cover
Contact Name
Ahmad Ashifuddin Aqham
Contact Email
garuda@apji.org
Phone
+6285641123450
Journal Mail Official
lppm@stekom.ac.id
Editorial Address
Jl. Majapahit No.304, Pedurungan Kidul, Kec. Pedurungan, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 52361
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu
ISSN : 28091574     EISSN : 28091566     DOI : 10.51903
Berkaitan Bidang Teknik/MIPA: Teknik Mesin, Teknik Informatika, Ilmu Komputer dan Teknik Sipil Berkaitan Bidang Pertanian: Agroteknologi, Budidaya Perairan Berkaitan Bidang Sosial Humaniora Berkaitan Bidang Seni: Ilmu Seni, Arsitek Berkaitan Bidang Ekonomi : Manajemen, Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan Berkaitan Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan: Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 219 Documents
PERBANDINGAN METODE CERAMAH DAN VIDEO INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI FLUIDA Rodiah, Isyatun; Basril, Basril
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/qzvwxd82

Abstract

This study aims to compare the effectiveness of the lecture method and interactive video learning in improving students’ critical thinking skills on fluid mechanics material. The research used a quasi-experimental design involving two classes: one taught through conventional lectures and the other using YouTube-based interactive videos. Both groups were given pretests and posttests, and the improvement in critical thinking skills was analyzed using the N-Gain formula. The findings show that both learning methods resulted in an increase, with the lecture class achieving a slightly higher and more evenly distributed N-Gain score. The interactive video class also showed significant improvement, although the variation among students was wider, indicating differences in digital literacy and learning focus. These results suggest that while lectures remain effective for building structured understanding, interactive videos provide strong visual support that promotes analytical thinking. The combination of both methods may offer a more optimal approach for developing students’ critical thinking skills. This study highlights the importance of selecting learning strategies that accommodate diverse learning styles and the need for continued integration of technology in physics education.
Perbandingan Efektivitas Metode Konvensional dan Video Demonstrasi Terhadap Pemahaman Konsep Fisika Peserta Didik di Man Insan Cendekia Jambi Agus Pratama, Muhammad Regi
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/wq0vxt85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar fisika antara peserta didik yang memperoleh pembelajaran dengan metode konvensional dan peserta didik yang mengikuti pembelajaran menggunakan video demonstrasi di MAN Insan Cendekia. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Uji normalitas dilakukan menggunakan Kolmogorov–Smirnov dan Shapiro–Wilk, sedangkan uji homogenitas menggunakan Levene’s Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa salah satu kelompok tidak berdistribusi normal, namun kedua kelompok memiliki varians yang homogen sehingga analisis dapat dilanjutkan dengan Independent Samples t-Test. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,002 yang lebih kecil daripada 0,05, sehingga terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Rerata hasil belajar menunjukkan bahwa peserta didik yang mengikuti pembelajaran melalui video demonstrasi memiliki capaian yang lebih tinggi dibandingkan peserta didik yang belajar menggunakan metode konvensional. Dengan demikian, video demonstrasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep fisika peserta didik.  
Pengaruh Penggunaan Simulasi PhET dan Model Problem Based Learning Terhadap Peningkatan Pamahaman Konsep Siswa pada Materi Gerak Parabola Wendra, Fartin; Corry Mandriesa
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/532cf775

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh serta membandingkan efektivitas penggunaan simulasi phet dan model problem based learning (pbl) terhadap peningkatan pemahaman konsep peserta didik pada materi gerak parabola. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen nonequivalent control group design, melibatkan siswa kelas XE3 dan XE6 sma adhyaksa 1 jambi sebagai sampel melalui purposive sampling. Kedua kelompok diberikan pretest untuk menilai kemampuan awal, kemudian kelompok XE6 memperoleh pembelajaran menggunakan simulasi phet, sedangkan kelompok XE3 mengikuti pembelajaran berbasis problem based learning (pbl) dan diakhiri dengan posttest untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua model pembelajaran mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa. Peningkatan signifikan pada kelas problem based learning (pbl) terlihat pada indikator analisis (c4) dengan nilai n-gain 0,747 (kategori tinggi) dan penerapan (c3) 0,564, sedangkan kelas phet simulasi menunjukkan peningkatan lebih tinggi pada indikator mengingat (c1) 0,334 dan menerapkan (c3) 0,312, tetapi kemampuan analitis hanya mencapai 0,294. Hasil ini menegaskan bahwa model problem based learning (pbl) lebih efektif dalam mengembangkan kemampuan pemahaman konsep yang mendalam, sementara phet simulasi lebih mendukung pemahaman konsep dasar melalui visualisasi interaktif.
Perbandingan Penambahan Serat Baja Dramix 3D dan Polymer Kratos Microfiber Terhadap Sifat Mekanik Beton Ahmad Utanaka; Mohamad Galuh Khomari; Wahyu Satyaning Budhi; Jimmy Chandra; Mohammad Fadli
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/m1x0xv65

