cover
Contact Name
Suharno Usman
Contact Email
suharno.usman@gmail.com
Phone
+6285255620507
Journal Mail Official
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Editorial Address
Jl. Kampus Kleak, Bahu, Kec. Malalayang, Kota Manado, Prov. Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Mapalus Nursing Science Journal (MNSJ): Jurnal Ilmu Keperawatan Mapalus
ISSN : 30261198     EISSN : 30261198     DOI : https://doi.org/10.35790/mnsj.v1i1.47491
Core Subject : Health,
Mapalus Nursing Science Journal (MNSJ) atau Jurnal Ilmu Keperawatan Mapalus (JIKM) merupakan jurnal nasional berbasis online yang mengorbit pada tahun 2023, bertujuan untuk membantu penulis dalam menerbitkan paper mereka. Jurnal ini menerima naskah dari bidang Keperawatan dan Kesehatan. Lingkup Keperawatan (Keperawatan Medikal-Bedah, Psikososial/Keperawatan Psikiatri, Anak dan Maternitas, Perawatan Gawat Darurat dan Kritis, Komunitas-Keluarga-Gerontik, dan Manajemen Keperawatan). Menerima naskah/manuskrip dari; penelitian murni (kuantitatif, kualitatif, atau kombinasi/mix), tinjauan literatur, dan studi kasus.
Articles 57 Documents
Hubungan Self Efficacy Dengan Kinerja Perawat Dalam Melaksanakan Asuhan Keperawatan Di RSU Pancaran Kasih Manado Panambunan, Ayudia Evita; Meo, Maria Lupita Nena; Bidjuni, Hendro
Mapalus Nursing Science Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Mapalus Nursing Science Journal (Jurnal Ilmu Keperawatan Mapalus)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/mnsj.v1i3.52965

Abstract

Latar belakang. Self-efficacy diartikan sebagai suatu keyakinan tentang kemampuan untuk dapat menyelesaikan pekerjaan dengan berhasil. Self-efficacy mengacu pada keyakinan individu mengenai kemampuannya memobilisasi motivasi, sumber daya kognitif dan tindakan yang diperlukan agar berhasil melaksanakan tugas dalam konteks tertentu Kinerja keperawatan atau praktik keperawatan menggambarkan aktivitas yang diberikan kepada klien melalui pelaksanaan asuhan keperawatan untuk mencapai tujuan layanan kesehatan sesuai dengan tugas dan wewenang perawat dengan memenuhi ketentuan kode etik, standar profesi, hak pengguna pelayanan kesehatan, standar pelayanan, dan standar prosedur operasional Tujuan. untuk mengetahui hubungan self-efficacy dengan kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado Metode yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan desain penelitian Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Hasil. uji statistik menggunakan uji Chi-square pada tingkat kemaknaan 95%, didapatkan nilai signifikan ρ = 0,000 < α (0,05) Kesimpulan. ada hubungan antara Self-Efficacy dengan Kinerja Perawat dalam Melaksanakan Asuhan Keperawatan di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Kata kunci: Self Efficacy; Kinerja Perawat; Asuhan Keperawatan
Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Pesisir Tentang Pertolongan Pertama Pada Korban Tenggelam Di Pantai Bulo, Tateli Weru Tongka, Felianty; simbiring, Erika emina; Malara, Reginus
Mapalus Nursing Science Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Mapalus Nursing Science Journal (Jurnal Ilmu Keperawatan Mapalus)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/mnsj.v1i3.54093

