cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 802 Documents
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) dengan Normal Fernandez, Maria Isabella; Ari Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care is the provision of obstetric care starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate to deciding to use family planning This aims to be an effort to help, monitor and detect possible complications that accompany mothers and babies from the period of pregnancy until the mother uses family planning. The method of midwifery care at PMB Rukiyah is through home visits by providing counseling according to the mother's needs. The midwifery care provided to Mrs. S lasted from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate, to family planning with a frequency of visits for pregnancy 2 times, delivery 1 time, postpartum 3 times, neonate 2 times and KB 1 time. The method in this research uses data collection methods, namely using interviews, observations with primary and secondary data through the KIA Book, physical examination and this research starts 30 October - 17 December 2023. The research instrument uses SOAP documentation. Based on the results of a comprehensive case study (Continuity of Care) on Mrs. S from the third trimester of pregnancy, childbirth, the postpartum period, newborns and neonates, Mrs. S 24 years old G1P0A0 34 weeks gestation with healthy pregnancy, Delivery to Mrs. S took place at PMB Rukiyah with labor pains, the postpartum period was normal, there was no abnormal bleeding, uterine contractions were good. The results of the anthropometric examination were normal for the newborn baby, and Mrs. S decided to use 3-month injectable birth control. It is hoped that the midwife profession in providing continuous midwifery care (continuity of care) will always implement midwifery management, maintain and improve competence in providing care in accordance with midwifery service standards.   Abstrak Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yaitu pemberian asuhan kebidanan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan KB. Hal ini bertujuan sebagai upaya untuk membantu, memantau, dan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi yang menyertai ibu dan bayi dari masa kehamilan sampai dengan ibu menggunakan KB. Metode asuhan kebidanan di PMB Rukiyah melalui kunjungan rumah dengan memberikan konseling sesuai dengan kebutuhan ibu. Asuhan kebidanan yang diberikan kepada Ny.”S” berlangsung dari masa kehamilan, bersalin, nifas, neonatus, sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 2 kali, persalinan 1 kali, nifas 3 kali, neonatus 3 kali serta KB sebanyak 1 kali. Metorde dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan skunder melalui Buku KIA, pemeriksaan fisik serta penelitian ini dimulai 30 Oktober – 17 Desember 2023 instrumen penelitian menggunakan dokumentasi SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara Komprehensif (Continuity Of Care) pada Ny. S dari kehamilan trimester III, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir dan neonatus didapatkan Ny. S umur 24 tahun G1P0A0 usia kehamilan 34 minggu dengan kehamilan sehat, Persalinan pada Ny. S berlangsung di PMB Rukiyah dengan nyeri persalinan, masa nifas berlangsung normal tidak ada perdarahan abnormal, kontraksi uterus baik. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal, dan Ny. S memutuskan untuk menggunakan KB suntik 3 bulan. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuhan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny E.S.M Umur 34 Tahun G3P2A0 di Puskesmas Wedomu Dores, Raquela Das; Listianingsih, Moneca Diah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) is an important indicator of the level of public health. MMR describes the number of women who die per 100,000 live births (KH), from a cause of death related to pregnancy disorders or their treatment (excluding accidents or incidental cases) during pregnancy, childbirth and in the postpartum period (42 days after giving birth) so that comprehensive care is provided to prevent maternal deaths during pregnancy, childbirth and postpartum (Indonesian Health Profile, 2018). Continuity of care in midwifery is a series of continuous and comprehensive service activities starting from pregnancy, delivery, postpartum, newborn care and family planning services that connect needs women's health in particular and the personal circumstances of each individual. Comprehensive care is an examination that is carried out completely with simple laboratory tests and counseling. Comprehensive midwifery care includes places for continuous examination activities including midwifery care for pregnancy, midwifery care for childbirth, midwifery care for the postpartum period and midwifery care for newborns