cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Biologi
ISSN : 20868286     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Prosiding Seminar Nasional Biologi, terbitan ini berisi artikel bidang ilmu Biologi diterbitkan secara berkala 12 bulanan.
Articles 189 Documents
PENGARUH FERMENTASI Lactobacilus casei FINCC0090 DAN Saccharomyces cerevisiae PADA KULIT NANAS LOKAL (Ananas comosus (L.) MERR) TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN (KOMPARASI EKSTRAK METANOL DAN ETANOL) S Hartini
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 10 (2022)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan kandungan polifenol dan aktivitas antioksidan pada kulit nanas (A.comosus (L.) Merr) lokal yang difermentasi selama 72 jam oleh bakteri L. casei dan Saccharomyces cerevisiae. Parameter uji yang digunakan yaitu, kadar fenolik total (KFT), aktivitas antioksidan, dan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan fenolik total dari hasil fermentasi kulit nanas (A. comosus L. Merr.) lokal oleh khamir S. cerevisiae pada ekstrak metanol dan etanol berturut – turut sebesar 14,2 ± 1,13 mgGAE/g dan 14,4 ± 1,22 mgGAE/g. Aktivitas antioksidan dari hasil fermentasi kulit nanas (A. comosus L. Merr.) lokal oleh khamir S. cerevisiae pada ekstrak metanol dan etanol berturut – turut sebesar 15,8 ± 1,18 %/50 mg/kg antioksidan dan 31,6 ± 1,07 %/50 mg/kg antioksidan. Kandungan asam galat, katekin, EGCG dari hasil fermentasi kulit nanas lokal oleh khamir S. cerevisiae berturut – turut sebesar 141 mg/100 gram, 246 mg/100 gram, dan 51,7 mg/100 gram. Sedangkan kadar fenolik total masing – masing pada ekstrak metanol dan etanol kulit nanas lokal yang difermentasi oleh L.casei berturut-turut sebesar 15,4 ± 1,35 mgGAE/gram sampel dan 6,65 ± 1,45 mgGAE/gram sampel. Kandungan asam galat, katekin, dan EGCG dari hasil fermentasi kulit nanas lokal oleh L.casei berturut-turut 168 mg/100 gram, 170 mg/100 gram, dan 39,5 mg/100 gram. Sedangkan aktivitas antioksidan masing – masing pada ekstrak metanol dan etanol kulit nanas lokal yang difermentasi oleh L.casei berturut-turut sebesar 30,1 ± 1,03% per 50 mg/kg antioksidan dan 74,0 ± 1,09% per 50 mg/kg antioksidan.
HISTOPATOLOGI HAMA KUMBANG BIRU METALIK (Crysolina coerulans) PADA LAHAN KEDELAI TERAPLIKASI BIOPESTISIDA MIKROBA DAN NABATI MT Asri
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 10 (2022)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Crysolina coerulans atau kumbang biru metalik merupakan salah satu hama yang sering ditemukan di lahan pertanian yang ditanami kedelai. Hama ini seringkali menimbulkan kerusakan pada daun kedelai karena akan melubangi daun kedelai yang diserang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari penerapan biopestisida berbahan aktif mikroba yaitu virus Spodoptera litura nuclear polyhedrosis virus, jamur Lecansium lecani serta bahan nabati berupa ekstrak biji mimba terhadap struktur histologis hama di lahan kedelai. Biopestisida ini diketahui dapat mengendalikan beberapa hama yang terdapat di lahan kedelai. Salah satu dari hama yang terpengaruh biopestisida tersebut adalah Crysolina coerulans. Efek dari penggunaan biopestisida tersebut terhadap kumbang biru metalik ini diamati secara histopatologis. Kumbang biru metalik yang ditemukan pada lahan kedelai yang telah diaplikasi biopestisida dipotong secara melintang pada bagian midgutnya. Potongan melintang midgut dipreparasi dengan metode parafin seri. Potongan midgut mempunyai ketebalan 4 µm dan diwarnai dengan Hematoksilin-Eosin. Hasil studi histopatologis dari midgut kumbang biru metalik menunjukkan adanya PIB (Polyhedra inclution bodies) dari SpltMNPV di lumen midgut dan spora L. lecanii yang sedang berkecambah terlihat di dekat sel otot. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa SpltMNPV maupun jamur L. lecanii dapat menginfeksi Crysolina coerulans atau kumbang biru metalik.
