cover
Contact Name
MUHAMAD ARIFIN
Contact Email
liberosisjurnalpsikologi@gmail.com
Phone
+281238233442
Journal Mail Official
liberosisjurnalpsikologi@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.warunayama.org/index.php/tashdiq/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30308917     DOI : -
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah adalah jurnal yang terbit 3 kali setahun pada bulan Maret, Juli, dan November. Jurnal ini merupakan jurnal kajian ilmu agama, tidak hanya mengacu pada satu agama saja, ada 6 agama yang diakui di Indonesia bisa diterima pada jurnal ini. Selain itu jurnal ini juga membahas tentang pengajaran dalam ilmu agama khususnya yang ada di Indonesia. Isu-isu mutakhir yang berkaitan dengan agama dan multikultur budaya juga dibahas dalam jurnal ini. Kami mengundang bagi para akademisi dan praktisi untuk menulis di jurnal ini guna menambah khasanah pengetahuan terutama yang berkaitan dengan ilmu agama dan dakwah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 446 Documents
ANALISIS PEMELIHARAAN SHOLAT DALAM SURAH AL-MA'ARIJ AYAT 34-35. Ariyandi, M. Hafiz; Harji Al Farabi
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 4 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v10i4.10201

Abstract

Sholat, sebagai ibadah utama dalam Islam, memiliki peran sentral dalam membentuk karakter seorang Muslim dan menjaga hubungannya dengan Allah. Dalam Surah Al-Ma'arij ayat 34-35, Allah menegaskan pentingnya memelihara sholat sebagai salah satu ciri orang beriman yang akan mendapatkan ganjaran berupa surga Firdaus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna pemeliharaan sholat dalam konteks ayat ini serta relevansinya dengan kehidupan sehari-hari seorang Muslim. Berdasarkan analisis tafsir dan pemahaman konteks ayat, artikel ini menggali pemahaman mendalam tentang bagaimana sholat tidak hanya dipandang sebagai kewajiban ritual, tetapi sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan ketakwaan, dan memperoleh kebahagiaan sejati baik di dunia maupun di akhirat. Penelitian ini juga menyoroti hubungan antara pemeliharaan sholat dengan kesuksesan spiritual dan keberkahan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan sholat yang konsisten adalah indikator utama ketakwaan seorang Muslim dan menjadi kunci untuk mencapai tujuan hidup yang lebih tinggi, yakni kebahagiaan abadi di surga.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI GENERASI MUDA Putra, Afredo Ainun; Akbar, Muhammad Rikki; Taufikurrahman
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 4 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v10i4.10221

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisa pengaruh sosial media terhadap pendidikan agama Islam bagi generasi muda. Sosial media sebagai salah satu sarana informasi dan komunikasi telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, memberikan dampak yang signifikan terhadap aspek kehidupan, termasuk pendidikan agama. Generasi muda, yang merupakan pengguna aktif media sosial, dapat terpengaruh baik secara negatif maupun positif oleh konten-konten yang beredar di platform digital. Penelitian ini mengkaji bagaimana media sosial mempengaruhi pemahaman, praktik, dan penerapan ajaran Islam di kalangan generasi muda. Metode yang dipakai untuk penelitian ini adalah kajian literatur terhadap pengguna media sosial yang terdiri dari siswa dan mahasiswa. Hasil penelitinan menunjukkan bahwa sosial media bisa menjadi alat yang efisien dan efektif untuk menyebarkan ajaran Islam secara lebih luas, dengan menyediakan ruang untuk diskusi keagamaan, memperkenalkan berbagai materi dakwah, serta membangun kesadaran spiritual.
PERAN LEMBAGA MUALAF CENTER MEDAN PEDULI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KEISLAMAN MUALAF DI WILAYAH SUMATERA UTARA Dinda, Dinda; Ansori Hasibuan, Wildan; Al-Azizi, Osama; Septianto, Cahyo
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v10i4.10335

