cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 802 Documents
Pengaruh Yoga Prenatal terhadap Ketidaknyamanan pada Ibu Hamil Trimester II Isni Anggraeni Hidayah; Putri Puspita Sari; Ninik Christiani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy involves various physiological changes, including physical changes, changes in the digestive system, respiratory system, urinary tract system, musculoskeletal system, and circulation. Physiological changes and psychological adaptations cause discomfort to pregnant women in each trimester. Several preventive measures can be taken during pregnancy so that the mother and fetus remain healthy, and a normal birth process will occur, such as light exercise, morning walks, aerobics, pregnancy exercises, static cycling, dancing, and yoga. Prenatal yoga is a physical activity specifically designed for pregnant women, focusing on yoga principles adapted to the physical and psychological needs of pregnant women. Prenatal yoga can provide benefits for the mental and physical health of pregnant women. The aim of this activity is to increase pregnant women's knowledge about the benefits of prenatal yoga in overcoming discomfort in the second trimester of pregnancy. Community service will be carried out in three stages: the first stage involves making preparations by collaborating with community service partners and obtaining permits from the Ibnusina Balikpapan Clinic. The second stage involves conducting outreach and prenatal yoga training to reduce discomfort in the second trimester by providing pretest questionnaires, delivering materials, and practicing prenatal yoga. The third stage involves evaluating pregnant women by administering several posttest questionnaires and conducting direct question-and-answer sessions. From the results of community service, which was attended by 10 pregnant women, it was found that the average level of knowledge of pregnant women before the education was 50, and after the education, it was 93. This shows an increase in knowledge among pregnant women after receiving health education. It is hoped that health workers will carry out prenatal yoga on an ongoing basis to improve the well-being of pregnant women. Abstrak Kehamilan melibatkan berbagai perubahan fisiologis antara lain perubahan fisik, perubahan sistem pencernaan, sistem respirasi, sistem traktus urinarius,muskuloskeletal dan sirkulasi. Perubahan fisiologis dan adaptasi psikologis menyebabkan ketidaknyamanan pada pada ibu hamil di setiap trimester. Beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan selama kehamilan agar ibu dan janin berada dalam kondisi sehat serta nantinya terjadi proses persalinan normal yaitu olahraga ringan jalan pagi, aerobic, senam hamil, bersepeda statis, menari, dan yoga. Prenatal yoga adalah kegiatan fisik yang dirancang khusus untuk ibu hamil, yang berfokus pada prinsip-prinsip yoga yang telah disesuaikan dengan kebutuhan fisik dan psikis ibu hamiL. Prenatal yoga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental dan fisik ibu hamil. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat prenatal yoga dalam mengatasi ketidaknyamanan kehamilan trimester II. Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 Metode yaitu Metode Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan kerja sama mitra pengabdian masyarakat dengan cara melakukan perizinan kepada Pihak Klinik Ibnusina Balikpapan. Metode Kedua Melakukan sosialisasi dan pelatihan Yoga prenatal untuk mengurangi ketidaknyamanan pada trimester II dengan cara memberikan kuesioner pretest, pemberian materi dan praktek yoga prenatal. Metode Ketiga Melakukan evaluasi kepada ibu hamil dengan memberikan beberapa kuesioner posttest dan tanya jawab secara langsung. Dari hasil pengabdian Masyarakat yang diikuti oleh 10 ibu hamil didapatkan Rata-rata Tingkat pengetahuan ibu hamil sebelum dilakukan edukasi adalah 50 dan setelah dilakukan edukasi adalah 93. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan pada ibu hamil setelah diberikan edukasi kesehatan. Diharapkan tenaga kesehatan untuk melakukan prenatal yoga secara berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan ibu hamil.
