cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 802 Documents
Asuhan Kebidanan Continuty Of Care (CoC) pada Ny. “M” Umur 33 Tahun G6P5A0 Goncalves, Josefina; Hapsari Windayanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant Mortality Continuity is the important measure in assenssing the success of a country”s helth services. One of the efforts to reduce MMR and IMR to provide continuose midwifery care or (COC) for pregnanc, child birth, post partum, new borns and family planning (Diana, 2017). Based on the description above, the author provides care to Mrs.M from the pregnancy, delivery, postpartum, Neonate and family planning periods at the Atambua city health standars and has an MOU with education institutions according to the decree of the Minister of healthof theRepublik of Indonesia no.938/MENKES/SK/VIII/2007. Regulation of the Minister of health of the Republik of Indonesia No.1464/MENKES/PER/X/2010 so the author is interested in providing midwifery care entitled “Continuity of care midwifery carefor Mrs.M Aged 43 years in Fatubenao village”by providing continuous midwifery care for pregnant, maternity, postpartum, newborn babys, BBL anf Family Planning metods. Used is descriptive, data collection techniques use primary data. After providing care, we have provided comprehensive midwifery care starting from pregant women, Maternity. Postpartum, baby and family planning results in normal pregnancy, normal birth, normal baby, and up to Family planning. There in nogap between theory and cases in comprehensive midwifery care of Mrs.M and by. Mrs.M in Fatubenao vilage.   Abstrak Ibu dan bayi merupakan ukuran terpenting dalam menilai indikator keberhasilan pelayananan kesehatan suatu negara. Salah satu Upaya penurunan AKI dan AKB adalah Kematian dengan melakukan asuhan kebidanan secara berkesinambungan atau continuity of care (COC) dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana (Diana, 2017). Berdasarkan uraian diatas, maka penulis melakukan asuhan pada Ny. M dari masa hamil, bersalin, nifas, neonatus dan keluarga berencana di Puskesmas kota atambua. Dikarenakan Puskesmas tersebut sudah memenuhi standart asuhan kebidanan dan telah memiliki MOU dengan institusi pendidikan menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 938/MENKES/SK/VIII/2007. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesi No. 1464/MENKES/ PER/ X/ 2010 tentang izin dan penyelenggaraan praktik Bidan. Sehingga penulis tertarik untuk melakukan asuhan kebidanan yang berjudul “Asuhan Kebidanan Continuity of care pada Ny. M umur 43 tahun di Kelurahan Fatubenao” dengan melakukan Asuhan Kebidanan secara berkesinambungan  pada Ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir (BBL) dan keluarga berencana. Metode yang digunakan adalah deskriptif, teknik Pengumpulan data mengunakan data primer dan sekunder. Setelah melakukan asuhan telah memberikan asuhan kebidanan secara Komprehensif mulai dari Ibu Hamil, Bersalin, Nifas, Bayi dan KB hasilnya hamil dengan normal, bersalin dengan normal, bayi dengan normal, dan sampai dengan KB. Tidak terdapat kesenjagan antara teori dan kasus pada Asuhan Komprehensif kebidanan pada Ny.M dan By. Ny. M di  Kelurahan Fatubenao.
