cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Biologi
ISSN : 20868286     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Prosiding Seminar Nasional Biologi, terbitan ini berisi artikel bidang ilmu Biologi diterbitkan secara berkala 12 bulanan.
Articles 189 Documents
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BLACK GARLIC TERHADAP KADAR ALANINE AMINOTRANSFERASE (ALT) DAN ASPARTATE AMINOTRANSFERASE (AST) TIKUS YANG DIPAPAR ASAP ROKOK D Susanto; L Lisdiana; W Christijanti; R S Iswari
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asap rokok menyebabkan timbulnya radikal bebas yang dapat merusak berbagai organ salah satunya organ hati. Untuk memperbaiki kerusakan sel hati akibat radikal bebas, maka diperlukan upaya untuk memberikan asupan antioksidan eksogen. Salah satu sumber antioksidan eksogen adalah ekstrak Black Garlic. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak Black Garlic terhadap kadar ALT dan AST tikus yang dipapar asap rokok. Metode penelitian yaitu eksperimental laboratorik dengan rancangan penelitian post test only control group design. Sampel hewan uji yang digunakan 25 ekor tikus jantan galur wistar yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok (P1) kontrol negatif, kelompok (P2) kontrol positif hanya dipapar asap rokok, kelompok (P3, P4 dan P5) merupakan perlakuan yang dipapar asap rokok dan diberi ekstrak Black Garlic secara berurutan dengan dosis 250, 500, 1000 mg/kgBB. Data kadar ALT-AST dianalisis menggunakan uji ANOVA one way dan uji lanjut Duncan. Parameter yang diteliti yaitu kadar ALT dan AST serum darah tikus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ekstrak Black Garlic dosis 1000 mg/kgBB berpengaruh signifikan menurunkan terhadap kadar AST hati tikus yang dipapar asap rokok dan tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar ALT tikus yang dipapar asap rokok.
REDUKSI RASA PAHIT DAN SEPAT KULIT BUAH RAMBUTAN YANG AKAN DIGUNAKAN SEBAGAI BAHAN BAKU KERIPIK E Wijayanti; S Farida; U Fitriani
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rambutan merupakan buah eksotis Indonesia dimana produksinya mencapai lebih dari 600 ribu ton per tahun. Hal ini berdampak terhadap melimpahnya limbah kulit yang dihasilkan. Limbah kulit buah rambutan berpotensi untuk dimanfaatkan dalam bidang kesehatan maupun olahan pangan. Secara tradisional kulit rambutan telah digunakan sebagai obat demam dan disentri. Beberapa penelitian melaporkan bahwa kandungan senyawa flavonoid, polifenol dan saponin pada buah, biji serta kulit rambutan bermanfaat sebagai antidiabetes, antihiperkolesterol, antikanker, antioksidan serta antibakteri. Penelitian pendahuluan ini bertujuan untuk mencari metode perlakuan yang tepat untuk mengurangi rasa pahit dan sepat yang terkandung dalam kulit rambutan sebelum diolah menjadi keripik. Penelitian ini menggunakan bahan baku buah rambutan lokal. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu pada bulan Februari 2021. Optimasi pengolahan kulit rambutan dilakukan melalui perendaman larutan air kapur sirih dan garam dengan 2 konsentrasi 5 % dan 10 % serta 7 variasi perendaman. Lama waktu perendaman 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman dengan larutan garam 5% sedikit mengurangi rasa pahit, sepat namun belum optimal mengurangi intesitas rasa pahit.
IDENTIFIKASI SENYAWA BIOAKTIF Moringa oleifera SEBAGAI ANTIINFLAMASI MELALUI LIGAN PADA TOLL-LIKE RECEPTOR SIGNALING PATHWAY UNTUK PREDIKSI PENCEGAHAN STUNTING SECARA IN SILICO F Kurniawati; A Yuniastuti; R Susanti; W H Nugrahaningsih
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan kondisi malnutrisi kronis pada balita. Dalam patofisiologi stunting, inflamasi berperan penting dengan menginduksi resistensi growth hormone (GH), meningkatkan kebutuhan nutrisi tubuh dan anemia. Tanaman kelor (Moringa oleifera) bermanfaat menyembuhkan 24 penyakit metabolik kronis diantaranya adalah stunting. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif Moringa oleifera sebagai antiinflamasi melalui ligan pada Toll-like receptor signalling pathway untuk prediksi pencegahan stunting secara in silico. Metode penelitian ini yaitu deskriptif eksploratif dengan menggunakan database online Dr. Duke's Phytochemical and Ethnobotanical Databases, PubChem, PASS Online, SEA, SwissTargetPrediction, dan STRING. Hasil penelitian menunjukkan tanaman kelor mempunyai 6 senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antiinflamasi, yaitu ascorbic-acid, beta-carotene, caffeic-acid, kaempferol, quercetin, tocopherol. Skrining konstruksi network protein target diperoleh jalur pensinyalan antiinflamasi melalui KEGG pathway Toll-like receptor signaling pathway serta terdapat 9 protein target yang berperan dalam jalur pensinyalan tersebut yakni NF-kappa-B essential modulator (IKBKG), Phosphatidylinositol 3-kinase regulatory subunit alpha (PIK3R1), Phosphatidylinositol 4,5-bisphosphate 3-kinase catalytic subunit alpha isoform (PIK3CA), Phosphatidylinositol 4,5-bisphosphate 3-kinase catalytic subunit beta isoform (PIK3CB), Toll-like receptor 4 (TLR4), Mitogen-activated protein kinase 1 (MAPK1), Nuclear factor NF-kappa-B p105 subunit (NFKB1), RAC-alpha serine/threonine-protein kinase (AKT1), Caspase-8 (CASP8). Adapun terdapat 4 senyawa bioaktif kelor yang memiliki interaksi dengan protein tersebut yaitu caffeic-acid, kaempferol, quercetin, dan tocopherol.
