cover
Contact Name
Swastiani Dunggio
Contact Email
redaksiempiris@gmail.com
Phone
+6282195003200
Journal Mail Official
redaksiempiris@gmail.com
Editorial Address
Jl. Drs. Achmad Nadjamudin No 10, Dulalowo Timur Kota Tengah, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, 96115 - Indonesia
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat (EJPPM)
ISSN : 30256380     EISSN : 30260825     DOI : https://doi.org/10.59713/ejppm.v1i1.660
Empiris dapat diartikan pengalaman, yaitu ilmu pengatahuan yang diperoleh dari penemuan, percobaan, dan pengamatan yang telah dilakukan. Sehingga Judul Utama disematkan pada Jurnal pengabdian Pada Masyarakat adalah Empiris. Pengamatan langsung yang berkaitan dengan pengabdian pada masyarakat inilah yang menjadi judul pengajuan untuk ISSN yaitu: “Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat”, yang disingkat EJPPM. Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat (EJPPM) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil pengamatan langsung dimasyarakat dalam bentuk kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya sosial humaniora, teknik, pertanian, ekonomi, hukum, pendidikan, komputer dan kesehatan. EJPPM terbit dua kali setahun, yaitu April dan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 25 Documents
Pembuatan Aplikasi Pengelolaan Surat Keluar di Desa Dunggala Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango Abdussamad, Syahrir; Rianto Dako, Rahmad Dedi; Ridwan, Wrastawa; Tolago, Ade Irawaty; Mohamad, Yasin; Asmara, Bambang Panji
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Volume 1 Nomor 2 Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v1i1.660

Abstract

Melayani masyarakat melalui surat menyurat merupakan salah satu tanggung jawab kecamatan atau desa yang merupakan penyelenggara pemerintahan tingkat terendah di daerah. Jika administrasi tidak dilakukan dengan benar, pembuatan surat di kelurahan akan menimbulkan masalah tersendiri. Evaluasi yang efektif atas kinerja pemerintah ditentukan oleh seberapa baik pemerintah melayani masyarakat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk membantu pemerintah dalam memberikan solusi pengelolaan surat keluar berbasis komputer, khusus untuk Desa Dunggala, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone-Bolango. Untuk menghemat waktu dan tenaga, desain aplikasi surat keluar ini akan mengotomatiskan format surat, tidak perlu memasukkan manusia untuk setiap surat yang dibutuhkan masyarakat atau warga kecamatan. Tujuan dari aplikasi ini adalah untuk memanfaatkan secara maksimal perangkat komputer desa yang saat ini hanya digunakan untuk menggantikan mesin tik manual. Aplikasi yang dikembangkan untuk berbasis web tetapi sebenarnya digunakan secara offline atau lokal, dengan maksud agar pengembangan di masa mendatang—jika memungkinkan—dapat dilakukan secara online. Program yang dibuat menyimpan datanya dalam database sistem, membuatnya mudah untuk menemukan huruf yang ditulis sebelumnya. Tersedianya program-program yang user-friendly yang mudah digunakan dan tidak memerlukan pengetahuan khusus merupakan salah satu hasil dari upaya ini. Peningkatan lebih lanjut dari aplikasi surat keluar ini dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan desa atau kecamatan. Serving the community through writing letters is one of the responsibilities of the sub-district or village, which is the lowest level government administration manager in the area. If administration is not done correctly, making letters in the kelurahan leads to its own set of issues. An effective evaluation of a government's performance is determined by how well it serves the community. The purpose of this service activity is to assist the government in delivering a computer-based outgoing mail management solution, specifically for Dunggala Village, Tapa District, Bone-Bolango Regency. In order to save time and effort, the outgoing mail application's design will automate the letter format instead of requiring human entry for each letter that the community or subdistrict people require. The purpose of this application is to make the most of the village's current computer equipment, which is currently only being utilized to replace manual typewriters. Apps that are developed to be web-based but are actually used offline or locally, with the intention of enabling future development—if feasible—to be done online. The created program stores its data in a system database, making it simple to locate previously written letters. The availability of user-friendly programs that are simple to use and don't require specialized knowledge is one of the outcomes of this effort. A further enhancement of this outgoing letter application could be achieved by considering the demands of the village or sub-district.
Pelatihan E-Learning Menggunakan LMS Google Classroom Bagi Guru SMAN 1 Bolangitang Suhada, Sitti; Amali, Lanto Ningrayati; Katili, Muh. Rifai; Mongilong, Mohammad Farhan; Anwar, Ridha Alvariza; Hamlina, Robin Y.; Wibowo, Sela Febrianti; Sudirman, Randi
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Volume 1 Nomor 2 Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v1i1.661