Abstract

Beton konvensional memiliki kelemahan mendasar pada kuat tariknya yang rendah. Penambahan serat menjadi solusi untuk meningkatkan kinerja mekanis beton. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh penambahan dua jenis serat, yaitu baja Dramix 3D dan polimer Kratos Microfiber, terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Metode penelitian eksperimental dilakukan dengan membuat benda uji silinder beton dengan kuat tekan rencana 20 MPa. Variabel penelitian terdiri atas beton normal, beton dengan serat Dramix 3D (0,45% dan 1,25%), dan betun dengan serat Kratos Microfiber (0,45% dan 1,25%). Pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah dilakukan pada umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serat Dramix 3D meningkatkan kedua sifat mekanis beton, dengan peningkatan optimal pada kadar 1,25% sebesar 6,10% untuk kuat tekan dan 5,12% untuk kuat tarik belah. Sebaliknya, serat Kratos Microfiber justru menurunkan kedua sifat tersebut, dengan penurunan terbesar hingga 15,05% (kuat tekan) dan 17,89% (kuat tarik belah) pada kadar 1,25%. Disimpulkan bahwa serat baja Dramix 3D lebih efektif digunakan sebagai tulangan tambahan, sementara penggunaan serat polimer Kratos Microfiber memerlukan kajian lebih lanjut mengenai proporsi optimalnya. Temuan ini penting sebagai pertimbangan dalam pemilihan material untuk meningkatkan kinerja struktural beton.
Efektivitas PBL terhadap Pemahaman Konsep Fisika pada Materi Besaran dan Satuan Iza Elcani Gurning; Deswalman Deswalman
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/chk16c19

Abstract

This study examines the effectiveness of Problem Based Learning (PBL) compared to conventional instruction in improving students’ conceptual understanding of measurement in physics. Conducted in two grade X classes at SMA Negeri 10 Kota Jambi, the research applied a quasi-experimental method with a non-equivalent pretest–posttest design. Class XE1 received PBL, while class XE2 received conventional teaching. Thirty multiple-choice items were used to evaluate conceptual understanding before and after instruction. The normalized gain (N-gain) was employed to measure learning improvements. The experimental class obtained an N-gain of 0.718 (high), whereas the control class obtained 0.556 (medium). These findings indicate that PBL enhances conceptual understanding more effectively through collaborative problem-solving, analysis, and reflection. In contrast, teacher-centered conventional instruction offers fewer opportunities for conceptual construction. PBL is recommended for broader implementation in physics learning.
Efektivitas Penggunaan PhET Simulation Dan Video Percobaan Terhadap Peningkatan Keterampilan Proses Sains Siswa SMA Rindy Puspita Anggrini; Corry Mandriesa
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bd16aq20

Abstract

Materi listrik statis merupakan konsep yang bersifat abstrak sehingga siswa sering mengalami kesulitan dalam memahami interaksi muatan, medan, serta gaya elektrostatik yang tidak dapat diamati secara langsung. Kondisi ini menyebabkan aktivitas ilmiah seperti mengamati, memprediksi, menafsirkan, dan menarik kesimpulan kurang berkembang, sehingga diperlukan media pembelajaran yang mampu mendukung penguatan Keterampilan Proses Sains (KPS). Perbedaan ciri antara Simulasi PhET, yang memberikan pengalaman interaktif eksploratif, dan video percobaan, yang menghadirkan fenomena empiris secara nyata, menjadi alasan pemilihan topik penelitian ini. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group pada dua kelas XII SMA, masing-masing diberi perlakuan berbeda. Instrumen berupa 30 soal pilihan ganda berindikator KPS diberikan pada pretest dan posttest kemudian dianalisis menggunakan daya serap serta N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode menghasilkan daya serap sangat baik pada seluruh indikator, namun peningkatan berdasarkan N-Gain berada pada kategori sedang. Simulasi PhET memperoleh rata-rata 0,525, sedangkan video percobaan 0,453. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua metode sedikit meningkatkan KPS, namun Simulasi PhET memberikan peningkatan yang sedikit lebih optimal untuk mendukung keterampilan proses sains siswa. Hasil ini juga menunjukkan perlunya penelitian lanjutan dengan durasi pembelajaran lebih panjang serta integrasi kedua media untuk memperoleh peningkatan KPS yang lebih signifikan di masa depan.
Studi Komparatif: Pengaruh Model Problem Based Learning dan Direct Instruction Terhadap Sikap Ilmiah Siswa pada Materi GLB Dan GLBB di Kelas XI IPA Ayu Mardiana
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/q3cnk745

