cover
Contact Name
Muhammad Dhafir
Contact Email
m_dhafir20012@usk.ac.id
Phone
+628116810529
Journal Mail Official
jronatp@usk.ac.id
Editorial Address
Jalan. Tgk. Hasan Krueng Kalee, No. 3 Kopelma Darussalam-Banda Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Rona Teknik Pertanian
ISSN : 20852614     EISSN : 25282654     DOI : -
JRTP is the official journal from the Department of Agricultural Engineering, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University (Unsyiah), Banda Aceh-Indonesia. It covers and devotes a complete and interdisciplinary wide range of research and review in engineering applications for agriculture and biosystems: agricultural machinery, soil and water engineering, tillage, precision farming, post-harvest technology, agricultural instrumentation, sensors, bio-robotics, systems automation, processing of agricultural products and foods, quality evaluation and food safety, audit energy, waste treatment and management, environmental control, energy utilization agricultural systems engineering, bio-informatics, computer simulation, farm work systems, mechanized farming and ergonomi.
Articles 207 Documents
Pengaruh Pemberian Bahan Organik Dan Kapur Pada Lahan Kering Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Kedelai Zulfakri, Zulfakri; Defrian, Angga; Rizki, Rizki; Agustina, Sri
Rona Teknik Pertanian Vol 18, No 1 (2025): Volume No. 18, No. 1, April 2025
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v18i1.41497

Abstract

Abstrak.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui pertumbuhan dan produksi kedelai akibat pemberian bahan organik dan kapur pada lahan kering menggunakan metode berupa RAK faktorial, dua faktor perlakuan yaitu kapur sebesar 0 ton ha-1, 0.8 ton ha-1 dan 1.6 ton ha-1, serta bahan organik sebesar 0 ton ha-1, 6 ton ha-1 dan 12 ton ha-1, pengulangan sebanyak 3 (tiga) kali. Sehingga dari pelaksanaan ini diperoleh hasil bahwa dengan pemberian bahan organik pertumbuhan dan produksi kedelai mencapai 1,409 ton ha-1 dibandingkan tanpa pemberian bahan organik yaitu 1,242 ton ha-1dan pada perlakuan kapur diperoleh 1,356 ton ha-1serta tanpa pemberian kapur 1,278 ton ha-1The Effect Of Applying Organic Materials And Lime To Dry Lands On The Growth And Production Of SoybeanAbsract.This research was conducted with the aim of determining the growth and production of soybeans due to the treatment of organic matter and lime on dry land using a factorial randomized block design method with two treatment factors, namely dolomite lime at levels of 0 ton ha-1, ton ha-1 and 1.6 ton ha-1, and organic matter at levels of 0 ton ha-1, 6 ton ha-1 and 12 ton ha-1, repeated three times. From this implementation, the results obtained that with organic matter treatment, soybean growth and production reached 1,409 ton ha-1 compared to without organic matter, which was 1.241 ton ha-1 and in lime treatment, 1.356 ton ha-1 were obtained and without lime 1.278 ton ha-1.
Pengaruh Tingkat Kematangan Dan Lama Penyimpanan Terhadap Karakteristik Mutu Fisik Buah Lemon Lokal (Citrus X Limon) Pada Kondisi Penyimpanan Dingin Simanungkalit, Ferlando Jubelito; Manurung, Hotman; Sihotang, Donna Borntri Juli
Rona Teknik Pertanian Vol 18, No 1 (2025): Volume No. 18, No. 1, April 2025
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v18i1.40985