Abstract

Background. Drowning is one of the emergency cases that can threaten life and needs to be handled as soon as possible starting from helping victims when they are drowning until the victim reaches land, especially first aid in the critical period before the medical team arrives at the scene. Objective. To determine the level of knowledge of coastal communities about first aid for drowning victims. Methods. This study uses a type of quantitative research with a descriptive research design. The sample in this study consisted of 80 respondents. The instrument used is the coastal community knowledge instrument on how to first aid which has been tested valid with a calculated r value greater than r table (0.3610) and an alpha crombach value of 0.856 which is greater than 0.60. Results. This study shows the results of the level of community knowledge, namely 68 (85.0%) who are well informed and less knowledgeable as many as 12 (15.0%). Conclusion. Most of the community has good knowledge about first aid methods, but in some statement items regarding the first aid method, the respondents themselves are not knowledgeable. Keywords: BHD; Community Knowledge; Drowning; First Aid.
Gambaran Perubahan Posisi Lateral 30° Pada Pasien Dengan Tirah Baring Lama Di Ruangan Intensive Care Unit Dengan Diagnosa Gagal Napas On Ventilator Et Causa Electrolytes Imbalance Di RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado: Studi Kasus Markus, Vergio; Nurmansyah, Muhamad; Paat, Toar Calvin Christo; Mulyadi, Mulyadi
Mapalus Nursing Science Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Mapalus Nursing Science Journal (MNSJ)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/mnsj.v2i2.54966

Abstract

Latar belakang: Perawatan di unit ICU menyebabkan beberapa faktor yang membatasi mobilitas, seperti penggunaan perangkat invasif, pemeliharaan posisi paksa untuk tujuan terapeutik, dan sedasi untuk membuat ventilasi mekanis lebih berkelanjutan. Pasien yang diintubasi bisa tetap dalam posisi supine selama 12 – 16 jam, yang bisa menyebabkan risiko terjadinnya pressure injury (Team et al, 2020). Prevalensi pressure injury di antara pasien yang dirawat adalah 5% hingga 15%, dengan persentase yang lebih tinggi di beberapa lingkungan perawatan jangka panjang dan ICU (Mervis & Phillips, 2019) dimana mobilisasi pada pasien sakit kritis di ICU bertujuan untuk mengurangi tekanan, meningkatkan kenyamanan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang gambaran perubahan posisi lateral 30° pada pasien dengan tirah baring lama di Intensive Care Unit dengan diagnosa Gagal Napas on Ventilator et causa Electrolytes Imbalance. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus pada pasien dengan gagal napas on ventilator ec elctrolytes imbalance di ruangan ICU. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, pemeriksaan fisik, wawancara dan artikel penelitian. Hasil: Studi kasus pada tahap pengkajian menunjukan pasien memiliki ruam kemerahan disekitar bagian sacrum pasien. Diagnosa Keperawatan fokus pada intervensi adalah diagnose Risiko Luka Tekan yang mengacu pada buku SDKI. Intervensi yang dilakukan pada pasien adalah perubahan posisi lateral berbasis EBN. Kesimpulan: Intervensi perubahan posisi lateral 30° setiap 2 jam yang dilakukan selama empat hari didapati kemerahan dibagian punggung pasien hilang ditandai dengan perubahan skor skala braden (dari 12 naik menjadi 16), dan tidak ada kemerahan atau luka yang terlokalisasi, diikuti dengan pemberian intervensi tambahan seperti assessment risiko dengan perawatan kulit menggunakan olive oil.
ANALISA ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN SYOK SEPSIS DAN INTERVENSI SUCTION PADA PERUBAHAN SATURASI OKSIGEN DI INTENSIVE CARE UNIT RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Sumendap, Deisy; Mulyadi, Mulyadi; Malara, Reginus; Nurmansyah, Muhamad
Mapalus Nursing Science Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Mapalus Nursing Science Journal (MNSJ)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/mnsj.v2i2.54969

