cover
Contact Name
Muladi Putra Mahardika
Contact Email
muladimahardika@yahoo.com
Phone
+6285327061300
Journal Mail Official
parapemikir@poltektegal.ac.id
Editorial Address
Jalan Mataram No 9 Kota Tegal
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Parapemikir Jurnal Ilmiah Farmasi
ISSN : 20895313     EISSN : 25495062     DOI : 10.30591
Core Subject : Health, Science,
Parapemikir journals based on the results of research in the field of Pharmacy science and community covering Social Behavior and Pharmacy Administration including Pharmacy, Biopharmaceuticals, Drug Submission Systems, Physical Pharmacy, Pharmaceutical Technology, Microbiology and Biotechnology Pharmacy, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Chemistry , Pharmaceutical Chemistry, Biological Pharmacy, Community and Clinical Pharmacy, Pharmaceutical Marketing, Alternative Medicine, Pharmacy Management, Farmakoekonomi, Farmakoepidemiology, Social Pharmacy, Pharmacy Policy.
Articles 343 Documents
PEMBUATAN DESTILASI KAPASITAS 100 Kg Heru Nurcahyo
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 2 (2014): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v3i2.212

Abstract

Memperoleh minyak atsiri dari suatu bahan dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranyapenyulingan, pengepresan, ekstraksi pelarut mudah menguap dan ekstraksi dengan lemak padat. Penyulingandapat didefinisikan sebagai pemisahan komponen suatu campuran dari dua jenis cairan atau lebih berdasarkanperbedaan tekanan uap dan titik didih dari masing-masing zat tersebut. Pada proses penyulingan minyak atsiridikenal tiga metode penyulingan yaitu penyulingan dengan air, penyulingan air-uap dan penyulingan uap.Destilasi yang dirancang dalam penelitian ini menggunakan dapat digunakan sebagai destilasi air yaitudengan mengambil penyaring bagian tengah sehingga sampel langsung menyatu dengan pelarutnya, dan dapatberfungsi sebagai destilasi uap air yaitu dengan cara menaruhkan penyaring pada bagian tengah tabung dimanapelarut berada pada bagian bawah tabung dan sampel simplisianya berada diatas penyaring.Kata kunci : minyak atsiri, penyulingan, destilasi
PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA DESA RENGASPENDAWA KECAMATAN LARANGAN KABUPATEN BREBES TENTANG PENYALAHGUNAAN DEKSTROMETORFAN Hanari Fajarini; Rifqi Ferry Balfas; Ameliya Dwi Septi
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 3 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i3.3831

Abstract

Permasalahan narkoba dan penyalahgunaan obat-obatan di Indonesia masih merupakan sesuatu yang bersifat urgent dan kompleks. Dalam kurun waktu satu dekade terakhir permasalahan ini menjadi marak. Terbukti dengan bertambahnya jumlah penyalahguna obat-obatan dan pecandu narkoba secara signifikan. Banyak pengedar obat-obatan yang memanfaatkan logo obat bebas terbatas yang tercantum pada kemasan dekstrometorfan maupun sediaan kombinasi dekstrometorfan. Mereka beranggapan dengan memanfaatkan status dekstrometorfan sebagai obat bebas terbatas dapat terhindar dari jerat hukum. Dekstrometorfan sering disalahgunakan dengan dosis yang berlebih sehingga memberikan  efek euforia, rasa tenang, halusinasi penglihatan dan pendengaran. Menurut Polda Jateng Provinsi Jawa Tengah menduduki posisi keempat kasus penyalahgunaan narkoba terbanyak di seluruh Indonesia. Tahun 2020 tercatat ada 1.642 kasus narkoba atau naik 20 banding tahun 2019 yaitu 1.372 kasus. Berdasarkan survei pada keadaan  masyarakat yang ada di Desa Rengaspendawa Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes dijumpai salah satu masyarakat membeli dekstrometorfan dalam jumlah yang tidak wajar, meski demikian Apotek tidak melayaninya dengan pertimbangan khawatir disalahgunakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang dilaksanakan di Desa Rengaspendawa Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes dengan jumlah informan/responden sebanyak 15 orang. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pengetahuan remaja di Desa Rengaspendawa Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes tentang dekstrometorfan adalah baik dan sikap remaja menggambarkan penolakan terhadap penyalahgunaan dekstrometorfan.
ANALISIS RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) RAWAT JALAN DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA Wahyuningsih Marda Sari
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 3 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i3.5759

