaktualisasikan keyakinan yang sama kepada “Sesuatu” yang paling tinggi. Agama asli menyebutnya Yang Suci, agama wahyu menamainya Allah. Kepada-Nya semua manusia percaya dan menyerahkan hidupnya seutuhnya. Dengan adanya gempuran arus globalisasi, peran agama dipertanyakan. Kaum skeptik ilmiah menuduh, “agama suam-suam kuku, tidak mampu bersaing dengan sains. Bagi manusia modern, peran agama sudah terkubur. Namun agama tetap berperan sebagai penjaga dan pemersatu umat manusia di tengah masyarakat multikultural. Agama yang sempat meredup, bangkit kembali dan masuk ke panggung politik dunia, sebagai “penanda” bahwa akal budi dan peradaban modern tidak mampu memenuhi kebutuhan rohani manusia. Agama tetap menjadi “instruktur” yang mengantar kembali manusia kepada “Yang Suci”, Allah sang Pencipta-Nya.
Model Pelayanan Yesus Menurut Injil Yohanes 13:1-17 Bagi “Gembala” Gereja Masa Kini Resi, Hironimus; Pius X, Intansakti
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v8i1.298

Abstract

Gereja lahir dari Yesus Kristus sebagai Gembala bagi domba-domba-Nya. Kehadiran Gembala menunjukkan Gembala berbau domba, artinya Gembala yang sungguh menjadi hamba dalam pelayanan bagi umatnya. Hamba merupakan model pelayanan seorang Gembala yang penting dan utama dalam melaksanakan tugas sebagai Gembala bagi umatnya. Persoalan yang sering timbul adalah pemahaman tentang model pelayanan sebagai Gembala kurang aplikatif. Keadaan ini menyebabkan seorang Gembala dapat menjadi Gembala upahan. Penulis menawarkan model pelayanan sebagai Gembala seperti yang dilakukan Yesus dalam Injil Yohanes 13:1-17. Tujuan penelitian ini memberikan gambaran secara spesifik tentang model pelayanan sebagai seorang Gembala dalam menggembala umatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan wawancara langsung terhadap pemimpin umum dan pemimpin komunitas untuk menggambarkan dan menganalisis model pelayanan sebagai seorang Gembala dalam Gereja masa kini. Kesimpulan, model pelayanan seorang Gembala merujuk pada model pelayanan Yesus dalam Injil Yohanes 13:1-17. Model pelayanan yang menjadi teladan, hamba, kerendahan hati yang menuntun pada cinta yang tulus dan ikhlas.

Page 11 of 18 | Total Record : 172