cover
Contact Name
Muhammad Dhafir
Contact Email
m_dhafir20012@usk.ac.id
Phone
+628116810529
Journal Mail Official
jronatp@usk.ac.id
Editorial Address
Jalan. Tgk. Hasan Krueng Kalee, No. 3 Kopelma Darussalam-Banda Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Rona Teknik Pertanian
ISSN : 20852614     EISSN : 25282654     DOI : -
JRTP is the official journal from the Department of Agricultural Engineering, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University (Unsyiah), Banda Aceh-Indonesia. It covers and devotes a complete and interdisciplinary wide range of research and review in engineering applications for agriculture and biosystems: agricultural machinery, soil and water engineering, tillage, precision farming, post-harvest technology, agricultural instrumentation, sensors, bio-robotics, systems automation, processing of agricultural products and foods, quality evaluation and food safety, audit energy, waste treatment and management, environmental control, energy utilization agricultural systems engineering, bio-informatics, computer simulation, farm work systems, mechanized farming and ergonomi.
Articles 207 Documents
Kajian Kelayakan Usaha Industri CPO Asam Tinggi Kapasitas 2 Ton/Hari Di Desa Pasar Bembah Kecamatan Air Napal Bengkulu Utara Intara, Yazid Ismi; Revanza, Noval; Koto, Hidayat; Idkham, Muhammad
Rona Teknik Pertanian Vol 17, No 2 (2024): Volume No. 17, No. 2, Oktober 2024
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v17i2.37712

Abstract

Abstrak. Pabrik CPO asam tinggi merupakan usaha pengolahan brondolan sawit menjadi CPO asam tinggi sebagai bahan bakar biodiesel di Desa Ps. Bembah Kecamatan Air Napal Bengkulu Utara. Penelitian bertujuan melakukan analisis ekonomi pada pabrik sawit masyarakat yang berfokus terhadap kajian kelayakan berdirinya usaha pabrik CPO asam tinggi. Metode yang digunakan mengkaji aspek non finansial (Aspek pasar, teknis, manajemen, serta sosial dan lingkungan), dan aspek finansial untuk menentukan kelayakan pendirian pabrik CPO asam tinggi dengan kriteria investasi yaitu NPV, IRR dan PP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian kelayakan usaha industri CPO asam tinggi ditinjau dari aspek non finansial dikategorikan layak karena jumlah permintaan dan pendapatan lebih besar dari jumlah pengeluaran, selain itu pendirian pabrik CPO asam tinggi memberikan manfaat yaitu dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar dan memberikan dampak postif kepada petani sawit karena dapat menjual brondolan sawit dengan harga yang tinggi tanpa adanya sortasi serta limbah CPO dapat dijual sehingga menguntungkan bagi pemilik usaha, dan limbah tidak mencemari lingkungan sekitar pabrik. Sedangkan untuk aspek finansial dikategorikan layak dengan kriteria investasi yang menunjukan bahwa nilai NPV sebesar (Rp 66.483.480 0), IRR (8,48% 0) dan Payback Period ( 8 bulan), lebih cepat dibandingkan umur proyek.Feasibility Study Of High Acid CPO Industry Business For 2 Tons/Day Capacity In Pasar Bembah Village, Air Napal District, North BengkuluAbstrak. The high acid CPO factory is a business processing palm fruit pulp into high acid CPO as biodiesel fuel. The research aims to conduct an economic analysis of community palm oil mills on studying the feasibility of establishing high acid CPO mill business. The method used examines non-financial aspects (market, technical, management, and social and environmental aspects), and financial aspects to determine the feasibility of establishing high acid CPO factory with investment criteria namely NPV, IRR and PP. The results research showed that the feasibility study of the high acid CPO industry business in terms of non-financial aspects was categorized as feasible because the amount of demand and income was greater than the amount of expenditure, besides that the establishment of high acid CPO factory provides benefits, namely it can create jobs for the surrounding community and have positive impact. to palm oil farmers because they can sell palm fruit pulp at high price without sorting and CPO waste can be sold. Meanwhile, the financial aspect was categorized as feasible with investment criteria: value the NPV (Rp. 66.483.480 0), IRR (8.48% 0) and Payback Period (8 months), faster than the life of the project.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Cabai Merah Keriting (Capsicum Annuum L.) Akibat Aplikasi Pupuk Nitropen-Posfor-Kalium dan Fungi Mikoriza Arbuskula pada Tanah Podsolik Merah Kuning Lucky, Maylani; Tobing, Laurensius; Yulianto, Doni Hermawan Dwi; Patricia, Wanda
Rona Teknik Pertanian Vol 17, No 2 (2024): Volume No. 17, No. 2, Oktober 2024
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v17i2.41356