Abstract

Acute respiratory infection (ARI) has become a common disease that we often encounter in society, especially in children under five and is still a major health problem in Indonesia. The irrational use of antibiotics causes many problems that arise and is a global threat to public health, especially in bacterial resistance to antibiotics. This study aims to determine the rationality of using antibiotics which includes the right indication, the right drug, the right patient and the right dose based on the Pharmaceutical care guidelines, 2005 and to find out the rationality of using antibiotics using the Gyssens method compared to the PMK guidelines, 2021 and DIH, 2019.The research method used is descriptive method and data collected retrospectively. The population of this study was all outpatient data with a diagnosis of acute respiratory infection at Dr. Moewardi Surakarta in 2022. The sample for this study was all medical record data of ARI patients during January - December 2022 adjusted for inclusion criteria.The results of the rationality of the use of antibiotics obtained the right indication (51%), the right dose (35%), the right drug (51%), and the right patient (100%) and the results of the rationality of using antibiotics using the Gyssens method showed the results for category 0 (32%) , category IIa (4%), category IIb (3%) and category V (61%).Keywords -- Antibiotics, Acute Respiratory Infections, Gyssens Method, Rationality
Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Sawo (Manilkara zapota L.) Terhadap Escherichia coli Metode Difusi susi endrawati; nunik indrawati; anom parmadi; sri rejeki
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i1.4316

Abstract

Abstrak: Tanaman sawo merupakan tanaman buah yang berasal dari Guatemala (Amerika Tengah) Meksiko, dan Hindia Barat. Tanaman ini sudah menyebar keberbagai benua salah satunya Asia, yaitu Indonesia. Salah satu bagian dari tanaman sawo yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat adalah buah nya. Buah sawo muda mengandung tanin dan flavonoid yang dapat berfungsi sebagai antibakteri.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol buah sawo efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dengan metode difusi pada konsentrasi tertentu. Penelitian bersifat eksperimental dengan  membuat sumuran pada media yang sudah diinokulasi bakteri Escherichia coli  selebar 9mm  dan di isi dengan ekstrak etanol buah sawo dengan konsentrasi 12,5%; 25%; 50%, kontrol positif kloramfenikol 250 mg, kontrol negatif DMSO 10% sebanyak 250 µg. Zona hambat yang terbentuk di ukur menggunakan jangka sorong. Hasil perhitugan zona hambat di analisis menggunakan uji One Way Annova dengan taraf signifikansi 0,05. Ekstrak etanol buah sawo dapat menghambat pertumbuha bakteri pada konsentrasi 12,5% dengan  rerata hambatan sebesar 3,67 mm; konsentrasi 25% mengahambat dengan rerata 5,33 mm;  konsentrasi 50% menghambat dengan rerata diamter 8,3 mm; kloramfenikol memberi hambatan dengan rerata diameter   29 mm; sedangkan DMSO tidak memeberi hambatan pada pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Ekstrak etanol buah sawo dapat menghambat bakteri Escherichia coli  pada semua konsentrasi. Abstract: Sapodilla is a fruit plant originating from Guatemala (Central America) Mexico and the West Indies. This plant has spread to various continents, one of which is Asia, namely Indonesia. One part of the sapodilla plant that can be used as a medicinal ingredient its fruit. Sapodilla fruit contains tannins and flavonoids which can function as antibacterial. This study aims to determine whether the ethanol extract of sapodilla fruit is effective in inhibiting the growth of Escherichia coli by diffusion method at  certain concentration. The research was experimental by making  well on media that had been inoculated with Escherichia coli bacteria as wide as 9mm and filled with ethanol extract of sapodilla fruit with  concentration of 12.5%; 25%; 50%, positive control 250 mg chloramphenicol, 10% DMSO negative control as much as 250 µg. The zone of inhibition that is formed is measured using a caliper. The results of the inhibition zone calculation were analyzed using the One Way Annova test with a significance level of 0.05. ethanol extract of sapodilla fruit can inhibit bacterial growth at a concentration of 12.5% with average resistance of 3,67 mm; 25% concentration inhibited with a mean of 5.33 mm; 50% inhibited concentration with a mean diameter of 8.33 mm; chloramphenicol gave resistance with  mean diameter of 29 mm; while DMSO did not inhibit the growth of Escherichia coli bacteria. Sapodilla fruit ethanol extract can inhibit Escherichia coli bacteria at all concentrations
Pengaruh Suplementasi Seng Sulfat 40 mg/hr Selama 12 Minggu terhadap Kadar Sitokin proinflamasi TNF-α, IL-1β dan IL-6 Pada Penderita Kusta Multi Basiler Joko Kurnianto; Hertanto WS; Prasetyowati Prasetyowati; Suharyo HS
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 1 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v8i1.1293