Abstract

Latar Belakang : Syok sepsis menjadi salah satu penyebab kematian di ruangan intensive care unit. Hampir 80% pasien yang berada di ICU mengalami gagal nafas dan tidak mampu melakukan ventilasi spontan salah satunya pada syok sepsis sehingga dilakukan intubasi dan pemasangan ventilator mekanik, beberapa permasalahan yang terjadi seperti pada pasien sering mengalami penumpukan sekret yang berlebih, sehingga membutuhkan tindakan suction. Tindakan suction (penghisapan lendir) terhadap pasien yang terpasang ventilator dapat menggunakan close dan open suction. Tujuan : Menganalisis intervensi suction pada perubahan saturasi oksigen pada pasien dengan syok sepsis. Metode : Menggunakan metode studi kasus pada pasien dengan diagnosa syok sepsis, gagal napas on ventilator. Intervensi berupa tindakan close dan open suction dan di observasi selama lima hari. Hasil : Setelah dilakukan Intervensi suction selama lima hari dengan bantuan hiperoksigenasi 1-2 menit pre suction, lalu suction selama <10 detik, dapat terjadi peningkatan setelah 5-10 menit.  Kesimpulan : Tindakan suction dapat mengurangi sekret yang berlebih sehingga dapat meningkatkan saturasi oksigen. Tindakan suction diberikan hiperoksigenasi 1-2 menit dapat direkomendasikan sebagai tindakan untuk pencegahan hipoksia. Kata Kunci : Asuhan Keperawatan, Saturasi Oksigen, Suction, Syok Sepsis Background : Shock sepsis became one of the causes of death in the intensive room care unit. Nearly 80% of patients who are in ICU have breathing failure and are unable to perform spontaneous ventilation of one of the shock sepsis so that the observation and mounting ventilator, some problems occurring as in patients often experience a disposition of excessive secretions, requiring suction action. Suction action (susceptone) to patients installed ventilator can use close and open suction. Purpose : To analyze the suction intervention on oxygen saturation changes in patients with septic shock. Method : This research uses case study methods in patients with diagnosis shock sepsis, failure to breath on ventilator. Intervention is the close of action and open suction and in observations for five days. Results : After the suction intervention for five days with the help of hyperogsiationgen 1-2 minutes Pre suction, then suction during <10 seconds, there could be an increase after 5-10 minutes. Conclusion : Suction action can reduce excessive secretions so as to improve oxygen saturation. Suction action is given 1-2 minute hyperoxygenation can be recommended as an action for hypoculating prevention. Keywords: nursing care, oxygen saturation, suction, shock sepsis
Asuhan Keperawatan Pada Anak Dengan Diare Melalui Penerapan Edukasi Lintas Diare Di Ruangan Irina E Bawah RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Makatindu, Marsha Gladis; Simanjuntak , Susi Roida; Nisa, Khairun; Gannika, Lenny
Mapalus Nursing Science Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Mapalus Nursing Science Journal (MNSJ)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Diare menjadi salah satu penyebab kematian utama pada anak. Diare adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami peningkatan frekuensi buang air besar dan/atau perubahan konsistensi tinja menjadi lebih cair atau berair lebih dari biasanya dalam waktu 24 jam. Diare yang berlangsung lama akan menyebabkan dehidrasi parah dan dapat mengancam kehidupan anak. Oleh sebab itu pengetahuan ibu memainkan peran penting dalam penanganan penyakit diare terutama pada balita. Pengetahuan yang dimiliki oleh ibu tentang diare dapat mempengaruhi perilaku orang tua dalam merawat anak mereka. Akan tetapi masih banyak ibu yang belum memiliki pengetahuan yang baik tentang diare. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi lintas diare yang diberikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pelaksanaan implementasi edukasi lintas diare selama 3 hari. Hasil asuhan keperawatan: Setelah dilakukan edukasi lintas diare pada ibu selama 3 hari maka diperoleh peningkatan pengetahuan ibu menjadi baik. Kata kunci: Anak, Diare, Edukasi Lintas Diare, Ibu, Pengetahuan Abstract Background: Diarrhea is one of the leading causes of death in children. Diarrhea is a condition in which a person experiences an increase in the frequency of bowel movements and/or a change in stool consistency to become more liquid or watery than usual within 24 hours. Prolonged diarrhea will cause severe dehydration and can threaten the child's life. Therefore, maternal knowledge plays an important role in the management of diarrheal diseases, especially in toddlers. Knowledge possessed by mothers about diarrhea can affect parental behavior in caring for their children. However, there are still many mothers who do not have good knowledge about diarrhea. Objective: This study aims to determine the effectiveness of cross-diarrhea education provided on improving maternal knowledge. Methods: This study used a case study method with the implementation of cross-diarrhea education for 3 days. Nursing care results: After cross-diarrhea education was carried out on the mother for 3 days, an increase in maternal knowledge was obtained to be good. Keywords: Child, Diarrhea, Cross-diarrhea Education, Mother, Knowledge
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Edukasi Penatalaksanaan Pengelolaan Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 Di Ruang Rawat Inap Irina C1 Rsup. Prof. Dr. dr. Kandou Manado Rama, Rifka; Katuuk, Mario Esau; Sirait, Imelda; Natalia, Adriani
Mapalus Nursing Science Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Mapalus Nursing Science Journal (MNSJ)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/mnsj.v2i2.55035