PENGARUH MASSA KOMBINASI RUMPUT GAJAH DAN LIMBAH KANGKUNG TERHADAP NILAI PROTEIN KASAR SILASE PAKAN RUMINANSIA K Marom; S Nurussalma; S Sholeha; RS Iswari; P Dewi
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 10 (2022)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Silase merupakan hasil penyimpanan dan fermentasi hijauan segar dalam kondisi anaerob menggunakan bakteri asam laktat. Salah satu hijauan yang biasa digunakan dalam pembuatan silase yaitu rumput gajah. Berdasarkan penelitian sebelumnya rumput gajah memiliki nilai protein kasar 7-13% dan nilai kecernaan 55-70% yang berpotensi untuk dijadikan awetan hijauan berupa silase. Saat musim kemarau, hijauan kurang tumbuh subur sehingga terjadi masalah dalam mencukupi pakan ruminansia. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu membuat silase dengan bahan kombinasi antara rumput gajah dan kangkung tidak layak dikonsumsi manusia yang mudah didapatkan di pasar. Penelitian ini mengunakan desain Rancangan Acak Lengkap dengan 15 sampel yang terdiri dari 3 perlakuan utama dan 2 kontrol sebanyak 3 kali ulangan. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata protein kasar pada silase yaitu perlakuan kontrol 100% rumput gajah 7,46%; perlakuan kontrol 100% limbah kangkung 20,13%; perlakuan 50% rumput gajah dan 50% limbah kangkung 11,58%; perlakuan 25% rumput gajah dan 75% limbah kangkung 13,06%; perlakuan 75% rumput gajah dan 25% limbah kangkung 9,34%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penambahan limbah kangkung pada pembuatan silase dapat meningkatkan kadar protein kasar silase dibandingkan bila hanya menggunakan rumput gajah.
PENGARUH PROSES FERMENTASI TEH TAMBI MERAH (Camellia sinensis var. sinensis) TERHADAP PERUBAHAN KOMPOSISI KATEKIN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI DPP Ambarsari; TY Budiarso; C Amarantini
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 10 (2022)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teh Tambi (TB) Merah (Camellia sinensis var. sinensis) merupakan tumbuhan yang kaya akan polifenol, khususnya katekin yang berperan sebagai senyawa penentu cita rasa, aroma, dan fungsi kesehatan, seperti antioksidan dan antibakteri. Melalui penelitian ini, dilakukan fermentasi TB Merah menggunakan Saccharomyces cerevisiae untuk mengetahui pengaruh perubahan komposisi ester catechins (ECG dan EGCG) menjadi non-ester catechins (EC dan EGC) serta gallic acid (GA) terhadap aktivitas antioksidan dan antibakteri tea wine. Perubahan katekin serta aktivitas antioksidan dan antibakteri masing-masing dianalisis menggunakan metode HPLC, DPPH, dan well diffusion agar. Selain itu, dilakukan pengukuran pH, kadar alkohol dan gula, total asam, serta uji oraganoleptik tea wine untuk menilai karakteristik dan tingkat penerimaan produk tersebut. Hasil analisis HPLC menunjukkan adanya penurunan seluruh komponen katekin dan GA yang diduga disebabkan oleh reaksi oksidasi yang berdampak pada ketiadaan aktivitas antibakteri. Meskipun demikian, tetap diperoleh peningkatan aktivitas antioksidan setelah fermentasi. Aktivitas antioksidan tea wine tertinggi diperoleh pada konsentrasi 100%, yaitu 80.103% dengan 6.427% lebih unggul dibanding tea extract (sebelum fermentasi) pada konsentrasi yang sama. Profil karakteristik tea wine yang diperoleh memiliki pH 3.41, kadar alkohol 5.10%, kadar gula 6.20˚Brix, total asam 0.204%, serta tingkat penerimaan keseluruhan berdasarkan hedonic scale sebesar 4.30 yang lebih tinggi dibanding grape wine (3.8).
PRODUKTIVITAS PEMIJAHAN INDUK IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) SECARA ALAMI TERHADAP KEBERHASILAN DAYA FERTILISASI DAN DAYA TETAS TELUR. E Setiyono; R Prakoso; Purnomo Purnomo
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 10 (2022)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan benih ikan gurami dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, hal ini menunjukkan bahwa usaha pembenihan ikan gurami sangat menjanjikan. Salah satu tahap pembenihan yang harus diperhatikan adalah pemijahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui derajat pembuahan, derajat penetasan, dan kelulushidupan larva ikan gurami (Osphronemus gouramy) hasil pemijahan alami di UPTD BIAT Kutasari. Metode penelitian yang digunakan adalah survei observasional dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Jumlah induk yang digunakan adalah 15 ekor induk jantan dan 60 ekor induk betina dengan bobot antara 1,5–3 Kg perinduk. Pemijahan dilakukan secara alami dengan perbandingan 1:4 (1 ekor jantan:4 ekor betina). Pemijahan ikan gurami dilakukan kolam pemijahan berukuran 50m x 8m x 1m yang disekat menjadi 15 petak dengan ukuran perpetak 4,5m x 4m x 1m. Hasil pemijahan menunjukan bahwa nilai derajat pembuahan atau Fertilization rate (FR) sebesar 97,3%, nilai derajat penetasan atau Hatching rate (HR) sebesar 91,02%, dan tingkat kelangsungan hidup larva atau Survival rate (SR) sebesar 99,3%. Nilai parameter kualitas air pemijahan cukup optimal dengan temperatur 29o C, pH 8,33 dan Oksigen terlarut 5,3 mg/L. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pemijahan ikan gurami secara alami di UPTD BIAT dikatagorikan baik yang didukung dengan kualitas air yang baik.
