cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Biologi
ISSN : 20868286     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Prosiding Seminar Nasional Biologi, terbitan ini berisi artikel bidang ilmu Biologi diterbitkan secara berkala 12 bulanan.
Articles 189 Documents
KEANEKARAGAMAN SERANGGA PADA PERKEBUNAN KELENGKENG (Dimocarpus longan L.) Jelita, Orchida Puspa; Indriyanti, Dyah Rini
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelengkeng (Dimocarpus longan L.) merupakan komoditas hortikultura penting dengan prospek agribisnis yang tinggi. Keberadaan serangga pada ekosistem kebun kelengkeng dapat memberikan dampak positif maupun negatif, baik sebagai penyerbuk, predator, maupun hama yang merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman dan peran ekologis serangga pada perkebunan kelengkeng di Bawen serta menganalisis faktor lingkungan yang memengaruhinya. Penelitian dilakukan dengan metode hand collecting dan pitfall trap. Identifikasi serangga dilakukan secara morfologis dengan bantuan perangkat lunak dan pengukuran faktor lingkungan diukur menggunakan termohigrometer dan lux meter. Data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), kemerataan (E), dan dominansi Simpson (C). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 1.277 individu serangga dari berbagai ordo dengan peran beragam meliputi predator, polinator, herbivora, pengisap cairan tanaman, penggerek, dan detritivor. Nilai indeks keanekaragaman H’ sebesar 1,9611 (kategori sedang), indeks kemerataan E = 0,5214 (sedang), dan dominansi C = 0,2652 (rendah). Faktor lingkungan berupa suhu 25–30℃, kelembaban 66–84%, dan intensitas cahaya 1.017–8.424 lux berada pada kisaran optimum bagi kehidupan serangga. Penelitian ini memberikan informasi dasar mengenai komposisi dan fungsi serangga pada kebun kelengkeng yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pengendalian hama terpadu (PHT) serta mendukung keberlanjutan budidaya hortikultura.
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON DI SUNGAI PAMI, MANOKWARI, PAPUA BARAT Rongan, Herlianti Pasa; Sinuraya, Sabarita; Binur, Robi
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis komunitas plankton dan hubungan dengan faktor lingkungan di Sungai Pami, Manokwari, yang minim kajian plankton sebagai indikator kualitas air. Sampel diambil dari tiga titik pengamatan pada bulan Maret-Juli 2025 menggunakan metode purposive random sampling dangan penyaringan 20 liter air memakai plankton net. Nilai Kelimpahan fitoplankton 2,63-26,09% dan zooplankton 16,67-50%. Indeks keanekaragaman (H’) fitoplankton sedang-tinggi (2,7-3,4), zooplankton sedang (2,0). Indeks dominansi (D) rendah (0,12-0,30), keseragaman (E) fitoplankton tinggi (0,62-0,66) dan zooplankton sedang-tinggi pada (0,571,00). Analisis PCA menunjukkan korelasi positif fitoplankton dengan parameter arus dan pH, namun negatif dengan DO dan suhu. Sedangkan zooplankton korelasi positif dengan parameter DO dan suhu, namun negatif dengan pH dan arus. Hasil penelitian ini mendukung pengelolaan sumber daya air dan konservasi ekosistem sungai secara berkelanjutan.
KEANEKARAGAMAN SERANGGA PERKEBUNAN JAMBU BIJI MERAH (PSIDIUM GUAJAVA) DI PERKEBUNAN BUAH BAWEN KABUPATEN SEMARANG Nada, Laila Khoirun; Indriyanti, Dyah Rini
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkebunan buah di Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah merupakan kebun buah yang memiliki beragam jenis tanaman di dalamnya, salah satunya tanaman jambu biji merah. Keberhasilan produksi jambu biji merah tidak lepas dari adanya interaksi antara tanaman dan lingkungannya, serangga berperan penting secara langsung bagi tanaman jambu biji merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman serangga di perkebunan jambu biji merah di Kabupaten Semarang, serta indeks keanekaragaman serangga di dalamnya dan faktor yang mempengaruhi. Penelitian dilakukan pada pukul 06.00 - 10.00 WIB di perkebunan buah jambu biji merah seluas ± 500 m². Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode pengamatan langsung, pitfall trap, dan sweep net untuk menangkap serangga. Jumlah kehadiran serangga dicatat untuk menghitung indeks keanekaragaman serangga di perkebunan jambu biji merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 32 spesies ditemukan dari 7 ordo dan 13 famili yang berfungsi sebagai penyerbuk, predator, dekomposer, dan hama. Nilai indeks keanekaragaman (H) sebesar 3,127, indeks dominansi (C) 0,424 dan indeks kemerataan (E) 0,913, menunjukkan bahwa kondisi ekosistem stabil dengan distribusi spesies yang relatif merata. Keanekaragaman serangga yang tinggi mendukung keseimbangan ekosistem dan membantu keberlanjutan produksi jambu biji merah melalui peran penyerbuk dan musuh alami hama. Penelitian tentang keanekaragaman serangga sangat penting untuk memahami fungsi ekologisnya, membantu Pengelolaan Hama Terpadu (PHT), meningkatkan produktivitas panen, dan memastikan keberlanjutan lingkungan dan keanekaragaman hayati.
