cover
Contact Name
Abdul Muchlis
Contact Email
garuda@apji.org
Phone
+6285695565558
Journal Mail Official
jurnal@admi.co.id
Editorial Address
Perumahan Bumi Dirgantara Permai Blok CL NO 5, Jl. Durian, Jati Asih, Bekasi, Provinsi Jawa Barat, 17421
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
ISSN : 28290437     EISSN : 2829050X     DOI : 10.56127
Core Subject : Health,
Anatomi Anestesiologi Bedah Mulut Biokimia dan Biologi Molekular Cardiovaskular Dermatologi dan Venerologi Epidemiologi Farmakologi Farmasi Fisiologi Forensik Geriatri Genetika Gizi Medik Hematologi Histologi Ilmu Bedah Ilmu Kedokteran Gigi Anak Ilmu Kesehatan Anak Ilmu Kesehatan Masyarakat Ilmu Penyakit Dalam Ilmu Penyakit Mulut Kedaruratan Medik Kedokteran Preventif Konservasi Gigi Mikrobiologi Neurologi Obstetrik dan Ginekologi Onkologi Optalmologi Oral Diagnostik Ortodonti Otorinolaringologi Oral Biologi Parasitologi Patalogi Anatomi Patologi Klinik Periodonti Prostodonti Psikiatri Pulmonologi Radiologi Rehabilitasi Medik
Articles 133 Documents
Overview of Preparation for Good Corporate Governance Accreditation at the Secretariat Unit at Siaga Raya Orthopedic Hospital in 2022. Faressa Aurelia Pramudita; Anggun Nabila
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 2 No. 1 (2023): Februari: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v2i1.569

Abstract

Rumah Sakit sebagai salah satu institusi pelayanan kesehatan memiliki fungsi penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sehingga dituntut untuk selalu meningkatkan mutu pelayanan yang diberikan. Berdasarkan hal tersebut, beberapa dekade terkahir ini munculah istilah akreditasi untuk menilai kualitas suatu organisasi termasuk Rumah Sakit. Secara umum akreditasi adalah pengakuan terhadap mutu pelayanan Rumah Sakit setelah dilakukan penilaian bahwa Rumah Sakit telah memenuhi standar akreditasi yang disetujui oleh Pemerintah. Tujuannya untuk mendapatkan gambaran seberapa jauh Rumah Sakit di Indonesia telah memenuhi berbagai standar yang telah ditentukan, dengan demikian mutu pelayanan Rumah Sakit dapat dipertanggungjawabkan. Dengan ini, akreditasi memerlukan Tata Kelola Rumah Sakit sebagai salah satu konsep yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas organisasi dan kinerja Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran persiapan akreditasi tata kelola Rumah Sakit melalui pendekatan sistem (input-proses-output), dengan menggunakan metode survei pra akreditasi, self assessment, dan survei akreditasi yang dilakukan oleh surveyor.
HUBUNGAN SUHU MAKANAN DAN CARA PENYAJIAN MAKANAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN MAKANAN DI CATERING BETTY KARANGANYAR Dewi Marfuah; Retno Dewi Noviyanti; Febrian Nurul Khotimah
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 1 (2022): Februari : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v1i1.570

