Articles
70 Documents
SOSIALISASI RISIKO DAN LATIHAN PENCEGAHAN CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) TERKAIT PENGGUNAAN GAWAI PADA MAHASISWA ASRAMA PUTRA STIKES SUAKA INSAN BANJARMASIN
Bernadus Sadu;
Ninuk Kusumawati
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51143/jsim.v3i2.313
Penggunaan gawai/gadget sangat membantu seseorang dalam menyelesaikan pekerjaan atau tugas.Namun penggunaan perangkat teknologi seperti gawai/gadget secara berlebihan (dengan posisi tanganyang salah) dapat menyebabkan munculnya masalah kesehatan seperti Carpal Tunnel Syndrome (CTS).CTS merupakan sekumpulan gejala yang muncul diarea pergelangan tangan dan jari-jari tangan (jari-Isampai dengan sebagian jari-IV) disebabkan oleh terjadinya penekanan/kompresi pada saraf medianusdi pergelangan tangan (carpal tunnel). Sosialisasi terkait CTS perlu dilakukan untuk meningkatkanpengetahuan mahasiswa asrama putra STIKes Suaka Insan tentang risiko dan latihan sederhanapencegahan CTS. Sosialisasi dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi latihanpencegahan CTS diikuti seluruh peserta. Untuk melihat tingkat pengetahuan peserta terkait risiko danlatihan pencegahan CTS maka dilakukan pengukuran tingkat pengetahuan peserta dengan melakukanpre-test dan post-tes menggunakan angket. Hasil pre-test 90.9% peserta menjawab tidak tahu, sedangkansetelah sosialisasi/post-test didapatkan 77,3% peserta menjawab tahu dan sisanya pada kategri sangattahu dan sedikit tahu. Sosialisasi cukup berhasil ditandai dengan antusiasme peserta dengan memberikanbanyak pertanyaan saat sesi diskusi dan partisipasi peserta memperagakan latihan pencegahan CTS.
PENYULUHAN POSISI DUDUK YANG BENAR UNTUK KESEHATAN PUNGGUNG PADA SISWA/I SMPN 15 BANJARMASIN
Juliani Saputri;
Sutikno Sutikno
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51143/jsim.v3i2.314
Saat ini anak-anak semakin banyak menghabiskan waktunya dengan posisi duduk, baik di sekolah saatjam pelajaran maupun di rumah, di depan komputer atau televisi. Anak usia 4-15 tahun juga tidakbanyak bergera selama rata-rata 7-8 jam sehari. Begitu juga dengan Siswa/I SMPN 15 Banjarmasin,dalam waktu 3 tahun selama mengikuti pembelajaran rata-rata menghabiskan waktu kurang lebih limajam untuk duduk dikelas untuk satu hari. Dampak yang dapat ditimbulkan yaitu terjadinya asimetrislanjutan pada trunk dan scoliosis serta menyebabkan penurunan lumbal lordosis dan kiposis darikeseluruhan punggung anak. Selain itu, posisi duduk yang tidak ergonomis menyebabkan anak-anakbisa mengalami masalah nyeri punggung di usia muda. Perilaku ini perlu diperbaiki dengan memberikanpengetahuan tentang dampak yang diakibakan jika posisi duduk yang keliru dan cara duduk yang benardengan metode ceramah dan tanya jawab. Hasil kegiatan ini didapatkan adanya peningkatanpengetahuan 91,25% kelompok sasaran kegiatan. Melalui kegiatan ini diharapkan memberi dampakpositif pada siswa/i untuk memiliki perilaku sehat terutama dalam menjaga kesehatan tulang denganduduk posisi yang ergonomis.