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh tingkat kematangan dan lama penyimpanan terhadap karakteristik mutu fisik buah lemon lokal (Citrus x limon) pada kondisi penyimpanan dingin. Kondisi penyimpanan dingin ditujukan untuk mensimulasikan kondisi penyimpanan buah lemon lokal di supermarket/swalayan di Kota Medan. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama adalah tingkat kematangan: hijau (H), hijau-kuning (HK) dan kuning (K). Faktor kedua adalah lama penyimpanan (hari): 0, 2, 4, 6, 8, 10 dan 12 hari. Parameter yang dianalisis terdiri dari: susut bobot, susut ukuran dan kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan buah lemon lokal (Citrus x limon) memberi pengaruh berbeda nyata terhadap susut bobot yang berkisar antara 8,9388% - 10,6499%, susut ukuran buah (membujur) 3,16 mm 4,94 mm dan kekerasan 4,65 5,53 kg/cm2. Lama penyimpanan buah lemon lokal (Citrus x limon) memberi pengaruh berbeda nyata terhadap susut bobot yang berkisar antara 0,0000% - 17,0168%; susut ukuran buah (membujur) 0,00 mm -7,19 mm; susut ukuran buah (melintang) 0,00 mm - 4,08 mm. Interaksi tingkat kematangan dan lama penyimpanan buah lemon lokal (Citrus x limon) memberi pengaruh berbeda nyata terhadap kekerasan buah.The Effect Of Maturity Level And Storage Duration On The Physical Quality Of Local Lemon (Citrus X Limon) Under Cold Storage ConditionsAbstract.This study aims to study the effect of maturity level and storage duration on the physical quality characteristics of local lemon fruit (Citrus x limon) under cold storage conditions. Cold storage conditions are intended to simulate the storage conditions of local lemon fruit in supermarkets in Medan City. This study was conducted experimentally using a completely randomized factorial design. The first factor is the ripeness level: green (H), green-yellow (HK) and yellow (K). The second factor is the storage time (days): 0, 2, 4, 6, 8, 10 and 12 days. The parameters analyzed consisted of: weight loss, size loss and hardness. The results showed that the ripeness level of local lemon fruit (Citrus x limon) had a significantly different effect on weight loss ranging from 8.9388% - 10.6499%, fruit size loss (longitudinal) 3.16 mm - 4.94 mm and hardness 4.65 - 5.53 kg / cm2. The storage period of local lemons (Citrus x limon) had a significantly different effect on weight loss ranging from 0.0000% - 17.0168%; fruit size loss (longitudinal) 0.00 mm -7.19 mm; fruit size loss (transverse) 0.00 mm - 4.08 mm. The interaction between the level of ripeness and the storage period of local lemons (Citrus x limon) had a significantly different effect on fruit hardness.
Isolasi Bakteri Pendegradasi Keratin pada Pengomposan Limbah Bulu Ayam Yasfa, Maudy Alliya; Kusmiadi, Riwan; Ropalia, Ropalia
Rona Teknik Pertanian Vol 18, No 1 (2025): Volume No. 18, No. 1, April 2025
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v18i1.40209

Abstract

Abstrak.Bulu ayam merupakan limbah dari sisa indsutri rumah Pemotongan ayam (RPA). Pengolahan limbah bulu ayam (LBA) dapat dilakukan secara fisik (tekanan hidrolisis, penguapan, pembakaran), menggunakan bahan kimia (larutan asam kuat, larutan alkali). Metode tersebut tidak ramah lingkungan dan dapat menimbulkan polusi. Alternatif pengolahan LBA adalah penggunaan mikroorganisme yaitu bakteri pendengradasi dari kompos bulu ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat bakteri yang berpotensi sebagai agen biodegradator keratin dalam kompos bulu ayam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksplorasi dengan mengambil sampel hari ke-10 pengomposan dari campuran kotoran ayam (KA) dan bulu ayam (BA) serta sampel campuran kotoran sapi (KS) dan bulu ayam (BA) masing-masing perbandingan 1 : 1 (w/w). Isolasi bakteri dari limbah bulu ayam yang dikombinasikan dengan limbah ternak memiliki kelimpahan 1,4x109 - 16x109. Isolat yang didapatkan sebanyak 47 isolat yang menunjukkan aktivitas proteolitik yang terdiri dari 40 isolat berasal dari campuran KS dan BA serta 7 isolat berasal dari campuran KA dan BA. Dari 47 isolat yang memiliki indeks zona bening ideal sebanyak 11 isolat dengan persentase 23%. Indeks zona bening yang ideal berkisar dari 4,86 0,73 sampai 2,40 0,59.Isolation of Keratin Biodegradators from Chicken Feather Waste in Composting ProcessAbstract. Chicken feathers are waste from the chicken slaughterhouse (RPA) industry. Processing of chicken feather waste (LBA) can be done physically (pressure hydrolysis, evaporation, burning) or with chemicals (strong acid solutions, alkali solutions). This method is not environmentally friendly and can cause pollution. An alternative to LBA processing is using microorganisms, namely degrading bacteria from chicken feather compost. This research aims to obtain bacterial isolates that have the potential to act as keratin biodegrading agents in chicken feather compost. The research method used was an exploratory method by taking samples on the 10th day of composting from a mixture of chicken manure (KA) and chicken feathers (BA) as well as samples of a mixture of cow manure (KS) and chicken feathers (BA), each in a ratio of 1: 1 ( w/w). Bacterial isolation from chicken feather waste and livestock waste had an abundance of 1,4x109 - 16x109 CFU's/gram of compost material. The isolates obtained were 47 isolates that showed proteolytic activity, consisting of 40 isolates coming from a mixture of KS and BA and 7 isolates coming from a mixture of KA and BA. The proteolytic clear zone index ranged from 1.04 0.03 to 4.86 0.73. The 47 isolates obtained had 11 isolates as ideal clear zone index with the percentage 23%. The ideal clear zone index ranges from 4.86 0.73 to 2.40 0.59.
Penetapan Prioritas Pengelolaan Aset Menggunakan e-PAKSI di Daerah Irigasi Way Sekampung Putri, Restika; K, Dyah Indriana; W, Endro Prasetyo; Tusi, Ahmad; Zakaria, Ahmad
Rona Teknik Pertanian Vol 18, No 1 (2025): Volume No. 18, No. 1, April 2025
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v18i1.39923