Abstract

Abstrak.Prospek pengembangan cabai merah keriting sangat cerah karena permintaan konsumen pada hari-hari besar tidak mampu dipenuhi oleh pasar. Podsolik merah kuning (PMK) merupakan jenis tanah dengan produktivitas rendah akibat adanya pencucian yang intensif dan pelapukan lanjut. Untuk menunjang pertumbuhan dan produksi tanaman cabai keriting dapat digunakan pupuk nitropen-posfor-kalium (NPK) dan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai dosis pupuk NPK mutiara dan FMA terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah keriting pada tanah PMK. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor pemberian pupuk NPK dengan variasi dosis 0g/tanaman, 10 g/tanaman, 20 g/tanaman, 30 g/tanaman, dan 40 g/tanaman, dan pemberian mikoriza dengan variasi 0g/tanaman dan 5g/tanaman. Data diolah dengan menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai keriting sedangkan pemberian FMA dan interaksi perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel yang diamati. Penelitian ini merekomendasikan pemberian pupuk NPK 10g/tanaman untuk pertumbuhan dan produksi maksimal tanaman cabai keriting.Growth Response and Yield of Curly Red Chili (Capsicum Annuum L.) due to the Application of Nitrogen-Phosphorus-Potassium Fertilizer and Fungi Mycorrhiza Abruskala in Red-Yellow Podzolic SoilAbstract.The prospects for the development of curly red chilies are very bright because consumer demand during holidays always cannot be fulfilled by the market. Red-yellow podzolic (PMK) soil is a type of soil with low productivity due to intensive leaching and advanced weathering. To support the growth and production of curly chili plants, nitrogen-phosphorus-potassium (NPK) and arbuscular mycorrhizal fungi (FMA) fertilizer can be used. The aim of this research was to determine the effect of giving various doses of NPK granular fertilizer and FMA on the growth and production of curly red chili plants on PMK soil. This research design used a Randomized Block Design (RAK) with two factors, the application of NPK fertilizer with varying doses of 0 g/plant, 10 g/plant, 20 g/plant, 30 g/plant, and 40 g/plant, and the application of FMA at a dose of 0g/plant and 5g/plant. Data were analyzed by using analysis of variance (ANOVA). The results showed that the application of NPK fertilizer had a significant effect on the growth and production of curly chili plants, while the application of FMA and interactions of the treatments had no significant effect on all the variables observed. This research recommended the use of 10g NPK fertilizer per plant for the maximal growth and production of curly chili plants.
Analisis Antropometri dan Lingkungan Fisik Ruang Penggilingan Gabah Untuk Mengurangi Resiko Kerja Muanah, Muanah; Huda, Ahmad Akromul; Wahyuni, Ida; Marianah, Marianah; Basirun, Basirun
Rona Teknik Pertanian Vol 17, No 2 (2024): Volume No. 17, No. 2, Oktober 2024
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v17i2.40693

