cover
Contact Name
Ferna Indrayani
Contact Email
fernaindrayani22@gmail.com
Phone
+6285377376644
Journal Mail Official
fernaindrayani22@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Kebidanan Vokasional merupakan media yang dapat digunakan untuk mengarsipkan karya bidan peneliti di Indonesia. Karya dalam jurnal ini menonjolkan bidang ilmu kesehatan yang mencerminkan spesialisasi disiplin ilmu kebidanan.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL KEBIDANAN VOKASIONAL
ISSN : 25978578     EISSN : 26847450     DOI : 10.35892/jpsht.v1i1
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Vokasional merupakan media yang dapat digunakan untuk mengarsipkan karya bidan peneliti di Indonesia. Karya dalam jurnal ini menonjolkan bidang ilmu kesehatan yang mencerminkan spesialisasi disiplin ilmu kebidanan.
Articles 68 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) PADA IBU HAMIL DI RUMAH SAKIT UMUM PANGKAJENE DAN KEPULAUAN Lili Purnama Sari
Jurnal Kebidanan Vokasional Vol. 3 No. 1 (2018): Jurnal Kebidanan Vokasional
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antenatal Care (ANC) adalah salah satu upaya pencegahan awal dari faktor resiko kehamilan, menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kunjungan Antenatal Care (ANC) di Rumah Sakit Umum Pangkajene dan Kepulauan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Survei analitik dengan metode cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC sebanyak 78 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling, didapatkan 35 responden sesuai dengan kriteria insklusi. Analisis data mencakup analisis univariat dengan mencari distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan menggunakan analisa statistic chi-quare (p<0,05) untuk mengetahui hubungan antara variabel. Hasil penelitian ini adalah terdapat 22 responden ( 62.9%) memiliki pendidikan rendah dan 13 responden (37.1), dengan nilai p=0.049 (p<0.05), 14 responden (40.0%) merupakan kehamilan primipara dan 21 responden (60.0) merupakan kehamilan multipara, nilai p=0.062 (p>0.05) dan terdapat 14 responden ( 40.0%) yang kurang memperoleh dukungan keluarga, 21 responden (60.0%) yang dukungan keluarganya baik dengan nilai p=0.011 (p<0.05), 17 responden (48.6%) pengetahuannya kurang dan 18 responden (51.4%) pengetahuannya baik, dengan nilai p=0.000 (p<0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pendidikan, dukungan keluarga dan pengetahuan dengan kunjungan Antenatal Care (ANC), sedangkan paritas tidak memiliki hubungan dengan kunjungan kunjungan Antenatal Care (ANC).
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI PUSKESMAS KOTA PANGKAJENE KABUPATEN PANGKEP Nabila Wahid
Jurnal Kebidanan Vokasional Vol. 3 No. 1 (2018): Jurnal Kebidanan Vokasional
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi yang sehat, lahir dengan membawa cukup cairan di dalam tubuhnya .Kondisi ini akan tetap menjaga bahkan dalam cuaca panas sekalipun, bila bayi di beri ASI secara eksklusif ASI saja siang dan malam. Namun sayangnya , kebiasaan member cairan pada bayi selama 6 bulan pertama, itu periode pemberian ASI eksklusif , masih di lakukan banyak belahan dunia , yang berakibat buruk pada gizi dan keehatan bayi (Linkagesproject, 2002 di kutip oleh Maryunani, 2012). Rendahnya pemberian Air Susu Ibu (ASI ) merupakan ancaman bagi tumbuh kembang anak .Seperti di ketahui bayi yang tidak diberi ASI ,Setidaknya hingga Usia 6 bulan, lebih rentan mengalami kekurangan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang berhubungan tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemberian ASi Eksklusif di RSU Pangkajene dan kepulauaan. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Analitik dengan menggunakan rancangan “Cross Sectiona”. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 39 orang ibu dengan tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemberian ASI Eksklusif dengan menggunakan tehnik porpusive di dasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri, berdasarkan ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Kemudian data disajikan dengan menggunakan Uji Chi Square dengan melihat Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 pada SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadp pemberian ASI Eksklusif di RSU Pangkajene dan kepulauaan. Kesimpulan yang bisa diambil adalah Tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemberian ASi Eksklusif merupakan faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI Ekslusif.
