cover
Contact Name
Ahmad Ashifuddin Aqham
Contact Email
garuda@apji.org
Phone
+6285641123450
Journal Mail Official
lppm@stekom.ac.id
Editorial Address
Jl. Majapahit No.304, Pedurungan Kidul, Kec. Pedurungan, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 52361
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu
ISSN : 28091574     EISSN : 28091566     DOI : 10.51903
Berkaitan Bidang Teknik/MIPA: Teknik Mesin, Teknik Informatika, Ilmu Komputer dan Teknik Sipil Berkaitan Bidang Pertanian: Agroteknologi, Budidaya Perairan Berkaitan Bidang Sosial Humaniora Berkaitan Bidang Seni: Ilmu Seni, Arsitek Berkaitan Bidang Ekonomi : Manajemen, Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan Berkaitan Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan: Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 209 Documents
Perbandingan Hasil Belajar Peserta Didik Melalui Metode Ceramah Dan Think Pair Share (TPS) Pada Materi Listrik Statis Di Kelas XII SMAN 14 Kota Jambi Esra Yuliana Pasaribu
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/csx37r56

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa antara metode ceramah dan metode Think Pair Share (TPS) pada materi Listrik Statis di kelas XII. Penelitian menggunakan pendekatan kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas yang terbentuk secara alami, yaitu kelas yang menerima pembelajaran dengan metode ceramah sebagai kelas kontrol dan kelas yang menerima pembelajaran dengan metode TPS sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar pilihan ganda sebanyak 30 butir soal, yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis menggunakan N-Gain untuk mengevaluasi peningkatan belajar siswa dan membandingkan efektivitas kedua metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun rata-rata posttest siswa kelas ceramah lebih tinggi dibanding TPS, nilai N-Gain TPS lebih besar, menunjukkan peningkatan pemahaman relatif yang lebih signifikan. Hal ini menandakan bahwa TPS lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep Listrik Statis, terutama bagi peserta didik dengan kemampuan awal rendah. Penerapan TPS yang menekankan interaksi aktif diskusi berpasangan, dan berbagi hasil diskusi dianggap mampu mendorong keterlibatan dan pemahaman siswa secara lebih optimal. Oleh karena itu, guru disarankan untuk mempertimbangkan metode TPS dalam pembelajaran materi yang membutuhkan diskusi, kerja sama, dan keterlibatan aktif peserta didik.
Perbandingan Efektivitas Model Pembelajaran Metode Ceramah Dan Inkuiri Terhadap Pemahaman Konsep Pada Materi Fluida Statis Di Sman 8 Kota Jambi Nurmala Astuti; Sri Susiwati
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/1107gt54

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas model pembelajaran ceramah dan inkuiri terhadap pemahaman konsep siswa pada materi fluida statis di SMAN 8 Kota Jambi. Latar belakang penelitian ini bermula dari rendahnya pemahaman konsep siswa akibat dominannya penggunaan metode ceramah yang bersifat satu arah sehingga keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran masih rendah. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design yang melibatkan dua kelas, yaitu kelas XI F 2.1 sebagai kelas ceramah dan kelas XI F 1.2 sebagai kelas inkuiri. Instrumen penelitian berupa tes objektif berjumlah 30 soal yang diberikan pada tahap pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua model pembelajaran mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa, namun tingkat efektivitasnya berbeda. Kelas ceramah memperoleh rata-rata N-Gain sebesar 0,34 dalam kategori sedang, sedangkan kelas inkuiri memperoleh rata-rata N-Gain sebesar 0,48 dalam kategori sedang menuju tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran inkuiri lebih efektif dalam membantu siswa memahami konsep fluida statis secara mendalam melalui kegiatan penyelidikan dan konstruksi pengetahuan. Dengan demikian, model pembelajaran inkuiri direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran fisika untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa.
Analisis Performansi Pendekatan Machine Learning pada Deteksi Penyakit Daun Tanaman Kopi Yodhi Yuniarthe; Rosyana Fitria Purnomo; Hilda Dwi Yunita; Fatimah Fahurian; Ahmad Ikhwan
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/p2t2nm71

