cover
Contact Name
Dede Aji Mardani
Contact Email
dedeaji@iaitasik.ac.id
Phone
+6289663125868
Journal Mail Official
iaitasik@ac.id
Editorial Address
JLn Noengnoeng Tisna Saputra No.16 Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Integratif: Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam
ISSN : -     EISSN : 29633540     DOI : -
Core Subject : Education,
Integratif adalah Jurnal Magister pendidikan agama islam pada institute Agama Islam Tasikmalaya. Menerima berbagai manuskrif dari dosen, peneliti, mahasiswa yang konsen pada masalah pendidikan. Ruang lingkup dari jurnal ini adalah maslah pendidikan Islam, pendidikan dasar, menengah dan tinggi, kurikulum , kebijakan merdeka belajar , pendidikan inklusif serta pendidikan berkelanjutan. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan September dan Maret.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 75 Documents
IMPLIKASI POLA ASUH STRAWBERRY GENERATION TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER ANAK MENURUT PERSPEKTIF ISLAM Haris, Abdul
INTEGRATIF |Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 2 (2024): Maret, 2024
Publisher : Program Pascasarjana Institut Agama Islam Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/integratif.v4i2.283

Abstract

The purpose of this study is to analyze the problems related to parenting patterns of parents towards children, which make them a strawberry generation or strawberry generation and its implications for children's character according to an Islamic perspective. Then provide solutions with Islamic educational values and parenting patterns or methods of educating children in Islam so that children have good character or morals, are tough and become a reliable next generation. This research uses a qualitative approach with descriptive methods and data collection techniques of literature and document studies. The results of this study reveal that the phenomenon of character crisis in the strawberry generation era occurs because of the wrong parenting patterns and character education at home is not carried out properly and correctly. The process of character education in Islam towards children can be through several ways, namely through exemplary, habituation, wise advice, attention and supervision and punishment.
ANALISIS AL-QUR’AN SURAT AL-HUJURAT [49]:13 SEBAGAI KRITIK TERHADAP DISKRIMINASI PENDIDIKAN PEREMPUAN Luthfi, Rifyal; Luthfi, Rifyal Muhammad
INTEGRATIF |Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 2 (2024): Maret, 2024
Publisher : Program Pascasarjana Institut Agama Islam Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/integratif.v4i2.284

Abstract

Merupakan masalah yang kerap terjadi di kalangan manusia diseluruh dunia. Diskriminasi adalah perlakuan tidak seimbang terhadap perorangan atau kelompok, berdasarkan sesuatu, biasanya bersifat kategorial atau atribut-atribut khas, seperti berdasarkan ras, kesukuan bangsa, agama atau keanggotaan kelas-kelas sosial. Realitas keterbelakangan kaum perempuan menjadi sebab utama terjadinya perlakuan diskriminasi. Karenanya salah satu kunci untuk memecahkan persoalan ini adalah dengan pendidikan. Karena pendidikan merupakan salah satu jalan untuk seseorang dalam meningkatkan kualitas ketaqwaannya.Salah satu kondisi yang relavan di sini adalah data sejarah perempuan pra-Islam di Arab. Di mana posisi perempuan menempati wilayah yang sangat terpuruk. Setiap anak perempuan yang lahir dianggap aib dan harus dibunuh. Dalam kondisi demikian, Islam lahir seorang pahlawan. Tatanan sosial yang sudah mendarah daging itu didekonstruksi dengan menuansakan nafas-nafas profetis. Masalah yang timbul akibat masih adanya diskriminasi pendidikan terhadap perempuan salah satunya ialah kurangnya pengetahuan, pemahaman juga pengamalan terhadap isi kandungan Al-Qur’an surat Al-Hujurat [49]:13. Citra perempuan dalam Al-Qur’an sebenarnya tidak cukup hanya menelaah tema ayat-ayat yang ada di dalam Al-Qur’an, tetapi juga harus melacak sejarah tersembunyi dibalik ayatayat itu. Dengan berupaya mendeskripsikan data-data historis baik itu pra-Islam (masa jahiliyah) sampai sekarang. Langkah ini merupakan sebuah usaha untuk merujukkan ayat-ayat itu dengan konteksnya.Kebiasaan orang memandang kemuliaan itu selalu ada sangkut pautnya dengan kebangsaan dan kekayaan. Padahal menurut pandangan Allah orang yang mulia adalah orang yang paling bertakwa kepada-Nya. Sehingga orang memandang bahwa pendidikan merupakan sesuatu yang urgen baik untuk laki-laki maupun perempuan. Hanya dengan pendidikan seseorang mempunyai pengetahuan dalam meningkatkan ketaqwaan kepada-Nya. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13 bahwa manusia di sisi Allah adalah sama, yang membedakannya ialah ketaqwaan terhadap-Nya.
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Peserta Didik Melalui Metode Menghafal (Penelitian Di SMPIT Tahfidzul Qur’an Ihya As-Sunnah Tasikmalaya Mardani, Dede Aji; Imas Siti Masuroh
INTEGRATIF |Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 2 (2024): Maret, 2024
Publisher : Program Pascasarjana Institut Agama Islam Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/integratif.v4i2.285