HUBUNGAN ANTARA LAMA PEMAKAIAN KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI PADA AKSEPTOR DI PUSKESMAS BONTOMARANNU Rahmawati
Jurnal Kebidanan Vokasional Vol. 3 No. 1 (2018): Jurnal Kebidanan Vokasional
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga berencana ialah suatu usaha yang mengatur banyaknya jumlah kelahiran sedemikian rupa sehingga bagi ibu maupun bayinya dan bagi ayah serta keluarganya atau masyarakat yang bersangkutan tidak akan menimbulkan kerugian sebagai akibat langsung dari kelahiran tersebut (Irianto Koes, 2014). Salah satu efek samping dari penggunaan KB suntik 3 bulan adalah gangguan haid seperti amenorea, spotting, metrorhagia, dan menometorhagia (Suratun, dkk, 2013). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara lama pemakaian KB suntik 3 bulan dengan gangguan menstruasi pada akseptor di Puskesmas Bontomarannu. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan metode penelitian survey analitik dan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah akseptor KB suntik 3 bulan yaitu 50 akseptor. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling dengan jumlah sampel 33 responden sesuai dengan kriteria inklusi. Variabel independen pada penelitian ini adalah lama pemakaian KB suntik 3 bulan dan variabel dependen adalah gangguan menstruasi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara terstruktur untuk menilai lama pemakaian KB suntik 3 bulan dan mengetahui gangguan menstruasi responden, data yang dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan program computer. Analisis data mencakup analisis univariat dengan mencari distribusi frekuensi, dan analisis bivariat dengan uji chi-square (α<0,05) untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan antara lama pemakaian KB suntik 3 bulan dengan gangguan menstruasi (p = 0,010). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara lama pemakaian KB suntik 3 bulan dengan gangguan menstruasi.
PENGARUH KONTRASEPSI SUNTIK TERHADAP BERAT BADAN PADA AKSEPTOR KB DI PUSKESMAS TANRALILI MAROS Uliarta Marbun
Jurnal Kebidanan Vokasional Vol. 3 No. 1 (2018): Jurnal Kebidanan Vokasional
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, program pembangunan nasional, Keluarga Berencana (KB) mempunyai arti yang sangat penting dalam upaya mewujudkan manusia Indonesia sejahtera, disamping program pendidikan dan kesehatan. Data BKKBN terkini (2012) menyebutkan, penduduk Indonesia berjumlah sekitar 224,9 juta dan merupakan keempat terbanyak di dunia. Berdasarkan kuantitasnya, penduduk Indonesia tergolong sangat besar. Namun dari segi kualitasnya, masih memprihatinkan dan tertinggal dibandingkan negara ASEAN lainnya.Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh kontrasepsi suntikan terhadap peningkatan berat badan akseptor KB di Puskesmas tanralili Maros. Sampel diambil dari data sekunder akseptor KB suntik yang dilayani, dengan jumlah sampel 142 akseptor terdiri dari 68 akseptor suntik 3 bulan dan 74 akseptor suntik 1 bulan. Desain penelitian menggunakan ”Cross Sectional”. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa akseptor suntik 3 bulan ( p = 0.004), akseptor suntik 1 bulan (p = 0,002) berpengaruh terhadap peningkatan berat badan. Kesimpulan bahwa kontrasepsi suntik mempengaruhi peningkatan berat badan. Oleh karena itu disarankan perlunya memberikan KIE kepada calon akseptor tentang efek samping tersebut.