Abstract

Pendidikan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sehingga, kualitas pendidikan perlu ditingkatkan agar lebih maju dan inovatif di era yang semakin maju dengan adanya teknologi yang semakin berkembang. Salah satu cara adalah menerapkan pembelajaran berbasis e-learning dengan memanfaatkan LMS (Learning Management System) Google Classroom. Proses ini mendukung kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia terkait proses pembelajaran dan mendeka belajar. Proses ini dapat meningkatkan pendidikan efektif, efisien, dan inovatif. Selain itu, inovasi layanan dan pembelajaran meningkat sehingga tidak hanya menggunakan pembelajaran konvensional. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melatih para guru di SMA Negeri 1 Bolangitang dalam mengimplementasikan e-learning menggunakan LMS Google Classroom. Metode pelaksanaannya menggunakan teori dan praktik. Hasil dari proses pelatihan dapat memberikan inovasi pembelajaran online dengan google classroom, dan kemampuan guru untuk mengimplementasikannya dapat meningkatkan proses belajar mandiri. Education aims to develop the potential of students to become human beings who believe in and fear God Almighty, have noble character, are healthy, knowledgeable, capable, creative, independent, and become democratic and responsible citizens. Thus, the quality of education needs to be improved so that it is more advanced and innovative in an increasingly advanced era with increasingly developing technology. One way is to apply e-learning based learning by utilizing the Google Classroom LMS (Learning Management System). This process supports the policies of the Indonesian Ministry of Education and Culture regarding the learning process and close learning. This process can improve effective, efficient, and innovative education. In addition, service and learning innovation has increased so that it does not only use conventional learning. This community service aims to train teachers at SMA Negeri 1 Bolangitang in implementing e-learning using the Google Classroom LMS. The implementation method uses theory and practice. The results of the training process can provide online learning innovations with Google Classroom, and the ability of teachers to implement them can enhance the self-learning process.
Pengembangan Usaha Briket Dari Tongkol Jagung Di Desa Butu Kecamatan Tilong Kabila Kabupaten Bonebolango Provinsi Gorontalo Mu’jizat, Poppy; Dunggio, Swastiani; Sakir, Sakir; Zohrahayaty, Zohrahayaty
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Volume 1 Nomor 2 Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v1i1.662

Abstract

Pertanian jagung merupakan salah satu sektor pertanian yang penting dalam memenuhi kebutuhan pangan dan energi. Namun, pengolahan limbah pertanian seperti tongkol jagung masih menjadi tantangan utama. Briket tongkol jagung merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah limbah pertanian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi briket tongkol jagung sebagai sumber energi alternatif. Proses pembuatan briket melibatkan pencampuran tongkol jagung yang telah dihancurkan dengan bahan perekat alami seperti pati jagung atau lignin, dan kemudian dipadatkan dengan menggunakan tekanan mekanis atau pemanasan. Pada penelitian ini, dilakukan karakterisasi fisik dan kimia dari briket tongkol jagung yang dihasilkan, termasuk nilai kalor, kekuatan mekanik, dan kandungan zat-zat terlarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket tongkol jagung memiliki nilai kalor yang cukup tinggi dan kekuatan mekanik yang memadai untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Selain itu, penggunaan briket tongkol jagung juga dapat membantu mengurangi dampak lingkungan dari limbah pertanian. Dengan mengubah tongkol jagung menjadi briket, limbah pertanian dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi yang bersih dan ramah lingkungan. Corn farming is one of the important agricultural sectors in meeting food and energy needs. However, the processing of agricultural waste such as corncobs is still a major challenge. Corncob briquettes are one of the solutions that can be used to solve this problem of agricultural waste.This study aims to evaluate the potential of corncob briquettes as an alternative energy source. The process of making briquettes involves mixing crushed corn cobs with natural adhesives such as corn starch or lignin, and then compacting them using mechanical pressure or heating. In this research, the physical and chemical characterization of the corncob briquettes produced, including the calorific value, mechanical strength, and dissolved substance content were carried out. The results showed that corncob briquettes had a high calorific value and sufficient mechanical strength to be used as an alternative fuel. In addition, the use of corn cob briquettes can also help reduce the environmental impact of agricultural waste. By converting corn cobs into briquettes, agricultural waste can be reused as a clean and environmentally friendly energy source.
Pembuatan Briket dari Limbah Bongkol Jagung di Desa Bondawuna Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango Salihi , Irvan; Zohrahayaty, Zohrahayaty; Santoso, Budy; Dunggio, Swastiani; Sakir, Mochammad; Solikahan, Eka Zahra
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Volume 1 Nomor 2 Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v1i1.664

