cover
Contact Name
Didik Sumanto
Contact Email
prosiding.fkm@unimus.ac.id
Phone
+6282221586617
Journal Mail Official
prosiding.fkm@unimus.ac.id
Editorial Address
Jalan Kedungmundu Raya No. 18 Kedungmundu, Tembalang, Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Kesehatan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30264863     DOI : https://doi.org/10.26714/pskm
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Kesehatan Masyarakat (PRIMA KESMAS) merupakan media publikasi naskah peserta kegiatan Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Bidang Ilmu Kesehatan dan Olahraga yang diselenggarakan setiap bulan Agustus oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang. PRIMA KESMAS akan diterbitkan setiap bulan Oktober dengan cakupan bidang keilmuan prosiding ini diantaranya meliputi Epidemiologi, Kesehatan Lingkungan (Kesling), Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Promosi Kesehatan (Promkes), Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK), Kesehatan Reproduksi (Kespro), Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Gizi Kesehatan Masyarakat, Keolahragaan, Kedokteran dan Kedokteran Gigi, Keperawatan, Kebidanan, Laboratorium Kesehatan, dan bidang ilmu kesehatan lainnya yang masih relevan.
Articles 74 Documents
Penyuluhan Tentang Norma Latihan Kebugaran Jasmani Pada Cabang Olahraga Pencak Silat Wijaya, M. Riski Adi; Aisyah; Putri, Nur Annisa; Tantra, Irvan Aditya
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.265

Abstract

Latar belakang: Kebugaran jasmani memiliki peran penting dalam peningkatan kualitas fisik atlet dan prestasi dalam Pencak Silat. Norma-norma latihan kebugaran jasmani yang tepat dapat membantu atlet mencapai performa optimal serta mencegah risiko cedera. Metode: Metode pendekatan praktis dan teoretis digunakan untuk menjelaskan norma-norma latihan kebugaran jasmani yang sesuai dengan prinsip-prinsip Pencak Silat. Penekanan diberikan pada aspek-aspek seperti kekuatan otot, daya tahan, kelincahan, dan fleksibilitas yang menjadi unsur kunci dalam cabang olahraga ini. Selain itu, pentingnya aspek psikologis dan nutrisi dalam mencapai kebugaran jasmani yang optimal juga dibahas dalam penyuluhan ini. Hasil: Penyuluhan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para atlet, pelatih, dan pihak terkait mengenai norma-norma latihan kebugaran jasmani yang perlu diterapkan dalam latihan Pencak Silat. Kesimpulan: Kepatuhan terhadap norma dapat mengoptimalkan persiapan fisik dan meningkatkan prestasi atlet dalam kompetisi Pencak Silat.
Efektivitas Edukasi Imunisasi Measles-rubella Lanjutan via Whatsapp terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Baduta Tatius N, Bintang; Kristyani, Ivo Devi; Prihandani, Oky Rahma; Meivitaningrum, Rahmawati Nur
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.266

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan data Puskesmas Bandarharjo Semarang periode Maret 2023, capaian imunisasi measles rubella lanjutan pada baduta mencapai angka 17,74% dari target yang sudah di tentukan yaitu 100%. Masih terdapat baduta yang belum mendapatkan imunisasi measles rubella lanjutan. Berdasarkan studi sebelumnya, sebagian Ibu baduta mengaku tidak tahu kapan perlu dilakukan imunisasi measles rubella lanjutan bahkan ada yang lupa. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai pentingnya imunisasi merupakan masalah penting, sehingga diperlukan suatu intervensi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan edukasi tentang pentingnya imunisasi measles rubella serta menilai efektivitasnya. Metode: Merupakan kegiatan pengabdian yang berbasis penelitian quasi eksperimental dengan pre dan post test group design. Waktu dan lokasi kegiatan yakni pada bulan Mei 2023 di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo Kota Semarang. Sasaran kegiatan adalah Ibu baduta yang belum memberikan anaknya imunisasi measles rubella lanjutan di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo. Pengabdian ini dilakukan pada 23 ibu baduta yang ditentukan melalui purposive sampling. Hasil: Hasil uji Wilcoxon didapatkan p value 0.000 (<0.05) yang artinya terdapat perbedaan signifikan antara nilai pre test dan post test setelah dilakukan intervensi berupa edukasi dengan media broadcasting via whatsapp. Kesimpulan: Intervensi berupa edukasi dengan broadcast via Whatsapp berhasil meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu baduta ditinjau dari meningkatnya nilai post test dibandingkan pre test.
Efektivitas Edukasi pada Wanita Usia Subur Mengenai Imunisasi Tetanus Difteri di Wilayah Kerja Puskesmas Bandarharjo Semarang Sari, Astin Prima; Aini, Gita Nurtaningtyas; Tahitoe, Andre Damardana; Kamila, Nurkholifah Natasya
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.267

