cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Biologi
ISSN : 20868286     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Prosiding Seminar Nasional Biologi, terbitan ini berisi artikel bidang ilmu Biologi diterbitkan secara berkala 12 bulanan.
Articles 189 Documents
PESTISIDA ORGANIK SEBAGAI PENGENDALI BERCAK DAUN JAHE MERAH (Zingiber officianale var Rubrum) YANG DISEBABKAN Nigrospora sphaerica Dian Emilia Maulidiyah; Fahrizal Hazra; Risa Rosita
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 11 (2023)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan permintaan jahe merah belum dapat diimbangi dengan peningkatan produksi jahe merah. Salah satu faktor yang mendorong terjadinya penghambatan yaitu banyaknya Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang dapat menyebabkan kegagalan produksi jahe merah. Berdasarkan penelitian Rosita et al. (2022), pestisida organik Liqcoris 15% dapat mengendalikan penyakit virus mosaik dan kutu daun tanaman cabai. Sementara itu pada komoditi jahe merah kemampuan daya hambat pestisida organik Liqcoris 15% dalam mengendalikan bercak daun yang disebabkan oleh fungi patogen belum dilaporkan. Penelitian bertujuan mengidentifikasi secara morfologi fungi patogen Nigrospora sphaerica, mengetahui apakah Nigrospora sphaerica merupakan fungi patogen penyebab bercak daun pada tanaman jahe merah (Zingiber officinale var Rubrum) serta menganalisis efektivitas pemberian pestisida organik Liqcoris dengan konsentrasi 15%. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Biosistem Lanskap Manajemen (BLM), laboratorium Fitopatologi dan rumah kaca SEAMEO BIOTROP Bogor, Jawa Barat pada bulan Agustus 2022-Februari 2023. Hasil identifikasi morfologi diperkuat oleh hasil identifikasi molekuler penelitian sebelumnya. Nigrospora sphaerica merupakan fungi patogen penyebab penyakit bercak daun pada tanaman jahe. Aplikasi penyemprotan pestisida organik Liqcoris konsentrasi 15% ke daun efektif menghambat penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Nigrospora sphaerica dari intensitas penyakit 14,84% menjadi menurun menjadi 12,94 % dengan persentase penurunan 12,80% setelah 3 minggu pemberian aplikasi.
PENERAPAN TEKNOLOGI AKUAPONIK PADA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KELURAHAN KALISEGORO R. Susanti; Sugianto Sugianto; Tri Sri Noor Asih; Fitri Arum Sasi; Talitha Widiatningrum; Naina Rizki Kenarni; Riska Laila Mukaromah; Farah Fitrotun Nisa’; Adi Franata Jaya
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 11 (2023)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu pangan merupakan persoalan krusial bagi seluruh lapisan masyarakat termasuk masyarakat perkotaan. Pemenuhan kebutuhan pangan dapat dilakukan dengan bertanam atau berternak. Urban farming atau pertanian perkotaan merupakan salah satu kunci pemberdayaan untuk ketahanan pangan berkelanjutan. Budidaya akuaponik merupakan sistem terintegrasi antara akuakultur dan hidroponik, limbah budidaya ikan berupa sisa metabolisme dan sisa pakan dimanfatakan untuk pupuk tanaman. Akuaponik dapat dilakukan dalam skala besar ataupun kecil. Keterbatasan lahan di Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang menyulitkan masyarakat melakukan kegiatan bercocok tanam secara konvensional. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberdayakan warga Kalisegoro dalam memahami konsep urban farming, khususnya akuaponik, dan terampil menerapkan teknologi akuaponik. Metode yang digunakan adalah (1) participatory urban appraisal, (2) participatory technology development, yaitu workshop pemanfaatan teknologi tepat guna berintegrasi ilmu pengetahuan dan kearifan lokal yaitu akuaponik, (3) pendekatan sosialisasi melalui pendampingan dalam membuat dan merawat akuaponik sampai berhasil. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman peserta pengabdian terkait konsep hidroponik dan akuaponik, terampil menyemai bibit tanaman hidroponik, terampil mendesain instalasi akuaponik, terampil menghitung nutrisi yang diperlukan dan terampil merawat akuaponik.
