Articles
69 Documents
Hubungan Intensitas Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Anak Usia Pra Sekolah
Elka Fitri, Dwi;
Dwi Sagita, Mutia;
Wahyuni, Fitra
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55382/jurnalpustakakeperawatan.v1i2.337
Pemberian gadget yang terlalu dini di era globalisasi menyebabkan dampak negatif terhadap perkembangan anak usia dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan gadget terhadap perkembangan anak usia prasekolah di Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu. Desain penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu dengan sampel 148 responden. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dan Denver II, dengan tujuan menggunakan kuesioner untuk melihat intensitas penggunaan gadget pada anak usia dini. Analisa data terdiri dari analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 148 responden Anak Prasekolah yang diteliti di Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu merupakan pengguna gadget dengan intensitas penggunaan gadget yang tinggi sebanyak 53.38%. Perkembangan anak yang normal kategori tinggi sebanyak 62.0% dan yang suspect sebanyak 33,8%. Dari hasil analisis data yang diperoleh hasil nilai p = 0,000 < 0,05. Kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan pada anak usia prasekolah.
Asuhan Keperawatan Pada Anak Dengan Post Op Laparatomi Apendisitis Akut
Hendrawati, Hendrawati;
Fitri Amalia , Rosa
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55382/jurnalpustakakeperawatan.v1i2.339
Apendisitis dapat terjadi karena peradangan akibat infeksi pada usus buntu atau umbai cacing (apendiks). Usus buntu sebenarnya adalah sekum (caecum). Infeksi ini bisa mengakibatkan peradangan akut sehingga memerlukan tindakan bedah segera untuk mencegah komplikasi yang umumnya berbahaya. Berdasarkan data yang didapatkan dari Ruang Bedah, THT, Mata Rumah Sakit Umum Daerah Padang Panjang pada tahun 2019 berjumlah 113 orang, pada tahun 2020 berjumlah 84 orang, pada tahun 2021 berjumlah 71 orang. Tujuan studi kasus ini adalah menerapkan asuhan keperawatan pada pasien apendistis di Ruang Bedah, THT, Mata Rumah Sakit Umum Daerah Padang Panjang. Metode yang dilakukan adalah metode studi kasus dengan melakukan pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Setelah dilakukan pengkajian, diagnosa yang muncul pada An. N adalah nyeri akut, disfungsi motilitas gastrointestinal dan ansietas. Hasil evaluasi yang disimpulkan bahwa pada An. N masalah yang timbul sudah teratasi. Hasil studi kasus ini diharapkan perawat dapat memberikan informasi dengan melakukan pendidikan kesehatan kepada pasien, khususnya pasien dengan post op apendisitis sehingga tidak terjadi komplikasi dari penyakit tersebut
Pengaruh Terapi Murottal Terhadap Kecemasan Penderita Diabetes Melitus
Syafyusari, Febria;
Afnuhazi, Ridhyalla
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55382/jurnalpustakakeperawatan.v1i2.340
Data WHO tahun 2020 penderita Diabetes Melitus sebanyak 422 juta orang. Seseorang yang telah mengetahui dirinya terkena diabetes merasa cemas. Kecemasan dapat mempersulit dalam penyembuhan penyakit seseorang. Salah satu penanganan kecemasan dapat dengan memberikan terapi relaksasi murottal Alqur’an surah Arrahman. Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya pengaruh terapi murottal terhadap tingkat kecemasan pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Experiment dengan rancangan one group pretest-postest. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kebun Sikolos Padang Panjang. Waktu penelitian bulan April tahun 2021 dengan teknik pengambilan sampel dengan Non Probability Sampling, sampel dalam penelitian ini adalah 16 responden. Alat ukur yang digunakan adalah kuisoner HARS (Hamilton Anciety Rating Scale).Analisa data yang digunakan Paired Sample t-test. Hasil uji-T pada tingkat kecemasan sebelum dan sesudah Terapi murottal didapatkan nilai P-value = 0.000 ( p-value < 0,005 ) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi murottal tehadap tingkat kecemasan pada penderita diabetes mellitus. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat memberikan penanganan kecemasan dengan memberikan terapi murottal pada responden lebih banyak sehingga ada pengaruh lebih adekuat.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Klien Dalam Mengkonsumsi Obat Diabetes Di Rumah
Komalasari, Centia;
Herawati, Netty
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55382/jurnalpustakakeperawatan.v1i2.346