Abstract

Lembaga Mualaf Center Medan Peduli memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas keislaman bagi mualaf di wilayah Sumatera Utara. Sebagai salah satu lembaga yang fokus pada pendampingan dan pembinaan spiritual bagi individu yang baru memeluk agama Islam, Mualaf Center Medan Peduli menyediakan berbagai program yang dirancang untuk membantu mualaf dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran yang dimainkan oleh Lembaga Mualaf Center Medan Peduli dalam proses pembinaan keislaman mualaf, serta dampaknya terhadap peningkatan kualitas spiritual dan sosial mereka di wilayah Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen terkait program pembinaan yang diselenggarakan oleh lembaga tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mualaf Center Medan Peduli memainkan peran penting dalam memberikan pendidikan agama Islam, menyediakan pendampingan sosial, serta menciptakan lingkungan yang mendukung bagi mualaf untuk mengembangkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam. Selain itu, lembaga ini juga berkontribusi dalam memperkuat jaringan sosial antara mualaf dengan komunitas Muslim di sekitarnya, sehingga meningkatkan rasa solidaritas dan rasa aman dalam proses integrasi mereka ke dalam masyarakat Muslim yang lebih luas. Dampak positif dari program-program yang dilaksanakan oleh Mualaf Center Medan Peduli terlihat dalam peningkatan pemahaman agama, peningkatan kualitas ibadah, serta perkembangan sosial mualaf yang lebih baik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai pentingnya peran lembaga-lembaga seperti Mualaf Center dalam mendukung keberhasilan proses keislaman mualaf di wilayah Sumatera Utara. Kata Kunci: Mualaf, Pembinaan Keislaman, Mualaf Center Medan Peduli, Dakwah, Sumatera Utara.
KITAB SUNAN IBNU MAJAH DISUSUN OLEH IBNU MAJAH (209-273 H), BERISI BERBAGAI TOPIK HADITS TERMASUK HUKUM Yudha Tama, Rifqi Dwi; Robi sabuki
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v11i1.10366

Abstract

Sunan Ibnu Majah merupakan salah satu kitab hadis yang signifikan dalam keilmuan Islam, memberikan kontribusi unik terhadap fikih klasik dan kontemporer. Penelitian ini menganalisis sistematika kitab, mengevaluasi validitas sanad (rantai periwayatan) dan matan (isi hadis), serta mengeksplorasi relevansinya terhadap tantangan hukum dan etika modern. Dengan menggunakan analisis konten kualitatif, pendekatan historis-kritis, dan metode campuran, penelitian ini mengkategorikan hadis berdasarkan tema, seperti keadilan sosial, kesetaraan gender, dan hak minoritas, serta menilai aplikasinya dalam konteks kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sunan Ibnu Majah memuat berbagai hadis dengan tingkat keabsahan yang beragam, memperkaya diskursus Islam sekaligus menghadirkan tantangan dalam klasifikasi dan interpretasi. Penelitian ini menyoroti fleksibilitas kitab dalam menjawab isu-isu modern, khususnya dalam bidang hukum keluarga dan keadilan sosial, serta menegaskan relevansinya dalam perkembangan fikih Islam global. Penelitian ini memperkuat peran penting Sunan Ibnu Majah sebagai jembatan antara tradisi klasik dan konteks modern, sekaligus memberikan kerangka kerja yang kokoh untuk studi lanjutan tentang penerapan hadis dalam masyarakat Muslim masa kini.
Strategi Dewan Masjid Indonesia Dalam Memakmurkan Masjid Di Kota Medan Purba, Gilang Maulana; Jihan Salshabila
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v11i1.10443

Abstract

Strategi Dewan Masjid Indonesia (DMI) dalam memakmurkan masjid di Kota Medan bertujuan untuk menjadikan masjid sebagai pusat spiritual, sosial, pendidikan, dan ekonomi umat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif Deskripstif. Program-program unggulan yang dilaksanakan meliputi penguatan kegiatan keagamaan, modernisasi manajemen masjid, pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, dan pengembangan fasilitas modern. DMI juga memprioritaskan keterlibatan generasi muda melalui program kreatif serta meningkatkan peran sosial masjid dengan menjalin kemitraan dengan berbagai pihak. Dengan pendekatan partisipatif dan integratif, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat yang relevan dengan kebutuhan zaman. Strategi ini diharapkan mampu menciptakan masjid sebagai pusat peradaban Islam yang dinamis, inklusif, dan berdaya guna bagi masyarakat di Kota Medan. Kata Kunci : Strategi, Dewan Masjid Indonesia, Kota Medan
GRIYA KONGCO DWIPAYANA : AKULTURASI TRADISI TIONGHOA DAN BALI DI KOTA DENPASAR Amanda, Cintiya
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v11i1.10530