and family planning acceptors. Pregnancy care prioritizes continuity of care. It is very important for women to get services from the same professional or from a small team of professionals, because that way the development of their condition at all times will be well monitored and they will also be trusting and open. because they feel like they already know the caregiver. Descriptive and the type of descriptive research used is a case study, namely by examining a problem through a case consisting of a single unit. A single unit here can contain one person, a group of residents who are affected by a problem. After providing care, they have provided comprehensive midwifery care starting from Pregnancy, Childbirth, Postpartum, Babies and the results are normal pregnancies, births with Caesarean section, normal babies, No There is a gap between theory and cases in Comprehensive Midwifery Care at Ny.E.S.M and By.Ny.E.S.M at the Wedomu Community Health Center.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat. AKI menggambarkan jumlah wanita yang meninggal per 100.000 kelahiran hidup (KH), dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidentil) selama kehamilan, melahirkan dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) sehingga dilakukan asuhan komprehensif untuk mencegah kematian ibu selama kehamilan, persalinan dan nifas (Profil Kesehatan Indonesia, 2018).Continuity of care dalam kebidanan adalah serangkaian kegiatan pelayanan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, pelayanan bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana yang menghubungkan kebutuhan kesehatan perempuan khususnya dan keadaan pribadi setiap individu. Asuhan komprehensif merupakan suatu pemeriksaan yang dilakukan secara lengkap dengan adanya pemeriksaan laboratorium sederhana dan konseling. Asuhan kebidanan komprehensif mencakup tempat kegiatan pemeriksaan berkesinambungan diantaranya adalah asuhan kebidanan kehamilan, asuhan kebidanan persalinan, asuhan kebidanan masa nifas dan asuhan kebidanan bayi baru lahir serta akseptor KB. Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan pelayanan (continuity of care) sangat penting buat wanita untuk mendapatkan pelayanan dari seorang profesional yang sama atau dari satu team kecil tenaga profesional, sebab dengan begitu maka perkembangan kondisi mereka setiap saat akan terpantau dengan baik selain juga mereka menjadi percaya dan terbuka karena merasa sudah mengenal si pemberi asuhan. Deskriptif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi penelaahan kasus (Case Study), yakni dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit tunggal disini dapat berisi satu orang, sekelompok penduduk yang terkena suatu masalah.Setelah melakukan asuhan telah memberikan asuhan kebidanan secara Komprehensif mulai dari Ibu Hamil, Bersalin, Nifas, Bayi dan hasilnya hamil dengan normal, bersalin dengan section Caesarea, bayi dengan normal, Tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada Asuhan Komprehensif kebidanan pada Ny.E.S.M dan By.Ny.E.S.M Di Puskesmas Wedomu.
Literatur Review : Pengaruh Baby Field Massage terhadap Penurunan Kadar Bilirubin Dwi Yuniar Billy Canser; Asyiyah, Siti; Dewi Sagitaria, Bian; Ekawati, Rahmi; Hidayati, Sri; Asmulyati, Yati; Sari, Kartika
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hyperbilirubinemia is generally a physiological problem that occurs in almost 80% of premature newborns and reaches 60% of term babies in the first week of life. Excessive hyperbilirubinemia can cause permanent brain damage. Handling hyperbilirubin includes several standard therapies, namely phototherapy, albumin transfusion and liver protection. Alternative treatments are needed to treat hyperbilirubinemia, such as using baby massage. The aim of the literature review is to determine the effectiveness of Baby Field Massage in reducing bilirubin levels. The research method used is a literature review that explores the effect of baby massage on neonatal bilirubin by searching for research articles via Google Scholar, Garuda, Sinta, Pubmed and Science Direct using inclusion criteria, namely published from 2020 to 2024, articles in Indonesian and English, can be accessed in full text PDF, not secondary articles. The results of the study showed that baby field massage was effective in helping reduce bilirubin levels in babies with hyperbilirubin. Baby massage therapy is given for 2-3 days with a duration of 15-20 minutes a day 1-3 times with a massage interval of 1 hour after drinking. It is hoped that health workers who are already sensitized will use complementary baby massage therapy along with phototherapy for hyperbilirubin babies in hospitals to accelerate the reduction in blood bilirubin levels.   