Abstract

This problem is motivated by the fact that many students experience difficulties in learning religion, especially in learning to read and memorize the Qur'an, but this difficulty is not yet known with certainty the causal or inhibiting factors that make students experience difficulties in reading the Qur'an. This research aims to find out: 1) the implementation of the teacher's efforts in improving the ability to read and memorize the Qur'an at SMPIT Tahfidzul Qur'an Ihya As-sunnah Tasikmalaya. 2) supporting and inhibiting factors for the implementation of reading and memorization at SMPIT Tahfidzul Qur'an Ihya As-sunnah Tasikmalaya. 3) This research uses qualitative methods, research that bases its analysis not derived from statistical calculations. Data obtained through interviews, observation and documentation. Data analysis used is depenelitiantif analysis. The results showed that, The process of implementing the pakistani method in memorizing the Qur'an at SMPIT Tahfidzul Qur'an Ihya As-sunnah Tasikmalaya by using the pakistani method or better known as the sabaq, sabqi, and manzil method has gone well even though it is still not perfect. this shows that through the pakistani method (sabaq, sabqi, manzil) students are more active, enthusiastic and focused on what the teacher teaches.
IIMPLEMENTASI KEGIATAN DZIKIR PAGI DAN PETANG DAN PERANNYA DALAM MEMBENTUK KECERDASAN SPIRITUAL SANTRI PONDOK PESANTREN (Penelitian Pada Santri Pondok Pesantren Persatuan Islam Al-Amin Sindangkasih Kab. Ciamis) kholis; Kholis M
INTEGRATIF |Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 2 (2024): Maret, 2024
Publisher : Program Pascasarjana Institut Agama Islam Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/integratif.v4i2.286

Abstract

Education is still a public conversation today, seeing various issues of public unrest with the decline in the quality of the younger generation, the globalization era which should have a good influence but in reality it has a bad impact, one of the causes is the lack of spiritual and spiritual education for the younger generation, so a habituation of an activity to shape children's spirituality is carried out in boarding school institutions that can have a positive impact on students. The purpose of this study was to determine the implementation of morning and evening dhikr at Persis Al Amin Islamic Boarding School in shaping the spiritual intelligence of students as well as the supporting and inhibiting factors for the implementation of morning and evening dhikr. This research uses a descriptive qualitative method approach. The results of the study are 1) The implementation of morning and evening dhikr at Pesantren Persis Al Amin is carried out every day in the morning and evening. The stages of implementation are first reading the Ayat kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-as, both morning and evening prayers. The habituation of morning and evening dhikr consistently aims to shape the spirituality of students as a rabbani generation. 2) The behavior of students before the morning and evening dhikr has low spirituality, as evidenced by the fact that there are still students who are lazy to worship, emotional, anxious, do not understand the meaning of life, ambitious, and behavior below reasonable limits. But the spiritual condition of the students changed after implementing the morning and evening dhikr. They become calm, patient when facing trials and become obedient to Allah. Always remembering Allah in everything they do, especially in seeking knowledge. 3) The implementation of morning and evening dhikr activities at Pesantren Persis Al Amin has supporting and inhibiting factors, among the supporting factors are the existence of morning and evening dhikr books distributed by pesantren for students, making it easier to implement morning and evening dhikr to encourage students to read morning and evening dhikr, and the participation of ustadz in the implementation of morning and evening dhikr. While the inhibiting factor is the delay of the ustadz so that the implementation is delayed, the facilities that are not good for the implementation of morning and evening dhikr, and the obstacles of students who do not participate in activities
MODEL PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DALAM PENGUATAN KARAKTER DITENGAH ARUS KUAT MEDIA SOSIAL Titing Sulastri; M, Kholis
INTEGRATIF |Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2024): September, 2024
Publisher : Program Pascasarjana Institut Agama Islam Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/integratif.v5i1.362

