cover
Contact Name
Didik Sumanto
Contact Email
prosiding.fkm@unimus.ac.id
Phone
+6282221586617
Journal Mail Official
prosiding.fkm@unimus.ac.id
Editorial Address
Jalan Kedungmundu Raya No. 18 Kedungmundu, Tembalang, Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Kesehatan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30264863     DOI : https://doi.org/10.26714/pskm
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Kesehatan Masyarakat (PRIMA KESMAS) merupakan media publikasi naskah peserta kegiatan Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Bidang Ilmu Kesehatan dan Olahraga yang diselenggarakan setiap bulan Agustus oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang. PRIMA KESMAS akan diterbitkan setiap bulan Oktober dengan cakupan bidang keilmuan prosiding ini diantaranya meliputi Epidemiologi, Kesehatan Lingkungan (Kesling), Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Promosi Kesehatan (Promkes), Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK), Kesehatan Reproduksi (Kespro), Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Gizi Kesehatan Masyarakat, Keolahragaan, Kedokteran dan Kedokteran Gigi, Keperawatan, Kebidanan, Laboratorium Kesehatan, dan bidang ilmu kesehatan lainnya yang masih relevan.
Articles 74 Documents
Penerapan Relaksasi Otot Progresif Pada Pasien Post Operasi Laparatomi Benign Prostat Hyperplasia: Studi Kasus Di Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo Semarang Nurkholila, Mila; Sulistyanto, Benny Arief
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.245

Abstract

Latar belakang: Seorang pasien laki-laki usia 60 tahun menderita Benigna prostat hiperplasia (BPH). Pasien dilakukan tindakan pembedahan radical retropubic prostatectomy. Pengkajian pasien didapatkan keadaan umum baik, kesadaran composmentis, pasien juga mempunyai riwayat penyakit DM. Pasien mengeluh nyeri pada area operasi (dibawah pusar). Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran penerapan terapi relaksasi otot progresif pada nyeri akut terhadap pasien Benign Prostat Hyperplasia (BPH). Metode: Studi kasus ini mengaplikasikan tindakan keperawatan yang berbasis bukti (evidence based practice) dengan mengobservasi satu pasien post operasi laparotomi BPH. Pasien diberikan terapi standar dan ditambah dengan tindakan Relaksasi Otot Progresif (ROP) selama tiga hari masa perawatan post operasi. Pasien dievaluasi tiap hari yang meliputi skala nyeri, tanda-tanda vital, dan luka operasi. Hasil: Setelah tiga hari dilakukan intervensi ROP, pasien mengalami penurunan intensitas nyeri dari skala 4 pada hari pertama pasca operasi menjadi skala 1 pada hari ketiga. Pasien juga tidak terdapat tanda-tanda infeksi pada luka operasi. Namun demikian, keterbatasan kasus ini adalah penurunan skala nyeri sangat mungkin dikarenakan efek dari obat anestesi. Kesimpulan: Terapi relaksasi progresif terbukti aman diberikan pada pasien post operasi BPH dan juga dapat menurunkan intensitas nyeri pasien. Perawat disarankan untuk dapat memberikan ROP sebagai terapi tambahan dalam pemberian asuhan keperawatan khususnya pada pasien pasca operasi.
Hubungan Pengetahuan Ibu Terhadap Kejadian Miliaria Pada Bayi Usia 0-12 Bulan Araafi, Naufal Nisa; Krisnarto, Eko; Ratnaningrum, Kanti
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.246