Abstract

Abstrak. Penggilingan gabah merupakan proses pengolahan gabah kering menjadi beras dengan bantuan mesin yang dikontrol penuh oleh pekerja pada stasiun tertentu. Manusia sebagai pekerja tengah berada pada ruang penggilingan dengan banyak resiko seperti bising dan getaran yang ditimbulkan oleh mesin tersebut dan antropometri yang belum terjamin kesesuaiannya dengan pekerja yang mengoperasikan mesin tersebut sehingga perlu dikaji berdasarkan kajian ergonomika. Penelitian bertujuan untuk menganalisa antropometri mesin dengan pekerja serta lingkungan fisik untuk mengurangi resiko kerja. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental yang dikaji langsung pada ruang penggilingan beras di Desa Batu Putik Lombok Timur. Parameter yang dikaji yaitu antropometri, tingkat kebisingan, getaran mekanis, suhu dan tingkat pencahayaan. Data hasil penelitian dianlisis menggunakan matematika sederhana dengan bantuan mikrosoft excel kemudian dibandingankan dengan Nilai Ambang Batas (NAB) pada setiap parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antropometri pada 3 stasiun yang dikaji yaitu stasiun pertama tempat gabah dimasukkan berada 200 cm artinya hopper tersebut berada di atas kepala operator, stasiun kedua output gabah pecah 50% memiliki ketinggian 92 cm dan stasiun ketiga yaitu output beras bersih siap untuk dikemas memiliki tinggi 92 cm. Sedangkan hasil analisis dari lingkungan fisik menunjukkan bahwa suhu di atas NAB dan pecahayaan di bawah NAB, sedangkan getaran mekanis dan tingkat kebisingan berada di atas Nilai Ambang Batas NAB. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ruang produksi penggilingan gabah dapat dikatakan belum memenuhi standar ergonomika.Anthropometric and Physical Environmental Analysis of Grain Milling Rooms to Reduce Work RisksAbstract. Grain milling is the process of processing dry grain into rice with the help of machines that are fully controlled by workers at certain stations. Humans as workers are in the milling room with many risks such as noise and vibrations caused by the machine and anthropometers that are not yet guaranteed to be suitable for the workers operating the machine so this needs to be studied based on ergonomics studies. The research aims to analyze the anthropometry of machines and workers and the physical environment to reduce work risks. The research method used experimental methods which were studied directly in the rice milling room in Batu Putik Village, East Lombok. The parameters studied are anthropometry, noise level, mechanical vibration, temperature and lighting level. The research data was analyzed using simple mathematics with the help of Microsoft Excel and then compared with the threshold value (NAB) for each parameter. The results of the research show that the anthropometry at the 3 stations studied, namely the first station where the grain is inserted is 2 meters, meaning the hopper is above the operator's head, the second station, the output of 50% broken grain has a height of 92 cm and the third station, namely the output of clean rice ready to be packaged, has a height of 92 cm. cm. Meanwhile, the results of analysis of the physical environment show that the temperature is above NAB and lighting is below NAB, while mechanical vibrations and noise levels are above the threshold value NAB. So it can be concluded that the grain milling production room can be said to not meet ergonomic standard.
Sinkronisasi Penggunaan Lahan dan Pola Ruang (Studi Kasus: Kabupaten Simeulue) Fazlina, Yulia Dewi; Rusdi, Muhammad; M, Nurul Husna.; Karim, Abubakar; Manfarizah, Manfarizah; Arabia, Teti
Rona Teknik Pertanian Vol 17, No 2 (2024): Volume No. 17, No. 2, Oktober 2024
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v17i2.34431

