cover
Contact Name
Syahrun
Contact Email
syahrun@fk.unmul.ac.id
Phone
+6281347890509
Journal Mail Official
syahrun@fk.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Anggur No. 88, Kota Samarinda Kalimantan Timur, Indonesia, 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 29878489     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JPKMM) dikelola secara profesional dan diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman dalam membantu para Akademisi, Peneliti dan Praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JPKMM) adalah jurnal blind peer-reviewed yang memuat artikel-artikel ilmiah disiplin ilmu kesehatan yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian masyarakat dan penelitian terapan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan di JPKMM meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru, komentar atau kritik terhadap tulisan di JPKMM maupun dalam terbitan berkala lainnya. JPKMM memberi kesempatan kepada Para Akademisi, Peneliti dan Praktisi bidang kesehatan melakukan publikasi hasil kegiatan pengabdian masyarakatnya sebagai manifestasi Tri Darma Perguruan Tinggi. JPKMM merupakan jurnal elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Journal System yang memungkinkan tersedia secara online tanpa berlangganan apapun JKPMM menerbitkan paper secara berkala 2 kali dalam setahun, yaitu bulan Juni dan Desember
Articles 46 Documents
Edukasi dan Pengembangan Terapi Bermain Pada Anak Hospitalisasi di Rumah Sakit A. Dadi Tjokrodipo Palupi, Rini; Anggi Kusuma; Amatus Yudi; Mohammad Hendi Wicaksono
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hospitalisasi merupakan pengalaman seorang anak yang kurang menyenangkan dan menimbulkan trauma  tidak hanya pada anak tetapi juga orang tua yang dapat menimbulkan tingkah laku yang berbeda pada saat anak tersebut tidak sakit ataupun dirawat di rumash sakit. Sehingga baik  orang tua maupun anak membutuhkan pengalihan atau distraksi sehingga  trauma pada  anak bisa berkurang  dan anak dapat mengikuti pengobatan yang diberikan. Pengabdian masyarakat bertujuan agar mahasiswa dan dosen dapat berpatisipasi aktif dalam pembangunan kesehatan, membantu untuk mengatasi permasalah yang dihadapi oleh masyarakat serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan ibu dan anak.  Metode yang digunakan dengan ceramah, pembagian leafleat, tanya jawab, serta pendampingan pada anak maupun ibu pada saat melakukan atau simulasi salah satu terapi yaitu menggambar. Hasil yang diperoleh, adalah ibu  paham pengertian, dampak hospitaslisasi jenis-jenis peramain untuk menanggulangi hospitalisasi, dan manfaat yang diperoleh.  Hasil pada anak adalah anak senang, gembira, dapat tersenyum, gambar yang dihasilkan penuh diwarnai oleh masing-masing anak  dan ibu menjadi tenang. Sarannya adalah rumah sakit dapat menambahkan terapi bermain dan edukasi sebagai bagian dari standar operasional perawatan di ruang anak jika anak lebih dari  dua hari lama rawat inap.
Pesantren Sehat (Peningkatan Pengetahuan Kesehatan & Gizi Remaja dalam Pencegahan Anemia Jawa Tengah) Safaruddin; I Putu Juni Andika; Tri Yahya Christina; Monika Wulan Sapta; Fitria Purnamawati; Antonius Catur Sukmono
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan gizi remaja merupakan aspek penting dalam upaya pencegahan anemia, terutama di lingkungan pesantren yang dihuni oleh banyak santri. Remaja putri sangat rentan terhadap anemia karena peningkatan kebutuhan zat besi selama masa pubertas. Program ini menggunakan metode penyuluhan edukasi kesehatan dan sesi tanya jawab terkait dengan kesehatan serta gizi remaja dalam pencegahan anemia. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan status kesehatan remaja putri terkait pencegahan anemia. Program ini melibatkan 67 peserta sebagai sampel. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan edukasi kesehatan, di mana kategori baik meningkat dari 25,40% menjadi 37,31%, kategori sedang dari 22,40% menjadi 37,31%, dan kategori buruk menurun dari 52,20% menjadi 25,38%. Kesimpulannya, penyuluhan edukasi kesehatan bertema "Pesantren Sehat" ini terbukti berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai pencegahan anemia, sehingga melindungi mereka dari risiko anemia di masa depan. Diharapkan, penyuluhan ini juga dapat menjadi gambaran bagi layanan kesehatan di tempat tersebut untuk lebih memperhatikan kesehatan remaja secara berkelanjutan.
