cover
Contact Name
Ahmad Ashifuddin Aqham
Contact Email
garuda@apji.org
Phone
+6285641123450
Journal Mail Official
lppm@stekom.ac.id
Editorial Address
Jl. Majapahit No.304, Pedurungan Kidul, Kec. Pedurungan, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 52361
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu
ISSN : 28091574     EISSN : 28091566     DOI : 10.51903
Berkaitan Bidang Teknik/MIPA: Teknik Mesin, Teknik Informatika, Ilmu Komputer dan Teknik Sipil Berkaitan Bidang Pertanian: Agroteknologi, Budidaya Perairan Berkaitan Bidang Sosial Humaniora Berkaitan Bidang Seni: Ilmu Seni, Arsitek Berkaitan Bidang Ekonomi : Manajemen, Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan Berkaitan Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan: Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 209 Documents
Pengaruh Literasi Akuntansi Terhadap Kualitas Pelaporan Keuangan Umkm Eka Satria Wibawa; Selly Silviawati
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/4eyj3d90

Abstract

Literasi akuntansi merupakan pilar penting dalam memperkuat kemampuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama dalam menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan dan mudah dipahami oleh berbagai pihak. Pada masa ekonomi digital dan periode setelah pandemi, kebutuhan terhadap literasi ini semakin menonjol karena pelaku UMKM tidak hanya dituntut mampu mengelola operasional bisnis, tetapi juga perlu menyajikan informasi keuangan yang menjadi dasar evaluasi usaha dan prasyarat untuk memperoleh pembiayaan formal. Penelitian ini bertujuan menelaah sejauh mana pemahaman akuntansi memengaruhi mutu pelaporan keuangan UMKM di berbagai wilayah Indonesia melalui pendekatan kualitatif berbasis studi kasus terhadap 14 pelaku usaha dari enam provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. 
Tindak Pidana Pencurian Menurut Perma Nomor 2 Tahun 2012 Dalam Perspektif Hukum Islam ariman, ariman; Maswandi , Maswandi
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/869j7234

Abstract

Theft is a crime that gets serious attention in Indonesian criminal law and Islamic law. This study aims to analyze the application of the Supreme Court Regulation (PERMA) No. 2 of 2012 related to the limitation of misdemeanors in cases of theft and reviewing it from the perspective of Islamic criminal law. Using normative research methods with the approach of legislation and conceptual, this study found that PERMA No. 2 of 2012 which raised the limit value of minor theft losses to Rp2, 500, 000 has an impact on changes in law enforcement patterns, including increased settlement of cases through tipiring and restorative justice mechanisms. However, this rule also poses a dilemma because it has the potential to increase the number of petty thefts, especially in Plantation and livestock areas. Meanwhile, Islamic criminal law does not recognize the category of petty theft and emphasizes the absolute protection of property rights through hudud sanctions in the form of cutting hands, with certain exceptions that consider emergencies. This study concludes that both legal systems emphasize justice, but have different bases and orientations in looking at the value of losses, social impacts, and the condition of the perpetrator.  
Peran Artificial Inteligent Dalam Meningkatkan Ketahanan Rantai Pasok Industri Zohaib Hassan Sain; Wahyani, Widhy
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/f4j58f47

