cover
Contact Name
Swastiani Dunggio
Contact Email
redaksiempiris@gmail.com
Phone
+6282195003200
Journal Mail Official
redaksiempiris@gmail.com
Editorial Address
Jl. Drs. Achmad Nadjamudin No 10, Dulalowo Timur Kota Tengah, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, 96115 - Indonesia
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat (EJPPM)
ISSN : 30256380     EISSN : 30260825     DOI : https://doi.org/10.59713/ejppm.v1i1.660
Empiris dapat diartikan pengalaman, yaitu ilmu pengatahuan yang diperoleh dari penemuan, percobaan, dan pengamatan yang telah dilakukan. Sehingga Judul Utama disematkan pada Jurnal pengabdian Pada Masyarakat adalah Empiris. Pengamatan langsung yang berkaitan dengan pengabdian pada masyarakat inilah yang menjadi judul pengajuan untuk ISSN yaitu: “Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat”, yang disingkat EJPPM. Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat (EJPPM) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil pengamatan langsung dimasyarakat dalam bentuk kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya sosial humaniora, teknik, pertanian, ekonomi, hukum, pendidikan, komputer dan kesehatan. EJPPM terbit dua kali setahun, yaitu April dan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 25 Documents
Penerapan Model Civil Society Melalui Organisasi Klinik Pelayanan Publik Desa Molas Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo Tohopi, Rustam; Noho Nani, Yacob
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v3i2.1673

Abstract

Penerapan nilai-nilai publik dalam pelaksanaan berbagai kebijakan publik merupakan salah satu proses transformasi nilai-nilai dalam peningkatan pelayanan publik. Namun dalam berbagai praktek empiris pelaksanaan pelayanan ini seringkali diperhadapkan dengan berbagai faktor dan kendala seperti keterbatasan struktur birokrasi dan sumberdaya kebijakan yang dimiliki oleh pemerintah dan akhirnya berimplikasi pada rendahnya pelayanan publik. Salah satu faktor utama dalam keberhasilan pelayanan adalah ketepatan sasaran dalam implementasi berbagai kebijakan oleh pemerintah. Untuk melakukan analisis terjadi permasalahan tersebut. Pengabdian ini dilakukan dengan tujuan pengembangan penerapan civil society melalui peran organisasi sosial masyarakat berupa Organisasi klinik pelaynan publik. Beberapa faktor keberhasilan yang menentukan peningkatan pelayanan publik akan dianalisis dengan beberapa implikasi teoritis dan empiris melalui peran pemberdayaan masyarakat yang dijalankan melalui fungsi Oragnisasi Klinik Pelayanan Publik. Dengan analisis secara kualitatif maka dirumuskan model pengembangan dengan faktor-faktor keberhasilan antara lain: 1) Dukungan publik; 2) Sumberdaya Pelayanan; 3) Komunikasi dan 4) Peran Fasilitator dalam pemberdayaan masyarakat. Keseluruhan faktor tersebut diperlukan untuk peningkatan ketepatan sasara antara tujuan pelayanan dan kebutuhan masyarakat.    The application of public values in the implementation of various public policies is one of the processes of transforming values in improving public services. However, in various empirical practices, the implementation of these services is often faced with various factors and obstacles such as the limitations of the bureaucratic structure and policy resources owned by the government and ultimately have implications for low public services. One of the main factors in the success of services is the accuracy of targeting in the implementation of various policies by the government. To analyse these problems. This service is carried out with the aim of developing the application of civil society through the role of community social organisations in the form of a public service clinic organisation. Several success factors that determine the improvement of public services will be analysed with several theoretical and empirical implications through the role of community empowerment carried out through the function of the Public Service Clinic Organisation. With qualitative analysis, a development model is formulated with success factors including: 1) Public support; 2) Service Resources; 3) Communication and 4) Facilitator role in community empowerment. All of these factors are needed to increase the accuracy of the target between service objectives and community needs.
Penguatan E-Governane: Inovasi Digital dalam Meningkatan Pelayanan Publik Desa Abdussamad, Juriko; Tohopi, Rustam
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v3i2.1674