Peningkatan Kesehatan Keluarga dengan Asuhan Kebidanan Komunitas Anggi; Imelda Jumita Seingo; Istiqomah; Yuni Fitria; Yulia Nur Khayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community midwives are midwives who work A community is a collection of people in large numbers who form a social group who work together to achieve common interests or goals, occupying a certain area for quite a long time and therefore producing a culture (customs, norms and values) that is common basis, thereby forming a social system that can fulfill its own needs, both the need for self-organization, self-reproduction and self-creation. Community midwifery practice at Ngudi Waluyo University was carried out on May 21 2024. At the end of the community service activities, students were able to carry out community midwifery services which included assessment, problem analysis, problem formulation, determining problem priorities, planning, implementing, and evaluating problems that arise in particular. in pregnant women, postpartum mothers and toddlers. The method used in community midwifery services is the problem solving circle ultrasound approach. Study, determine the problem, evaluate determine the solution determine implementation, the results of the activities that have been carried out are several problems that occur in 4 villages, namely the lack of knowledge of mothers who have toddlers about malnutrition, nutritional needs and food processing in children, lack of knowledge pregnant women about the importance of taking fe tablets regularly, consuming foods that contain iron, and the lack of knowledge of pregnant women about the dangers of pregnancy at <20 years of age, lack of knowledge of mothers about the types and importance of using contraceptives.   Abstrak Komunitas adalah suatu kumpulan orang-orang dalam jumlah yang banyak dan membentuk kelompok sosial yang bekerja sama untuk mencapai kepentingan atau tujuan bersama, menempati suatu wilayah tertentu dalam waktu yang cukup lama dan karenanya menghasilkan suatu kebudayaan  (adat istiadat, norma dan nilai) yang di jadikan dasar bersama, sehingga membentuk suatu sistem sosial yang dapat memenuhui kebutuhannya sendiri, baik kebutuhan untuk mengatur diri sendiri, reproduksi sendiri maupun penciptaan sendiri. Praktik komunitas kebidanan Universitas Ngudi Waluyo dilakukan pada tanggal 21 Mei 2024. Pada akhir kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa mampu melaksanakan pelayanan kebidanan komunitas yang meliputi pengkajian, Analisa masalah, perumusan masalah, menentukan prioritas masalah, melakukan perencanaan, melakukan pelaksanaan, dan mengevaluasi masalah yang muncul khususnya pada ibu hamil, ibu nifas dan balita. Metode yang digunakan dalam pelayanan kebidanan komunitas yakni dengan pendekatan problem solving circle USG. Pengkajian, menentukan  masalah, mengevaluasi menentukan penyelesaian menentukan implementasi, hasil dari kegiatan yang sudah dilakukan di dapatkan beberapa masalah yang terjadi di 4 Desa terdapat beberapa masalah yaitu kurangnya pengetahuan ibu yang memiliki balita tentang gizi buruk, kebutuhan nutrisi dan pengolahan makanan pada anak, kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya minum tablet fe secara teratur, mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, dan kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang bahaya kehamilan di usia <20 tahun, kurangnya pengetahuan ibu tentang jenis-jenis dan pentingnya penggunaan alat kontrasepsi.
