cover
Contact Name
Muhammad Dhafir
Contact Email
m_dhafir20012@usk.ac.id
Phone
+628116810529
Journal Mail Official
jronatp@usk.ac.id
Editorial Address
Jalan. Tgk. Hasan Krueng Kalee, No. 3 Kopelma Darussalam-Banda Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Rona Teknik Pertanian
ISSN : 20852614     EISSN : 25282654     DOI : -
JRTP is the official journal from the Department of Agricultural Engineering, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University (Unsyiah), Banda Aceh-Indonesia. It covers and devotes a complete and interdisciplinary wide range of research and review in engineering applications for agriculture and biosystems: agricultural machinery, soil and water engineering, tillage, precision farming, post-harvest technology, agricultural instrumentation, sensors, bio-robotics, systems automation, processing of agricultural products and foods, quality evaluation and food safety, audit energy, waste treatment and management, environmental control, energy utilization agricultural systems engineering, bio-informatics, computer simulation, farm work systems, mechanized farming and ergonomi.
Articles 207 Documents
Kajian Dampak Lingkungan Terhadap Kegiatan Rekonstruksi Sarana dan Prasarana Pasar Tugu Kota Depok Alimuddin Alimuddin; Nurul Chayati; Rulhendri Rulhendri; Ria Fitri
Rona Teknik Pertanian Vol 13, No 1 (2020): Volume 13, No. 1, April 2020
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v13i1.16867

Abstract

Abstrak. Dinas Perumahan dan Permukiman, Kota Depok berencana melakukan rekonstruksi bangunan Pasar Tugu untuk meningkatkan sarana dan prasarana dibidang perekonomian. Kegiatan tersebut akan memiliki dampak lingkungan dan sosial bagi masyarakat sehingga diperlukan kajian dampak lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi lingkungan rona awal di lokasi penelitian dan untuk mendapatkan hasil analisis kajian dampak lingkungan dan cara penanggulangan dalam meminimalisasi dampak yang terjadi pada saat tahap pra konstruksi, tahap konstruksi, dan tahap operasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Hasil dari penelitian ini adalah kondisi rona awal lingkungan pada lokasi penelitian menunjukkan bahwa kualitas lingkungan di lokasi penelitian dalam kategori baik, baik dari segi komponen kualitas udara ambien dan kebisingan maupun komponen kualitas air tanah dan pada setiap kegiatan mulai dari tahap pra konstruksi, konstruksi, hingga tahap operasi, masing-masing tahap memiliki dampak positif dan dampak negatif terhadap lingkungan. Dampak negatif yang terjadi dapat diminimalkan dengan melakukan pengelolaan lingkungan yang baik pada setiap tahapan kegiatan dimulai dari tahap pra konstruksi hingga tahap operasi agar terciptanya suatu konstruksi yang ramah lingkungan.Environmental Impact Assessment on the Reconstruction of Facilities and Infrastructure for Pasar Tugu, Depok CityAbstract. Department of Housing and Settlements, Depok City plans to reconstruct the Pasar Tugu building, Depok City to improve facilities and infrastructure in the economic sector. These activities will have environmental and social impacts on the community so an environmental impact study is needed. The purpose of this study is to know the environmental baseline conditions at the research location and to obtain the results of environmental impact analysis and countermeasures in minimizing the impacts that occur during the pre-construction, construction, and operation stages. The method used in this research is a survey method. The results of this study are the environmental baseline conditions at the research location indicate that the environmental quality at the research location is in a good category in terms of the ambient air quality and noise components and groundwater quality components and in every activity starting from the pre-construction stage, construction, to the operation stage, each stage has a positive impact and a negative impact on the environment. The negative impacts that occur can reduce good environmental management at every stage of the activity starting from the construction stage to the operation stage in order to make an environmentally friendly construction. 
Analysis of Chemical Properties and Soil Fertility Status in Paddy Fields in Sakti Sub-district, Pidie Regency, Aceh Magfirah, Dhiya; Zuraida, Zuraida; Sufardi, Sufardi
Rona Teknik Pertanian Vol 17, No 1 (2024): Volume No. 17, No. 1, April 2024
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v17i1.36329

