cover
Contact Name
Muladi Putra Mahardika
Contact Email
muladimahardika@yahoo.com
Phone
+6285327061300
Journal Mail Official
parapemikir@poltektegal.ac.id
Editorial Address
Jalan Mataram No 9 Kota Tegal
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Parapemikir Jurnal Ilmiah Farmasi
ISSN : 20895313     EISSN : 25495062     DOI : 10.30591
Core Subject : Health, Science,
Parapemikir journals based on the results of research in the field of Pharmacy science and community covering Social Behavior and Pharmacy Administration including Pharmacy, Biopharmaceuticals, Drug Submission Systems, Physical Pharmacy, Pharmaceutical Technology, Microbiology and Biotechnology Pharmacy, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Chemistry , Pharmaceutical Chemistry, Biological Pharmacy, Community and Clinical Pharmacy, Pharmaceutical Marketing, Alternative Medicine, Pharmacy Management, Farmakoekonomi, Farmakoepidemiology, Social Pharmacy, Pharmacy Policy.
Articles 343 Documents
UJI ANGKA LEMPENG TOTAL dan ANGKA KAPANG KHAMIR EKSTRAK BUAH OKRA (Abelmoschus esculentus L.) Chandra, Pra Panca Bayu
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i2.6643

Abstract

Okra fruit is an excellent plant used as a raw material for traditional medicine. Okra fruit as a raw material for medicine must go through a quality parameter testing process to make it safe to use. One of the extract quality parameters is the Total Plate Number (ALT) and Yeast Mold Number (AKK). This study aims to evaluate the suitability of microbial contamination and yeast mold in 70% ethanol extract of okra fruit against applicable regulations. Extraction of okra fruit by maceration method with 70% ethanol solvent for 5 days with a ratio of 1:10. The results obtained from 70% ethanol extract of okra fruit have organoleptic characteristics of thick, blackish brown color, typical okra odor and sour bitter taste. typical. The ALT and AKK values in the 70% ethanol extract of okra fruit are 0, fulfilling the safety and quality requirements for traditional medicines.
UJI ANTIBAKTERI SABUN ANTISEPTIK KOMBINASI EKSTRAK KULIT JERUK PERAS DAN KULIT NANAS MADU TERHADAP Staphylococus aureus tivani, inur
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i1.6284

Abstract

Akibat dari pemakaian sabun yang berlebihan dengan bahan kimia tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan akan iritasi tangan. Alternatif lain yaitu perlu dilakukan pembuatan antiseptik dari bahan alam yang ramah lingkungan serta aman untuk tangan. Tujuan dari Penelitian ini yaitu untuk mengetahui pada formula berapa uji antibakteri sabun antiseptik dari ekstrak kulit jeruk peras dan kulit nanas madu paling efektif dalam penghambatan terhadap bakteri Staphylococus aureus. Pengambilan data dalam pnelitian ini di Laboratorium Mikrobiologi Diploma III Farmasi Politeknik Harapan Bersama. Ekstrak kulit buah jeruk peras dan kulit buah nanas madu di ekstraksi menggunakan metode maserasi. Sabun antiseptic dibuat dengan 3 formula dengan pembeda kombinasi kulit jeruk peras dan kulit nanas madu yaitu untuk formula I (1:3), formula 2 (1:1), formula 3 (3:1).Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran. Semakin besar diameter daerah hambat maka paling efektif dalam penghambatan terhadap S.aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula satu sabun antiseptik kombinasi ekstrak kulit jeruk peras dan kulit buah nanas madu dengan perbandingan (1:3) paling baik dalam penghambatan terhadap bakteri S. aureus dengan diameter hambat 29.06 mm
UJI SPF (Sun Protaction Factor) KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) SECARA IN VITRO DAN IN VIVO PADA KULIT PUNGGUNG KELINCI Sasangka, Nur Anggreini Dwi; Amin, Farizal Azizi; nopiyanti, vivin
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i1.5625