Abstract

Latar Belakang: Keadaan iklim Tropis di Indonesia menyebabkan produksi keringat menjadi lebih banyak. Salah satu gangguan kulit yang dapat timbul dari keadaan tersebut adalah miliaria. Miliaria dapat mengenai semua usia, tetapi paling sering diderita oleh bayi karena keadaan kulit yang belum sempurna. Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat menimbulkan miliaria yaitu faktor bayi, faktor lingkungan, dan faktor ibu. Tujuan studi ini adalah mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu, penggunaan jenis pakaian, dan pembedongan terhadap kejadian miliaria pada bayi usia 0-12 bulan di desa dan kota, Wonosobo, Jawa Tengah. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel diambil dengan teknik total sampling. Sampel pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 0-12 bulan yang datang ke Posyandu di Keluharan Jaraksari, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo dan Posyandu di Desa Sojokerto, Kabupaten Wonosobo. Data penelitian menggunakan kuesioner yang diisi melalui wawancara dan diagnosis miliaria berdasarkan gambaran UKK. Data dianalisis dengan uji chi square. Hasil: Tingkat pengetahuan ibu berhubungan dengan kejadian miliaria (p-value=0,001). Penggunaan pakaian menyerap keringat berhubungan dengan kejadian miliaria (p-value =0,003). Faktor pembedongan tidak berhubungan terhadap kejadian miliaria (p-value=1,000). Kesimpulan: Tingkat pengetahuan ibu berhubungan terhadap kejadian miliaria.
Aktivitas Larvasida N-Heksan Rimpang Kencur Terhadap Larva Aedes albopictus: Studi Pendahuluan Mastura, Nurul Izzah; Anwar, Risyandi; Sayono
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.247

Abstract

Latar belakang: Aedes albopictus merupakan vektor primer Chikungunya dan sekunder untuk Dengue dan Zika. Cara pengendalian spesies ini masih mengandalkan metode kimia seperti fogging dan larvasida. Kondisi ini telah berlangsung lama, sehingga muncul status resisten pada populasi Aedes dan menghambat upaya pengendalian penyakit-penyakit tersebut sehingga perlu dicari bahan aktif larvasida yang aman, mudah dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas larvasida ekstrak n – heksan kencur terhadap larva Aedes albopictus. Metode: Penelitian eksperimen ini menerapkan Posttest Only Control Group Design dengan 5 konsentrasi ekstrak n-heksan kencur yaitu 10, 25, 50, 75, dan 100 ppm. Sebanyak 500 larva instar III Aedes albopictus instar menjadi subjek penelitian yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakukan dan masing-masing direplikasi 5 kali sehingga setiap perlakuan berisi 20 larva. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis dan probit. Hasil: Kematian larva Ae. albopictus berkisar antara 3-100 % dengan konsentrasi efektif larvasida ekstrak n–heksan kencur (LC50 dan LC90) masing-masing 32,051 (29,741–34,419), dan 46,145 (42,395–51,531) ppm. Kesimpulan: Ekstrak n–heksan kencur dapat menjadi kandidat bahan aktif larvasida terhadap larva Aedes albopictus dengan tingkat efektivitas yang tinggi (LC50< 50 ppm).
Hubungan Perilaku Konsumsi Air Putih, Suhu, Dan Kelembaban Dengan Tingkat Dehidrasi Pada Pekerja Pembuatan Tempe Assyifa, Keiza Nur; Prasetio, Diki Bima; Salawati, Trixie
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.248

Abstract

Latar belakang: Dehidrasi merupakan gangguan keseimbangan cairan yang banyak terjadi pada seseorang yang beraktivitas di lingkungan panas dalam waktu yang lama. Industri pembuatan tempe di Kelurahan Lamper Tengah Semarang menggunakan media perebusan tong berukuran besar yang menyebabkan suhu dan kelembaban udara menjadi tinggi. Sebanyak 2 pekerja industri mengalami dehidrasi. Pekerja sering mengonsumsi kopi dan teh daripada air putih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku konsumsi air putih, suhu udara, dan kelembaban udara dengan tingkat dehidrasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling sebanyak 33 responden. Pengambilan data perilaku konsumsi air putih menggunakan kuesioner, suhu dan kelembaban udara menggunakan alat thermohygrometer, dan tingkat dehidrasi menggunakan skor warna urine. Analisis data penelitian menggunakan chi-square. Hasil: Sebanyak 51,5% pekerja mengalami dehidrasi berat. Perilaku konsumsi air putih (p-value=0,033), suhu udara (p-value=0,004), dan kelembaban udara (p-value=0,015) memiliki hubungan dengan tingkat dehidrasi. Kesimpulan: Perilaku konsumsi air putih, suhu udara, dan kelembaban udara berhubungan dengan tingkat dehidrasi pada pekerja industri pembuatan tempe di wilayah Kelurahan Lamper Tengah Semarang.
Efek Ekstrak Etanol Daun Kesum Terhadap Penurunan Kadar Malondialdehid Lambung Tikus Putih Terinduksi Monosodium Glutamate Ubaidah, Shofura Salma; Mukaromah, Ana Hidayati
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.249