Abstract

Abstract. This research aims to evaluate the chemical properties of soil and the status of soil fertility in rice fields in Sakti Sub-district, Pidie Regency, Aceh. This research uses quantitative descriptive methods through field observations and soil analysis in the laboratory. The area of rice fields evaluated was 2,331 hectares with a total of eight observation points at a depth of 0-20 cm. Four sub-samples were taken from each observation point and then composited. Soil chemical indicators analyzed as parameters to assess soil fertility status include cation exchange capacity (CEC), base saturation (KB), Organic C, and total P2O5 and K2O content of 25% HCl extract. The research results showed that soil chemical characteristics, namely pH H2O, CEC, BS, as well as soil P2O5 and K2O potential varied between sample locations. In general, rice fields in Sakti Sub-district, Pidie Regency have acid to neutral soil pH (5.51-7.00), very low to moderate organic C (0.46-2.26%), medium to high CEC (22, 8-44.4 cmol kg-1), and low to high BS (35.4-53.3%). Total P2O5 of soils at all locations was classified as very high (64.4-169.28 mg/100 g), while total K2O varied from low to high (18.72-44.76 mg/100 g). The soil fertility status in the rice fields of Sakti Sub-district has two criteria, namely low and medium. To improve soil fertility status, this can be done by using local straws from harvest residuesAnalisis Sifat Kimia dan Status Kesuburan Tanah pada Lahan sawah di Kecamatan Sakti Kabupaten Pidie, Provinsi AcehAbstrak. Evaluasi sifat kimia dan status unsur hara sangat penting untuk menjaga agar kondisi lahan sawah tetap mendukung produksi. Penelitian ini bertujuan untuk evaluasi sifat kimia serta status kesuburan taanah pada lahan sawah di Kecamatan Sakti Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui pengamatan di lapangan dan analisis tanah di laboratorium. Luas areal sawah yang dievaluasi adalah 2.331 hektar dengan jumlah titik pengamatan ada delapan titik pada kedalaman 0-20 cm. Setiap titik pengamatan diambil sebanyak empat sub-sampel kemudian dikompositkan. Indikator kimia tanah yang dianalisis sebagai parameter untuk menilai status kesuburan tanah antara lain: kapasitas tukar kation (KTK), kejenuhan basa (KB), C Organik, dan kandungan total P2O5 dan K2O total ekstrak HCl 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik kimia tanah yaitu pH H2O, KTK, KB, serta cadangan P2O5 dan K2O tanah bervariasi antara lokasi sampel. Secara umum lahan sawah di Kecamatan Sakti Kabupaten Pidie mempunyai pH tanah masam hingga netral (5,51-7,00), C-organik sangat rendah hingga sedang (0,46-2,26%), KTK sedang hingga tinggi (22,8-44,4 cmol kg-1), dan KB rendah hingga tinggi (35,4-53,3%). Cadangan P2O5 tanah di seluruh lokasi tergolong sangat tinggi (64,4-169,28 mg/100 g), sedangkan cadangan K2O bervariasi dari rendah hingga tinggi (18,72-44,76 mg/100 g). Status kesuburan tanah di areal sawah Kecamatan Sakti memiliki dua kriteria yaitu rendah dan sedang. Untuk meningkatkan status kesuburan tanah, dapat dilakukan dengan pemanfaatan jerami setempat dari sisa panen.
Pengaruh Suhu Pengeringan Pada Alat Pengering Tipe Rak Terhadap Mutu Tepung Porang (Amorphophallus muelleri Blume) Ifmalinda, Ifmalinda; Guci, Krisna; Cherie, Dinah
Rona Teknik Pertanian Vol 17, No 1 (2024): Volume No. 17, No. 1, April 2024
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v17i1.30336

