cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Biologi
ISSN : 20868286     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Prosiding Seminar Nasional Biologi, terbitan ini berisi artikel bidang ilmu Biologi diterbitkan secara berkala 12 bulanan.
Articles 209 Documents
ANALISIS KEBUTUHAN BAHAN AJAR ETNOSAINS BERBASIS KEARIFAN LOKAL SULAWESI TENGAH BAGI MAHASISWA PENDIDIKAN IPA UNIVERSITAS TADULAKO Dwi Setyorini; Amalia Buntu; Asri Widowati
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 14 (2026)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan bahan ajar etnosains berbasis potensi kearifan lokal Sulawesi Tengah di prodi Pendidikan IPA FKIP Universitas Tadulako. Metode penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif untuk analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan merupakan salah satu tahapan awal dalam model penelitian pengembangan. Subjek penelitian adalah mahasiswa prodi pendidikan IPA FKIP Universitas Tadulako berjumlah 55 orang yang telah menempuh mata kuliah etnosains. Data utama dikumpulkan dengan angket mahasiswa, sedangkan data pendukung dengan wawancara dosen pengampu dan observasi pembelajaran untuk memperkuat interpretasi hasil survei. Teknik analisis data menggunakan triangulasi data, yaitu menggabungkan beberapa data yang bersumber dari dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data dengan menguraikan hasil angket analisis kebutuhan. Data berupa persentase dan uraian pendapat dideskripsikan secara mendalam untuk memperoleh kesimpulan mengenai kebutuhan bahan ajar yang diinginkan oleh mahasiswa. Pembelajaran masih dominan menggunakan PowerPoint (PPT), sementara mahasiswa mengidentifikasi keterbatasan terutama pada contoh penerapan konsep dalam kehidupan nyata dan ilustrasi pendukung. Kendala yang dirasakan mahasiswa yaitu kurangnya contoh penerapan konsep dalam kehidupan sehari-hari serta ilustrasi pendukungnya. Kondisi tersebut sejalan dengan tingginya kebutuhan mahasiswa terhadap pengembangan bahan ajar yang lebih kontekstual. Mahasiswa membutuhkan bahan ajar yang berbasis digital seperti aplikasi, video pembelajaran dan e-modul yang interaktif. Bahan ajar yang dikembangkan diharapkan dapat mengintegrasikan kearifan lokal dengan materi sains. Komponen utama dalam bahan ajar mata kuliah etnosains adalah materi berbasis kearifan lokal dan contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan bahan ajar mata kuliah etnosains sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM PENDIDIKAN KONSERVASI: TINJAUAN SISTEMATIS INTEGRASI TEKNOLOGI DAN LUARAN PEMBELAJARAN Elga Araina; Silvita; Anggi Wulansari; Febby Rahmah Handayani
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 14 (2026)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu konservasi lingkungan yang semakin mendesak menuntut inovasi dalam pendidikan biologi agar mampu membekali peserta didik dengan pemahaman masalah (problem understanding) sekaligus mendorong tindakan nyata terhadap kelestarian lingkungan (green action). Namun, sejauh mana model pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning) telah diintegrasikan dengan teknologi dalam konteks pendidikan konservasi masih belum dipetakan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis model-model pembelajaran berbasis masalah yang digunakan dalam pendidikan konservasi, bentuk integrasi teknologi di dalamnya, serta dampaknya terhadap hasil belajar peserta didik. Penelitian menggunakan desain systematic review mengikuti kerangka PRISMA 2020, dengan sumber data dari basis data Scopus. Pencarian awal menghasilkan 225 artikel, setelah disaring berdasarkan jenis dokumen, tahun terbit (2016–2026), dan bahasa, terpilih 117 artikel untuk diskrining judul dan abstrak. Setelah proses skrining sistematis, 61 artikel dinyatakan relevan dan dianalisis secara tematik-deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa model problem- based learning dan variannya (project-based, inquiry-based) telah banyak diterapkan dalam pendidikan konservasi/lingkungan di berbagai jenjang dan konteks negara, namun integrasi teknologi ke dalamnya masih relatif terbatas, serta belum ditemukan model yang secara spesifik dikembangkan untuk konteks kawasan konservasi tertentu di Indonesia. Temuan ini memberikan landasan konseptual bagi pengembangan model pembelajaran biologi berbasis konservasi yang mengintegrasikan teknologi secara lebih utuh, serta berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pendidikan biologi dan penguatan kesadaran konservasi di masyarakat, khususnya pada kawasan-kawasan yang memiliki nilai konservasi tinggi.