PENGARUH EDUKASI KONSELOR LAKTASI TERHADAP KEBERHASILAN MENYUSUI 3 BULAN PERTAMA DI PUSKESMAS BONTOMARANNU Indah Yun Diniaty Rosidi
Jurnal Kebidanan Vokasional Vol. 3 No. 1 (2018): Jurnal Kebidanan Vokasional
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif sangat berperan besar terhadap penurunan angka kematian bayi dan pencapaian pemberian ASI Eksklusif di Indonesia masih sangat rendah hal ini disebabkan oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi konselor laktasi terhadap keberhasilan menyusui Eksklusif pada 3 bulan pertama. Desain penelitian adalah quasi experiment dengan pendekatan post-test only, non-equivalent control group design. Sampel penelitian adalah ibu hamil trimester III sebanyak 60 orang yang bersedia menjadi responden. Sampel akan diberikan edukasi dan diobservasi menggunakan daftar checklist teknik menyusui dan keberhasilan menyusui. Data dianalisi menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian, terdapat pengaruh edukasi yang diberikan oleh konselor laktasi dibandingkan dengan edukasi yang diberikan oleh bidan kepada ibu (ρ = 0,036) terhadap keberhasilan menyusui (ρ>0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh edukasi konselor laktasi terhadap keberhasilan menyusui dengan saran perlu adanya edukasi yang intensif untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang ASI Ekslusif dan media yang mendukung.
HUBUNGAN PARITAS DAN UMUR DENGAN KEJADIAN ANEMIA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS PALAKKA TAHUN 2017 Sulfianti
Jurnal Kebidanan Vokasional Vol. 4 No. 1 (2019): Jurnal Kebidanan Vokasional
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan merupakan peristiwa alamiah, yang akan dialami oleh seluruh ibu yang mengharapkan keturunan. Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan kehamilan sesuai dengan yang diharapkan , salah satu komplikasi yang sering terjadi dalam kehamilan yaitu anemia. Berdasarkan data yang diperoleh dari UPTD Puskesmas Palakka jumlah ibu hamil tahun tahun 2017 jumlah ibu hamil yaitu 177 orang, data ibu hamil yang mengalami anemia ringan yaitu 64 orang (36,15%), anemia sedang 53 orang (29,94%), dan anemia berat tidak ada (0%), Tujuan penelitian ini untuk melihat adanya Hubungan Paritas dan Umur dengan Kejadian Anemia Sedang Di wilayah Kerja UPTD Puskesmas Palakka Tahun 2017, Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional, kejadian anemia sedang terhadap paritas, tertinggi yaitu ibu dengan paritas 1 dan > 3 sebanyak 29 orang (54,71%) dengan hasil X2 hitung (44,88) lebih kecil dari X2 tabel (2,84) dan kejadian anemia sedang terhadap umur ibu tertinggi yaitu <20, >35 tahun sebanyak 39 orang (73,58%) dengan hasil X2 hitung (3,45) lebih besar dari X2 tabel (2,84), kesimpulan dalam penelitian ini dimana paritas dan umur ibu berpengaruh terhadap kejadian anemia sedang.