Abstract

The role of educators in schools is to become the school's identity as a good teacher and role model for students, because teachers have a strong influence on the formation of students' habits when they are in the classroom, school, school environment and society. There is a strong relationship between the implementation of learning by teachers and the achievement of student character. Learning good moral beliefs will have a positive effect on changing students' attitudes and behavior in everyday life. This research is descriptive qualitative research taking place at the Bojongnangka Integrated MTs, Tasikmalaya City. Data collection was carried out by means of observation, interviews and documentation to determine the learning model for moral beliefs in strengthening students' character amidst the strong current of social media. The data analysis uses descriptive techniques through three activity flows, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions.The results of his research show that the model for teaching moral beliefs in strengthening students' character amidst the strong current of social media is as follows: through teaching carried out by Aqidah Akhlak educators using 3 methods: explanation, behavior and attitude. Supporting factors are facilities, syllabus, lesson plans, government programs, vision and mission structure and other religious teachers. The obstacle is the lack of creative learning innovation. The solution is that educators must determine selective topics and teaching media.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AL-QURAN SURAT AL FURQON AYAT 63-68 DAN IMPLEMENTASI DALAM PENDIDIKAN AKHLAK DI LINGKUNGAN KELUARGA Deita Shaumi; Dedi; Luthfi, Rifyal
INTEGRATIF |Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2024): September, 2024
Publisher : Program Pascasarjana Institut Agama Islam Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/integratif.v5i1.363

Abstract

Nowadays, there are many moral crises among students, one of which is bullying cases between students from elementary to high school. One of the internal factors of the moral crisis is the lack of moral education in the family environment. The purpose of this study is to understand the concept of moral education in Islam, the values of moral education in QS. Al-Furqon verses 63-68 and the implementation of moral education values in QS. Al-Furqon verses 63-58 in the family environment. The researcher used a qualitative research approach to find the results of the study. Educating morals through Islamic education aims to create students who have characters based on Islamic religious values. The values of moral education contained in QS. Al-Furqon verses 63-68 are; humble attitude, obedience, khauf, justice, and piety. The implementation of moral education values in QS. Al-Furqon verses 63-68 is carried out through three stages; pre-conventional, conventional and post-conventional. At the preconventional stage, what is considered good to do is what can be physically felt as something good for him. At the conventional stage, what is considered good to do is what gets approval from his friends or people who have authority over him. At the postconventional stage, what is considered good to do is what he himself judges is good to do. Further research can examine the results of this study using quantitative methods or field research
PERSPEKTIF IBNU JAMĀ’AH DAN THOMAS LICKONA SERTA IMPLEMENTASINYA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Fahri Ramadhan; Abdul Haris; Ajang Ramdani
INTEGRATIF |Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2024): September, 2024
Publisher : Program Pascasarjana Institut Agama Islam Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/integratif.v5i1.364