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit penyakit tidak menular yang mempunyai prevalensi penyakit yang paling sering terjadi di dunia. Diabetes Melitus merupakan penyakit kronik yang terjadi akibat pankreas tidak mampu menghasilkan insulin yang cukup atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin tersebut. Edukasi yang didapatkan oleh pasien diabetes melitus dapat meningkatkan kemampuan untuk mencapai dan memperoleh pemahaman tentang pengetahuan kesehatan dan memahami kondisi mereka. Pemberian edukasi yang dilakukan oleh perawat dapat memunculkan persepsi yang dapat menentukan perilaku kesehatan seseorang terhadap penyakitnya Tujuan: penulisan ini bertujuan untuk menerapkan edukasi penatalaksanaan pengelolaan penyakit Diabetes melitus tipe 2. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dimana penulis mengambil 1 orang pasien sebagai pasien kelolaan di Ruang perawatan Irina C1 RSUP Prof DR. R. D. Kandou Manado. Hasil asuhan keperawatan: Masalah keperawatan yang muncul pada pasien yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah, nyeri akut, dan defisit pengetahuan. Intervensi yang dilakukan pada pasien yaitu dengan memberikan edukasi penatalaksanaan pengelolaan penyakit diabetes melitus tipe 2 dan teknik relaksasi napas dalam untuk mengurangi nyeri. Pada kasus ini, didapati hasil kadar gula darah pasien membaik sesuai dengan kriteria hasil dan nyeri pasien berkurang. Setelah diberikan edukasi, terdapat perubahan sebelum dan sesudah diberikan edukasi khususnya pada kontrol diet dan manajemen glukosa Kata kunci: Asuhan Keperawatan, Diabetes Melitus tipe 2, Edukasi Abstract Background: Diabetes Mellitus is one of the non-communicable diseases that has the most frequent prevalence of diseases in the world. Diabetes Mellitus is a chronic disease that occurs due to the pancreas not being able to produce enough insulin or when the body cannot effectively use the insulin. The education obtained by diabetes mellitus patients can improve the ability to achieve and gain an understanding of health knowledge and understand their condition. The provision of education carried out by nurses can bring up perceptions that can determine a person's health behavior towards his disease Purpose: this writing aims to apply education on the management of type 2 Diabetes mellitus. Method: This study uses a case study method where the author takes 1 patient as a managed patient in the Irina C1 treatment room of RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado. Nursing care outcomes: Nursing problems that arise in patients are instability of blood glucose levels, acute pain, and knowledge deficits. The intervention carried out on patients is by providing education on the management of type 2 diabetes mellitus and deep breath relaxation techniques to reduce pain. In this case, it was found that the patient's blood sugar levels improved according to the outcome criteria and the patient's pain was reduced. After education, there are changes before and after education, especially on diet control and glucose management Keywords: Nursing Care, Type 2 Diabetes Mellitus, Education
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK DENGAN INTERVENSI POSISI SEMI FOWLER DAN EDUKASI PENCEGAHAN HIPERVOLEMIA DI RUANG PERAWATAN IRINA C3 RSUP PROF DR. R. D KANDOU MANADO Inkiriwang, Prischeilla Cicilia; Sembiring, Erika; Katuuk , Mario; Fernandez, Gratsia
Mapalus Nursing Science Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Mapalus Nursing Science Journal (MNSJ)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/mnsj.v2i2.55043