Abstract

Faktor yang mempengaruhi sisa makanan meliputi faktor internal (selera makan, kebiasaan makanan dan jenis kelamin) dan faktor eksternal (cita rasa, meliputi : bumbu makanan serta tekstur dan bentuk makanan dan penampilan makanan, meliputi: warna makanan, cara penyajian makanan, besar porsi makanan, keempukan makanan dan suhu makanan). Cara penyajian makanan merupakan faktor yang perlu mendapat perhatian dalam mempertahankan penampilan dari makanan yang disajikan. Penyajian makanan berkaitan dengan peralatan yang digunakan, serta sikap petugas yang menyajikan makanan termasuk kebersihan peralatan makanan maupun kebersihan petugas yang menyajikan makanan. Selain cara penyajian makanan, suhu makanan juga merupakan faktor yang perlu mendapat perhatian dalam mempertahankan penampilan dari makanan yang disajikan. Penurunan suhu makanan dapat terjadi, salah satunya disebabkan oleh sistem distribusi makanan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah anggota Polsek Karanganyar sebanyak 30 orang. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa Ada hubungan suhu makanan dengan tingkat kepuasaan makanan di Catering Betty Karanganyar (p= 0,032). Ada hubungan cara penyajian makanan dengan tingkat kepuasaan makanan di Catering Betty Karanganyar (p = 0,017).
UJI AKTIVITAS FARMAKOLOGI SECARA IN VITRO TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIA COLI DARI BUNGA KACAPIRING (Gardenia Jasminoides) MELALUI METODE BIOTEKNOLOGI FERMENTASI KOMBUCHA Susilowati Susilowati; Firman Rezaldi; M.Fariz Fadillah; Priyoto Priyoto; Achmad Vindo Galaresa
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 1 (2022): Februari : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v1i1.573

Abstract

Kombucha yang berbahan dasar bunga kacapiring merupakan salah satu minuman probiotik yang terbukti memiliki aktivitas farmakologi secara in vitro sebagai antibakteri Staphylococcus aureus maupun Eschechia coli. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas farmakologi pada masing-masing konsentrasi gula sebesar 20%, 30%, dan 40% dalam menghambat kedua pertumbuhan bakteri uji. Penelitian ini bersifat eksperimental yaitu dengan cara membuat sediaan kombucha bunga kacapiring pada konsentrasi gula sebesar 20%, 30%, dan 40%, serta menyediakan kontrol positif berupa kombucha yang berbahan dasar teh hitam, dan juga akuades sebagai kontrol negatif. Difusi cakram merupakan salah satu metode dalam pengujian aktivitas farmakologi pada kombucha bunga kacapiring beserta kedua pembanding nya terhadap kedua pertumbuhan bakteri uji. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa ANOVA satu jalur dengan taraf kepercayaan sebesar 95% dan dilakukan uji lanjut berupa analisis pos hoci. Hasil penelitian ini telah membuktikan bahwa kombucha bunga kacapirimg pada konsentrasi gula sebesar 40% berbeda nyata dengan konsentrasi gula sebesar 20% dan 30% dalam menghambat kedua pertumbuhan bakteri uji, sehingga dapat disimpulkan bahwa masing-masing konsentrasi gula berkolerasi secara positif dalam menghambat kedua pertumbuhan bakteri uji dan konsentrasi gula sebesar 40% merupakan konsentrasi yang terbaik dalam menghambat kedua pertumbuhan bakteri uji berdasarkan kemampuan atau aktivitas farmakologinya secara in vitro.
UJI AKTIVITAS FARMAKOLOGI PADA BUNGA KACAPIRING (Gardenia jasminoides L) PADA MENCIT (Mus musculus L) BETINA GALUR DDY YANG TERPAPAR ASAP ROKOK TERHADAP MORFOMETRI OVARIUM MELALUI METODE BIOTEKNOLOGI FERMENTASI KOMBUCHA Sylvia Puspita; Firman Rezaldi; Achmad Vindo Galaresa; Priyoto Priyoto; Rina Octavia
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 1 (2022): Februari : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v1i1.575