PENERAPAN PRINSIP RUMAH PILAH SAMPAH (RUMPILAH) BERBASIS ZERO WASTE Sigit Saptono; Siti Alimah; Ibnul Mubarok; Khusnul Budiani
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 11 (2023)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan sampah yang melimpah tidak dapat dihindari di pemukiman perkotaan yang cukup padat penduduk. Pengelolaan sampah dengan melibatkan masyarakat sekitar sebagai aktor utama yang mampu menjaga kebersihan, keindahan, dan kesehatan lingkungan, merupakan langkah yang tepat dalam mengantisipasi hal tersebut. Kelurahan Pedalangan Banyumanik Semarang memiliki Rumah Pilah Sampah (Rumpilah) yang pengelolaannya masih sederhana dengan tempat yang seadanya. Rumpilah tersebut difungsikan untuk membantu memilah dan mengurangi sampah rumah tangga. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberdayakan Rumpilah tersebut dengan basis pengelolaan zero waste, agar lebih tertata, bersih, indah, sehat, dan secara finansial menguntungkan. Program ini relevan dengan visi UNNES yang berkomitmen menjadi universitas berwawasan konservasi. Target khusus kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah terwujudnya Rumpilah yang tertata, bersih, sehat, dan menguntungkan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui 4 (empat) tahapan, yaitu sosialisasi, peningkatan kepedulian warga, praktik konservasi, monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan ini adalah Rumpilah yang bersih, indah, dan sehat bagi lingkungan masyarakat setempat.
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN PENYUSUN VEGETASI KORIDOR HUTAN DI JALUR KONSERVASI PENDAKIAN GUNUNG PRAU VIA PURWOSARI Solichin Solichin; F P M H Boedijantoro; Kartika Widiyaningrum; Muhammad Abdullah
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 11 (2023)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengalihan fungsi hutan menjadi lahan pertanian dan perkebunan menjadi permasalahan utama. Permasalahan tersebut dikhawatirkan dapat mengurangi tingkat biodiversitas karena ketersediaan habitat yang semakin berkurang. Berdasarkan hasil observasi di sekitar Gunung Prau, telah banyak ditemukan kerusakan kawasan hutan untuk perluasan perkebunan maupun alih fungsi lainnya. Desa Purwosari, kecamatan Sukorejo, kabupaten Kendal, merupakan salah satu desa yang memiliki jalur konservasi pendakian gunung Prau yang masih terjaga keasriannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keanekaragaman tumbuhan penyusun vegetasi koridor hutan di jalur pendakian purwosari. Pengumpulan data tumbuhan dilakukan menggunakan metode jelajah sesuai dengan koridor yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekayaan jenis tumbuhan di koridor hutan lindung Gunung Prau di wilayah desa Purwosari masih tergolong baik. Terdapat 39 jenis tumbuhan dari 30 Familia. Ditemukan pula salah satu jenis langka yang dilindungi yaitu Castanopsis argentea meskipun hanya satu individu saja. Sedangkan kerabat dekatnya, yaitu Castanopsis accuminatissima ditemukan dengan jumlah yang masih melimpah.
HUBUNGAN INDEX KEANEKARAGAMAN DENGAN PARAMETER LINGKUNGAN DI SUNGAI MARUNI MANOKWARI, PAPUA BARAT Sabarita Sinuraya
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 11 (2023)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini melihat hubungan Index Keanekaragaman (H’) terhadap parameter lingkungan di Sungai Maruni, Manokwari. Penentuan lokasi pengambilan sampel secara Purposive Random Sampling pada tiga lokasi yang telah ditentukan dan pada setiap lokasi dilakukan tiga kali pengulangan dengan jarak antar lokasi 10m. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2021. Hasil penelitian menunjukkan Nilai Index keanekaragaman (H’) pada lokasi 1 sebesar 0,05, lokasi 2 sebesar 1,13 dan lokasi 3 sebesar 1,17. Berdasarkan Principal Component Analysis (PCA) hasilnya menunjukkan hubungan parameter fisika dan kimia terhadap Index Keanekaragaman (H’) Makrozoobentos yaitu pengaruh DO (oksigen terlarut sangat tinggi), untuk parameter kedalaman, kecerahan dan BOD pengaruhnya sedang sementara parameter suhu dan lebar sungai mempengaruhi secara rendah, dan untuk parameter pH pengaruhnya sangat rendah.