Literature Review: Peran Ibu dalam Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif Yenny Rahmawati; Hapsari Windayanti; Indriyani Suroso; Kurniawati; Amilatun Azizah; Sairoh; Tri Fitriana Sakti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The World Health Organization Who (2019) recommends to mothers around the world to breastfeed their babies exclusively for the first 6 (six) months after the baby is born to achieve optimal growth, development and health. This recommendation has been followed by various countries in the world, one of which is Indonesia. UNICEF (United Nations International Children's Emergency Fund) states that 30 thousand deaths of children under five in Indonesia and 10 million deaths of children under five worldwide every year can be prevented through exclusive breastfeeding for 6 months from the first after the birth of the baby without giving additional food and drinks to the baby. The Indonesian government realizes the importance of infants' right to exclusive breastfeeding and its impact by issuing a series of restrictions. The provisions of Government Regulation No. 33 of 2012 clearly stipulate that "every mother who gives birth must give exclusive breast milk to the baby born except in the event that there is a medical indication, the mother is not present and the mother is separated from the baby or in other words it can be said that it is a necessity for the mother who gives birth to refuse the feeding of infant formula milk and other baby products. Although breastfeeding has become an Indonesian culture, efforts to improve the behavior of exclusively breastfeeding mothers are still needed because in reality the practice of exclusive breastfeeding has not been fully implemented. One of the reasons for the unsuccessful implementation of exclusive breastfeeding in Indonesia is the factor of working mothers. The purpose of this literature review is to find out the relationship between mothers' work and the success of exclusive breastfeeding. A total of 4 articles obtained from the google schooler and pubmed databases that match keywords with the inclusion criteria for articles published in 2019-2024, can be accessed in full pdf and are review articles. The results of the literature review of the 4 articles showed that there was a significant relationship between mothers' work and exclusive breastfeeding Conclusion, Mother's work is an important factor for the success of exclusive breastfeeding. Abstrak World Health Organization Who (2019) merekomendasikan kepada ibu di seluruh dunia untuk menyusui bayinya secara ekslusif selama 6 (enam) bulan pertama setelah bayi dilahirkan untuk mencapai pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan yang optimal. Anjuran tersebut telah diikuti oleh berbagai negara di dunia, salah satunya Indonesia. UNICEF (united nations international children’s emergency fund) menyatakan bahwa 30 ribu kematian anak balita di indonesia dan 10 juta kematian balita diseluruh dunia setiap tahun dapat dicegah melalui pemberian ASI Ekslusif selama 6 bulan sejak pertama setelah kelahiran bayi tanpa memberikan makanan dan minuman tambahan kepada bayi. Pemerintah indonesia menyadari pentingnya hak bayi atas ASI ekslusif dan dampaknya dengan mengeluarkan serangkaian perindang-undangan. Ketentuan PP No. 33 tahun 2012 jelas mengatur bahwa  setiap ibu yang melahirkan harus memberikan ASI Eksklusif kepada bayi yang dilahirkan kecuali dalam hal terdapat indikasi medis, ibu tidak ada dan ibu terpisah dati bayinya atau dengan kata lain bisa dikatakan keharusan bagi ibu yang melahirkan untuk menolak pemberian susu formula bayi dan produk bayi lainnya. Meskipun menyusui bayi sudah menjadi budaya Indonesia, namun upaya meningkatkan perilaku ibu menyusui ASI eksklusif masih diperlukan karena pada kenyataannya praktek pemberian ASI Eksklisif belum dilaksanakan sepenuhnya. Salah satu penyebab belum berhasilnya pelaksanaan ASI eksklusif di Indonesia adalah faktor ibu yang bekerja. Tujuan dari literatur review ini adalah untuk mengetahui hubungn pekerjaan Ibu terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Sebanyak 4 artikel yang didapat dari data base google schooler dan pubmed yang sesuai kata kunci dengan kriteria inklusi artikel terbit tahun 2019-2024, bisa diakses full pdf dan merupakan artikel ulasan review. Hasil literature review dari 4 artikel tersebut, menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pekerjaan ibu dengan pemberian ASI ekslusif Kesimpulan, Pekerjaan ibu merupakan faktor yang penting bagi keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