PERILAKU PENCARIAN PENGOBATAN DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 I P Asturiningtyas; A Mirzautika
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku pencarian pengobatan maupun pemeriksaan kesehatan yang dilakukan masyarakat pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan responden adalah penduduk Indonesia berusia minimal 15 tahun yang tinggal di Provinsi Riau, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Tenggara. Pengumpulan data menggunakan kuesioner google form yang disebar melalui media sosial pada 30 Juni – 14 Juli 2020 saat mulai diberlakukan era new-normal. Analisis data secara deskiptif, bivariat dengan uji Chi-Square dan multivariat dengan regresi logistik. Jumlah responden yang melakukan pengisian google form sebanyak 3349 orang. Sebanyak 1052 responden di antaranya pernah mengalami gejala Covid-19 (30,99%), tetapi sebagian besar memilih melakukan pengobatan mandiri (46,1%). Terdapat 144 responden (4,2%) yang menderita hipertensi dan 36,8% diantaranya tidak melakukan pengukuran tekanan darah selama satu bulan terakhir. Sebagian besar responden (55,3%) tidak melakukan pemantauan tekanan darah secara rutin dan 39,2% tidak melakukan pemantauan berat badan secara rutin. Usia yang lebih tua, jenis kelamin perempuan, pekerjaan wiraswasta, dan jenis pekerjaan sebagai tenaga kesehatan cenderung melakukan pemantauan tekanan darah dan berat badan secara rutin (OR>1, P-value<0,05). Pada awal era new-normal, perilaku pencarian pengobatan dan pemeriksaan kesehatan belum dilakukan dengan tepat, sehingga berisiko menimbulkan masalah kesehatan yang lebih besar.
EFEK EKSTRAK BLACK GARLIC TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA TIKUS SETELAH DIPAPAR ASAP ROKOK N Amida; L Lisdiana; W Christijanti; R S Iswari
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak Black garlic terhadap kualitas spermatozoa tikus setelah dipapar asap rokok. Asap rokok mengandung nikotin dan senyawa berbahaya lain yang menjadi sumber eksogen radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas atau sering disebut Reactive Oxygen Species (ROS) dengan kadar tinggi menyebabkan stress oksidatif yang bisa menyebabkan kerusakan pada sperma. ROS yang tinggi akibat paparan asap rokok juga berpengaruh terhadap regulasi endokrin yang berakibat pada terganggunya proses spermatogenesis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap yang dilaksanakan selama 30 hari. Subyek penelitian ini adalah 25 ekor tikus jantan galur wistar yang dibagi dalam lima kelompok. Kelompok pertama adalah kontrol negatif, kedua adalah kontrol positif (K+) yang hanya dipapar asap rokok, sedangkan tiga kelompok lainnya adalah KP1, KP2, dan KP3 yang merupakan kelompok perlakuan yang dipapar asap rokok dan diberi ekstrak Black garlic secara berurutan dengan dosis 250 mg, 500 mg, dan 1000 mg. Analisis data menggunakan uji One Way Anova yang dilanjutkan dengan uji LSD. Data yang diamati dalam penelitian ini adalah kualitas spermatozoa yang mencakup konsentrasi, viabilitas, dan motilitas spermatozoa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak Black garlic dapat mencegah dan menurunkan kerusakan spermatozoa tikus setelah dipapar asap rokok.