Abstract

The role of zinc as an anti-oxidant and anti-inflammatory has been widely proven, this substance is relatively inexpensive and easily available to the public. Serum zinc levels of leprosy patients and patients with leprosy reactions are lower compared to healthy people, and proinflammatory cytokines including TNF-α, IL-1β and IL-6 play a role in the mechanism of leprosy reactions. Research on the effect of zinc supplementation on leprosy sufferers who have not experienced a reaction has not been done. Objective: To analyze the effect of 40 mg / day dose of zinc sulphate supplementation for 12 weeks on the levels of proinflammatory cytokines and the incidence of reactions in type MB leprosy patients. An experimental study with a randomized control group pre and post test design approach, the subjects of this study were MB patients with 121 patients who did not experience a leprosy reaction, the sample was taken randomly as many as 31 patients as a supplementation group (treatment), and 31 patients as Control group. BMI measurements, food intake by re-call method, Hb level using Hematology Analyzer, serum zinc levels using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) method, TNF-α, IFN-γ, and IL-1β levels used the ELISA method. Data analysis using chi-square correlation statistical test and mean (mean) test. Zinc sulfate supplementation dose of 40 mg / day for 12 weeks in type MB leprosy patients was able to maintain a decrease in zinc levels of 1.22 pg / dL higher than leprosy patients who did not receive zinc supplementation, reduce levels of IL-1β (p: 0.032 ) However, statistically there is insufficient evidence to reduce levels of TNF-α (p: 0.063) and IL-6 (p: 0.389) and risk factors. Food intake is associated with the incidence of leprosy reactions (p 0.05).Keywords:Supplementation, cytokines, leprosy type MB.Conclusion: The most recent findings in this study were 40 mg / day supplementation of zinc sulfate for 12 weeks in MB type leprosy patients able to maintain a decrease in serum zinc levels, reduce IL-1β levels, and risk factors. Food intake correlated with the incidence of leprosy reactions
PENGARUH EKSTRAK DAUN JOMBANG ( Sonchus asper. L Hil) DENGAN METODE SOXHLETASI TERHADAP JUMLAH TROMBOSIT PADA KELINCI JANTAN (Oryctolagus cuniculus) Purgiyanti Purgiyanti
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 2 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v1i2.144

Abstract

Demam berdarah atau sering disebut Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue, sampai saat ini. Daya infeksi virus dengue lewat perantara nyamuk Aedes aegepty luar biasa cepat, dengan gejala-gejala sulit terdeteksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada jam ke-6 jumlah trombosit mengalami penurunan yang berarti ekstrak daun jombang hanya bekerja efektif sampai sampai jam ke-3. Hal ini dimungkinkan karena terlalu rendahnya konsentrasi ekstrak yang digunakan.Kata Kunci: Demam berdarah, aedes aegepty, ekstrak daun jombang
PENGARUH LAMA PENGGUNAAN NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA TERHADAP NILAI RETENSI PASIEN DI RUMAH SAKIT JIWA MENUR SURABAYA Arifani Siswidiasari; Charliandri S Wahab; Oktaviarika Dewi H
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i2.4971

