cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Biologi
ISSN : 20868286     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Prosiding Seminar Nasional Biologi, terbitan ini berisi artikel bidang ilmu Biologi diterbitkan secara berkala 12 bulanan.
Articles 189 Documents
PENGEMBANGAN E-ATLAS STRUKTUR TUMBUHAN BERBIJI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATERI JARINGAN, ORGAN, DAN SISTEM ORGAN PADA TUMBUHAN DI SMA Rosaningdyah, Amalia Rizqi; Rudyatmi, Ely
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 12 (2024)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Materi jaringan tumbuhan mempelajari struktur mikroskopis dan fungsi dari berbagai jaringan tumbuhan. Observasi di SMA Negeri 16 Semarang menunjukkan bahwa 56% siswa menganggap materi ini abstrak. Siswa kesulitan memahami konsep karena kompleksitas materi dan struktur mikroskopis yang sulit divisualisasikan tanpa alat atau media yang memadai. Inovasi media pembelajaran diperlukan untuk membantu siswa memvisualisasikan struktur jaringan tumbuhan, memahami hubungan struktur-fungsi, dan mengaplikasikan pengetahuannya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan E-Atlas Struktur Tumbuhan Berbiji sebagai media pembelajaran yang valid dan praktis untuk materi Jaringan, Organ, dan Sistem Organ Tumbuhan di SMA. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Validitas produk dinilai oleh ahli materi dan media, sementara kepraktisan dinilai oleh dua guru dan 63 siswa kelas XI SMA Negeri 16 Semarang yang telah mempelajari jaringan tumbuhan. Hasil menunjukkan tingkat validitas E-Atlas sangat tinggi, mencapai 93,27% dari ahli materi dan 98,21% dari ahli media. Kedua nilai validitas E-Atlas memenuhi kriteria “Sangat Valid”. Keputusan uji validitas menyatakan bahwa produk layak digunakan sebagai media pembelajaran dengan revisi. Uji kepraktisan mencapai 94,53% dari guru dan 89,9% dari siswa, sehingga produk memenuhi kriteria “Sangat Praktis”. Secara rinci, 89% siswa menilai E-Atlas sangat praktis, dan 11% menilainya praktis, tanpa ada penilaian kurang atau tidak praktis. Hasil penilaian kepraktisan mengindikasikan tingginya tingkat penerimaan dan kepuasan pengguna terhadap E-Atlas. Kesimpulannya, E-Atlas Struktur Tumbuhan Berbiji dinyatakan valid dan praktis sebagai media pembelajaran biologi. E-Atlas berperan sebagai jembatan yang mentransformasikan pengalaman abstrak menjadi konkret, serta menawarkan solusi efektif untuk memvisualisasikan struktur jaringan tumbuhan, memahami hubungan struktur-fungsi, dan mengaplikasikan pengetahuan kontekstual.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DILENGKAPI JURNAL REFLEKSI TERHADAP KEMAMPUAN METAKOGNISI DAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X MATERI VIRUS Hafizhatunnisa, Aulia; Sukaesih, Sri
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 12 (2024)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pendidikan abad 21 membekali siswa untuk menguasai berbagai keterampilan untuk hidup, diantaranya berpikir kritis dan metakognisi. Model Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu model pembelajaran yang mengajarkan masalah otentik yang mengarahkan siswa membangun kemampuan metakognisi dan berpikir kritis. Tahap analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah pada model PBL dilengkapi jurnal refleksi dapat menumbuhkan kesadaran diri dalam strategi belajar untuk mencapai tujuan belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pembelajaran PBL dilengkapi jurnal refleksi terhadap peningkatan kemampuan metakognisi dan berpikir kritis siswa. Penelitian ini merupakan penelitan quasi eksperimen dengan rancangan nonequivalent control group design. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket dan tes. Analisis data menggunakan uji statistik berupa Uji-t dan menganalisis peningkatan dengan Uji N-Gain. Hasil penelitian berdasarkan Uji N-Gain kemampuan metakognisi kelas eksperimen diperoleh nilai 0,50 termasuk dalam kategori sedang dan kelas kontrol 0,29 masuk dalam kategori rendah. Hasil Uji N-Gain kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen diperoleh nilai 0,66 termasuk dalam kategori sedang dan kelas kontrol 0,51 termasuk dalam kategori sedang. Hasil Uji Independent Sample t-Test menunjukkan kemampuan metakognisi dan berpikir kritis siswa diperoleh nilai sig (2-tailed) 0,00<0,05, maka Ho ditolak yang artinya Ha diterima. Hal ini berarti terdapat pengaruh yang signifikan pada penerapan model PBL dilengkapi jurnal refleksi terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL dilengkapi jurnal refleksi berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan metakognisi dan berpikir kritis pada pembelajaran materi virus di kelas X. Model PBL dapat digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran Biologi materi virus untuk mengembangkan kemampuan metakognisi dan berpikir kritis siswa melalui kebiasaan menulis jurnal refleksi.