KERANGKA KONSEPTUAL ASESMEN LITERASI SAINS BERBASIS KEARIFAN EKOLOGIS LOKAL Dita Astriningrum; Ana Ratna Wulan; Winny Liliawati; Ika Mustika Sari
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 14 (2026)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Capaian literasi sains peserta didik Indonesia masih tertinggal jauh dari rata-rata internasional, sementara kerangka PISA 2025 menggeser orientasi literasi sains ke arah penalaran aplikatif serta pengambilan keputusan dan tindakan atas isu nyata. Kebijakan Kurikulum Merdeka pun menempatkan penalaran kritis dan kearifan lokal sebagai capaian penting. Kearifan ekologis lokal menyediakan konteks autentik yang terbukti menumbuhkan literasi sains, namun upaya pengintegrasiannya lebih banyak berhenti pada ranah pembelajaran, bukan penilaian. Instrumen asesmen literasi sains yang tersedia umumnya dekontekstual atau generik, jarang berakar pada konteks sosio-ekologis lokal, jarang menerapkan prinsip responsif budaya, dan jarang dikembangkan untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP). Paper konseptual ini bertujuan merumuskan kerangka asesmen literasi sains berbasis kearifan ekologis lokal untuk pembelajaran IPA SMP. Kajian disusun melalui pendekatan sintesis teori dipadu tinjauan literatur integratif atas empat domain, yaitu etnosains dan pengetahuan ekologis tradisional, integrasi kearifan lokal-literasi sains, asesmen autentik dan berbasis konteks, serta asesmen responsif budaya. Hasil sintesis menghasilkan kerangka yang menempatkan konteks sosio- ekologis lokal sebagai wahana autentik, isu sosio-saintifik sebagai bentuk tugas, dan literasi sains sebagai konstruk yang diukur, dengan prinsip responsif budaya sebagai jaminan validitas dan ekuitas. Kerangka ini disertai proposisi yang dapat diuji sebagai dasar pengembangan instrumen asesmen IPA yang kontekstual dan sahih.
BAGAIMANA KONTRIBUSI REKONSTRUKSI SAINS DAPAT MENINGKATKAN EMPLOYABILITY SKILLS SISWA SMK?: KAJIAN MODEL COPBL TERINTEGRASI ETNO-SSI Qori Agussuryani Puji Hartini; Wiyanto; Sudarmin; Woro Sumarni
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 14 (2026)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya keterlibatan siswa dalam aktivitas rekonstruksi sains menyebabkan kurangnya keterampilan employability skills siswa SMK. Desain Model Contextual dan Problem Based Learning (CoPBLl) terintegrasi Etno-SSI masih sangat terbatas. Tujuan penelitian untuk menganalisis rekonstruksi sains dan tanggapan model oleh siswa dan guru, serta keunggulan dan keterbatasan. Metode penelitian kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan kajian rekonstruksi produksi batik di Kabupaten Wonosobo menggunakan Model CoPBL. Metode pengumpulan data berupa observasi rekonstruksi, wawancara mendalam siswa dan guru serta dokumentasi penelitian. Teknik analisis data menggunakan triangulasi melalui reduksi data rekonstruksi, verifikasi hasil wawancara mendalam, serta simpulan. Hasil penelitian menunjukan: 1) rekonstruksi sains pada kegiatan produksi Batik Wonosobo menggunakan sintak PILAR (Problem statement, Inquiry, learning community, Assisting, and Reflection) Model CoPBL terintegrasi Etno-SSI mampu memberikan kesempatan siswa untuk memiliki kreativitas dalam membuat pola desain batik bersumber kearifan lokal, Identifikasi jenis pewarna, suhu, lama pencelupan, intensitas warna, ketahanan warna secara konsep sains. 2) Tanggapan siswa dan guru memiliki respon positif pada pembelajaran lebih bermakna karena siswa mengalami langsung, kontekstual dengan kehidupan siswa, serta membekali keterampilan bekerja dengan mempertahankan kelestarian budaya lokal. 3) Keunggulan Model CoPBL mampu membekali employability skills siswa, pembelajaran berpusat pada siswa, berbasis kearifan lokal, bermakna dan belajar sains tanpa meninggalkan budaya sekitar. Keterbatasan pada manajemen waktu dan perlunya persiapan dalam mempertimbangkan rekonstruksi Etno-SSI, dan tidak semua siswa mampu beradaptasi dengan budaya lokal. Implikasinya bahwa Model CoPBL memiliki karakteristik dalam mengkaji isu-isu kearifan lokal yang berkembang di masyarakat yang mampu mengfasilitasi keterampilan abad 21 lulusan SMK.