Abstract

Narkotika adalah zat yang dapat menyebabkan perubahan kesadaran dan pengaruh psikoaktif sementara psikotropika adalah zat yang dapat mengubah perasaan, pikiran atau tingkah laku seseorang. Narkotika dan psikotropika merupakan dua jenis zat yang dapat mengubah perasaan, pikiran atau tingkah laku seseorang. Perbedaan utama dari keduanya adalah dalam penggunaan dan potensi bahayanya. Salah satu terapi pengganti untuk mencegah intoksikasi dan gejala putus obat adalah terapi rumatan metadon untuk mengendalikan ketergantungan dan upaya pengurangan dampak buruk penularan HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penggunaan narkotika dan psikotropika terhadap nilai retensi pasien di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif yaitu mengambil data rekam medis pasien yang mengikuti terapi rumatan metadon yang dipilih secara consecutive sampling. Data yang diperoleh sebanyak 41pasien. Hasil data demografi menunjukkan jenis kelamin terbanyak laki-laki 39 orang (95,10%), usia 26-35 tahun 25 orang (61,00%), tingkat pendidikan SMA 34 orang (82,90%), pekerjaan semua pasien bekerja 41 orang (100%), status perkawinan belum menikah 31 orang (75,60%), riwayat kriminal semua pasien tidak ada riwayat kriminal 41 orang (100%). Riwayat penggunaan narkotika terbanyak adalah opioid selama 11-15 tahun 22 orang (53,70%) dan psikotropika adalah benzodiazepin selama 11-15 tahun 12 orang (29,30%). Nilai retensi pasien terbanyak adalah ≥ 365 hari 26 orang (63,40%). Pengaruh lama penggunaan narkotika dan psikotropika terhadap nilai retensi, menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan opioid dengan nilai retensi p = 0,030 odds ratios (OR) = 3,193. 
Formulasi dan Evaluasi Gel Ekstrak Buah Okra (Abelmoschus esculentus L.Moench) Menggunakan Gelling Agent Carbophol Pra Panca Bayu Chandra
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 3 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v11i3.3985

Abstract

Buah okra mengandung senyawa kimia yang terdiri dari hyperin, flavonoid glikosida, kumarin skopoletin, uridine, tannin, saponin, triterpenoid, steroid, alkaloid dan karbohidrat. Pengembangan dilakukan dengan membuat formulasi gel ekstrak buah okra dengan formula carbophol, trietanolamin, propilenglikol, fenoksietanol dan akuades. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan gel ekstrak buah okra dengan variasi konsentrasi carbophol sebagai gelling agent serta evaluasi gel terhadap formula gel ekstrak buah okra. Konsentrasi  ekstrak pada 3 formula gel yaitu konsentrasi ekstrak  6% untuk F1, F2, F3 (Carbophol 1%, 2%, 1,5%) dan konsentrasi ekstrak  12% untuk F4, F5, F6 (Carbophol 1,2%, 2%, 1,5%). Formula gel ekstrak dievaluasi berdasarkan pengamatan organoleptis, homogenitas, daya sebar, viskositas, daya lekat dan pH. Data Uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, daya lekat dan pH dilakukan secara deskriptif serta data uji viskositas dilakukan menggunakan metode analisis Kruskal-Wallis. Hasil pengujian evaluasi sediaan gel memiliki warna hijau tua, bau khas dan konsistensi kental, lebih padat dan padat, homogen, serta daya sebar, daya lekat dan pH memenuhi syarat, tidak terdapat perbedaan viskositas yang signifikan antara F1 dengan konsentrasi 6% dengan F4 dengan konsentrasi 12%. Formula terbaik pada konsentrasi 6% adalah F1 dengan carbophol 1% serta pada konsentrasi 12% adalah F4 dengan carbophol 1,2%.
Penetapan Kadar Fenolik Total dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit pada Berbagai Fraksi Denia Pratiwi
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v11i1.3030

