cover
Contact Name
Ludovikus Bomans Wadu
Contact Email
actualinsight21@gmail.com
Phone
+6281233597270
Journal Mail Official
jurnaldecive@gmail.com
Editorial Address
Jalan Abdurahman Saleeh Blok GJ2 Kedungkandang Kota Malang Jawa Timur, Malang, Provinsi Jawa Timur, 65148
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Published by Actual Insight
ISSN : 27765040     EISSN : 27756009     DOI : https://doi.org/10.56393/decive.v1i12.274
De Cive: Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan jurnal yang menerbitkan hasil penelitian dalam bidang, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Nilai, Pendidikan Moral, Pendidikan Politik, Pendidikan Hukum, Pendidikan Anti Korupsi, Pendidikan Multikultural, Pendidikan Karakter dan berbagai bidang lainnya yang mendukung pengembangan pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jurnal ini diterbitkan duabelas kali dalam setahun yang menampung berbagai naskah hasil penelitian dari para guru, dosen, mahasiswa maupun peneliti yang tertarik dalam bidang penelitian dan pembelajaran.
Articles 260 Documents
Upaya Meminimalisasi Kekerasan di Sekolah dengan Penerapan Sekolah Ramah Hak Asasi Manusia Muhammad Yasri Fauzil Adhim
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 12 (2021): Desember
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v1i12.566

Abstract

Hak Asasi Manusia (HAM) melekat sejak dilahirkan dalam kehidupannya, maka (HAM) ini sangat wajib sekali untuk dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengurangi maupun menghapus kekerasan di sekolah dengan memberi para siswa pengetahuan tentang HAM. Penelitian menggunakan metode Normatif Literatur Studi dengan mencari bermacam-macam referensi di jurnal nasional. Hasil dari penelitian ini adalah menjabarkan beberapa upaya dari sekolah/lembaga untuk mewujudkan sekolah ramah HAM. Kesimpulannya adalah usaha untuk menegakkan HAM pihak sekolah harus melakukannya dengan cara memberikan fungsi dan pemahaman tentang HAM itu sendiri, dan memberikan pembelajaran tentang moral dalam kesadaran HAM. Disamping itu juga upaya ini memerlukan dukungan dan kekompakan yang baik antara siswa, guru, pemimpin sekolah, wali siswa, warga, dan pemerintah sehingga diharapkan akan memberikan manfaat untuk perubahan yang lebih bagi pendidikan di Indonesia. Hasil penelitian ini digunakan sebagai masukan bagi siswa-siswi untuk lebih banyak mengetahui pentingnya penerapan HAM di lingkungan sekolah mereka.
Saka Mese Nusa Sebagai Perwujudan Nilai Persatuan pada Masyarakat Seram Bagian Barat Maya Sapasuru; Lisye Salamor; Remon Bakker
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v2i1.586

Abstract

Penelitian ini menunjukkan bahwa Pemahaman Masyarakat Seram Bagian Barat terhadap semboyan saka mese nusa sebagai perwujudan nilai persatuan. pemahaman masyarakat mengenai arti dan makna yang memiliki tujuan, harapan, cita-cita, kesamaan pandangan sebagai bagian dari tata nilai kemasyarakatan yang dipelihara sebagai wujud kehormatan negeri, walaupun terdapat keegoisme kelompok masyarakat tertentu, namun Saka Mese Nusa tetap terjaga sebagai implementasi solidaritas masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Melalui pendekatan kualitatif, data yang dikumpulkan berupa data yang berasal dari naskah wawancara,catatan lapangan, dokumen pribadi, catatan memo, dan dokumen resmi lainnya. lokasi penelitian ini adalah di Piru Kabupaten Seram Bagian Barat. Teknik analisa data yang dipergunakan adalah teknik analisa deskriptif dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa semboyan saka mese nusa menjadi perwujudan nilai kesatuan dengan cara tetap mempertahankan nilai-nilai persatuan yang telah ada (pela dan gandong). Masyarakat secara bersama mendukung kebijakan dan kinerja pemerintah terkait nilai persatuan.
Kontribusi Mahasiswa Sebagai Agent of Change Dalam Penerapan Nilai-Nilai Pancasila pada Kehidupan Bermasyarakat Sekar Gesti Amalia Utami; Fatma Ulfatun Najicha
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 3 (2022): Maret
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v2i3.591