PENDAMPINGAN GIZI TERHADAP IBU-IBU BALITA BERMASALAH GIZI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CEMPAKA PUTIH BANJARMASIN
Yasir Farhat;
Aprianti Chalidi;
Rijanti Abdurrachim;
yuniarti faathir
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51143/jsim.v4i1.318
Kegiatan pendampingan gizi salah satu langkah cukup strategis bentuk pemberdayaan keluarga dalam peningkatan status gizi anak yang bertujuan meningkatkan kemampuan keluarga dalam mencegah dan mengatasi sendiri masalah gizi anggota keluarganya dan untuk menekan angka gizi kurang dan gizi buruk melalui upaya pemberdayaan keluarga dan masyarakat khususnya keluarga yang memiliki anak balita KEP. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode pendidikan individual (perorangan) dengan pendekatan penyuluhan (konseling), sehingga kontak ibu anak dengan petugas lebih intensif. Kegiatan pendekatan diwujudkan dalam aplikasi asuhan gizi anak dengan kegiatan pendampingan pengolahan makanan dan cara memberikan makanan (waktu pemberian, frekuensi, porsi dan jenis) dalam bentuk kunjungan rumah, konseling, diskusi kelompok. Hasil kegiatan sebanyak 18 balita (60%) mengalami kenaikan berat badan dan 12 balita (40%) mengalami penurunan berat badan dan sebanyak 3 balita (10%) mengalami penurunan status gizi, 13 balita (43%) tetap status gizi, dan 14 balita (47%) mengalami kenaikan status gizi. Hendaknya petugas gizi puskesmas lebih meningkatkan pemberian informasi masalah gizi balita melalui pendampingan secara rutin ke rumah-rumah disamping lewat posyandu setiap bulan atau di puskesmas dengan konseling dan para ibu lebih aktif meluangkan waktu untuk diberikan pendampingan disamping tetap aktif datang ke posyandu atau puskesmas. Kata kunci : Balita, Berat badan, Konseling, Pendampingan gizi, Penyuluhan, Status gizi
PENYULUHAN BAGI MAHASISWA STIKES SUAKA INSAN TERKAIT EXERCISE YANG MUDAH DILAKUKAN UNTUK MENINGKATKAN KEBUGARAN FISIK
Kristina Novita Leluni;
Ninuk Kusumawati
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51143/jsim.v3i2.319
Olahraga teratur dapat membantu menjaga kesehatan dan kebugaran seseorang sehingga daya tahantubuh tetap kuat. Akan tetapi, Selama pandemi COVID-19 semua orang yang berisiko tinggi terhadapinfeksi virus dibatasi untuk melakukan aktifitas di luar rumah, sehingga menurunkan aktifitas fisikmereka salah satunya adalah pada kelompok mahasiswa. Demi menghindari penurunan aktifitas fisikdan kebugaran fisik pada kelompok mahasiswa, maka perlu dilakukan peningkatan pengetahuan danketerampilan untuk melakukan exercise yang mudah dilakukan dirumah selama menjalani PPKM(Pembelakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Metode yang dilakukan adalah dengan ceramah,tanya jawab dan demonstrasi. Hasil yang didapatkan adanya peningkatan pengetahuan dari 29% padakategori kurang dan 71% pada kategori sedang pada hasil pre test menjadi 5% pada kategori sedang dan95% pada kategori baik pada hasil post test. Metode ceramah dan tanya jawab tepat digunakan dalammeningkatkan pengetahuan kelompok sasaran karena mudah, tidak memerlukan peralatan yang banyakdan garis komando selama penyuluhan dilaksanakan. Bertambahnya pegetahuan diharapkan dapatmembantu menumbuhkan kesadaran kelompok sasaran untuk berperilaku sehat dengan melakukanexercise yang mudah dapat dilakukan rumah dalam upaya mempertahankan dan meningkatkankebugaran fisik selama masa pandemi.