PENGUATAN PERSONAL HIGIENE DAN KESEHATAN REPRODUKSI PESERTA DIDIK OKU APIM SEMENYIH MELALUI MEDIA VISUAL DAN SIMULASI Sri Sukaesih; Nugrahaningsih WH; Sri Ngabekti; Lisdiana; Y. Ulung Anggraito; Lina Herlina; Silvi Oktaviasari; Hidayatullatifah
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 14 (2026)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja Orang Kurang Upaya (OKU) merupakan kelompok rentan yang menghadapi keterbatasan akses informasi dan edukasi kesehatan reproduksi yang komprehensif, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhannya. Penguatan personal higiene dan kesehatan reproduksi yang adaptif diperlukan untuk mendukung kemandirian, kesehatan, dan keselamatan diri remaja OKU. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan personal higiene serta kesehatan reproduksi remaja OKU di Pertubuhan Akademi Permata Impian (APIM), Semenyih, Selangor, Malaysia, sekaligus memperkuat kapasitas guru pendamping dalam melaksanakan edukasi kesehatan secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah edukatif-partisipatif melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi. Program dilaksanakan melalui lima paket kegiatan dinamai Program Sahabat Sehat (SASE), yaitu SASE-bersih, SASE-mandiri, SASE-pubertas, SASE- aman, dan SASE-sehat, dengan penggunaan media visual ramah disabilitas, praktik terbimbing dan simulasi, diikuti 15 peserta didik dan 2 guru pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan 13 dari 15 peserta memiliki pemahaman personal higiene dan kesehatan reproduksi yang baik, dan 14 dari 15 peserta menunjukkan keterampilan personal higiene dan kesehatan reproduksi dengan kriteria baik. Dua guru pendamping memperoleh penguatan kapasitas untuk mengimplementasikan program di kelas dengan kemampuan sangat baik. Program SASE berpotensi menjadi model edukasi kesehatan reproduksi inklusif yang adaptif dan berkelanjutan bagi remaja disabilitas. Implikasi program memberi penguatan literasi kesehatan, kemandirian, dan keselamatan diri, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera dan SDGs 10 tentang berkurangnya kesenjangan.
PENGARUH PROBLEM-ORIENTED PROJECT-BASED LEARNING BERBASIS PENDEKATAN PEMBELAJARAN MENDALAM TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KOMUNIKASI ILMIAH SISWA SMA Tasya Putri Hendrika; Ibrohim; Sitoresmi Prabaningtyas
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 14 (2026)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan berpikir kritis dan komunikasi ilmiah merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran biologi karena mendukung kemampuan siswa dalam menganalisis permasalahan, menggunakan bukti, membangun argumen, dan mengomunikasikan hasil pemikiran secara ilmiah. Pembelajaran yang berorientasi pada permasalahan dan proyek perlu dikembangkan dengan pendekatan yang mendorong keterlibatan siswa secara sadar, bermakna, dan reflektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Problem-Oriented Project-Based Learning (POPBL) berbasis Pendekatan Pembelajaran Mendalam terhadap keterampilan berpikir kritis dan komunikasi ilmiah siswa kelas XI SMA Negeri 8 Pekanbaru. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain non-randomized control group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri atas 124 siswa yang terbagi dalam kelompok eksperimen dengan POPBL berbasis Pembelajaran Mendalam, kelompok kontrol positif dengan POPBL, dan kelompok kontrol negatif dengan PBL. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan berpikir kritis dan instrumen komunikasi ilmiah, kemudian dianalisis menggunakan ANCOVA dan uji lanjut Tukey. Hasil menunjukkan bahwa kelompok POPBL berbasis Pembelajaran Mendalam memperoleh rata-rata posttest tertinggi pada keterampilan berpikir kritis sebesar 88,60 dan komunikasi ilmiah sebesar 87,90, dibandingkan POPBL sebesar 82,10 dan 81,60 serta PBL sebesar 75,80 dan 74,90. Hasil analisis ANCOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antarkelompok pada kedua variabel dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi POPBL dengan Pembelajaran Mendalam berpotensi memperkuat keterampilan berpikir tingkat tinggi dan komunikasi ilmiah siswa, sekaligus mendukung pengembangan pembelajaran biologi yang relevan dengan kebutuhan pendidikan dan kesiapan siswa menghadapi permasalahan nyata dalam kehidupan.