Abstract

Abstrak.Perubahan penggunaan lahan adalah proses perubahan dari penggunaan lahan sebelumnya menjadi penggunaan lahan lain yang bersifat permanen maupun sementara. Kabupaten Simeulue telah menetapkan Qanun Nomor 2 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Simeulue Tahun 2014-2034. Penggunaan lahan harus memperhatikan arahan pemanfaatan lahan yang tertuang dalam pola ruang. Sinkronisasi atau keselarasan penggunaan lahan dengan pola ruang yang telah ditetapkan dalam dokumen RTRW perlu dilakukan agar tidak terjadi penyimpangan/ketidakselarasan pada penggunaan lahan. Analisis keselarasan penggunaan lahan menggunakan geoprocessing, dengan menggunakan data shapefile penggunaan lahan Tahun 2021, dan data shapefile pola ruang Tahun 2014-2034. Kelas keselarasan dibagi menjadi tiga kelas, yaitu selaras, tidak selaras, dan transisi/belum selaras. Luas Penggunaan lahan yang selaras dengan pola ruang seluas 152.808,65 Ha (71,91%), sedangkan luas penggunaan lahan yang tidak selaras dengan pola ruang seluas 13.054,01 Ha (6,14%), dan penggunaan lahan yang belum selaras atau transisi seluas 46.649,34 Ha (21,95%).Land Use Synchronization and Spatial Patterns (Case Study: Simeulue District)Abstract.Land use change is the process of changing from previous land uses to other land uses that are permanent or temporary. Simeulue Regency has established Qanun Number 2 of 2014 concerning the Regional Spatial Plan of Simeulue Regency for 2014-2034. Land use must pay attention to land use directions contained in spatial patterns. Synchronization or alignment of land use with spatial patterns that have been determined in the RTRW document needs to be done so that there are no deviations / misalignments in land use. Land use alignment analysis using geoprocessing, using land use shapefile data for 2021, and spatial pattern shapefile data for 2014-2034. The alignment class is divided into three classes, namely aligned, misaligned, and transitional/unaligned. Land use area that is in harmony with spatial patterns is 152,808.65 Ha (71.91%), while land use area that is not in harmony with spatial patterns is 13,054.01 Ha (6.14%), and land use that is not aligned or transitional is 46,649.34 Ha (21.95%).
Pengaruh Lama Waktu Penggunaan Alat Pembersih Terhadap Kemurnian Benih Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata) Hayati, Berlina Nur; Wijayanto, Budi; astuti, siti
Rona Teknik Pertanian Vol 17, No 2 (2024): Volume No. 17, No. 2, Oktober 2024
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v17i2.33730

Abstract

Abstrak.Penggunaan alat pembersih tentunya memiliki kecepatan pembersihan yang lebih cepat dibandingkan dengan cara manual menggunakan tampi. Namun penggunaan alat pembersih terbukti masih menyisakan kotoran yang tidak seharusnya tercampur lagi dengan benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu penggunaan alat pembersih terhadap kemurnian benih jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2023 di UD Agro Nusantara Prima, Sewon, Kabupaten Bantul dan Laboratorium Teknologi Benih Kampus Polbangtan Jurusan Pertanian, Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan menggunakan faktor frekuensi pembersihan yaitu frekuensi pembersihan menggunakan tampi, frekuensi pembersihan menggunakan alat sebanyak satu kali, dua kali, tiga kali, empat kali, dan lima kali. Hasil penelitian dianalisis menggunakan pengujian sidik ragam ANOVA dengan taraf 1% dan 5% dan apabila terdapat pengaruh nyata maka dapat dilanjutkan menggunakan uji lanjut BNT dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu hasil kerja pembersihan benih menggunakan alat sebesar 99,64% berbeda nyata dengan efisiensi pembersihan menggunakan tampi sebesar 97,67%. Frekuensi pembersihan dengan alat sebanyak satu kali merupakan perlakuan terbaik untuk menghasilkan benih murni sebesar 99,48%.The Effect Of Length Time Cleaning Tools Usage On The Pure Of Sweet Corn(Zea mays L. Saccharata) SeedsAbstract.The use of cleaning tools certainly has a faster cleaning speed compared to the manual method using tampi. However, the use of cleaning tools is proven to still leave dirt that should not be mixed again with seeds. This study aims to determine the effect of the time of using cleaning tools on the purity of sweet corn seeds. This research was conducted in March 2023 at UD Agro Nusantara Prima, Sewon, Bantul Regency and Seed Technology Laboratory of Polbangtan Campus, Yogyakarta. This research was conducted with a Non-Factorial Completely Randomized Design (CRD) using the cleaning frequency factor, namely the frequency of cleaning using tampi, the frequency of cleaning using tools once, twice, three times, four times, and five times. The results of the study were analyzed using ANOVA variance testing at the 1% and 5% levels and if there is a real effect, further test can be carried out of using the BNT with a level of 5%. The results showed that the working time of seed cleaning using a tool of 99.64% was significantly different from the efficiency of cleaning using tampi of 97.67%. The frequency of cleaning with the tool once is the best treatment to produce pure seeds of 99.48%.
Prediksi Konduktivitas Hidrolik Jenuh (Ks) Menggunakan Fungsi Pedoftransfer di Lahan Kering Kabupaten Sumbawa Ayu, Ieke Wulan; Mechram, Siti; Soemarno, Soemarno
Rona Teknik Pertanian Vol 17, No 2 (2024): Volume No. 17, No. 2, Oktober 2024
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v17i2.34480