PENYULUHAN TERKAIT LATIHAN WILLIAM FLEXION UNTUK MENGURANGI KELUHAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA KARYAWAN STIKES SUAKA INSAN BANJARMASIN
Rosa Virginia Setyaningsih;
Wendelinus Imus
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51143/jsim.v3i2.320
Kebiasaan duduk yang lama menghadap layar komputer dan sikap duduk yang salah pada dosen ketikabekerja, tentunya akan menimbulkan keluhan fisik yang menggangu aktivitas , salah satunya adalahLBP. Low back pain (LBP) atau nyeri punggung bawah (NPB) adalah suatu penyakit yangmenimbulkan rasa nyeri di bagian punggung bawah. LBP termasuk salah satu gangguanmuskuloskeletal yang sering terjadi dan menyebabkan penurunan produktivitas kerja dan disabilitas.Ada salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri pada punggung bawah yaitu LatihanWilliam Flexion. Metode William Flexion Exercise yaitu latihan yang dirancang untuk menguranginyeri punggung dengan memperkuat otot-otot lumbo sakral spin, terutama otot abdominal dan ototgluteus maximus dan meregangkan kelompok ekstensor punggung bawah. Kegiatan penyuluhan terkaitLatihan William Flexion diberikan dengan metode ceramah dan demonstrasi. Sebelum dan setelahkegiatan penyuluhan responden diberikan angket untuk mengukur tingkat pengetahuan responden.Tingkat pengetahuan responden sebelum kegiatan sosialisasi mendominasi sebesar 76% berada padakategori tidak tahu. Setelah kegiatan sosialisasi tingkat pengetahuan responden mendominasi menjadi93% berada pada kategori tahu. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan kegiatanpengabdian ini adalah metode yang digunakan. Metode ceramah dan demonstrasi merupakan metodeyang tepat dalam menyampaikan informasi tentang LBP dan latihan Fleksi William. Hal ini dikarenakanpada metode ini penyampaian materi menjadi sistematis dan teratur, penggunaan sarana dan prasaranajuga lebih efisien dan cukup ekonomis.
TEKNOLOGI SPEAKER AKTIF MENINGKATKAN KEPATUHAN HAND HYGIENE FIVE MOMENT DI RUANGAN RAWAT INAP EMERALD LT.III RSUD DR.H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN
Mohammad Basit;
Sinta Dewi Febrian;
Ahmad Doni Faisal;
Ainun Jariah;
Irfani Fikri;
Ivana Itasia Putri;
Novi Mahrita;
Rizka Nazillah;
Yulia Puspita Sari
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51143/jsim.v4i1.327
ABSTRAKInfeksi nosokomial atau healthcare-associated infections (HAIs) adalah infeksi yang terjadi dirumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan. Kurang maksimalnya pelaksanaan cuci tangan limamomen yang dilaksanakan oleh perawat yang dimana sebenarnya cuci tangan adalah cara yangpaling efektif untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial. Pelaksanaan Hand Hygiene dipengaruhi oleh pengetahuan perawat tentang infeksi nasokomial dimana pengetahuan yang baikakan mendorong kesadaran perawat untuk patuh mencuci tangan dan mengurangi kejadian infeksinasokomial. Salah satu solusi yang di inovasikan untuk mengingatkan perawat agar selalumenerapkan hand hygiene five moment adalah menggunakankan tehnologi speaker aktif, speakeraktif menghasilkan bunyi setiap 30 menit yang berisi himbauan hand hygiene five moment, kegiataninovasi tehnologi speaker aktif disosialisasikan di semua perawat ruang Emirald di lengkapidengan standar operasional presedur penggunaan speaker aktif. Dari hasil evaluasi kuisionerpenggunaan alat audio speaker aktif dari 10 orang perawat Di Ruang Rawat Inap Emerald Lt. 3RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin dengan hasil presentase yaitu berjumlah 96%perawat merasa terbantu dan puas dengan penggunaan teknologi audio speaker aktif yang didimana alat ini dapat menjadi pengingat atau alarm untuk perawat Ruang Emerald lantai 3 untukselalu menerapkan hand hygiene five moment.Kata Kunci: Audio Speaker aktif, Hand Hygine, Perawat, Rumah Sakit