Abstrak Hiperbilirubinemia pada umumnya merupakan masalah fisiologis yang hampir terjadi pada 80% bayi baru lahir premature dan mencapai 60% pada bayi lahir aterm pada minggu pertama kehidupannya. Hiperbilirubinemia yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan otak yang bersifat permanen. Penanganan hiperbilirubin beberapa terapi standar yaitu pemberian fototerapi, tranfusi albumin dan perlindungan hepar. Penanganan alternatif sangat dibutuhkan untuk mengatasi hiperbilirubinemia seperti dengan menggunakan baby massage. Tujuan dari literatur review adalah untuk mengetahui efektifitas Baby Field Massage Terhadap penurunan kadar billirubin. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literature yang menggali tentang pengaruh baby filed massage terhadap bilirubin neonatus dengan mencari artikel penelitian melalui Google Scholar, Garuda, Sinta, Pubmed dan Science Direct dengan menggunakan kriteria inklusi yaitu dipublikasikan dari tahun 2020 sampai tahun 2024, artikel berbahsa indonesia dan inggris, bisa diakses full text pdf, bukan artikel sekunder.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa baby field massage efektif dalam membantu menurunkan kadar bilirubin pada bayi dengan hiperbilirubin. Terapi baby massage diberikan selama 2-3 hari dengan durasi 15-20 menit sehari 1-3 x dengan jarak pemijatan 1 jam setelah pemberian minum. Diharapkan kepada tenaga kesehatan yang sudah terlatih untuk menggunakan terapi komplmenter pijat bayi bersamaan dengan fototerapi pada bayi hiperbilirubin dirumah sakit untuk mempercepat penurunan kadar bilirubin darah.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care Ny.E.S.M Umur 34, Ibu G3P2A0 Tahun di Puskesmas Haliwen Kabupaten Belu – NTT Kai Buti, Yovita; Veftisia, Vistra
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuous midwifery care (continuity of care), namely providing midwifery care from pregnancy, delivery, postpartum, neonate until the decision to use family planning. This aims to help monitor and detect possible complications that accompany the mother and baby from pregnancy until the mother uses family planning. Midwifery care methods at the Haliwen Community Health Center, Belu Regency - NTT and through home visits by providing counseling according to the mother's needs. The midwifery care provided to Mrs. In Mrs. "E.S.M" the pregnancy process in TM I and TM II proceeded physiologically but in TM III the mother experienced bleeding in the birth canal due to placenta previa. So the birth process takes place via Sectio Saeceria because the mother experienced bleeding in the first stage of labor and a hystectomy was carried out because of bleeding in the fourth stage. In midwifery care the postpartum period runs normally and smoothly. The mother was no longer given birth control midwifery care because the mother had had a hystrectomy (continuity of care) which had been carried out on Mrs. "E.S.M" during pregnancy, childbirth, postpartum period, newborns, examination results are within normal limits and there are no accompanying complications. It is hoped that the midwife profession, in providing continuous midwifery care (continuity of care), will always apply midwifery management, maintain and improve competence in providing care according to midwifery service standards.   Abstrak Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yaitu pemberian asuhan kebidanan sejak kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan KB. Hal  ini  bertujuan  sebagai  upaya  untuk  membantu                   memantau            dan      mendeteksi       adanya Kemungkinan timbulnya komplikasi yang menyertai ibu dan bayi dari masa kehamilan sampai ibu menggunakan KB. Metode asuhan kebidanan di Puskesmas Haliwen Kabupaten Belu - NTT dan melalui kunjungan rumah dengan memberikan konseling sesuai kebutuhan Ibu. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny.”E.S.M” umur 34 tahun, ibu G3P2A0 berlangsung dari masa kehamilan, bersalin, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 3 kali, persalinan 1 kali, nifas 4 kali, neonatus 4 kali,. Pada Ny.”E.S.M” proses kehamilan TM I dan TM II berjalan dengan fisiologis tetapi pada TM III ibu mengalami Perdarahan pada Jalan Lahir karena Plasenta Previa. Sehingga proses persalinan berlangsung secara Sectio Saeceria karena Ibu mengalami Perdarahan pada Kala I Persalinan dan dilakukan Histektomi karena Perdarahan pada Kala IV. Pada asuhan kebidanan masa nifas berjalan normal dan lancar. Ibu tidak diberikan lagi asuhan kebidanan KB karena ibu telah dilakukan Histrektomi (continuity of care) yang telah dilakukan pada Ny. “E.S.M” saat hamil, bersalin, masa nifas, bayi baru lahir, didapatkan hasil pemeriksaan dalam batas normal dan tidak ada penyulit yang menyertai. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuahan sesuai standar pelayanan kebidanan.