Asuhan Kebidanan Continuty Of Care (COC) pada Ny”J” Umur 20 Tahun di Puskesmas Kota Atambua Dwi Yuliana Wati Soeyono; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) is an important indicator of the level of public health. from a cause of death related to pregnancy disorders or their treatment (excluding accidents or incidental cases) during pregnancy, childbirth and in the postpartum period (42 days after delivery) so that comprehensive care is provided to prevent maternal deaths during pregnancy, childbirth and postpartum. The MMR in Belu Regency in 2022 is trending downward compared to 2020. In 2020 the MMR was 12 cases, and in 2022 it dropped to 6 cases). However, it is still relatively high compared to the maternal mortality rate (MMR) target for Belu district, namely 0 maternal deaths by 2022. The highest proportion of maternal deaths is during the postpartum period and the highest cause of death occurs when it is caused by hypertension and is followed by the second highest cause, namely bleeding and infection. , IMR in Belu Regency in 2022 decreased compared to 2020. In 2022, the infant mortality rate was 48 cases, while the infant mortality rate (IMR) in 2020 was 66 cases. Direct causes of infant death include low birth weight (LBW), postnatal infections (neonatal tetanus, sepsis), hypothermia and asphyxia. Meanwhile, infant deaths from indirect causes are influenced by the external environment and the mother's activities during pregnancy, such as: socio-economic factors, health services, the mother's condition during pregnancy, and environmental influences. Descriptive and the type of descriptive research used is a case study, namely by examining a problem through a case consisting of a single unit. The Single Unit here can contain one person, a group of residents affected by a problem. Monitoring of pregnant women is carried out author 3 times, namely 1 time in the second trimester and 2 times in the third trimester, the monitoring results obtained were the mother's complaints in the third trimester of pregnancy, the mother often had dizziness, felt that the child was moving more and more, the complaint experienced by the mother was anemia in pregnant women and mothers with multiple pregnancies (Gemelly), anemia which is one of the complications of twin pregnancies according to theory, then there is no gap. On February 22 2024, the mother gave birth via SC at Mgr Regional Hospital. Gabriel Manek, SVD, at 10.01 WIT the first baby was born, and at 10.02 WITA the second baby was born, the gender of both babies was male, the baby was healthy but LBW. Newborn baby care was carried out three times from the time they were still being cared for at the regional hospital until they visited twice at the mother's house with care for twins and new babies with LBW. Mother's care at KF 1-KF 4 went well by providing good surgical wound care. The mother used implant birth control and found no problems. Care has been provided comprehensively. There is no gap between theory and cases in Comprehensive Midwifery Care for Mrs. J and By. Mrs. J twins 1 and 2 at UPTD Puskesmas Atambua City.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat. dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidentil) selama kehamilan, melahirkan dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) sehingga dilakukan asuhan komprehensif untuk mencegah kematian ibu selama kehamilan, persalinan dan nifas. AKI di Kabupaten Belu Tahun 2022 trennya mengalami penurunan bila dibandingkan Tahun 2020. Bila di Tahun 2020 AKI sebanyak 12 kasus, dan di Tahun 2022 turun menjadi 6 kasus). Namun masih tergolong tinggi dibanding dengan target angka kematian ibu (AKI) kabupaten Belu yaitu 0 kematian ibu pada tahun 2022. Proporsi kematian Ibu tertinggi yaitu pada masa Nifas dan Penyebab kematian tertinggi terjadi pada saat disebabkan karena Hipertensi dan diikuti penyebab tertinggi kedua yaitu Perdarahan dan Infeksi, AKB di Kabupaten Belu Tahun 2022 menurun bila dibandingkan Tahun 2020. Pada Tahun 2022, Angka Kematian Bayi sebesar 48 kasus, sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) Tahun 2020 sebesar 66 kasus. Penyebab langsung kematian bayi antara lain berat bayi lahir rendah (BBLR), infeksi pasca lahir (tetanus neonatorum, sepsis), hipotermia dan asfiksia. Sedangkan kematian bayi oleh penyebab tidak langsung dipengaruhi oleh lingkungan luar dan aktivitas ibu ketika hamil, seperti: faktor sosial ekonomi, pelayanan kesehatan, keadaan ibu selama kehamilan, dan pengaruh lingkungan. Deskriptif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi penelaahan kasus (Case Study), yakni dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit Tunggal disini dapat