Abstract

Abstrak.Konduktivitas hidrolik jenuh (Ks) adalah parameter kunci untuk perencanaan irigasi, drainase, pemodelan limpasan permukaan dan fenomena erosi di daerah yang terbentuk oleh tanah. Pengukuran Ks di laboratorium membutuhkan biaya dan waktu yang lama sehingga menggunakan model pedotransfer (PTF) menjadi alternatif pilihan yang dapat digunakan dalam menentukan parameter hidrofisika tanah secara cepat. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi nilai konduktivitas hidrolik jenuh tanah (Ks) di lahan kering Kabupaten Sumbawa. Penelitian dilaksanakan dari bulan bulan Maret 2021 sampai dengan Agustus 2022 di Desa Jotang dan Desa Ongko, Kecamatan Empang, dan Desa Brora Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode penelitian menggunakan rancangan deskriptif komparatif terhadap karakter sifat fisika dan kimia tanah melalui pengambilan sampel tanah tidak terganggu menggunakan ring sampel untuk analisis tanah, serta perakitan file input dan simulasi menggunakan program model Soil, Plant, Atmosphere, Water Field and Pond Hydrology Model (SPAW) Version 6.02.75. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Ks pada lokasi penelitian 0,10-0,40 in/jam. Penentuan Ks di lahan kering dapat menggunakan metode PTFs dengan masukan parameter minimal yaitu tekstur tanah (pasir dan liat), dan bahan organik.Prediction of Saturated Hydraulic Conductivity (Ks) Using Pedoftransfer Function in Drylands of Sumbawa RegencyAbstract.Saturated hydraulic conductivity (Ks) is a key parameter for irrigation planning, drainage, modeling of surface slip and erosion phenomena in areas formed by soil. Measuring Ks in the laboratory is costly and time-consuming so using a pedotransfer model (PTF) is an alternative option that can be used in determining soil hydrophysical parameters quickly. This study aims to predict the value of soil-saturated hydraulic conductivity (Ks) in the dry land of Sumbawa district. The research was carried out from March 2021 to August 2022 in Jotang Village and Ongko Village, Empang District, and Lape District Brora Village, Sumbawa District, West Nusa Tenggara Province. The research method uses comparative descriptive designs to characterize soil physical and chemical properties through uninterrupted soil sampling using sample rings for soil analysis, as well as assembly of input files and simulations using Soil, Plant, Atmosphere, Water Field and Pond Hydrology Model (SPAW) Version 6.02.75. The results of the analysis showed that the Ks value at the study site was 0.10-0.40 in/hour. Determination of Ks in dry soil can be done using PTFs method with input of minimum parameters namely soil texture (sand and clay), and organic material.
Pengaruh Variasi Penambahan Sari Nanas-brokoli dan Waktu Fermentasi terhadap Karakteristik Mutu Caspian Sea Soygurt Sirait, Dielsie Naomi Ekaputri; Karo-Karo, Terip; Lubis, Zulkifli
Rona Teknik Pertanian Vol 17, No 2 (2024): Volume No. 17, No. 2, Oktober 2024
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v17i2.33649