Penkes Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Siswa di SD Negeri 010 Sungai Kunjang Samarinda Ruminem, Ruminem; Rita Puspa Sari; Ida Ayu Kade Sri Widiastuti; Saprianti; Najla Dalillah; Resti Maya Sari; Olit Mili P. S.; Sabrina Nurhalizah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah memberikan manfaat untuk meningkatkan pembelajaran siswa dan guru serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, yang pada gilirannya akan mendorong terciptanya komunitas sekolah yang sehat. Karena kurangnya pengetahuan dan  kesadaran tentang PHBS di  sekolah, anak-anak sekolah biasanya tidak menerapkannya. Tujuan  pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuann siswa akan pentingnya penerapan PHBS di sekolah. SD Negeri 010 Sungai Kunjang Samarinda. Didapatkan sebelum program kesehatan, sebagian besar siswa memiliki pengetahuan kategori kurang baik  (54%) dan cukup (46%); setelah diberikan penkes sebagian besar siswa memiliki pengetahuan tentang PHBS sekolah kategori baik (73%) dan Cukup memadai (27%), dan siswa mampu  mempraktikkan enam langkah mencuci tangan yang benar. Terjadinya peningkatan pengetahuan siswa  tentang penerapan PHBS sekolah setelah diberikan penkes. Disarankan agar siswa secara aktif dapat menerapkan  indikator PHBS di sekolah sehingga terwujud sekolah yang sehat.
Edukasi Pada Ibu Tentang Pencegahan dan Pertolongan Pertama Mengatasi Penyakit Diare dan Ispa Pada Anak di Wilayah Puskesmas Remaja Samarinda Rita Puspa Sari; Maharani, Deswinta; Ruminem, Ruminem; Ida Ayu Kade Sri Widiastuti; Syahrun, Syahrun; Ahmad Abdul Ghofar Abdulloh
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah meningkatkan Pengetahuan Ibu dalam mencegah dan memberikan Pertolongan Pertama pada anak yang mengalami ISPA dan diare di rumah. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dalam bentuk edukasi kepada Ibu yang mempunyai anak usia balita dan usia sekolah berupa Penyuluhan yang dilaksanakan di rumah salah satu warga dasa wisma di wilayah Puskesmas Remaja Samarinda. Hasil yang diperoleh dari kegiatan Pengabdian masyarat yaitu terjadi peningkatan pengetahuan ibu-ibu partisipan setelah diberikan edukasi berupa Penyuluhan tentang Pencegahan dan Pertolongan pertama yang dapat dilakukan ibu di rumah pada anak yang mengalami ISPA dan diare. Penting memberikan edukasi cara merawat anak, khususnya pengetahuan tentang pencegahan dan pertolongan pertama di rumah yang dapat dilakukan ibu ketika anaknya mengalami ISPA dan atau diare. Peningkatan hidup bersih dan sehat melalui edukasi berbasis informasi PHBS harus selalu diberikan kepada anak sekolah dan ibu sebagai pengasuh anak di rumah, yang dapat memberikan informasi dan menjadi role model bagi anak ketika melakukan hidup bersih dan sehat.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan Pengetahun Hidup Sehat dan Sanitasi di Pesisir Desa Maitara Abdul Hakim Husen; Ismail Rahman; Siti Umairah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Maitara merupakan salah satu kawasan pesisir di Kota Tidore Kepulauan yang terletak diantara Pulau Tidore dan selatan Pulau Ternate. Wilayah pesisir merupakan daerah peralihan antara ekosistem darat dan laut. Mayoritas masyarakat pesisir tentunya adalah nelayan yang merupakan kelompok masyarakat yang rawan kemiskinan dikarenakan pekerjaannya sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan musim. Masalah lain yang sering timbul di daerah pesisir yaitu di bidang kesehatan masyarakat karena sebagai daerah peralihan yang dapat mengendalikan sanitasi di semua faktor fisik lingkungan manusia yang mungkin menimbulkan hal-hal yang merugikan bagi perkembangan fisik kesehatan dan daya tahan hidup manusia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) sehingga diharapkan mereka dapat terhindar dari infeksi bakteri dan kuman dan mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah di masyarkat dengan memperbaiki kualitas sanitasi lingkungan. Diharapkan dengan sosialisasi ini, semua elemen masyarakat dapat bergerak serentak untuk menjaga kualitas lingkungan hidup di desa Maitara.