REVITALISASI RUMAH PINTAR "MEKAR SARI" DALAM UPAYA PEMBEKALAN LITERASI DAN KETERAMPILAN BAGI MASYARAKAT Saptono, Sigit; Alimah, Siti; Sukaesih, Sri; Mustikaningtyas, Dewi; Mubarok, Ibnul
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 12 (2024)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan kemasyarakatan merupakan bentuk pendidikan non-formal yang dapat mendukung pendidikan formal di sekolah. Pendidikan kemasyarakatan memberikan dampak positif kepada masyarakat kelompok tertentu dalam hal literasi, keterampilan, dan wawasan. Rumah Pintar "Mekar Sari" yang berlokasi di Kelurahan Pedalangan Banyumanik kota Semarang merupakan salah satu wahana pembekalan literasi, keterampilan dan kecakapan masyarakat. Program pembekalan yang dilaksanakan antara lain pembelajaran literasi baca, tulis, dan hitung, keterampilan dan kerajinan tangan, serta penguatan karakter religius. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan melakukan revitalisasi Rumah Pintar "Mekar Sari" agar dapat difungsikan kembali dengan beberapa pengembangan program dan menjadi tempat masyarakat belajar literasi dan berkreasi. Target khusus kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah terwujudnya Rumah Pintar yang tertata, bersih, sehat, dan dapat menjalankan program pendidikan literasi dan keterampilan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui 4 (empat) tahapan, yaitu revitalisasi fasilitas sarana, peningkatan kepedulian masyarakat, implementasi program pendidikan literasi dan keterampilan, monitoring dan evaluasi. Teknik yang diterapkan adalah brainstorming dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa revitalisasi telah dilakukan pada ruang belajar Rumah Pintar “Mekar Sari” meliputi penggantian lemari buku, pengadaan buku, pengadaan meja dan kursi kecil untuk belajar, papan tulis, dan karpet untuk alas di lantai, serta penataan ulang interior ruang belajar. Warga masyarakat mitra termotivasi untuk menghidupkan kembali kegiatan-kegiatan yang pernah dilaksanakan di rumah pintar tersebut. Program kegiatan yang telah diimplementasikan setelah revitalisasi Rumah Pintar adalah belajar menulis dan literasi huruf Arab bagi anak-anak. Kegiatan lain yang telah diprogramkan adalah belajar membuat kaligrafi sederhana, keterampilan mewarnai degradasi, dan membuat kreasi kerajinan tangan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMAN 1 AMPEL, BOYOLALI MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI Saputri, Eka; Susanti, Susanti
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 12 (2024)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Discovery Learning merupakan suatu metode pembelajaran yang membantu siswa memahami struktur atau gagasan pokok suatu disiplin ilmu, perlunya keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran, dan keyakinan bahwa pembelajaran sejati datang melalui penemuan pribadi. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Experimental design dengan rancangan One Shot Case Study. Populasi penelitian adalah siswa kelas X MIPA SMA Negeri 1 Ampel, Boyolali. Pengambilan sampel menggunakan systematic sampling diperoleh 3 kelas yaitu X 1, X 3, dan X 7. Data yang diambil berupa hasil belajar pada ranah kognitif, psikomotor, dan afektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar kognitif > 90% siswa memperoleh nilai ≥ 70 dengan ketuntasan klasikal yaitu untuk hasil belajar pada ranah kognitif, psikomotor, dan afektif yaitu 85 dengan kriteria sangat berpengaruh. Hasil belajar psikomotor > 80% dengan kriteria terampil, kemudian untuk hasil belajar afektif yaitu angket kerjasama memperoleh presentase 85% dengan kriteria sangat baik, kemudian untuk angket respon siswa memperoleh kriteria 80% dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran materi keanekaragaman hayati dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