berisi satu orang, sekelompok penduduk yang terkena suatu masalah. Pemantauan ibu hamil dilakukan penulis sebanyak 3 kali yaitu 1 kali pada trimester II dan 2 kali pada trimester III, hasil pemantauan yang didapatkan ialah keluhan ibu pada kehamilan trimester III ibu sering pusing, merasa pergerakan anak semakin banyak, keluhan yang di alami ibu merupakan gecaja anemia pada ibu hamil dan ibu dengan kehamilan ganda (Gemelly), anemia yang merupakan salah satu komplikasi dari kehamilan kembar sesuai dengan teori, maka tidak terjadi kesenjangan. Pada tanggal 22 Februari 2024 Ibu melahirkan secara SC di RSUD Mgr. Gabriel Manek,SVD, pukul 10.01 Wita bayi pertama lahir, dan Jam 10.02 Wita Bayi ke dua lahir, jenis kelamin kedua bayi adalah laki-laki, keadaan bayi sehat namun dengan BBLR. Asuhan Bayi baru lahir dilakukan tiga kali sejak masih dirawat diRSUD sampai kunjungan 2 kali kerumah ibu dengan asuhan perawatan bayi kembar dan bari dengan BBLR. Asuhan pada KF 1- KF 4 pada ibu berjalan dengan baik dengan memberikan asuhan perawatan luka operasi yang baik. Ibu menggunakan KB Implan dan tidak ditemukan masalah. Asuhan telah diberikan secara komprehensif. Tidak terdapat kesenjagan antara teori dan kasus pada Asuhan Komprehensif kebidanan pada Ny. J dan By. Ny. J kembar 1 dan 2 di UPTD Puskesmas Kota Atambua.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) Ny. A.S Umur 27 Tahun di UPTD Puskesmas Ainiba Kabupaten Belu Pidhi, Yunitha T.; Afriyani, Luvi Dian
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care in midwifery is a series of continuous and comprehensive service activities ranging from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn and family planning services that connect women's health needs, especially and the personal circumstances of each individual. Midwives have an important role as implementers such as, midwives carry out obstetric care in pregnancy to acceptors of family planning, midwives as managers, such as managing public health activities, especially about mothers and children, and midwives as educators such as, midwives provide education and health counseling to clients, train and guide cadres. In this care, the author uses a descriptive research method of data collection techniques, namely through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliographic studies. The subject in this case study is purposive, which means that the subject is taken based on the existence of a specific purpose. Midwifery care provided to Mrs. A.S which lasts from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate to family planning with a frequency of pregnancy visits as many as 6 times, postpartum 4 times, neonate 3 times, childbirth and family planning are carried out at the Health Center. In Mrs. A.S. The pregnancy process went physiologically without any problems or complications even though in TM 1 the mother complained of nausea, vomiting and dizziness, TM III complained of lower back pain. The entire delivery process takes place normally. In midwifery care during the postpartum period on the 7th day, the mother complained that breast milk came out a little, so the author provided obstetric care by giving KIE oxytocin massage to facilitate breast milk. In providing family planning care, mothers have been given counseling and decided to use 3-Month Injectable Family Planning at the Posyandu. Continuity of care continues to always implement midwifery management, maintain and improve competence in providing care according to the standards of.     Abstrak Asuhan Continuity of care dalam kebidanan adalah serangkaian kegiatan pelayanan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana yang menghubungkan kebutuhan kesehatan perempuan khususnya dan keadaan pribadi setiap individu. Bidan mempunyai peran penting sebagai pelaksana seperti, bidan melakukan asuhan kebidanan kehamilan hingga akseptor KB, bidan sebagai pengelola seperti, mengelola kegiatan-kegiatan kesehatan masyarakat terutama tentang ibu dan anak dan bidan sebagai pendidik seperti, bidan memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan pada klien, melatih dan membimbing kader. Dalam asuhan ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif teknik pengumpulan data yaitu melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Subjek pada studi kasus ini yaitu secara purposive yag artinya pengambilan subjek dilakukan berdasarkan adanya tujuan tertentu yang ingin dicapai. Penelitian ini dimulai sejak tanggal 4 September 2023 sampai dengan 22 Juni 2024. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny.A.S yang berlangsung dari masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 6 kali, nifas 4 kali, neonatus 3 kali, persalinan dan KB dilakukan di Puskesmas . Pada Ny. A.S Proses kehamilan berjalan dengan fisiologis tidak ada masalah maupun komplikasi walaupun pada  TM 1 ibu mengeluh Mual Muntah dan Pusing, TM III  mengeluh Nyeri Punggung Bawah . Seluruh proses persalinan berlangsung dengan secara Normal. Pada asuhan kebidanan masa nifas hari ke 7 ibu mengeluh ASI keluar sedikit, sehingga penulis memberikan asuhan kebidanan dengan memberikan KIE pijat oksitosin untuk memperlancar ASI. Dalam memberikan asuhan kenidanan KB ibu telah diberikan konseling dan memutuskan untuk menggunakan KB Suntik 3 Bulan  di Posyandu. Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuhan sesuai standar pelayanan kebidanan