Abstract

Pancasila merupakan dasar negara serta falsafah bangsa dan negara Republik Indonesia yang terdiri atas lima sila. Mahasiswa dalam perannya sebagai agent of change harus dapat menerapkan, mengamalkan, dan menjalankan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup dalam kehidupan bermasyarakat. Mahasiswa sebagai penerus bangsa harus dapat menjadi contoh bagi masyarakat sehingga nilai-nilai Pancasila dapat selalu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat dan menciptakan kehidupan yang rukun, harmonis, dan sesuai dengan norma-norma yang ada di masyarakat. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk menambah wawasan serta memberikan gambaran terkait peran mahasiswa sebagai agent of change dalam penerapan nilai-nilai Pancasila di masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kualitatif dan menggunakan studi kepustakaan untuk mendapatkan data dan menganalisis data. Dengan studi kepustakaan ini diperoleh referensi penelitian yang berasal dari artikel jurnal yang sesuai dan berhubungan dengan topik pembahasan. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa memberikan dampak yang besar sebagai agent of change dalam penerapan nilai-nilai Pancasila di masyarakat. 
Bahaya Pemanfaatan Media Sosial bagi Integrasi Bangsa di Masa Pandemi Raissa Nurul Ilmi; Fatma Ulfatun Najicha
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 4 (2022): April
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v2i4.593

Abstract

Perkembangan media teknologi yang sangat pesat membuat masyarakat dari berbagai generasi sadar akan teknologi. Teknologi menawarkan banyak fitur yang dapat mempermudah kehidupan manusia. Media sosial menjadi salah satu teknologi yang tak bisa terlepas dari kehidupan manusia. Media sosial dapat digunakan sebagai media berkomunikasi, tempat berdiskusi, serta sumber pengetahuan. Namun, pemanfaatan media sosial justru dapat membahayakan integrasi bangsa, terutama pada masa pandemi COVID-19. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pemanfaatan media sosial yang dapat membahayakan integrasi bangsa khususnya di masa pandemi COVID-19. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menyebutkan bahwa penyebaran hoaks mengenai COVID-19 dapat menimbulkan kerusuhan sosial yang dapat berujung pada terjadinya disintegrasi bangsa. Upaya pencegahan agar tidak terjadi disintegrasi bangsa dapat dilakukan dengan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari serta mempertegas kembali sanksi bagi pelaku penyebaran hoaks. Melalui tulisan ini, diharapkan pembaca menjadi lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial agar integrasi bangsa tetap terjaga.  
Pentingnya Pancasila Menjadi Mata Pelajaran Wajib dalam Kurikulum Pendidikan Nasional Guna Menjaga Keutuhan Bangsa Diana Adilla Lubis; Fatma Ulfatun Najicha
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 5 (2022): Mei
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v2i5.614

Abstract

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 Tahun 2022 tentang Standar Pendidikan Nasional. Pancasila akan ditetapkan menjadi mata pelajaran wajib di Indonesia mulai tahun ajaran baru pada Juli 2022. Pancasila akan menjadi mata pelajaran tersendiri dan tidak lagi bergabung dengan mata pelajaran Kewarganegaraan. Pancasila  merupakan falsafah Negara Indonesia  yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Maka setiap warga Negara Indonesia wajib  mempelajari, mendalami dan mengamalkannya niali-nilai Pancasila dalam segala aspek kehidupan. Namun, seperti yang kita ketahui di era globalisasi saat ini, teknologi informasi berkembang dengan pesat dan telah membawa dampak positif maupun negatif bagi kehidupan manusia, nilai-nilai Pancasila dalam diri generasi muda sudah mulai turun seiring berkembangnya waktu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan seberapa pentingnya generasi muda mendapatkan pendidikan Pancasila dalam kurikulum pendidikan nasional. Dengan diberlakukannya kebijakan tersebut diharapkan para generasi muda mampu menerapkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari guna  memajukan kualitas generasi muda untuk keutuhan bangsa dan negara.
Penanaman Nilai-Nilai Pancasila di Era Pandemi Covid-19 Shalli Dyangrosa Permatanurani Balqis; Fatma Ulfatun Najicha
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 6 (2022): Juni
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v2i6.634