Asuhan Kebidanan Continuty of Care (COC) pada Ny.A Umur 30 Tahun di RB Bidan Siwi Zainatul Mukaromah; Kartika Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Countinuity of care in midwifery is a series of continous and comprehensive service actives starting from pregnancy, chilbirth, postpartum, newborn care and care and family planning services that connect the health needs of women in particular and the personal circumstances of each individual (Homer et al, 2019) . Maternal assitance during pregnancy is very much needed to provide guidance and direction for pregnant women. Pregnancy and childbirts is a natural process bur sometimes normal condition can turn abnormal. The pregnancy period can be passed with its own uniqueness, different biological,psychological and social factors in pregnant women can influence pregnancy condition. Therefore, treating, one client with another cannot be the same. Health care is in the form of promotive, preventive, curative, and rehabilitative (Maharani,2017). The method in this research is a case study. Where to get direct patient information based on continuity of care for pregnan women, chilbirth, newborns, postpartum, and family planning though the SOAP approach. Based on the results of studies that have been carried out from pregnancy to the family planning phase. The results showed that midwifery care for Mrs.A Comprehensive care has been provided for Mrs.A age 30 years from pregnancy, newborns, postpartum, and family planning result show that management is in accordance with theory and fact.   Abstrak Continuity of care dalam kebidanan adalah serangkaian kegiatan pelayanan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, pelayanan bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana yang menghubungkan kebutuhan kesehatan perempuan khususnya dan keadaan pribadi setiap individu (Homer, 2019). Pendampingan ibu dalam masa kehamilan sangat dibutuhkan untuk memberikan bimbingan dan arahan bagi ibu hamil. Kehamilan dan persalinan merupakan suatu proses alamiah. Namun terkadang kondisi normal dapat berubah menjadi abnormal. Masa kehamilan dapat dilewati dengan keunikan masing-masing, faktor biologis, psikologis dan sosial yang berbeda pada ibu hamil dapat mempengaruhi kondisi kehamilan. Oleh karena itu, dalam memperlakukan klien satu dengan yang lain tidak dapat disamakan. Asuhan pelayanan kesehatan berupa promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif (maharani, 2020). Metode dalam penelitian ini yaitu studi kasus. Dimana mendapatkan informasi pasien secara langsung dengan berbasis Continuity of Care pada ibu hamil, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan KB. Melalui pendekatan SOAP. Berdasarkan hasil studi yang telah dilakukan mulai dari kehamilan sampai fase KB. Didapatkan hasil bahwa asuhan keidanan pada Ny.A  selama hamil, persalinan, bayi baru lahir, nifas, dan KB sesuai dengan teori dan didapatkan tidak ada kesenjangan dengan teori. Telah dilakukan asuhan secara komprehensif pada Ny. A Umur 30 Tahun dari kehamilan, persalinan, bayi baaru lahir, nifas, dan KB didapatkan hasil bahwa penatalaksanaan sesuai secara teori dan fakta.
