cover
Contact Name
Didah Nurhamidah
Contact Email
didah.uinjkt@gmail.com
Phone
+6285710777541
Journal Mail Official
didah.uinjkt@gmail.com
Editorial Address
Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaGedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Lt. 5Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah JakartaJalan Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Dialektika
ISSN : 25025201     EISSN : 2407506X     DOI : 10.15408/dialektika
Dialektika : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia published two times a year (June and December ) as a medium of distributing scientific research in the field of language, literature , and the Indonesian language and literature education. Dialektika is published in collaboration between the Department of Indonesian Language and Literature Education,  Faculty of Educational Sciences, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta and the Association of Indonesian Language and Literature Lecturer (ADOBSI). Dialektika has been a CrossRef member since 2015 and all of the published writings have a unique number in the DOI and been indexed in DOAJ, Google Scholar, Moraref,  Indonesia One Search- National Library of Indonesia, and Portal Garuda.
Articles 285 Documents
Diplomasi Program Bipa (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) melalui Kuliner Tradisional: Sebuah Studi Kasus di Universitas Ezzitouna, Tunisia Widianto, Eko; Rahmania, Sofi Aulia
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v9i2.28263

Abstract

Indonesian for Speakers of Other Languages (BIPA) has a diplomacy purpose. A cultural diplomacy is one of the main purposes in BIPA Program. This study was aimed to describe an Indonesian language and cultural diplomatic process in Tunisia, introduction of Indonesian for Speakers of Other Languages to the student by culinary, and introduction of Lumpia, Pukis, and Risoles to promote BIPA class in University of Ezzitouna, Tunisia. The data were collected via study case method. A researcher took a part in the even to collect and analyze the research data. A diplomatic mission to introduce language and culture of Indonesia could be showed by culinary. The culinary such as Lumpia, Pukis, and Risoles were popular in Indonesia. They also had a similar taste with Tunisian culinary. This way became one of the BIPA’s support to promote an Indonesian culture. A student in University of Ezzitouna interested to join BIPA class after trying to taste the culinary. Therefore, culinary had a good implication to support diplomatic mission to open BIPA class in the University of Ezzitouna, Tunisia.
KESANTUNAN PENGUNGKAPAN KALIMAT PERINTAH DALAM PERKULIAHAN BAHASA INDONESIA MAHASISWA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) SULTAN ABDURRAHMAN TANJUNGPINANG KEPULAUAN RIAU Eka Rihan K
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v2i1.2198

Abstract

Latar belakang situasi dan konteks kalimat tutur dalam perkuliahan Bahasa Indonesia yang terjadi dalam tatap muka pada dua Sistem Kredit Semester (SKS) dihadiri seluruh mahasiswa empat program studi di STAI Sultan Abdurrahman Tanjungpinang dalam satu ruang belajar, mendorong peneliti mengamati bagaimana tuturan kesantunan berbahasa mahasiswa tersebut. Tuturan yang menyatakan pernyataan, pertanyaan dan perintah sangat bergantung pada situasi dan konteks tutur. Penelitian ini khusus pada kesantunan berbahasa dalam mengungkapkan kalimat perintah yang sopan dan tidak sopan dalam kegiatan diskusi, bertujuan untuk mendeskripsikan kalimat perintah dan selanjutnya menganalisis kesantunan berbahasa yang terkandung dalam tuturan kalimat perintah dengan teknik observasi dan teknik cakap, simak, libat, catat sesuai situasi dan konteks selama kegiatan perkuliahan Bahasa Indonesia tersebut berlangsung. Kesantunan mengungkapkan kalimat perintah selama perkuliahan Bahasa Indonesia Mahasiswa STAI Sultan Abdurrahman Tanjungpinang Kepulauan Riau terpusat kepada petutur, yaitu orang yang mendapat perintah. Kesantunan dalam mengungkapkan perintah berdasarkan skala untung-rugi, skala kelangsungan dan ketidaklangsungan, skala pemakaian sapaan antara sapaan yang hormat dengan sapaan yang akrab, faktor kesementaraan seseorang dalam hubungannya dengan orang lain dalam situasi ujar dapat membedakan derajat kesopanan antara tuturan yang kurang sopan, sopan, dengan tuturan yang lebih sopan. Tuturan yang mengungkapkan perintah yang kurang sopan bergantung pada jenis kalimat imperatif atau ilokusi langsung. Tuturan perintah yang sopan atau lebih sopan bergantung pada jenis kalimat deklaratif dan interogatif atau ilokusi tidak langsung.
KAJIAN EKOLOGI SASTRA BERBASIS NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM CERPEN “ORANG BUNIAN” KARYA GUS TF SAKAI Nur Ahmad Salman Herbowo
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v7i1.13887