Abstract

Abstrak.Penelitian dilakukan guna pengembangan variasi, penambahan nilai gizi, dan perbaikan citarasa dari produk pangan fungsional yoghurt yang tetap diminati khalayak umum. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan sari nanas-brokoli dan waktu fermentasi berikut interaksinya terhadap karakteristik mutu Caspian Sea soygurt juga menentukan konsentrasi penambahan sari nanas-brokoli dan waktu fermentasi terbaik. Penerapan metode analisis data secara Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2 faktor yakni konsentrasi sari nanas-brokoli (0, 5, 10, dan 15%) dan waktu fermentasi (2, 4, 6, dan 8 jam). Penambahan sari nanas-brokoli berpengaruh berbeda sangat nyata (P0,01) terhadap kadar protein, lemak, abu, vitamin C, Total Padatan Terlarut (TPT), total asam, pH, viskositas, total Bakteri Asam Laktat (BAL), serta hedonik warna, aroma, rasa, tekstur, dan penerimaan umum. Waktu fermentasi berpengaruh berbeda sangat nyata (P0,01) terhadap kadar protein, lemak, abu, vitamin C, Total Padatan Terlarut (TPT), total asam, pH, viskositas, total Bakteri Asam Laktat (BAL), dan hedonik aroma serta rasa; juga berpengaruh berbeda nyata (P0,05) terhadap hedonik warna, tekstur, serta penerimaan umum. Interaksi penambahan sari nanas-brokoli dan waktu fermentasi berpengaruh berbeda sangat nyata (P0,01) terhadap total asam serta viskositas; juga berpengaruh berbeda nyata (P0,05) terhadap Total Padatan Terlarut (TPT) serta pH. Penerapan metode perlakuan terbaik Indeks Efektivitas (metode deGarmo, dkk.) dengan hasil terbaik yakni penambahan sari nanas-brokoli 10% dan waktu fermentasi 6 jam memiliki aktivitas antioksidan bernilai 78,7894 ppm.The Effect of Variation in the Addition of Pineapple-broccoli Juice and Fermentation Time on Quality Characteristics of Caspian Sea SoygurtAbstract.This research was conducted to develop variations, to increase nutritional value, and to improve the taste of yogurt as functional food product that are still in demand by general public. The aim of this research was to determine the effect of variation in the addition of pineapple-broccoli juice and fermentation time and their interaction on the quality characteristics of Caspian Sea soygurt and to determine the best concentration of pineapple-broccoli juice and fermentation time. This research applied the data analysis method in factorial Completely Randomized Design (CRD) with 2 factors, namely pineapple-broccoli juice concentration (0, 5, 10, and 15%) and fermentation time (2, 4, 6, and 8 hours). The addition of pineapple-broccoli juice had a highly significant effect (P0.01) on the contents of protein, fat, ash, vitamin C, Total Dissolved Solids (TPT), total acid, pH, viscosity, total Lactic Acid Bacteria (LAB), and hedonic color, aroma, taste, texture, and general acceptance. Fermentation time had a highly significant effect (P0.01) on the contents of protein, fat, ash, vitamin C, Total Dissolved Solids (TPT), total acid, pH, viscosity, total Lactic Acid Bacteria (LAB), and hedonic aroma and flavor; also had a significant effect (P0.05) on hedonic color, texture, and general acceptance. Interaction between the addition of pineapple-broccoli juice and fermentation time had a highly significant effect (P0.01) on total acid and viscosity; also had a significant effect (P0.05) on Total Dissolved Solids (TPT) and pH. This research applied the best formulation test method in Effectiveness Index (deGarmo et al., method) with the best result was with the addition of 10% pineapple-broccoli juice and 6 hours of fermentation time which antioxidant activity value was 78.7894 ppm.
Pengaruh Penambahan Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) Dan Kayu Manis (Cinnamomum verum) Serta Lama Fermentasi Terhadap Mutu Minuman Probiotik Water Kefir Bangun, Inesta Rosani; Karo-Karo, Terip; Suhaidi, Ismed
Rona Teknik Pertanian Vol 17, No 2 (2024): Volume No. 17, No. 2, Oktober 2024
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v17i2.33563