Asuhan Kebidanan Continuty of Care (COC) pada Ny. Mdn Umur 35 Tahun G3P2002AB000 di Puskesmas Haliwen Maria Matihlda H. Bere Rin; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care in midwifery is a series of continuous and comprehensive service activities starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and planned family services that link women's health in particular and the personal circumstances of each individual. Midwives have an important role as implementers, such as midwives providing midwifery care for pregnancies and family planning acceptors, midwives as managers, such as managing public health activities, especially regarding mothers and children, and midwives as educators, such as midwives providing health education and counseling to clients, training and guiding cadres. In this study the author used descriptive research methods, data collection techniques, namely through interviews, observation, physical examination, supporting examination, documentation study and bibliography study. The subject in this case study is purposive, which means that the subject is selected based on a certain goal to be achieved. This research started from october 30,2023 to june 16 2024, until the date of midwifery care given to Mrs. Mdn which lasted from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate to family planning with a frequency of visits for pregnant women 4 times, postpartum 2 times, neonate 2 times, delivery and family planning were carried out at the health center. For Mrs. Mdn, the pregnancy process proceeded physiologically without any problems or complications, although at TM 1 the mother complained of lower abdominal cramps. TM III complained of lower back pain. The birthing process proceeded normally. During the second postpartum visit there were no complaints. In providing birth control midwifery care, the mother has been given counseling and decided to use 3-monthly birth control injections at the community health center after giving birth. Continuous midwifery care (continuity of care) then always applies midwifery management, maintains and binds competence in providing care according to midwifery service standards.   Abstrak Asuhan continuity of care dalam kebidanan adalah serangkaian kegiatan pelayanan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan,  nifas, bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berenana yang menghubungkan kesehatan perempuan khususnya dan keadaan pribadi setiap individu. Bidan mempunyai peran penting sebagai pelaksana seperti, bidan melakukan asuhan kebidanan kehamilan hingga akseptor KB, bidan sebagai pengelola seperti, mengelola kegiatan – kegiatan kesehatan masyarakat terutama tentang ibu dan anak dan bidan sebagai pendidik seperti, bidan memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan pada klien, melatih dan membimbing kader. Dalam asuhan ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif teknik  pengumpulan data yaitu melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Subjek pada studi kasus ini yaitu secara purosive yang artinya pengambilan subjek dilakukan berdasarkan adanya tujuan tertentu yang ingin dicapai. Penelitian ini dimulai sejak tanggal 30 oktober 2023 sampai dengan tanggal 16 juni 2024 asuahan kebidanan yang diberikan pada Ny.MDN yang berlangsung dari masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 4 kali, nifas 2 kali, neonatus 2 kali, persalinan dan KB dilakukan di puskesmas. Pada Ny.MDN proses kehamilan berjalan dengan fisiologis tidak ada masalah maupun komplikasi walaupun pada TM 1 ibu mengeluh kram perut bagian bawah. TM III mengeluh nyeri pingang. Proses persalinan berjalan dengan normal. Pada masa nifas kujungan ke 2 tidak ada keluhan. Dalam memberikan asuhan kebidanan KB ibu tela diberikan konseling dan memutuskan untuk menggunakan KB suntikan 3 bulanan di puskesmas setelah melahirkan. Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahanakan dan mengikatkan kompetensi dalam memberikan asuhan sesuai standar pelayanan kebidanan.