Abstract

Abstract: This research discusses the short story "Orang Bunian" by Gus TF Sakai as a material object and ecological studies related to local wisdom and myths in literary works as formal objects. The theory that used is ecocriticism. The method used is descriptive qualitative research analysis. The short story "Orang Bunian" is one of the short stories of Gus TF Sakai in the short story anthology of Kaki Yang Terhormat that contains narratives about myths and people who believe in them and relating to nature and the environment. This is research is to identificating and analizing the short story based on the ecology approach and what its relation with local wisdom. The result of analysis showed that this myth is the part of local wisdom of that area. The society's believe on orang bunian indirectly affected them in their behavior on maintain and conserving the natural source around them. Besides the presents of orang bunian also affected in the development of  culture and knowledge, the believed in orang bunian give the people the understanding about a proper time for hunting in the forest. so it makes orang bunian as the believe and forbidden thing in the society of that short storyAbstrak: Penelitian ini menjadikan cerpen “Orang Bunian” karya Gus TF Sakai sebagai objek material dan kajian ekologis yang berhubungan dengan kearifan lokal terkait dengan mitos dalam karya sastra sebagai objek formal. Teori yang digunakan adalah ekokritik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian analisis kualitatif deskriptif. Cerpen “Orang Bunian” merupakan salah satu cerpen Gus TF Sakai dalam kumpulan cerpen Kaki Yang Terhormat yang memuat narasi tentang mitos dan masyarakat yang memercayai berkaitan dengan alam dan lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis berdasarkan kajian ekologi sastra dalam cerpen tersebut dan hubungannya dengan kearifan lokal di daerah setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran mitos urang bunian merupakan bentuk dari kearifan lokal masyarakat setempat. Kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran urang bunian secara tidak langsung berdampak terhadap perliku masyarakat dalam menjaga dan melestarikan sumber daya alam. Selain itu, keberadaan urang bunian juga berdampak terhadap pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan, yaitu keberadaanya memberikan pemahaman akan waktu-waktu tertentu yang diperbolehkan untuk berburu di dalam hutan. Sehingga urang bunian dianggap sebagai petuah, kepercayaan dan pantangan bagi masyarakat dalam cerpen tersebut. 
PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING DALAM PEMBELAJARAN MENYIMAK CERITA PENDEK rita arianti; Herwandi H
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v5i1.7613

Abstract

Abstract: Purpose of this research is to improve the activity and student learning outcomes in the study listened to a short story by applying the model of quantum in Class XI IPS 1 SMA 2 Rambah Hilir. The results showed the application of quantum learning model of listening to short stories can increase the activity and student learning outcomes in class XI IPS 1 SMA 2 Rambah Rokan Hilir Riau Hulu. The results are as follows: 1) Improving the quality of student activity from the first cycle of 46%, the second cycle of 62%, the third cycle of 76%, and cycle IV by 96%, an increase in the activity of students in the study listened to a short story to be very qualified, 2) thoroughness of learning outcomes of the first cycle of 41.38%, the second cycle of 55.17%, 72.41% for the third cycle, and fourth cycle of 100%, an increase excellent learning outcomes, 3) average value of the first cycle of 73.06, the second cycle of 78.65, 82.07 for the third cycle, and fourth cycle of 87.10. Could be concluded in the classical model of quantum teaching can increase the average value of listening to a short story class XI IPS 1 SMA Negeri 2 Rambah Hilir.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran menyimak cerita pendek dengan menerapkan model quantum teaching di Kelas  XI IPS 1 SMA Negeri 2 Rambah Hilir. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan model quantum teaching dalam  pembelajaran menyimak cerita pendek  dapat  meningkatkan  aktivitas dan hasil belajar siswa kelas  XI IPS 1 SMA Negeri 2 Rambah Hilir Kabupaten Rokan Hulu-Riau.. Hasilnya sebagai berikut: 1) Peningkatan kualitas aktivitas siswa dari siklus I sebesar  46 %, siklus II sebesar 62 %, siklus III sebesar 76 %, dan siklus IV sebesar 96%, terjadi peningkatan aktivitas siswa pada pembelajaran menyimak cerpen  menjadi sangat berkualitas, 2) Ketuntasan hasil belajar dari siklus I sebesar 41,38 %, siklus II sebesar 55,17%, siklus III sebesar 72,41%, dan siklus IV sebesar 100%, terjadi peningkatan hasil belajar yang sangat baik, 3) Rata-rata nilai dari siklus I sebesar 73,06,  siklus II  sebesar 78,65,  siklus III  sebesar  82,07, dan  siklus IV sebesar 87,10. Dapat disimpulkan secara  klasikal bahwa model quantum teaching dapat  meningkatkan rata-rata nilai menyimak cerita pendek siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Rambah Hilir.   
KESALAHAN BAHASA TULIS DALAM MATERI PERKENALAN PADA SISWA BIPA ADAMEESUKSAVITAYA THAILAND Maulana, Afani; Maharany, Elva Riezky; Laksono, Prayitno Tri
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v11i1.35026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan bahasa tulis dalam materi perkenalan pada siswa BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) Adameesuksavitaya asal Thailand menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen yang berfokus pada materi perkenalan yang diajarkan kepada siswa selama satu semester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa kesalahan bahasa tulis yang umum ditemukan dalam materi perkenalan tersebut, termasuk kesalahan tata bahasa, ejaan, dan fonem. Kesalahan-kesalahan ini dapat berdampak negatif pada pemahaman dan penggunaan bahasa Indonesia oleh siswa BIPA. Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi pada kesalahan bahasa tulis tersebut, seperti pengaruh bahasa ibu siswa dan kurangnya pemahaman tentang struktur bahasa Indonesia. Temuan penelitian ini dapat menjadi landasan bagi pengajar BIPA dalam memperbaiki materi perkenalan dan meningkatkan pemahaman bahasa Indonesia oleh siswa asing, khususnya siswa asal Thailand. Penelitian ini juga memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pengajaran BIPA yang lebih efektif dan relevan.
“Deiksis” dalam Puisi Perlawanan dari Persantren Nazam Tarekat Karya K.H. Ahmad ar-Rifai Kalisalak Tinjauan Pragmatik Darsita Suparno
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v3i2.5183