Abstract

Abstrak.Daerah Irigasi Way Sekampung merupakan daerah irigasi terbesar di Provinsi Lampung dengan luas 76.006 Ha. Daerah Irigasi Way Sekampung terbagi menjadi 7 sub daerah irigasi berdasarkan saluran induk (Feeder Canal), yaitu Feeder Canal I melayani Daerah Irigasi Sekampung Bunut, Sekampung Batanghari, Raman Utara, dan Batanghari Utara; sedangkan Feeder Canal II melayani Daerah Irigasi Punggur Utara, Bekri, dan Rumbia Barat. Pemerintah menghadapi kendala dalam operasi dan pemeliharaan daerah irigasi karena keterbatasan dana, yang sering kali tidak cukup untuk mencakup seluruh wilayah irigasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan penetapan prioritas pengelolaan aset di Daerah Irigasi Way Sekampung agar penanganan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan memberikan manfaat maksimal. Penetapan prioritas pengelolaan aset di Daerah Irigasi Way Sekampung ini menggunakan aplikasi android bernama e-PAKSI (elektronik Pengelolaan Aset dan Kinerja Sistem Irigasi). Pendekatan modern ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan, serta mendukung pengurangan penggunaan lembar kerja lapangan (paperless). Berdasarkan hasil analisis skala prioritas didapatkan hasil secara berurutan adalah bangunan pelengkap, bangunan pengatur, saluran sekunder, saluran primer dan bendung.Determination of asset management priorities using e-PAKSI in the Way Sekampung Irrigation AreaAbstract.Way Sekampung Irrigation Area is the largest irrigation area in Lampung Province with an area of 76,006 Ha. The Way Sekampung Irrigation Area is divided into 7 sub-irrigation areas based on the feeder canal, namely Feeder Canal I serves the Sekampung Bunut, Sekampung Batanghari, North Raman, and North Batanghari Irrigation Areas; while Feeder Canal II serves the Punggur Utara, Bekri, and West Rumbia Irrigation Areas. The government faces obstacles in the operation and maintenance of irrigation areas due to limited funds, which are often insufficient to cover the entire irrigation area. Therefore, it is necessary to determine the priority of asset management in the Way Sekampung Irrigation Area so that the handling carried out is in accordance with needs and provides maximum benefits. Determination of asset management priorities in the Way Sekampung Irrigation Area uses an android application called e-PAKSI (electronic Management of Assets and Irrigation System Performance). This modern approach aims to improve the efficiency and effectiveness of implementation, as well as support the reduction of the use of field worksheets (paperless). Based on the results of the priority scale analysis, the results obtained in sequence are complementary buildings, regulatory buildings, secondary channels, primary channels and dams.
Prediksi Laju Dan Zona Tingkat Bahaya Erosi Pada Pelapukan Batuan Vulkanik Di Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat Iskandar, Anan; Salman, Nurcholis; Alimuddin, Alimuddin; Taqwa, Fadhila Muhammad Libasut
Rona Teknik Pertanian Vol 18, No 1 (2025): Volume No. 18, No. 1, April 2025
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v18i1.37112

