cover
Contact Name
Abdul Muchlis
Contact Email
garuda@apji.org
Phone
+6285695565558
Journal Mail Official
jurnal@admi.co.id
Editorial Address
Perumahan Bumi Dirgantara Permai Blok CL NO 5, Jl. Durian, Jati Asih, Bekasi, Provinsi Jawa Barat, 17421
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
ISSN : 28290437     EISSN : 2829050X     DOI : 10.56127
Core Subject : Health,
Anatomi Anestesiologi Bedah Mulut Biokimia dan Biologi Molekular Cardiovaskular Dermatologi dan Venerologi Epidemiologi Farmakologi Farmasi Fisiologi Forensik Geriatri Genetika Gizi Medik Hematologi Histologi Ilmu Bedah Ilmu Kedokteran Gigi Anak Ilmu Kesehatan Anak Ilmu Kesehatan Masyarakat Ilmu Penyakit Dalam Ilmu Penyakit Mulut Kedaruratan Medik Kedokteran Preventif Konservasi Gigi Mikrobiologi Neurologi Obstetrik dan Ginekologi Onkologi Optalmologi Oral Diagnostik Ortodonti Otorinolaringologi Oral Biologi Parasitologi Patalogi Anatomi Patologi Klinik Periodonti Prostodonti Psikiatri Pulmonologi Radiologi Rehabilitasi Medik
Articles 133 Documents
PRODUK BIOTEKNOLOGI FARMASI DENGAN AKTIVITAS FARMAKOLOGI SECARA IN VITRO SEBAGAI ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus BERUPA FORMULASI DAN SEDIAAN OBAT KUMUR KOMBUCHA BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L) Anggita Sofianti; Firman Rezaldi; Irmawati Mathar; Ade Sumiardi; Mu’jijah; Ahmad Subagiyo
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 2 No. 1 (2023): Februari: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v2i1.605

Abstract

Kombucha bunga telang dapat dimanfaatkan sebagai minuman probiotik peningkat sisrtem imun, bahan aktif obat dan kosmetik, bahkan bahan pupuk cair organik. Salah satu bakteri gram positif yang dapat menyebabkan inflamasi pada gigi yaitu Staphylococcus aureus sehingga dalam menghambat pertumbuhan nya perlu dicegah melalui rajin berkumur dengan obat kumur herbal yang berbahan aktif larutan fermentasi kombucha bunga telang. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi dan sediaan obat kumur herbal yang berbahan aktif larutan fermentasi kombucha bunga telang untuk dirancang menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan cara membuat formulasi dan sediaan obat kumur tanpa zat aktif sebagai basis dan kontrol negatif. Menyediakan obat kumur yang telah terjual dipasaran sebagai pembanding (kontrol positif). Membuat formulasi dan sediaan obat kumur yang berbahan aktif larutan fermentasi kombucha bunga telang yang meliputi konsentrasi gula 20%, 30%, dan 40%. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah ANOVA one way dilanjutkan dengan uji lanjut berupa analisis pos hoc. Hasil penelitian ini telah terbukti bahwa formulasi dan sediaan obat kumur yang berbahan aktif kombucha bunga telang pada konsentrasi gula 20% tidak berbeda nyata dengan 30% dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, namun berbeda nyata dengan konsentrasi 40%. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa konsentrasi 40% pada formulasi dan sediaan obat kumur yang berbahan aktif larutan fermentasi kombucha bunga telang merupakan perlakuan yang optimal dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PEGAWAI RUMAH SAKIT TAHUN 2021 Erni Kadir; Adam Badwi
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 2 No. 1 (2023): Februari: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v2i1.631

Abstract

Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kinerja. Sumber daya manusia (SDM) merupakan pilar utama sekaligus penggerak roda organisasi dalam upaya mewujudkan visi dan misinya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi yang mendalam tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia Pegawai Rumah Sakit Tingkat II Pelamonia Makassar Kota Makassar Tahun 2021. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jumlah Informan sebanyak 6 orang. Hasil penelitian ini adalah pendidikan formal Informan menunjukkan bahwa kurangnya minat pegawai melanjutkan pendidikan formal ke jenjang yang lebih tinggi dengan berbagai alasan, yang dapat mempengaruhi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pegawai di Rumah Sakit Pelamonia Makassar. Pada dasarnya kurangnya minat pegawai dalam mengikuti pelatihan yang dapat meningkatkan keterampilan pegawai dengan alasan tidak ada motivasi dari tuntutan pekerjaan dan management Rumah sakit. Promosi jabatan di Rumah sakit tingkat II Pelamonia Makassar tidak hanya dari pangkat militer saja yang mendapatkan promosi jabatan tapi juga dari Sipil mendapatkan promosi jabatan namun membutuhkan persyaratan tertentu. Saran dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan SDM pegawai disarankan penentu kebijakan Rumah sakit Tingkat Pelamonia Makassar agar semua pegawai diberikan motivasi untuk melajutkan pendidikannya kejenjang yang lebih tinggi dengan memberikan bea siswa pegawai. Di sarankan kepada management Rumah sakit agar melakukan pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan skill/keterampilan pegawai agar SDM pegawai dapat meningkat. Untuk mengembangkan SDM pegawai maka disarankan agar salah satu syarat promosi jabatan dari militer mengutamakan yang pendidikannya tinggi.
ANALISA RISIKO PENGGUNAAN GONDOLA MENGGUNAKAN METODE HIRARC (HAZARD IDENTIFICATION RISK ASESSMENT AND RISK CONTROL) PADA TAHAP FINISHING DI PROYEK PERUMNAS MAHATA MARGONDA Abdal Rozaq Putra Wahyudi; Achmad Lukman Hakim
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 2 No. 1 (2023): Februari: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v2i1.661