Pijat Oksitosin sebagai Upaya Meningkatkan Produksi ASI Siti Soimi; Dewi Nurani Suci; Cahyaningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of lack of breast milk production in postpartum mothers is very often found. This is due to the lack of knowledge of postpartum mothers about oxytocin massage. Moreover the hospital has never carried out education or counseling regarding oxytocin massage for postpartum mothers to facilitate or increase breast milk production. This research aims to carry out oxytocin massage activities for post-partum mothers and evaluate knowledge of oxytocin massage for post-partum mothers. The implementation of activities was carried out in three stages, namely problem, solution and evaluation. Based on the results of the pre-test and post-test, the results showed that there was an increase in post-partum mothers' knowledge about oxytocin massage to overcome breastfeeding problems and increase breast milk production after being given health education or health counseling.   Abstrak Permasalahan kurangnya produksi ASI pada ibu postpartum sangat sering ditemukan. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan ibu postpartum tentang pijat oksitosin. Selain itu pelaksanaan edukasi atau penyuluhan tentang pijat oksitosin pada ibu nifas untuk memperlancar atau meningkat produksi ASI belum pernah dilakukan oleh pihak rumah sakit. pengabdian ini bertujuan untuk melaksanakan kegiatan pijat oksitosin pada ibu post partum dan melakukan evaluasi pengetahuan pijat oksitosin pada ibu postpartum. Disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan ibu post partum tentang pijat oksitosin untuk mengatasi permasalahan ASI dan meningkatkan produksi ASI sesudah diberikan pendidikan kesehatan atau penyuluhan kesehatan. Saran untuk kelanjutan kegiatan ini pada tahapan berikutnya yaitu dengan mengkoordinasikan dengan kepala ruang untuk dapat memberikan pelatihan pijat oksitosin dalam upaya mengatasi permasalah kurangnya produksi ASI secara lebih efektif, efisien dan menyeluruh. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan tiga tahap yaitu permasalahn, solusi dan evaluasi. Berdasarkan hasil pre test dan post test menunjukkan hasil bahwa terjadi peningkatan pengetahuan ibu post partum tentang pijat oksitosin untuk mengatasi permasalahan ASI dan meningkatkan produksi ASI sesudah diberikan pendidikan kesehatan atau penyuluhan kesehatan.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. M Umur 35 Tahun di Posyandu Flamboyan Anggi; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care in midwifery is a series of continuous and comprehensive service activities starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care and family planning services that connect the health needs of women in particular and the personal circumstances of each individual. Data obtained from the flamboyant posyandu in 2024 included ANC visits for pregnant women, 12 people in K1 and 18 people in K4, 10 people in labor, 10 newborns, 10 postpartum mothers and 70 family planning acceptors. person. During the study, the author carried out continuous midwifery care for pregnant women giving birth, postpartum and newborn babies (BBL). Midwives have an important role as implementers, such as midwives providing midwifery care for pregnancy and family planning acceptors, midwives as administrators, such as managing community health activities, especially regarding mothers and children, and midwives as educators, such as midwives providing health education and counseling to clients, training and guiding cadres. Based on the results of the study conducted on Mrs. M at Posyandu Flamboyan, during the study, the author carried out continuous midwifery care for pregnant women, giving birth, postpartum, newborn babies (BBL) and using contraceptives.   Abstrak Continuity of care dalam kebidanan adalah serangkaian kegiatan pelayanan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, pelayanan bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana yang menghubungkan kebutuhan kesehatan perempuan khususnya dan keadaan pribadi setiap individu. Data yang di peroleh dari posyandu flamboyan pada tahun 2024 kunjungan ANC pada ibu hamil, K1 sebanyak  12 orang dan K4 sebanyak 18 orang, ibu yang bersalin sebanyak 10 orang, bayi baru lahir sebanyak 10 orang, ibu nifas sebanyak 10 orang dan akseptor KB sebanyak 70 orang. Selama pengkajian dilakukan penulis melakukan asuhan kebidanan secara berkelanjutan pada ibu hamil bersalin, nifas, bayi baru lahir (BBL). Bidan mempunyai peran penting sebagai pelaksana seperti, bidan melakukan asuhan kebidanan kehamilan hingga akseptor KB, bidan sebagai pengelola seperti, mengelola kegiatan-kegiatan kesehatan masyarakat terutama tentang ibu dan anak dan bidan sebagai pendidik seperti, bidan memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan pada klien, melatih dan membimbing kader. Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan pada Ny. M di Posyandu Flamboyan selama pengkajian di lakukan, penulis melakukan asuhan kebidanan secara berkelanjutan pada ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir (BBL) dan pemakaian alat kontrasepsi.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) dengan Normal Yuni Fitria; Isfaizah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The period of pregnancy, childbirth, postpartum, neonate is a physiological condition that may threaten the life of the mother and baby and even cause death. One effort that can be made is implementing a comprehensive midwifery care model that can optimize the detection of highrisk maternal neonates. The aim of the research was to analyze the implementation of midwifery care for pregnant women, maternity, postpartum, BBL and family planning. Analytical descriptive observational research method. The case study approach to the implementation of midwifery care includes care for pregnancy, childbirth, newborns, postpartum, and family planning (KB). The sample used was a pregnant woman in the second trimester with a gestational age of 16 weeks, G2P1A0. The time for carrying out this research will start in November 2023 – June 2024 in the Sekadau area and the work area of the Independent Practice of Midwife Henny Oktafianti Oktafianti. This research instrument uses the SOAP documentation method with a Varney management mindset. This data collection technique uses primary data through interviews, observation, physical examination. The results of the care obtained by Mrs. D G2P1A0 gestational age 16 weeks single fetus alive intrauterine. The birth took place normally without any problems. The postpartum period was abnormal and bleeding occurred because the perineal suture was not good, uterine contractions were good, lochea rubra, the mother received vitamin A. In the newborn the results of the anthropometric examination were normal, Mrs. D decided to use 3-month injectable birth control.   Abstrak Masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus merupakan suatu keadaan fisiologis yang kemungkinan mengancam jiwa ibu, bayi bahkan menyebabkan kematian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan menerapkan model asuhan kebidanan komperehensif yang dapat mengoptimalkan deteksi risiko tinggi maternal neonatal. Tujuan penelitian melakukan analisis pelaksanaan asuhan kebidanan ibu hamil, bersalin, nifas, BBL dan KB. Metode penelitian observasional desktiptif analitik. Pendekatan studi kasus pada pelaksanaan asuhan kebidanan meliputi asuhan kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, dan keluarga berecana (KB). Sampel yang di gunakan adalah seorang ibu hamil trimester II dengan usia kehamilan 16 minggu, G2P1A0. Waktu pelaksanaan penelitian ini di mulai pada bulan november 2023 – juni 2024 di sekitar wilayah sekadau dan wilayah kerja Praktik Mandiri Bidan Henny Oktafianti oktafianti. Instrumen penelitian ini menggunakan metode dokumentasi SOAP dengan pola pikir manajemen varney. Teknik dalam pengumpulan data ini menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik. Hasil asuhan didapatkan Ny. D G2P1A0 usia kehamilan 16 minggu janin Tunggal hidup intrauterine. Persalinan berlansung dengan normal tanpa ada kendala apapun. Masa nifas berlangsung tidak normal dan terjadi pendarahan karena jahitan perineum kurang bagus, kontraksi uterus baik, lochea rubra, ibu mendapatkan vitamin A. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal, Ny. D memutuskan menggunakan KB suntik 3 bulan.