PENINGKATKAN JIWA KREATIF, INOVATIF, DAN PRODUKTIF MAHASISWA MELALUI KEGIATAN “REUSE” SAMPAH BOTOL PLASTIC Ely Rudyatmi
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 11 (2023)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa UNNES dituntut lebih kreatif, inovatif dan produktif berwawasan konservasi. Wawasan konservasi belum melekat pada diri mahasiswa Biologi Angkatan 2023.Tujuan kegiatan workshop untuk meningkatkan jiwa kreatif, inovatif, dan produktif mahasiswa Biologi FMIPA UNNES 2023 melalui reuse sampah botol plastic. Sasaran workshop pertama mahasiswa fungsionaris Cempaka Bio Farm (CBF). Sasaran kedua mahasiswa semua mahasiswa jurusan Biologi FMIPA UNNES Angkatan 2023. Hasil analisis angket diketahui bahwa jumlah sampah botol plastic yang dihasilkan mahasiswa rata-rata 4 buah/minggu. Hanya 24% mahasiswa yang mereusenya. Pada workshop pertama mahasiswa fungsionaris CBF sangat antusias, terampil mereuse sampah botol plastik menjadi pot gantung yang menarik. Selanjutnya mereka dijadikan pendamping mahasiswa baru Angkatan 2023 pada workshop kedua. Pada workshop kedua, 170 mahasiswa sangat antusias. Hampir semua mahasiswa (99%) menyatakan penjelasan narasumber sangat jelas dan jelas; 95% menyatakan teknik reuse sangat mudah dan mudah, dan; 19% mahasiswa ingin membuat pot gantung untuk dirinya sendiri; dan 74% mahasiswa ingin menularkan keterampilannya kepada orang lain. Simpulan, workshop reuse sampah plastic dapat meningkatkan kreatifitas, inovasi dan produksi mahasiswa biologi.
KEKAYAAN JENIS KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA: RHOPALOCERA) DI KAWASAN HUTAN KOTA TINJOMOYO, KOTA SEMARANG Nasytha Saski Saufathika; Margareta Rahayuningsih; Nana Kariada Tri Martuti; Partaya Partaya
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 11 (2023)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan Kota Tinjomoyo adalah ruang terbuka hijau yang menjadi salah satu solusi alternatif dalam menjaga keanekaragaman hayati termasuk kupu-kupu di daerah perkotaan. Peningkatan jumlah penduduk akibat urbanisasi menyebabkan perluasan wilayah perkotaan yang mengancam hilangnya kawasan hutan kota dan menjadi ancaman serius bagi keanekaragaman hayati di dalamnya salah satunya kupu-kupu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekayaan jenis kupu-kupu yang ada di Hutan Kota Tinjomoyo, Kota Semarang. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2023 menggunakan metode Point Count dengan tiga kali pengulangan dan di identifikasi dengan menggunakan beberapa buku identifikasi salah satunya Identification Guide For Butterflies Of West Java. Hasil penelitian mencatat sebanyak 73 jenis kupu-kupu teridentifikasi di Hutan KotaTinjomoyo, Kota Semarang. Komposisi spesies famili dari yang tertinggi yakni Nymphalidae (29 Spesies), Lycaenidae(23 Spesies), Papilionidae (7 Spesies), Hesperiidae (7 Spesies) dan Pieridae(7 Spesies).