Abstract

Abstrak.Andaliman dan kayu manis merupakan rempah asli Indonesia yang mengandung senyawa antioksidan sehingga mampu meningkatkan mutu water kefir sebagai minuman probiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan andaliman dan kayu manis serta lama fermentasi terhadap mutu minuman probiotik water kefir. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan dua faktor, yaitu penambahan andaliman dan kayu manis (A): (5%, 10%, 15%, 20%) serta lama fermentasi (P): (1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari). Hasil penelitian menunjukkan semakin banyak penambahan andaliman dan kayu manis maka semakin meningkatkan total padatan terlarut, viskositas, pH, total gula, total flavonoid, dan skor warna serta menurunkan indeks warna, aktivitas antioksidan IC50, total bakteri asam laktat, total khamir, total asam, kadar alkohol, skor aroma, rasa, dan nilai hedonik penerimaan umum. Semakin lama fermentasi maka semakin meningkatkan total asam, total padatan terlarut, viskositas, total flavonoid, dan skor warna serta menurunkan indeks warna, aktivitas antioksidan IC50, pH, total gula, skor rasa, dan aroma. Total bakteri asam laktat dan kadar alkohol meningkat pada perlakuan P3 dan menurun pada P4. Total khamir mengalami peningkatan pada perlakuan P2 dan menurun pada P3. Perlakuan terbaik A2P3 yaitu penambahan andaliman dan kayu manis sebesar 10% serta lama fermentasi selama 3 hari.The Effect of Addition of Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) and Cinnamon (Cinnamomum verum) and Fermentation Timeon the Quality of Water Kefir Probiotic DrinkAbstract.Andaliman and cinnamon are native Indonesian spices that contain antioxidant compounds. This research was conducted to determine the effect of the addition of andaliman and cinnamon and fermentation time on the quality of water kefir probiotic drink. This study used a factorial completely randomized design with two factors, the addition of andaliman and cinnamon (A): (5%, 10%, 15%, 20%) and fermentation time (P): (1 day, 2 days, 3 day, 4 days). The results showed that the more andaliman and cinnamon were added, can increase the total dissolved solids, viscosity, pH, total sugars, total flavonoids, color scores, and reduce the color index, IC50 antioxidant activity, total lactic acid bacteria, total yeast, total acid, alcohol, aroma score, taste, and general acceptance hedonic value. The longer the fermentation time can increase the total acid, total dissolved solids, viscosity, total flavonoids, color score, and can decrease the color index, IC50 antioxidant activity, pH, total sugar, taste score, and aroma. Total lactic acid bacteria and alcohol content increased in treatment P3 and decreased in treatment P4. Total yeasts increased in treatment P2 and decreased in treatment P3. The best treatment was A2P3 the addition of 10% andaliman and cinnamon with fermentation time of 3 days.
Uji Kinerja Multi Seeds Smart Dryer (MSSD) Pada Kacang Hijau (Vigna Radiata) Soekarno, Siswoyo; Septian, Taufiq Dwi; Indarto, Indarto; Lestari, Ning Puji; Nadzirah, Rufiani
Rona Teknik Pertanian Vol 17, No 2 (2024): Volume No. 17, No. 2, Oktober 2024
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v17i2.34808