Diabetes Melitus merupakan suatu keadaan hiperglikemia kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal, yang menimbulkan komplikasi kronik pada mata, ginjal, syaraf, dan pembuluh darah. Dari empat Puskesmas yang ada di Kota Solok didapatkan pasien penderita diabetes terbanyak di Puskesmas Tanah Garam dengan jumlah 410. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan klien dalam mengkonsumsi obat diabetes di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Garam Kota Solok. Jenis penelitian ini bersifat analitik. Jumlah populasi dalam penelitian ini seluruh pasien diabetes dari bulan maret sampai bulan mei tahun 2021 berjumlah 72 orang. Pengambilan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin didapatkan 42 orang, Sampel yang diambil berdasarkan teknik probability sampilng yaitu simple random sampling. Data di kumpulkan dan kemudian data diolah dengan sistem computerisasi lalu di analisa menggunakan analisa bivariat. Faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien dalam minum obat adalah salah satunya Faktor reinforcing, yaitu dukungan keluarga dan sikap petugas. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara sikap petugas dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi obat diabetes dengan p value=0,000 dan terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi obat diabetes dengan p value=0,001. Diharapkan kepada petugas kesehatan khususnya perawat di bidang promkes untuk memberikan pendidikan kesehatan minimal 2 kali dalam sebulan dan memotivasi masyarakat untuk mengetahui dan menghindari faktor faktor yang berhubungan dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi obat diabetes
Implementasi Terapi Inhalasi Uap Minyak Kayu Putih Pada Anak dengan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)
Arini, Larasuci;
Syarli, Setiadi
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55382/jurnalpustakakeperawatan.v1i2.350
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab kematian tersering pada anak di negara sedang berkembang. Infeksi saluran pernapasan akut ini menyebabkan empat dari 15 juta perkiraan kematian pada anak berusia di bawah 5 tahun pada setiap tahunnya. Jumlah kematian pada balita Indonesia sebanyak 151.000 kejadian, dimana 21.140 (14%) dari kejadian tersebut disebabkan oleh ISPA. Di Sumatera Barat pada tahun 2022 kasus ISPA pada balita meningkat menjadi 130.390 kasus. Kabupaten Padang Pariaman menduduki peringkat ke 8 sebagai daerah penderita ISPA balita terbanyak. Prevalensi ISPA pada balita di Puskesmas Kampung Dalam ISPA 2022 terdapat 268 kasus (Puskesmas Kampung Dalam, 2022). Tujuan dari karya ilmiah ini adalah untuk menerapkan asuhan keperawatan pada An.N yang mengalami ISPA melalui terapi inhalasi uap minyak kayu putih di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Dalam tahun 2022. Metode penulisan ini adalah Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan bentuk deskriptif yang dilakukan berdasarkan tahap-tahap asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, evaluasi keperawatan dan pengukuran parameter kepatenan jalan nafas, tanda-tanda vital, intensitas batuk serta suara nafas. Intervensi diberikan sebanyak 2 kali selama 3 hari berturut-turut. Dari analisa kasus pada pasien ISPA didapatkan adanya peningkatan bersihan jalan napas dan dapat menurunkan frekuensi pernafasan pada pasien. Karya ilmiah ini dapat menjadi masukan bagi perawat untuk menggunakan terapi inhalasi uap minyak kayu putih pada pasien ISPA terhadap balita sebagai salah satu intervensi keperawatan di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Dalam.
Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan pada Klien Gagal Kronik yang Menjalani Hemodialisa
Mayasari, Kurniati;
Amelia, Meliza
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55382/jurnalpustakakeperawatan.v1i2.354
Hemodialisa merupakan salah satu terapi untuk penggantian ginjal. Pasien yang melakukan terapi hemodialisa mengalami kecemasan. Adapun faktor yang mempengaruhi kecemasan pada pasien hemodialisa diantaranya meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan lama perawatan dan dukungan dari keluarga. Dukungan keluarga sangat berpengaruh terhadap pasien yang sedang menjalani pengobatan. Wawancara dengan Karu hemodialisa di RSU M. Natsir sudah ada sejak tahun ± 6,5 Tahun didapatkan bahwa pasien yang menjalani HD 2 kali seminggu dan ada juga 1 kali seminggu sebanyak 46 orang, dimana masih ada beberapa pasien hemodialisa yang tidak bisa beraktifitas hal ini disebabkan pasien GGK mengalami kehilangan darah dan meningkatkan tekanan darah terutama pada pasien hemodialisa. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada klien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSU M. Natsir solok.Jenis penelitian adalah analitik, penelitian ini telah dilakukan pada bulan 20 April Sampai 04 Mei 2022 dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien GGK yang berada di ruangan hemodialisa RSU M. Natsir solok berjumlah 48 dikarenakan 2 orang sudah meninggal dunia maka jumlah responden sebanyak 46 orang. Data di kumpulkan dengan menggunakan kuesioner melalui wawancara dan kemudian data diolah dengan komputerisasi lalu di analisa menggunakan analisa univariat dan Bivariat kemudian diinterprestasikan. Hasil penelitian menunjukkan didapatkan terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan dengan p value = 0,000 dan OR 15. Diharapkan kepada petugas kesehatan di RSU solok khususnya di ruangan hemodialisa pada pasien yang baru menjalani hemodialisa terdapat (15%) yang mendapatkan dukungan baik tetapi mengalami kecemasan untuk itu di mitak kepada petugas memberikan penyuluhan kepada keluarga untuk mengurangi kecemasan yang dirasakan oleh pasien.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Motivasi Penderita Rheumatik Terhadap Penggunaan Kompres Air Hangat
Merilla Erizon, Desy;
Enda Lestari, Putri
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55382/jurnalpustakakeperawatan.v1i2.355
Penyakit sendi dan tulang termasuk rheumatik merupakan lebih dari setengah penyakit menahun pada orang-orang yang berusia diatas 50 tahun di negara maju. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang peneliti lakukan dengan cara mewawancarai 7 orang penderita rheumatik di dapatkan hasil bahwa 5 orang penderita belum melaksanakan terapi kompres air hangat, hanya meminum obat anti nyeri, dan 2 orang ada pemberian kompres hangat tapi hanya sekali-kali dan terkadang hanya menggunakan balsam,satunya lagi menyiram kakinya dengan air hangat tanpa mengompresnyaTujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan motivasi penderita rheumatik terhadap penggunaan kompres air hangat kelurahan tanah garam kota solok tahun 2022. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dilaksanakan pada tanggal 28 April sampai dengan 10 Mei 2022. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penderita rematik dengan teknik pengambilan sampel Total Sampling. Data dikumpulkan dengan menggunkan kuesioner dan kemudian diolah dengan komputerisasi lalu dianalisa menggunakan analisa Univariat dan Bivariat dan kemudian diinterprestasikan. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan terhadap penggunaan kompres air hangat dengan nilai p < 0,05 dan terdapat hubungan yang bermakna antara motivasi terhadap penggunaan kompres hangat dengan nilai p = 0,005 OR = 7,5. Untuk itu perlu adanya peningkatan pelayanan oleh petugas kesehatan seperti melakukan kunjungan kerumah kk binaan, khususnya yang menderita serta memberikan penyuluhan yang lebih efektif terutama tentang masalah perawatan rheumatik yang dapat dilakukan dirumah seperti kompres air hangat sehingga pengetahuan klien bertambah dan mempunyai motivasi tinggi dalam melakukan kompres air hangat.
Hubungan Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Tingkat Kecemasan Pasien Preoperatif Apendiksitis
Afridon, Afridon;
Adha, Aida
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55382/jurnalpustakakeperawatan.v1i2.356
Apendiksitis adalah salah satu penyakit saluran pencernaan yang paling umum ditemukan dan paling sering memberikan keluhan abdomen yang akut. Dimana salah satu penanganannya adalah dilakukannya pembedahan atau appendiktomy. Dari hasil observasi terhadap 6 orang perawat di ruang rawat inap bedah RSUD M.Natsir Solokpada tanggal 18-28 April 2022 dalam pelaksanaan komunikasi terapeutik. 4 dari 6 orang perawat tidak ada memperkenalkan nama kepada pasien, perawat tidak mendengarkan dengan penuh perhatian saat pasien mengungkapkan perasaannya tidak mempertahankan kontak mata dengan pasien ketika berinteraksi, perawat tidak memberikan kesempatan pasien untuk mengungkapkan perasaanya dan perawat tidak menjelaskan prosedur persiapan operasi pada pasien. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik yang bertujuan mendeskripsikan atau menggambarkan variabel – variabel yang ada dalam penelitian berdasarkan hasil dari populasi secara sistematis, akurat, dengan pendekatan cross sectional, dimana variabel dependen dan independen diteliti secara bersamaan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling yaitu pengambilan sampel yang kebetulan ada saat penelitia nyang berjumlah 36 orang. Hasil Penelitian menunjukkan hasil uji statistik bahwa p = 0,05. Nilai ini menunjukkan bahwa p < ? (?=0,05) atau 0,001 < 0,05, secara statistik di simpulkan bahwa terdapat antara Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik dengan Tingkat Kecemasan Pasien Rawat Inap Bedah Diharapkan pada peneliti selanjutnya agar meneliti faktor lain yang berhubungan dengan tingat kecemasan pasien, seperti pendidikan kesehatan dan faktor lainnya. Agar dapat melakukan survei kepuasan pasien setiap 1 tahun sekali, serta memberikan pelatihan komunikasi terapeutik terhadap semua perawat, sehingga bisa lebih meningkatkan perilaku pelaksanaan komunikasi terapeutik dan meminimalkan tingkat kecemasan pasien preoperasi apendiksitis.