Abstract

Artikel ini mengkaji bagaimana Kecerdasan Buatan (AI) berkontribusi dalam memperkuat ketahanan rantai pasok industri di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana sistem berbasis AI dapat meningkatkan visibilitas rantai pasok, memprediksi potensi gangguan, memfasilitasi pengambilan keputusan adaptif, serta mengoptimalkan alur operasi pada jaringan industri yang saling terhubung. Dengan menggunakan metode analisis deskriptif, penelitian ini meninjau berbagai penerapan AI termasuk algoritma machine learning, pemodelan prediktif, alat peramalan otomatis, dan pemantauan real-time yang digunakan dalam lingkungan manufaktur dan logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI mampu memperkuat deteksi gangguan, mempercepat tindakan mitigasi, dan meningkatkan kelincahan rantai pasok, sehingga memungkinkan industri untuk tetap beroperasi dalam kondisi yang bergejolak. Selain itu, optimalisasi berbasis AI mendukung pengendalian persediaan yang lebih efisien, waktu tunggu yang lebih singkat, serta koordinasi yang lebih baik antar mitra rantai pasok. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi AI tidak hanya mengurangi kerentanan terhadap guncangan eksternal, tetapi juga mendorong ketahanan jangka panjang dan daya saing sektor industri. Studi ini menegaskan pentingnya adopsi AI sebagai strategi bagi organisasi yang ingin memperkuat sistem rantai pasoknya di era transformasi digital.
Project Based Learning dalam Pendidikan Tinggi: Kajian Literatur Sistematis tentang Implementasi, Efektivitas, dan Praktik Kontemporer Tsamaniariaty Hidayah, Tsamaniariaty Hidayah; Tsamaniariaty Hidayah; , M. Japar; Suyitno Muslim
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/q9hb9v11

Abstract

Penelitian ini menyajikan kajian literatur sistematis tentang implementasi Project-Based Learning (PBL) dalam pendidikan tinggi. Menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses), penelitian ini menganalisis 20 artikel yang dipublikasikan antara tahun 2023-2024 dari database Scopus. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi praktik-praktik PBL kontemporer, menganalisis efektivitas PBL terhadap hasil pembelajaran mahasiswa, dan mengeksplorasi tantangan serta strategi implementasi. Hasil analisis mengungkapkan lima tema utama: (1) PBL dalam pendidikan STEM (75%), (2) PBL untuk pengembangan keterampilan (10%), (3) PBL dalam konteks beragam (10%), (4) PBL berbasis teknologi (5%). Temuan menunjukkan bahwa PBL secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kritis (peningkatan 30-40%), kolaborasi, kemampuan pemecahan masalah, dan motivasi belajar mahasiswa (peningkatan 47%). Implementasi PBL yang efektif memerlukan desain proyek autentik yang relevan dengan praktik dunia nyata, scaffolding terstruktur yang menyeimbangkan bimbingan dengan otonomi mahasiswa, dukungan teknologi yang memadai, dan assessment komprehensif yang menangkap dimensi proses dan produk. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman praktik PBL kontemporer dan menyediakan rekomendasi berbasis bukti untuk implementasi PBL yang efektif dalam pendidikan tinggi Indonesia.
Mendorong Innovation Capability Pada Umkm: Peran Strategis Transformational Leadership Dan Knowledge Management Capability Muzakki, Muzakki; Lukmana, Ardiansyah Hendra
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/rgssx581

Abstract

This study examines the influence of Transformational Leadership (TL) on Innovation Capability (IC) with a particular emphasis on the mediating role of Knowledge Management Capability (KMC) among micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Surabaya. A quantitative approach employing an explanatory research design was adopted, wherein data were collected from 290 MSME actors across various business sectors through the distribution of structured questionnaires. The analytical procedure utilized Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with the aid of SmartPLS software to assess both the direct and indirect relationships among the variables under investigation. The empirical findings indicate that TL exerts a positive and significant effect on IC, illustrating that transformational leaders are capable of fostering an organizational climate conducive to creativity and innovative behavior. TL was also found to have a positive and significant impact on KMC, reinforcing the notion that transformational leaders play a strategic role in enhancing knowledge management processes through inspiration, intellectual stimulation, and effective collaboration. Moreover, KMC demonstrated a positive and significant influence on IC, underscoring its function as a critical mechanism that supports the development of innovation within MSMEs. The mediation analysis further confirms that KMC serves as a significant mediator in the relationship between TL and IC, indicating that effective knowledge management practices strengthen the influence of transformational leadership on innovation performance.
Perbandingan Metode Eksperimen dan Konvensional terhadap Rasa Ingin Tahu serta PemahamanKonsep Siswa Kelas XI Meiliasari, Susan
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/n2at3t30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas metode eksperimen dan metode konvensional terhadap sikap rasa ingin tahu serta peningkatan pemahaman konsep fisika peserta didik pada materi massa jenis dan tekanan hidrostatis. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang mendapatkan pembelajaran berbasis eksperimen dan kelas kontrol yang menerima pembelajaran konvensional. Peningkatan pemahaman konsep dianalisis melalui skor pretest dan posttest dengan perhitungan N-Gain. Sikap rasa ingin tahu diukur melalui angket setelah pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai N-Gain kelas eksperimen berada pada kategori lebih tinggi dibandingkan kelas konvensional. Selain itu, sikap rasa ingin tahu peserta didik pada kelas eksperimen juga lebih baik. Dengan demikian, metode eksperimen lebih efektif dalam meningkatkan rasa ingin tahu dan pemahaman konsep fisika dibandingkan metode konvensional.  
Exploring The Roots  Of Justice : The Contribution Of Islamic Theology  And  Philosophy  To  Global Ethical Discourse Ega Rismasita; Siska Septia Ulfa; Yulia Tri Samiha
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/9bhcf495