PENCEGAHAN STIGMA PADA ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA DI MASYARAKAT DESA PEMBANTANAN KECAMATAN SUNGAI TABUK KABUPATEN BANJAR
Subhannur Rahman;
Mohammad Basit;
Rian Tasalim
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51143/jsim.v4i1.328
ABSTRAKGangguan jiwa merupakan sebuah sindroma perilaku yang berkaitan dengan gejala penderitaan,keterbatasan dan ketidakmampuan dalam menjalankan fungsi pentingnya sebagai manusia. Dampakgangguan jiwa sangat menimbulkan persepsi negatif, perasaan emosi, dan sikap menghindar darimasyarakat kepada keluarga maupun orang dengan gangguan jiwa. Desa Pambantanan KabupatenBanjar sampai dengan saat ini masih menjadi desa tertinggal dan memiliki resiko masalah gangguanjiwa yang cukup tinggi. Tinggi stigma dan deskirminasi terhadap orang dengan gangguan jiwa menjadisalah satu permasalahan yang sampai dengan saat ini belum terselesaikan. Upaya edukasi dan sosialisasikepada seluruh masyarakat Desa Pembantanan menjadi tujuan utama dalam pengabdian ini denganalasan agar meningkatkan pemahaman dalam proses dukungan perawatan pada orang dengan gangguanjiwa tanpa adanya stigma dan deskriminasi. Kegiatan ini dilakukan dengan cara peningkatanpemahaman warga Desa Pembantanan Kecamatan Sungai Tabuk tentang kesehatan mental melaluiceramah dan tanya jawab.Kata Kunci: Orang Dengan Gangguan Jiwa, Stigma
FAMILY FIRST RESPONSE (FFR) :PERTOLONGAN PERTAMA KELUARGA DI MASA PANDEMI COVID-19
M. Sobirin Mohtar;
M. Arief Wijaksono;
Akhmad Zarkasi;
Indra Budi
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51143/jsim.v4i1.329
ABSTRAKSalah satu bencana pandemi yang akhir-akhir ini menjadi berita terhangat dunia adalah NovelCoronavirus Disease (COVID-19). WHO menyebutkan sebanyak 153.252 ribu orang meninggalakibat COVID 19 dengan kasus terinfeksi sebanyak 2.231.990 orang. Indonesia pada 6 Mei2020 pasien positif sebanyak 12.438. Perkembangan COVID 19 di Kalimantan Selatan pasienpositif sebanyak 229. Bencana pandemic ini secara signifikan menurunkan kemampuan keluargadalam melakukan pertolongan, karena pada dasarnya keluarga mempunyai tugas dan fungsiutama dalam memutuskan tindakan yang cepat dan tepat dalam melakukan pertolongan.Pertolongan Pertama Keluarga di Masa Pandemi Covid-19 melalui media daring merupakan salahsatu metode yang dianggap penting untuk dilakukan. Metode pelaksanaan dibagi menjadi 3 (tiga)tahapan; meliputi tahap persiapan dilakukan diskusi dengan mitra untuk merumuskanpermasalahan mitra dan solusinya. Tahap pelaksanaan meliputi kegiatan Edukasi Pertolonganselama pandemi melalui daring yang didampingi oleh fasilitator dan dilaksanakan mulai tanggal14 sampai dengan 31 Agustus 2020. Hasilnya ada peningkatan pengetahuan dari Sasaran yangdiberikan pelatihan pada kelompok keluarga sebanayak 100%, bahwa telah memahami denganbaik tentang pertolongan pertama selama pandemi beserta intervensi Family First Response(FFR) setalah diberikan pelatihan dan edukasi kesehatan.Kata Kunci : Family First Response, Pandemi, Covid-19, Daring
DETEKSI GANGGUAN PERTUMBUHAN DAN EDUKASI ORANGTUA TERKAIT PENCEGAHAN GIZI KURANG PADA BALITA
safariah anggraini;
Dania Relina Sitompul
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51143/jsim.v4i1.331