Edukasi Massage Endorphin untuk Mengatasi Rasa Nyeri dan Kecemasan pada Ibu Hamil di Desa Medayu Sholikhah, Daimatus; Angelica Toding , Sebrianti; Eti Salafas; Cahyaningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnant women who experience pain will mostly feel anxious, especially since the opening process is long and the baby is not born. Endorphin massage is a light massage therapy that can stimulate the body to release endorphin compounds that can help relieve pain and cause a sense of comfort, so that it can overcome anxiety during the delivery process. The goal after efforts to increase knowledge is expected to increase the knowledge of pregnant women in Medayu Village, Suruh District, Semarang Regency in overcoming pain and anxiety during childbirth. The method of implementation is with lectures and demonstrations. The media used are video and power point. The results obtained before being given health education about endorphin massage were 40%, the average result after being given health education about endorphin massage increased to 90%. Pregnant women have good knowledge of how to reduce pain and anxiety during childbirth. The conclusion of the activity was carried out smoothly and received a good response from the participants. Participants can find out about how to reduce pain and anxiety during childbirth by doing endorphin massage in Medayu Village, Suruh District, Semarang Regency.   Abstrak Ibu bersalin yang mengalami nyeri sebagian besar akan merasa cemas, apalagi proses pembukaan yang lama dan bayi tidak kunjung lahir. Endorphin massage merupakan terapi pemijatan ringan yang dapat merangsang tubuh untuk melepaskan senyawa endorphin yang bisa membantu pereda rasa sakit dan menimbulkan rasa nyaman, sehingga dapat mengatasi rasa cemas pada saat proses persalinan. Tujuan setelah dilakukan upaya peningkatan pengetahuan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil di Desa Medayu Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang dalam mengatasi nyeri dan kecemasan saat persalinan nanti. Metode pelaksanaan dengan ceramah dan demonstrasi. Media yang digunakan yaitu video dan power point. Hasil yang didapat sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang massage endorphin sebanyak 40%, hasil rata-rata sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang massage endorphin meningkat menjadi 90%. ibu hamil mempunyai pengetahuan yang baik tentang cara mengurangi rasa nyeri dan kecemasan saat persalinan nanti. Kesimpulan kegiatan terlaksana dengan lancar dan mendapatkan respon baik oleh peserta. Peserta dapat mengetahui tentang cara mengurangi rasa nyeri dan kecemasan saat persalinan dengan melakukan endorphin massage di Desa Medayu Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang.
Penerapan Akupresure untuk Mengurangi Nyeri Haid pada Remaja Putri Priskila, Antika; Rizki, Milya; Khayati, Yulia Nur; Veftisia, Vistra
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is a painful condition that occurs during menstruation and can significantly disrupt daily activities. This menstrual pain is a common complaint among many women and is considered a symptom rather than a disease. The primary cause of dysmenorrhea is the increase in prostaglandin F2 alpha levels in the body. When progesterone hormone levels decrease, prostaglandin levels rise, leading to increased uterine muscle tone and excessive uterine contractions. One midwifery care intervention to reduce menstrual pain or dysmenorrhea is acupressure, which involves massaging or applying pressure to specific meridian points on the body. Dysmenorrhea remains a prevalent issue among adolescent girls in Kenteng Village, yet there has been no intervention to address this problem. Menstrual pain or dysmenorrhea can affect the daily activities of adolescent girls, causing difficulty in concentration, emotional conflicts, tension, anxiety, disruption of the learning process, discomfort, and decreased participation in learning activities. Based on these issues, a community service activity was deemed necessary. The program began with an opening session and a pre-test, followed by the delivery of material on acupressure to reduce menstrual pain and a practical session on acupressure techniques. The activity concluded with a closing session and a post-test, attended by 17 adolescent girls. The results showed an increase in the knowledge of adolescent girls about acupressure to reduce menstrual pai.   Abstrak Dismenore adalah rasa nyeri yang terjadi saat menstruasi dan bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Nyeri haid ini merupakan keluhan umum yang dialami oleh banyak perempuan dan merupakan gejala, bukan penyakit. Penyebab utama dismenore adalah peningkatan prostaglandin F2 alfa dalam tubuh. Ketika kadar hormon progesteron menurun, prostaglandin akan meningkat, yang kemudian menyebabkan peningkatan tonus atau kekakuan otot rahim dan kontraksi rahim yang berlebihan. Salah satu asuhan kebidanan yang dapat diberikan untuk mengurangi nyeri haid atau dismenore adalah akupresure. Akupresure adalah pemijatan atau penekanan pada  titik-titik  meridian tubuh. Permasalahan nyeri haid atau dismenore ini masih banyak terjadi pada remaja putri di dusun kenteng namun belum ada penanganan untuk mengatasinya.  Padahal, nyeri haid atau dismenore dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari remaja putri diantaranya sulit berkonsentrasi, konflik emosional, ketegangan, kecemasan, dan mengganggu proses belajar, merasa kurang nyaman, penurunan keaktifan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan  masalah yang muncul, maka diperlukanlah kegiatan pengabdian masyarakat untuk mengatasi hal tersebut. Kegiatan diawali dengan pembukaaan dan pree test , kedua penyampaian materi tentang Akupresure untuk mengurangi nyeri haid pada remaja putri sekaligus praktik melakukan akupresure untuk mengurangi nyeri haid, ketiga penutup dan post tes yang di hadiri oleh 17 remaja putri. Dari kegiatan tersebut didapatkan ada peningkatan pengetahuan remaja putri tentang akupresure untuk mengurangi nyeri haid pada remaja putri.