Abstract

Latar Belakang: Monosodium glutamat (MSG) adalah bahan tambahan pangan yang digunakan sebagai penyedap makanan. Penggunaan MSG secara berlebihan dapat meningkatkan Reactive Oxygen Species yang berdampak pada kerusakan organ lambung ditandai dengan peningkatan kadar malondialdehid (MDA). Daun kesum mengandung antioksidan yang dapat menurunkan kadar MDA. Tujuan penelitian untuk mengetahui efek ekstrak etanol daun kesum (Polygonum minus Huds.) terhadap penurunan kadar malondialdehid pada organ lambung tikus putih yang diinduksi MSG. Metode: Eksperimen dengan post-test control group design. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus wistar Jantan dibagi 5 kelompok, dengan cadangan 2 ekor tikus setiap kelompok. Penelitian menggunakan kelompok Kontrol (-) tanpa perlakuan, Kontrol (+), P1, P2 dan P3 diinduksi MSG 35 mg/Kg BB selama 14 hari dan P1, P2 dan P3 diberikan ekstrak etanol daun kesum selama 7 hari dengan dosis berturut-turut 27,5; 55.0; 110,0 mg/200g BB tikus/hari. Setelah itu dibedah dan diambil organ lambung untuk pemeriksaan kadar MDA menggunakan metode spektrofotometri. Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan uji Post Hoc Tukey. Hasil: Kadar MDA tikus yang terinduksi MSG adalah 6,8734±0,0509 mg/kg. Kadar MDA lambung tikus terinduksi MSG dengan pemberian kstrak etanol daun kesum selama 7 hari dengan dosis berturut-turut 27,5; 55.0; 110,0 mg/200g BB tikus/hari berturut-turut 0,5081±0,1210; 0,739±0,0400; 0,2314±0,0035 mg/kg. Kadar ekstrak etanol daun kesum yang dapat menurunkan kadar MDA paling tinggi 72,36% adalah konsentrasi 110,0 mg/200gBBTikus. Hasil uji Post Hoc Tukey menunjukkan bahwa K(+) berbeda dengan P1 (p=0,007), P2 (p=0,000), dan P3(p=0,000). Ada pengaruh variasi konsentrasi ekstrak etanol daun kesum terhadap penurunan kadar MDA.Kesimpulan: Ekstrak etanol daun kesum (Polygonum minus Huds.) dapat menurunkan kadar malondialdehid pada organ lambung tikus putih yang diinduksi MSG.
Efektivitas Penyuluhan Praktik Perilaku Pola Asuh Pendampingan Makan Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Poncol Muslimah; Budi P, Susilo; Fuad, Wijayanti; Latifah, Yovita Nur
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.250

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi balita yang mengalami stunting di Indonesia sebanyak 24,3% pada 2021. Pemerintah pun menargetkan prevalensi stunting di Indonesia turun menjadi di bawah 14% pada 2024. Untuk itu, target penurunan prevalensi stunting setiap tahun harus sekitar 2,7%. Puskesmas Poncol merupakan salah satu puskesmas di Kota Semarang yang memiliki peran menurunkan angka stunting di kota Semarang. Faktor praktik pemberian makan yang kurang tepat menjadi faktor risiko yang mempengaruhi kondisi gizi anak. Tujuan kegiatan melakukan edukasi pencegahan stunting dan praktik pola asuh pendampingan makan anak serta menilai efektivitasnya penelitian ini untuk mengetahui efektifitas penyuluhan praktik perilaku pola asuh pendampingan makan balita stunting. Metode: Kegiatan pengabdian yang berbasis penelitian quasi eksperimental dengan pre and post-test group design untuk menilai efektivitas kegiatan. Lokasi kegiatan di wilayah kerja Puskesmas Poncol pada November 2022. Sampel adalah ibu yang memiliki anak stunting, sebanyak 28 ibu. Bentuk pengabdian yang dilakukan yaitu pemberian edukasi menggunakan video terkait praktik pemberian makan anak. Hasil: Mayoritas balita stunting berusia 3 tahun (57.1%), balita berjenis kelamin laki laki (53.6%), pengetahuan ibu adalah cukup (42,9%%), perilaku ibu masuk ke dalam kategori tidak tepat (53.6%), dan pendidikan ibu adalah SD (39.3%). Nilai rata-rata yang didapatkan pada saat pretest 75,1 dan untuk nilai rata-rata post-test adalah 82,1. Terdapat perbedaan yang bermakna dari hasil pre dan post-test responden (p=0,000). Kesimpulan: Penyuluhan praktik perilaku pola asuh pendampingan makan balita dengan kejadian stunting dengan media edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan pengasuh di Wilayah Kerja Puskesmas Poncol.
Efektivitas Media Edukasi Leaflet Terhadap Pengetahuan Ibu Mengenai ASI Eksklusif di Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang Balqis, Indira Aura; Saptanto, Agus; Ramaningrum, Galuh; Novitasari, Andra
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.251