Abstract

Abstrak.Penelitian ini dilakukan di Desa Cililin, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Daerah ini memiliki morfologi beragam, mulai dari bergelombang (645 mdpl) dengan kemiringan lereng 200 sampai sangat curam (1065 mdpl) dengan kemiringan lereng 450. Tujuan penelitian ini untuk memprediksikan besarnya laju erosi dengan menggunakan Metode USLE dan mengetahui zona tingkat bahaya erosi. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey deskriptif dengan populasi seluruh lahan di wilayah penelitian. Penetapan lokasi sampling menggunakan area sampling, sedangkan analisa hasil data menggunakan metode USLE (Universal Loss Soil Equation) serta skoring dan bobot pada setiap parameter lahan serta dengan cara overlay peta, sehingga diperoleh klasifikasi tingkat bahaya erosi. Hasil yang diperoleh untuk prediksi laju erosi di daerah penelitian yaitu sangat ringan sampai sedang, sedangkan untuk zona tingkat bahaya erosi diperoleh 3 satuan, yaitu Zona tingkat bahaya erosi ringan dengan luas 151,4 ha. Berada pada daerah perbukitan bergelombang, dengan tataguna lahan berupa pesawahan. Jenis tanah pelapukannya adalah lempung pasiran. Zona tingkat bahaya erosi menengah dengan luas 408,4 ha. Umumnya merupakan daerah perbukitan bergelombang hingga curam sampai perbukitan curam, dengan tataguna lahan berupa pesawahan, tegalan dan perkebunan. Jenis tanah pelapukannya adalah lempung pasiran, lempung lanauan dan pasir tufaan serta Zona tingkat bahaya erosi berat dengan luas 580,2 ha. Umumnya merupakan daerah perbukitan sangat curam 70%, dengan tataguna lahan berupa tegalan, perkebunan, dan hutan. Di daerah ini disusun oleh tanah pelapukan jenis pasir tufaan.Prediction of Rate and Zone of Erosion Danger Level In Volcanic Rock Weathering In Cililin District, West Bandung DistrictAbstract.The research is done in Cililin village, Cililin sub district, Bandung Barat Regency. The are has various morphology condition from wavy hills, elevation 645 msl and slope 200 to very steep hills with elevation 1065 msl and slope 450. The aims of research is to predict the magnitude of the erosion rates which used the USLE method. The type of research is descriptive survey with population in the all land of the research area. Determination of the location sample is used in the sampling area, whereas data analysis is used USLE method, scoring and weight each land parameter to obtain the erosion hazard classification. The result showed that the predict of erosion rate in the research area is very low to moderate and the classification of erosion hazard consist of Low erosion hazard (151,4 ha), flat to wavy hill morphology, paddies landuse area. Soil type is sandy clay. Moderate erosion hazard (408,4 ha), wave hills to steep hills, paddies and plantation. Soil type is sandy clay, silty clay tuffaceous sand. High erosion hazard (580,2 ha), steeply hills, slope 70 %, plantation and forest landsuse, soil type is tuffaceous sand.
Pengaruh Lama Perendaman dan Suhu Penyimpanan pada Penanganan Cabai Merah (Capsicum annum L.) Menggunakan Sistem Ozonisasi Putri, Cut Amelia; Putra, Bambang Sukarno; Ratna, Ratna
Rona Teknik Pertanian Vol 18, No 1 (2025): Volume No. 18, No. 1, April 2025
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v18i1.29417