KEANEKARAGAMAN SERANGGA PADA TANAMAN JERUK SIAM MADU (Citrus nobilis) Erwanti, Putri Eka; Indriyanti, Dyah Rini
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keanekaragaman serangga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pertanian, termasuk pada tanaman jeruk siam madu (Citrus nobilis) yang menjadi salah satu komoditas hortikultura unggulan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan karena serangga tidak hanya sebagai hama, tetapi juga berperan sebagai polinator, predator, parasitoid, dan dekomposer yang mendukung keberlanjutan ekosistem. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis, jumlah, dan peran fungsional serangga yang terdapat pada tanaman jeruk siam madu. Penelitian dilaksanakan di perkebunan jeruk siam madu di Bawen, Kabupaten Semarang selama empat bulan (April–Juli 2025). Metode yang digunakan meliputi observasi langsung, sweep net, dan pitfall trap. Dengan identifikasi spesies berdasarkan morfologi, referensi literatur, dan aplikasi pendukung identifikasi. Data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman, indeks kemerataan, dan indeks dominansi. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 1.362 individu serangga yang tergolong dalam 6 ordo dan 33 famili. Nilai indeks keanekaragaman (H’) sebesar 2,1 menunjukkan tingkat keanekaragaman sedang, nilai indeks kemerataan (E) sebesar 0,6 menunjukkan tingkat kemerataan tergolong sedang, dan indeks dominansi (C) sebesar 0,19 menunjukkan tidak ada spesies yang mendominasi secara signifikan. Penelitian ini memberikan informasi penting mengenai keanekaragaman serangga pada tanaman jeruk siam madu. Hasil penelitian dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam pengelolaan ekosistem pertanian, dan strategi pengendalian hama
KEANEKARAGAMAN SERANGGA PADA PERKEBUNAN SIRSAK (Annona muricata L.) Farreza, Delia Alifia; Indriyanti, Dyah Rini
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sirsak (Annona muricata L.) merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Tengah hingga Amerika Selatan. Sirsak berasal dari bahasa Belanda, yaitu "Zuurzak," yang berarti kantung asam. Budidaya tanaman sirsak tidak terlepas dari kebaradaan serangga. Keanekaragaman serangga berperan penting dalam budidaya sirsak dan dipengaruhi oleh faktor abiotik maupun biotik.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi serangga pada perkebunan sirsak di Bawen, Kabupaten Semarang, serta mengidentifikasi faktor lingkungan yang memengaruhinya. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan April–Juli 2025 menggunakan metode pitfall trap dan sweep net secara purposive sampling, diikuti identifikasi spesies dan perhitungan indeks Shannon-Wiener, Evenness, dan Simpson. Hasil penelitian mencatat 1.577 individu serangga dari berbagai ordo dengan peran ekologis beragam, termasuk hama, polinator, predator, herbivora, detritivor, dan parasitoid. Nilai indeks keanekaragaman H’ sebesar 3,0638 menunjukkan kategori tinggi, indeks kemerataan E = 0,8305 menunjukkan distribusi individu relatif merata, dan indeks dominansi C = 0,0595 menunjukkan dominansi rendah. Faktor lingkungan seperti suhu 25–30°C, kelembapan 70–85%, dan intensitas cahaya 1.017–8.424 lux berada pada kisaran optimum bagi aktivitas serangga. Penelitian ini menyajikan data kestabilan ekosistem perkebunan sirsak dengan indeks keanekaragaman serangga yang dapat dijadikan dasar pengelolaan budidaya berkelanjutan serta strategi pengendalian hama ramah lingkungan.