Abstract

Pancasila merupakan dasar negara Indonesia. Nilai-nilai Pancasila mencakup lima hal sesuai kelima sila Pancasila, yaitu nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan. Warga negara Indonesia memiliki kewajiban untuk menjaga nilai-nilai Pancasila di era Pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penanaman nilai-nilai Pancasila di era pandemi Covid-19. Lokus penelitian ada desa Sukarame, Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif. Instrumen perolehan data didapatkan dan dikumpulkan melalui analisa dan proses pengamatan langsung di lapangan. Sumber data diperoleh dari artikel jurnal kewarganegaraan, wawancara kepada beberapa warga, dan berita di media elektronik. Hasil penelitian bahwa penanaman nilai-nilai Pancasila dapat mengurangi terjadinya pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan masyarakat atas kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Penanaman Pancasila yang baik memberikan pemahaman nilai Pancasila yang lebih kokoh di tengah kehidupan warga negara Indonesia di era Pandemi Covid-19. Kesadaran warga negara untuk taat pada kebijakan pemerintah dengan selalu menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-harinya.
Kajian Deskriptif dalam Kasus Masa Jabatan Presiden Tiga Periode dan Implikasinya pada Kemunduran Demokrasi Beatrix Datu Sarira; Fatma Ulfatun Najicha
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 7 (2022): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v2i7.871

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang menganut sistem demokrasi saat ini. Demokrasi mengandaikan adanya persamaan hak dan kedudukan. Tujuan penelitian ini terarah pada kajian deskriptif dalam kasus masa jabatan presiden tiga periode yang membuat polemik dan berimplikasi bagi kemunduran demokrasi. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa demokrasi menjadi bentuk kekuasaan yang berada di tangan rakyat. Dalam mewujudkan pengertian tersebut maka dibentuklah sistem pemilihan umum (pemilu) dipercaya sebagai suatu wadah yang dapat menampung aspirasi rakyat, untuk mengangkat eksistensi rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam negara. Pemilu merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pemilu merupakan penggerak mekanisme sistem politik di Indonesia. Salah satu yang menjadi variabel dalam menentukan Indeks Demokrasi Indonesia ialah hak-hak politik. Bentuk dari pemenuhan hak-hak politik rakyat Indonesia yaitu dengan dilaksanakannya pemilu dan pemilihan presiden secara berkala sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kajian tentang Gender dari Persepektif Adat Lio di Desa Mauloo Kecamatan Paga Yohanes Nggai
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 11 (2022): November
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v2i11.1032

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kajian Tentang Gender Dari Perspektif Adat Lio dan nilai-nilai tentang jender dari prespektif perkawinan adat Lio di Desa Mauloo Kecamatan Paga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitiannya yaitu, Kepala Desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan salah satu keluarga. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik Analisis data berupa pengumpulan data , reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian kajian gender dari perspektif adat Lio yaitu: laki-laki belum mengakui eksistensi perempuan dalam adat lio, aspek sosial ekonomi: memiliki tanggung jawab yang sama, aspek budaya. nilai-nilai gender dalam adat lio yaitu nilai budaya, nilai sosial, nilai ekonomi, dan nilai religius.
Peran Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Dalam Menegakkan Kedisiplinan Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Maria Fransiska Zhortisary; Abdullah Muis Kasim; Khaidir Khaidir
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 10 (2022): Oktober
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v2i10.1033

