cover
Contact Name
Annisa Nur Firdausyi
Contact Email
firdausyiannisa@gmail.com
Phone
+628985312178
Journal Mail Official
jurnalthufulah9@gmail.com
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Metro Jl. Ki Hajar Dewantara No.116,Iringmulyo, Kota Metro, Lampung, Sumatera - Indonesia
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Thufulah: Jurnal Ilmiah Mahasiswa
ISSN : 28287843     EISSN : 28287061     DOI : https://doi.org/10.24127
Thufulah: Jurnal Ilmiah Mahasiswa is early childhood study journal, are articles of research results such as research and development, quantitative, qualitative, experiment, literature studies, application of theory, critical analysis studies, and islamic studies of childrens education in PAUD and childrens growth and development such as: Development of moral and religious values, Physical motor development, Emotional social development, Cognitive development, Language development, Artistic and creative development, Parenting, Management institution of early childhood education, Early child development assessment, evaluation of learning in early childhood education Child development psychology, Child empowerment, Learning strategy, Educational tool play, instructional media, Innovation in early childhood education and various fields related to Early Childhood Education. Earlychildhood study journal (Thufulah) is managed by the Islamic Early Childhood Islamic Education Study Program, Muhammadiyah Metro University.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 48 Documents
MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI MEDIA LOOSE PARTS PADA ANAK KELOMPOK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD KB AMSAI SCHOOL SEPUTIH RAMAN Mulyani, Tri; Noormawanti, Noormawanti; Izza Al Iftitah, Ismatul
Thufulah: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/thufulah.v4i2.10821

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui upaya peningkatan kreativitas anak dengan menggunakan media loose parts. 2) mengetahui kendala dan solusi dalam meningkatkan kreativitas anak. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dilaksanakan di PAUD KB AMSAI School. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Data yang dianalisis dengan menggunakan analisis data kualitatif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menjawab pada rumusan masalah pertama bahwa untuk meningkatkan kreativitas pada anak usia dini yaitu dengan menggunakan media loose parts adalah dengan melaksanakan serangkaian tahapan penggunaan loose parts. Tahapan tersebut adalah pertama mengumpulkan bahan yang akan digunakan. Pada tahap ini guru mengumpulkan bahan-bahan yaitu berupa balok kayu kecil, tutup botol, benang wols, pita, cangkang kerang, manik-manik, dan botol bekas. Tahapan selanjutnya yaitu invitasi. Guru memajang bahan loose parts guna menstimulus imajinasi anak membuat kreasi. Langkah selanjutnya adalah membuat kreasi sesuai dengan imajinasi anak. Pada tahap ini peran peserta didik adalah membuat kreasi sekreatif mungkin. Tugas guru adalah memberikan provokasi atau arahan kepada peserta didik guna meningkatkan kreativitas. Hasil penelitian menjawab rumusan masalah kedua kendala dan solusi dalam meningkatkan kreativitas peserta didik adalah hambatan yang ada berupa adanya anak yang belum memiliki kemandirian sehinga dalam hal ini ide atau daya imajinasinya masih kurang.
MENGASAH KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING MELALUI PERMAINAN CONGKLAK TERHADAP LITERASI NUMERIK ANAK USIA DINI 4-5 TAHUN DI TK ABA BUMIASIH LAMPUNG SELATAN Amanah, Tria Rizki; Noormawanti, Noormawanti; Firdausyi, Annisa Nur
Thufulah: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/thufulah.v4i2.10822

Abstract

Problem Solving sendiri adalah keterampilan seseorang dalam memecahkan dan menyelesaikan suatu masalah. Interaksi antara stimulasi dan respons atau hubungan dua arah belajar dan lingkungan. Literasi numerik adalah merupakan pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan berbagai macam angka dan simbol yang berkaitan dengan matematika, dan congklak adalah sebuah permainan jadul asal Indonesia yang menggunakan papan kayu dan batu atau kerang sebagai media bermain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana permainan congklak dapat mendorong perkembangan problem solving dan mengetahui hasil daripada keduanya saat anak memainkan permainan congklak.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa permainan congklak cukup efektif dalam mengasah problem solving dan literasi numerik pada anak. Pada temuan penelitian ini di dapati pada perkembangan problem solving, anak sudah mampu mengidentifikasi masalah,perencanaan strategi,respon cepat untuk mengambil keputusan,evaluasi hasil, dan penguasaan diri. Sedangkan untuk literasi numerik didapati anak sudah mampu menghitung biji congklak, perhitungan langkah, mengelola distribusi biji, dan pemahaman pola dan hubungan numerik anak. Pada temuan ini peneliti mendapatkan nilai indikator untuk problem solving dan literasi numerik mencapai 75-80 yang berarti baik.
PENGEMBANGAN MEDIA BUKU CERITA BERGAMBAR SEBAGAI BAHAN AJAR DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI ANAK USIA DINI USIA 4-6 DI TK ABA MENGANDUNG SARI LAMPUNG TIMUR Andriana Antikasari; Nina Tisnawati; Noormawanti Noormawanti
Thufulah: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 5 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/thufulah.v5i1.11736