ABSTRAKDeteksi dini pertumbuhan merupakan upaya yang dilaksanakan secara komprehensif untuk menemukanpenyimpangan pertumbuhan. Tujuan dilakukannya pengabdian masyakarat ini adalah untuk mendeteksisecara dini adanya gangguan pertumbuhan pada balita di Puskesmas Angsau Desa Bumi Jaya danmemberikan Edukasi pada orangtua terutama ibu terkait pencegahan gizi kurang pada balitanya.Metode yang digunakan oleh tim pengabdi terbagi menjadi 2 yakni pada ibu dan anak. Pertama, untukmengetahui adanya gangguan pertumbuhan pada anak dilakukan screening pertumbuhan melaluipengukuran antropometrik (pengukuran berat badan dan tinggi badan/panjang badan) kemudiandilakukan pencatatan pada buku KMS. Kedua, dilakukan pengukuran terkait pengetahuan orangtua(ibu) mengenai pencegahan status gizi kurang pada balita melalui kuesioner. Hasil pengukuranantropometri dan perhitungan status nutrisi didapatkan bahwa mayoritas balita yang hadir masuk dalamkategori status nutrisi baik. Tingkat pengetahuan ibu sebelum diberikan Edukasi masuk dalam kategorikurang sebanyak 28 orang ibu (90,4%) dan setelah diberikan Edukasi tingkat pengetahuan meningkatmenjadi kategori sedang sebanyak 18 orang ibu (58,1%) dan kategori tinggi sebanyak 13 orang ibu(41,9%). Saran untuk kegiatan selanjutnya, bisa dilakukan dengan metode konseling untuk membantumeningkatkan pengetahuan ibu. Melalui metode konseling diharapkan menjadi salah satu intervensiyang dapat membantu ibu mengurangi praktik gizi yang tidak tepat akibat kurangnya pengetahuanKata kunci: Balita, Deteksi Pertumbuhan, Gizi Kurang, Pengetahuan Ibu
UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN ANAK MELALUI PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG DI PAUD TERPADU BERKAT MULIA, KOTA BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN
Malisa Ariani;
Novita Dewi Iswandari;
Umi Hanik Fetriyah
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51143/jsim.v4i2.398
Enam tahun pertama sangatlah penting dilakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Penting bagi guru dan orangtua memantau pertumbuhan dan perkembangan anak agar tumbuh kembangnya tidak terlambat dan dapat mendeteksi jika ada terjadi masalah pada anak. Tujuan dilaksanakan PKM ini agar guru dan orangtua di PAUD Terpadu Berkat Mulia dapat memahami dan mengerti cara melakukan pemeriksaan tumbuh kembang pada anak. Metode kegiatan dilakukan melalui 3 tahapan yaitu tahap awal merupakan tahap pemberian materi kepada guru terkait macam gangguan tumbuh kembang dan pentingnya pemeriksaan tumbuh kembang anak, tahap kedua yaitu tahap melatih guru cara melakukan pemeriksaan tumbuh kembang anak, tahap ketiga adalah guru dapat melakukan pemeriksaan langsung kepada anak didiknya didampingi oleh orangtua. Kemudian hasil kegiatan tersebut dilakukan monitoring dan evaluasi mengenai keberlanjutan kegiatan yang dilakukan mandiri oleh guru. Hasil pengetahuan guru PAUD sebelum dan sesudah kegiatan edukasi tentang gangguan tumbuh kembang dan cara pemeriksaannya menunjukkan pada nilai pre test didapatkan rentang nilai antara 50 – 80, sedangkan nilai post test didapatkan rentang nilai antara 50 – 100. Terdapat perbedaan rata-rata nilai pre test dan post test yaitu 67,5 dan 73,8. Hasil pemeriksaan tumbuh kembang pada anak didapatkan dari 21 orang anak yang diperiksa terdapat 2 anak yang status gizinya bermasalah (gizi kurang), 11 orang anak yang perkembangannya meragukan (M) dan 2 orang anak yang perkembangannya kemungkinan ada penyimpangan (P). Pentingnya pemeriksaan tumbuh kembang ini dilaksanakan berkelanjutan oleh sekolah guna mendeteksi masalah tumbuh kembang pada anak didiknya. Kata Kunci : Deteksi dini, pertumbuhan, perkembangan, balita