Pemberdayaan Mayarakat Melalui Program Gotong Royong Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Kelurahan Wonotirto, Kecamatan Samboja Juraidah, Elisah; Sasanti, Dewi Ari; Elmiani, Heni; Devi; Eke Suriyani; Desira Ana Natalia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Family Medicinal Plants (TOGA) are plants that have positive pharmacological effects on the human body. These plants are usually grown on a home or communal scale.  Planting TOGA in your yard can be one of the criteria for a healthy home.  This plant is widely used as traditional medicine and the manufacturing process can also be done easily.  Family Medicinal Plants (TOGA) has a role as a means of providing traditional medicines that can be used for oneself and even the community in general. The community partnership program aims to increase community understanding and skills through socialization of the use of TOGA to create a healthy community in Wonotirto Village. There are 2 main components discussed in the community's understanding and skills, including: understanding the types of TOGA, understanding the properties/benefits of the TOGA plant.  The problem in society is that there are still very few people who empower their home gardens to plant toga plants.  The aim of this activity is to increase the knowledge of PKK women and the community about the types of TOGA, the properties/benefits of TOGA, and to show the procedures for planting TOGA on limited land.  The method used is discussion and question and answer.  The result of this service is that the community has used their home gardens to plant toga plants.   Abstrak Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah tanaman yang memiliki efek farmakologis positif terhadap tubuh manusia.Tanaman ini biasanya ditanam di skala rumah maupun komunal. Penanaman TOGA di pekarangan rumah dapat menjadi salah satu kriteria rumah sehat. Tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional dan proses pembuatannya juga dapat dilakukan dengan mudah. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) memiliki peran sebagai salah satu sarana penyediaan obat-obatan tradisional yang dapat dimanfaatkan untuk diri sendiri bahkan masyarakat secara umum.Program kemitraan masyarakat mempunyai tujuan untuk meningkatnya pemahaman dan keterampilan masyarakat melalui Sosialisasi Penggunaan TOGA Untuk mewujudkan masyarakat Sehat di Kelurahan Wonotirto . Ada 2 komponen pokok yang dibahas dalam pemahaman dan keterampilan masayarakat meliputi: memahami tentang jenis-jenis TOGA, memahami tentang khasiat/manfaat tanaman TOGA. Masalah dalam masyarakat adalah masih sedikitnya masyarakat yang memberdayakan pekarangan rumah untuk ditanami tanaman toga. tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK dan masyarakat tentang jenis-jenis TOGA, khasiat/manfaat TOGA, dan menampilkan tata cara menanam TOGA dengan lahan yang terbatas. Metode yang digunakan adalah dengan diskusi serta tanya jawab. Hasil dari pengabdian ini adalah masyarakat telah memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami dengan tanaman toga.