Abstract

Kombucha yang berbahan dasar bunga kacapiring merupakan salah satu minuman probiotik yang terbukti memiliki aktivitas farmakologi secara in vitro sebagai antibakteri Staphylococcus aureus maupun Eschechia coli. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas farmakologi pada masing-masing konsentrasi gula sebesar 20%, 30%, dan 40% dalam menghambat kedua pertumbuhan bakteri uji. Penelitian ini bersifat eksperimental yaitu dengan cara membuat sediaan kombucha bunga kacapiring pada konsentrasi gula sebesar 20%, 30%, dan 40%, serta menyediakan kontrol positif berupa kombucha yang berbahan dasar teh hitam, dan juga akuades sebagai kontrol negatif. Difusi cakram merupakan salah satu metode dalam pengujian aktivitas farmakologi pada kombucha bunga kacapiring beserta kedua pembanding nya terhadap kedua pertumbuhan bakteri uji. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa ANOVA satu jalur dengan taraf kepercayaan sebesar 95% dan dilakukan uji lanjut berupa analisis pos hoci. Hasil penelitian ini telah membuktikan bahwa kombucha bunga kacapirimg pada konsentrasi gula sebesar 40% berbeda nyata dengan konsentrasi gula sebesar 20% dan 30% dalam menghambat kedua pertumbuhan bakteri uji, sehingga dapat disimpulkan bahwa masing-masing konsentrasi gula berkolerasi secara positif dalam menghambat kedua pertumbuhan bakteri uji dan konsentrasi gula sebesar 40% merupakan konsentrasi yang terbaik dalam menghambat kedua pertumbuhan bakteri uji berdasarkan kemampuan atau aktivitas farmakologinya secara in vitro.
PERBEDAAN Z-SCORE TB/U PADA BALITA STUNTING DI WILAYAH URBAN DAN RURAL KABUPATEN KARANGANNYAR Nisya Ayu Rachmawati; Muhammad Abdul Rauf; Dewiyanti Fitria
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2022): Juni: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v1i2.576

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan suatu masalah kesehatan yang dapat menghambat proses tumbuh kembang anak. Dampak stunting pada balita yaitu berupa kerentanan anak terhadap infeksi dan perkembangan, postur tubuh tidak optimal, rentan terhadap penyakit obesitas. Stunting pada balita dapat dipengaruhi oleh berat badan lahir, panjang badan lahir, dan riwayat penyakit infeksi. Tujuan: mengatahui perbedaan Z-score TB/U pada balita stunting di wilayah urban dan rural kabupaten Karanganyar. Metode penelitian: penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain case control. Sampel penelitian balita usia 60 bulan terdiri dari kelompok kasus dan kelompok kontrol dengan jumlah 18 sampel untuk wilayah urban dan 19 sampel untuk wilayah rural dengan simple random sampling. Data TB/U diperoleh dari hasil pengukuran tinggi badan balita. Analisis data perbedaan Z-score TB/U pada balita stunting wilayah urban dan rural menggunakan uji Mann Whitney. Hasil: Tidak ada perbedaan Z-score TB/U pada balita stunting wilayah urban dan rural p=0,62. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan Z-score TB/U pada balita stunting wilayah urban dan rural.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI Tuti Rahmawati; Dewi Marfuah; Tutut Galih Winanti
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 1 (2022): Februari : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v1i1.577

Abstract

Hipertensi adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam Arteri, dimana tekanan darah sistolik >130 mmhg dan tekanan darah diastolik >90 mmhg. Hipertensi dapat memicu terjadinya penyakit lain seperti stroke, gagal ginjal dan infark miokard. Hipertensi dapat dipengaruhi oleh faktor yang dapat diubah seperti lingkungan,obesitas, dan kopi, serta faktor yang tidak dapat diubah seperti ras, usia dan jenis kelamin. Tujuan: Mengetahui hubungan pola makan terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi. Metode Penelitian: Menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling diperoleh sampel sejumlah 36 sampel. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, formulir semi-FFQ dan tensimeter. Analisis data menggunakan Rank Spearman. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa, frekuensi makan (pencegah) sebagian besar sampel kategori sedang yaitu sebanyak 17 orang (47,2%), frekuensi makan (pemicu) sampel baik yaitu 36 orang (100%), jenis makan dan jumlah makan sampel kurang yaitu 36 orang (100%) dan tekanan darah sampel sebagian besar dalam kategori hipertensi stage 1 sebanyak 21 orang (58,2%). Uji hubungan tingkat pengetahuan dengan tekanan darah (p=0,700), frekuensi makan (pencegah) dengan tekanan darah (p=0,003), frekuensi makan (pemicu) dengan tekanan darah (p=0,190), jenis makan dengan tekanan darah (p=0,074), dan jumlah porsi dengan tekanan darah (p=0,039). Kesimpulan: Tidak ada hubungan pola makan berdasarkan frekuensi makan menurut faktor pemicu dan jenis makan dengan tekanan darah pada lansia hiperteensi, dan terdapat hubungan pola makan berdasarkan jumlah porsi dan frekuensi makan menurut faktor pencegah dengan tekanan darah pada lansia hipertensi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI IBU TERHADAP STATUS GIZI DI POSYANDU RURAL Tuti Rahmawati; Retno Dewi Noviyanti; Vina Novita Retnowati
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2022): Juni: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v1i2.578