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk optimalisasi pelayanan publik tingkat desa melalui implementasi e-government di Hulawa, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo. Metode yang digunakan meliputi tiga tahapan: sosialisasi program, pelatihan teknis, dan pendampingan intensif bagi perangkat desa dalam penggunaan sistem digital untuk administrasi pemerintahan. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam efisiensi pelayanan publik, dengan percepatan proses administrasi desa pada layanan kependudukan, dan transparansi pengelolaan anggaran desa. Pengabdian ini menghasilkan rekomendasi strategis untuk pengembangan e-government berkelanjutan di tingkat desa, yang mencakup penguatan infrastruktur digital, peningkatan kapasitas SDM, dan penguatan regulasi pendukung, serta pentingnya komitmen pemerintah daerah dalam pendanaan dan pembinaan berkelanjutan.   This community service aims to optimise village-level public services through the implementation of e-government in Hulawa Village, Paguyaman Sub-district, Boalemo Regency. The method used includes three stages: programme socialisation, technical training, and intensive mentoring for village officials in the use of digital systems for government administration. The implementation results showed significant improvements in public service efficiency, with accelerated village administration processes in civil registration services, and transparency in village budget management. This service resulted in strategic recommendations for sustainable e-government development at the village level, which include strengthening digital infrastructure, increasing human resource capacity, and strengthening supporting regulations, as well as the importance of local government commitment in funding and sustainable coaching.  
Penguatan Kapasitas Kelompok Perempuan Pesisir Melalui Diversifikasi Produk Perikanan Prihatini Tui, Fenti; Abdussamad, Juriko; Rahmatiah, Rahmatiah
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v3i2.1675

Abstract

Desa Kaidundu merupakan salah satu desa yang berada di kawasan pesisir Teluk Tomini yang memiliki sumber daya perikanan yang cukup melimpah dan mendukung ekonomi masyarakat sekitar maupun ekonomi daerah. Salah satu jenis ikan yang banyak dihasilkan perairan laut desa Kaidundu kecamatan Bulawa kabupaten Bone Bolango adalah cumi-cumi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk pemberdayaan kepada kelompok perempuan pesisir desa Kaidundu Kecamatan Bulawa Kabupaten Bone Bolango melalui kegiatan sosialisasi, pendampingan dan diversifikasi cumi-cumi sebagai produk olahan perikanan yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya kaum perempuan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kelimpahan produksi dan penganekaragaman produk perikanan khususnya cumi-cumi. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah hasil perikanan serta meningkatkan keberdayaan kelompok perempuan dalam pengolahan/diversifikasi produk hasil perikanan yaitu sambal cumi yang dikemas praktis dan menarik.    Kaidundu Village is one of the villages in the coastal area of Tomini Bay which has quite abundant fishing resources and supports the economy of the surrounding community and the regional economy. One type of fish that is produced a lot in the sea waters of Kaidundu village, Bulawa subdistrict, Bone Bolango district, is squid. This service activity aims to empower groups of coastal women in Kaidundu Village, Bulawa District, Bone Bolango Regency through socialization, mentoring and diversification of squid as a processed fishery product that can increase community income, especially women. This is done to anticipate the abundance of production and diversity of fishery products, especially squid. The results of this activity are increased knowledge and skills in processing fishery products as well as increasing the empowerment of women's groups in processing/diversifying fishery products, namely squid sauce which is packaged practically and attractively.  
Transformasi Kapasitas Aparatur Desa dalam Penyusunan RAB: Studi Kasus di Desa Tuloa, Kabupaten Bone Bolango Harun, Ervan Hasan; Utiarahman, Arfan; Ilham, Jumiati
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v3i2.1680