Abstract

Latar Belakang : Berdasarkan data wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo, 3 dari 4 ibu hamil belum mendapatkan imunisasi dan belum mengetahui pentingnya imunisasi Tetanus Difteri (TD). Imunisasi TD merupakan upaya dalam peningkatan kesehatan ibu dengan program Eliminasi Tetanus Maternal dan Neonatal. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan wanita usia subur mengenai pentingnya imunisasi TD pada wanita usia subur melalui video edukasi di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo. Metode: Pengabdian berupa intervensi pemberian edukasi ini dilaksanakan pada bulan Mei 2023 di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo menggunakan video edukasi. Analisis data untuk menilai keberhasilan edukasi menggunakan rancangan One group pre test-post test design untuk melihat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan. Jumlah responden pada pengabdian ini adalah 16 orang. Hasil: Rerata pada variabel pengetahuan responden sebelum dilakukan penyuluhan media video sebesar 6,56 dengan simpang baku 1,209, rerata pada variabel pengetahuan sesudah penyuluhan sebesar 10,31 dengan simpang baku 1,138. Hasil uji statistic menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai p value yaitu 0,000 (p<0.05) yang artinya bahwa ada perbedaan yang signifikan pada pengetahuan masyarakat tentang imunisasi TD sebelum dan sesudah penyuluhan dengan metode video Kesimpulan: Edukasi mengenai pentingnya imunisasi TD telah berhasil meningkatkan pengetahuan Ibu dalam upaya untuk meningkatkan taraf kesehatan maternal dan neonatal.
Efektivitas Edukasi Pencegahan Stunting dan Penerapan Praktik Pemberian Makan Pada Anak di Kelurahan Tandang Anggraheny, Hema Dewi; Sari, Candra Meilyana Puspita
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.268

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan stunting dan gizi kurang masih menjadi fokus permasalahan di Indonesia khususnya di Kota Semarang. Data pada Februari 2023 menyebutkan terdapat 26 balita stunting, dan 40 underweight di wilayah Puskesmas Kedungmundu. Faktor pengetahuan ibu dan praktik pemberian makan yang kurang tepat menjadi faktor risiko yang mempengaruhi kondisi gizi anak. Tujuan kegiatan melakukan edukasi pencegahan stunting dan praktik pemberian makan anak serta menilai efektivitasnya. Metode: Merupakan kegiatan pengabdian yang berbasis penelitian quasi eksperimental dengan pre and post-test group design untuk menilai efektivitas kegiatan. Lokasi kegiatan di Kelurahan Tandang, pada Maret 2023. Sampel yakni ibu yang memiliki balita stunting dan underweight, sebanyak 24 ibu. Bentuk pengabdian yang dilakukan yaitu pemberian edukasi menggunakan video terkait pencegahan stunting dan praktik pemberian makan anak. Data pre dan post-test merupakan nilai hasil penilaian pengetahuan responden sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data pre and post-test dengan t-test dependent. Hasil: Mayoritas ibu memiliki anak usia 2-3 tahun (33,3%), jenis kelamin anak perempuan (62,6%), pendidikan terakhir ibu SMP (45,8%), dan anak mengkonsumsi unhealthy snack >7 kali dalam seminggu (62,5%). Nilai rata-rata pre-test 69,23, sedangkan post-test 77,69. Terdapat perbedaan yang bermakna dari hasil pre dan post-test (p=0.033). Kesimpulan: Edukasi pencegahan stunting dan praktik pemberian makan anak yang dilakukan di Kelurahan Tandang dinilai efektif, dibuktikan dengan meningkatnya nilai pengetahuan ibu.
Edukasi Pengetahuan Ibu Melalui Media Video Mengenai Praktik Pemberian Makanan Di Puskesmas Bandarharjo Semarang Latifah, Yovita Nur; Khayana, Felisa Nur; Gunadi; Kartikadewi, Arum; Sulfrida, Erna; Farabi, Aristo
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.269