Efektifitas Pijat Batuk Pilek pada Balita di Desa Morangan Kecamatan Suruh Pertiwi, Saskia Inggar; Dewi Setiyani; Ninik Christiani; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Children and toddlers are a group of people who are more susceptible to coughs and colds. This is caused by the weak immune system of children and toddlers. A typical toddler in Indonesia is estimated to have cough and cold symptoms 3 to 6 times per year, which on average consists of 3 to 6 episodes. Children are more susceptible to coughs and colds that develop into pneumonia, which is promoted by unclean environmental conditions and excessive air pollution. (Purnama, 2018). additional therapy that can relieve coughs and colds. Infant and toddler massage can increase a child's weight, accelerate neuromotor development, improve emotional relationships, and reduce the rate of nosocomial infections (Kulkarni et al., 2010). The target in this activity is mothers who have toddlers, a sample of 21 toddlers. The media used in this community service are power point and video. The results of the experimental group analysis using the T test with the results of knowledge based on age being 0.754 and knowledge based on education being 0.003, it can be concluded that there is no relationship between knowledge and mother's age and there is a relationship between knowledge based on education level. The results of the experimental group analysis using the T test with the results of knowledge based on age being 0.754 and knowledge based on education being 0.003, it can be concluded that there is no relationship between knowledge and mother's age and there is a relationship between knowledge based on education level. there is a significant difference after the pre-test and post-test, namely there is an increase in the mother's knowledge and skills regarding the benefits of massage for coughs and colds.   Abstrak Anak-anak dan balita adalah sekelompok orang yang lebih rentan terhadap batuk pilek. Hal ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh anak-anak dan balita yang masih lemah. Balita tipikal di Indonesia diperkirakan memiliki gejala batuk pilek 3 hingga 6 kali per tahun, yang rata-rata terdiri dari 3 hingga 6 episode. Anak-anak lebih rentan terhadap batuk pilek yang berkembang menjadi pneumonia, yang dipromosikan oleh kondisi lingkungan yang tidak bersih dan polusi udara yang berlebihan. (Purnama, 2018). Terapi tambahan yang dapat meringankan batuk pilek. Pijat bayi dan balita dapat meningkatkan berat badan anak, mempercepat perkembangan neuromotorik, meningkatkan hubungan emosional, dan mengurangi tingkat infeksi nosocomial (Kulkarni et al., 2010). Sasaran dalam kegiatan ini adalah ibu yang memiliki balita, sampel 21 balita, Media  yang  digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah power point dan video. Hasil analisis kelompok eksperimen dengan uji T dengan hasil pengetahuan berdasarkan umur 0.754 dan pengetahuan berdasarkan pendidikan 0.003 , maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan dengan umur ibu dan ada hubungan pengetahuan berdasarkan tingkat Pendidikan terdapat perbedaan yang signifikan setelah dilakukan pre test dan postest yaitu terdapat peningkatan pegetahuan dan keterampilan ibu mengenai manfaat pemijatan batuk pilek
Peningkatan Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Personal Hygiene Mafudiah, Lalita; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The puerperium period begins 2 hours after the birth of the placenta until 6 weeks (42 days) after that. puerperium is from the word puer which means baby and Parous means to give birth. So, puerpurium means the period after giving birth to the baby, which is the period of recovery, starting from the time the delivery is completed until the uterine apparatus returns like pre- pregnancy(Handayani, Rini & Mulyati, Sri, 2117). One of the needs during the postpartum period is to maintain personal hygiene. Personal hygiene is an activity to meet daily needs, which can be known as daily life activities. This activity is learned over time and becomes a lifelong habit. Personal hygiene activities involve not only what to do (personal hygiene of bathing, dressing, toilet and eating) but also how much, when, where, with whom and how(Wati, 2023). From the results of the study in East Jomin Village, there are 10 postpartum mothers, of which 5 of the postpartum mothers do not do Personal Hygiene due to the lack of knowledge of mothers about Personal Hygiene. Based on the problems that arise, community service activities are needed to overcome this. The activity began with a pre-test related to Personal Hygiene during the postpartum period, then the delivery of material counseling method with a total of 10 postpartum mothers. The next activity is evaluation with Post-Test. From these activities, there was an increase in the knowledge of postpartum mothers after being given counseling on Personal Hygiene.   