Abstract

Latar Belakang: Penyakit ginjal kronik adalah suatu masalah kesehatan kronik yang terjadi pada organ ginjal dimana fungsi ginjal yang progresif dan irreversible dalam menjaga dan mempertahankan metabolisme tubuh terjadi ketidakseimbangan cairan serta elektrolit yang dapat menyebabkan adanya uremia atau retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah manusia. Tujuan: Untuk menganalisis asuhan keperawatan pada pasien penyakit ginjal kronik dengan intervensi pengaturan posisi semi fowler dalam menurunkan sesak napas, dan edukasi pencegahan hipervolemia bagi penderita penyakit ginjal kronik. Metode: Studi kasus dimana penulis mengambil satu orang pasien sebagai pasien kelolaan di ruang perawatan Irina C3 Rumah Sakit Umum Pusat Prof DR. R. D. Kandou Manado dengan menggunakan intervensi berupa memonitor pola napas, memonitor bunyi tambahan, melakukan posisi semi fowler dan fowler, memberikan oksigen, melakukan kolaborasi pemberian ekspektoran atau mulkolitik. pengaturan posisi semi fowler dilakukan sesuai dengan SOP yang ada, saat dilakukan pengaturan posisi semi fowler pasien juga dilakukan pemantauan respiration rate dan saturasi oksigen selama 4 hari perawatan, Pasien juga diberikan edukasi menggunakan media leaflet yang didalamnya terdapat cara pencegahan hipervolemia. Hasil: Setelah pemberian intervensi posisi semi fowler dalam 4 hari perawatan keluhan sesak nafas yang dirasakan Ny. M. K membaik dengan RR 20 x/mnt dan spO2 99%, adanya peningkatan pengetahuan dari pasien dan keluarga tentang cara pencegahan hipervolemia setelah dilakukan edukasi dengan menggunakan media leaflet. Kesimpulan: Pemberian intervensi posisi semi fowler bagi pasien dengan penyakit ginjal kronik dapat membantu mengurangi keluhan sesak nafas yang dirasakan, dan edukasi tentang pencegahan hipervolemia dapat menambah pengetahuan bagi pasien dan keluarga dalam perawatan sehari-hari.Kata Kunci : CKD; Posisi Semi Fowler; Edukasi Pencegahan Hipervolemia
ASUHAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DENGAN PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI (SLOW-DEEP BREATHING, HIPNOSIS 5 JARI DAN RELAKSASI BENSON) DI RUANG RAWAT INAP IRINA C1 RSUP PROF. DR. RD. KANDOU MANADO imbang, deslia; Natalia, Adriani; Mariana, Dina; Fernandez, Gratsia Victoria
Mapalus Nursing Science Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Mapalus Nursing Science Journal (MNSJ)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLatar Belakang : Kehidupan pasien CKD yang menjalani hemodialisis bergantung pada teknologi dan tenaga profesional untuk bertahan hidup yang dapat mengakibatkan ketergantungan terhadap mesin dialysis yang dimana mempengaruhi keadaan fisik dan psikologis pasien penderita CKD. Tujuan : Untuk memaparkan asuhan keperawatan pada pasien CKD dengan penerapan teknik relaksasi (hipnosis 5 jari, napas dalam lambat, dan benson). Metode : Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dimana penulis mengambil 1 pasien dengan CKD untuk dijadikan pasien kelolaan dan diberikan intervensi teknik relaksasi (hipnosis 5 jari, napas dalam lambat, dan benson) selama 4 hari perawatan. Hasil : penulis mengambil pasien Ny. CK dengan diagnosa medis CKD on HD sebagai pasien kelolaan dan diberikan intervensi teknik kombinasi relaksasi pada diagnosa keperawatan yang muncul, sehingga berdasarkan hasil evaluasi terdapat perbaikan kondisi setelah diberikan tek relaksasi hipnosis 5 jari, napas dalam lambat, dan relaksasi benson. Kesimpulan : terapi relaksasi dapat diberikan pada pasien CKD dengan tetap memperhatikan ak kondisi pasien. Kata Kunci : CKD, Hipnosis 5 Jari, Napas Dalam Lambat, Benson Abstract Background: The lives of CKD patients undergoing hemodialysis depend on technology and professional staff to survive which can result in dependence on dialysis machines which affect the physical and psychological condition of patients suffering from CKD. Objective: To explain nursing care for CKD patients by applying relaxation techniques (5 finger hypnosis, slow deep breathing, and Benson). Method: This study used a case study method where the author took 1 patient with CKD to be treated as a patient and was given relaxation technique intervention (5 finger hypnosis, slow deep breathing, and Benson) for 4 days of treatment. Results: the author took the patient Mrs. CK with a medical diagnosis of CKD on HD was a managed patient and was given a combination of relaxation technique intervention based on the nursing diagnosis that emerged, so that based on the evaluation results there was an improvement in his condition after being given the 5 finger hypnosis relaxation technique, slow deep breathing and Benson relaxation. Conclusion: relaxation therapy can be given to CKD patients while still paying attention to the patient's condition.
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DENGAN INTERVENSI LINTAS DIARE (LIMA LANGKAH TUNTASKAN DIARE) DI LINGKUNGAN 1 KELURAHAN BUHA Rantung, Galatia Marline Victoria; Simak, Valen Fridolin; Renteng, Septriani; Bidjuni, Hendro Jolli
Mapalus Nursing Science Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Mapalus Nursing Science Journal (MNSJ)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/mnsj.v2i2.55323