Abstract

Abstrak. Umbi porang (Amorphopallus muelleri Blume) adalah salah satu jenis umbi-umbian yang bernilai ekonomis tinggi karena mengandung glukomanan yang kaya akan manfaat dan berpotensi diolah menjadi tepung porang. Salah satu tahpan yang sangat penting dalam produksi tepung adalah proses pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suhu pengeringan terhadap mutu tepung porang pada proses pengeringan dengan menggunakan alat pengering tipe rak dengan sumber panas dari pembakaran gas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor yaitu suhu pengeringan. Suhu pengeringan yang diuji adalah suhu 45 C, 50 C dan 55 C. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suhu pengeringan berpengaruh nyata terhadap mutu tepung porang. Mutu tepung porang terbaik diperoleh pada suhu pengeringan 55C dengan kadar air sebesar 11,104%, kadar abu sebesar 5,816%, kadar glukomanan sebesar 17,785%, rendemen sebesar 13,444%, dan modulus kehalusan tepung sebesar 2,556.The Effect of Drying Temperature in a Tray Dryer on the Quality of Porang Flour (Amorphophallus muelleri Blume)Abstract. Amorphopallus muelleri Blume, often known as porang tuber is a type of tuber with significant commercial importance due to the presence of glucomannan which has numerous health benefits and may be converted into porang flour. The drying process is one of the most important steps in the producing flour. This study uses a tray drier with the heat energy produced from gas stove. The objective of the study is to determine the influence of drying temperature against the quality of porang flour. The study had been conducted by completely randomized design (CRD) experimental at 3 levels of drying temperatures, 45, 50, and 55C. Results showed that the drying temperature significantly affects the quality of porang flour including yield, glucomannan content, water content, ash content, and flour fineness modulus. The optimal quality of porang flour was achieved at drying temperature of 55C. The characteristic of porang flour were moisture content of 11.104%, ash content of 5.816%, glucomannan content of 17.785%, yield of 13.444%, and flour fineness modulus of 2,556.
Pengaruh Tingkat Kematangan dan Lama Penyimpanan Terhadap Karakteristik Mutu Fisikokimia Jeruk Siam Madu (Citrus nobilis) Pada Kondisi Penyimpanan Dingin Manurung, Hotman; Simanungkalit, Ferlando Jubelito; Nadapdap, Marta
Rona Teknik Pertanian Vol 17, No 1 (2024): Volume No. 17, No. 1, April 2024
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v17i1.37098

Abstract

Abstrak. Jeruk dikenal sebagai sumber nutrisi terutama vitamin C yang berguna bagi tubuh manusia: karena dapat menurunkan tekanan darah, mengobati sariawan, dan meningkatkan imunitas tubuh. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh tingkat kematangan dan lama penyimpanan terhadap karakteristik fisikokimia jeruk. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap 2 faktor. Faktor 1 Tingkat kematangan: Hijau, Hijau Kuning dan Kuning. Faktor ke 2 Lama penyimpanan (hari): 0 , 2 , 4 ,6 , 8 ,10 dan 12 hari. Parameter yang dianalisis: Mutu Fisika (susut bobot dan kekerasan) dan mutu kimia (Total Padatan Terlaru-TPT, pH, Asam Tertitrasi total-ATT, rasio PTT ATT dan Kandungan Vitamin C). Hasil penelitian menujukkan: Tingkat kematangan jeruk berpengaruh nyata terhadap susut bobot 3,0826% -4,3590%; kekerasan 1,3 - 2,6 kg/cm2; TPT dengan nilai 7,7 -11,6 Brix; pH dengan nilai 3,3 - 4,2; ATT dengan nilai 0,566 - 2,410 %, dan Rasio TPT:ATT dengan nilai 4,37 - 24,14 %. Akan tetapi, tingkat kematangan tidak memberi pengaruh yang nyata terhadap kandungan Vitamin C. Lama penyimpanan buah memberi pengaruh nyata terhadap susut bobot yang berkisar antara 0,0000% - 6,8151%; kekerasan 1,5 - 2,4 kg/cm2. Lama penyimpanan selama 12 hari tidak memberi pengaruh nyata terhadap TPT, pH, ATT, Rasio TPT:ATT, dan kandungan Vitamin C.The Influence of Maturity Level and Length of Storage on thePphysicochemicalQuality Characteristics of Honey Siam Oranges (Citrus nobilis Lour)Under Cold Storage ConditionAbstract. Factors that influence the physicochemical quality of Siam honey oranges include the level of ripeness when harvested and the length of storage. The aim of the research was to determine the effect of ripeness level and storage time on the physicochemical quality of Siamese honey oranges. The research used a completely randomized factorial design. Maturity level treatments: green, yellow green and yellow. Storage time (days): 0, 2, 4, 6, 8, 10 and 12 days. The effect of treatment was analyzed using the variance test. Significantly different effects were tested using Duncan's test at the p=0.05 level. Using SPSS 29 software. The results of the research show: The level of ripeness of honey Siam oranges has a significant effect on weight loss of 3.0826% -4.3590%; hardness 1.3 - 2.6 kg/cm2; TPT (Total dissolved solids) 7.7 -11.6 Brix; pH 3.3 - 4.2; ATT (Total titrated acid) 0.566 - 2.410 %; and TPT: ATT ratio was 4.37 - 24.14%. Storage time has a significant effect on weight loss which ranges from 0.0000% - 6.8151%; hardness 1.5 - 2.4 kg/cm2; ATT 1.008-1.940%; and ratio TPT:ATT 9.526-18.929. Storage time has no significant effect on TPT, and pH. The interaction of maturity level and storage time has a significant effect on vitamin C. Based on the physicochemical quality (TPT:ATT ratio, weight loss and vitamin C), honey Siam oranges are harvested at the yellow ripeness level and stored for a maximum of 10 days at a temperature of 100C.
Kajian Dampak Lingkungan Terhadap Pembangunan Kantor Telecenter PT. X Di Tangerang Alimuddin, Alimuddin; Chayati, Nurul -; Fachruddin, Fachruddin -; Akbar, Chaeka Fitria Ramadhania
Rona Teknik Pertanian Vol 17, No 1 (2024): Volume No. 17, No. 1, April 2024
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v17i1.32079