Peningkatan Literasi PTM Berbasis Posbindu dan Edukasi Bahaya Narkoba dengan Metode Active Knowledge Sharing di Yayasan Rumah Damai Semarang Anggraini, Fitria; Yani Parti Astuti; Dewi Pergiwati; Guruh Fajar Shidik; Edi Noersasongko; Dwi Eko Waluyo; Hayu Wikan Kinasih
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penghuni rumah rehabilitasi narkoba, merupakan individu yang rentan karena kecanduan narkoba berhubungan erat dengan peningkatan risiko PTM. Peningkatan literasi kesehatan terkait PTM dan sharing session dari para penghuni rumah rehabilitasi narkoba diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih luas mengenai hubungan antara narkoba dan status kesehatan. Belum pernah ada kegiatan pengabdian terkait peningkatan literasi kesehatan kepada pecandu narkoba sehingga kegiatan ini penting dilakukan untuk memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem edukasi kesehatan dalam mencegah PTM melalui skrining dan pengelolaan faktor risiko. Pengabdian masyarakat dilakukan di Yayasan Rumah Damai Semarang. Kegiatan pengabdian diawali dengan dilakukannya analisis kebutuhan bersama pemilik dan pengurus yayasan. Kegiatan diawali dengan pengisian pretest. Sesi peningkatan literasi pertama terkait bahaya narkoba dari aspek hukum. Sesi kedua adalah peningkatan literasi penyakit tidak menular untuk penyakit hipertensi, diabetes mellitus, dan kolesterol yang dilanjutkan dengan pemeriksaan dan skrining kesehatan penyakit tidak menular melalui Posbindu PTM. Kemudian, sharing session dengan para penghuni yayasan, post test dan ditutup dengan penyerahan bantuan kebutuhan yayasan.  Literasi dan Posbindu PTM  merupakan program  Kemenkes dalam manajemen PTM yang bagus untuk dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Edukasi bahaya narkoba dengan metode active knowledge sharing mampu meningkatkan meningkatkan semangat, animo, dan antusiasme peserta mengenai dampak dan bahaya nyata dari penggunaan narkoba. Metode active knowledge sharing  sangat  tepat digunakan untuk kegiatan peningkatan edukasi berbasis kelompok/masyarakat karena dilakukan dengan  melibatkan partisipasi keaktifan pembicara.
PELATIHAN DAN PEMBENTUKAN DOKTER KECIL DI SDN 39 PEKANBARU islah wahyuni; Nofiana; Putri Amanda, Intan Maharahi, Raisha Wardhani, Eka Santika, Rahel Dwi Pratiwi, Alan Pacman, Anamadin
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia sekolah dasar merupakan fase krusial dalam pengembangan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Program pelatihan Dokter Kecil merupakan salah satu strategi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) untuk memberdayakan siswa agar berperan sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk melatih dan membentuk kesatuan Dokter Kecil di SDN 39 Pekanbaru yang berfokus pada lima keterampilan kesehatan dasar: perawatan luka ringan, pertolongan pertama pada cedera, penanganan awal patah tulang, cuci tangan enam langkah, dan menyikat gigi yang benar. Metode pelatihan menggunakan pendekatan edukatif partisipatif melalui ceramah, tanya jawab, dan praktik kepada 30 siswa/i terpilih pada 27 Juli 2025. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa yang signifikan, baik dari kuis maupun praktik mandiri. Pelatihan ini dapat membantu   meningkatkan kesadaran dan kemampuan siswa dalam menerapkan PHBS dan memberikan pertolongan pertama sederhana. Diharapkan kegiatan ini dapat berkelanjutan dan memperluas dampaknya terhadap lingkungan sekolah secara keseluruhan.
