cover
Contact Name
Syahrun
Contact Email
syahrun@fk.unmul.ac.id
Phone
+6281347890509
Journal Mail Official
syahrun@fk.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Anggur No. 88, Kota Samarinda Kalimantan Timur, Indonesia, 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 29878489     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JPKMM) dikelola secara profesional dan diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman dalam membantu para Akademisi, Peneliti dan Praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JPKMM) adalah jurnal blind peer-reviewed yang memuat artikel-artikel ilmiah disiplin ilmu kesehatan yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian masyarakat dan penelitian terapan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan di JPKMM meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru, komentar atau kritik terhadap tulisan di JPKMM maupun dalam terbitan berkala lainnya. JPKMM memberi kesempatan kepada Para Akademisi, Peneliti dan Praktisi bidang kesehatan melakukan publikasi hasil kegiatan pengabdian masyarakatnya sebagai manifestasi Tri Darma Perguruan Tinggi. JPKMM merupakan jurnal elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Journal System yang memungkinkan tersedia secara online tanpa berlangganan apapun JKPMM menerbitkan paper secara berkala 2 kali dalam setahun, yaitu bulan Juni dan Desember
Articles 36 Documents
Peningkatan Literasi Tentang Bahaya Seks Bebas Terhadap Kesehatan Reproduksi Pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Mulawarman Rita Puspasari; Sholichin; Ruminem; Mayusef Sukmana; Dwi Nopriyanto
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 1 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The phenomenon of sexuality and adolescent reproductive health is very important to understand, but there is still a lack of information about these reproductive health issues because discussing them with adolescents is still considered taboo. The problem of promiscuous sexual behaviour in adolescents must be addressed by providing health education and education, as well as the effects of diseases that can be caused. In addition, efforts are needed to control premarital sexual habits. The problem of free sex is a major concern that we must prevent in the adolescent environment, because the impact will interfere during the life cycle of the teenager until he/she becomes an adult. the purpose of this community service activity is to increase Knowledge about Free Sex Prevention and have a positive attitude towards sex and activities that can divert attention from sexual needs in adolescents. Literacy improvement is carried out in the form of delivering material about the dangers of free sex on adolescent reproductive health. The implementation is in the form of providing material as a form of soft skills so that sexual behaviour that occurs among students can be controlled and does not have bad consequences for students. . Keywords: Improvement, Literacy, Free Sex, Student
Deteksi Dini Risiko Luka Kaki Diabetik Menggunakan Pemeriksaan Sensasi Nyeri Sukmana, Mayusef; Metungku, Fanny; Sholichin; Bakhtiar, Rahmat; Riries Choiru Pramulia Yudia; Lanang Karunia; Syahrun; Riko
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit sistemik yang dapat mengakibatkan risiko penurunan sensasi suhu pada telapak kaki. Neuropati perifer merupakan komplikasi yang paling sering terjadi pada pasien DM dan mengenai 50 % pasien DM tipe 2. Deteksi dini adanya gangguan sensasi pada neuropati diabetik dapat dilakukan melalui pemeriksaan kaki menggunakan monofilement test. Deteksi dini penting dilakukan untuk mencegah terjadinya luka pada telapak kaki. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini untuk mendeteksi adanya kehilangan sensasi nyeri pada kaki. Metode:  Pengabdian masyarakat dilaksanakan di Puskesmas Segiri Samarinda dan Klinik Media Farma Samarinda. Tahapan kegiatan terdiri dari pendidikan kesehatan deteksi dini risiko kaki diabetik dan senam kaki diabetes dengan metode demonstrasi dan pemeriksaan sensasi nyeri dengan monofilament. Evaluasi pendidikan kesehatan melalui observasi gerakan senam kaki diabetik dan hasil rata-rata pemeriksaan monofilament. Hasil: Masyarakat 95% mampu mengikuti gerakan senam kaki yang didemonstrasikan. Test monofilament hasil positif sebesar 96,5 % (55).  Kesimpulan: Hasil  pemeriksaan monofilament test mayoritas positif  dan diperlukan perawatan kaki lanjut untuk mencegah luka diabetik Kata kunci: diabetes mellitus, monofilament, sensasi nyeri