Abstract

The harmful effects caused by solar UV radiation cause sunburn. Using sunscreen is one way to protect the skin from the harmful effects of UV rays. Binahong leaves (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) have alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, steroids, and terpenoids which are helpful as sunscreens. This study aims to determine whether the extract and cream formula of binahong leaves has the potential as sunscreen in vitro and in vivo and the SPF, Tp(%), Te(%), and MED values. Binahong leaf extract was macerated with 96% ethanol. The SPF test uses a UV-VIS spectrophotometer with a 290-320 nm wavelength. Results were analyzed using ANOVA. They made sunscreen using various concentrations of binahong leaf ethanol extract 0.85, 0.95, and 1%. Sunscreen was tested in vitro and in vivo on rabbit test animals. The in vitro test results of the binahong leaf extract yield an SPF value of 45.7 ± 1.76 (ultra protection), Tp (%) of 10.39 ± 1.14 (fast tanning), and Te (%) of 15.49 ±1.74 (sunblock), in vivo, the extract has a MED value of 0 and FIII (1%) cream of binahong leaf extract is the best preparation because it has physical quality that meets the requirements, with an SPF value of 43.8 ± 1.88 (ultra protection), Te (%) was 18.96 ± 1.04, and Tp (%) was 28.00 ± 1.65, in vivo the extract had a MED value of 0. 
TOKSISITAS AKUT EKSTRAK DAUN Moringa oleifera, PEMERIKSAAN MAKROSKOPIK dan MIKROSKOPIK ORGAN LIVER TIKUS PUTIH Ayuwardani, Novi; Kussumaningrum, Ayu Dwi
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i2.6129

Abstract

Daun Moringa oleifera (MO) merupakan tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Uji fitokimia menunjukkan bahwa daun kelor memiliki beberapa kandungan senyawa aktif diantaranya adalah alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, steroid dan fenol. Untuk mengetahui tingkat keamanan daun kelor, dilakukan uji toksisitas akut, pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik organ liver. Penelitian ini merupakan eksperimental dengan 4 kelompok perlakuan, yakni kontrol negatif (Na-Cmc 1%), ekstrak daun MO 1600mg/kgBB, 1800mg/kgBB dan 2000mg/kgBB. Hewan coba yang digunakan adalah tikus putih (Rattus norvergicus) jantan dewasa berjumlah 24 ekor. Parameter yang diamati meliputi berat badan tikus, gejala toksisitas, kematian hewan coba, berat relatif organ liver, pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik organ liver. Selanjutnya data dianalisis dengan One Way Anova. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan yang siginifikan  pada perubahan berat badan tikus pada semua kelompok selama 14 hari (p0.05). Gejala toksisitas muncul pada semua kelompok dosis ekstrak daun MO, semakin tinggi dosis maka gejala toksisitas yang muncul semakin banyak dan tidak terjadi kematian pada seluruh kelompok dosis ekstrak daun MO. Hasil perhitungan berat relatif organ liver kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan tidak ada perbedaan secara signifikan (p0.05). Pemeriksaan makroskopik organ liver tidak terjadi perbedaan pada seluruh kelompok dosis. Sedangkan pemeriksaan mikroskopik terdapat  penurunan jumlah sel normal pada kelompok perlakuan dosis. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin besar dosis ekstrak daun MO menunjukkan gejala toksisitas dan penurunan jumlah sel normal organ liver tanpa adanya kematian pada hewan tikus putih.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans setiyanto, Riyan
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i1.5942

Abstract

Biji pepaya (carica papaya) sering digunakan dalam pengobatan tradisional oleh masyarakat, namun pemanfaatannya untuk mengobati caries gigi masih bersifat tradisional sehingga perlu dilakukan pengujian secara ilmiah menggunakan bakteri Streptococcus mutans. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya antibakteri ekstrak etanol biji pepaya (Carica papaya) terhadap bakteri Streptococcus mutans. Pembuatan ekstrak biji pepaya (Carica papaya) menggunakan metode maserasi dengan menggunakan pelarut  etanol 70%. Ekstrak yang diujikan dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak 3%, 5%, dan 10 %. Hasil setiap konsentrasi menunjukkan rata-rata daya hambat yang berbeda yaitu pada konsentrasi 3% dengan daya hambat 7,5 mm, 5% dengan daya hambat 10,2 mm, dan 10% dengan daya hambat 11,3 mm. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% mempunyai aktivitas antibakteri dan semakin besar konsentrasi ekstrak semakin besar diameter daya hambat yang dihasilkan. 
UJI AKTIVITAS ANALGETIK EKSTRAK ETANOL DAUN RAMANIA (BOUEA MACROPHYLLA GRIFFTH) TERHADAP MENCIT PUTIH (MUS MUSCULUS) DENGAN METODE WRITHING TEST Familia, Diah
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i1.5756