Abstract

Desa Bondawuna Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango merupakan salah satu daerah yang penduduknya merupakan daerah penanaman jagung lokal petani khususnya kelompok pengolah, karena jagung mudah dikembangkan dan jagung merupakan produk penting dengan potensi yang luar biasa. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan pelatihan dan praktek dimana tongkol jagung diubah menjadi bahan bakar dengan cara dicampur dengan lem. Hal ini membuat bahan bakar tersebut cocok untuk digunakan dalam memasak, seperti menggunakan kompor atau oven sebagai pengganti kayu, minyak atau gas. Operasi ini berharap dapat menghasilkan bahan bakar arang dari limbah tongkol jagung sebagai alternatif pengganti kayu, minyak dan gas. Solusi yang diusulkan adalah mengajarkan/membimbing cara membuat briket arang dari bahan dasar tongkol jagung, kanji, saringan dan cetakan untuk membuat bahan bakar. Mitra kami dalam usaha ini adalah petani jagung di Desa Bondawuna Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango. Melalui KKNT ini dapat membuat masyarakat di Desa Bondawuna mampu berinovasi dalam hal berwirausaha berbasis teknologi dengan mengelolah potensi yang ada di Desa tersebut seperti jagung yang tadinya bongkol jagung hanya di jadikan limbah sekarang menjadi sebuah produk briket yang mempunyai nilai ekonomi sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar Bondawuna Village, Suwawa Subdistrict, Bone Bolango Regency is one of the areas where the population is a corn casing area for local farmers, especially processing groups, because corn is easy to develop and corn is an important product with extraordinary potential. The method used to achieve this goal is training and practice where corn cobs are converted into fuel by mixing it with glue. This makes the fuel suitable for use in cooking, such as using a stove or oven as a substitute for wood, oil or gas. This operation hopes to produce charcoal fuel from corncob waste as an alternative to wood, oil and gas. The proposed solution is to prohibit/guide how to make charcoal briquettes from the basic ingredients of corn cobs, starch, filtered and molds to make fuel. Our partners in this business are corn farmers in Bondawuna Village, Suwawa District, Bone Bolango Regency. Through this KKNT, the people in Bondawuna Village are able to innovate in terms of technology-based entrepreneurship by managing the potential that exists in the village, such as corn, which was previously only used as waste corn cob, now it is a briquette product that has economic value so that it can create jobs for themselves. themselves, their families, communities and the environment
Pendampingan Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif pada SMK N 5 Gorontalo Latief, Mukhlisulfatih; Suhada, Sitti; Abdillah, Tajuddin; Dai, Roviana H.; Padiku5, Indhitya R.; Huraju, Risnawati M.
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Volume 1 Nomor 2 Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v1i1.665

