cover
Contact Name
Dede Aji Mardani
Contact Email
dedeaji@iaitasik.ac.id
Phone
+6289663125868
Journal Mail Official
iaitasik@ac.id
Editorial Address
JLn Noengnoeng Tisna Saputra No.16 Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Integratif: Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam
ISSN : -     EISSN : 29633540     DOI : -
Core Subject : Education,
Integratif adalah Jurnal Magister pendidikan agama islam pada institute Agama Islam Tasikmalaya. Menerima berbagai manuskrif dari dosen, peneliti, mahasiswa yang konsen pada masalah pendidikan. Ruang lingkup dari jurnal ini adalah maslah pendidikan Islam, pendidikan dasar, menengah dan tinggi, kurikulum , kebijakan merdeka belajar , pendidikan inklusif serta pendidikan berkelanjutan. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan September dan Maret.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 75 Documents
PENDIDIKAN KORUPSI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN UNDANG-UNDANG DI INDONESIA(Sanksi Pidana Hukum Islam dan UU No. 20 Tahun 2001) Ratno, Dedi
INTEGRATIF |Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Pascasarjana Institut Agama Islam Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/ytryen77

Abstract

This study was conducted to determine the thoughts of the Imams of the Madzhab on corruption and the basis of their respective thoughts. The research method used in this study is normative juridical research and can be concluded: 1. Corruption in the thoughts of the Imams of the Madzhab is an act that violates sharia. Islamic law aims to realize the benefit for humanity with what is called maqashidussy sharia. Perspective of the broader context of Islamic teachings, the practice of corruption is an act that is contrary to the principles of justice, accountability, and responsibility. Corruption can cause various distortions to the life of the State and society that can be categorized as acts of damage on earth (fasad). 2. The basic thinking of the Imam of the madzhab regarding punishment for perpetrators of corruption is to place corruption in the category of takzir crimes. Takzir is a legal sanction imposed on a person who commits a crime or crime that violates both the rights of Allah SWT and human rights. These violations are not expressly specified in the texts of the Quran and Hadith. Because they are not expressly specified, takzir falls under the competence of judges or local authorities. Takzir legal sanctions can include imprisonment, fines, inclusion on the list of disgraced persons, dismissal, and even the death penalty
PERAN PENDIDIKAN ISLAM DAN KONTEN MEDIA SOSIAL ISLAMI DALAM MEMBENTUK PERILAKU SOSIAL ANAK USIA DINI DI RA NURUL IKHLAS TASIKMALAYA Luthfi, Rifyal; Ade Zaenul M; Lina Nurlina
INTEGRATIF |Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Pascasarjana Institut Agama Islam Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/gj0hbx47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan Islam dan konten media sosial bertema Islam dalam membentuk perilaku sosial siswa usia dini di Raudhatul Athfal (RA) Nurul Ikhlas Tasikmalaya. Pendidikan Islam pada usia dini memainkan peran penting dalam menanamkan nilai-nilai moral, empati, dan sikap sosial yang positif. Di sisi lain, kemajuan teknologi telah memperkenalkan media sosial bertema Islam sebagai alat pembelajaran yang dapat diakses oleh anak-anak, baik secara langsung maupun dengan bimbingan orang tua dan guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, orang tua, pengasuh, dan penjemput anak. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kontribusi pendidikan Islam di sekolah dan pengaruh konten media sosial bertema Islam terhadap perkembangan perilaku sosial anak-anak. Temuan menunjukkan bahwa pendidikan Islam di RA memberikan landasan fundamental bagi pengembangan karakter melalui praktik ibadah rutin, ajaran moral, dan interaksi sosial yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Sementara itu, media sosial bertema Islam berfungsi sebagai alat pelengkap yang dapat memperkuat pemahaman anak-anak terhadap ajaran Islam jika digunakan dengan bijak dan di bawah pengawasan. Kerja sama antara guru, orang tua, dan pemanfaatan media Islam yang tepat dapat memberikan dampak positif terhadap perilaku sosial anak-anak usia dini.
DAMPAK MANAJEMEN KELAS DARING BERBASIS AI TERHADAP PELAJARAN AGAMA DAN PRESTASI AKADEMIK Kholis; Imas Siti Masuroh
INTEGRATIF |Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Pascasarjana Institut Agama Islam Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/67v5az88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak manajemen kelas daring berbasis Artificial Intelligence (AI) terhadap sikap siswa terhadap pelajaran agama, dan prestasi akademik. Transformasi digital dalam pendidikan, khususnya pasca pandemi, telah mendorong integrasi teknologi cerdas dalam proses pembelajaran, termasuk dalam pengelolaan kelas secara daring. Namun, efektivitas pendekatan ini dalam konteks pendidikan agama Islam masih memerlukan kajian empiris dan konseptual yang mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori. Sampel penelitian terdiri dari siswa sekolah menengah yang mengikuti pembelajaran agama berbasis platform daring dengan dukungan AI. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur variabel sikap terhadap pelajaran agama, tingkat kemandirian belajar, dan prestasi akademik. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi linier dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kelas daring berbasis AI memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap sikap siswa terhadap pelajaran agama, meningkatkan kemandirian belajar, serta berdampak pada peningkatan prestasi akademik. Sistem AI yang adaptif mampu memberikan umpan balik personal, meningkatkan keterlibatan siswa, serta memfasilitasi pembelajaran yang lebih fleksibel dan mandiri. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan model pembelajaran PAI berbasis teknologi serta menegaskan pentingnya integrasi AI dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama secara berkelanjutan
HAKEKAT BELAJAR DAN PEMBELAJARAN PAI DAN IMPLIKASINYA DALAM MEMBENTUK KARAKTER PROFIL PELAJAR PANCASILA Abdul Haris; Lala Latipah
INTEGRATIF |Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Pascasarjana Institut Agama Islam Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/c6c79b37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mewujudkan tujuan pendidikan berkualitas sebagaimana tercantum dalam Sustainable Development Goals (SDGs) poin keempat. Pendidikan Agama Islam diidentifikasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan (transfer of knowledge), tetapi juga sebagai media utama transfer nilai-nilai moral dan spiritual (transfer of value). Dengan pendekatan kolaboratif antara guru PAI dan guru mata pelajaran lain, nilai-nilai positif seperti keimanan, kejujuran, kepedulian sosial, dan cinta lingkungan dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran lintas disiplin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi ini berkontribusi dalam membentuk karakter peserta didik yang sejalan dengan Profil Pelajar Pancasila, yaitu pelajar yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, bernalar kritis, kreatif, mandiri, bergotong royong, dan berkebhinekaan global. Implementasi strategi ini memperkuat peran PAI sebagai garda terdepan dalam pendidikan karakter di era globalisasi. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penguatan sinergi lintas mata pelajaran dan pengembangan model pembelajaran inovatif berbasis nilai.
KORELASI ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DENGAN AL-QUR’AN Dasto
INTEGRATIF |Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Pascasarjana Institut Agama Islam Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/9j7v2y12