PENGARUH PEMBELAJARAN MENDALAM BERBASIS MULTIPEL REPRESENTASI DAN ISU SOSIOSAINTIFIK TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA Ahmad Kurnia Dwiputra; Ibnul Mubarok
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 14 (2026)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran mendalam berbasis multipel representasi dan isu sosiosaintifik pada materi degradasi ekosistem. Penelitian kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group melibatkan 64 siswa kelas X SMA Negeri 8 Semarang yang dipilih secara purposif: kelas X.6 sebagai kelompok eksperimen dan X.7 sebagai kelompok kontrol, masing-masing 32 siswa. Instrumen berupa 10 soal esai berdasarkan indikator berpikir kritis dengan reliabilitas Cronbach α = 0,86. Analisis menggunakan statistik deskriptif, uji t sampel independen, N- gain, dan Cohen’s d. Rerata skor kelompok eksperimen meningkat dari 61,71 menjadi 85,31, sedangkan kelompok kontrol dari 59,84 menjadi 66,87. N-gain eksperimen sebesar 0,61 (sedang) dan kontrol 0,16 (rendah). Perbedaan skor posttest signifikan (t = −9,945; df = 62; p < 0,001), dengan ukuran efek 2,48 (besar). Analisis pendukung menunjukkan kualitas argumentasi rasional, humanistik, religius, dan inklusif kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Pembelajaran mendalam berbasis multipel representasi dan isu sosiosaintifik menghasilkan peningkatan keterampilan berpikir kritis yang lebih besar daripada pembelajaran kontrol pada materi degradasi ekosistem. Pembelajaran mendalam berbasis multiple representasi dan isu sosiosaintifik berpotensi memperkuat penalaran kritis berbasis bukti dan pengambilan keputusan atas persoalan lingkungan.
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS DAN HUBUNGANNYA DENGAN PARAMETER LINGKUNGAN DI SUNGAI NUNI MANOKWARI MENGGUNAKAN PRINCIPAL COMPONEN ANALISIS (PCA) Sabarita Sinuraya; Robi binur; Yansen Puari
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 14 (2026)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur komunitas makrozoobenthos di bagian hilir Sungai Nuni, Manokwari, Papua Barat. Penentuan lokasi pengambilan sampel dilakukan secara purposive random sampling pada empat lokasi yang telah ditentukan, dengan empat kali pengulangan pada setiap lokasi dan jarak antar Lokasi 10 m. Pengambilan sampel makrozoobenthos dilakukan untuk mengidentifikasi komposisi, kepadatan, keanekaragaman, dominansi, dan keseragaman, serta menganalisis hubungan antara struktur komunitas dengan parameter fisika-kimia perairan menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 1.717 individu yang terdiri atas 3 kelas, 8 ordo, 8 famili, 11 genus, dan 24 spesies. Kepadatan makrozoobenthos pada lokasi 1–4 berturut-turut sebesar 798,1 ind/m2; 833,33 ind/m2; 929,2 ind/m2; dan 1.088,9 ind/m2. Nilai indeks keanekaragaman (H') berturut-turut sebesar 1,87; 3,07; 3,15; dan 2,67, sedangkan dominansi sebesar 0,17; 0,11; 0,30; dan 0,13 serta keseragaman (E) sebesar 0,42; 0,70; 0,70; dan 0,60. Hasil PCA menunjukkan bahwa struktur komunitas makrozoobenthos di setiap lokasi berkaitan dengan variasi suhu, lebar sungai, BOD, DO, dan pH. Perbedaan nilai struktur komunitas menunjukkan adanya variasi kondisi ekologis perairan Sungai Nuni pada bagian hilir.
PEMELIHARAAN DAN PEMANTAUAN FENOLOGI PEMBUNGAAN DURIAN DI KEBUN AGUS WIDODO, PATI, JAWA Amin Retnoningsih; Safira Pramudya Wardani; Amelia Anara Putri Wibowo; Muhammad Raihan Akbar
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 14 (2026)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus kegiatan di Kebun Durian Agus Widodo, Pati, Jawa Tengah adalah pemeliharaan dan pembungaan durian. Kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, praktik lapangan, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Tiga fokus kegiatan meliputi: (1) prosedur pemupukan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman pada durian Bawor; (2) pemantauan fenologi pembungaan durian Musang King beserta kegiatan pemeliharaannya; serta (3) penerapan pruning, penyiangan gulma, pemupukan, dan pemantauan harian perkembangan bunga pada tanaman durian. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pemeliharaan di Kebun Durian Agus Widodo merupakan rangkaian terpadu berupa penataan tajuk, pengelolaan gulma dan area perakaran, pemupukan berbasis fase generatif, pemantauan kuncup hingga anthesis, serta perlindungan organ generatif dari organisme pengganggu tanaman (OPT). Pada durian Musang King, perkembangan dari mata ketam hingga anthesis teramati selama lima–enam minggu. Pada durian Bawor, pemupukan didahului persiapan area perakaran, kemudian diikuti pemberian pupuk organik serta unsur makro dan mikro, sedangkan pengendalian OPT dilakukan secara berkala disertai sanitasi. Hasil kegiatan menegaskan bahwa dokumentasi prosedur dan fenologi bernilai sebagai dasar penyusunan standard operating procedure (SOP) lapang, tetapi tidak ditujukan untuk membuktikan hubungan sebab-akibat. Sintesis ini dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran berbasis pengalaman sekaligus mengidentifikasi celah penelitian untuk kajian eksperimental yang lebih solutif.