Abstract

Masa balita merupakan suatu periode penting dalam tumbuh kembang anak karena masa balita yang akan menentukan perkembangan anak di masa selanjutnya. Golden age (periode emas) merupakan periode yang sangat penting sejak janin sampai usia dua tahun. Ketepatan pemberian makan pada balita dapat dipengaruhi oleh pengetahuan ibu tentang gizi karena ibu sebagai tombak dalam penyedia makanan untuk keluarga. Selain pengetahuan ibu tentang gizi, tingkat asupan makan balita juga dapat secara langsung mempengaruhi status gizi balita tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah balita di Dukuh Pulutan Boyolali sebanyak 31 orang. Analisis bivariat digunakan untuk menghubungkan variabel bebas dan variabel terikat. Sebelum dilakukan uji bivariat terlebih dahulu dilakukan uji kenormalan data menggunakan uji Kolmogorov Smirnov. Didapatkan data yang berdistribusi normal adalah pengetahuan gizi ibu, status gizi balita. Selanjutnya dilakukan uji Perason Product Moment digunakan untuk menguji hubungan pengatahuan gizi dengan status gizi. Ada hubungan pengetahuan gizi ibu dengan status gizi balita di Posyandu Rural (p = 0,000).
LITERATURE REVIEW: FAKTOR YANG BERKAITAN DENGAN KEJADIAN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) Aditya Murda; Anitadyah Listyarini; Nadia Aprilia; Nur Leana Dinindya; Taufiqurrohman; Wafda Nailil Muna
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 2 No. 2 (2023): Juni: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v2i2.588

Abstract

Pendahuluan : Gagal jantung kongestif yaitu keadaan dimana jantung gagal memompakan darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme seluruh tubuh. Tanpa metabolisme yang adekuat akan membuat pasien merasakan suatu keadaaan yang tidak nyaman pada dirinya. Hal tersebut akan memunculkan tanda gejala yang membuat pasien semakin tidak nyaman seperti keluhan sesak nafas yang berat dan membuatnya harus dirawat di rumah sakit (Hidayah, N,Wahyuningtyas, E. S. Suci K, dalam penelitian, Amin S, Rudiati, 2020).Tujuan dalam rangkuman Literature Review ini secara umum untuk mengetahui faktor-faktor yang berkaitan dengan kejadian congestive heart failure (CHF).Metode penelitian yang digunakan dalam Literature Review ini adalah metode studi Literature Review dengan menganalisis dari artikel yang telah dipilih dan dianalisais dalam beberapa sumber sehingga menjadi bahasa baru.Hasil analisis telah dilakukan, menunjukkan bahwa studi Literature Review ini di dapatkan enam artikel yang sesuai dengan kriteria esklusi dan inklusi. Hasil analisis di temukan bahwa faktor-faktor yang berkaitan dengan kejadian Congestive Heart Failure (CHF) yaitu faktor (riwayat hipettensi, diet makanan, usia, jenis kelamin).Kesimpulan bahwa ada enam jurnal yang membahas tentang faktor riwayat hipertensi, faktor diet makanan, faktor usia dan membahas tentang faktor jenis kelamin.
UJI EFEKTIVITAS ANTIINFLAMASI KOMBINASI EKSTRAK HERBA KUMIS KUCING (Orthosiphon stamineus Benth.) DAN DAUN SALAM (Eugenia polyantha Wight.) PADA TIKUS JANTAN PUTIH (Rattus norvegicus L.) Nurul Hidayatul Ma’rah; Kuncara Nata Waskita
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 2 No. 1 (2023): Februari: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v2i1.593