Penerapan Pertanian Berkelanjutan Berbasis Produk Pertanian Lokal di Desa Sendangsari, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo Susanti, R.; Christijanti, Wulan; Kusuma, Putri Patria; Sasi, Fitri Arum; Suryonegoro, Bayu Murti; Wijaya, Ifan Badra
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sendangsari terletak di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah memiliki lahan yang cukup luas, digunakan sebagai lahan sawah seluas 125.000 Ha, lahan perkebunan seluas 25.000 Ha, dan lahan ladang seluas 77.000 Ha. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan sumber daya petani, sarana dan prasarana yang belum memadai, serta inkusivitas penerapan pertanian yang belum berkelanjutan. Metode pengabdian yang diterapkan adalah sosialisasi/penyuluhan pentingnya pertanian berkelanjutan, praktek penanaman tanaman obat keluarga dan tanaman buah, praktek pemanfaatan limbah organik dengan membuat pupuk kompos, pupuk organik cair dan ecoenzyme, serta pelatihan pengemasan dan pemasaran produk pertanian menggunakan berbagai platform. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peserta mampu membuat pupuk organik (kompos, pupuk organik cair, dan ecoenzyme), 100% mampu memahami jenis-jenis dan manfaat tanaman TOGA dan tanaman buah, 95,4% peserta memahami tentang jenis-jenis, cara pembuatan dan penggunaan pupuk organik, dan 91,5% peserta memahami strategi pemasaran produk pertanian. Disimpulkan, kegiatan pengabdian mampu mempraktekkan pertanian berkelanjutan melalui pembuatan dan penggunaan pupuk organik untuk tanaman buah dan tanaman obat. Konsep strategi pemasaran juga telah dipahami oleh peserta namun belum sepenuhnya dapat diimplementasikan.
Keanekaragaman Pohon di FMIPA Universitas Negeri Semarang Berdasarkan Analisis Indeks Shannon-Wiener dan Status IUCN Ngabekti, Sri; Fariz, Trida Rdiho; Setyowati, Dewi Liesnoor; Wicaksono, Maulana Malik
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman pohon serta status konservasinya di kawasan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) sebagai bagian dari strategi konservasi dan mitigasi triple planetary crisis. Metode penelitian yang digunakan adalah survei eksplorasi dengan teknik jelajah pada seluruh area FMIPA, di mana setiap pohon diidentifikasi berdasarkan nama lokal dan ilmiah serta dihitung jumlah individunya. Data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), sedangkan status konservasi mengacu pada IUCN Red List. Hasil inventarisasi menunjukkan terdapat 318 individu pohon yang tergolong dalam 58 spesies. Spesies yang paling dominan adalah Swietenia mahagoni (76 individu), Mangifera indica (45 individu), Polyalthia longifolia (39 individu), dan Roystonea regia (26 individu). Nilai indeks Shannon-Wiener sebesar H’ = 2,95 termasuk kategori sedang menuju tinggi, menandakan komunitas pohon di FMIPA cukup beragam dan stabil. Berdasarkan status konservasi, sebagian besar spesies termasuk kategori Least Concern (LC), namun ditemukan pula spesies yang tidak umum, yaitu Pterocarpus indicus berstatus Endangered (EN) dan Swietenia mahagoni berstatus Near Threatened (NT). Keberadaan spesies langka tersebut memperkuat peran FMIPA UNNES tidak hanya sebagai ruang terbuka hijau penyerap karbon, tetapi juga sebagai kantong konservasi keanekaragaman hayati di kawasan kampus. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar strategi konservasi kampus yang mendukung upaya mitigasi perubahan iklim, perlindungan biodiversitas, dan pengendalian polusi dalam kerangka triple planetary crisis serta kontribusi terhadap target nasional Net Zero Emission 2060.