STUDI IN SILICO POTENSI SENYAWA BIOAKTIF PADA KAPULAGA JAWA (Amomum compactum) SEBAGAI ANTIINFLAMASI R D Kusumawati; A Yuniastuti; R Susanti; W H Nugrahaningsih
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kapulaga jawa (Amomum compactum) mengandung berbagai senyawa bioaktif yang dapat digunakan dalam pengembangan obat, salah satunya sebagai antiinflamasi. Inflamasi merupakan respon biologis sistem imunitas tubuh yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan berupa pecahnya sel mast diikuti dengan pelepasan mediator inflamasi seperti interleukin-6 (IL-6) dan faktor nekrosis tumor-alfa (TNF-α). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif pada kapulaga jawa (Amomum compactum) yang berpotensi sebagai antiinflamasi secara in silico. Metode penelitian dilakukan menggunakan database Dr. Duke’s Phytochemical (untuk mengoleksi senyawa bioaktif pada kapulaga jawa), PubChem (untuk mengunduh struktur ligan senyawa bioaktif) dan PASS (Prediction of Activity Specta for Substance) Online (untuk skrining nilai aktivitas antiinflamasi senyawa bioaktif). Hasil yang diperoleh terdapat 17 senyawa bioaktif yang ditemukan pada tanaman kapulaga jawa (Amomum compactum) tetapi hanya tujuh senyawa yang berpotensi sebagai antiinflamasi dengan nilai potential activity (Pa) lebih dari 0,7 yaitu borneol (Pa 0,869), caryophyllene (Pa 0,745) , camphor (Pa 0,743), D-borneol (Pa 0,869), D-camphor (Pa 0,743), humulene (Pa 0,741) dan humulene epoxide II (Pa 0,823). Hasil ini menunjukkan bahwa senyawa bioaktif pada tanaman kapulaga jawa dimungkinkan memiliki potensi sebagai antiinflamasi yang dapat menghambat protein proinflamasi seperti IL- 6 dan TNF-α melalui jalur persinyalan JAK/STAT dan NF-κB.
IDENTIFIKASI SENYAWA BIOAKTIF TANAMAN Syzygium aromaticum SEBAGAI IMUNOSTIMULAN MELALUI TOLL-LIKE RECEPTOR SIGNALING PATHWAY BERDASARKAN INTERAKSI SENYAWA-PROTEIN SECARA IN SILICO S M Saharani; A Yuniastuti; R Susanti; W H `Nugrahaningsih
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan sistem imun pada tubuh dapat meningkatkan risiko terjangkitnya virus SARS-CoV-2. Hal ini dapat dicegah dengan cara meningkatkan sistem imun menggunakan imunostimulan. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai imunostimulan adalah tanaman cengkih. Tanaman cengkih mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai imunostimulan yang dapat berperan dalam meningkatkan aktivitas komponen sistem imun tubuh. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penambatan molekuler senyawa bioaktif tanaman cengkih dengan protein target pada jalur pensinyalan imunostimulan secara in silico. Metode penelitian ini deskriptif eksploratif dengan menggunakan software berbasis database online Dr. Duke's Phytochemical and Ethnobotanical Databases, PubChem, PASS (Prediction of Activity Spectra for Substances) Online, SEA (Similarity Ensemble Approach), Swiss Target Prediction, dan STRING. Tanaman cengkih memiliki 9 senyawa yang berpotensi sebagai imunostimulan yaitu beta sitosterol glucoside, campesterol-3-o-beta-d-glucoside, daucusterol, stigmasterol-3-o-beta-d-glucoside, astragalin, beta sitosterol, strictinin, tannins, dan xylose. Hasil skrining diperoleh jalur pensinyalan imunostimulan melalui KEGG pathway TLR (Toll-like receptor) signaling pathway terdapat 5 protein target yang berperan dalam jalur pensinyalan tersebut yakni MAPK8 (Mitogen-activated protein kinase 8), MAPK9 (Mitogen-activated protein kinase 9), MAPK14 (Mitogen-activated protein kinase 14), MAP2K1 (Mitogen-activated protein kinase kinase 1), dan TNF (Tumor Necrosis Factor), serta terdapat 4 senyawa bioaktif yakni beta sitosterol glucoside, daucusterol, stigmasterol-3-o-beta-d-glucoside, dan astragalin yang memiliki interaksi dengan protein target.
