cover
Contact Name
Yeanny Suryadi
Contact Email
geci21005@gmail.com
Phone
+6289635640465
Journal Mail Official
geci@itscience.org
Editorial Address
Official : Jl. Pancasila, Gg. M. Nur Batangkuis, Deli-Serdang, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Generasi Ceria Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29879264     DOI : 10.47709
Core Subject : Education, Social,
Jurnal ini ( GECI ) bertujuan membangun pendidikan bagi anak-anak oleh para akademisi yang ingin ikut terlibat dalam pembangunan pendidikan bagi Indonesia. Tidak terbatas hanya kepada penelitian terhadap dunia pendidikan dasar pada umumnya, tetapi juga ikut menampilkan keterlibatan pada akademisi terhadap pendidikan dasar bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk dalam dunia inklusi dan pendidikan khusus. Tuliskan penelitian Anda secara sistematis , sampaikan hasil dan tujuan secara jelas, agar dipahami pembaca dan penelitian Anda selanjutnya dapat dikembangkan oleh peneliti lain, dengan harapan ilmu pengetahuan dan hasil riset anda bermanfaat dalam dunia pendidikan. Aims and Scope Pendidikan Dasar Pendidikan Khusus Pendidikan Anak Usia Dini Perkembangan individu autisme
Articles 76 Documents
Jesika Sitorus, Christina Sirait Implementasi Pendidikan Karakter Demokratis di kelas IV SD Negeri 101912 Pagar Merbau Sitorus, Jesika; Christina Sirait
Jurnal Generasi Ceria Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): Artikel Riset Periode Mei 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/geci.v2i1.3301

Abstract

Latar belakang: Sekolah dasar memiliki peran yang sangat signifikan dalam mencapai dan menciptakan sikap demokratis pada siswa. Selama di sekolah dasar siswa akan siap untuk memperoleh pengetahuan, serta siswa akan akrab dengan aturan kehidupan sosial, tapi di sisi lain pembelajaran di sekolah dasar belum memunculkan suasana yang demokratis, sehingga sikap demokrasi siswa belum tumbuh secara wajar. perlunya mendidik siswa tentang demokrasi di sekolah dasar dan beberapa kegiatan yang bisa dilakukan di sekolah- sekolah untuk mengajarkan siswa tentang pentingnya arti suatu demokrasi, karena hal ini akan menciptakan siswa yang ingin menghargai, menghormati masyarakat lokal maupun global. Oleh karenanya, dalam praktik di sekolah dasar, demokrasi harus benar-benar ditegakkan melalui suasana kehidupan sekolah dan praktik pembelajaran. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian ialah kelas 4 SD Negeri 101912 Pagar Merbau yang terdiri dari 32 siswa. Hasil penelitian: hasil dari penelitian yang dilakukan maka didapatkan dari kegiatan implementasi pendidikan karakter demokratis di kelas 4 SD Negeri 101912 Pagar Merbau ialah kegiatan rutin berupa setiap harinya siswa bergiliran memimpin baris sebelum masuk ke kelas, memimpin berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, melakukan presentasi dan tanya jawab. Guru memberikan keteladanan dengan bersikap demokratis di kelas, guru juga menanamkan karakter demokratis melalui kegiatan spontan dengan menegur dan memperingatkan siswa yang sikapnya kurang baik serta melalui pengkondisian dengan membagi siswa menjadi empat kelompok dan tempat duduknya juga dibuat perkelompok. Kesimpulan: Keteladanan yang ditunjukan oleh guru melalui kepribadian sehari-hari di sekolah, serta teguran singkat ternyata mampu menumbuhkan perilaku berkarakter dengan cukup baik.   Kata kunci: pendidikan karakter, demokratis, sekolah dasar
Ilmu Agama Dalam Perspektif Masyarakat Desa Sitopayan Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara Btr, Muhammad Alawi; Nur, Saidah; Hizzah, Nova Nur; Hariyanto, Dedy; Wahyuni, Nikmah; Sari, Lili Dina; Hamidi, Mhd. Yusuf; Sapuroh, Siti; Nst, Khoirun Nisa
Jurnal Generasi Ceria Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): Artikel Riset Periode Mei 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/geci.v2i1.3524