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media buku cerita bergambar bertema Si Kancil yang Jujur sebagai bahan ajar untuk meningkatkan kemampuan literasi anak usia 4–6 tahun di TK ABA Mengandung Sari. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya minat baca anak dan terbatasnya media pembelajaran yang menarik serta sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Data diperoleh melalui wawancara, observasi, serta angket yang divalidasi oleh ahli media, ahli materi, ahli bahasa, guru, dan peserta didik. Hasil validasi menunjukkan bahwa media buku cerita bergambar dinilai sangat layak dengan rata-rata persentase: ahli media 83%, ahli materi 92%, dan ahli bahasa 85%. Tanggapan peserta didik terhadap media ini juga sangat positif, dengan tingkat ketertarikan di atas 90%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media buku cerita bergambar yang dikembangkan efektif meningkatkan kemampuan literasi anak, meliputi membaca, menulis, dan memahami teks sederhana. Selain itu, media ini juga mampu menanamkan nilai karakter kejujuran melalui alur cerita yang disajikan dengan ilustrasi menarik. Produk ini diharapkan dapat menjadi alternatif bahan ajar yang inovatif dan praktis dalam pembelajaran literasi di pendidikan anak usia dini.
STRATEGI GURU DAN ORANG TUA DALAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN INKLUSIF DI TK PKK KALI PASIR WAY BUNGUR LAMPUNG TIMUR sunarsih; Noormawanti Noormawanti; Nina Tisnawati
Thufulah: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 5 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/thufulah.v5i1.11784

Abstract

Abstrak Pendidikan inklusif menekankan pentingnya penghargaan terhadap keberagaman sekaligus membangun karakter toleran sejak dini. Dalam pelaksanaannya menghadapi kendala, seperti keterbatasan pelatihan guru, sarana prasarana, serta pemahaman orang tua. Kondisi ini juga ditemukan di TK PKK Kali Pasir Way Bungur, sehingga penelitian ini difokuskan untuk mengkaji strategi guru dan orang tua dalam mengatasi hambatan serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan serta strategi yang digunakan oleh guru dan orang tua dalam melaksanakan pendidikan inklusif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomonologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi untuk memahami bagaimana pengalaman guru dan orang tua dalam melaksanakan pendidikan inklusif, Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dijalankan oleh guru seperti melakukan asesmen awal untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta didik, menyusun RPPH yang fleksibel, serta menggunakan metode dan media yang bervariasi. Strategi orang tua dalam mendukung pendidikan inklusif mencakup tiga hal utama, yaitu mendampingi anak belajar di rumah melalui pengulangan materi dan penggunaan media visual, memberikan dukungan emosional serta motivasi agar anak lebih percaya diri, dan menjalin kolaborasi dengan guru melalui komunikasi rutin. Selain itu, strategi orang tua peserta didik reguler berupa penanaman sikap menghargai perbedaan juga membantu menciptakan lingkungan yang ramah inklusi. Dengan demikian, strategi yang dilakukan orang tua, baik dari anak berkebutuhan khusus maupun reguler, menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan pendidikan inklusif.
PERAN ORANG TUA DAN GURU DALAM PENERAPAN PENDIDIKAN SEKS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK PKK TUNAS HARAPAN KAMPUNG SUKAJADI BUMI RATU NUBAN LAMPUNG TENGAH Dasti Afriyani; Annisa Nur Firdausyi; Noormawanti Noormawanti
Thufulah: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 5 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/thufulah.v5i1.11785

Abstract

Pendidikan seks anak usia dini adalah proses pemberian pemahaman sesuai tahap perkembangan mengenai tubuh, perbedaan jenis kelamin, batasan privasi, serta cara melindungi diri dari tindakan yang tidak pantas. Meningkatnya kasus kekerasan dan pelecehan seksual pada anak menuntut adanya langkah pencegahan sejak dini melalui pendidikan seks. Pengenalan sejak usia dini penting agar anak mampu mengenali tubuh, memahami perbedaan jenis kelamin, menjaga privasi, serta melindungi diri dari perilaku yang tidak pantas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran orang tua dan guru dalam penerapan pendidikan seks pada anak usia 5–6 tahun di TK PKK Tunas Harapan Kampung Sukajadi, Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah, serta tantangan yang dihadapi. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua berperan sebagai pendidik utama melalui pembiasaan berpakaian sopan, pengenalan batasan tubuh, pembimbingan aktivitas pribadi, serta komunikasi terbuka. Guru berperan sebagai pendidik formal sekaligus fasilitator, motivator, dan evaluator dengan penerapan toilet training, penggunaan toilet terpisah, simbol visual, serta penjelasan sederhana. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan pemahaman orang tua, keterbatasan waktu guru, dan anggapan tabu di masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara orang tua dan guru agar anak mampu memahami batasan tubuh serta melindungi diri dari tindakan tidak pantas
IMPLEMENTASI METODE AT-TIBYAN PADA PEMBELAJARAN MAD THABI’I DI TK TAHFIDZ SAQU AL-HIKMAH BANDAR LAMPUNG Nimas Lutfia Purbaningrum; Garianto Garianto; Ahmad Noor Islahudin
Thufulah: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 5 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/thufulah.v5i1.11786