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Anak usia pra sekolah sangat membutuhkan status gizi yang baik untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan baik fisik, kecerdasan dan emosional. Pada anak usia pra sekolah berisiko mengalami masalah gizi, kehilangan napsu makan dan asupan nutrisi yang tidak terpenuhi yang membuat anak lebih mudah terserang penyakit terutama penyakit infeksi contohnya diare. Tujuan: Untuk memaparkan hasil praktik berupa asuhan keperawatan pada keluarga dengan tahap perkembangan anak usia pra sekolah. Metode: Studi kasus dimana penulis mengambil satu keluarga dengan tahap perkembangan keluarga dengan anak usia pra sekolah di lingkungan 1 Kelurahan Buha dengan menggunakan intervensi edukasi kesehatan tentang lima langkah tuntaskan diare, edukasi kesehatan tentang pentingnya gizi pada anak dan demonstrasi pembuatan larutan gula garam. Hasil: Setelah pemberian intervensi edukasi kesehatan tentang lima langkah tuntaskan diare keluarga sudah dapat memahami dan mengerti tentang penanganan saat terjadi diare pada anak, adanya peningkatan pengetahuan dimana sebelumnya keluarga belum pernah mendapatkan edukasi tentang pentingnya gizi pada anak dan keluarga sudah dapat mempraktekkan demonstrasi pembuatan larutan gula garam secara mandiri dirumah. Kesimpulan: Pemberian intervensi edukasi kesehatan tentang lima langkah tuntaskan diare, tentang pentingnya gizi pada anak dan demonstrasi pembuatan larutan gula garam bermanfaat karena bisa menambah wawasan dan pengetahuan dari keluarga dalam rangka menjaga dan memanajemen kesehatan dari setiap anggota keluarga. Kata Kunci : Keluarga, Anak Usia Pra Sekolah, Edukasi Kesehatan, Demonstrasi ABSTRACT Background: Preschool-age children urgently require nutritional status to support growth and development of physically, intelligently, and emotionally. Preschool-age children are at risk of experiencing nutritional problems, loss of appetite and inadequate nutritional intake which makes children more susceptible to disease especially infectious diseases such as diarrhea. Objectives:To explain the result of practice in the form of nursing care for families with the development stages of preschool-age children. Methods: a case study where the author took a family at a development stage in Buha using a health education intervention about five steps to resolve diarrhea, health education about the importance of nutrition for children, and a demonstration of making a sugar salt solutions. Result: After providing health education intervention regarding the five steps to resolve diarrhea, families are able to understand how to deal with diarrhea in children, there is an increase in knowledge where previously families had never received education about the importance of nutrition in children and after that families are able to practice demonstration of making sugar salt solutions in a practical way independently at home. Conclusion: Providing health education intervention about the five steps to resolve diarrhea, about the importance of nutrition for children, and demonstration of making sugar salt solutions are useful since it can increase knowledge and perception of families in order to maintain and manage the health of each family member. Keywords: Family, Preschool-Age Children. Health Education, Demonstration
Self Care Management pada Pasien Penyakit Kronis dengan Pendekatan Edukasi di Ruang Hemodialisa Melati RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Mandias, Veronica; Masi, Gresty Natalia Maria; Wirawan, Alfonsius Ade; Larira, Dina Mariana
Mapalus Nursing Science Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Mapalus Nursing Science Journal (MNSJ)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/mnsj.v2i2.55324