Abstrak Masa nifas (puerperium) adalah dimulai sejak 2 jam setelah lahirnya Plasenta sampai dengan 6 minggu (42 hari) setelah itu. puerperium yaitu dari kata puer yang artinya bayi dan Parous artinya melahirkan. Jadi, puerpurium berarti masa setelah melahirkan bayi yaitu masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat alat kandungan kembali seperti pra hamil (Handayani, Rini & Mulyati, Sri, 2117). Salah satu kebutuhan pada masa nifas yaitu menjaga kebersiahan diri (Personal Hygiene). Personal hygiene merupakan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, yang bisa dikenal dengan aktivitas kehidupan sehari-hari. Aktivitas   ini   dipelajari   dari   waktu   ke   waktu   dan menjadi   kebiasaan seumur   hidup.   Kegiatan personal.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) Ny L Umur 27 Tahun di Puskesmas Kota Atambua Maria Beata Aku; Isfaizah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Comprehensive midwifery care  is comprehensive midwifery management care from pregnant women, giving birth, to newborns so that labor can take place safely and babies are born safe and healthy until the postpartum period. Pregnancy, childbirth, postpartum and newborn babies are physiological conditions, but in the process there is the possibility of a situation that can threaten the lives of the mother and baby and can even cause death. The aim of providing method, namely using interviews, observation with primary and secondary data through the KIA Book, physical examination and this research began in December-February 2024, the research instrument used Varney's 7 Steps. Based on the results of a comprehensive case study (Continuity of Care) on Mrs. L from pregnancy who was given midwifery care. Teaching the mother and husband about the Bladder 23 acupressure technique to reduce pain in the back, which is located in the 2 left and right fingers at the level of the second and third lumbar. The way to do BL 23 acupressure is to look for the BL 23 point, rotate your thumb clockwise for 2 seconds for 30 times, with a duration of 2-3 minutes, do it when the mother feels pain in her back. Based on research conducted by Official (2017), it shows that there is a significant effect of acupressure on reducing lower back pain and increasing lumbosacral functional ability. The acupressure technique is able to produce endorphins which have an effect like morphine, causing a feeling of calm, reducing stress and reducing pain. Teach mothers about body mechanics, namely the correct position when sitting, squatting, sleeping, waking up from sleep, how to pick up or lift things and walk. According to research, the application of body mechanics techniques has a significant effect in reducing the level of lower back pain in third trimester pregnant women. Massage efflux to reduce pain during labor because Mrs. Baby massage is a massage that is carried out closer to gentle strokes or tactile stimulation carried out on the surface of the skin, manipulation of the body's tissues or organs with the aim of producing an effect on the muscle nerves and respiratory system and improving blood circulation. Mrs. L decided to use birth control implants.   Abstrak Asuhan kebidanan komprehensif merupakan asuhan menyeluruh manajemen kebidanan mulai dari ibu hamil, bersalin, sampai bayi baru lahir sehingga persalinan dapat berlangsung aman dan bayi yang dilahirkan selamat dan sehat sampai masa nifas. Kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir merupakan suatu keadaan yang fisiologis namun dalam prosesnya terdapat kemungkinan suatu keadaan yang dapat mengancam jiwa ibu dan bayi bahkan dapat menyebabkan kematian. Tujuan memberikan asuhan kebidanan Pada Ny L secara Komperehensif (Continuity Of Care) meliputi masa kehamilan, masa persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus sampai KB. Metode dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA, pemeriksaan fisik serta penelitian ini dimulai sejak bulan Desember-Februari 2024 instrumen penelitian menggunakan 7 Langkah Varney. Berdasarkan hasil studi kasus secara Komperehensif (Continuity Of Care) pada Ny L dari kehamilan dengan diberikan asuhan kebidanan mengajarkan pada ibu dan suami tentang teknik akupresure bladder 23 untuk mengurangi nyeri pada punggung yaitu terletak di 2 jari kiri dan kanan setinggi lumbal kedua dan ketiga. Cara melakukan akupresure BL 23 yaitu cari titik BL 23 putar ibu jari searah jarum jam 2 detik selama 30 kali, dengan durasi 2-3 menit, lakukan saat ibu merasa nyeri pada punggung. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh menunjukan bahwa ada efek yang signifikan dari akupresur terhadap penurunan nyeri punggung bawah dan meningkatkan kemampuan fungsional dari lumbosakral. Dengan Teknik akupresure mampu memproduksi endorphine yang berefek seperti morfin sehingga menimbulkan rasa tenang, mengurangi stress dan menurunkan nyeri. Mengajarkan ibu tentang body mekanik yaitu posisi yang benar saat duduk, jongkok, tidur, bangun dari tidur, cara mengambil atau mengangkat barang dan berjalan. Penerapan teknik mekanika tubuh berpengaruh secara signifikan dalam menurunkan tingkat nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III. Massage effluarge untuk mengurangi nyeri pada saat persalinan karena Ny.L merasakan sakit terus menerus nifas, dan pada bayi selama Asuhan dari KN1-KN3 adalah yang sesuai dengan kebutuhan bayi seperti pemberian pijat pada bayi sehat. Baby massage adalah pemijatan yang dilakukan lebih mendekati usapan-usapan halus atau rangsangan raba (taktil) yang dilakukan dipermukaan kulit, manipulasi terhadap jaringan atau organ tubuh bertujuan untuk menghasilkan efek terhadap syaraf otot, dan sistem pernafasan serta memperlancar sirkulasi darah. Ny.L memutuskan menggunakan KB implant.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (Coc) Pada Ny ”E” Umur 32 Tahun di Klinik Shazfa Mounira Mafudiah, Lalita; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuous midwifery care (continuity of care), namely providing midwifery care from pregnancy, delivery, postpartum, neonate until the decision to use family planning. This aims to help monitor and detect possible complications that accompany the mother and baby from pregnancy until the mother uses family planning. Midwifery care methods at the Shazfa Mounnira Clinic, and through home visits. The midwifery care provided to Mrs. In Mrs. "E" the pregnancy process proceeded physiologically without any problems or complications even though in TM III the mother experienced edema in her right leg. The entire delivery process took place normally and smoothly without any complications or complications and management was carried out according to 60 APN. On midwifery care during the postpartum period on day 7, the mother complained that breast milk was not flowing smoothly, so the author provided midwifery care by giving IEC Oxytocin Massage to facilitate breast milk flow. In providing birth control midwifery care, the mother was given counseling and decided to use implant birth control at 42 days postpartum. Continuity of care was provided to Mrs. "E" during pregnancy, childbirth, the postpartum period, newborns, and family planning, examination results are within normal limits and there are no accompanying complications. It is hoped that the midwife profession, in providing continuous midwifery care (continuity of care), will always apply midwifery management, maintain and improve competence in providing care according to midwifery service standards.   Abstrak Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yaitu pemberian asuhan kebidanan sejak kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan KB. Hal  ini  bertujuan  sebagai  upaya  untuk  membantu memantau dan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi yang menyertai ibu dan bayi dari masa kehamilan sampai ibu menggunakan KB. Metode asuhan kebidanan di di Klinik Shazfa Mounnira dan melalui kunjungan rumah dengan memberikan konseling sesuai kebutuhan Ibu. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny.”E” berlangsung dari masa kehamilan, bersalin, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 2 kali, persalinan 1 kali, nifas 4 kali, neonatus 4 kali,serta KB sebanyak 2 kali. Pada Ny.”E” proses kehamilan berjalan dengan fisiologis tidak ada masalah maupun komplikasi walaupun pada TM III ibu mengalami nyeri pinggang. Seluruh proses persalinan berlangsung normal dan lancar tanpa ada penyulit atau komplikasi dan penatalaksanaan telah dilakukan sesuai 60 langkah APN. Pada asuhan kebidanan masa nifas 2 jam sampai kunjungan ke 3 ibu mengatakan tidak ada keluhan. Dalam memberikan asuhan kebidanan KB ibu telah diberikan konseling dan memutuskan menggunakan KB Suntik 3 bulan pada 42 hari postpartum Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yang telah dilakukan pada Ny. “E” saat hamil, bersalin, masa nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana didapatkan hasil pemeriksaan dalam batas normal dan tidak ada penyulit yang menyertai. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuahan sesuai standar pelayanan kebidanan.