KADAR ALT DAN AST SERTA STRUKTUR HISTOLOGIS HEPAR TIKUS HIPERLIPIDEMIA YANG DISUPLEMENTASI EKSTRAK DAUN PEPAYA JEPANG (Cnidoscolus chayamansa) R S Iswari; M Dafip; A H Mumtaz
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun papaya jepang (Cnidoscolus chayamansa) terhadap kerusakan histologis hepar pada tikus hiperlipidemia, dilihat dari kadar ALT, AST dan gambaran struktur histologis hepar. Rancangan penelitian menggunakan Post Test Control Group Design. Sebanyak 30 ekor tikus wistar, secara random dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol normal (K0), kelompok kontrol negatif (K-1)/tikus hiperlipidemia, kelompok kontrol positif (K-)/ tikus diinduksi kolesterol dan diberi suplemen atorvastatin dan 3 kelompok perlakuan yaitu: K1 / tikus diinduksi kolesterol dan diberi ekstrak daun pepaya jepang 100 mg/kgBB/hari, K2 / tikus diinduksi kolesterol dan diberi ekstrak daun pepaya jepang 200 mg/kgBB/hari, dan K3 / tikus diinduksi kolesterol dan diberi ekstrak daun pepaya jepang 400 mg/kgBB/hari. Perlakuan dilakukan selama 30 hari. Hari ke-31 diambil darah, diukur kadar ALT, AST, dibedah diambil organ hepar, dibuat preparat dan diamati tingkat kerusakan sel. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan (1) kadar ALT, AST dan tingkat kerusakan stuktur pada kelompok yang diberi ekstrak daun pepaya jepang dibanding kontrol negatif (K1); dan (2) tidak terjadi perbedaan yang signifikan antara K0, K+, K1, K2, dan K3. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak daun papaya jepang berpengaruh menurunkan kerusakan histologis hati tikus dan berpotensi mencegah kerusakan hati pada kondisi hiperlipidemia.
KARAKTERISTIK FISIK SEDIAAN LOSION EKSTRAK HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urb) DAN MINYAK JAHE (Zingiber officinale Roscoe) SEBAGAI AGEN ANTI SELULIT S Farida; E Wijayanti; F Fitriana
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selulit adalah perubahan struktur kulit terluar yang disebabkan oleh lemak subkutan yang menonjol ke dalam dermis yang biasanya menyebabkan masalah penampilan kulit. Hal ini diperburuk dengan adanya obesitas pada penderita. Ekstrak pegagan (Centella asiatica (L.) Urb )secara ilmiah mampu memperbaiki struktur kulit yang abnormal. Komponen dalam jahe (Zingiber officinalae Roscoe) memiliki efek anti-penuaan, anti-oksidatif dan anti-inflamasi, serta secara topikal bermanfaat membuka pori-pori kulit sehingga meningkatkan aktivitas anti selulit dari esktrak pegagan. Kombinasi keduanya diharapkan sinergis merawat dan memperbaiki struktur kulit berselulit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula optimal yang memberikan karakteristik fisik losion anti selulit terbaik. Pembuatan losion tipe oil in water (o/w) dilakukan dengan metode peleburan dengan variasi asam stearat sebagai emulgator sebesar 5, 10, dan 20%. Evaluasi sediaan meliputi pemeriksaan organoleptis (bau, warna, bentuk serta homogenitas), pengujian daya sebar, daya lekat, viskositas, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga formula losion pegagan-minyak jahe memiliki karakteristik fisik yang baik, diamati dari parameter homogenitas, daya sebar, daya lekat, viskositas dan nilai pH. Semakin meningkat konsentrasi asam stearat menurunkan nilai daya sebar dan meningkatkan daya lekat, pH dan viskositas. Formula 2 (dengan konsentrasi asam stearat 10% b/b) dipilih menjadi formula terbaik karena paling banyak diminati oleh responden
PENGARUH SUDUT KEMIRINGAN TABUNG KULTUR TERHADAP NILAI NUCLEAR DIVISION INDEX (NDI) KULTUR DARAH TEPI MANUSIA P Sofiati; A L Diah; A S Viria; D Ramadhani
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampel darah tepi secara umum dikultur dalam tabung sentrifus untuk analisis sitogenetik serta proses sitogenetik biodosimetri. Untuk meningkatkan luas area permukaan pada proses pertukaran gas dalam tabung kultur, tabung umumnya diposisikan pada sudut kemiringan tertentu dalam inkubator. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh sudut kemiringan tabung sentrifus dalam inkubator terhadap tingkat proliferasi sel limfosit darah tepi manusia. Sampel darah tepi dari tiga orang donor dikultur dalam media pertumbuhan kemudian diletakkan pada inkubator suhu 37°C dengan variasi tiga sudut kemiringan yang berbeda yaitu 30, 45 dan 60° selama 72 jam. Selanjutnya dilakukan proses pemanenan, preparasi preparat dan pengamatan dengan mikroskop. Nilai Nuclear Division Index (NDI) dari setiap sudut kemiringan tabung pada seluruh donor kemudian dihitung dan dibandingkan untuk mengetahui sudut optimal yang memberikan nilai NDI paling tinggi. Hasil analisis statistik memperlihatkan bahwa tidak terdapat perbedaan secara statistik pada nilai NDI dari ketiga sudut kemiringan yang digunakan (p>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ketiga sudut kemiringan tabung dalam inkubator yang digunakan tidak memengaruhi tingkat proliferasi sel limfosit darah tepi manusia.

Page 5 of 19 | Total Record : 189