OPTIMASI KETRAMPILAN PETANI UNTUK MEMPERKUAT STATUS MANGGA WIRASANGKA SEBAGAI FLORA IDENTITAS KABUPATEN TEGAL Rahayu, Enni Suwarsi; Retnoningsih, Amin; Noekent, Vitradesie
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangga wirasangka merupakan flora identitas dan varietas lokal Kabupaten Tegal, namun status tersebut belum dikenal secara luas, populasi pohon masih sangat sedikit, dan harga buah relatif rendah. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan sosialisasi, dan pelatihan budidaya dan pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui metode penyuluhan dan pelatihan yang meliputi 1) sosialisasi status, 2) pelatihan teknik pembibitan secara sambung pucuk dan program pembibitan, 3) pelatihan budidaya, 4) pelatihan teknik pemasaran online, dan 5) pembuatan website. Pelatihan diimplementasikan dalam bentuk tutorial, diskusi, peragaan, dan atau praktek. Hasil pelaksanaan setiap tahap kegiatan dievaluasi. Kegiatan dilakukan bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tegal dengan pemilik pohon mangga wirasangka dan kader pemuda tani sebagai mitra sasaran. Berdasarkan evaluasi kegiatan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa 100% mitra sasaran telah memahami status mangga wirasangka, 90% memahami teknik sambung pucuk, 80% peserta dapat melaksanakan beberapa aspek budidaya yang baik, dan 85% memahami pemasaran online. Selain itu telah dihasilkan 250 bibit hasil dari program pembibitan dan telah dibuat website. Hasil tersebut berakibat pada dikenalnya status mangga wirasangka secara lebih luas, meningkatnya ketrampilan petani, dan meningkatnya ketersediaan bibit mangga wirasangka. Hasil ini berimplikasi pada penguatan status mangga wirasangka sebagai flora identitas Kabupaten Tegal.
STRATEGI INOVATIF TRANSDISIPLIN BIO-SOSIO-EKONOMI DALAM PEMANFAATAN TANAMAN PANGAN FUNGSIONAL LOKAL UNTUK MENDUKUNG PENCAPAIAN SDGs KE-3 Zahra, Oktavina Nikmatuz; Nicky, Dhea; Rahayu, Enni Suwarsi; Retnoningsih, Amin
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan tanaman pangan fungsional merupakan salah satu faktor yang dapat menjamin kehidupan yang sehat untuk segala usia. Hal ini merupakan isu global sesuai Sustainable Development Goals (SDGs) ketiga. Selama ini implementasinya masih terbatas karena kurangnya pendekatan integratif dan belum memanfaatkan potensi lokal. Artikel ini disusun dengan tujuan untuk mengeksplorasi tanaman pangan fungsional lokal Indonesia dan mengembangkan model strategi transdisiplin bio-sosio-ekonomi dalam pemanfaatan tanaman pangan tersebut guna mendukung kehidupan yang sehat. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis artikel-artikel ilmiah yang relevan yang dipublikasikan di jurnal nasional dan internasional bereputasi yang diterbitkan dalam 5-10 tahun terakhir. Data dikombinasikan dengan pendekatan transdisiplin untuk menghasilkan model konseptual yang inovatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat beberapa spesies tanaman lokal Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai pangan fungsional, antara lain sorgum, beras hitam, singkong, dan umbi-umbian lokal. Integrasi penelitian dan strategi transdisiplin dalam bidang biologi, sosial, dan ekonomi mampu meningkatkan nilai tambah pangan fungsional, memperluas penerimaan masyarakat, dan mendukung penguatan bahan pangan lokal. Implikasi dari kajian ini adalah memberi kontribusi pada pengembangan sains interdisipliner serta penyusunan kebijakan pangan yang lebih inklusif. Selain itu, hasilnya diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konsumsi pangan sehat, sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di pasar global.