Abstract

Latar Belakang: ASI eksklusif adalah pemberian ASI sejak usia 0-6 bulan tanpa makanan minuman tambahan. ASI bermanfaat untuk sistem imun, kesehatan, dan kecerdasan bayi. ASI eksklusif dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pengetahuan ibu. Penyuluhan dengan media edukasi yang tepat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berbasis penelitian intervensi yaitu quasi eksperimen dengan pre and post-test design untuk menilai efektivitas kegiatan. Pengabdian masyarakat dilakukan Juni 2023 di Puskesmas Kedungmundu. Responden adalah ibu dengan bayi berusia 0-6 bulan sejumlah 40 orang. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif yang sudah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas serta lembar soal post-test. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang dibagikan melalui form daring. Analisis univariat dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuensi karakteristik responden, rata-rata nilai pengetahuan. Analisis bivariat dengan uji Wilcoxon guna mengetahui efektivitas intervensi penyuluhan dengan leaflet tentang pemberian ASI dengan membandingkan pre-test dan post-test. Hasil: Responden terbanyak ibu usia 20-29 tahun (47,5%), tingkat pendidikan SMA (52,5%), tidak bekerja (70%), memberikan ASI eksklusif (85%), tingkat pengetahuan pre-test baik (85%). Ada perbedaan signifikan skor pengetahuan pre-test dan post-test (p= 0,001). Peningkatan skor rata-rata sebesar 6,87. Kesimpulan: Pemberian penyuluhan dengan leaflet dapat meningkatkan pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif.
Efektivitas Edukasi Melalui Video Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Orang Tua Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap di Puskesmas Bandarharjo Qurrotul, Sakinah; Setyawan, Muhamad Hidayat; Pandu, Mega; Kusuma W, Jati
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.252

Abstract

Latar Belakang: Data WHO menunjukkan bahwa pada tahun 2021, sebanyak 25 juta anak tidak mendapatkan imunisasi lengkap di tingkat global. Data ini menunjukkan 5,9 juta lebih banyak dari tahun 2019 dan jumlah tertinggi sejak tahun 2009. Sementara di Indonesia, jumlah anak yang belum diimunisasi lengkap sejak 2017 sampai tahun 2021 adalah 1.525.936 anak. Cakupan imunisasi dasar lengkap bulan Maret 2023 di Puskesmas Bandarharjo Semarang mencapai 55.56%. Penyebab angka tersebut dapat disebabkan karena masih adanya stigma kelompok masyarakat yang salah terkait imunisasi dasar lengkap yang mengandung unsur yang haram. Munculnya stigma tersebut tidak terlepas dari faktor pengetahuan orangtua mengenai vaksin yang digunakan dalam imunisasi dasar lengkap. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat rancangan one group pre-test and post-test design, kegiatan meliputi pemberian pre-test yang kemudian dilanjutkan pemberian edukasi melalui media video tentang imunisasi dasar lengkap, setelah itu dilakukan pemberian post-test untuk menilai efektivitas edukasi yang diberikan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 - 25 Mei 2023 pada warga Kelurahan Dadapsari Semarang. Jumlah peserta sejumlah 45 ibu yang memiliki anak Balita. Hasil: Sebagian besar peserta berusia 25-30 tahun yaitu sebanyak 21 orang (46.7%), berpendidikan SMA yaitu sebanyak 23 orang (51.1%), dan sebagian besar pekerjaan sebagai ibu rumah tangga yaitu sebanyak 43 orang (95.6%). Sebagian besar peserta dengan sikap positif terhadap imunisasi dasar lengkap sebanyak 43 orang (95.6%). Ada perbedaan yang signifikan pada pengetahuan orangtua mengenai imunisasi dasar lengkap sebelum dan sesudah intervensi dengan video edukasi (p=0,000). Kesimpulan: Kegiatan edukasi kepada ibu tentang informasi pelaksanaan imunisasi dasar lengkap meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu dan dapat meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap di Puskesmas Bandarharjo.
Edukasi Pengetahuan Stunting Melalui Media Audiovisual Pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungmundu Putri, Intan Rosa Hana; Prihandani, Oky Rahma; Tajally, Arief; Rohmani, Afiana
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.253