Abstract

Griya Kongco Dwipayana di Kota Denpasar merupakan tempat ibadah penganut agama Konghucu dan Tri Dharma yang mencerminkan akulturasi budaya tradisi Tionghoa dan Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses akulturasi budaya di Griya Kongco Dwipayana khususnya pada aspek arsitektur, ritual keagamaan, dan interaksi sosial, serta implikasinya terhadap masyarakat sekitar. Pendekatan kualitatif dengan metode etnografi diterapkan, pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa akulturasi budaya tercermin dalam perpaduan arsitektur, seperti konsep Tri Mandala dari tradisi Bali yang dipadukan dengan unsur ornamen Tionghoa. Ritual keagamaan menunjukkan harmonisasi, dengan penganut Konghucu dan Hindu berbagi ruang dan mengintegrasikan unsur-unsur tradisi masing-masing. Interaksi sosial di Griya Kongco Dwipayana menunjukkan toleransi yang tinggi, didukung oleh filosofi Bali menyama braya dan prinsip harmoni budaya Tiongkok. Kata Kunci : Akulturasi, Tradisi Tionghoa, Tradisi Bali, Griya Kongco Dwipayana
ASBABUN NUZUL DALAM PERSPEKTIF TASAWUF Father, Bunayya Zean; Mustofa Dzikri Lubis; Muhammad Aliyazir; Nur Fadillah Hanum Nasution; M Ghifari Manurung
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v11i1.10552

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis asbab an-nuzul dalam perspektif tasawuf, dengan fokus pada dimensi spiritual yang terkandung dalam konteks turunnya ayat-ayat Al-Qur'an. Asbab an-nuzul tidak hanya dipahami sebagai latar belakang historis dari wahyu, tetapi juga sebagai cerminan kondisi spiritual umat manusia pada masa tersebut. Dalam tradisi tasawuf, asbab an-nuzul dipandang sebagai jembatan antara syariat dan hakikat, yang memberikan panduan tidak hanya dalam memahami hukum, tetapi juga dalam perjalanan spiritual individu menuju Allah SWT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, memanfaatkan sumber-sumber primer seperti Al-Qur'an, kitab tafsir, dan literatur tasawuf. Analisis dilakukan dengan menelusuri keterkaitan antara asbab an-nuzul dan nilai-nilai spiritual yang diajarkan dalam tasawuf. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap ayat yang memiliki konteks historis tertentu juga mengandung hikmah yang mendalam, seperti pentingnya kesabaran, keadilan sosial, dan kesadaran akan hubungan manusia dengan Tuhan. Melalui perspektif tasawuf, asbab an-nuzul memberikan wawasan yang lebih luas tentang makna spiritual Al-Qur'an, memungkinkan individu untuk tidak hanya memahami pesan-pesan ilahi secara tekstual, tetapi juga merenungkan dan mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan tentang asbab an-nuzul juga relevan bagi generasi modern dalam mengintegrasikan ajaran Al-Qur'an ke dalam praktik moral dan spiritual yang lebih mendalam.
PERSPEKTIF ISLAM TERHADAP KEPUTUSAN CHILDFREE: KAJIAN DALIL DAN DAMPAKNYA DALAM KONTEKS BUDAYA Tazkiya Asri Syam; Nasywa Nur Zhafira; Siti Nurul Latifah; Sonia Winda Khairani Rangkuti; Lailatul Husna Br. Regar
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v11i1.10578