Abstract

Abstrak. Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan tanaman pertanian yang strategis untuk dibudidayakan karena permintaan cabai yang sangat besar dan banyak konsumen yang mengkonsumsi cabai. Cabai merah memiliki umur simpan yang relatif pendek dan memiliki sifat yang mudah rusak. Kerusakan tersebut dipengaruhi oleh kadar air yang sangat tinggi yaitu 90 % dari kandungan cabai merah itu sendiri. Metode ozon mampu meluruhkan kontaminasi pestisida dan bakteri serta logam berat yang menempel pada buah/sayur sehingga aman dikonsumsi bagi kesehatan. Lama perendaman ozonisasi 10 menit, 15 menit dan 20 menit berpengaruh nyata terhadap susut bobot, dan uji sensori yaitu warna dan tekstur, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap vitamin C. Dari hasil penelitian susut bobot terendah terdapat pada perlakuan tanpa perendaman ozon yaitu 43,70 % dengan 10 oC, volume iodin tertinggi terdapat pada perlakuan perendaman ozon 20 menit pada suhu 10 oC yaitu 0,50 ml, nilai sensori warna dan tekstur pada perlakuan perendaman ozon 20 menit lebih disukai daripada perlakuan perendaman ozon lainnya dengan suhu 10 oC. Dari hasil penelitian penyimpanan cabai merah dengan perlakuan yang terbaik adalah penyimpanan suhu 10 oC dengan perlakuan perendaman ozon 20 menit dengan susut bobot 49,27 %, vitamin C 0,43 ml iodin, nilai sensori warna 3,68 dan nilai sensori tekstur 3,36.The Effect Of Soaking Duration In Ozonization System And Storage TemperatureOn The Quality And Shelf Life Of Red Chili (Capsicum annum L.)Abstract. Red chili (Capsicum annuum L.) is a strategic agricultural crop for cultivation because the demand for chili is very large and many consumers consume chili. Red chilies have a relatively short shelf life and are easily damaged. The damage is affected by a very high water content, which is 90% of the content of the red chili itself. The ozone method is able to dissolve pesticide and bacterial contamination as well as heavy metals attached to fruits/vegetables so that they are safe for health consumption. Ozonization immersion time of 10 minutes, 15 minutes and 20 minutes had a significant effect on weight loss, and sensory tests, namely color and texture, but had no significant effect on vitamin C. From the results of the research, the lowest weight loss was found in the treatment without ozone immersion, namely 43.70%. with 10 oC, the highest volume of iodine was found in the 20 minute ozone immersion treatment at 10 oC, namely 0.50 ml, the color and texture sensory values in the 20 minute ozone immersion treatment were preferred over other ozone immersion treatments with a temperature of 10 oC. From the results of research on red chili storage with the best treatment is storage at 10 oC temperature with ozone immersion treatment for 20 minutes with a weight loss of 49.27%, vitamin C 0.43 ml of iodine, color sensory value 3.68 and texture sensory value 3.36 .
Rancang Bangun Smart Steamer untuk Monitoring Alat Sterilisasi Baglog Jamur Berbasis Internet of Things (IoT) Kurniawan, Anri; Muhibbudin, M; Setiadi, Dede
Rona Teknik Pertanian Vol 18, No 1 (2025): Volume No. 18, No. 1, April 2025
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v18i1.45176