Abstract

Pengetahuan agama merupakan hal yang perlu dimiliki oleh semua masyarakat, termasuk masyarakat desa Sitopayan. ilmu ini membantu individu menjalani kehidupan bahagia baik di dunia maupun di akhirat. Tentu saja, pendapat mengenai nilai ilmu agama di masyarakat berbeda-beda, oleh karena itu penelitian ini memandang penting untuk mengetahui bagaimana masyarakat Desa Sitopayan memandang ilmu agama. Temuan penelitian ii menunjukkan bahwa generasi muda dan masyarakat umum kurang dberi penghargaaan dalam memahami pentingnya agama, sehingga menghambat mereka untuk mempelajarinya. Temuan penelitain ini diharapkan dapat meningkatkan keingintahuan masyarakat terhadap agama, menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari dan membimbingnya menuju kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan dan jenis penelitain kualitatif (penelitian lapangan). Dalam penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, karena data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata, bukan angka-angka. Penelitian ini bertujuan untuk mengajarkan kepada masyarakat di Desa Sitopayan bagaimana perspektif masyarakat yang baik terhadap ilmu agama, dimana pada masa sekarang ini kebanyakan masyarakat dan anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu mereka untuk bermain, terlalu lalai dengan medsos, berkumpul-kumpul tetangga, sehingga mengakibatkan masyarakat dan anak-anak sekarang menjadi kurang berminat dalam mempelajari ilmu agama. Artikel ini menawarkan beberapa solusi, antara lain meningkatkan taraf pendidikan agama, meningkatkan pemahaman azan, meningkatkan kemampuan membaca Alquran, dan menekankan nilai ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari.
Analisis Aplikasi Asesmen Diagnostik ABK Spektrum Autisme Sesuai Kebutuhan Kurikulum Merdeka pada Jenjangan PAUD di Deli Serdang Suryadi, Yeanny
Jurnal Generasi Ceria Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): Artikel Riset Periode Mei 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/geci.v2i1.4654

Abstract

Latar belakang Kemampuan guru dalam mengasesmen anak didiknya menjadi dasar pengajaran yang tepat bagi mereka, terutama kepada anak berkebutuhan khusus pada jenjangan PAUD inklusi. Kemampuan melakukan asesmen terhadap mereka akan mempermudah pada tenaga pendidik khususnya guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang tepat, dan intervensi yang sesuai pada khsusunya bagi anak-anak dengan hambatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kepraktisan atas sebuah instrumen asesmen diagnostik yang dikembangan di tahun 2024 oleh mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Medan. Instrumen yang dikembangkan bertujuan untuk mengukur kategori anak dengan hambatan Gangguan Spektrum Autisme pada jenjangan PAUD inklusi pada wilayah Deli Serdang. Metode penelitian: Penelitian dilakukan kepada tiga buah PAUD inklusi dengan jumlah anak dengan hambatan belajar sebanyak 2 orang per PAUD. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode olah data menggunakan metode UAT (User Accpetance Test), yaitu dengan mengukur jumlah skor atas uji kepraktisan instrumen kepada 3 PAUD dan dikalikan 100 %. Hasil penelitian: Hasil olah data didapatkan sebesar 92,52 %, dengan hasil uji kepraktisan ‘sangat praktis’. Kesimpulan: Mengawali pembelajaran awal semester dengan melakukan pengukuran menggunakan instrumen asesmen diagnostik yang telah dikembangkan, mampu membantu pihak guru dan sekolah dalam memilih metode belajar, kelas berdifferensiasi dan keputusan atas diterima atau tidaknya anak didik berkebutuhan khusus tersebut.
Analisis Opini Massa Sikap Elit Partai Politik dan Kelompok Kepentingan Terhadap Perumusan Kebijakan Pendidikan Yovinda, Noven; Addayan, Muhammad Idris; Nababil, Mahesa; Mulyadi, Mulyadi
Jurnal Generasi Ceria Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Artikel Riset Periode Nopember 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/geci.v2i2.5059