PEMANTAUAN SATWA LIAR MENGGUNAKAN CAMERA TRAP DI GUNUNG UNGARAN JAWA TENGAH Mohammad Ilham Muhyidhin; Margareta Rahayuningsih; Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq; M. Nurul Huda Fadli Zaka
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 11 (2023)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung Ungaran memiliki potensi keanekaragaman hayati yang tinggi dan ditetapkan sebagai Alliance for Zero Extinction (AZE) dan Important Bird Area (IBA). Fragmentasi dan penurunan luas hutan di Gunung Ungaran memberikan dampak buruk bagi keanekaragaman hayati, terutama satwa liar di dalamnya. Oleh karena itu, diperlukan pemantauan satwa liar untuk mengetahui kondisi terkini sehingga dapat dilakukan perencanaan kegiatan konservasinya. Penelitian ini bertujuan memantau keberadaan satwa liar menggunakan camera trap di Gunung Ungaran. Kawasan Gunung Ungaran dibagi menjadi 29 Grid-cells dengan luas 2x2 km. Penelitian dilakukan di 3 stasiun pengamatan, yaitu Grid U9, U16, dan U22 dengan periode waktu pengambilan data mulai dari bulan Juli hingga Oktober tahun 2023. Hasil penelitian diperoleh 18 spesies dari 2 kelas, yaitu aves dan mamalia yang masuk dalam 10 Ordo dan 15 Famili. Pada kelas aves terdapat 2 spesies yang dilindungi berdasarkan PerMen LHK Republik Indonesia No. P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 dan 1 spesies dikategorikan endangered berdasarkan IUCN Red list. Kelas mamalia terdapat 4 spesies yang dilindungi berdasarkan PerMen LHK Republik Indonesia No. P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018, 1 spesies dikategorikan critically endangered dan 1 spesies dikategorikan endangered berdasarkan IUCN Red list, dan 1 spesies termasuk dalam Appendix I berdasarkan status perdagangan CITES
MODEL DISTRIBUSI TRENGGILING JAWA (Manis javanica, Desmarest,1822) DI GUNUNG UNGARAN, JAWA TENGAH DENGAN MENGGUNAKAN MAXENT Mochamad Lutfi Mas’ud; Margareta Rahayuningsih; Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq; M Nurul Huda Fadli Zaka
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 11 (2023)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung Ungaran memiliki kekayaan jenis satwa liar yang tinggi, dan beberapa spesies dilindungi IUCN dan CITES, salah satunya trenggiling Jawa. Trenggiling Jawa merupakan satwa liar yang dilindungi oleh P.106/MENLHK/2018, kategori Critically Endangered (CR) berdasarkan IUCN, serta masuk kedalam kategori Appendix I berdasarkan CITES. Tujuan penelitian ini menganalisis model distribusi trenggiling Jawa di Gunung Ungaran dengan menggunakan Maxent. Metode pada penelitian ini yaitu metode persebaran modeling Maxent yang menggabungkan titik keberadaan suatu spesies yang dihasilkan dari Camera trap dengan variabel lingkungan. Penelitian dilakukan di Gunung Ungaran, Jawa Tengah tepatnya di Hutan Merangan, Hutan Bukit Gentong, dan Hutan Gajahmungkur yang masuk kedalam grid U15,U16,U22,dan U23 yang dilaksanakan mulai dari Tahun 2021 - 2023. Sebanyak 5 titik koordinat camera trap digunakan sebagai data kehadiran, bersama dengan lima jenis variabel lingkungan yang digunakan yaitu Ketinggian, NDVI, Jarak dari desa, Jarak dari sungai,dan Kelerengan,. Hasil analisis pemodelan Maxent menunjukkan permodelan memiliki akurasi yang sangat baik dengan nilai AUC 0.911, kehadiran trenggiling Jawa tertinggi terdapat di daerah U16 (Hutan Gentong). Variabel lingkungan yang paling berpengaruh terhadap kehadiran trenggiling Jawa yaitu Ketinggian dan NDVI.
KESESUAIAN MEDIA PIJAK TOKEK RUMAH DI DESA NGAREANAK KABUPATEN KENDAL Fauzan Hari Siswanto; Margareta Rahayuningsih; Ning Setiati; Nana Kariada Tri Martuti
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 11 (2023)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gekko gecko sering disebut tokek rumah merupakan spesies tokek yang mengalami perubahan status dari nonapendiks CITES menjadi masuk daftar apendiks II. Populasi tokek rumah secara lokal belum banyak diketahui di wilayah persebarannya di Indonesia. Untuk menjawab permasalahan tersebut, perlu dilakukan survei lapangan guna mendapatkan gambaran terkini. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian substrat tekstur permukaan media pijak tokek rumah (Gekko gecko) di Kabupaten Kendal. Kajian dilakukan melalui sebuah metode visual encounter survey dengan poin pengamatan adalah media pijak yang digunakan tokek rumah pada 204 bangunan rumah sebagai sampel. Hasil penenlitian menunjukkan bahwa tokek rumah cenderung memilih habitat yang dekat dengan permukiman manusia, dengan media pijak ditemukan terbanyak pada perabotan kayu (14 individu), selanjutnya diikuti tembok berlapis cat (9 individu), sementara saluran pipa menjadi media pijak paling sedikit (1 individu).

Page 7 of 19 | Total Record : 189