Abstract

Gondola merupakan pesawat angkat yang biasanya digunakan pada pekerjaan finishing, seperti pengecatan dinding luar, repair dinding luar. Pengoperasian gondola di ketinggian sangat membutuhkan kestabilan. Oleh karena itu, dilakukan manajemen risiko untuk meminimalisir risiko dalam pekerjaan menggunakan Metode HIRARC. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Identifikasi Bahaya, potensi bahaya dan risiko, penilaian risiko, pengendalian risiko. Hasil identifikasi bahaya yaitu, ceroboh saat merakit tiang dan lengan penggantung, panik saat sling macet, dan pengaruh lingkungan. Hasil identifikasi risiko yaitu tangan terjepit, pekerja terjatuh dari ketinggian, dan mata pekerja kemasukan debu. Pada penilaian risiko terdapat risiko berperingkat ekstrim, yaitu tangan terjepit, terjepit tali sling, mata pekerja kemasukan debu, pekerja terjatuh dari ketinggian, dan pekerja panik sehingga meloncat ke bawah dari ketinggian. Pengendalian risiko yang dapat dilakukan yaitu, perakitan standar berdasarkan manual book dan dirakit oleh pekerja yang sudah berkompetensi di bidang gondola, dilakukan pengecekan sling sebelum dioperasikan, dan pekerja gondola harus memiliki Surat Ijin Operator, serta pekerja harus berbadan sehat menurut keterangan dokter. Antisipasi risiko yang dapat dilakukan seperti penggunaan tali safety personal, pengecekan baut sambungan keranjang gondola, trial pada tombol power naik-turun sebelum dioperasikan oleh pekerja, pemasangan safety line disekitar area kerja, dan pekerja wajib menggunakan APD.
ANALISIS KEBERHASILAN IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI DAN MUTU PELAYANAN Suci Ariani
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 2 No. 2 (2023): Juni: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v2i2.720

Abstract

Penerapan Rekam Medis Elektronik(RME) memiliki potensi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan melalui kemudahan komunikasi antara dokter, peningkatan efisiensi dokumentasi, berbagi informasi yang lebih baik, dan mendorong tanggung jawab bersama dengan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh implementasi RME terhadap efektivitas dan mutu pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur, dengan lima jurnal yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan implementasi RME terbukti meningkatkan efektivitas kerja pada unit rekam medis, mengoptimalkan mutu pelayanan kesehatan di klinik, meningkatkan kepuasan pengguna, mendukung manajemen kasus pasien, dan memfasilitasi kolaborasi antar profesional kesehatan. RME juga memberikan dampak positif dalam mengurangi waktu tunggu pelayanan, meningkatkan kesinambungan perawatan, menghindari duplikasi pemeriksaan, dan meningkatkan efisiensi pelayanan. Dengan demikian, implementasi RME memberikan manfaat signifikan dalam penyediaan pelayanan kesehatan yang lebih efisien, berkualitas, dan terkoordinasi. . Penting bagi institusi kesehatan untuk mengatasi hambatan-hambatan yang mungkin muncul dalam implementasi RME, seperti ketersediaan sumber daya, perubahan proses kerja, pelatihan dan pemahaman pengguna, keamanan data, interoperabilitas, dan resistensi perubahan budaya organisasi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, PENERAPAN SOP DAN PEMASANGAN SAFETY SIGN DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA DI PROYEK APARTEMEN MAHATA MARGONDA Matheos Karel; Catur Septiawan; Rosidi Roslan
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 2 No. 2 (2023): Juni: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v2i2.736