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Ingin mengetahui Bagaimana Peran Guru PPKn dalam menegakkan kedisiplinan pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Nita Kecamatan Nita Kabupaten Sikka. 2. Faktor pendukung dan penghambat Guru PPKn dalam menegakkan kedisiplinan pada siswa kelas VIII di SMPN 1 Nita Kecamatan Nita Kabupaten Sikka. Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 20 September – 20 Oktober 2019. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dan pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa peran guru PKn dalam menegakkan kedisiplinan siswa kelas VIII SMPN 1 Nita Kecamatan Nita Kabupaten Sikka adalah guru PKn harus menjadi seorang pendidik, pengajar, menjadi agen perubahan moral, dan menjadi motivator bagi siswanya. Adapun hambatannya adalah tidak ckupnya waktu pembelajaran, kurangnya kelengkapan administrasi di sekolah, pergaulan teman sebaya serta sikap masa bodoh terhadap nasihat guru. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peran guru PKn dalam menegakkan kedisiplinan pada siswa kelas VIII SMPN 1 Nita Kecamatan Nita Kabupaten Sikka sudah cukup baik. Hal ini di lihat dari berbagai macam upaya yang di lakukan oleh guru PKn terhadap siswa kelas VIII dalam menegakkan kedisiplinan siswa di sekolah.
Peran Guru Penggerak Dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Afis Hafifah Hasanah; Muhammad Mona Adha; Ana Mentari
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 10 (2022): Oktober
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v2i10.1053

Abstract

Di era saat ini, terdapat empat tantangan besar dalam dunia pendidikan, diantaranya adalah adanya persoalan terkait nilai luhur dan moral bangsa; perlunya kematangan menjadi warga negara; mendukung perwujudan keadilan sosial dan terciptanya kompetensi abad 21. Menghadapi tantangan tersebut pemerintah membentuk program Guru Penggerak untuk mencanangkan Profil Pelajar Pancasil. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru penggerak dalam mewujudkan profil pelajar pancasila. Untuk menganalisis data pada penelitian ini, penulis menggunakanan alat bantu berupa Statistical Program for Social Science (SPSS) versi 20. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa Peran Guru Penggerak di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Semaka Tanggamus dilihat dari kegiatan pembelajaran maupun kegiatan diluar pembelajaran yang memberikan perubahan dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Guru Penggerak cukup mampu menerapkan perannya dengan baik disetiap perilaku dan tindakannya di lingkungan sekolah.

Page 7 of 26 | Total Record : 260


Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 Tahun 2025 Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2025 Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025 Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025 Vol. 4 No. 12 (2024): Desember Vol. 4 No. 11 (2024): November Vol. 4 No. 10 (2024): Oktober Vol. 4 No. 9 (2024): September Vol. 4 No. 8 (2024): Agustus Vol. 4 No. 7 (2024): Juli Vol. 4 No. 6 (2024): Juni Vol. 4 No. 5 (2024): Mei Vol. 4 No. 4 (2024): April Vol. 4 No. 3 (2024): Maret Vol. 4 No. 2 (2024): Februari Vol. 4 No. 1 (2024): Januari Vol. 3 No. 12 (2023): Desember Vol. 3 No. 11 (2023): November Vol. 3 No. 10 (2023): Oktober Vol. 3 No. 9 (2023): September Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus Vol. 3 No. 7 (2023): Juli Vol. 3 No. 6 (2023): Juni Vol. 3 No. 5 (2023): Mei Vol. 3 No. 4 (2023): April Vol. 3 No. 3 (2023): Maret Vol. 3 No. 2 (2023): Februari Vol. 3 No. 1 (2023): Januari Vol. 2 No. 12 (2022): Desember Vol. 2 No. 11 (2022): November Vol. 2 No. 10 (2022): Oktober Vol. 2 No. 9 (2022): September Vol. 2 No. 8 (2022): Agustus Vol. 2 No. 7 (2022): Juli Vol. 2 No. 6 (2022): Juni Vol. 2 No. 5 (2022): Mei Vol. 2 No. 4 (2022): April Vol. 2 No. 3 (2022): Maret Vol. 2 No. 2 (2022): Februari Vol. 2 No. 1 (2022): Januari Vol. 1 No. 12 (2021): Desember Vol. 1 No. 11 (2021): November Vol. 1 No. 10 (2021): Oktober Vol. 1 No. 9 (2021): September Vol. 1 No. 8 (2021): Agustus Vol. 1 No. 7 (2021): Juli Vol. 1 No. 6 (2021): Juni Vol. 1 No. 5 (2021): Mei Vol. 1 No. 4 (2021): April Vol. 1 No. 3 (2021): Maret Vol. 1 No. 2 (2021): Februari Vol. 1 No. 1 (2021): Januari More Issue