Abstract

Amidst global challenges such as economic disparity, intercultural conflicts, and environmental crises, the dominant narrative of justice is often confined to the secular Western framework. In the face of these global challenges, Islamic Theology and Philosophy offer a unique theocentric perspective that not only complements but also critiques the limitations of current global ethical frameworks. From a theological standpoint, key concepts such as Al-Adl (Divine Justice), particularly within the Mutazilah and Ash'ariyah schools, are analyzed to illustrate how divine justice serves as a moral imperative for human action, establishing principles of universality, equality, and accountability. In Islamic understanding, justice extends beyond the distribution of resources; it encompasses cosmic balance (Mizan) and the proper placement of all things in their rightful context. Meanwhile, Islamic Philosophy, especially through the thought of Al-Farabi and Ibn Sina on the concept of Al-Madinah Al-Fadilah (the Virtuous Society), provides an operational framework for implementing justice within social and political structures. The concept of Maqasid Al-Shariah, or the objectives of Islamic law, is elaborated as an ethical-legal methodology aimed at protecting five essential interests: religion, life, intellect, lineage, and property. This framework offers a basis for a global ethics centered on the protection of universal human dignity (Karamah Insaniyyah). This study employs textual and comparative analysis to synthesize these concepts and place them in dialogue with modern theories of global justice, such as those of Rawls and Sen. It concludes that Islamic contributions are vital in injecting spiritual, communal, and transcendent dimensions of accountability into global ethics, making it more holistic and inclusive. This encourages a re-reading of Islamic sources not merely as a heritage of the past, but as an active resource for shaping a more just future.
Spiritual Transformation and Emotional Healing: Sufism as an Islamic Psychotherapy Rastiana Rastiana; Asri Karolina; Winda Nopriani
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/68frx821