Penerapan Latihan Yoga Rileksasi untuk Mengurangi Kecemasan pada Ibu Hamil di Wilayah Kecamatan Sumowono (Desa Candigaron, Desa Sumowono dan Desa Kemintir) Bella Safitri; Maria Rumperiai, Juliana; Sari, Kartika; Andayani, Ari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the application of yoga relaxation. Yoga Relaxation in reducing anxiety in pregnant women in Candigaron Village, Sumowono Village and Kemintir Village. Yoga relaxation is a relaxation technique that combines body movements with meditation and breathing. Yoga can help relieve stress and anxiety in pregnant women, increase flexibility and body strength. Practicing yoga regularly throughout pregnancy can condition the physical and mental to become stronger, sturdy but flexible and flexible to adjust to various unpleasant situations. The research method used was practical hands-on research, in which the researcher was directly involved in providing relaxation yoga exercises to pregnant women with anxiety. The research sample consisted of mothers who met the inclusion criteria and were taken from Candigaron Village, Sumowono Village and Kemintir Village. This study used a pre-test post-test experimental research design with a group of 7 pregnant women. The yoga relaxation training group received yoga relaxation training sessions. It is hoped that the results of this study can provide a better understanding of the effectiveness of practicing yoga relaxation in reducing anxiety in pregnant women in Candigaron Village, Sumowono Village and Kemintir Village.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan yoga rileksasi. Yoga Rileksasi dalam mengurangi kecemasan pada ibu hamil di Desa Candigaron, Desa Sumowono dan Desa Kemintir. Rileksasi yoga adalah teknik rileksasi yang menggabungkan gerakan tubuh dengan meditasi dan pernapasan. Yoga dapat membantu meredakan stres serta kecemasan pada ibu hamil, meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan tubuh. Berlatih yoga secara teratur sepanjang kehamilan dapat mengkondisikan fisik dan mental untuk menjadi lebih kuat, kukuh tetapi luwes dan fleksibel untuk menyesuaikan diri terhadap berbagai situasi yang tidak menyenangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian terjun langsung praktik, di mana peneliti terlibat secara langsung dalam memberikan latihan yoga rileksasi pada ibu-ibu hamil dengan kecemasan. Sampel penelitian terdiri dari ibu-ibu yang memenuhi kriteria inklusi dan diambil dari Desa Candigaron, Desa Sumowono dan Desa Kemintir. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental pre-test post-test dengan kelompok ibu hamil berjumlah 21 orang. Kelompok latihan rileksasi yoga menerima sesi latihan rileksasi yoga. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang efektivitas berlatih yoga rileksasi dalam mengurangi kecemasan pada ibu hamil di Desa Candigaron, Desa Sumowono dan Desa Kemintir.
Pijat Oksitosin sebagai Upaya Meningkatkan Produksi Asi pada Ibu Nifas Post SC Wiwik Ardhiani; Siti Musarofah; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mother's milk (breast milk) is the best food for a newborn and is the only healthful food the baby needs in the first months of its life. Breast-feeding benefits of infants are Acceptedthose that protect them from infection, diarrhea, and allergies, enhance their relationship with the mother, and increase her resistance, while mothers' benefits are satisfying, more practical, cheaper and thus procrastinating. Breast feeding in the first days after childbirth is due to a lack of oxytocin and prolactin hormones that contribute to the fluency of production so that it requires an alternative action or an expeditious action of oxytocin massage, since oxytocin massage is so effective at encouraging breast emissions. Purpose: carry out an oxytocin massage on the miss nifas post sc H-1 and an evaluation of oxytocin massage on the nifas post sc H-1. Method: Doing a review of the post sc H-1 mothers' knowledge of oxytocin massage and the lack of systematic management with oxytocin massage and then provide a health education on oxytocin massage and, lastly, an evaluation by responding methods and improving the mother and family skills on oxytocin massage. Results: the pre-test post-test mothers' lowest score is 50 and the highest score is 65. And the average is 60. The lowest post-test results of the post-test mother post indicate scores are 80 and 100 higher while the average average is 89.33. These results indicate that the mother's lack of knowledge about oxytocin massage. Conclusion: health education at the post mortem in the diamond room, Ken saras hospital's 15 post-post mothers did so over a week. From the activity comes increased knowledge of the post mother post mortem after given health education.   