Penguatan Keterampilan Kedaruratan Melalui Pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support bagi Alumni Prodi D3 Keperawatan FK UNMUL Syahrun, Syahrun; Metungku, Fanny; Khumaidi; Sholichin; Sukmana, Mayusef; Muda, Iskandar; Bahtiar; Puspa Sari, Rita
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan kategori negara berkembang memiliki perkembangan pesat dalam hal transportasi yang berdampak pada tingginya angka kecelakaan selain itu juga terjadi peningkatan kedaruratan penyakit jantung. Pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) bagi perawat penting untuk meningkatkan keterampilan kedaruratan untuk menjawab tantangan kedaruratan tersebut. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan keterampilan dasar trauma dan cardiac life support bagi masyarakat alumni. Pelatihan ini di ikuti oleh 41 peserta yang dilakukan selama enam hari dengan metode Blended Learning, meliputi dua hari belajar mandiri melalui e-learning, dua hari pertemuan online dengan zoom meeting,dua hari dengan tatap muka langsung. Dalam pelatihan diajarkan teori dan praktik dalam keterampilan pengkajian kedaruratan yang cepat dan tepat, keterampilan ekstrikasi korban, keterampilan resusitasi dan stabilisasi dan keterampilan dalam rujukan pada kasus trauma dan jantung. Metode evaluasi meliputi kemampuan peserta menyelesaikan pembelajaran e-learning, pretest dan posttest, dan ujian keterampilan individu dan kelompok. Hasil didapatkan kemampuan peserta menyelesaikan pembelajaran e-learning rata-rata hari pertama 33 % dan hari kedua 100 %. Nilai rata-rata pretest 35,1 point dan posttest sebesar 84 point. Kesimpulan: terdapat peningkatan kemampuan keterampilan dasar trauma dan cardiac life support bagi alumni. Identifikasi kedaruratan dapat meningkatkan angka harapaan hidup dan mencegah kecacatan.
Pemberdayaan Komite Keperawatan RSUD. Aji Muhammad Parikesit Tenggarong dalam meningkatkan Kompetensi Perawat pada Penerapan Asuhan Keperawatan Berbasis SDKI, SIKI dan SLKI Rahayu, Anik Puji; Rahmadhani, Siti; Noor Sari, Dwi; Rosiaty, Lynda; Marissa, Khaleeda; Indriyani, Betty; Mutmainah; Riko
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan akhir kegiatan pengabdian Masyarakat ini untuk meningkatkan kompetensi perawat di RSUD. AM. Parikesit Tenggarong dalam menerapkan asuhan keperawatan berbasis 3S. Kegiatan dilakukan dalam bentuk in house training dari bidang komite keperawatan yang sebelumnya telah diberikan Pendidikan Kesehatan tentang konsep penerapan asuhan keperawatan berbasis 3S oleh Dosen pelaksana pengabdian Masyarakat Fakultas kedokteran Prodi Diploma 3 Keperawatan Universitas Mulawarman. Hasil penelitian setelah dilakukan kegiatan dilakukan evaluasi bahwa peningkatan pengetahuan dan penerapan kompetensi perawat Askep berbasis 3S meningkat yaitu 80 persen perawat dapat melaksanakan askep dengan baik dari total perawat 225 orang. Pemberdayaan kemampuan komite keperawatan meningkat dan kredibel dalam memahami penerapan askep 3S. Tindak lanjut yang harus dilakukan adalah melakukan peningkatan kompetensi perawat adalah dengan melakukan training secara kontinyu dan terus menerus.
Edukasi Kebutuhan Serat Terhadap Kejadian Konstipasi pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskemas Lempake Kota Samarinda Iskandar Muda; Iskandar, Abdillah; Bahtiar; Khumaidi; Metungku, Fanny; Hastati, Sri; Yuniati
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Engaging in community service involves educating people about the importance of fiber in relation to constipation in the elderly, which is frequently brought on by modifications in the body's physiological processes. The purpose of the community service is to raise awareness of the role that fiber plays in reducing the prevalence of constipation in the elderly. Fifteen elderly participated in this activity at the Baitul Maghfirah Lempake Mosque on August 20, 2023. The educational initiatives included the distribution of materials emphasizing the importance of fiber in relation to the prevalence of constipation among the elderly. The elderly's increased knowledge, as evidenced by their ability to respond to the questions posed by the younger people, was one way that this activity improved the community atmosphere.