Abstract

Inflamasi merupakan reaksi lokal pada jaringan vaskular terhadap cedera yang ditandai dengan gejala seperti rubor (kemerahan), kalor (panas), dolor (nyeri), dan turgor (pembengkakan). Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antiinflamasi kombinasi ekstrak herba kumis kucing dan daun salam pada volume udem kaki tikus jantan putih yang diinduksi karagenin 1%.Metode pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Sejumlah 25 ekor tikus putih jantan galur wistar dibagi menjadi 5 kelompok. Masing-masing kelompok diberi perlakuan secara oral dengan CMC 1% (kontrol negatif), natrium diklofenak 1,12 mg/kgBB (kontrol postif), kombinasi ekstrak herba kumis kucing dan daun salam dengan dosis 122,5 mg/kgBB : 125 mg/kgBB, 183,75 mg/kgBB : 62,5 mg/kgBB, 61,25 mg/kgBB : 187,5 mg/kgBB. Perlakuan 1 jam sebelum kaki tikus diinduksi dengan karagenin secara subplantar. Pengukuran volume kaki tikus dilakukan tiap 60 menit selama 5 jam. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi ekstrak herba kumis kucing dan daun salam mempunyai efek antiinflamasi pada tikus putih jantan galur wistar dengan daya anti inflamasi sebesar 48.29%, 41.41%, dan 43.46%. Rata-rata volume udem digunakan untuk menghitung AUC, hasil AUC yang diperoleh untuk menghitung DAI (Daya Anti Inflamasi). Data DAI di analisis statistik dengan uji kruskall wallis nilai p=0,000 (p>0,05) dan kemudian untuk mengetahui perbedaan tiap kelompok dilakukan uji post hoc dengan mann whitney. Dari hasil %DAI menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak dengan dosis 122,5 mg/kgBB: 125 mg/kgBB memiliki efek antiinflamasi yang paling baik.
HUBUNGAN SHIFT KERJA, LINGKUNGAN FISIK KERJA DAN BEBAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI DI PT. MEDIFARMA TAHUN 2022 Dea Elsa Ananda; Mustopa
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 2 No. 1 (2023): Februari: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v2i1.604

Abstract

Kelelahan kerja merupakan bagian dari permasalahan umum yang sering terjadi pada tenaga kerja. Setiap tahun ada lebih dari 2,78 juta pekerja meninggal di tempat kerja karena kercelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Selain itu, sebanyak 374 juta pekerja mengalami cedera setiap tahun yang mengakibatkan lebih dari 4 hari absen dari pekerjaan. Menurut International Labour Organization (ILO) setiap tahun sebanyak dua juta pekerja meninggal dunia karena kecelakaan kerja yang di sebabkan oleh faktor kelelahan. Sedangkan jika pekerja mengalami kecelakaan kerja yang di sebabkan oleh faktor kelelahan, maka akan berdampak langsung pada tingkat produktivitas kerjanya. Faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja yaitu shift kerja, beban kerja, dan lingkungan fisik kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Shift kerja, beban kerja, dan lingkungan fisik kerja terhadap kelelahan kerja pada karyawan bagian produksi di PT Medifarma Tahun 2022. Jenis penelitian merupakan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian potong silang (cross sectional). Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh. Hasil dari penelitian ini yaitu adanya hubungan shift kerja dengan kelelahan kerja pada karyawan bagian produksi di PT Medifarma (pvalue = 0,000 <0,05), adanya hubungan beban kerja dengan kelelahan kerja pada karyawan bagian produksi di PT Medifarma (pvalue= 0,001 < 0,05), adanya hubungan lingkungan fisik kerja dengan kelelahan kerja pada karyawan bagian produksi di PT Medifarma (pvalue= 0,008 < 0,05). Untuk itu di perlukan adanya penambahan sumber daya manusia, sarana prasarana yang canggih, dan lingkungan fisik yang nyaman agar proses produksi dapat menghasilkan output yang besar.

Page 4 of 14 | Total Record : 133