Abstract

Fenomena childfree, yaitu keputusan untuk tidak memiliki anak, semakin mendapatkan perhatian di kalangan masyarakat modern, dengan berbagai alasan yang mendasari pilihan ini, seperti pertimbangan sosial, ekonomi, kesehatan, serta alasan pribadi lainnya. Namun, dalam konteks umat Islam, keputusan untuk tidak memiliki anak menimbulkan pertanyaan tentang kesesuaiannya dengan ajaran agama. Artikel ini bertujuan untuk menggali perspektif Islam terhadap keputusan childfree dengan menelaah dalil-dalil agama dan memeriksa dampaknya dalam konteks budaya masyarakat Muslim. Melalui kajian ini, penulis mencoba untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana ajaran agama Islam berinteraksi dengan dinamika sosial dan budaya yang berkembang, serta bagaimana pandangan masyarakat Muslim terhadap childfree bertransformasi. Secara umum, dalam Islam, pernikahan dan memiliki anak dianggap sebagai bagian dari sunnatullah (ketentuan Tuhan) yang mendukung kelangsungan umat manusia. Al-Qur'an dan Hadis menegaskan pentingnya keturunan sebagai karunia dan amanah dari Allah. Sebagai contoh, dalam Surah Al-Furqan ayat 74, anak-anak dipandang sebagai sumber kebahagiaan dan berkah, dan dalam beberapa Hadis, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk menikah dan memiliki anak, karena memiliki keturunan merupakan bagian dari amal jariyah yang terus berlanjut. Oleh karena itu, dalam pandangan Islam, memiliki anak merupakan bagian integral dari kehidupan keluarga dan tanggung jawab sosial. Namun, ajaran Islam juga mengakui bahwa dalam beberapa kondisi, seperti masalah kesehatan atau ketidakmampuan ekonomi, keputusan untuk tidak memiliki anak dapat diterima. Hal ini menunjukkan bahwa Islam memberikan fleksibilitas terhadap pasangan yang memilih untuk tidak memiliki anak, asalkan keputusan tersebut didasari oleh alasan yang sah dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat lainnya. Dalam diskusi ini, penting untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan childfree dalam masyarakat Muslim. Salah satu faktor yang signifikan adalah perubahan nilai sosial yang terjadi dalam masyarakat global. Di banyak masyarakat, termasuk di kalangan umat Islam, terjadi pergeseran dari pandangan tradisional tentang keluarga besar dan keturunan sebagai simbol prestise dan keberhasilan. Keputusan untuk tidak memiliki anak kini lebih sering didorong oleh pertimbangan pribadi, seperti kesiapan mental dan emosional, kekhawatiran tentang kondisi ekonomi, serta dampak lingkungan. Faktor-faktor ini mempengaruhi bagaimana individu atau pasangan Muslim memandang keputusan childfree, meskipun hal ini seringkali bertentangan dengan norma budaya yang ada. Di sisi lain, dalam budaya masyarakat Muslim, memiliki anak adalah salah satu pilar utama dalam kehidupan keluarga. Konsep ini sering dipandang sebagai bagian dari nilai luhur Islam yang menjunjung tinggi pentingnya keturunan dan peran orang tua dalam membimbing generasi berikutnya. Masyarakat Muslim tradisional umumnya memandang pernikahan tanpa anak sebagai sesuatu yang tidak lengkap atau bahkan gagal dalam menjalankan amanah Tuhan. Oleh karena itu, pasangan yang memilih untuk tidak memiliki anak seringkali menghadapi stigma sosial yang berat, berupa penilaian negatif dari keluarga, teman, dan masyarakat sekitar. Mereka dianggap sebagai pasangan yang tidak memenuhi ekspektasi sosial dan agama terkait peran keluarga dalam masyarakat. Namun, seiring dengan perubahan zaman dan kemajuan teknologi informasi, muncul diskursus baru mengenai pilihan hidup ini di kalangan masyarakat Muslim. Diskusi ini sering kali melibatkan perspektif yang lebih inklusif, yang berfokus pada kebebasan individu dalam menentukan pilihan hidup, serta pengakuan terhadap alasan-alasan pribadi yang sah, seperti kesehatan, kesejahteraan ekonomi, dan keseimbangan hidup. Dalam konteks ini, sejumlah kalangan berpendapat bahwa keputusan childfree dapat dipahami sebagai keputusan pribadi yang tidak selalu bertentangan dengan ajaran agama, selama tidak mengabaikan kewajiban lain yang lebih mendasar dalam Islam, seperti menjaga hubungan suami-istri yang harmonis dan memelihara hak-hak keluarga. Selain itu, artikel ini juga membahas bagaimana masyarakat Muslim dapat lebih menerima keberagaman pilihan hidup dengan mengurangi stigma terhadap pasangan yang memilih untuk childfree. Dengan memperkenalkan pemahaman yang lebih luas dan komprehensif tentang prinsip-prinsip Islam yang mendukung kebebasan berpendapat dan pengambilan keputusan berdasarkan keadaan pribadi, masyarakat dapat beradaptasi dengan perubahan sosial yang terjadi. Diskursus ini juga memberikan gambaran tentang pentingnya menciptakan ruang yang lebih terbuka dalam memahami fenomena childfree tanpa mengabaikan nilai-nilai dasar yang diajarkan dalam agama Islam. Artikel ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai bagaimana keputusan childfree dipandang dalam Islam, baik dari perspektif agama maupun budaya, serta bagaimana masyarakat Muslim dapat menerima hukum islam yang sudah ditetapkan terhadap childfree ditengah perubahan zaman yang semakin pesat.
KEABSAHAN WALI DALAM PERNIKAHAN: ANALISIS PENYEBAB PENOLAKAN ISBAT NIKAH TERKAIT KASUS PERNIKAHAN MAHALINI DAN RIZKY FEBIAN Hanita Pratiwi; Husnul Khotimah; Liza Fauzanti Sagala; Mutiara Ramadani Rambe; Najwa Ramadhani; Saidatul Umniyyah; Yulia Sari Devi Siregar
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v11i1.10591