Abstract

Pembangunan infrastruktur desa memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan. Namun, keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kemampuan aparatur desa dalam menyusun dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang akurat dan sesuai dengan standar harga satuan resmi seperti AHSP dan SNI. Di Desa Tuloa, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, penyusunan RAB selama ini masih dilakukan secara manual tanpa acuan standar dan tanpa dukungan teknologi informasi, sehingga menghambat efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi pengelolaan Dana Desa. Untuk mengatasi hal tersebut, tim pengabdian dari Universitas Negeri Gorontalo melaksanakan program pelatihan dan pendampingan peningkatan kapasitas aparatur desa melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Metode kegiatan meliputi pelatihan teknis penyusunan RAB berbasis AHSP/SNI, pelatihan penggunaan Excel, serta pengarsipan dokumen digital. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 35% dibandingkan sebelum pelatihan dan terbentuknya sistem pengarsipan digital di pemerintah desa. Program ini dinilai efektif dalam meningkatkan keterampilan teknis aparatur, memperkuat tata kelola keuangan desa yang transparan, serta menjadi model replikasi bagi desa lain menuju transformasi digital pemerintahan desa.   Village infrastructure development plays a crucial role in improving welfare and equitable development. However, its success depends heavily on the ability of village officials to prepare accurate Budget Plan (RAB) documents that comply with official unit price standards such as AHSP and SNI. In Tuloa Village, North Bulango District, Bone Bolango Regency, RAB preparation has been carried out manually without standard references and without the support of information technology, thus hampering the efficiency, accountability, and transparency of Village Fund management. To address this, a community service team from Gorontalo State University implemented a training and mentoring program to increase the capacity of village officials through a participatory and collaborative approach. The activity methods included technical training in preparing AHSP/SNI-based RABs, training in Excel usage, and digital document archiving. Evaluation results showed a 35% increase in participant knowledge compared to before the training and the establishment of a digital archiving system within the village government. This program was deemed effective in improving the technical skills of officials, strengthening transparent village financial governance, and serving as a model for replication for other villages towards digital transformation of village government.
Optimalisasi Layanan Klaim dan Literasi Sosial BPJS Ketenagakerjaan Melalui KKN Profesi di Kota Gorontalo Ratnasari, Dwi; Subhan, Andi; Dunggio, Swastiani; Sakir, Mochammad; Gaffar, Gaffar; Abdussamad, Syahrir
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v3i2.1683

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan mahasiswa dalam memahami praktik layanan publik serta mendukung efisiensi pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya jaminan sosial dan optimalisasi layanan klaim, khususnya Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM). Metode pelaksanaan meliputi observasi, partisipasi aktif dalam layanan, edukasi peserta, dan digitalisasi administrasi melalui aplikasi JMO (Jamsostek Mobile). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan efektivitas layanan dan pengetahuan masyarakat dalam menggunakan aplikasi JMO serta memahami prosedur klaim. Kendala yang ditemukan meliputi kurangnya literasi digital peserta dan keterlambatan klaim akibat ketidaksesuaian data, yang diselesaikan melalui pendampingan langsung dan pelatihan internal. Program ini berkontribusi positif terhadap peningkatan efisiensi layanan dan memperkuat sinergi antara BPJS dan masyarakat. The Professional Community Service Program (KKN) at the Gorontalo Branch of the BPJS Ketenagakerjaan aims to enhance students' insight and skills in understanding public service practices and supporting efficient service delivery to the public. This program focuses on increasing public awareness of the importance of social security and optimizing claims services, particularly for Old Age Security (JHT), Work Accident Security (JKK), and Death Security (JKM). Implementation methods include observation, active participation in services, participant education, and administrative digitization through the JMO (Jamsostek Mobile) application. Results indicate an increase in service effectiveness and public knowledge in using the JMO application and understanding claims procedures. Obstacles identified included a lack of participant digital literacy and delays in claims due to data discrepancies, which were resolved through direct mentoring and internal training. This program positively contributed to improving service efficiency and strengthening synergy between BPJS and the public.

Page 3 of 3 | Total Record : 25