Program Partisipasi Masyarakat Dalam Pencegahan Dan Pemberantasan Penyakit Tuberkolosis Dwi Nopriyanto; Bahtiar, Bahtiar; Iwan Samsugito; Rita Puspa Sari; Syukma Rhamadani Faizal Nur; Naedy Ariady; Novita Sari; Dea Tri Regina; Riana Puryanti; Asmiranda Adelia P; Naomi Theresia Angkeli
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberculosis is still a health problem in Indonesia and creates very complex problems not only in terms of health but also social, economic and cultural. Based on the low level of discovery and treatment, it is estimated that TB sufferers in East Kalimantan will double by 2024, where 75% of sufferers will be of productive age. The national strategy for controlling and preventing Tuberculosis in Indonesia 2020-2024 currently has a target of reducing cases to 65 per 100,000 population in 2030, including the East Kalimantan region. So, to make this happen, all parties need to play an active role through efforts to prevent and control tuberculosis. The right solution to this problem is to empower the community in efforts to prevent and control Tuberculosis. The aim of the community service activity program is carried out in the community in the Gunung Lingai Village area, Samarinda City, namely to increase knowledge, understanding and increase community awareness to prevent and eradicate Tuberculosis in the community and reduce the problems caused by people who have been identified as having the disease. Tuberculosis. The method used in this activity is a mediation method carried out by community groups, Tuberculosis program managers at the Youth Health Center and Tuberculosis cadres in Gunung Lingai Village together to increase community knowledge in preventing and eradicating and increasing the success of Tuberculosis therapy in the local area.
Edukasi Pencegahan Penyakit Infeksi (Thypoid) Dengan Cuci Tangan Pada Siswa-Siswi SDN 009 Kelurahan Dadi Mulya Kota Samarinda Puspa Sari, Rita; Sukmana, Mayusef; Ruminem; Nopriyanto, Dwi; Sholichin
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam lingkungan sekolah, edukasi atau pendidikan Kesehatan, upaya pencegahan dan pengendalian penyakit masih diperlukan, hal  ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran siswa tentang perilaku hidup sehat dan bersih serta kurangnya menjaga lingkungan sekolah. Edukasi. Edukasi dalam bentuk penyuluhan (penyampaian informasi secara terstruktur) serta tanya jawab kepada siswa-siswi kelas 4,5 dan 6 sebanyak 124 anak dengan diakhiri praktik melakukan cuci tangan 6 langkah dilakukan Bersama-sama tim pelaksana kegiatan pengabdian Masyarakat. Hasil pengukuran  tingkat pengetahuan sebelum dilakukan edukasi  diperoleh hasil tingkat pengetahuan baik sebanyak 78 Siswa (62,9%), tingkat pengetahuan cukup 33 siswa (26,6 %) dan tingkat pengetahuan kurang 13 siswa (11,5%), setelah edukasi hasil pengukuran tingkat pengetahuan diperoleh hasil tingkat pengetahuan baik  meningkat menjadi 33 siswa (83%), pengetahuan cukup 14 siswa (11,3%) dan tingkat pengetahuan kurang lebih sedikit menjadi 7 siswa (5,7%).  Untuk mencegah penyakit, kebiasaan mencuci tangan harus diterapkan secara konsisten. Selain itu, guru dan unit kesehatan sekolah (UKS/M) harus memberikan instruksi tentang cara mencuci tangan yang benar dengan cara yang interaktif dan menyenangkan. Salah satu faktor yang mendukung kemampuan anak untuk mencuci tangan pakai sabun adalah ketersediaan lingkungan fisik yang mendukung, seperti sarana dan prasarana. Perilaku contoh dari tokoh masyarakat dan petugas kesehatan juga diperlukan untuk mengajar anak mencuci tangan Kata kunci: Edukasi, cuci tangan,  pencegahan, Penyakit Infeksi
Peningkatan Literasi Kesehatan Mengenai Penyakit Tuberkulosis pada Lansia di Kelurahan Gunung Lingai Kota Samarinda Bahtiar, Bahtiar; Nopriyanto, Dwi; Mayasari, Mutia; Febrianto, Iqbal; Ramadhana, Zhahrah; Rahmawati, Fani; Marshanda, Indriani