Abstract

Abstrak. Jamur adalah organisme yang termasuk ke dalam fungi yang memiliki nilai ekonomi yang signifikan terutama untuk pangan yang popular dengan potensi bisnis yang menjanjikan. Proses sterilisasi baglog merupakan faktor paling penting dalam budidaya jamur, harus dilakukan pengukusan pada suhu 1200C selama 5-8 jam. Monitoring suhu dapat dilakukan menggunakan Internet of Things (IoT) yang memungkinkan dilakukan dari jarak jauh dengan nilai yang presisi. Tujuan penelitian ini adalah merancang alat pengukus dalam proses sterilisasi dengan kapasitas 700 baglog, membuat sistem monitoring suhu yang dapat diakses melalui smartphone, dan menguji coba pada proses sterilisasi baglog. Metode penelitian menggunakan rancang bangun terdiri dari tahapan perancangan steamer pengukus baglog jamur, perancangan sistem monitoring suhu, uji error (%), uji peningkatan suhu, pengumpulan dan analisis data. Smart steamer merupakan alat sterilisasi baglog jamur pada suhu 100C dan dioptimalkan pada suhu 120oC. Kapasitas steamer 700 baglog dengan dimensi 100 x 60 x 110 cm dengan pembakaran gas LPG 3 kg yang menghabiskan 5 buah selama proses pengukusan. Sistem monitoring terdiri dari sensor suhu termokopel type K, Mikrokontroler ESP32, LCD I2C yang terhubung ke aplikasi blynk melalui Internet of Things (IoT). Proses sterlisasi pada jam pertama suhu 30C dan meningkat tiap jamnya menjadi 75C, 90C, 105C dan 120C di jam kelima dengan rata-rata daya 12,78 kW dan dipertahankan sampai jam 8 hingga 8.00 kW. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan steamer dapat memaksimalkan proses sterilisasi baglog yang biasanya hanya 300 menjadi 700 baglog. Selain itu suhu boiler dapat dimaksimalkan pada suhu 1200C secara optimal dalam memastikan baglog dalam keadaan steril.Design of Smart Steamer for Monitoring Mushroom Baglog Sterilizer Based on Internet of Things (IoT)Abstract. Mushrooms are organisms classified under fungi with significant economic value, particularly as a popular food source with promising business potential. This research aims to design a steamer for sterilization with a capacity of 700 baglogs, create a temperature monitoring system accessible via smartphone, and test it in the baglog sterilization process. The research methodology consists of stages including the mushroom baglog steamer design, temperature monitoring system design, error testing (%), temperature increase testing, data collection, and data analysis. Mushrooms are organisms classified under fungi with significant economic value, particularly as a popular food source with promising business potential. The smart steamer is a machine for sterilizing mushroom baglogs at a temperature of 100C, optimized to reach 120C. The steamer has a capacity of 700 baglogs with dimensions of 100 x 60 x 110 cm, using five 3 kg LPG gas cylinders for combustion. The monitoring system consists of a thermocouple temperature sensor, ESP32, and an I2C LCD connected to the Blynk application via the Internet of Things (IoT). During the sterilization process, the temperature starts at 30C in the first hour and increases hourly to 75C, 90C, 105C, and 120C by the fifth hour.
Uji Lintasan Hand Tractor Pada Lahan Kering Terhadap Pertumbuhan Dan Pertumbuhan Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L) Akibat Pengunaan Bajak Hadi, Budi Al; Handayani, Sri; Syahrul, Syahrul
Rona Teknik Pertanian Vol 18, No 1 (2025): Volume No. 18, No. 1, April 2025
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v18i1.45431