Abstract

Tasawuf, sebagai dimensi mistik dalam Islam, memberikan kerangka yang komprehensif untuk memahami psikologi manusia serta memajukan kesejahteraan emosional dan spiritual. Studi ini menelaah tasawuf sebagai bentuk psikoterapi Islam yang mengintegrasikan transformasi spiritual (tazkiyah al-nafs) dengan penyembuhan emosional. Berakar pada konsep-konsep Qur’ani tentang diri (nafs), hati (qalb), dan ruh (ruh), psikologi tasawuf memandang manusia sebagai makhluk multidimensional yang penderitaannya bersumber dari ketidakseimbangan spiritual, bukan semata-mata disfungsi psikologis. Melalui penyucian diri dan dzikir kepada Allah (dhikr), individu menempuh perjalanan transformatif menuju keharmonisan batin dan kedekatan dengan Tuhan. Dengan menelaah literatur klasik tasawuf terutama karya Al-Ghazali, Rumi, dan Ibn Arabi serta teori terapi kontemporer, penelitian ini mengidentifikasi kesamaan antara praktik spiritual sufi dan metode psikologis modern. Teknik seperti muraqabah (kesadaran penuh), muhasabah (evaluasi diri), dan dhikr (pengulangan meditatif) memiliki kemiripan dengan praktik mindfulness, restrukturisasi kognitif, dan regulasi emosi dalam psikoterapi. Namun, tasawuf melampaui model terapi sekuler dengan menyoroti dimensi metafisik dari penderitaan manusia dan menekankan tujuan akhir yaitu transendensi diri. Penelitian ini berargumen bahwa tasawuf dapat berfungsi sebagai pendekatan psikospiritual integratif yang menyelaraskan iman, emosi, dan akal. Dari perspektif sufi, penderitaan emosional bukanlah patologi yang harus dihapuskan, melainkan tanda keterputusan dari esensi ilahi manusia. Penyembuhan, dengan demikian, melibatkan kebangkitan hati dan pemulihan hubungan dengan Tuhan. Dalam dunia modern yang ditandai oleh keterasingan dan kekosongan batin, jalan sufi menawarkan model psikoterapi yang berlandaskan spiritualitas, yang mendorong penyembuhan holistik, kesadaran diri, dan keutuhan manusian.
Humanity and the Self: Sufi Approaches to Psychological and Spiritual Healing in Islam Sukirman Sukirman; Ahmad Zainuri; Parasih Parasih
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/zavdej95

Abstract

Penelitian ini mengkaji keterkaitan antara konsep kemanusiaan dan diri dalam pemikiran tasawuf sebagai kerangka psikologis dan spiritual yang terintegrasi untuk penyembuhan dalam Islam. Dalam konteks modern, manusia sering mengalami fragmentasi eksistensial yang ditandai oleh kekosongan batin, kecemasan, dan kehilangan orientasi spiritual. Psikologi modern, meskipun menawarkan metode ilmiah untuk pemulihan emosional, sering kali mengabaikan dimensi transendental dari eksistensi manusia. Tasawuf, sebagai dimensi spiritual Islam, memberikan pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek psikologis, etis, dan spiritual dalam perkembangan manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, menelaah teks-teks klasik dan kontemporer sufistik, khususnya karya Al-Ghazali, Rumi, dan Ibn ‘Arabi. Para tokoh tersebut memaknai penyembuhan sebagai proses tazkiyat al-nafs (penyucian jiwa), muraqabah (kesadaran spiritual), dan mahabbah (cinta ilahi), yang bersama-sama menuntun individu menuju transformasi diri dan penyatuan dengan Tuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyembuhan dalam tasawuf berakar pada proses penyucian ego (nafs al-ammārah), pengembangan kesadaran spiritual, serta penyesuaian diri dengan sifat-sifat ketuhanan. Proses ini memulihkan keharmonisan batin dan meningkatkan kesejahteraan psikologis melalui kepasrahan, dzikir, dan cinta kepada Allah. Berbeda dengan psikoterapi sekuler yang berfokus pada pengaturan perilaku dan emosi, model sufi menekankan dimensi metafisik dari eksistensi manusia, memandang penderitaan sebagai sarana penyucian spiritual, bukan sekadar gangguan psikologis. Dengan demikian, tasawuf menawarkan paradigma penyembuhan yang dinamis dengan menjembatani psikologi, teologi, dan mistisisme. Tasawuf menafsirkan kembali makna kesehatan, bukan hanya sebagai ketiadaan penderitaan, tetapi sebagai realisasi potensi jiwa untuk memantulkan keindahan dan kasih sayang ilahi. Pada akhirnya, penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan sufi terhadap penyembuhan menghadirkan kerangka abadi yang mengintegrasikan dimensi moral, emosional, dan spiritual manusia, serta menawarkan jalan alternatif menuju kedamaian batin (sukūn al-qalb) dan realisasi diri sejati dalam hubungan dengan Tuhan.