Abstract

Memahami hubungan Al-Qur'an dan ilmu pengetahuan, bukan dengan melihat ada tidaknya teori-teori ilmiah atau penemuan-penemuan baru yang terkandung di dalamnya, namun dengan melihat apakah Al-Qur'an atau ruh ayat-ayatnya menghambat kemajuan ilmu pengetahuan, dan bahkan al-Quran mendorong kemajuan ilmu pengetahuan. Dalam perspektif Al-Qur'an, isyarat dan anjuran ilmiah dari Al-Qur'an kepada manusia agar menggunakan akalnya merupakan landasan ilmu pengetahuan yang harus diperhatikan, dipikirkan, direnungkan, diteliti dan dikembangkan demi kebesaran dan kesejahteraan umat manusia. Al-Qur’an sebagai sumber ilmu pengetahuan memberikan benih-benih dasar yang paling hakiki agar manusia dapat berkembang menjadi ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak terbatas ragamnya dan mempunyai arah pencapaian yang tidak terbatas. Selain itu Al-Qur’an akan menjamin kebenaran ilmu yang bersumber darinya, kebenaran arah perkembangannya, karena segala sesuatunya bersumber dari Sunnah Allah, dan semangat ketaqwaan dan keimanan manusia sebagai subyek yang menganut paham ini. melaksanakannya. Batasan kewenangan manusia untuk memperoleh ilmu juga telah ditetapkan dalam Al-Qur'an.