Abstract

Abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pengaruh model Problem Based Learning (PBL) dan Direct Instruction (DI) terhadap sikap ilmiah siswa pada materi Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) di Kelas XI IPA. Penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design yang melibatkan dua kelas sampel, yaitu kelas eksperimen (XI F6, n=21) yang dibelajarkan dengan model PBL dan kelas kontrol (XI F5, n=17) yang dibelajarkan dengan model DI. Instrumen penelitian berupa angket sikap ilmiah 30 butir pernyataan yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji statistik inferensial independent samples t-test pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara sikap ilmiah kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model PBL dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model DI (p-value = 0,006 < 0,05), dengan rata-rata skor sikap ilmiah kelompok PBL (126,81 ± 8,92) secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok DI (119,35 ± 7,45). Simpulan penelitian membuktikan bahwa model Problem Based Learning lebih efektif dalam meningkatkan sikap ilmiah siswa pada materi GLB dan GLBB dibandingkan dengan model Direct Instruction, sehingga disarankan bagi guru fisika untuk mengimplementasikan model PBL sebagai alternatif pembelajaran inovatif guna mengoptimalkan pembentukan karakter ilmiah siswa.  
Efektivitas Pembelajaran Menggunakan Simulasi PhET Terhadap Peningkatan Keterampilan Proses Sains (KPS) pada Materi Hukum Newton Nelfira Dwina Amanda; Mega Afiani Wulandari
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jm7zrk19

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penggunaan soal berbasis Keterampilan Proses Sains (KPS) dalam meningkatkan pemahaman konsep Hukum Newton pada siswa SMA. Penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan desain Pretest Post-test control group yang melibatkan dua kelas XI, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan soal KPS dan kelas kontrol yang menggunakan soal konvensional. Instrumen penelitian terdiri dari 30 soal pilihan ganda berbasis konteks Hukum Newton. Data dianalisis menggunakan N-Gain untuk melihat peningkatan pemahaman konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh rata-rata N-Gain sebesar 43% dengan kategori kurang efektif, sedangkan kelas kontrol memperoleh rata-rata N-Gain sebesar 59% dengan kategori cukup efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa pada kondisi penelitian ini, penggunaan soal berbasis KPS belum memberikan peningkatan pemahaman konsep yang lebih tinggi dibandingkan soal konvensional. Faktor seperti kemampuan awal siswa yang lebih beragam, kompleksitas soal KPS, serta tuntutan analisis data yang lebih tinggi diduga memengaruhi capaian hasil belajar.
Efek Perbandingan Hasil Penggunaan Model Pembelajaranceramah dan Penggunaan Media PPT pada Materi Kemagnetan dikelas XII Gresia Tirawia Rosmauli. M
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/47ttpr48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas model pembelajaran ceramah dan penggunaan media presentasi PowerPoint (PPT) pada materi kemagnetan di kelas XII. Pemilihan topik ini didasarkan pada pentingnya inovasi dalam metode pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep abstrak. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik metode ceramah maupun PPT sama-sama efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, dengan nilai N-Gain yang tergolong "Cukup Efektif" (0.72). Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan dalam sikap ilmiah siswa antara kedua kelompok. Hasil ini mengimplikasikan bahwa pemilihan metode pembelajaran perlu mempertimbangkan karakteristik siswa dan tujuan pembelajaran, serta pentingnya pengembangan sikap ilmiah siswa. Oleh karena itu, guru perlu mempertimbangkan karakteristik siswa dan tujuan pembelajaran dalam memilih metode yang paling sesuai.
Perancangan  Data Inventaris Berbasis Web di  UPTD Jalan dan Jembatan Kota Palembang Menggunakan Metode Human Centered Design Sundari Melisa; Indah Hidayanti
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/z2cywm78

Abstract

Proses pencatatan inventaris di UPTD Jalan dan Jembatan Kota Palembang masih dilakukan secara manual menggunakan buku catatan dan arsip fisik, sehingga sering menimbulkan keterlambatan pencarian data, ketidakteraturan informasi, dan risiko kehilangan dokumen. Penelitian ini bertujuan merancang prototipe sistem inventaris berbasis web yang lebih terstruktur dan mudah digunakan. Metode Human-Centered Design (HCD) diterapkan agar rancangan sistem benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan alur kerja pegawai. Tahap Inspiration dilakukan melalui observasi langsung dan penyebaran kuesioner kepada pegawai yang mengelola inventaris untuk memahami kendala, kebutuhan fitur, dan preferensi penggunaan. Tahap Ideation menghasilkan rancangan awal berupa prototipe antarmuka menggunakan Figma, mencakup halaman login, dashboard, input barang masuk dan rusak, tabel data, serta laporan inventaris. Tahap Implementation dilakukan dengan menguji prototipe kepada pengguna untuk memperoleh masukan dan menyempurnakan desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe yang dibuat mudah dipahami, mendukung proses kerja, dan dapat meningkatkan efisiensi dalam pencatatan serta pencarian data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan HCD efektif dalam menghasilkan desain sistem inventaris yang sesuai kebutuhan dan relevan untuk diimplementasikan lebih lanjut