Abstract

Penelitian ini memuat konsep pemikiran tentang pendidikan karakter perspektif Ibnu Jamā’ah dan Thomas Lickona untuk diimplementasikan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam sebagai pembelajaran yang memiliki peran besar dalam mendidik karakter siswa yang belakangan ini muncul banyak kasus kejahatan terkait perilaku para siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai karakter, perbandingan nilai-nilai karakter dan implementasi nilai-nilai karakter Ibnu Jamā’ah dan Thomas Lickona terhadap Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pendekatan penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan pendidikan karakter perspektif Ibnu Jamā’ah yaitu nilai ketuhanan, nilai kerja keras dan nilai sosial. Adapun menurut Thomas Lickona yaitu pengetahuan moral, perasaan moral dan perbuatan moral. Perbandingan kedua tokoh ini atas bertumpu pada 4 aspek yang hasilnya bahwa Thomas unggul pada aspek penekanan terhadap pengamalan pendidikan karakter dan penyelesaian permasalahan. Sedangkan Ibnu Jamā’ah unggul pada aspek landasan pendidikan karakter dan hasil sama dari kedua tokoh ini pada aspek penerapan pendidikan karakter. Hasil penelitian ini kemudian diimplementasikan pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan berfokus pada dasar kurikulmnya. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan uji tindakan kelas untuk mengukur motivasi belajar siswa dan efektivitas dari hasil pembelajaran pendidikan karakter.
TAKHRIJ HADITS (METODE PENELITIAN SUMBER-SUMBER HADITS UNTUK MEMINIMALISIR PENGUTIPAN HADITS SECARA SEPIHAK) Dasto
INTEGRATIF |Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam Vol 6 No 1 (2025): Maret, 2025
Publisher : Program Pascasarjana Institut Agama Islam Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/integratif.v6i1.474

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan tentang takhrij hadits, meliputi pengertian, kelebihan dan metode. Dari berbagai rujukan yang relevan diketahui bahwa takhrij hadits adalah suatu usaha untuk mencari matan dan sanad hadits secara lengkap dari sumber aslinya. Jelaslah bahwa kualitas hadits bahkan diketahui oleh pengumpul secara langsung melalui para peneliti. Kelebihan takhrij adalah: (a) menghimpun berbagai sanad hadits, (b) menghimpun berbagai matan hadits. Semua itu merupakan bahan-bahan penting dalam penelitian. Untuk melaksanakan takhrij hadits dapat digunakan beberapa metode. (1) takhrij dari ejaan matan hadits, (2) takhrij dari ejaan pertama hadits, (3) takhrij dari pengumpul pertama, (4) takhrij dari pokok bahasan hadits, (5) takhrij dari klasifikasi hadits
TANGGUNG JAWAB ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK PERSPEKTIF AL-QUR’AN Muhammad Rofi Shohibuddin
INTEGRATIF |Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam Vol 6 No 1 (2025): Maret, 2025
Publisher : Program Pascasarjana Institut Agama Islam Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/integratif.v6i1.476

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembentukan peradaban manusia, dan dalam Islam, pendidikan menjadi aspek penting untuk pengembangan pengetahuan, karakter, dan moral. Artikel ini membahas tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak menurut perspektif Al-Qur’an, dengan fokus pada Surat At-Tahrim ayat 6. Penelitian ini menyoroti pentingnya peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, akhlak, dan kasih sayang sebagai upaya membimbing anak agar menjadi generasi yang kuat secara intelektual, iman, dan akhlak. Selain itu, artikel ini mengeksplorasi tantangan yang dihadapi orang tua di era digital, seperti pengaruh media sosial terhadap perkembangan anak, serta solusi praktis untuk menciptakan lingkungan pendidikan Islami yang mendukung tumbuh kembang anak. Dengan pemahaman mendalam terhadap ajaran Al-Qur’an, artikel ini memberikan panduan bagi orang tua dalam melaksanakan tanggung jawab mereka untuk membentuk generasi yang berkualitas baik di dunia maupun akhirat
ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM DUNIA PENDIDIKAN: SEBUAH PENDEKATAN HOLISTIK Kholis
INTEGRATIF |Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam Vol 6 No 1 (2025): Maret, 2025
Publisher : Program Pascasarjana Institut Agama Islam Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/integratif.v6i1.477

Abstract

Artificial Intelligence (AI) is playing an increasingly important role in education, providing innovative solutions for adaptive learning, academic data analysis, and administrative automation. However, AI implementation in education faces challenges, particularly in ethics, technological accessibility, and educator readiness. This study explores the benefits, challenges, and optimal strategies for AI adoption in education using a qualitative approach. Systematic literature review and in-depth interviews with 10 education and technology experts were conducted. Thematic analysis revealed that AI enhances learning experiences through personalized content and real-time feedback. However, challenges such as infrastructure limitations and low digital literacy among educators persist. Additionally, parental involvement and AI integration into curricula are key factors in successful implementation. The findings offer insights into how AI can be optimally utilized in education and provide recommendations to enhance institutional readiness for AI adoption.