Abstract

Pembelajaran Al-Qur’an merupakan aspek penting dalam pendidikan anak usia dini yang perlu terus dikembangkan sesuai perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi metode At-Tibyan pada pembelajaran mad thabi’i di kelas Abu Bakar (nol kecil) TK Tahfidz SaQu Al-Hikmah Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi untuk memahami pengalaman yang terjadi dalam proses pembelajaran. Teknik analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode At-Tibyan berjalan dengan baik dan sesuai teori yang dikembangkan oleh Syaikh Abdurrahman Bakr. Penerapannya meliputi tiga tahapan utama, yaitu At-Tahdhir (pengenalan materi), At-Tamkin (pematangan materi), dan Al-Muroja’ah (pengulangan materi). Faktor pendukung dan penghambat berasal dari aspek internal (lembaga, kurikulum, dan peserta didik) serta aspek eksternal (lingkungan sosial dan orang tua).
MENINGKATKAN RASA CINTA TANAH AIR PADA PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN PRASIAGA DI TK PKK MELATI SIDOLUHUR LAMPUNG TENGAH Indri Yuliana; Annisa Nur Firdausyi; Noormawanti Noormawanti
Thufulah: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 5 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/thufulah.v5i1.11787

Abstract

Pendidikan karakter pada anak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan kepribadian anak, termasuk penanaman nilai cinta tanah air. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran di banyak lembaga pendidikan anak usia dini masih lebih menitikberatkan pada aspek akademik, seperti membaca, menulis, dan berhitung, sehingga penanaman nilai karakter belum terlaksana secara optimal. Padahal, pendidikan karakter sejak usia dini merupakan fondasi dalam membentuk anak yang berakhlak, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian sosial dan kebangsaan. Salah satu kegiatan yang dapat dimanfaatkan untuk menanamkan nilai cinta tanah air adalah kegiatan prasiaga yang dirancang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan kegiatan prasiaga sebagai sarana penanaman nilai cinta tanah air pada anak usia dini di TK PKK Melati Sidoluhur Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru pembina prasiaga, dan pakar prasiaga. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan prasiaga dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu melalui aktivitas sederhana, seperti baris-berbaris, menyanyikan lagu nasional, gerakan hormat, doa bersama, dan permainan kelompok. Meskipun belum didukung perencanaan tertulis formal seperti RPPM atau RPPH khusus, kegiatan prasiaga tetap berjalan secara konsisten sebagai bentuk pembiasaan karakter. Nilai cinta tanah air ditanamkan melalui pengenalan simbol negara serta pembentukan sikap sosial, seperti kerja sama, tolong-menolong, dan sikap saling menghargai. Pelaksanaan kegiatan prasiaga ini sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka PAUD, khususnya tema Aku Cinta Indonesia.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN KOLASE KULIT BAWANG PUTIH DALAM MENSTIMULASI PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4–5 TAHUN Risa Nurmala Sari; Noormawanti Noormawanti; Annisa Nur Firdausyi
Thufulah: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 5 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/thufulah.v5i1.11788

Abstract

Abstrak Perkembangan motorik halus merupakan aspek penting dalam pendidikan anak usia dini karena berpengaruh terhadap kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi media pembelajaran kolase berbahan kulit bawang putih dalam menstimulasi perkembangan motorik halus anak usia 4–5 tahun serta menganalisis perkembangannya berdasarkan indikator motorik halus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 12 anak usia 4–5 tahun di TK ABA Toto Projo Way Bungur Lampung Timur. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kolase kulit bawang putih mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak secara bertahap, khususnya pada aspek menggunting, menempel, koordinasi mata dan tangan, serta kerapian hasil karya. Media ini memiliki kelebihan berupa bahan yang mudah diperoleh, murah, dan ramah lingkungan. Dengan demikian, media kolase kulit bawang putih dapat dijadikan alternatif media pembelajaran inovatif dalam konteks PAUD nasional.