Abstract

Abstract: This study attempted to describe the use of deixis in Puisi Perlawanan dari Pesantren. Deixis understood as part of a pragmatic study therefore, deixis is one object of the field of study pragmatics. The problems in this study are namely: 1) what types of deixis are there in this poetry; 2) what is the intention of using social deixis. The purposes are going to be achieved by this study are such as: 1)   to describe the various types of deixis, 2) to describe the intention of using social deixis. The object of this study are namely: the various types of deixis, intention and relationship of social deixis. The subject of this research is the poem which is written by K.H. Ahmad ar-Rifai Kalisalak that is edited and translated from Jawi to Java by M. Adib Misbachul Islam. The data in this study are namely: words, phrases, sentences, in the form of couplet in which there are different types and intention of using social deixis. There are two data resources, namely: primary data source in the form of peom and secondary data sources related literature. Data collection techniques in this study using documentation. The results of this study indicate that there are 4,864 couplets, which is divided into 24 Tanbih ‘note or warning’. In this article there are three types of deixis. There are 25 deixis place, and there are 11 persona deixis, then there are 10 social deixis. It consists 3 types of titles, 2 types of social deixis positions, and 5 nicknames social deixis.Abstrak: Penelitian ini berupaya untuk menggambarkan pemakaian deiksis dalam Puisi Perlawanan dari Persantren. Deiksis dipahami sebagai bagian dari studi pragmatik, dengan begitu deiksis merupakan objek bidang kajian dari pragmatik. Masalah dalam penelitian ini: 1)  jenis-jenis deiksis apa saja yang terdapat di dalam puisi ini ; 2) bagaimanakah maksud dibalik penggunaan deiksis sosial. Tujuan yang hendak dicapai adalah: 1) untuk mendeskripsikan aneka jenis deiksis, 2) mendeskripsikan maksud penggunaan deiksis sosial. Objek yang dikaji adalah jenis, maksud serta hubungan deiksis sosial. Subjek penelitiannya adalah puisi karya K.H. Ahmad ar-Rifai Kalisalak yang sudah disunting dan diterjemahkan oleh M. Adib Misbachul Islam dari aksara Jawi berbahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia. Data dalam penelitian ini adalah kata, frase, kalimat, dalam bentuk bait-bait puisi  yang di dalamnya terdapat jenis dan maksud penggunaan deiksis sosial. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari sumber data primer berupa puisi dan sumber data sekunder literature yang terkait. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak  4.864 bait, yang dibagi dalam 24 tanbih ‘catatan atau peringatan’. Dalam artikel ini dikemukakan hanya ada tiga jenis deiksis yaitu deiksis tempat berjumlah 25, deiksis persona berjumlah 11 dan  10 deiksis sosial, terdapat 3 deiksis sosial jenis gelar, 2 deiksis sosial jenis jabatan, dan terdapat 5 deiksis sosial jenis julukan.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v3i2.5183
ANALISIS TINDAK TUTUR KASUS PENCEMARAN NAMA BAIK DAN PENGHINAAN DI SUMATERA BARAT Holy Adib; Sawirman Sawirman
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v8i2.23384