Abstract

Latar belakang: Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan pendidikan di Indonesia dipengaruhi oleh interaksi antara opini massa, sikap elit, peran partai politik, dan kelompok kepentingan. Opini massa dapat memberikan tekanan kuat untuk perubahan, sementara elit politik memiliki kuasa untuk menentukan arah kebijakan berdasarkan agenda mereka. Metode penelitian: Kajian ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumen dan literatur baik dari buku-buku literasi, artikel, berita di media masa baik elektronik maupun non elektronik serta data-data informasi dari pemerintah Hasil penelitian: Partai politik bertindak sebagai penghubung antara masyarakat dan kebijakan, sedangkan kelompok kepentingan berperan dalam mengadvokasi kebijakan yang adil dan transparan. Kombinasi dari faktor-faktor ini menciptakan dinamika yang kompleks dalam proses perumusan kebijakan pendidikan di Indonesia. Kesimpulan: Melalui advokasi dan kegiatan lobi, kelompok ini berusaha memastikan bahwa suara dan kebutuhan anggotanya diperhatikan dalam kebijakan yang diambil oleh pemerintah.
Analisis Program Pendidikan Profesi Guru Dalam Meningkatkan Profesional Guru Di Indonesia Addayan, Muhammad Idris; Mulyadi, Mulyadi; Masbirorotni, Masbirorotni
Jurnal Generasi Ceria Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Artikel Riset Periode Nopember 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/geci.v2i2.5060

Abstract

Latar belakang: Persoalan pendidikan yang dihadapi oleh Indonesia saat ini, bukan lagi hanya mengupayakan pendidikan yang dapat diakses (accessible) oleh setiap warga negaranya, tetapi juga membenahi kualitas pendidikannya. Saat ini, upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan menghadapi kendala yang cukup serius, mengingat saat ini evaluasi belajar akhir nasional tidak lagi ditentukan oleh Ujian Nasional, tetapi sepenuhnya ditentukan oleh sekolah dan guru. Mengingat pentingnya guru dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, maka guru perlu dipersiapkan sedemikian rupa untuk menjadi guru yang profesional, yang salah satu cara yang dapat ditempuh adalah melalui program pendidikan profesi guru (PPG). Metode penelitian: Metode penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kajian pustaka. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini diperoleh dari sumber perpustakaan, dokumen atau jurnal ilmiah dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran tentang yang telah dilakukan orang lain sebelumnya. Hasil penelitian: Program PPG merupakan salah satu solusi dalam meningkatkan kompetensi profesional guru dimana melalui PPG guru dapat meningkatkan kemampuan dalam memilih dan menguasai bahan ajar, merencanakan, mengembangkan, dan mengaktualisasi terlaksananya proses belajar mengajar yang produktif yang sesuai dengan standar kompetensi profesional guru. Kesimpulan: Dan melalui program PPG ini lah calon guru yang terpilih memang sesuai dengan kemampuan dan kriteria yang dibutuhkan disekolah itu sendiri.
Analisis Manfaat Pelaksanaan Kampus Mengajar Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Pada SDN 79 Sungai Duren Yurnita, Wila; Pratiwi, Marsa Hijro; Anisa, Anisa; Mayharti, Sri; Mulyadi, Mulyadi; Masbirorotni, Masbirorotni
Jurnal Generasi Ceria Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Artikel Riset Periode Nopember 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/geci.v2i2.5084