Literature Review: Faktor- Faktor yang Memengaruhi Pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini Yuliastuti, Evy; Septiningrum; Retnowati, Aryani; Hartini; Purwati; Fatchiyah, Siti; Windayanti, Hapsari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early initiation of breastfeeding is giving breast milk to baby new born in time first hour after birth. IMD Alone called as decider success of exclusive breastfeeding. Initiation Early Breastfeeding provides a number of benefit among them give a number of protection to infection for baby Because content rich in colostrum antibodies, contact skin to skin guard baby from hypothermia, as well reduce risk postpartum hemorrhage due to stimulation suction baby which stimulates the mother's uterus For contracting. Although Lots benefit which obtained from implementation of this IMD but scope its implementation Still low, the IMD rate globally is only (42%) of all over baby baby born. Many factors are related with IMD among them practice culture, presence antenatal care, way childbirth, and also the number influencing parity implementation of Early Breastfeeding Initiation. The purpose of study This is For review available evidence about effectiveness from IMD as well choose the right strategy For support success its implementation. Method study which used is literature review, where The research taken is study which published in 2019- 2024. Search study related with The effectiveness of IMD and various factors that influence it. IMD has Lots researched increasen success exclusive and partial breastfeeding influence decline number death baby caused hypothermia There is several factors influence The implementation of IMD includes methods childbirth, level knowledge Mother about IMD, attendance no antenatal care yet equally.   Abstrak Inisiasi Menyusu Dini adalah pemberian ASI kepada bayi baru lahir dalam waktu satu jam pertama setelah kelahiran. IMD itu sendiri disebut sebagai penentu keberhasilan ASI Ekslusif. Inisiasi Menyusu Dini memberikan beberapa manfaat diantaranya memberikan beberapa perlindungan terhadap infeksi bagi bayi karena kandungan kolostrum yang kaya akan antibody, kontak kulit ke kulit menjaga bayi dari hipotermi, serta mengurangi resiko perdarahan postpartum karena stimulasi hisapan bayi yang merangsang Rahim ibu untuk berkontraksi. Walaupun banyak manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan IMD ini tapi cakupan pelaksanaannya masih rendah, tingkat IMD secara global hanya (42%) dari seluruh bayi bayi lahir. Banyak faktor yang berhubungan dengan IMD diantaranya praktik budaya, kehadiran layanan antenatal, cara persalinan, dan juga jumlah paritas yang memengaruhi pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau bukti yang tersedia mengenai efektifitas dari IMD serta memilih strategi yang tepat untuk mendukung keberhasilan pelaksanaanya. Metode penelitian yang digunakan adalah literatur review, penelitian yang diambil merupakan penelitian yang dipublikasikan pada Tahun 2019–2024. Pencarian penelitian terkait dengan Faktor- fakto yang mempengaruhi Pelaksanaan IMD. IMD telah banyak diteliti meningkatkan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif dan turut memengaruhi penurunan angka kematian bayi yang disebabkan hipotermi. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi pelaksanaan IMD antara lain cara persalinan, tingkat pengetahuan ibu tentang IMD, kehadiran layanan antenatal yang belum merata.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny SL Umur 27 Tahun G1P0A0 di Puskesmas Kota Atambua Juliana Noronha Dos Santos; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The period of pregnancy, childbirth, postpartum, neonate is a physiological condition that may threaten the life of the mother and baby and even cause death. One effort that can be made is implementing a comprehensive midwifery care model that can optimize early detection of high maternal neonatal risk. The aim of the research was to analyze the implementation of midwifery care for pregnant women, maternity, postpartum, BBL and family planning. Analytical descriptive observational research method. The case study approach to the implementation of midwifery care includes care for pregnancy, childbirth, newborns, postpartum and family planning (KB). The sample is a pregnant woman in the third trimester, 34 weeks gestation, G1P0A0. Research time 23 – December to 04-March-2024- at the Atambua City Health Center. The research instrument uses the SOAP documentation method with a Varney management mindset. Collection techniques use primary data through interviews, observations, physical examinations, KIA books. The results of the care obtained by Mrs. S.L G1P0A0 39 weeks gestation. The birth took place normally and received antibiotic therapy and mefenamic acid. The postpartum period was normal, there was no bleeding, good uterine contractions, lochea rubra, grade 2 perennial wounds, the mother received vitamin A. In the newborn the results of the anthropometric examination were normal, SHK was negative and OEA passed. Mrs.S.L decided to use implant birth control.   