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendekripsikan tuturan yang dinyatakan sebagai pencemaran nama baik dan penghinaan. Penelitian ini diwujudkan dengan memakai teori tindak tutur. Tujuan penelitian ini ialah untuk membuktikan benar atau tidaknya tuturan yang dinyatakan sebagai pencemaran nama baik dan penghinaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode penyediaan data tertulis yang dipakai dalam penelitian ini ialah metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap. Sementara itu, Metode yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini ialah metode padan dengan teknik dasar dan teknik lanjutan. Berdasarkan hasil analisis terhadap data 1 ditemukan bahwa (1) penutur mencemarkan nama baik Kodim X melalui tuturan bermuatan kecurigaan bahwa uang hasil komersialisasi lahan diselewengkan atau dikorupsi, (2) tuturan penutur tidak memenuhi kondisi persiapan dan kondisi ketulusan berdasarkan kondisi felisitas Searle. Sementara itu, dalam data 2 ditemukan bahwa (1) penutur menghina mitra tutur dengan kata-kata kasar dan berkonotasi negatif, (2) tuturan penutur memenuhi kondisi kondisi felisitas sebagai tuturan kritikan terhadap kebijakan mitra tutur.
PENGEMBANGAN MODUL MEMBACA KRITIS DENGAN MODEL INSTRUKSI LANGSUNG BERBASIS NILAI KARAKTER Rizqi Aji Pratama
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v3i2.5184

Abstract

Abstract: The aims of this study to develop character-based module to improve critical reading skill integrated into a direct instruction model. According to the result of interview with teachers and students quesionnaire, there are no learning materials that taught critical reading explicitly in class X,  SMAN 1 Lembang. The critical reading materials are developed on the module by direct instruction model, who presented in four phase: (1) orientation, (2) description of the material, (3) activity, (4) self-exercise. The methods of this study are adapted from Dick, Carey, and Carey method (2009), who presented nine phase. The result of judgement expert is 96%, one-to-one trials judgement is 92%, and field trials is 89%. The other result with used onegrup pretest-posttest stated that the module could raise the critical reading skill of student.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar modul berbasis nilai karakter untuk meningkatkan kemampuan membaca kritis siswa dengan menggunakan model pembelajaran instruksi langsung. Berdasarkan hasil wawancara dan angket kebutuhan, tidak tersedia bahan ajar yang secara khusus meningkatkan keterampilan membaca kritis di kelas X, SMAN 1 Lembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hasil adaptasi dari metode Dick, Carey, dan Carey (2009). Bahan ajar yang dikembangkan menghasilkan produk modul dengan penyajian materi membaca kritis menggunakan model instruksi langsung hasil adaptasi, yang mencakup empat tahapan, antara lain: (1) orientasi, (2) uraian materi, (3) aktivitas, dan (4) latihan mandiri. Hasil validasi ahli dan praktisi menunjukkan rata-rata skor 96%, uji coba perseorangan dengan skor 92%, dan uji coba lapangan sebesar 89%. Hasil pengujian lain menggunakan onegrup pretest-posttest menunjukkan bahwa modul membaca kritis model instruksi langsung berbasis karakter mampu meningkatkan kemampuan membaca kritis siswa.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v3i2.5184
KEBUTUHAN BUKU AJAR BAHASA SEJARAH SASTRA INDONESIA PERSPEKTIF ISLAM DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI ISLAM Ahmad Bahtiar; Novi Diah Haryanti; Nur Siswo Dipurnomo
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v8i1.25287

Abstract

Abstrak: Distingsi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI)  dengan  perguruan tinggi lainnya adalah  integrasi keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan. Ketiga hal tersebut harus dapat diimplementasikan dalam pembelajaran sehingga perlunya buku ajar sejarah sastra perspektif Islam di PTKI. Kajian  ini  menggunakan  penelitian dan pengembangan (Research and Developtment) dengan Teori Borg dan Gall untuk mengetahui kebutuhan tersebut. Data penelitian berupa hasil diskusi terpumpum (FGD) dan hasil angket yang diberikan kepada dosen dan mahasiswa PTKI serta guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kebutuhan buku ajar sejarah sastra Indonesia perspektif Islam. Buku ajar tersebut disusun secara kronologis dan tematik yang mencakup pengarang dan karyanya, persoalan Islam, peristiwa terkait Islam dan lembaga atau komunitas Islam.
PERLAWANAN SASTRA DALAM CERPEN KORAN INDONESIA Azwar Azwar
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v1i1.1415

Abstract

This paper discusses the resistance made by a writer against the oppression of the oppressed peoples. Poets in this case is an enlightened person who represents the voice of the community. The  study  was conducted  on a short  story titled "Safrida Askariah"  by Alimuddin an  author from  Aceh. A study  of this work shows that when members of oppressed groups have access to the culture media, their representatives often express more radical alternative views about society and the perception. This study also revealed that thewriter as a representative of the oppressed to fight by using literature as a "weapon".