Abstract

Latar belakang: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat pelaksanaan Program Kampus Mengajar yang merupakan bagian dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di SDN 79 Sungai Duren. Program ini melibatkan mahasiswa dalam kegiatan pengajaran di sekolah dasar untuk meningkatkan kualitas pendidikan, baik bagi siswa, guru, maupun masyarakat sekitar. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, mahasiswa yang terlibat, serta observasi langsung terhadap kegiatan pembelajaran yang berlangsung. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Kampus Mengajar memberikan berbagai manfaat yang signifikan, antara lain: (1) Meningkatkan literasi dan numerasi (2) Membantu Adaptasi Teknologi (3) Membantu berjalannya proses Administrasi. Kesimpulan: Secara keseluruhan, program ini berhasil memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan di SDN 79 Sungai Duren, baik dari sisi akademik maupun non-akademik. Penelitian ini menyarankan agar Program Kampus Mengajar diperluas dan diprioritaskan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di berbagai daerah.
Analisa Peran Keluarga Harmonis Dalam Meningkatkan Perilaku Anti Perudungan Di Sekolah Dasar Deliserdang Saragih, Cindi Safitra
Jurnal Generasi Ceria Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Artikel Riset Periode Nopember 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Meningkatnya jumlah kasus perudungan khususnya di jenjangan Sekolah Dasar mengalami pelonjakan angka yang cukup signifikan. Beberapa kasus yang dilaporkan bahwasanya korban perudungan bahkan sampai meninggal dunia dikarenakan telah menjadi korban perudungan fisik dan mental oleh teman-teman sebayanya. Beberapa penelitian menunjukan latar belakang keluarga menjadi pusat bagaimana perilaku seorang anak terbentuk. Keluarga yang tidak harmonis membentuk seorang anak yang menyimpan rasa kecewa kepada orang dewasa dengan melakukan beragam tindak intimidasi yang serupa terjadi dalam keluarganya. Metode penelitian:Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pengolahan data secara triangulasi. Subjek penelitian adalah 2 anak pelaku perudungan di sebuah Sekolah Dasar di Deliserdang Sumatera Utara yang duduk di kelas V. Hasil penelitian: Keharmonisan sebuah keluarga berdampak kepada pertumbuhan karakter seorang anak Keluarga yang kurang tidak harmonis membentuk seorang anak yang berperilaku sosial menyimpang di lingkungan sekolah pada khususnya, diantaranya dengan melakukan tindakan perudungan. Kesimpulan: Perilaku merudung terbentuk akibat kondisi keluarga di rumah, anak mencontoh apa yang dilihat dalam keluarga semasa tumbuh kembangnya, implementasi kekecewaan terhadap keluarga yang membesarkannya berupa perudungan yang ia lakukan di lingkungan sekitarnya termasuk lingkungan sekolah. Pendekatan secara emosi dan tindakan tegas sedikit banyak membantu memperbaiki perilaku negatif anak
Analisa Peran Keluarga Harmonis Dalam Meningkatkan Perilaku Anti Perudungan Di Sekolah Dasar Deliserdang Saragih, Cindi Safitra
Jurnal Generasi Ceria Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Artikel Riset Periode Nopember 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/geci.v2i2.5587

Abstract

Latar belakang: Meningkatnya jumlah kasus perudungan khususnya di jenjangan Sekolah Dasar mengalami pelonjakan angka yang cukup signifikan. Beberapa kasus yang dilaporkan bahwasanya korban perudungan bahkan sampai meninggal dunia dikarenakan telah menjadi korban perudungan fisik dan mental oleh teman-teman sebayanya. Beberapa penelitian menunjukan latar belakang keluarga menjadi pusat bagaimana perilaku seorang anak terbentuk. Keluarga yang tidak harmonis membentuk seorang anak yang menyimpan rasa kecewa kepada orang dewasa dengan melakukan beragam tindak intimidasi yang serupa terjadi dalam keluarganya. Metode penelitian:Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pengolahan data secara triangulasi. Subjek penelitian adalah 2 anak pelaku perudungan di sebuah Sekolah Dasar di Deliserdang Sumatera Utara yang duduk di kelas V. Hasil penelitian: Keharmonisan sebuah keluarga berdampak kepada pertumbuhan karakter seorang anak Keluarga yang kurang tidak harmonis membentuk seorang anak yang berperilaku sosial menyimpang di lingkungan sekolah pada khususnya, diantaranya dengan melakukan tindakan perudungan. Kesimpulan: Perilaku merudung terbentuk akibat kondisi keluarga di rumah, anak mencontoh apa yang dilihat dalam keluarga semasa tumbuh kembangnya, implementasi kekecewaan terhadap keluarga yang membesarkannya berupa perudungan yang ia lakukan di lingkungan sekitarnya termasuk lingkungan sekolah. Pendekatan secara emosi dan tindakan tegas sedikit banyak membantu memperbaiki perilaku negatif anak
Implementasi Pendidikan Karakter Demokratis di kelas IV SD Negeri 101912 Pagar Merbau Sitorus, Jesika; Christina Sirait
Jurnal Generasi Ceria Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): Artikel Riset Periode Mei 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/geci.v2i1.3301