Abstract

Abstrak. Manusia diciptakan untuk mengatur alam semesta ini dengan cara menjaga dan melestarikan keberlanjutan lingkungan hidup sehingga kepedulian terhadap lingkungan hidup adalah suatu hal yang perlu dilakukan. Demikian juga dengan menjaga kelestarian lingkungan pada Kantor Telecenter PT. X di Kabupaten Tangerang. Tujuan dari kajian ini adalah menilai kualitas rona lingkungan awal dan memprediksi dampak yang akan terjadi serta merumuskan upaya-upaya meminimalisir dampak pada setiap tahapan kegiatan yang dilakukan. Metode yang digunakan adalah metode observasi, metode wawancara, dan pelingkupan. Hasil dari kajian ini adalah rona lingkungan awal pada lokasi kajian menunjukkan bahwa kualitas lingkungan dari segi komponen kualitas udara ambien, kebisingan dan kualitas air tanah berada dalam kategori baik. Secara umum upaya yang dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif yang terjadi pada setiap kegiatan Pembangunan Kantor Telecenter PT. X di Tangerang dapat dilakukan dengan cara pendekatan sosial dengan masyarakat, melaksanakan kegiatan konstruksi hanya di siang hari, memprioritaskan masyarakat lokal sebagai tenaga kerja, optimalisasi penghijauan dalam lingkungan dan ruang terbuka hijau serta pengelolaan sampah yang baik serta fasilitas kebersihan yang lengkap agar tidak terjadi gangguan terhadap kesehatan masyarakat.Study Of Environmental Impact on The Construction of PT. X In TangerangAbstract.Humans were created to manage this universe by protecting and preserving the sustainability of the environment so that caring for the environment is something that needs to be done. Likewise with preserving the environment at the Telecenter Office of PT. X in Tangerang Regency. The purpose of this study is to assess the quality of the initial environmental baseline and predict the impacts that will occur as well as formulate efforts to minimize the impact at each stage of the activities carried out. The method used is the quantitative descriptive analysis method. The result of this study is that the initial environmental baseline at the study location shows that the environmental quality in terms of the components of ambient air quality, noise and groundwater quality are in the good category. In general, the efforts made to minimize the negative impacts that occur in every activity of PT. X in Tangerang can be carried out by means of a social approach with the community, carrying out construction activities only during the day, prioritizing local communities as workers, optimizing greenery in the environment and green open spaces as well as good waste management and complete cleaning facilities to prevent disturbance to public health.
Kajian Literatur : Upcycled Food sebagai Inovasi Zero Waste Untuk Mengurangi Limbah Pangan Syahbanu, Fathma; Pawestri, Setyaning
Rona Teknik Pertanian Vol 17, No 1 (2024): Volume No. 17, No. 1, April 2024
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v17i1.33102