Abstract

The occurrence of work accidents is due to two main factors, namely environmental and mechanical factors or unsafe conditions and the second factor, namely human factors or unsafe actions. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge, SOP implementation and installation of safety signs with work accidents in the Mahata Margonda apartment project. This research method uses a quantitative method, based on its type using a cross sectional approach with a population of general workers in the construction of the Mahata Margonda apartment project. The results of this study show that from 70 respondents there were 27 (38.6%) general construction workers known to have had work accidents, 35 (50%) workers who had low knowledge, 40 (57.1%) workers with the implementation of SOPs that did not appropriate, 37 (52.9%) according to general workers the installation of safety signs is not appropriate. Based on the results of the chi square statistical test on the knowledge variable, the p-value was 0.001<(0.05), the application of SOP was obtained with a p-value of 0.023<(0.05), the safety sign installation was obtained with a p-value of 0.020<(0.05) which shows the results of a relationship between each variable and the incidence of work accidents. In conclusion, there are general workers who have experienced work accidents, general workers with low knowledge, inappropriate implementation of SOPs and inappropriate safety signs. There is a significant relationship between knowledge, application of SOP and installation of safety signs with the incidence of work accidents in the Mahata Margonda apartment project
DETERMINAN KEJADIAN DROP OUT PENGGUNAAN KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI KABUPATEN SINTANG Rizki Amartani; Paskalia Tri Kurniati; Yolanda Montessori; Yunida Haryanti; Arum Seftyana Lestari; Lea Masan; Elvi Juliansyah
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 2 No. 2 (2023): Juni: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v2i2.763

Abstract

Penggunaan kontrasepsi merupakan salah satu strategi pengendalian populasi, namun inkontinensia penggunaan kontrasepsi menjadi masalah yaitu sebanyak 27 persen wanita menghentikan penggunaan kontrasepsi dalam waktu 1 tahun. Angka putus sekolah yang lebih tinggi pada metode kontrasepsi non-jangka panjang dibandingkan dengan metode kontrasepsi jangka panjang. Akseptor yang mengalami Drop Out di Kabupaten Sintang sebesar 13,74 persen, lebih besar dari target yang ditetapkan sebesar 10 persen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan yang berhubungan dengan kejadian drop out penggunaan kontrasepsi pada pasangan usia subur di Kabupaten Sintang Tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik, menggunakan desain case control dengan jumlah sampel 172 yang terdiri dari 86 orang. kasus dan 86 kontrol. Kasus adalah pasangan usia subur yang dinyatakan drop out sejak 1 tahun setelah menggunakan kontrasepsi selama 5 tahun dan kontrol yaitu pasangan usia subur yang masih menggunakan kontrasepsi sampai dilakukan penelitian. Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai September 2017 dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square. Hasil analisis bivariat umur ibu (p: 0,87, OR: 1,04), paritas (p: 0,047, p: 0,049, OR: 6,6, OR: 4,43), tingkat Pendidikan (p: 0,958 , p: 0,449, p: 0,701, OR: 0,88, OR: 1,64, OR: 1,54), tingkat pendapatan (p; 0,988, OR: 1,04), pengetahuan (p: 1, ATAU: 1). Metode kontrasepsi (p: 0,036, p: 0,47), jenis layanan KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) (p: 0,408, OR: 0,70), konseling kontrasepsi (0,321 , OR: 1,48) dan kualitas layanan kontrasepsi (p: 0,768 , ATAU: 0,86). Kesimpulan determinan internal dan eksternal yang berhubungan dengan kejadian drop out pengguna kontrasepsi adalah paritas dan metode kontrasepsi pada Pasangan Lanjut Usia (PUS). Saran, diharapkan kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap semua metode kontrasepsi, agar dapat digunakan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.
HUBUNGAN ANTARA SELF-COMPASSION DAN LONELINESS PADA REMAJA BROKEN HOME Lia Aulia Fachrial; Nadira Maulydia
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 2 No. 2 (2023): Juni: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v2i2.869

Abstract

Loneliness merupakan suatu bentuk reaksi atau respon emosional negatif yang dirasakan individu saat mengalami kondisi dimana berkurangnya hubungan sosial yang diinginkan maupun ketika individu tidak mampu mencapai hubungan sosial yang diinginkannya. Broken home dapat menjadi salah satu pemicu munculnya loneliness, terlebih jika dialami oleh remaja. Terdapat suatu konsep yang memiliki keterkaitan dengan loneliness, yaitu self-compassion. Maka, tujuan dari penulisan ini adalah menguji secara empiris mengenai hubungan antara self- compassion dan loneliness pada remaja broken home. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Partisipan dalam penelitian ini adalah 134 remaja perempuan ataupun laki-laki berusia 15-22 tahun yang berlatar belakang broken home. Penulisan ini menggunakan metode kuesioner dengan dua alat ukur ukur, yaitu skala loneliness menggunakan R-UCLA version 3 dan skala self-compassion menggunakan self-compassion scale (SCS). Hasil uji hipotesis diperoleh bahwa terdapat hubungan bersifat negatif dengan sangat signifikan antara self-compassion dan loneliness pada remaja broken home (r = -0,631** ; sig = 0,000).
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID DENGAN METODE ATC/DDD DI RSI PKU MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN Laily Aristiana Putri; Ekanita Desiani; Henry Budiawan Prasetya
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 2 No. 2 (2023): Juni: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v2i2.885