Abstrak Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik untuk bayi yang baru lahir dan merupakan satu-satunya makanan sehat yang diperlukan bayi pada bulan-bulan pertama kehidupannya. Manfaat ASI untuk bayi adalah melindungi dari penyakit infeksi, diare, dan alergi, mempererat hubungan dengan ibu, dan meningkatkan daya tahan ibu, sedangkan manfaat untuk ibu adalah memberikan kepuasan, lebih praktis, murah dan dapat menunda masa subur. ASI pada hari-hari pertama setelah melahirkan yang disebabkan kurangnya rangsangan hormon oksitosin dan prolaktin yang berperan dalam kelancaran produksi ASI sehingga dibutuhkan upaya tindakan alternatif atau penatalaksanaan berupa pijat oksitosin, karena pijat oksitosin sangat efektif membantu merangsang pengeluaran ASI. Tujuan: Melaksanakan kegiatan pelaksanaan pijat oksitosin pada ibu nifas post SC H1 dan melakukan evaluasi pengetahuan pijat oksitosin pada ibu nifas post SC H-1. Metode: Melakukan pengkajian pengetahuan ibu post SC H1 tentang pijat oksitosin dan kurangnya pengetahuan penanganan secara komplementer dengan pijat oksitosin kemudian memberikan pendidikan kesehatan tentang pijat oksitosin dan yang terakhir melakukan evaluasi dengan metode responsi dan meningkatkan keterampilan ibu dan keluarga tentang pijat oksitosin. Hasil: Hasil pre-test ibu post partum di dapatkan nilai terendah 50 dan nilai tertingginya adalah 65. Sementara nilai rata-ratanya adalah 60. Hasil post-test ibu post partum di dapatkan nilai terendah adalah 80 dan nilai tertinggi 100 sementara nilai rata-ratanya adalah 89,33. Hasil ini menunjukkan bahwa masih kurangnya pengetahuan ibu post partum tentang pijat oksitosin. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan pada ibu post partum di ruang Intan, RS Ken saras yang berjumlah 15 ibu post partum yang dilakukan selama 1 minggu. Dari kegiatan tersebut terjadi peningkatan pengetahuan ibu post partum setelah diberikan pendidikan kesehatan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny W Umur 24 Tahun G1P0A0 di Puskesmas Wedomu Helena Petra Bui; Cahyaningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care in midwifery is a series of continuous and comprehensive service activities starting from pregnancy, delivery, postpartum, newborn care and family planning services that connect needs women's health in particular and the personal circumstances of each individual. Comprehensive care is an examination that is carried out completely with simple laboratory tests and counseling. Comprehensive midwifery care includes places for continuous examination activities including midwifery care for pregnancy, midwifery care for childbirth, midwifery care for the postpartum period and midwifery care for newborns and family planning acceptors. Pregnancy care prioritizes continuity of care. It is very important for women to get services from the same professional or from a small team of professionals, because that way the development of their condition at all times will be well monitored and they will also be trusting and open. because they feel like they already know the caregiver. Descriptive and the type of descriptive research used is a case study, namely by examining a problem through a case consisting of a single unit. A single unit here can contain one person, a group of residents who are affected by a problem. After providing care, they have provided comprehensive midwifery care starting from Pregnancy, Childbirth, Postpartum, Babies and the results are normal pregnancies, births with Caesarean section, normal babies, No There is a gap between theory and cases in Comprehensive Midwifery Care at Ny.W and By.Ny.W at the Wedomu Community Health Center.   Abstrak Continuity of care dalam kebidanan adalah serangkaian kegiatan pelayanan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, pelayanan bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana yang menghubungkan kebutuhan kesehatan perempuan khususnya dan keadaan pribadi setiap individu. Asuhan komprehensif merupakan suatu pemeriksaan yang dilakukan secara lengkap dengan adanya pemeriksaan laboratorium sederhana dan konseling. Asuhan kebidanan komprehensif mencakup tempat kegiatan pemeriksaan berkesinambungan diantaranya adalah asuhan kebidanan kehamilan, asuhan kebidanan persalinan, asuhan kebidanan masa nifas dan asuhan kebidanan bayi baru lahir serta akseptor KB. Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan pelayanan (continuity of care) sangat penting buat wanita untuk mendapatkan pelayanan dari seorang profesional yang sama atau dari satu team kecil tenaga profesional, sebab dengan begitu maka perkembangan kondisi mereka setiap saat akan terpantau dengan baik selain juga mereka menjadi percaya dan terbuka karena merasa sudah mengenal si pemberi asuhan. Deskriptif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi penelaahan kasus (Case Study), yakni dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit tunggal disini dapat berisi satu orang, sekelompok penduduk yang terkena suatu masalah.Setelah melakukan asuhan telah memberikan asuhan kebidanan secara Komprehensif mulai dari Ibu Hamil, Bersalin, Nifas, Bayi dan hasilnya hamil dengan normal, bersalin dengan section Caesarea, bayi dengan normal, Tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada Asuhan Komprehensif kebidanan pada Ny.W dan By.NyDi Puskesmas Wedomu
Pelatihan Pijat Oxitocyn pada Ibu Nifas di RS Ken Saras dan di Puskesmas Melak Lusiana Shinta Dewi; Musdalifah; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infant mortality (AKB) is one of the leading indicators of state health to reflect the abilities and quality of health care given. The number of infant mortality (akb) in Indonesia ranks into ten countries with the highest infant death rate in the world. Post-childbirth the mother would enter the period of nifas, which is the period between the birth of the baby and the placenta separating from the womb until the return of the reproductive organs to the state of normal birth. The majority of the problems mothers face in nifas's day are the subject of nutrition intake and maternal worry when breast-feeding is ineffective. Mother's milk is a liquid created by god specifically for babies secreted directly from a mother's breast. Purpose: Practice counseling at Ken saras hospital and in the melak center and perform a mother's knowledge evaluation of oxitocyn massage before and after it was given. Few mothers know about the importance of oxitocyn massage. Solution: engaging in activity: counseling oxitocyn massage. Target: Mrs. Nifas. Output: increasing nifas's mother's knowledge of oxitocyn massage. nifas's mother's rising knowledge of oxitocyn massage. Results: pre-test results show most of nifas's mother's knowledge in either category 3 Mrs. Nifas (25.5%) and simply 9 (75%). In her post science test, nifas's mother had an increase in the category of good knowledge by 12 mothers (100%). there is an improvement in the mother's knowledge after counseling is made. The next activity was the evaluation of activities with the land midwife as a managerial manager of nifas' mother's baby. To deliver the results of the activity and formulate a follow-up plan at Ken saras hospital and in the meley center.   Abstrak Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator derajat kesehatan negara untuk mencerminkan kemampuan dan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan. Jumlah Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masuk ke dalam sepuluh negara dengan Angka Kematian Bayi (AKB) tertinggi di dunia. Pasca persalinan ibu akan memasuki masa nifas atau biasa disebut masa postpartum, yaitu jangka waktu antara lahirnya bayi dan plasenta lepas dari rahim sampai kembalinya organ-organ reproduksi ke keadaan normal seperti sebelum melahirkan. Mayoritas persoalan yang dihadapi ibu saat masa nifas adalah persoalan asupan nutrisi yang akan diberikan kepada anak dan rasa khawatir ibu apabila pemberian ASI tidak efektif. Air Susu Ibu (ASI) adalah cairan yang diciptakan oleh Tuhan khusus untuk bayi yang dikeluarkan langsung dari payudara seorang ibu. Tujuan: Melaksanakan kegiatan penyuluhan di RS KEN SARAS dan di Puskesmas Melak dan Melaksanakan evaluasi pengetahuan ibu tentang Pijat Oxitocyn sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Tidak banyak ibu yang mengetahui tentang pentingnya Pijat Oxitocyn. Solusi: Melakukan kegiatan: melakukan penyuluhan tentang Pijat Oxitocyn. Sasaran: ibu nifas. Output: Meningkatkan pengetahuan ibu nifas tentang Pijat Oxitocyn. Outcome: Meningkatnya pengetahuan ibu nifas tentang Pijat Oxitocyn. Hasil pre test menunjukkkan sebagian besar pengetahuan ibu nifas dalam kategori baik 3 ibu nifas (25,5%) dan cukup 9 (75%).  Hasil post test pengetahuan ibu nifas mengalami peningkatan dengan kategori pengetahuan baik sebanyak 12 ibu nifas (100%). Kesimpulan: Ada peningkatan pengetahuan ibu setelah dilakukan penyuluhan. Kegiatan selanjutnya adalah evaluasi kegiatan bersama bidan lahan sebagai pengelola pada ibu nifas yang mempunyai bayi. untuk menyampaikan hasil kegiatan dan merumuskan rencana tindak lanjut di RS KEN SARAS dan di Puskesmas Melak