EFEKTIFITAS METODE DISKUSI KASUS DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG BAHAYA SEKS BEBAS DI SMK TECHNO TERAPAN MAKASSAR Firawati; Rizki Arningsih
Jurnal Kebidanan Vokasional Vol. 4 No. 1 (2019): Jurnal Kebidanan Vokasional
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja adalah masa transisi yang ditandai oleh perubahan fisik, emosional dan psikis. Masa remaja yaitu antara lain usia 10-19 tahun dan tumbuh kembang remaja yang berkesimabungan yang merupakan masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa muda. Pada remaja terjadilah perubahan organ-organ fisik secara cepat dan juga perubahan psikis. Perubahan psikis pada masa pubertas antara lain adalah perubahan emsional yang berupa kondisi sensitive dan cenderung ingin mengetahui hal-hal yang baru sehingga muncul perilaku coba-coba yang dapat menimbulkan keinginan untuk melakukan hubungan seksual dan narkoba. Perilaku seks bebas dapat menimbulkan berbagai dampak negatif pada masa remaja seperti perasaan marah, takut, cemas, depresi, rendah diri, bersalah dan berdosa. Kemudian terdapat juga jumlah dampak social yang menimbulkan akibat perilaku seksual yang dilakukan belum pada saatnya antara lain dikucilkan, putus sekolah, hamil, dan perubahan peran menjadi ibu. Tujuan dari penelitian ini Untuk diketahui efektifitas metode diskusi kasus dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya seks bebas di SMK Penerbangan Techno Terapan Makassar. Penelitian ini adalah jenis Kuantitatif, menggunakan rancangan Pra eksperimen diantaranya one group pretest posttest design rancangan jenis ini hanya menggunakan satu kelompok subjek, pengukuran dilakukan sebelum dan setelah perlakuan. Perbedaan kedua hasil pengukuran dianggap sebagai efek perlakuan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di Smk Penerbangan Techno Terapan Makassar jumlah populasi sebanyak 362 siswa dengan besar sampel 79 orang. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan pengetahuan remaja tentang bahaya seks bebas sebelum diberikan edukasi yaitu (58.2%) dan 1 hari setelah diberikan edukasi mengenai pengetahuan remaja tentang bahaya seks bebas meningkat sebanyak (58.4%). Sehubung dengan hal tersebut disimpulkan bahwa adanya pengaruh pengetahuan remaja tentang bahaya seks bebas yang didukung dengan hasil uji statistic Wilcoxon.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA REMAJA DI SMA NEGERI 12 MAKASSAR ANTANG 2018 Irnawati; Rosiana Suud
Jurnal Kebidanan Vokasional Vol. 4 No. 1 (2019): Jurnal Kebidanan Vokasional
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keputihan bukan merupakan penyakit melainkan salah satu tanda gejala dari suatu penyakit organ reproduksi wanita, akan tetapi masalah keputihan ini jika tidak segera ditangani akan menyebabkan masalah yang serius. Faktor predisposisi dari keputihan antara lain meliputi Pengetahuan, personal hygene, Kelelahan Fisik, Ketegangan Psikis, Sikap, status pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk hubungan p[engetahuan dan personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja di SMA Negeri 12 Makassar Antang 2018. Penelitian ini bersifat deskriptif. Penggunaan sampel dengan menggunakan proposive sampling sebanyak 32 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil dari penelitian hubungan pengetahuan dan personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja dengan menggunakan cara skala guttman (82.1%) responden dengan umur 16 tahun, sebagian besar (69.2%) responden berstatus masi sekolah SMA kelas 2, hampir separuh (7.7%) responden yang mengalami keputihan yaitu keputihan tidak normal, Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMA negeri Makassar menunjukkan bahwa responden yang keputihan normal sebanyak 29 (74.4%) dan keputihan tidak normal sebanyak 3 (7.7%) dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keputihan normal lebih sedikit (7.7%) dan keputihan normal lebih banyak (74.4%). Hasil uji statistik dengan mengunakan uji chi square diperoleh nilai p>= ɑ< 0,05 maka hipotesis nol diterima dan hipotesis alternative ditolak interpretasi tidak ada hubungan pengetahuan dengan keputihan pada remaja di SMA Negeri 12 Makassar. Begitupun Hasil uji statistik dengan mengunakan uji chi square diperoleh nilai p>= ɑ< 0,05 maka hipotesis nol diterima dan hipotesis alternative ditolak interpretasi tidak ada hubungan personal hygiene dengan keputihan pada remaja di SMA Negeri 12 Makassar., Diharapkan seluruh remaja putri dapat mendeteksi secara dini adanya keputihan atau gejala infeksi radang organ reproduksi sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi yang ditimbulkan dari keputihan tersebut dengan lebih memperhatikan cara hidup sehat, seperti menambah pengetahuan tentang keputihan dan memperhatikan personal hygiene.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER III TERHADAP PREEKLAMSIA DI RSIA PERTIWI MAKASSAR Uliarta Marbun; Jumriani