Abstract

Latar Belakang: Stunting atau tubuh pendek adalah kondisi yang menunjukan balita dengan panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Pada tahun 2022 Jawa Tengah menempati urutan ke-20 dari 34 provinsi di Indonesia dengan persentase balita stunting 20,8%. Puskesmas Kedungmundu merupakan salah satu puskesmas di Kota Semarang yang memiliki peran menurunkan angka stunting dan underweight di kota Semarang. Berdasarkan data yang di dapatkan di Puskesmas Kedungmundu diketahui terdapat 26 balita stunting dan balita underweight sebanyak 40 balita. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media edukasi audiovisual terhadap pengetahuan stunting pada masyarakat di wilayah kerja puskesmas kedungmundu. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kegiatan pemberian edukasi terkait stunting kepada masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu pada Maret 2023. Kegiatan ini diberi intervensi yang diawali dengan pre-test, dilanjutkan pemberian materi edukasi, dan dilakukan post-test pada akhir sesi. Target sasaran untuk kegiatan ini adalah seluruh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu terutama masyarakat Kelurahan Tandang. Evaluasi secara kuantitatif kegiatan dilakukan menggunakan lembar pre-test dan post-test. Analisis peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah kegiatan menggunakan wilcoxon test. Hasil: Pada intervensi, didapatkan adanya peningkatan hasil rata-rata dari pre-test ke post-test dengan p-value 0.033 yang berarti terdapat adanya hubungan yang bermakna secara statistik. Kesimpulan: Terdapat adanya keterkaitan efektivitas media edukasi audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat tentang stunting di Puskesmas Kedungmundu.
Efektifitas Penggunaan Media Audio Visual Tentang Anemia Pada Ibu Hamil Di Kelurahan Gayamsari Dan Kelurahan Siwalan Kamila, Nurkholifah Natasya; Jusuf, Jenny; Irsam, M; Kukuh, Nur
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.254

Abstract

Latar belakang: Anemia masih menjadi salah satu faktor risiko kejadian morbiditas dan mortalitas maternal dan perinatal di Indonesia. Dalam upaya menurunkan risiko morbititas dan mortalitas maternal dan perinatal, puskesmas memiliki peran melalui pendampingan ibu hamil anemia. Pendampingan ibu hamil anemia tidak hanya didukung dari sistem manajemen puskesmas tetapi juga pada perilaku dan pengetahuan masyarakat di wilayah tersebut. Metode: Pengabdian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan pendekatan media edukasi audio visual. Edukasi berupa edukasi anemia pada ibu hamil diberikan kepada 40 responden. Pengabdian dilakukan pada bulan Maret 2023. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap terhadap anemia dalam kehamilan serta pretest dan post-test. Hasil: Terdapat peningkatan nilai posttes dibandingkan pretes dengan peningkatan nilai sebesar 1,62 atau sebesar 20,5 persen. Kesimpulan: Intervensi berupa edukasi anemia pada ibu hamil dengan media audio visual meningkatkan pengetahuan dan sikap responden terhadap anemia dalam kehamilan