Abstract

Abstrak. Kajian literatur ini membahas mengenai upaya implementasi zero waste pada limbah pangan dengan upcycled food yang mana menyajikan potensi dan dampak positif dari penciptaan produk makanan daur ulang untuk mengurangi kehilangan makanan dan limbah makanan. Metode yang digunakan dalam penulisan kajian pustaka ini berupa kajian pustaka naratif. Jumlah limbah pangan global semakin meningkat setiap tahun. Diperkirakan 1,3 miliar ton makanan yang diproduksi per tahun terbuang percuma, atau sepertiga dari bagian pangan yang dapat dikonsumsi terbuang ke tempat sampah. Inefisiensi dalam segmen produksi, distribusi, ritel, dan konsumen dari sistem pangan diyakini sebagai pemicu food loss dan food waste. Persoalan food loss dan food waste merupakan isu yang sangat penting karena dampaknya yang signifikan tidak hanya terhadap ketahanan pangan dan kualitas dan keamanan pangan, tetapi juga terhadap lingkungan dan pembangunan ekonomi. Selain itu, pengurangan separuh limbah pangan global per kapita di tingkat ritel dan konsumen dan reduksi food loss di sepanjang rantai produksi dan pasokan, termasuk kehilangan pascapanen dicanangkan sebagai target ambisius Sustainable Development Goals (SDG) indikator 12.3 (reduksi 50% limbah pangan per kapita secara global) pada tahun 2030. Solusi alternatif yang dapat dilakukan untuk mengurangi limbah makanan adalah melalui penciptaan produk makanan daur ulang. Saat ini, dapat dikatakan bahwa produk makanan daur ulang perlahan mulai populer. Saat ini, industri berfokus pada inovasi zero waste, dimana limbah yang dihasilkan digunakan sebagai bahan baku untuk produk dan aplikasi baru. Beberapa perusahaan makanan dan start-up telah secara aktif terlibat dalam tren ini dan mengidentifikasi diri mereka sebagai pelaku daur ulang makanan yang berperan aktif dalam memanfaatkan limbah makanan sebagai input utama.Literature Review : Upcycled Food as Zero Waste Innovation to Reduce Food Loss and Food WasteAbstract. Annually, an alarming amount of food goes to waste globally. It is estimated that 1.3 billion ton per year of food produced gets lost or wasted, meaning one-third of the edible parts is dumped into the bin. Inefficiencies within the production, distribution, retail and consumer segments of the food system is believed as the reason behind food loss and food waste issue. The issue of food losses and food waste is highly essential due to its significant impact on not only food security and on food quality and safety, but also on the environment and on economic development. Moreover, halving per capita global food waste at the retail and consumer levels and reducing food losses along production and supply chains, including post-harvest losses is known as the ambitious target of SDG 12.3 in 2030. An alternative solution that can be done to reduce food waste is through creation of upcycled food products. Currently, it can be said that upcycled food products are slowly gaining popularity. Nowadays, industries are focused on zero waste innovation, where the waste generated is used as raw material for new products and applications. Several food companies and start-ups have actively engaged in this trend and identify themselves as food upcyclers who take an active role in utilising food waste as primary input. In this context, the main purpose of this literature review is to present the potential and the positive effects of upcycled food products creation to reduce food loss and food waste. This literature review was conducted using narrative literature review method.
Rancang Bangun Mesin Pencuci Kentang Defrian, Angga; Ginting, Agus; Zulfakri, Zulfakri; Amrizal, Amrizal; Tarigan, Sumatera; Febriamto, Adi
Rona Teknik Pertanian Vol 17, No 1 (2024): Volume No. 17, No. 1, April 2024
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v17i1.30435