EDUKASI TENTANG TANAMAN OBAT ASLI INDONESIA YANG BERPOTENSI SEBAGAI AFRODISIAK BAGI PRIA DI SMK FARMASI Umarudin, Umarudin; Ulfa, Ninik Mas; Kusumo, Galuh Gondo; Syukrianto, Syukrianto
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada siswa SMK Farmasi tentang tanaman obat asli Indonesia yang berpotensi sebagai afrodisiak. Metode pelaksanaannya meliputi sesi edukasi, sesi tanya jawab, dan diskusi. Media yang digunakan berupa slide PowerPoint, foto tanaman, dan simplisia (bahan tanaman kering) dari tanaman obat asli Indonesia yang dikenal memiliki sifat afrodisiak. Sebelum penyampaian materi, dilakukan pre-test dan dilanjutkan dengan post-test di akhir kegiatan. Hasil kedua tes dianalisis menggunakan tabulasi grafik. Hasil pre-test menunjukkan skor rata-rata 40 dari 100, yang mencerminkan pemahaman awal siswa tentang tanaman asli Indonesia yang berpotensi afrodisiak. Selanjutnya, diberikan edukasi tentang tiga tanaman herbal yang diperkenalkan kepada siswa SMK Farmasi: lada Jawa (Piper retrofractum) yang berasal dari Madura dan Jember; purwaceng (Pimpinella alpina atau Pimpinella pruatjan) yang bersumber dari Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah; Gunung Semeru dan Pegunungan Tengger, Jawa Timur; Gunung Pangrango, Jawa Barat; serta Gunung Lawu dan Gunung Galunggung; dan pasak bumi (Eurycoma longifolia) yang ditemukan di Sumatra dan Kalimantan. Edukasi awal ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada obat sintetis yang sering menimbulkan efek samping. Hasil post-test menunjukkan peningkatan dengan skor rata-rata 98. Kegiatan ini memberi kontribusi positif dengan memperluas pengetahuan siswa tentang morfologi tanaman, habitus, dan efek farmakologis sebagai afrodisiak pada pria, yang didukung oleh studi ilmiah. Selain memberi manfaat bagi siswa, inisiatif ini juga memberikan wawasan berharga bagi masyarakat luas sebagai langkah penting untuk meningkatkan kesehatan reproduksi secara menyeluruh melalui pendekatan alami dan berbasis pengetahuan.
PENGARUH EKSTRAK DAUN Jatropha multifida DAN Centella asiatica TERHADAP KEPADATAN KOLAGEN PADA PENYEMBUHAN LUKA EKSISI Risalah, Milda Islah; Listyawati, Shanti; Herawati, Elisa
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka eksisi dapat terjadi akibat kecelakaan, trauma, pembedahan, paparan bahan kimia, atau tekanan, dan bila tidak segera disembuhkan dapat menimbulkan infeksi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak daun Jatropha multifida dan Centella asiatica terhadap kepadatan kolagen pada penyembuhan luka eksisi. Hewan uji berupa mencit dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif (basis gel), kontrol positif (povidone iodine 10%), ekstrak Jatropha multifida, ekstrak Centella asiatica, dan kombinasi keduanya (1:1). Luka dibuat dengan dermal puncher berdiameter 2 mm pada bagian dorsal mencit. Ekstrak diaplikasikan dalam bentuk gel dengan dosis 300 mg secara topikal dua kali sehari selama 14 hari. Sampel kulit diambil pada hari ke-14 lalu diproses dengan metode parafin dengan pewarnaan Masson’s trichrome. Kepadatan kolagen diukur menggunakan software ImageJ kemudian dianalasis statistik dengan one-way ANOVA (P<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan kolagen pada hari ke-14 tidak terdapat perbedaan signifikan (p>0,05) antar kelompok perlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa gel perlakuan dan kontrol memberikan efek yang sama terhadap kepadatan kolagen luka eksisi. Penelitian ini memberikan peluang bagi pengembangan formulasi sediaan topikal berbasis bahan alami untuk mempercepat penyembuhan luka.