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di kelas XI RPL di SMK Negeri 5 Gorontalo ditemukan permasalahan pada pada materi structured query language terutama pada proses pembelajaran yang masih menggunakan modul pembelajaran. Kondisi ini membuat siswa tidak tertarik dalam proses pembelajaran sehingga berpengaruh pada proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk Mengembangkan media pembelajaran berbasis multimedia pada materi SQL, Mengukur kelayakan media pembelajaran yang dikembangkan dan kepraktisan. Metode penelitian adalah penelitian dan pengembangan (research and development) menggunakan model Borg ang Gall. Sebelum di uji cobakan kepada pengguna (siswa), media pembelajaran yang dikembangkan terbih dahulu divalidasi oleh ahli media dan ahli materi. Untuk mengumupulkan data ahli media dan ahli materi peneliti menggunakan angket uji kelayakan media. Hasil penelitian menunjukan : (1) validasi ahli media tahap 1 mendapatkan skor total 91 (95,78 %) dan validasi ahli media tahap 2 mendapatkan skor total 91 (95,78 %), (2) hasil validasi ahli materi tahap 1 dengan skor 104 (86,66 %) dan hasil validasi ahli materi tahap 2 dengan skor 118 (98,33 %). Setelah melalui serangkaian validasi ahli kemudian di uji cobakan ke pada pengguna. Hasil dari uji coba media pembelajaran multimedia interaktif di kelas XI RPL SMK Negeri 5 Gorontalo memperoleh skor 1233 (94,84%). Dapat disimpulakan bahwa penggunaan media pembelajaran layak digunakan sebagai alternative guru dalam proses belajar mengajar khusunya pada materi SQL. Based on a preliminary study conducted in class XI RPL at SMK Negeri 5 Gorontalo, problems were found in the structured query language material, especially in the learning process which still uses learning modules. This condition makes students not interested in the learning process so that it affects the teaching and learning process. This study aims to develop multimedia-based learning media on SQL material, measure the feasibility of developed learning media and practicality. The research method is research and development (research and development) using the Borg ang Gall model. Before being tested on users (students), the learning media developed were first validated by media experts and material experts. To collect data from media experts and material experts, researchers used a media feasibility test questionnaire. The results showed: (1) media expert validation stage 1 got a total score of 91 (95.78%) and media expert validation stage 2 got a total score of 91 (95.78%), (2) results of material expert validation stage 1 with a score 104 (86.66%) and the results of the stage 2 material expert validation with a score of 118 (98.33%). After going through a series of expert validations, it is then tested on users. The results of the trial of interactive multimedia learning media in class XI RPL SMK Negeri 5 Gorontalo obtained a score of 1233 (94.84%). It can be concluded that the use of instructional media is appropriate for use as an alternative teacher in the teaching and learning process, especially in SQL material.
Diseminasi Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichornia crassipes) Menjadi Pupuk Organik Cair Sebagai Implementasi Pertanian Dan Perairan Berkelanjutan Putri, Harmin Adijaya; Kisma, Kisma; Mardiah, Mardiah
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Volume 2 Nomor 1 April 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v2i1.700

Abstract

Tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi dan memberdayakan masyarakat melalui diseminasi berupa kegiatan penyuluhan teknologi pertanian yang ramah lingkungan dengan harapan dapat meningkatkan produksi tanaman pangan secara berkelanjutan. Desa Lampulung adalah salah satu desa yang memiliki potensi lahan pertanian yang luas, namun masyarakat masih dominan menggunakan pupuk kimia yang memiliki dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu kami berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan ini dikarenakan Desa Lampulung terdapat populasi Eceng Gondok (Eichornia crassipes) yang sangat melimpah. Potensi Eceng Gondok sebagai pupuk cair yang ramah lingkungan memiliki kandungan unsur hara yang lebih mudah diserap tanaman, serta proses pembuatannya dapat dibuat dalam waktu yang relatif singkat dengan biaya yang relatif murah. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penyuluhan. Dimana kegiatan ini dilaksanakan melalui 3 tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan penyuluhan, dan tahap evaluasi. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini yaitu masyarakat semakin paham akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan perairan, salah satunya melalui pemanfaatan Eceng Gondok sebagai pupuk organic cair menggantikan pupuk kimia, sehingga mampu mewujudkan pertanian berkelanjutan.
Pelatihan Dasar Kepemimpinan Tentang Antropologi Kampus “Membangun Pondasi Kepeminpinan Yang Berintegritas Tinggi” Bahrin, Bahrin
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Volume 2 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v2i2.1079