Abstract

Abstract. Detection and identification of plant diseases is critical to the success and efficiency of agricultural production. Plant disease outbreaks are becoming more frequent throughout the world, and the presence of these diseases in cultivated plants has a significant impact on productivity. Therefore, researchers are focusing on developing effective and reliable plant disease detection methods. Thus, farmers can take advantage of early detection of this disease to minimize future losses. This article discusses machine learning approaches as well as decision trees, K-nearest neighbors, naive Bayes, support vector machines (SVM), and random forests for detecting coffee leaf diseases using leaf images. The above-mentioned classifications were researched and compared to determine the most suitable plant disease prediction model with the highest accuracy. Compared with other classification algorithms, the SVM algorithm achieves the highest accuracy of 99.75%. All the models trained above will be used by farmers to quickly identify and classify new diseases in images as a prevention strategy. As a preventive measure, farmers can detect and classify new diseases in images early.   Keywords: Coffee Classification, Image Processing, Machine Learning, Plant Disease Detection.  
Efektivitas Pembelajaran Terhadap Pemahaman Siswa Pada Materi Gerak Parabola Azizah Putri Islami
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/3ekrz331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran terhadap peningkatan pemahaman siswa pada materi gerak parabola menggunakan desain pretest–posttest. Subjek penelitian terdiri dari 22 siswa kelas XI SMA Negeri 10 Kota Jambi. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar berjumlah 20 soal yang diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, normalized gain, dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pretest sebesar 47,27 dan meningkat menjadi 79,09 pada posttest, dengan selisih peningkatan sebesar 31,82 poin. Perhitungan normalized gain menghasilkan nilai 0,57 yang termasuk kategori sedang, sehingga menunjukkan bahwa pembelajaran cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa.. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran fisika yang terstruktur dan berfokus pada analisis konsep mampu memberikan peningkatan yang nyata terhadap pemahaman siswa pada materi gerak parabola. Penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif pada materi kinematika dua dimensi
Analisis Perbedaan Peningkatan Pemahaman Konsep Fisika Siswa pada Materi Energi Terbarukan Melalui Metode Ceramah di Dua Kelas Berbeda Mega Aulia; Andika Andika
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/qksged82

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan peningkatan pemahaman konsep fisika siswa kelas X SMA pada materi Energi Terbarukan di dua kelas (X-E1 dan X-E2) yang keduanya menerima pembelajaran menggunakan Metode Ceramah. Penelitian ini juga menelaah hubungan antara Sikap Ilmiah siswa dengan tingkat peningkatan pemahaman konsep mereka. Desain penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan desain pretest-posttest two group comparison. Subjek penelitian adalah 40 siswa (20 per kelas) di SMA 3 Kota Mega. Data pemahaman konsep diukur melalui tes pretest-posttest (30 soal) dan data sikap ilmiah diukur menggunakan angket (30 item). Peningkatan konsep diukur menggunakan skor Normalized Gain (N-Gain). Hasil analisis (data asumsi): Kelas X-E1 mencapai N-Gain rata-rata sebesar 0,56 (Kategori Sedang/Cukup Efektif), sementara Kelas X-E2 mencapai N-Gain rata-rata sebesar 0,41 (Kategori Sedang/Kurang Efektif). Uji-t menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan konsep yang signifikan (p = 0,038) antara kedua kelas. Analisis korelasi menunjukkan adanya korelasi positif signifikan (r = 0.420), (p = 0.007) antara skor sikap ilmiah siswa dengan N-Gain mereka. Disimpulkan bahwa efektivitas Metode Ceramah sangat bergantung pada faktor internal siswa, yaitu tingkat Sikap Ilmiah.
Perbandingan Efektivitas Simulasi PhET dan Alat Peraga Mobil-Mobilan Terhadap Peningkatan Pemahaman Konsep GLB dan GLBB Sri Suryati; Helnoviandra Helnoviandra
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/r8rv3b94