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Literasi kesehatan akhir-akhir ini disadari memiliki peranan yang sangat penting dalam penanggulangan berbagai masalah kesehatan termasuk penyakit kronis Tuberkulosis Paru (TB Paru). Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat literasi pada lansia mengenai penyakit kronis Tuberkulosis Paru (TB) Pada warga RT 9, di Kelurahan Gunung Lingai. Metode: Dalam pengumpulan data menggunakan metode pengumpulan data primer yang nantinya datanya diperoleh melalui pre dan post test literasi Tuberkulosis dengan jumlah 8 pertanyaan, Hasil skor dari 8 pertanyaan setelah pemaparan materi akan digunakan untuk mengukur tingkat literasi Tuberculosis. Hasil: Lalu didapatkan hasil bahwa literasi tuberkulosis menyatakan rendah sebanyak 2 orang (16,7%), sedangkan yang sedang sebanyak 0 orang (0%), dan yang pengetahuan tinggi sebanyak 10 orang (83,3%). Kesimpulan: Literasi kesehatan mengenai Tuberkulosis rata-rata pengetahuannya tinggi setelah dilakukan pemaparan materi sehingga hasil yang didapat dari perhitungan post test adalah termasuk kategori literasi tinggi.
The Increasing Public Knowledge Regarding PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) In Gunung Lingai District, Samarinda City Faizal Nur, Syukma Rhamadani; Samsugito, Iwan; Miharja, Ediyar; Anastasia Alenita Kara; Ananda Alivia Sityaningrum; Maura Gensa Rudit Santria; Mardika Nur Febrianti; Abdi Alfatih
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on previous research, namely early detection of emotional disorders in the Gunung Lingai sub-district community, one of the characteristics of which is PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) with the result that there are several people who experience this disorder. However, after exploring it more deeply, the results showed that the majority of people did not understand and know what PTSD was. This is also supported by statements from the public which state that they are less exposed to information about PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) and this is also not something that is common or often discussed in society. To overcome this, the group provides health education related to PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) to the people of RT.14 Gunung Lingai Village. Before and after providing health education, the group measured the level of community knowledge and obtained results in the form of an increase in their knowledge. Apart from that, several characteristics were also found that were related to the level of public knowledge regarding PTSD, including education, employment and gender.
Penyuluhan Kesehatan Pencegahan Penyakit Diare Pada Anak Di Kelurahan Lempake Samarinda Ruminem, Ruminem; Sari, Rita Puspa; Ida Ayu Kade SW; Bahtiar; Dwi Nopriyanto
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare masih menjadi masalah utama yang menyebabkan keematian pada a kelompok anak balita. Peran ibu sangat penting dalam mencegah terjadinya diare. Pengetahuan ibu tentang diare dapat mempengaruhi cara ibu dalam menangani diare di rumah. Semakin baik pengetahuan ibu, semakin baik pula cara ibu dalam menangani diare, dengan begitu ibu dapat menurunkan angka kejadian diare pada balita di masa yang akan datang. Tujuan pengabdian Masyarakat adalah meningkatakan pengetahuan ibu-ibu mengenai pencegahan diare pada anak di Kelurahan  Lempake Kota Samarinda. Penyuluhan kesehatan menggunakan metode  ceramah, tanya jawab dan  praktik mencuci tangan.  Evaluasi pengetahuan dengan pengukuran pengetahuan pre-test dan post tes setelah penyuluhan. Hasil penyuluhan terjadinya  peningkatan pengetahun ibu-ibu mengenai pencegahan  diare pada anak setelah diberikan penyuluhan, pengetahuan kategori cukup dari 52.4 %  menjadi 76,2%, dan pengetahuan baik meningkat menjadi 38,1 %  dari 14.3% sebelum diberikan penyuluhan. Kesimpulan adanya peningkatan pengetahuan  ibu menganai pencegahan diare pada anak setelah diberikan penyuluhan kesehatan.  Perlunya melakukan edukasi kesehatan berkelanjutan kepada Masyarakat guna menekan kasus diare apada anak. Kata kunci: Pencegahan , Diare, Penyuluhan, Anak

Page 2 of 4 | Total Record : 36