Abstract

Abstrak.Salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas kentang adalah proses pasca panen yaitu pencucian. Proses pencucian kentang saat ini masih dilakukan secara manual oleh para petani, bahkan banyak tidak dicuci setelah proses pemanenan selesai. Hal ini mengakibatkan tampilan kentang kelihatan kurang menarik. Proses pencucian dengan cara ini mempunyai beberapa kelemahan dimana penggunaan air menjadi tidak terkontrol, juga membutuhkan ruang yang besar untuk perendaman yang banyak dan membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu tujuan penelitian ini merancang dan membangun mesin pencuci kentang, dengan harapan pada pencucian kentang menjadi lebih efisien waktu dan lebih efektif. [A1]Metode yang digunakan pada perancangan ini adalah analisa perancangan, rancangan struktural, fungsional dan hasil pengamatan. Hasil penelitian ini telah merancang bangun mesin pencuci kentang dengan ukuran panjang 78,75 cm, lebar 35 cm dan tinggi 58 cm. Dari analisa perancangan didapatkan kapasitas adalah 155,24 kg/jam. Hasil pengamatan yaitu pada 1 kg kentang dengan perbedaan waktu pencucian yaitu 0,[A2]5, 1, 1,5, dan 2 menit., didapatkan waktu pencucian yang optimal adalah 1 menit dan 1,5 menit pada beban 1 kg kentang. hasil dari 1 menit dan 1,5 menit masing-masing menghasilkan kentang yang bersih sebesar 76,92%, 84,61%, kotor 15,38%, 7,69%, dan kulit terkelupas 7,69%, 15,38%.Potato Washing Machine DesignAbstract Abstract One important factor in maintaining the quality of potatoes is the post-harvest process, namely washing. The current potato washing process is still done manually by farmers, many are not even washed after the harvesting process is complete. This results in the appearance of potatoes looking less attractive. The washing process in this way has several disadvantages where the use of water becomes uncontrolled, also requires a large space for a lot of soaking and takes a long time. Therefore the purpose of this study is to design and build a potato washing machine, with the hope that washing potatoes becomes more time efficient and more effective. The method used in this design is design analysis, structural, functional design and observation results. The results of this study have designed a potato washing machine with a length of78,75 cm, width of35 cm and height of58 cm. From the design analysis, the capacity is155.24 kg / hour. The results of the observation were on1 kg of potatoes with a difference in washing time of 0.5, 1, 1.5, and 2 minutes., the optimal washing time was 1 minute and 1.5 minutes on a load of1 kg of potatoes. The results of the observation were on1 kg of potatoes with a difference in washing time of 0.5, 1, 1.5, and 2 minutes., the optimal washing time was 1 minute and 1.5 minutes on a load of1 kg of potatoes. The results of 1 minute and 1,5 minutes resulted in clean potatoes of 76.92%, 84.61%, gross 15.38%, 7.69%, and flaky skin of 7.69%, 15.38%, respectively.
Pengaruh Rasio Sari Kulit Kopi Arabika Dan Konsentrasi CMC (Carboxyl methyl cellulose) Berbeda Terhadap Aktivitas Antioksidan Dan Organoleptik Selai Cascara Romauli, Nauas Domu Marihot; Nurminah, Mimi; Siahaan, Felinda Tria Kasih
Rona Teknik Pertanian Vol 17, No 1 (2024): Volume No. 17, No. 1, April 2024
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v17i1.34772