ANALISIS MORTALITAS DAN KEMAMPUAN MAKAN KUTU KANDANG Alphitobius diaperinus AKIBAT TERPAPAR EKSTRAK BIJI MAHONI DAN BIJI PEPAYA L Afifah; P Widiyaningrum
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 10 (2022)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji mahoni dan biji pepaya mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, tanin, steroid dan fenolik yang dimanfaatkan sebagai insektisida nabati. Penelitian ini bertujuan menganalisis mortalitas dan kemampuan makan Alphitobius diaperinus yang terpapar ekstrak biji mahoni dan biji pepaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Uji mortalitas menggunakan 6 perlakuan ekstrak dengan konsentrasi 0%,20%,40%,60%,80% dan 100% dengan 4 kali ulangan selama 3x24 jam. Uji penghambatan konsumsi pakan digunakan 6 perlakuan ekstrak dengan konsentrasi 0%,10%,20%,30%,40% dan 50% dengan 5 kali ulangan selama 4 minggu. Data mortalitas di analisis deskriptif dan analisis probit untuk menentukan nilai LC50 dan LC90. Data penghambatan konsumsi pakan dianalisis menggunakan one-way ANOVA dan uji lanjut LSD. Feeding Deterrent Index (FDI) dihitung untuk mengetahui seberapa kuat efek antifeedant dari kedua ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak biji mahoni memberi efek mortaltas lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak biji pepaya. Nilai LC50 dan LC90 ekstrak biji mahoni berturutturut 43,060% dan 47,735%. Nilai LC50 dan LC90 ekstrak biji pepaya berturutturut 70,225% dan 72,911%. Perbedaan konsentrasi ekstrak berpengaruh terhadap konsumsi pakan, dan semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka semakin tinggi pula kemampuan penghambatan pakan. Berdasarkan nilai FDI, ekstrak biji mahoni memberikan efek penghambatan konsumsi pakan kategori sedang, sedangkan ekstrak biji pepaya memberi efek kategori rendah.
PENGARUH EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK TERHADAP KADAR GAMMA-GLUTAMYL TRANSFERASE TIKUS JANTAN YANG DIPAPAR ASAP ROKOK E Handayani; W Christijanti; Lisdiana Lisdiana; A Marianti
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 10 (2022)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asap rokok merupakan radikal bebas eksogen yang dapat menyebabkan peroksidasi lipid dan meningkatkan stres oksidatif. Stres oksidatif yang berkelanjutan akan menyebabkan kerusakan organ, salah satunya hepar. Untuk memperbaiki rusaknya sel-sel hepar, maka dibutuhkan antioksidan eksogen untuk menangkal radikal bebas. Ekstrak kulit pisang kepok merupakan salah satu antioksidan eksogen yang dapat membantu menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekstrak kulit pisang kepok terhadap kadar gamma-glutamyl transferase (GGT) serum darah tikus yang dipapar asap rokok. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 25 ekor tikus putih jantan galur wistar yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol (K), kelompok yang hanya dipapar asap rokok (K+), kelompok perlakuan (P1, P2, P3) yang masing masing diberi paparan asap rokok dan diberi ekstrak kulit pisang kepok secara berturut-turut 28 mg/kgBB, 56 mg/kgBB, dan 112 mg/kgBB. Perlakuan dilakukan selama 21 hari dan paparan asap rokok diberikan sebanyak 2 batang per hari. Kadar GGT diukur menggunakan metode kolorimetri. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji lanjut Post Hoc. Hasil penelitian menunjukkan kadar GGT berbeda signi ikan pada kelompok K (17,90) dengan P3 (11,65), kelompok K+ (21,46) dengan P2(13,93) dan P3 (11,65).