Abstract

Abstrak. Lahan kering merupakan potensi yang besar untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian di Indonesia. Lahan kering dimanfaatkan untuk tanaman hortikultura, tanaman hortikultura tidak memerlukan air banyak. Budidaya kacang tanah perlu dilakukan karena potensi lahan kering yang luas. Pengolahan tanah diupayakan secara efektif dan efisien, karena mempengaruhi kualitas tanah, waktu kerja pengolahan tanah dan produksinya, sehingga potensi lahan kering yang luas bisa dimanfaatkan secara maksimal. Pengolahan tanah pada lahan kering merupakan kegiatan yang berat, karena memerlukan waktu, tenaga dan biaya besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lintasan traktor dan penggunaan bajak dengan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah. Penelitian telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jabal Ghafur Kecamatan Indra Jaya Kabupaten Pidie dengan jenis tanah ultisol, ketinggian tempat 48 m dpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok/RAK (Random Block Design) pola faktorial, terdiri 2 faktor: 1. Lintasan (L) 3 taraf; L0 (tanpa lintasan), L1 (satu lintasan), L2 (tiga lintasan), 2. Penggunaan Bajak (B) 2 taraf; B0(tanpa bajak), B1 (menggunakan bajak). Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman berumur 25, 50 dan 75 HST, jumlah cabang berumur 25, 50 dan 75 HST, panjang akar, jumlah polong total dan bobot polong perplot. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tanpa lintasan (L0) berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman kacang tanah umur 25, 50 dan 75 HST, panjang akar, jumlah polong dan berat polong basah, tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang, terendah pada perlakuan L1 dan L2. Pengunaan bajak (B1) berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman kacang tanah umur 25, 50 dan 75 HST, jumlah cabang umur 25, 50 dan 75 HST, panjang akar, jumlah polong dan berat polong basah. Terdapat interaksi nyata antara perlakuan lintasan traktor dan pengunaan bajak terhadap tinggi tanaman kacang tanah umur 25, 50 dan 75 HST. Kombinasi terbaik dijumpai pada perlakuan (L0 dan B1)The Influence of Tractor Tracks and Plow Usage on the Growth and Yield of Peanut Crops in Dryland AreasAbstract. Dry land is utilized for horticultural crops, as these plants do not require large amounts of water. The cultivation of peanuts should be pursued due to the vast potential of dry land. Soil management is carried out effectively and efficiently, as it influences soil quality, processing time, and production, thereby maximizing the utilization of extensive dry land. This study aims to examine the effect of tractor tracks and plow usage on the growth and yield of peanut plants. The research was conducted at the Experimental Farm of the Faculty of Agriculture, Jabal Ghafur University. The soil type is Ultisol, and the elevation is 48 meters above sea level. The study employed a factorial randomized block design with two factors: Tractor Tracks (L) with three levels: L0 (no tracks), L1 (one track), L2 (three tracks). Plow Usage (B) with two levels: B0 (no plow), B1 (plow used). The observed parameters included plant height at 25, 50, and 75 days after planting (DAP), the number of branches at 25, 50, and 75 HTS, root length, total number of pods, and pod weight per plot. The results showed that treatment L0 significantly affected peanut plant height at 25, 50, and 75 HTS. Root length, pod count, and fresh pod weight did not have a significant effect on branch numbers. Treatments L1, L2, and B1 had significant effects on plant height at 25, 50, and 75 HTS. There was a significant interaction between tractor track treatments and plow usage affecting plant height at these time intervals. The best combination was found in treatment L0 and B1.
Pengaruh Penambahan Karagenan dan Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) Terhadap Mutu Minuman Jeli Kulit Kopi Arabika Br Hutagalung, Sarah Helena; Romauli, Nauas Domu Marihot; Karo-karo, Terip
Rona Teknik Pertanian Vol 18, No 2 (2025): Volume No. 18, No. 2, Oktober 2025
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v18i2.45957