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah kondisi dimana tubuh anak tidak mencapai panjang atau tinggi yang sesuai dengan usianya. Presentasi stunting di Jawa Tengah sebesar 31.3%. Banyaknya persentase ibu yang bekerja menyebabkan banyak anak yang tidak diasuh sendiri oleh orang tuanya sehingga menjadi faktor resiko terjadinya masalah gizi pada anak. Pola pemberian makan pengasuh yang tidak tepat pada balita termasuk faktor penyebab tidak langsung terjadinya masalah gizi pada balita. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media edukasi audiovisual terhadap pengetahuan ibu dalam praktik pemberian makan pada balita. Metode: Edukasi berbentuk kegiatan pemutaran media edukasi berupa video mengenai praktik pemberian makan. Peserta pengabdian masyarakat ini adalah ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo pada dua kelurahan yaitu Kelurahan Bandarharjo dan Kelurahan Tanjungmas. Evaluasi dilakukan menggunakan analisis kuantitatif hasil pre-test dan post-test. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test dengan p-value= 0,007(<0,05). Kesimpulan: Pemberian penyuluhan dengan media audiovisual dapat meningkatkan pengetahuan ibu mengenai stunting.
Peran Komisi IX DPR RI Terhadap Legislasi Nasional Arah Pembangunan Bidang Kesehatan: Keynote Speaker - Komisi IX DPR RI Wuryanto, Edy
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.270

Abstract

Sidang Paripurna DPR, 11 Juli 2023, mengesahkan RUU Kesehatan menjadi UU. Presiden sudah menandatangani menjadi UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan pada tanggal 8 Agustus 2023. Undang-Undang terdiri dari 20 bab dan 458 pasal yang bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan Agenda Transformasi Kesehatan. Terdapat 11 undang-undang dicabut. Peraturan turunan diterbitkan 2 - 3 bulan setelah diundangkan
Transformasi Sistem Kesehatan Nasional: Narasumber 1- Ketua Asosiasi Institusi Perguruan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI) Abdullah, Asnawi
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.271

Abstract

Setiap orang berhak mendapatkan lingkungan yang sehat bagi pencapaian derajat kesehatan, mendapatkan pelindungan dari risiko kesehatan dan berkewajiban menghormati hak orang lain untuk hidup sehat. Patut disayangkan, energi dan fokus perdebatan UU Kesehatan digiring pada isu-isu curative orang sakit, melupakan 75% orang sehat. Perdebatan strategi menjaga orang sehat tetap sehat seharusnya lebih produktif. Jangan sampai masyarakat yang sehat jatuh sakit. Kelompok masyarakat yang sehat masih kurang mendapatkan liputan dan diskusi-diskusi.
Pencegahan Dini Stunting Untuk Ketahanan Nasional: Narasumber 2 - Ketua Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang Astuti, Rahayu
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.272

Abstract

Percepatan penurunan stunting harus dilakukan bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat. Keterpaduan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa menjadi sangat penting. Partisipasi aktif swasta dalam percepatan penurunan stunting baik langsung maupun tidak langsung kepada kelompok sasaran juga sangat dibutuhkan. Partisipasi aktif Perguruan Tinggi dan akademisi dalam percepatan penurunan stunting dapat dilakukan melalui kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi. Partisipasi Masyarakat Sipil (LSM, NGO, Perseorangan, dan Mitra Masyarakat Pembangunan) dalam percepatan penurunan stunting juga sangat diperlukan. Partisipasi Media dalam percepatan penurunan stunting melaui KIE Media Pencegahan dan Penanganan Stunting akan memudahkan diseminasi informasi bagi masyarakat luas.
Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1) unimus, fkm
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.293

Abstract

.
Detection of Pig DNA Contamination in Facial Creams Containing Collagen Using Conventional PCR Fitria, Meutia Srikandi; Dewi, Juliana Permata; Mukaromah, Ana Hidayati
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 2 No October (2024): Proceeding of The 1st International Seminar on Public Health and Sports (IS
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/prosidingfkm.v2iOctober.628

Abstract

Background: Cosmetics are pharmaceutical preparations intended to support appearance or care for the body. Both local and imported facial whitening products are mostly marketed at varying prices, from cheap to expensive, making more people buy them. The supply of collagen extracted from mammals has recently been limited and is mostly obtained from the tendons and skin of cattle and pigs. The collagen content not listed on cosmetic packaging makes people worried about pork collagen being contaminated, therefore detection is needed to find out. This research aimed to detect whether there was pork contamination in facial cream products containing collagen with Cytochrome b (Cyt-b) primers using conventional PCR. Method: The research design is exploratory. The samples used were 5 facial cream samples and one positive control. Samples were subjected to DNA extraction, DNA concentration quantification, PCR, and DNA electrophoresis. Result: In the positive control, a DNA band of ~149 bp specifically targeting Cytochrome b was formed, while the facial cream sample did not form a DNA band. Conclusion: The five facial creams used as samples were not contaminated with pork contamination.