EFEKTIVITAS PENGEMBANGAN E-MODUL INTERAKTIF BERBASIS PROJECT BASED LEARNING MATERI SISTEM EKSKRESI MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA SMA Prihastuti, Emi; Sukaesih, Sri
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 12 (2024)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran abad 21 ditandai dengan kemajuan teknologi dan informasi bertujuan untuk mendorong siswa agar memiliki kemampuan literasi sains, namun kemampuan literasi sains siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa adalah dengan memotivasi siswa untuk membaca sehingga perlu mengembangkan bahan ajar yang inovatif, seperti e-modul interaktif berbasis project based learning. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan e-modul interaktif berbasis project based learning (PjBL) materi sistem ekskresi manusia yang dikembangkan terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas XI SMA N 1 Pegandon. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) yang terdiri atas 10 tahapan pengembangan antara lain: 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi produk, 5) revisi desain e-modul, 6) uji skala kecil, 7) revisi pertama e-modul, 8) uji pemakaian e-modul skala besar, 9) revisi kedua e-modul, dan 10) produk akhir e-modul. Pengumpulan data menggunakan angket validasi media, validasi materi, angket kepraktisan dari guru dan siswa, serta tes kemampuan literasi sains siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas e-modul dari ahli media diperoleh persentase sebesar 94% dengan kriteria sangat valid dan dari ahli materi diperoleh persentase sebesar 81,7% dengan kriteria valid. Kepraktisan e-modul berdasarkan respon dari guru dan siswa diperoleh persentase sebesar 96,43% dan 90% dengan kriteria sangat praktis. Efektivitas e-modul interaktif berbasis PjBL berdasarkan hasil tes literasi sains diperoleh nilai signifikansi dari uji t-test sebesar 0,002 (< 0,05) dengan rata-rata N-Gain skor 0,71 termasuk ke dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa e-modul interaktif berbasis PjBL materi sistem ekskresi manusia yang dikembangkan valid, memenuhi kriteria kepraktisan, dan efektif untuk meningkatkan literasi sains siswa kelas XI. Pada pembelajaran biologi dapat menerapkan e- modul yang interaktif sehingga dapat menarik minat membaca siswa dan meningkatkan kemampuan literasi sains siswa.
STRATEGI KONSERVASI ENERGI DI LINGKUNGAN KAMPUS UNNES SEKARAN Sultan, Habil; Ngabekti, Sri; Heriyanti, Andhina Putri; Fariz, Trida Ridho
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 12 (2024)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampus UNNES Sekaran merupakan pusat kegiatan akademik maupun non akademik dengan jumlah civitas akademik yang terus bertambah setiap tahunnya. Hal tersebut berdampak pada meningkatnya aktivitas dan energi yang digunakan di lingkungan kampus . Penelitian yang mengkaji strategi konservasi terhadap energi yang digunakan untuk kegiatan operasional di lingkungan kampus. Hingga saat ini belum ditemukan.. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi konservasi energi di lingkungan Kampus UNNES Sekaran dengan menggunakan analisis SWOT berdasarkan hasil kuesioner dan wawancara terhadap sampel dan pihak yang sudah ditentukan. Nilai IFAS dan EFAS pada penelitian ini berada pada kuadran I, sehingga strategi yang akan dirumuskan berfokus pada kekuatan dan peluang kampus dalam melakukan konservasi energi. Strategi konservasi energi yang dapat dilakukan di Kampus UNNES Sekaran yaitu melakukan kolaborasi dengan stakeholder terkait, mengoptimalkan produksi energi bersih, meningkatkan kemampuan teknis civitas akademik terhadap teknologi hijau, melakukan audit energi pada setiap unit kegiatan maupun gedung, dan mengembangkan sistem kelistrikan yang mandiri.
PEREDARAN DAN PEMANFAATAN JENIS IKAN DILINDUNGI/APPENDIKS CITES DI WILAYAH KERJA LPSPL SORONG Wardono, Suko; Widiarto, Santoso Budi; Aries, Gusti; Handayani, Endy
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 12 (2024)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai upaya untuk mempertahankan keanekaragaman hayati perairan, pemerintah Indonesia telah meratifikasi Cites dan membawa konsekuensi pada pengendalikan dan pengawasan atas perdagangan tumbuhan dan satwa liar termasuk jenis ikan yang masuk dalam Appendiks CITES. Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Sorong merupakan salah satu UPT Kementerian Kelautan dan Perikanan yang bertugas melaksanakan pengendalian peredaran dan pemanfaatan ikan dilindungi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang pengaturan dalam pemanfaatan jenis ikan dilindungi dan kontribusi penerimaan PNBP. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana pengumpulan data dilakukan melalui pencatatan dan wawancara pada kurun waktu tahun 2023 memberikan hasil bahwa pelaksanaan pengendalian dilakukan dengan menerbitkan izin dalam bentuk surat rekomendasi untuk peredaran dalam negeri dan luar negeri serta surat angkut jenis ikan. Rekomendasi dalam negeri diberikan untuk 551.545,16 kg yang merupakan hiu daging, 27.021,96 kg hiu kulit, 70.524,39 kg hiu sirip, 696,30 kg hiu tulang, 89.984,47 pari daging, 4.600,00 kg pari kulit, 177.428,25 teripang dan 504,00 pcs soft coral. Pada rekomendasi luar negeri diberikan untuk 188,64 kg hiu sirip dan 420,60 kg teripang. Sedangkan untuk surat angkut jenis ikan dalam negeri diberikan terhadap 150.526,13 kg hiu, pari dan sidat, dan untuk 74.677 ekor arawana dan napoleon. Keseluruhan ikan yang diedarkan dan dimanfaatkan tidak termasuk jenis ikan yang dilindungi penuh oleh pemerintah. Nilai total PNBP yang diperoleh atas pemanfaatan dan peredaran jenis ikan Rp1.647.742.781,00 PNBP.