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Penyakit kronis berpengaruh terhadap aspek fisik dan biopsikososial kehidupan individu dengan penyakit tersebut. Gagal ginjal merupakan salah satu penyakit kronis, dimana terjadi kerusakan ginjal baik struktur dan atau fungsinya yang berlangsung selama 3 bulan atau lebih. Self care management merupakan suatu upaya untuk memberdayakan pasien berpartisipasi dalam perawatan kesehatan mereka untuk mencegah komplikasi, mengontrol tanda dan gejala yang dirasakan, mengikuti program pengobatan dan meminimalkan efek penyakit dalam kehidupan mereka. Peningkatan self care dapat dilakukan dengan cara memberikan edukasi kepada pasien. Tujuan: Untuk analisis self care management pasien penyakit kronis dengan pendekatan edukasi. Metode: Studi kasus, penulis mengambil 1 orang pasien Ny. E.W., dengan diagnosa medis Penyakit Ginjal Kronis dan Diabetes Mellitus di Ruang Hemodialisa Melati Prof DR. R. D. Kandou Manado dengan intervensi berupa edukasi menggunakan media booklet dan flipchart kalender yang didalamnya terdapat manajemen penyakit ginjal kronis dan diabetes mellitus untuk meningkatkan self care. Hasil: Setelah pemberian intervensi edukasi pasien dan keluarga dapat mengetahui tentang manajemen penyakit ginjal kronis dan diabetes mellitus, pasien dapat melaporkan pantauan balance cairan dan gula darah secara mandiri di rumah dalam 3 hari. Kesimpulan: Pemberian intervensi edukasi tentang manajemen penyakit ginjal kronis dan diabetes mellitus dapat meningkatkan self care bagi pasien dan keluarga dalam perawatan sehari-hari. Kata Kunci : Edukasi ; Penyakit Kronis ; Self Care. ABSTRACT Background: Chronic diseases affect the physical and biopsychosocial aspects of the lives of individuals with these diseases. Kidney failure is a chronic disease, where there is damage to the kidneys, both structure and/or function, that lasts for 3 months or more. Self-care management is an effort to empower patients to participate in their health care to prevent complications, control perceived signs and symptoms, follow treatment programs and minimize the effects of disease on their lives. Improving self-care can be done by providing education to patients. Objective: To analyze the self-care management of chronic disease patients with an educational approach. Method: Case study, the author took 1 patient Mrs. E.W., with a medical diagnosis of Chronic Kidney Disease and Diabetes Mellitus in the Melati Hemodialysis Room Prof DR. R. D. Kandou Manado with intervention in the form of education using booklet and calendar flipchart media which includes management of chronic kidney disease and diabetes mellitus to improve self-care. Results: After providing educational interventions, patients and families can learn about the management of chronic kidney disease and diabetes mellitus, patients can report monitoring fluid balance and blood sugar independently at home within 3 days. Conclusion: Providing educational interventions regarding the management of chronic kidney disease and diabetes mellitus can improve self-care for patients and families in daily care. Keywords: Education; Chronic Diseases; Self-Care