Abstract

Abstrak. Penelitian ini tentang selai yang terbuat dari bahan dasar kulit kopi arabika dengan rasio air yang berbeda untuk menghasilkan sari dan penambahan konsentrasi CMC (carboxy methyl cellulose). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh rasio air dengan kulit kopi arabika serta pengaruh penambahan konsentrasi CMC terhadap sifat fisik dan kimia. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu rasio air dengan kulit kopi (R) terdiri dari 3 taraf 1:1, 2:1, 3:1. Faktor kedua yaitu konsentrasi CMC (carboxyl methyl cellulose) (K) terdiri dari 4 taraf 0,5%, 0,75%, 1%, 1,25% dengan pengulangan 3 kali. Analisis yang dilakukan adalah aktivitas antioksidan, uji daya oles dan uji organoleptik (warna, rasa aroma, penerimaan umum). Hasil penelitian menunjukkan rasio air yang semakin tinggi menurunkan tingkat persentase antioksidan pada kulit kopi arabika, konsentrasi CMC yang semakin banyak menyebabkan selai cascara sulit di oles pada permukaan roti. Berdasarkan pengujian organoleptik warna, rasa, aroma dan penerimaan umum memiliki rerata nilai 6 yaitu suka dan selai cascara dapat diterima oleh panelis.The Effect of Different Ratios of Arabica Coffee Skin Juice and CMC (Carboxyl methyl cellulose) Concentrations on the Antioxidant and Organoleptic Activities of Cascara JamAbstract. This research was about jam made from Arabica coffee pulp with different water ratios to produce juice and the addition of CMC (carboxy methyl cellulose) concentration. This research aims to determine the effect of the ratio of water to Arabica coffee skins and the effect of adding CMC concentration on physical and chemical properties. The research design used was a Completely Randomized Design (CRD) with two factors. The first factor, namely the ratio of water to coffee pulp (R), consists of three levels: 1:1, 2:1, 3:1. The second factor is the concentration of CMC (carboxyl methyl cellulose) (K), consisting of 4 levels of 0.5%, 0.75%, 1%, 1.25% with repetition three times. The analyses carried out were antioxidant activity, spreadability test, and organoleptic test (color, taste, aroma, general acceptability). The results of the research show that a higher water ratio reduces the percentage level of antioxidants in Arabica coffee pulp, the water ratio in different CMC concentration gave significantly different effect (sig0.05) on the antioxidant value. The higher concentration of CMC makes cascara jam difficult to spread on the surface of the bread. The use of 1.25% CMC gave the lowest spreadibility, meanwhile the use of 0.5% and 0.75% gave spreadibility of cascara jam near 6 scale. Based on organoleptic testing of color, taste, aroma, and general acceptance, it has an average score of 6, and cascara jam can be accepted by the panelists.
Pengaruh Kombinasi Vermikompos Dan Zeolit Terhadap Nitrogen, Fosfor, Dan Kalium Tanah Ultisol Annisa, Nur Rahma; Fikrinda, Fikrinda; Zuraida, Zuraida
Rona Teknik Pertanian Vol 17, No 1 (2024): Volume No. 17, No. 1, April 2024
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v17i1.36462

Abstract

Abstrak. Ultisol merupakan lahan suboptimal yang memiliki kendala ketersediaan hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi vermikompos dan zeolit terhadap nitrogen, fosfor, dan kalium tanah Ultisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tujuh perlakuan dan tiga ulangan sehingga terdapat 21 satuan percobaan. Faktor-faktor yang diuji yaitu kontrol (K0), 10 g pot-1 vermikompos (K1), 10 g pot-1 vermikompos+15 g pot-1 zeolit (K2), 20 g pot-1 vermikompos (K3), 20 g pot-1 vermikompos+15 g pot-1 zeolit (K4), 30 g pot-1 vermikompos (K5), 30 g pot-1 vermikompos+15 g pot-1 zeolit (K6). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi vermikompos sebagai perlakuan tunggal maupun berkombinasi dengan zeolit meningkatkan kadar N total, P tersedia, dan K dapat dipertukarkan. Kombinasi vermikompos dan zeolit efektif meningkatkan hara kalium sedangkan aplikasi vermikompos dalam dosis tinggi (30 g pot-1) memberikan pengaruh lebih baik terhadap hara nitrogen dan fosfor pada Ultisol.The Effect Of Vermicompost And Zeolite On Nitrogen, Phosphorus, And Potassium Of Ultisol SoilAbstract.Ultisol soil is a suboptimal land that has constraints on nutrient availability. This study aimed to determine the effect of the combination of vermicompost and zeolite on nitrogen, phosphorus, and potassium in ultisol soil. This study used a Randomized Block Design with seven treatments and three replications, so there were about 21 experimental units. The factors were control (K0), 10 g pot-1 vermicompost (K1), 10 g pot-1 vermicompost + 15 g pot-1 zeolite (K2), 20 g pot-1 vermicompost (K3), 20 g pot-1 vermicompost + 15 g pot-1 zeolite (K4), 30 g pot-1 vermicompost (K5), 30 g pot-1 vermicompost + 15 g pot-1 zeolite (K6). Results showed that the vermicompost as a single treatment or in combination with zeolite had increased exchangeable K significantly. The increase of vermicompost had effect on increasing available P and exchangeable K, while the increase of zeolit had increased the exchangeable K but decreased available P. In conclusion, the best application for ultisol soil is the use of vermicompost at 30 g pot-1 (K5).
Analisis Kandungan Karbondiokasida (CO2) dan Gas Metan (CH4) Pada Pembuatan Biogas Berbahan Limbah Organik Muanah, Muanah; Suhairin, Suhairin; Istiqamah, Nur Annisa; Basirun, Basirun
Rona Teknik Pertanian Vol 17, No 1 (2024): Volume No. 17, No. 1, April 2024
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v17i1.32136