PENGARUH BAHAN BAKU TERHADAP AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKOENZIM : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Sunarsih, Sarly; Mustikaningtyas, Dewi; WH, Nugrahaningsih; Widiatningrum, Talitha
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 12 (2024)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekoenzim merupakan larutan multi guna yang diproduksi dari hasil fermentasi limbah organik berupa limbah sisa sayuran dan buah-buahan, dan memiliki aktivitas antimikroba. penelitian sebelumnya menunjukan perbedaan hasil aktivitas antimikroba ekoenzim berdasarkan perbedaan bahan baku yang digunakan. Beberapa jenis bahan baku menunjukkan hasil aktivitas antimikroba ekoenzim yang baik, tetapi ditemukan pula bahan baku yang tidak menunjukkan aktivitas antimikroba sama sekali. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh bahan baku pembuatan ekoenzim terhadap aktivitas antimikroba yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini adalah Systematic Literature Review yang ditulis berdasarkan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses (PRISMA). Pencarian digital melalui Google Scholar, ScienceDirect, OpenAlex, dan Pubmed menghasilkan 24 artikel yang kemudian dianalisis. Hasil Penelitian menemukan bahwa bahan baku terbukti berpengaruh terhadap aktivitas antimikroba ekoenzim, dikarenakan beberapa jenis bahan baku memberikan pengaruh positif terhadap aktivitas antimikroba ekoenzim, sedangkan terdapat bahan baku yang tidak memberikan pengaruh dan memiliki hasil negatif terhadap aktivitas antimikroba ekoenzim. Bahan baku yang menujukan hasil positif terhadap aktivitas antimikroba adalah sampah kulit nanas, kulit jeruk, kulit pisang dan sisa tomat. Kelompok bahan baku ini menujukan hasil aktivitas antimikroba yang baik jika digunakan sebagai bahan baku tunggal maupun dalam campuran, baik itu dengan sampah buah-buahan lainnya maupun sampah sayur-sayuran. Bahan baku yang tidak menunjukkan aktivitas antimikroba adalah daun kayu putih. Pembuatan ekoenzim dengan atau campuran daun kayu putih sebaiknya dihindari guna memaksimalkan potensi aktivitas antimikroba ekoenzim.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA : PERAN TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS RISET DI MTSN 6 JAKARTA TIMUR Haryati, Haryati; Rosyanti, Rosyanti; Suningsih, Suningsih
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 12 (2024)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi kurikulum madrasah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bisa dilihat dari penggunaan peran teknologi dalam pembelajaran berbasis riset di MTsN 6 Jakarta Timur. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui : (1) Bagaimana peran teknologi dalam pembelajaran Biologi berbasis riset di MTsN 6 Jakarta Timur pada kurikulum merdeka, (2) Bagaimana strategi penggunaan teknologi dalam pembelajaran biologi berbasis riset di MTsN 6 Jakarta Timur pada kurikulum merdeka, (3) Bagaimana evaluasi peran teknologi dalam meningkatkan pembelajaran berbasis riset di MTsN 6 Jakarta Timur pada kurikulum merdeka. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di MTsN 6 Jakarta Timur. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga teknik yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek dari penelitian adalah peserta didik kelas IX, pelatih KIR, waka kurikulum, dan guru. Data dianalisis secara induktif dengan tiga tahap, yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk pengecekan keabsahan data dengan triangulasi. Hasil penelitian ini yaitu : (1) Peran teknologi dalam pembelajaran biologi berbasis riset untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di MTsN 6 Jakarta Timur, sebagai media pembelajaran yang menarik menggunakan teknologi pada kurikulum merdeka. (2) Strategi penggunaan teknologi dalam pembelajaran biologi meningkatkan inovasi bagi guru dan peserta didik di MTsN 6 Jakarta Timur pada kurikulum merdeka. (3) Evaluasi yang dilakukan dalam menggunakan teknologi dalam pembelajaran biologi dapat meningkatkan mutu pembelajaran di MTsN 6 Jakarta Timur secara berkelanjutan dalam implementasi kurikulum merdeka.