Abstract

Nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak nyaman disebabkan cedera jaringan atau kerusakan jaringan. Daun ramania adalah salah satu tanaman yang digunakan sebagai pengobatan tradisional yang secara empiris pengunaan daun ramania dalam masyarakat untuk mengobati sakit kepala. Metabolit sekunder yang terkandung dalam daun ramania seperti flavonoid, alkaloid, tannin, steroid dan saponin diketahui dapat mengurangi rasa nyeri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas analgetik ekstrak etanol daun ramania dan mengetahui dosis efektif untuk mengurangi rasa nyeri. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode true experimental dengan rancangan post-test with control group design menggunakan mencit 24 ekor dengan 6 kelompok perlakuan yaitu, kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (ibuprofen 52 mg/kgBB), kelompok uji ekstrak etanol daun ramania (dosis 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB, 300 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB). Hasil penelitian dari analisis One Way Anova dan Uji lanjut LSD, menunjukan bahwa pemberian ekstrak etanol daun ramania dapat meningkatkan persen daya proteksi. Ekstrak etanol daun ramania dosis 300mg/kgBB dan 400 mg/kgBB memiliki aktivitas analgetik namun tidak sebanding dengan kontrol positif.
FORMULASI dan UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor linn) SEBAGAI SEDIAAN GUMMY CANDY Kurniawan, Kurniawan; Prasetia, Dien Aji; Suciati, Anugerah
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i2.6718

Abstract

Daun Radikal bebas merupakan gugus atom yang memiliki satu atau lebih elektron tidak berpasangan. Antioksidan dapat menstabilkan radikal bebas dengan melengkapi kurangnya elektron dan menghambat reaksi berantai. Antioksidan sebagai penyumbang radikal hidrogen dan bertindak sebagai akseptor radikal bebas sehingga bisa menunda tahapan pembentukan radikal bebas pada tubuh. Salah satu alternatif sumber antioksidan yaitu antosianin yang terdapat dari bayam merah (Amaranthus tricolor Linn). Ekstrak bayam merah dibuat sediaan gummy candy agar mempermudah anak-anak dalam mengonsumsi sayuran dengan rasa, bentuk warna dan aroma lebih menarik. Tujuan penelitian ini untuk membuat sediaan gummy candy kemudian mengetahui kandungan antioksidan dalam sediaan gummy candy. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan tiga formula sediaan gummy candy pada konsentrasi ekstrak berbeda yaitu F1(5%), F2(10%), F3(15%). Kontrol positif yang digunakan untuk melihat nilai antioksidan dari sediaan yaitu asam askorbat. Proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Evaluasi karakteristik sediaan meliputi uji organoleptik, pH, kadar air, dan antioksidan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian ini menunjukkan semua formula memenuhi karakteristik dari uji organoleptik dan dengan nilai pH (3,5-3,8). Kadar air formula 1 dan 2 memenuhi standar SNI namun formula 3 melebihi standar SNI dengan presentase (21,27. Kadar antioksidan semua formula digolongkan sangat aktif. Berdasarkan hasil penelitian sediaan disimpulkan bahwa gummy candy ekstrak bayam merah memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat untuk menangkal radikal bebas dan karakteristik sediaan memenuhi standar SNI, dengan formulasi terbaik sediaan yaitu formula 1 dengan nilai IC50 4,45 ppm.
IDENTIFIKASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK TERPURIFIKASI DAUN BELUNTAS (Pluchea indica (L.)) MENGGUNAKAN KLT DENGAN PERBEDAAN ELUEN Sari, Fita
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i2.6209