Jurnal Kebidanan Vokasional Vol. 4 No. 1 (2019): Jurnal Kebidanan Vokasional
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklamsia dalam kehamilan merupakan gejala apabila di jumpai tekanan darah 140/90 mmHg setelah kehamilan 20 minggu (terakhir triwulan kedua sampai triwulan ketiga) atau bisa awal terjadi. Pencegahan merupakan langkah pertama dalam meminimalisir komplikasi. Permeriksaan antenatal yang teratur dan bermutu secara teliti,waspada terhadap kemungkinan terjadinya preeklamsia kalau ada faktor-faktor predisposisi, Berikan penerangan tentang manfaat istirahatserta pentingnya mengatur diet rendah garam,lemak, serta karbohidrat dan tinggi protein.Tujuan Peneliti adalah untuk diketahuinya pengetahuan ibu hamil trimester III terhadap preeklamsia. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan berbagai rancangan penelitiannya selalu bergelut dengan angka-angka dan keuntungan peneliti untuk melakukan perbandingan jawaban responden penelitian. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling, didapatkan 38 responden sesuai dengan kriteria inklusi dan esklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi square (ρ = 0,365 > ɑ 0,05) untuk mengetahui antara hubungan variabel. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak adanya hubungan antara pengetahuan dengan preeklamsia dengan ρ = 0,365, dan adanya hubungan antara pengetahuan dengan preeklamsia dengan ɑ 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa tidak ada hubungan pengatahuan ibu hamil trimester III terhadap preeklamsia di RSIA Pertiwi Makassar. Implikasi hasil dalam penelitian adalah peningkatan peran bidan sebagai educator dengan menyelenggarakan program edukasi dan konseling mengenai hubungan pengetahuan terhadap preeklamsia.
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI KELAS XI TERHADAP RISIKO PERNIKAHAN DINI PADA KEHAMILAN DAN PROSES PERSALINAN DI SMA IT WAHDAH ISLAMIYAH MAKASSAR Hasnaeni; Irmawati A. Patagiling
Jurnal Kebidanan Vokasional Vol. 4 No. 1 (2019): Jurnal Kebidanan Vokasional
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Risiko pernikahan dini pada kehamilan dan proses persalinan adalah bahaya yang dapat terjadi ketika perempuan hamil dan bersalin dibawah umur yaitu kurang dari 18 tahun, ada beberapa risiko yang dapat terjadi pada kehamilan seperti keracunan kehamilan, panggil sempit, kelainan letak, abortus, dan anemia, sedangkan risiko yang dapat terjadi pada proses persalinan seperti persalinan lama, ketuban pecah dini, bayi prematur dan bayi baru lahir rendah dan mengalami perdarahan, risiko pernikahan dini dilingkungan remaja cenderung lebih berdampak negatif baik dari segi sosial, ekonomi maupun psikologis remaja tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswi kelas XI terhadap risiko pernikahan dini pada kehamilan dan proses persalinan di SMA IT Wahdah Islamiyah Makassar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelian deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling (random sampling), didapatkan 73 responden sesuai kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan di analisis dengan uji deskriptif frekuensi, untuk mengetahui tingkat pengetahuan, hasil uji menunjukan tingkat pengetahuan siswi baik, di kategorikan baik sebanyak 64 siswi (87.7%), cukup sebanyak 3 siswi (4.1%), dan kurang sebanyak 6 orang siswi (8.2%). Hasil peneitian ini yaitu tingkat pengetahuan para siswi kelas XI terhadap risiko pernikahan dini pada kehamilan dan proses persalinan di SMA IT Wahdah Islamiyah Makassar adalah baik,untuk itu diharapkan kepada para remaja agar dapat mengetahui lebih banyak lagi pengetahuanya terhadap risiko-risiko apa saja yang dapat terjadi ketika seorang remaja memutuskan untuk menikah diusia yang belum seharusnya yaitu kurang dari 18 tahun.