Abstrak Masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus merupakan suatu keadaan fisiologis yang kemungkinan mengancam jiwa ibu, bayi bahkan menyebabkan kematian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan menerapkan model asuhan kebidanan komperhensif yang dapat mengoptimalkan deteksi dini resiko tinggi maternal neonatal. Tujuan penelitian melakukan analisis pelaksanaan asuhan kebidanan ibu hamil, bersalin, nifas, BBL dan KB. Metode penelitian observasional deskriptif ana;itik. Pendekatan studi kasus pada pelaksanaan asuhan kebidanan meliputi asuhan kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan keluarga berencana (KB). Sample adalah seorang ibu hamil trimester III usia kehamilan 34 minggu, G1P0A0. Waktu penelitian 23 – desember sampai  04-Maret-2024-di Puskesmas Kota Atambua. Instrumen penelitian menggunakan metode dokumentasi SOAP dengan pola pikir manajemen varney. Tehnik pengumpulan menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, buku KIA. Hasil asuhan didapatkan Ny. S.L G1P0A0  usia kehamilan 39  minggu. Persalinan berlangsung secara normal dan mendapatkan terapi antibiotik dan asam mefenamat. Masa nifas berlangsung normal, tidak ada perdarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra, luka perenium grade 2, ibu mendapatkan vitamin A. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal, SHK negative dan OEA lulus. Ny.S.L  memutuskan untuk menggunakan KB Implan.
Prenatal Yoga untuk Mengatasi Ketidaknyamanan Ibu Hamil Tasuib, Maria Jessyca; Ulfi Amalia; Hapsari Windayanti; Widayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prenatal yoga is a skill to process the mind, in the form of a comprehensive personality development technique and the readiness of pregnant women both physically, psychologically and spiritually. Pregnant women are said to be physically ready if they are not easily tired, weak, flexibility and endurance increase and decrease back pain. Yoga counseling for pregnant women as an effort to reduce back pain in Medayu Village, Suruh District, Semarang Regency which was attended by 10 pregnant women. The implementation of Community Service was carried out on Monday, June 10, 2024 offline, with a method with an introduction first, then filling out the pre test, then presenting the material and continuing with a yoga demonstration, then a question and answer process, then filling out the post test, and finally closing. Counseling participants understand and understand how to do pregnancy yoga to reduce back pain in pregnant women and can establish communication between the proposing team and the mothers who carry out counseling. There is an increase in the knowledge and skills of mothers, as seen from the data of the percentage of good 100%(post test). It is hoped that mothers can practice yoga for pregnant women at home independently to overcome back pain and participants will feel enthusiastic about their presence, responsibility and practicing yoga for pregnant women.   Abstrak Prenatal yoga merupakan keterampilan mengolah pikiran, berupa teknik pengembangan kepribadian secara menyeluruh dan kesiapan ibu hamil baik fisik, psikologis dan spiritual. Ibu hamil dikatakan siap secara fisikapabila tidak mudah lelah, lemas, fleksibilitas dan daya tahan tubuh meningkat dan penurunan nyeri punggung. Penyuluhan yoga ibu hamil sebagai upaya untuk mengurangi nyeri punggung di Desa Medayu, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang yang di ikuti 10 ibu hamil. Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat dilakukan Hari Senin, 10 Juni 2024 secara luring (offline), dengan metode dengan perkenalan terlebih dahulu selanjutnya pengisian pre test, kemudian pemaparan materi dan dilanjutkan demonstrasi yoga, berikutnya proses tanya jawab kemudian pengisian post test dan terakhir penutup. Peserta penyuluhan mengerti dan memahami cara melakukan Yoga hamil Untuk mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil dan bisa terjalin komunikasi baik tim pengusul dan para ibu yang melakukan penyuluhan. Terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu, yang dilihat dari data presentase baik 100%(post test). Diharapkan ibu-ibu dapat mempraktikkan yoga ibu hamil dirumah secara mandiri dalam mengatasi nyeri punggung serta peserta merasa antusias dalam kehadiran, bertanggungjawab dan mempraktikkan yoga ibu hamil.