Pengaruh Senam Lansia Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi
Tri Murti, Armanda;
Kartika, Renti
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55382/jurnalpustakakeperawatan.v1i2.357
Tekanan darah adalah tekanan di dalam pembuluh darah ketika jantung memompakan darah keseluruh tubuh. Tekanan darah normal adalah antara 120/80 – 140/90 mmHg. Hipertensi merupakan tekanan darah persisten atau terus menerus sehingga melebihi batas normal dimana tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg dan diastole diatas 90 mmHg. Permasalahan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah tingginya kejadian hipertensi lansia .Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh senam lansia terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Posyandu Lansia Kelurahan Koto Panjang dan Tanjung Paku di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Paku Kota Solok Tahun 2022”. Penelitian ini menggunakan desain pretest-postest design yang dilakukan pada tanggal 30 April sampai 14 Mei 2022. Pengambilan sampel digunakan teknik total sampling dimana seluruh populasi dijadikan sampel yang sudah memenuhi kriteria sampel dengan jumlah 22 responden. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji T. Hasil penelitian ini tekanan darah lansia hipertensi sebelum dilakukan senam lansia dapat dilihat bahwa (45,5%) memiliki tekanan darah 150-159 mmHg, dan (4,4%) memiliki tekanan darah >170 mmHg. Setelah dilakukan senam lansia dapat dilihat bahwa paling banyak (40,9%) memiliki tekanan darah 150-159 mmHg, dan paling sedikit (4,5%) memiliki tekanan darah 160 mmHg. Hasil uji statistik didapatkan nilai P Value 0,001 ? 0,05 dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara tekanan darah pada lansia hipertensi setelah melakukan senam lansia. Lansia yang mengalami hipertensi diharapkan melakukan latihan senam lansia secara efektif dan teratur serta hal lain yang tercakup dalam penatalaksanaan senam lansia. Dan tidak cepat berpuas diri, walaupun terjadi penurunan tekanan darah, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup lansia dan produktifitas dalam kehidupan sehari-hari.
Faktor Resiko yang Berhubungan dengan Kekambuhan Asma Bronkial Pada Pasien Asma Bronkial
Herawati, Netty;
Nurhasanah, Siti
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55382/jurnalpustakakeperawatan.v1i2.359
Prevalensi asma di seluruh dunia adalah sebesar 8 – 10 % pada anak dan 3 – 5 % pada dewasa dan dalam 10 tahun terakhir ini meningkat sebesar 50 %. Penelitian ini bertujuan mengetahui Faktor - faktor resiko yang berhubungan dengan kekambuhan asma bronkial pada pasien asma bronkial di puskesmas Tanah Garam Kota Solok tahun 2022. Penelitian ini bersifat Deskriptif analitik dengan menggunakan design “ cross sectional “ yang dilakukan pada tanggal 28 April sampai 23 Mei 2022 di Puskesmas Tanah Garam Kota Solok dengan populasi penelitian adalah pasien asma bronkial yang berkunjung ke puskesmas Tanah Garam dan sampel diambil dengan tekhnik accidental sampling dengan jumlah 30 orang responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner melalui wawancara peneliti kepada responden. Secara univariat dan bivariat data diolah dengan menggunakan komputerisasi dan dianalisa. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa lebih sebagian ( 56,7 % ) responden berjenis kelamin laki-laki, sebagian besar ( 76,7 % ) responden ada yang merokok keluarga di dalam rumah, sebagian besar ( 86,7 % ) responden ada debu di kamarnya, sebagian besar ( 90 % ) responden kambuh asma bronkialnya, ada hubungan yang bermakna antara faktor resiko asap rokok dan debu rumah dengan kekambuhan asma bronchial, tidak ada hubungan yang bermakna antara faktor resiko jenis kelamin dengan kekambuhan asma bronkial di puskesmas Tanah Garam Kota Solok tahun 2022. Untuk mengurangi risiko kekambuhan asma bronkial pada pasien asma bronkial maka petugas kesehatan perlu melakukan penyuluhan tentang asma bronkial agar masyarakat dapat tahu cara penanggulangan asma bronkial dan faktor apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya asma bronkial dan meningkatkan upaya promotif dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang asma bronkial sehingga masyarakat lebih waspada.