Abstract

Antropologi Kampus adalah ilmu yang mengkaji kehidupan manusia di lingkungan kampus dari berbagai sudut pandang. Di dalam kehidupan kampus, mahasiswa selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan. Mahasiswa merupakan komponen inti, karena di tempat inilah mereka mengembangkan potensi diri. Masyarakat memandang mahasiswa sebagai kaum intelektual atau cendekiawan. Kesadaran akan tanggung jawab dari rakyat untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik, serta kesempatan untuk menjadi intelektual, dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun bangsa. Harapan besar bangsa terhadap mahasiswa adalah agar mereka menjadi generasi penerus yang memiliki loyalitas tinggi terhadap kemajuan negara, terutama dalam bidang pendidikan. Namun, kenyataannya, mahasiswa saat ini cenderung mengutamakan kesenangan hidup. Kepedulian mereka terhadap lingkungan sekitar sering terlupakan, digantikan oleh kenikmatan sesaat. Fenomena hura-hura ini kerap terlihat di kampus. Diskusi akademis semakin jarang terdengar di kalangan mahasiswa, yang lebih sering membicarakan tren fashion, sinetron, film terbaru, serta bentuk-bentuk hedonisme lainnya. Oleh karena itu, kegiatan kepemimpinan sangat penting dilakukan untuk membentuk karakter mahasiswa sebagai pemimpin yang kompetitif. Kegiatan ini diadakan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Pohuwato oleh Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Pohuwato. Campus Anthropology is a science that studies human life on campus in all aspects. In the world of campus, it will never be separated from the word student. Students are the main component, because that is where students develop themselves. Students as intellectuals or scholars by society. The combination of awareness of the mandate from the people for a better Indonesia and the opportunity to become intellectuals can be a great force to make Indonesia great. The high hopes of a nation for students are to become the next generation who have high loyalty to the progress of the nation. especially in the world of education. In reality, today's students tend to glorify pleasure and enjoyment in living life. Students' concern for the surrounding environment is forgotten and replaced with momentary pleasure. The phenomenon of hurrahura oriented is often found on campus. Academic conversations are increasingly rare in student environments. Their conversations are more dominated by fashion issues, the latest soap operas and films, and various other forms of hedonism. Therefore, it is important to carry out leadership activities in an effort to shape the character of students as competitive leaders. This activity was carried out at the Study Activity Center (SKB) of Pohuwato Regency by the Student Senate of the Faculty of Computer Science, Pohuwato University.
Pendampingan dan Pemberdayaan Kerupuk Singkong di Desa Tamboo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango Dunggio, Swastiani; Sakir, Mochamad; Bode, Bode; Abdussamad, Syahrir
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Volume 2 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v2i2.1080

Abstract

Cassava crackers, a crunchy and savory snack that is a favorite of many people, have great potential to be developed into a promising business. Through mentoring and empowerment programs, cassava cracker business actors can improve product quality, expand markets, and increase community income, especially in Tamboo Village, Kabila Bone District, Bone Bolangao Regency. This assistance and empowerment of cassava crackers has a comprehensive aim of improving the quality of life of the actors and growing the local economy. Assistance can be provided in various forms, ranging from training in making cassava crackers using modern techniques, to assistance with marketing and branding. This training can include the use of quality raw materials, hygienic processing techniques, and proper packaging and storage. Empowerment is also important to help cassava cracker business actors to be more independent and able to compete in the market. As a result of this service, the community, especially partners as business actors, felt helped by the service activities in the form of KKNT carried out by students at Ichsan University, Gorontalo. Kerupuk singkong, camilan renyah dan gurih yang menjadi favorit banyak orang, memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi usaha yang menjanjikan. Melalui program pendampingan dan pemberdayaan, para pelaku usaha kerupuk singkong dapat meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan meningkatkan pendapatan khususnya masyarakat Desa Tamboo Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolangao. Pendampingan dan pemberdayaan kerupuk singkong ini memiliki tujuan yang komprehensif untuk meningkatkan kualitas hidup para pelaku usaha dan menumbuhkan ekonomi lokal. Pendampingan dapat diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari pelatihan pembuatan kerupuk singkong dengan teknik modern, hingga bantuan dalam hal pemasaran dan branding. Pelatihan tersebut dapat meliputi penggunaan bahan baku berkualitas, teknik pengolahan yang higienis, serta pengemasan dan penyimpanan yang tepat. Pemberdayaan juga penting untuk membantu para pelaku usaha kerupuk singkong agar lebih mandiri dan mampu bersaing di pasar. Hasil pengabdian ini, masyarakat khususnya mitra sebagai pelaku usaha terasa terbantukan dengan adanya kegiatan pengabdian dalam bentuk KKNT yang dilaksakan oleh mahasiswa Universitas Ichsan Gorontalo.
Pendampingan Pembuatan Cemilan Batata Crispy Coklat di Desa Tamboo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango Abdussamad, Syahrir; Bode, Andi; Salihi, Irvan; Zohrahayat, Zohrahayaty; Sakir, Mochamad; Dunggio, Swastiani
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Volume 2 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v2i2.1081