Abstract

Abstrak.Kopi merupakan bagian dari komoditi hasil pertanian yang memiliki peran yang cukup penting pada sektor ekonomi Indonesia. Kulit kopi atau cascara merupakan salah satu hasil samping dari pengolahan biji kopi yang umumnya menjadi limbah. Namun demikian, kulit kopi masih mengandung sejumlah senyawa polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penambahan karagenan dan kayu secang terhadap mutu fisikokimia dan sensoris dari minuman jeli kulit kopi arabika. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu penambahan karagenan (K) terdiri dari 3 taraf 0,2%, 0,3%, 0,4% dan 0,5%. Faktor kedua yaitu penambahan kayu secang (S) terdiri dari 3 taraf 0%, 0,5%, 1% dan 1,5%. Setiap perlakuan diberikan 2 kali ulangan. Parameter pengamatan meliputi aktivitas antioksidan (% inhibisi dan IC50), serat kasar, total padatan terlarut, total asam, pH, sineresis, viskositas, indeks warna, dan uji organoleptik (rasa, tekstur dan penerimaan umum). Hasil penelitian menunjukkan penambahan karagenan berpengaruh sangat nyata (P0,05) terhadap parameter aktivitas antioksidan (% inhibisi dan IC50), serat kasar, total padatan terlarut, total asam, pH, sineresis, viskositas, daya sedot, hedonik tekstur, hedonik rasa dan penerimaan umum. Sementara itu, penambahan kayu secang memberikan pengaruh sangat nyata (P0,05) terhadap parameter aktivitas antioksidan, total asam, indeks warna, pH, sineresis, hedonik rasa dan penerimaan umum. Penelitian ini merekomendasikan minuman jeli kulit kopi arabika dengan perlakuan penambahan karagenan 0,4% (K3) dan kayu secang 1% (S3).Effect of Addition of Carrageenan and Sappan Wood (Caesalpinia sappan L.) on the Quality of Arabica Coffee Pulp Jelly DrinkAbstract. Coffee is part of an agricultural commodity that has an important role in Indonesia's economic sector. Coffee skin or cascara is waste products of coffee beans processing. However, coffee skin still contains a number of polyphenolic compounds that could have function as antioxidants. This study aimed to determine the effect of addition of carrageenan and sappan wood on the physicochemical and sensory quality of Arabica coffee skin jelly drink. This research used the factorial Completely Candomized Design (CRD) with two factors. The first factor, namely the addition of carrageenan (K) consisted of 0,2%; 0,3%; 0,4%; and 0,5%. The second factor, namely sappan wood extract (S) consisted of 0%; 0,5%; 1%; and 1,5%. Each treatment was repeated twice. The quality parameters observed were antioxidant activity (% inhibition and IC50), crude fibre, total soluble solids, total acid, pH-value, sineresis, viscosity, colour index, and organoleptic test (taste, texture and general acceptance). Results showed that the addition of carrageenan gave a highly significant effect (P0,05) on the parameters of antioxidant activity (% inhibition and IC50), crude fiber, total acid, total soluble solids, pH-value, syneresis, viscosity, suction power, hedonic texture, hedonic taste and general acceptance. Meanwhile, the addition of secang wood extract gave a highly significant effect (P0,05) on the parameters of antioxidant activity, total acid, color index, pH-value, syneresis, hedonic taste and general acceptance. This study recommended Arabica coffee skin jelly drink with the addition of 0.4% carrageenan (K3) and 1% sappan wood (S3).
Respon Bibit Tanaman Kelor (Moringa oleifera L.) Asal Benih Terhadap Pemangkasan Batang Utama dan Media Tanam Al Ifah, Arini; Purwanti, Noordiana Herry; Pamungkas, Puguh Bintang
Rona Teknik Pertanian Vol 18, No 2 (2025): Volume No. 18, No. 2, Oktober 2025
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v18i2.45183

Abstract

Abstrak.Peluang peningkatan penanaman kelor perlu dikembangkan mengingat kelor memiliki kandungan nilai gizi yang tinggi. Penanaman tanaman kelor dengan biji memiliki keunggulan yaitu mempunyai akar tunggang sehingga lebih tahan terhadap kekeringan, agar diperoleh percabangan yang kuat dan daun yang banyak diperlukan pemangkasasan pada batang utama. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui interaksi dan memperoleh kombinasi antara pemangkasan dan media tanam yang optimum untuk pertumbuhan bibit tanaman kelor. Percobaan menggunakan Rancang Acak Lengkap yang terdiri dari 2 faktor yang pertama faktor perbedaan pemangkasan, yaitu tidak di pangkas dan pemangkasan 15 cm, faktor kedua perbedaan media tanam yaitu: tanah; tanah dan sekam; tanah dan kompos; tanah+sekam+kompos. Data diolah dengan menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bibit kelor yang dipangkas menghasilkan jumlah daun dan cabang lebih banyak, diameter batang bibit lebih besar dan tanaman lebih pendek dibandingkan bibit tanpa pangkas. Media tanam tanah memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman kelor terbaik.Response of Moringa (Moringa oleifera L.) Seedlings to Pruning of Main Stems and Planting MediaAbstract.Opportunities for increasing moringa planting need to be developed considering that moringa has a high nutritional value. Planting moringa plants with seeds has the advantage of having taproots so that they are more resistant to drought, in order to obtain strong branches and many leaves, pruning is needed on the main stem. This study aims to determine the interaction and obtain a combination of pruning and optimum planting media for the growth of moringa seedlings. The experiment used a Completely Randomized Design consisting of 2 factors, the first factor is the difference in pruning, namely not pruned and 15 cm pruning, the second factor is the difference in planting media, namely: soil; soil and husks; soil and compost; soil + husks + compost. Data were processed using analysis of variance (ANOVA). The results showed that moringa seedlings that were pruned produced more leaves and branches, the diameter of the seedling stem was larger and the plants were shorter than seedlings without pruning. Soil planting media provided the best growth and yield of moringa plants.

Filter by Year

2012 2025