IDENTIFIKASI, INTENSITAS ENDOPARASIT PADA TIKUS DAN CECURUT YANG BERPOTENSI ZOONOSIS DI KELURAHAN KEDUNGPANE KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG Tedy Irsyad; Ning Setiati
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 10 (2022)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tikus dan cecurut merupakan hewan yang dapat merugikan kehidupan manusia karena selain mengganggu secara langsung juga sebagai perantara penularan penyakit. Tikus dan cecurut menjadi reservoir penyakit parasit pada manusia dan hewan yang beberapa jenisnya berpotensi zoonosis. Tujuan penelitian ini adalah mengidenti ikasi jenis dan tingkat intensitas endoparasit pada tikus dan cecurut. Lokasi pengambilan bertempat di Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen. Metode penelitian yang digunakan berupa deskriptif kualitatif diawali dengan penangkapan menggunakan trap dilanjutkan dengan proses identi ikasi berlandaskan buku panduan identi ikasi. Endoparasit diamati di bawah mikroskopis di Laboratorium Biologi UNNES. Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan 4 jenis tikus dan 1 jenis curut yang terdiri dari Rattus norvegicus, Bandicota indica, Rattus exulans, Rattus tanezumi, dan Suncus murinus. Jenis endoparasit yang didapat 4 jenis endoparasit diantaranya Hymenolepis nana, Hymenolepis diminuta, Diphyllobothrium latum, dan Ancylostoma spp.. Hasil perhitungan intensitas endoparasit yang ditemukan pada masing-masing tikus dan cecurut tergolong dalam kategori rendah.
EFEK EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK TERHADAP KADAR SOD PARU TIKUS YANG DIPAPAR ASAP ROKOK IZ Nurhidayah; W Christijanti; Lisdiana Lisdiana; A Marianti
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 10 (2022)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

hatan. Radikal yang masuk kedalam paru-paru mampu menyebabkan terjadinya stress oksidatif karena ketidakseimbangan radikal bebas dan antioksidan. Stress oksidatif ditandai dengan penurunan kadar SOD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa aktif dalam ekstrak kulit pisang kepok secara kualitatif dan menganalis efek ekstrak kulit pisang kepok terhadap kadar SOD paru tikus jantan yang dipapar asap rokok. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus jantan yang dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok normal (K) dan kelompok yang dipapar asap rokok dan ekstrak kulit pisang selama 21 hari: kontrol positif (K+) dan tiga kelompok perlakuan Pr1 (28 mg), Pr2 (56 mg) dan, Pr3 (112 mg/kg BB). Kandungan senyawa aktif dalam ekstrak kulit pisang kepok diukur dengan pereaksi warna golongan dan kadar SOD paru diukur dengan metode kolorimetri. Analisis senyawa aktif dilakukan secara deskriptif dan kadar SOD menggunakan uji One Way Anova dan dilanjutkan uji LSD dengan taraf uji 95%. Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak kulit pisang kepok mengandung senyawa terpenoid, fenolik, saponin, tanin. Hasil uji statistik menunjukkan ekstrak kulit pisang kepok memberi pengaruh secara nyata terhadap kadar SOD paru. Masing-masing kelompok menunjukkan beda nyata K (49,85%), K+ (29,85%), Pr1 (66,27%), Pr2 (79,10%), dan Pr3 (83,58%).
KEANEKARAGAMAN JENIS GASTROPODA DI RAWAPENING KABUPATEN SEMARANG JAWA TENGAH Partaya Partaya; N Setiati
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 10 (2022)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau Rawapening merupakan danau yang telah mengalami eutrofikasi yang sangat tinggi dan telah mengalami pendangkalan serta banyak ditumbuhi eceng gondok. Proses eutrofikasi telah berlangsung cukup lama, sehingga meningkatkan jumlah biota yang hidup di danau tersebut. Salah satu biota yang menarik adalah gastropoda. Kehadiran gastropoda di perairan danau tersebut penting sekali diketahui kekayaan jenis dan keanekaragaman jenisnya yang hidup sebagai bentos dan perifiton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginventarisasi jenis gastropoda, menganalisis keanekaragaman jenis , kemerataan serta dominansi jenis gastropoda yang terdapat di Danau Rawapening. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan menggunakan garis transek serta cuplikan dengan kuadrat 1 x1 meter. Hasil penelitian diperoleh 14 jenis gastropoda dan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener berkisar 1,02 – 2,10 yang termasuk kategori rendah sampai sedang, untuk indeks kemerataan jenisnya termasuk kriteria tinggi dijumpai di hulu Sungai Tuntang dan Muara Sungai Muncul. Sedangkan untuk dominansinya termasuk rendah, yang dijumpai di hulu Sungai Tuntang dan muara Sungai Muncul.