Abstract

Kunyit memiliki warna kuning yang disebabkan oleh adanya 3 pigmen utama yaitu kurkumin, demetoksikurkumin, bisdemetoksikurkumin. Senyawa kurkumin diketahui mempunyai aktivitas antioksidan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa dan melihat korelasi aktivitas antioksidan dari tiap fraksi empulur rimpang kunyit dengan dua perlakuan menggunakan metode DPPH (α,α-diphenyl-β-picrylhydrazyl) dan penetapan kadar total fenolik. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 2 faktor perlakuan yaitu pengaruh perlakuan sampel (blanching dan non blanching)  dan pengaruh pelarut pada berbagai fraksi. Fraksi didapatkan dengan cara fraksinasi bertingkat yang dimulai dengan proses defatting menggunakan n-heksan sebelum diekstraksi, kemudian dimaserasi menggunakan etanol 96% dan dilanjutkan dengan fraksinasi bertingkat (cair-cair) menggunakan pelarut etil asetat dan aseton sehingga diperoleh fraksi air, etil asetat dan aseton. Kadar total fenol diukur menggunakan metode Follin-ciocalteu dan aktivitas antioksidan diukur menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses blanching dapat meningkatkan kadar fenol total dan aktivitas antioksidan. Kadar fenol total terbesar didapatkan pada ekstrak etanol empulur rimpang kunyit yang di blanching sebesar 1,7161 mg GAE/g ekstrak dan aktivitas antioksidan terbesar terdapat pada fraksi etil asetat sampel yang di blanching dengan nilai IC50 15,93 µg/ml. Berdasarkan hasil analisis statistik didapatkan korelasi yang lemah antara kadar fenolik total dengan aktivitas antioksidan.
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK DAUN KALE DALAM SEDIAAN KRIM TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, STABILITAS FISIK, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN HEDONIK ulva faujiarti; liandhajani liandhajani
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v11i1.2959

Abstract

Kale leaf (Brassica oleracea var. acephala) is a type of leaf vegetable plant from thefamily Brassicaceae which has a high secondary metabolite content, one of which is rich in anthocyanin pigments which have antioxidant properties which are provided in the form of cream. The most commonly used cosmetic preparations for skin care are cream dosage forms because the cream is easy to spread evenly on the skin and is not sticky. This study aims to determine the effect of the concentration of kale leaf extract (Brassica oleracea var. acephala) on physical characteristics, physical stability, antioxidant and hedonic activity. The research stages include macerating kale leaves with 70% ethanol, then making cream with variations in concentrations of 0.5%, 1.0% and 1.5%, then physical characteristics testing includes organoleptic tests, homogeneity tests, pH tests, viscosity tests, and spreadability test. Physical stability testing using themethod cycling test, antioxidant activity testing using the DPPH method and hedonic testing using a questionnaire. Analysis of the data for physical characteristics, antioxidant activity using linear regression and descriptive hedonic and physical stability using SPSS 25. The results of the physical characteristics of kale leaf cream showed that the greater the concentration of extract in the preparation, there was an increase in pH and viscosity tests, while the spreadability test occurred. decline. The physical stability of the cream with extract concentrations of 0.5%, 1.0% and 1.5% showed a significant value because of the effect of different concentrations of kale leaf extract on pH, spreadability and viscosity. In testing the antioxidant activity of cream preparations of 70% ethanol extract of kale leaves, the greater the concentration of kale leaf extract, the greater the antioxidant activity. In hedonic, the respondents preferred the most, namely the fourth formula with an extract concentration of 1.0%.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 2 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 1 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 3 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 3 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 3 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 2 (2020): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2020): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 1 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 1 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 2 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 1 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 2 (2016): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 1 (2016): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 2 (2015): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 1 (2015): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 2 (2014): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 1 (2014): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 4 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 3 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 2 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 1 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi More Issue