Edukasi dan Workshop “SEDARI HATI” Sediaan Teh Herbal Seledri Atasi Hipertensi di Desa Ngringo Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar Anggraini, Truly; Saryanti, Dwi; Devina Ingrid Anggraini
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi sebagai salah satu penyakit tidak menular yang paling umum ditemukan dalam praktek kesehatan. Komplikasi hipertensi dapat mengenai berbagai organ target seperti jantung, otak, ginjal, mata dan arteri perifer. Prevalensi hipertensi di Indonesia berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk umur ≥ 18 tahun yaitu 8,4%. Adapun prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,11% dan Kabupaten Karanganyar  29,4%. Sedangkan pada tingkat kabupaten, Jaten merupakan kecamatan tertinggi di Kabupaten Karanganyar dimana prevalensinya  13.21%, yang didiagnosis dokter dengan klasifikasi umur 15-24 tahun 5.14%, 25-34 tahun 5.36%, dan 35-44 tahun 13.85%. Salah satu upaya yang dapat dilakukan  dengan menggunakan bahan alami atau herbal yang memiliki beberapa keuntungan yaitu efek samping rendah dan lebih terjangkau karena menggunakan bahan alami yang mudah didapatkan di lingkungan rumah. Salah satu tanaman herbal Indonesia yang mudah ditanam, baik dataran tinggi maupun dataran rendah dan biasa digunakan masyarakat untuk terapi hipertensi adalah seledri (Apium graveolens). Tujuan: untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang di Desa Ngringo RT 001/RW 015, Jaten, Karanganyar, peningkatan pengetahuan tentang pemanfaatan bahan alam untuk hipertensi serta pengolahan bahan alam menjadi produk teh herbal untuk pencegahan hipertensi. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan tentang hipertensi dan pemanfaatan bahan alam untuk hipertensi berdasarkan nilai pre test dan post test yang signifikan. Terdapat produk teh herbal seledri yang dapat dimanfaatkan untuk pencegahan hipertensi.
Evaluasi Pengetahuan Orang Tua Terkait Waspada Cacingan pada Anak di Puskesmas Mangkupalas Kusumiati, Marna
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cacingan merupakan salah satu kasus infeksi yang masih sering terjadi baik di Indonesia, Asia Tenggara maupun Dunia. Anak-anak yang merupakan generasi emas menjadi yang paling beresiko dan bahkan hampir 24% populasi anak di dunia terinfeksi Soil Transmitted Helminths (STH). Melalui hal ini sepatutnya menjadi evaluasi bagi orang tua maupun tenaga kesehatan baik di puskesmas maupun instansi lain dalam mencegah serta waspada terjadinya cacingan pada anak. Kegiatan Promosi Kesehatan ini bertujuan untuk melakukan evaluasi pengetahuan orang tua terkait waspada cacingan pada anak. Metode yang digunakan dalam Promosi Kesehatan ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data menggunakan kuesioner pada peserta yang datang dalam penyuluhan “Waspada Cacingan pada Anak” di Puskesmas Mangkupalas. Hasil evaluasi dari ketiga kategori indikator dalam kuesioner menyatakan 97,2% orang tua sangat paham akan kebiasaan kebersihan, dan 88,75% yang juga sangat paham terkait lingkungan dan sanitasi, serta kategori terakhir menyatakan nilai persentase sebesar 66% yang paham akan minum obat cacing. Kesimpulannya adalah dari 22 responden yang mengisi kuesioner sangat sadar akan pentingnya kebiasaan kebersihan serta peka terhadap lingkungan dan sanitasi untuk mencegah terjadinya cacingan pada anak, namun responden masih belum terlalu mengerti bahwa pemberian obat cacing secara rutin akan lebih memaksimalkan pencegahan infeksi cacingan yang dapat terjadi pada anak.
EDUKASI TENTANG RESISTENSI ANTIBIOTIK DI POSYANDU MELUR PUSKESMAS HARAPAN BARU KOTA SAMARINDA Budiyana, Fandy Wisnu; Renaldi Adi Saputra; Putri Anggreini
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resistensi antibiotik merupakan ancaman kesehatan global yang meningkat akibat penggunaan antibiotik yang tidak tepat, seperti swamedikasi dan penghentian terapi sebelum waktunya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Posyandu Melur Puskesmas Harapan Baru Kota Samarinda dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang bijak serta risiko resistensinya. Metode yang digunakan adalah promosi kesehatan melalui penyuluhan, pembagian leaflet, serta evaluasi dengan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 11 responden yang mayoritas berusia dewasa (73%) dan berjenis kelamin perempuan (82%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta, dengan rata-rata skor pre-test 69,09 dan post-test 92,73 (p < 0,001). Peningkatan ini juga disertai penurunan simpangan baku, yang menandakan homogenitas pemahaman peserta setelah intervensi. Edukasi melalui media leaflet terbukti efektif dalam menyampaikan informasi dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami, sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat. Hasil kegiatan ini menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan mengenai resistensi antibiotik agar masyarakat lebih rasional dalam penggunaannya serta dapat berkontribusi dalam menekan laju resistensi di tingkat komunitas.