Abstract

Demam tifoid merupakan salah satu penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi. Pilihan yang tepat untuk dijadikan terapi utama pada pasien demam tifoid adalah antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten terhadap antibiotik. Metode ATC/DDD adalah standar global untuk melaporkan studi penggunaan obat dan reaksi obat. Metode ATC/DDD digunakan untuk mengevaluasi dan menjadi prediksi awal ketidakrasionalan penggunaan suatu obat. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid di RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan dengan metode ATC/DDD pada bulan Januari-Desember tahun 2022. Jenis penelitian merupakan penelitian non eksperimental dengan desain penelitian cross-sectional bersifat deskriptif. Pengumpulan data secara retrospektif yang diperoleh dari data rekam medis pasien demam tifoid yang telah memenuhi kriteria inklusi yaitu pasien dewasa usia 18-65 tahun terdiagnosa demam tifoid tanpa penyakit penyerta dan mendapat terapi antibiotik kemudian dianalisa secara kuantitatif. Rekam medis pasien demam tifoid periode Januari-Desember tahun 2022 terdapat 36 rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian dari 36 rekam medis diperoleh penggunaan antibiotik tunggal dan kombinasi sehingga diperoleh total 42 penggunaan antibiotik dengan 5 jenis yang digunakan. 5 jenis yang digunakan yaitu Ceftriaxone (38%), Levofloxacin (38%), Cefotaxime (12%), Cefuroxime (10%), dan Tetrasiklin (2%) serta diperoleh nilai DDD/100 Patient-days lebih tinggi daripada DDD yang ditetapkan WHO yaitu Ceftriaxone sebesar 44,16, Levofloxacin 30,00, Cefotaxime sebesar 6,25, Cefuroxime sebesar 6,11 dan Tetrasiklin sebesar 2,08 dengan total DDD/100 Patient-days yang diperoleh sebesar 88,60.  
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MEMBAYAR IURAN BPJS KESEHATAN OLEH PESERTA MANDIRI PADA UNIT RAWAT JALAN PUSKESMAS KECAMATAN KALIDERES TAHUN 2023 Rosdiana, Hafsha; Nurmawaty, Dwi; Heryana, Ade; Irfandi, Ahmad
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 2 No. 3 (2023): Oktober: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v2i2.899

Abstract

Meningkatnya jumlah kepesertaan BPJS kesehatan di Indonesia tidak dibarengi dengan kepatuhan peserta dalam membayar iuran BPJS kesehatan Mandiri khususnya pada segmentasi pekerja mandiri. Berdasarkan studi pendahuluan pada Puskesmas Kecamatan Kalideres ditemukan 7 dari 10 peserta BPJS kesehatan mandiri tidak patuh dalam membayar iuran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan membayar iuran BPJS kesehatan oleh peserta mandiri pada unit rawat jalan Puskesmas Kecamatan Kalideres tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan design cross sectional. Analisis data yang digunakan ialah uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan antara variabel pengetahuan (p=0,005), pendapatan (p=0,000), dan persepsi manfaat BPJS kesehatan (p=0,003) dengan kepatuhan membayar iuran BPJS kesehatan oleh peserta mandiri pada Unit Rawat Jalan Puskesmas Kecamatan Kalideres.
PENGARUH PEMBERIAN JUS WORTEL TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Dwi Yuningshih; Sri Enawati; Andriani Puji Astuti; Muhammad Hafiddudin; Siti Sarifah
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2022): Juni: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v1i2.927

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah seseorang di atas normal yang dapat mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian (mortalitas). Penatalaksanaan non – farmakologi yang dapat digunakan untuk mengobati hipertensi salah satunya yaitu wortel. Studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Ngrampal didapatkan angka kejadian hipertensi pada bulan September – November 2021 sebanyak 196 orang. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian jus wortel terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode penelitian: Quasi experiment design dengan one group pretest – posttest, dengan teknik pengambilan data sampel yaitu teknik purposive sampling. Uji normalitas dengan shapiro-wilk test dan teknik analisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Berdasarkan uji wilcoxon pada tekanan darah sistole dan didapatkan nilai p sebesar 0,002 dan tekanan darah diastole didapatkan nilai p sebesar 0,001, karena nilai p<0,05 maka ada pengaruh perubahan tekanan darah sesudah diberikan jus wortel. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian jus wortel terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi.

Page 5 of 14 | Total Record : 133