Abstract

Penelitian ini menganalisis penolakan permohonan isbat nikah oleh Pengadilan Agama terkait pernikahan Rizky Febian dan Mahalini, dengan fokus pada keabsahan wali nikah dalam pernikahan Islam di Indonesia. Kasus ini terjadi karena wali yang menikahkan pasangan tersebut bukan merupakan wali nasab (wali yang memiliki hubungan darah) ataupun wali hakim yang sah, melainkan seorang ustaz yang tidak memiliki wewenang sesuai ketentuan hukum Islam.Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan yurisprudensi untuk mengkaji persyaratan sahnya wali nikah dalam konteks hukum yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan isbat nikah harus memenuhi ketentuan dalam Pasal 2 dan Pasal 6 Kompilasi Hukum Islam (KHI), yang mengatur bahwa wali nikah harus berasal dari wali nasab atau wali hakim yang ditunjuk oleh pengadilan. Implikasi dari penolakan isbat nikah ini adalah pasangan harus melakukan perbaikan prosedur pernikahan agar sesuai dengan hukum Islam dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.Penelitian ini memberikan wawasan mengenai pentingnya kesesuaian antara prosedur pernikahan dengan ketentuan hukum dalam memastikan keabsahan suatu pernikahan menurut hukum negara dan agama.
DAMPAK ISU ISLAMOFOBIA VIRAL TERHADAP PERSEPSI PERADABAN ISLAM DI MEDIA SOSIAL Melani Indriawati; Raihan Naufal Rahman; Rafah Parhatusshafwah
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v11i1.10633

Abstract

This study examines the impact of viral Islamophobia issues on social media on perceptions of Islamic civilization. Social media has become a key platform for spreading negative narratives about Islam, influencing global public opinion. This research employs a literature review approach, drawing on books, academic journals, and relevant articles. The findings reveal that Islamophobia on social media reinforces negative stereotypes against Muslims, triggers discrimination, and poses challenges for Islamic propagation in the digital age. However, social media can also be utilized to counter negative narratives through digital literacy education, the production of positive content, and collaboration with social media platforms. This study highlights the importance of active roles by Muslim communities and religious leaders in promoting the peaceful and inclusive values of Islam. Effective strategies are essential to foster positive perceptions of Islam and support social harmony amidst the challenges of the digital era.

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 13 No. 2 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 13 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 4 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 2 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 2 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 11 No. 1 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 4 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 2 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 9 No. 4 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 9 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 9 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 9 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 4 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 4 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 5 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 5 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 5 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 4 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 4 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 4 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 2 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 2 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 2 No. 1 (2023): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 1 No. 3 (2023): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 1 No. 2 (2023): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 1 No. 1 (2023): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah More Issue