Asuhan Kebidanan pada Ny M.B.L dari Masa Hamil, Bersalin, Nifas, Bayi Baru Lahir dan Keluarga Berencana di Puskesmas Kota Atambua, Kabupaten Belu Lin, Yosefina; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care care is comprehensive and sustainable care, namely care to provide care by knowing and understanding the mother to foster mutual trust so that it is easier to provide services that suit the mother's needs by providing comfort and support, not only during pregnancy and after delivery, but Also during labor and birth it is very necessary for the mother. This care is provided to mothers during pregnancy, childbirth, postpartum and newborns to prevent complications that can cause maternal death during these periods. The aim of providing midwifery care to Mrs. M.B.L aged 28 years with continuity of care for pregnant women, maternity, postpartum, newborns and family planning using a midwifery management approach. Continuous midwifery care methods and documentation with Varney's 7-step midwifery management and SOAP.  In this case study, the subject used was a sample of a pregnant woman in the third trimester, followed through the process of childbirth, postpartum, newborn and family planning by Mrs. M.B.L at Atambua City Health Center, Belu Regency The results of midwifery care during the third trimester of pregnancy revealed complaints from Mrs. M.B.L urinates frequently, and back pain and all these complaints can be handled well. At the time of delivery everything went well and the new baby was born spontaneously, cried immediately, female, BB 3000gr, PB 49 cm, LK 33 cm, LD 33 cm, APGAR score 9/10 with a healthy and fit condition. Mrs. postpartum period M.B.L was running normally and no complications were found and family planning counseling was carried out and Mrs. M.B.L chose Implant KB. The midwifery care provided from pregnancy to becoming a family   planning acceptor is in accordance with midwifery care standards and the authority of a midwife.   Abstrak Asuhan Continuity of Care adalah asuhan yang komprehensif dan berkelanjutan yaitu asuhan untuk memberikan perawatan dengan mengenal dan memahami ibu untuk menumbuhkan rasa saling percaya agar lebih mudah dalam memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan ibu dengan memberikan kenyamanan dan dukungan, tidak hanya kehamilan dan setelah persalinan, tetapi juga selama persalinan dan kelahiran sangat diperlukan untuk ibu. Asuhan ini diberikan kepada ibu dari masa hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir untuk mencegah komplikasi - komplikasi yang dapat menyebabkan kematian ibu dalam masa tersebut. Tujuan memberikan asuhan kebidanan pada Ny. M.B.L umur 28 tahun secara continuity of care pada ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan KB dengan menggunakan pendekatan managamen kebidanan. Metode asuhan kebidanan secara berkelanjutan dan pendokumentasian dengan manejemen kebidanan 7 langkah varney dan SOAP.  Pada studi kasus ini subyek yang digunakan yakni diambil satu sampel seorang ibu hamil trimester III, diikuti sampai proses persalinan, nifas, bayi baru lahir dan KB oleh Ny. M.B.L di Puskesmas Kota Atambua, Kabupaten Belu Hasil asuhan kebidanan pada masa hamil trimesrter III didapati keluhan Ny. M.B.L sering buang air kecil, dn nyeri punggung serta semua keluhan tersebut dapat ditangani dengan baik. Pada saat persalinan semua berjalan dengan baik dan bayi baru lahir spontan, segera menangis, jenis kelamin perempuan, BB 3000gr, PB 49 cm, LK 33 cm, LD 33 cm, APGAR score 9/10 dengan kondisi sehat dan bugar. Masa nifas Ny. M.B.L berjalan dengan normal dan tidak ditemukan adanya penyulit serta dilakukan konseling KB dan Ny. M.B.L memilih KB Implant. Asuhan kebidanan yang diberikan mulai dari kehamilan sampai menjadi akseptor KB sesuai dengan standar asuhan kebidanan dan wewenang seorang bidan