Abstract

Latar belakang: Sekolah dasar memiliki peran yang sangat signifikan dalam mencapai dan menciptakan sikap demokratis pada siswa. Selama di sekolah dasar siswa akan siap untuk memperoleh pengetahuan, serta siswa akan akrab dengan aturan kehidupan sosial, tapi di sisi lain pembelajaran di sekolah dasar belum memunculkan suasana yang demokratis, sehingga sikap demokrasi siswa belum tumbuh secara wajar. perlunya mendidik siswa tentang demokrasi di sekolah dasar dan beberapa kegiatan yang bisa dilakukan di sekolah- sekolah untuk mengajarkan siswa tentang pentingnya arti suatu demokrasi, karena hal ini akan menciptakan siswa yang ingin menghargai, menghormati masyarakat lokal maupun global. Oleh karenanya, dalam praktik di sekolah dasar, demokrasi harus benar-benar ditegakkan melalui suasana kehidupan sekolah dan praktik pembelajaran. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian ialah kelas 4 SD Negeri 101912 Pagar Merbau yang terdiri dari 32 siswa. Hasil penelitian: hasil dari penelitian yang dilakukan maka didapatkan dari kegiatan implementasi pendidikan karakter demokratis di kelas 4 SD Negeri 101912 Pagar Merbau ialah kegiatan rutin berupa setiap harinya siswa bergiliran memimpin baris sebelum masuk ke kelas, memimpin berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, melakukan presentasi dan tanya jawab. Guru memberikan keteladanan dengan bersikap demokratis di kelas, guru juga menanamkan karakter demokratis melalui kegiatan spontan dengan menegur dan memperingatkan siswa yang sikapnya kurang baik serta melalui pengkondisian dengan membagi siswa menjadi empat kelompok dan tempat duduknya juga dibuat perkelompok. Kesimpulan: Keteladanan yang ditunjukan oleh guru melalui kepribadian sehari-hari di sekolah, serta teguran singkat ternyata mampu menumbuhkan perilaku berkarakter dengan cukup baik.   Kata kunci: pendidikan karakter, demokratis, sekolah dasar
ANALISIS GAYA KEPEMIMPINAN GURU DI SD NEGERI 101964 JAHARUN A KECAMATAN GALANG Saragih, Cindi Safitra
Jurnal Generasi Ceria Indonesia Vol. 1 No. 1 (2023): Artikel Riset May 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/geci.v1i1.2316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya kepemimpinan yang digunakan oleh guru di sekolah dasar dan dampaknya terhadap prestasi siswa. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi terhadap 10 orang guru di sekolah dasar. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 Gaya kepemimpinan yang diterapkan sebagai gaya kepemimpinan guru SD Negeri 101964 Jaharun A: (1) Gaya kepemimpinan yang otokratis sebesar 20 %, (2) Gaya kepemimpinan yang demokratis sebesar 70%, (3) Gaya kepemimpinan laissez faire sebesar 10%. Hasil penelitian: Hasil dari penelitian ini menunjukan gaya kepemimpinan yang paling banyak diterapkan pada sekolah tersebut adalah gaya kepemimpinan demokratis. Kesimpulan: Kepemimpinan dengan gaya demokratis cukup efektif dalam mencapai tujuan kepemimpinan terkait. Gaya kepemimpinan demokratis memberikan kesempatan partisipasi kepada siswa dalam proses pembelajaran dan memperhatikan kebutuhan individu siswa.