Abstract

This study aims to compare the effectiveness of the PhET simulation of pacing and toy cars accompanied by discussions on improving the understanding of the concepts of Uniform Linear Motion (GLB) and Uniformly Accelerated Linear Motion (GLBB). The background of this study is based on students' difficulties in visualizing motion quantities, so that learning media that can present concrete and digital representations are needed. The research method used a quasi-experimental design with a Pretest–Posttest Two Group Design in two grades of high school. The instrument was 30 validated multiple-choice questions. Analysis of understanding improvement was carried out using normalized gain (N-Gain). The results showed that class E7 with the PhET simulation achieved 69.44% in the high improvement category, while class E3 with the toy cars achieved 75% in the same category. These findings indicate that both media are effective, but the toy cars provide a more even improvement because concrete experiences make it easier for students to connect theory with real phenomena. This study emphasizes the importance of selecting learning media that suit the characteristics of the concept and students' needs to optimize physics learning outcomes.
Efektivitas Pembelajaran Berbantuan Simulasi Virtual Lab Terhadap Peningkatan Pemahaman Konsep Pada Materi Pengukuran Kelas X Lisa Nurfatimah
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/q4eexy46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran berbantuan simulasi Virtual Lab dalam meningkatkan pemahaman konsep pada materi pengukuran siswa kelas X SMA. Penelitian menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang mendapatkan pembelajaran menggunakan simulasi Virtual Lab dan kelas kontrol yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan adalah tes pemahaman konsep yang diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan uji N-Gain untuk mengetahui tingkat peningkatan pemahaman konsep siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata N-Gain pada kelas eksperimen berada pada kategori lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbantuan Virtual Lab mampu memberikan peningkatan pemahaman konsep yang lebih signifikan daripada pembelajaran konvensional. Dengan demikian, penggunaan simulasi Virtual Lab dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran yang efektif dalam mendukung proses pembelajaran fisika, khususnya pada materi pengukuran. Penelitian ini juga memberikan gambaran bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran mampu meningkatkan interaksi, pemahaman, dan motivasi siswa.
Upaya Pemerintah Dalam Penanganan Hambatan Pelaporan Ekspor Di Boyolali Wahyutari, Sherena; Hastuti, Sholikah Dwi
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/qv52qn44

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pemerintah Kabupaten Boyolali, khususnya melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DISDAGPERIN), dalam menangani hambatan pelaporan ekspor. Pelaporan ekspor memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran perdagangan internasional dan menjadi dasar penyusunan kebijakan ekonomi daerah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah telah melakukan sosialisasi, pendampingan, dan pengingat administrasi kepada pelaku usaha, namun pelaksanaan kebijakan tersebut belum optimal. Hambatan utama meliputi rendahnya kesadaran pelaku usaha, terbatasnya regulasi yang bersifat mengikat, dan belum tersedianya sistem pelaporan digital yang terintegrasi. Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia dan koordinasi antarlembaga turut memengaruhi efektivitas pelaporan. Pemerintah daerah perlu memperkuat regulasi, meningkatkan kapasitas aparatur, serta mengembangkan sistem digital agar pelaporan ekspor menjadi lebih efisien dan akurat.
Upaya Pemerintah dalam Penanganan Hambatan Pelaporan Ekspor di Boyolali Sholikah Dwi Hastuti; Sherena Wahyutari
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/vc7jz544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh strategi marketing mix 4p terhadap keputusan pembelian pelanggan di Fore Solo Paragon.Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode teknik purposive sampling,yang melibatkan 79 responden dari pelanggan yang pernah membeli produk Fore Coffe di Solo Paragon minimal satu kali dengan usia minimal 17 tahun.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan penelitian kuesioner terhadap tanggapan responden menggunakan skala likert.Hasil data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan aplikasi SPSS.Berdasarkan uji yang telah dilakukan mendapatkan hasil bahwa product (X1) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian.Sebaliknya menyatakan bahwa,price (X2),promotion (X3),place (X4) berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian.Keempat variabel tersebut berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian.Sebesar 84,4% variasi keputusan pembelian disebabkan oleh marketing mix 4P.Faktor-faktor lain yang tidak dibahas melalui penelitian ini sebesar 15,6%.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Materi Momentum dan  Implus Kelas XI Fitroh Widyaweti
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/59rac915

Abstract

Model pembelajaran inkuiri adalah pembelajaran mandiri yang mendorong peserta didik untuk mampu merumuskan pertanyaan, merancang prosedur, mengumpulkan data, dan menarik kesimpulan berdasarkan eksplorasi mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas XI pada materi Momentum dan Impuls. Metode yang digunakan adalah quasi-experimental dengan desain pretest-posttest control group. Data dikumpulkan melalui tes uraian dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon serta Mann-Whitney pada skor Normalized Gain (N-gain). Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada kelas eksperimen dengan nilai N-Gain sebesar 80% dibandingkan kelas kontrol sebesar 52%. Hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran inkuiri efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik melalui kegiatan merumuskan masalah, mengumpulkan data, menganalisis informasi, dan menarik kesimpulan.