Abstract

Snacks are one of the food products that have great potential in improving the economy of the community, especially in villages. This community service aims to assist the community of Tamboo Village, Kabila District, Bone Bolango Regency in making micro, small and medium enterprises of Batata Crispy Chocolate snacks. This assistance is carried out with the hope of improving community skills in producing snacks with high selling value and introducing local products to a wider market. The method used in this study is a participatory approach, where the community is actively involved in every stage of the manufacturing process. The results of this assistance show that the community is not only able to produce Batata Crispy Chocolate independently, but also understands the importance of marketing and attractive packaging. Thus, it is hoped that this product can become a new source of income for the Tamboo Village community. Cemilan merupakan salah satu produk pangan yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di desa-desa. Pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi masyarakat Desa Tamboo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango dalam pembuatan usaha mikro, kecil dan menengah cemilan Batata Crispy Coklat. Pendampingan ini dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memproduksi cemilan yang bernilai jual tinggi serta memperkenalkan produk lokal ke pasar yang lebih luas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan partisipatif, di mana masyarakat dilibatkan secara aktif dalam setiap tahap proses pembuatan. Hasil dari pendampingan ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya mampu memproduksi Batata Crispy Coklat secara mandiri, tetapi juga memahami pentingnya pemasaran dan pengemasan yang menarik. Dengan demikian, diharapkan produk ini dapat menjadi salah satu sumber pendapatan baru bagi masyarakat Desa Tamboo
Peran Briket Limbah Batok Kelapa dalam Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Desa Tamrin, Moh. Muhrim; Rusmulyadi, Rusmulyadi; Dunggio, Swastiani; Abdussamad, Syahrir
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Volume 2 Nomor 1 April 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v2i1.1093

Abstract

Briket limbah batok kelapa merupakan solusi inovatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Tungguo Selatan, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. Dalam konteks global yang semakin mengarah pada keberlanjutan, pengembangan sumber energi alternatif menjadi sangat penting. Briket batok kelapa, yang terbuat dari limbah pertanian, menawarkan tidak hanya alternatif energi yang bersih tetapi juga potensi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat lokal. Dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, masyarakat dapat beralih dari ketergantungan pada bahan bakar fosil yang semakin mahal dan berbahaya bagi lingkungan. Dalam pengabdian ini, kami mengeksplorasi potensi briket batok kelapa sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan ekonomis. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang manfaat sosial dan ekonomi dari briket batok kelapa serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Salah satu manfaat utama adalah pengurangan limbah, di mana batok kelapa yang biasanya dibuang bisa dimanfaatkan secara produktif. Selain itu, proses produksi briket juga dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi anggota masyarakat, terutama bagi kaum muda yang mencari peluang kerja. Namun, tantangan seperti kurangnya pengetahuan tentang teknik pembuatan yang efisien dan akses terbatas ke pasar masih menjadi hambatan yang perlu diatasi untuk memaksimalkan potensi ini. Dengan mempertimbangkan semua faktor tersebut, penting untuk menganalisis lebih dalam tentang bagaimana inisiatif ini dapat diimplementasikan dengan sukses. Pemerintah dan lembaga terkait perlu memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan dan penyuluhan agar masyarakat dapat memahami proses produksi briket dengan baik. Selain itu, akses ke modal dan pasar juga harus diperhatikan agar usaha ini dapat berkembang. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan briket batok kelapa sebagai sumber energi alternatif yang berkelanjutan dan menguntungkan.

Page 1 of 3 | Total Record : 25