Abstract

Abstrak.Pengeringan merupakan salahsatuproses pasca panen yang umum dilakukan pada berbagai produk pertanian yang ditujukan untuk menurunkan kadar air sampai pada tingkat yang amanuntukpenyimpananatauproseslainnya. Perlu alternatif pengeringan dengan sinar matahari langsung untuk meningkatkan kualitas hasil pengeringan. Penelitian ini menguji proses pengeringan kacang hijau menggunakan mesin Multi Seeds Smart Dryer (MSSD). Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengeringan biji kacang hijau dan kinerja mesin. Mesin MSSD memiliki 16 rak, 6 buah lampu pijar, 3 buah blower, 12 sensor DHT 22, aktuator, mikrokontroler Arduino dan 6 kipas exhaust dan dimensi panjang 150 cm, lebar 60 cm dan tinggi 120 cm. Bahan yang digunakan yaitu 6.400g kacang hijau yang masih segar dengan kadar air awal sebesar 23,60 %. Setelah proses pengeringan selama 21 jam, kadar air akhir yang diperoleh sebesar 10,50 %, dan suhu pengeringan yang dihasilkan pada proses pengeringan berkisar antara 25-40C. Untuk Laju pengeringan konstan terjadi setelah pengeringan berlangsung selama 11 jam kemudian menurunkan kadar air dalam jumlah yang besar. Namun daya perkecambahan yang diperoleh sebesar 59 %.Performance Test Of Multi Seeds Smart Dryer (Mssd) On Green Beans (Vigna radiata)Abstract.Drying is one of the post-harvest processes commonly carried out on various agricultural products which is aimed at reducing the water content to a level that is safe for storage or other processes. An alternative to drying in direct sunlight is needed to improve the quality of the drying results. This research tested the process of drying green beans using a machine Multi Seeds Smart Dryer (MSSD). The aim of this research is to analyze the drying of green bean seeds and machine performance. MSSD machines have 16 shelves, 6 incandescent lamps, 3 blower, 12 DHT 22 sensors, actuators, Arduino microcontroller and 6 fans exhaust and dimensions 150 cm long, 60 cm wide and 120 cm high. The ingredients used were 6,400g of fresh green beans with an initial water content of 23.60%. After the drying process for 21 hours, the final water content obtained was 10.50%, and the drying temperature produced during the drying process ranged from 25-40C. The constant drying rate occurs after drying lasts for 11 hours and then reduces the water content by a large amount. However, the germination capacity obtained was 59%.
Simulasi Sebaran Suhu oleh Pendinginan Evaporatif pada Rumah Tanaman Tropika Basah untuk Persemaian Eukaliptus Julianto, Baskoro Tri
Rona Teknik Pertanian Vol 18, No 1 (2025): Volume No. 18, No. 1, April 2025
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v18i1.42886

Abstract

Abstrak. Persemaian Eukaliptus di rumah tanaman tropis basah menghadapi tantangan suhu yang tinggi, yang dapat mencapai 37C, jauh di atas rentang suhu ideal (25-31C). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendinginan evaporatif dalam mengontrol suhu rumah tanaman. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak Ansys Discovery pada model rumah tanaman berukuran 8 m x 4 m x 4 m dengan ventilasi di dinding dan atap. Kecepatan aliran udara yang disimulasikan bervariasi antara 0,9 m/s hingga 5 m/s. Hasil menunjukkan bahwa tanpa pendinginan evaporatif, suhu rumah tanaman cenderung serupa dengan suhu lingkungan, yang tidak mendukung pertumbuhan optimal Eukaliptus. Dengan pendinginan evaporatif, suhu di dalam rumah tanaman dapat diturunkan hingga 26-28C, terutama pada kecepatan aliran udara 3 m/s atau lebih. Sistem pendinginan evaporatif terbukti efektif dalam menyeragamkan suhu, menjadikannya solusi yang direkomendasikan untuk mendukung keberhasilan persemaian Eukaliptus di kawasan tropis basah.Simulation of Temperature Distribution by Evaporative Cooling in a Wet Tropical Greenhouse for Eucalyptus NurseryAbstract.Eucalyptus nurseries in wet tropical greenhouses face the challenge of high temperatures, which can reach 37C, well above the ideal temperature range (25-31C). This study aims to analyse the effectiveness of evaporative cooling in controlling greenhouse temperature. Simulations were conducted using Ansys Discovery software on an 8 m x 4 m x 4 m greenhouse model with vents in the walls and roof. The simulated airflow velocity varied from 0.9 m/s to 5 m/s. Results show that without evaporative cooling, the greenhouse temperature tends to be similar to the ambient temperature, which does not favour optimal growth of Eucalyptus. With evaporative cooling, the temperature inside the greenhouse can be reduced to 26-28C, especially at airflow velocities of 3 m/s or more. Evaporative cooling systems are proven to be effective in uniforming temperatures, making them a recommended solution to support the success of Eucalyptus nurseries in wet tropical regions.

Filter by Year

2012 2025