Abstract

Abstrak. Sumber energi terbarukan (biogas) merupakan jenis sumber energi yang bersifat ramah dan tidak mencemari lingkungan. Proses pembuatan biogas berasal dari dekomposisi bahan organik secara anaerob (tanpa udara). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis limbah organik terhadap suhu pada pembentukan gas metan (CH4) dan karbon dioksida (CO2) pada biogas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu P1 dengan menggunakan limbah ampas tahu sebanyak 4 kg dan air 4 liter, P2 menggunakan kotoran sapi sebanyak 4 kg dan air 4 liter, P3 menggunakan limbah pasar sebanyak 4 kg dan 4 liter air dan P4 menggunakan campuran limbah ampas tahu, kotoran sapi dan limbah pasar sebanyak 4 kg dan air 4 liter. Data hasil pengamatan dianalisa menggunakan ANOVA pada taraf nyata 0,05 (5%). Apabila antar perlakuan terdapat perbedaan yang nyata maka dilakukan uji lanjut BNJ (Uji Beda Nyata Jujur) pada taraf nyata 0,05 (5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karbon dioksida (CO2) yang terukur pada pembuatan biogas tertinggi yaitu pada perlakuan bahan baku limbah ampas tahu sebesar 4801,7222 ppm dan yang terkecil pada perlakuan bahan baku kotoran sapi sebesar 2177,417 ppm. Gas metan (CH4) pada pembuatan biogas tertinggi terukur pada perlakuan dengan menggunakan bahan baku kotoran sapi yaitu sebesar 6442 mol dan yang terkecil pada perlakuan dengan bahan baku limbah ampas tahu sebesar 340,25 mol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kandungan biogas terbaik ditemukan pada limbah organik kotoran sapi dengan kandungan CH4 tertinggi sebesar 6442 mol.Analysis of Carbon Dioxide and Methane Gas Content in Making Biogas From Organic WasteAbstract. Organic waste with unlimited sources and high volumes can cause environmental pollution, so optimal processing is needed. Processing that is considered capable of accommodating large-scale processing and whose output has high economic value is biogas. The manufacturing process uses an anaerobic fermentation method using a technology called a digester. The research aims to see the effect of different types of organic waste on the content of carbon dioxide and methane gas. The research design used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments with 3 replications. The treatment in question is T1 with tofu dregs waste with water, T2 with cow dung plus water, T3 with market waste plus water, and T4 with a mixture of tofu dregs, cow dung and market waste with water. The research data were analyzed using ANOVA at a significance level of 0.05 (5%) with the help of SPSS. If significant data is found, a BNJ test with a real level of 5% is carried out. The results of the research showed that the highest carbon dioxide (CO2) content in tofu waste was 4801.72 ppm and the lowest was in cow dung at 2177.42 ppm, while the formation of methane gas (CH4) was highest in cow dung waste, namely 6742.12 mol and the lowest in waste. tofu dregs amounted to 352.65 mol. So it can be concluded that the best biogas content is found in cow dung organic waste with the highest CH4 content of 6742.12 mol

Filter by Year

2012 2025