Abstract

Indonesia merupaka negara terbesar ketujuh dengan jumlah spesies mencapai 20.000, di mana 40% di antaranya adalah tumbuhan endemik atau berasal dari Indonesia. Beluntas (Pluchea indica (L.)). merupakan tanaman yang umum tumbuh di sekitar pekarangan rumah dan mudah ditanam. Tanaman ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional yang dikonsumsi dalam bentuk lalapan atau rebusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi senyawa metabolit sekunder ekstrak terpurifikasi daun beluntas dengan KLT menggunakan perbedaan eluen. Proses ekstraksi menggunakan etanol 70% dan metode maserasi selama 3x24 jam. Purifikasi ekstrak dilakukan menggunakan pelarut nonpolar n-heksan untuk menghilangkan senyawa metabolit sekunder yang tidak diinginkan. Hasil identifikasi sekunder ekstrak etanol dan ekstrak terpurifikasi daun beluntas menggunakan beberapa jenis pelarut, ditemukan bahwa ketepatan antara Rf ETDB dan kuersetin menggunakan campuran eluen yang terdiri dari toluen:etil asetat (7:3) adalah sebesar 0,87.   
TES IRITASI ROLL ON AROMATERAPI MINYAK ATSIRI KULIT JERUK KASTURI (Citrus microcarpa Bunge) Rasyadi, Yahdian
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i2.6703

Abstract

Minyak atsiri terkandung didalam kulit jeruk kasturi (Citrus microcarpa Bunge) dapat dimanfaatkan sebagai aromaterapi. Aromaterapi adalah salah satu terapi yang menggunakan minyak atsiri beraroma untuk pengobatan. Minyak atsiri dapat memberikan efek antigatal atau antirematik. serta dapat juga bersifat sensitisasi, seperti iritasi. Pengamatan iritasi perlu dilakukan melihat keamanan penggunaan sediaan dan tidak mengakibatkan resiko iritasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati apakah sediaan roll on aromaterapi kulit jeruk kasturi (Citrus microcarpa Bunge) menimbulkan iritasi terhadap kelinci putih jantan. Pengamatan iritasi dilakukan dengan metode draize untuk mengamati timbulnya eritema dan edema selama 24, 48 dan 72 jam serta dihitung nilai derajat iritasi. Hasil yang didapat memperlihatkan bahwa sediaan roll on F0, F1, F2, dan F3 (10%) yang mmasing-masing mengandung minyak atsiri kulit jeruk kasturi 0%, 4%, 6%, 10% seluruhnya memberikan skor derajat iritasi 0 (tidak mengiritasi). Dapat disimpulkan bahwa formula roll aromaterapi F0, F1, F2, dan F3 tidak mengakibatkan reaksi iritasi pada kulit.
PENGARUH PERBEDAAN METODE EKSTRAKSI TERHADAP KADAR FENOL TOTAL DAN NILAI IC50 EKSTRAK AKAR BAJAKAH KALALAWIT Febriyanti, Rizki Rizki Febriyanti
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i1.6526

Abstract

Bajakah adalah salah satu tumbuhan khas Kalimantan Tengah. Salah satu jenis bajakah yang ada yaitu jenis Kalawalit. Pada penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa bajakah kalawalit memiliki kandungan phenol dan antibakteri. Selain itu belum banyak penelitian lain terkait akar bajakah kalawalit yang diujikan terhadap aktivitas antioksidan. Sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kadar fenol total dan nilai IC50 pada ekstrak akar bajakah yang diektraksi dengan metode yang berbeda.Metode ekstraksi yang digunakan pada penelitian ini adalah metode infundasi, refluks dan masserasi. Uji kualitatif menggunakan uji warna, uji kuantitatif penetapan kadar total fenol dilakukan dengan menggunakan reagen Folin-Ciocalteau dan penentuan IC50 menggunakan metode DPPH dengan spektofotometri UV-Vis.Hasil penelitian menunjukan bahwa akar bajakah kalalawit yang diekstraksi dengan metode infundasi menghasilkan kadar fenol sebesar 10,89%, metode refluks menghasilkan 49,19% dan dengan metode maserasi menghasilkan kadar 28,89%. Sedang untuk nilai IC50 akar bajakah kalalawit memiliki aktivitas antioksidan dengan kekuatan yang aktif, dimana yang diekstraksi dengan metode infundasi menghasilkan IC50 60,47 µg/mL, dengan metode refluks menghasilkan IC50 52,81 µg/mL dan dengan metode maserasi menghasilkan IC50 56,74 µg/mL.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 2 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 1 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 3 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 3 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 3 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 2 (2020): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2020): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 1 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 1 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 2 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 1 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 2 (2016): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 1 (2016): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 2 (2015): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 1 (2015): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 2 (2014): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 1 (2014): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 4 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 3 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 2 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 1 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi More Issue