cover
Contact Name
Anom Dwi Prakoso
Contact Email
anomdwiprakoso@gmail.com
Phone
+628989356510
Journal Mail Official
jurnal@medikasuherman.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Industri Pasir Gombong, Jababeka, Pasirgombong, Kec. Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
ISSN : 29854474     EISSN : 29854237     DOI : https://doi.org/10.59981/y74nx390
Core Subject : Health,
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences merupakan jurnal ilmiah berkala yang dikelola dan diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman. Jurnal ini memiliki fokus dan ruang lingkup ilmu kesehatan umum yang berkaitan dengan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat setingggi-tingginya melalui pendekatan ilmiah dengan menerapkan berbagai macam metode dan teknik. Jurnal ini akan terbit dua kali dalam satu tahun pada bulan Juni dan Desember tiap tahunnya. Jurnal menggunakan mekanisme peer-review di mana setiap artikel yang dikirimkan harus ditinjau secara anonim oleh rekan ahli yang ditunjuk oleh editor. Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini dapat berupa artikel penelitian dan artikel review undangan. Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences berfokus pada masalah kesehatan secara umum dan pengembangan ilmu bidang Kesehatan sebagai berikut: Nursing Midwifery Public health Medicine Pharmacy Health Administration Traditional Medicine Health Law and Policy Health Nutrition Occupational Health and Safety
Articles 69 Documents
PERANAN TERAPI TUINA TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES TIPE-2 SINDROM PANAS LAMBUNG Setiadi, Eddy; Lupita Ningrum, Anis; Aditya, Stefanus; Xaverius, Franciscus
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/k4rfv779

Abstract

Penyakit Diabetes ini merupakan pintu masuk bagi penyakit- penyakit lainnya seperti stroke, penyakit jantung, infeksi kaki, kerusakan kulit atau gangrene yang dapat mengakibatkan amputasi, gagal ginjal dan bahkan disfungsi seksual sekalipun. Terapi Tuina merupakan pilihan pengobatan yang aman dan efektif untuk neuropati perifer diabetik. Terapi Tuina menunjukkan perbaikan dibandingkan pengobatan rutin, yang menunjukkan manfaat dalam meredakan gejala secara keseluruhan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi tuina terhadap perubahan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 (xiāo kĕ) sindrom panas lambung. Metode penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 20 subjek penelitian dari bulan maret-juni 2025 di Yayasan Akupunktur Sumber Sehat, Kota Bandung, Jawa Barat. Sampel berusia 20-30 tahun dengan terapi tuina setiap hari selama 6 hari dan dilakukan cek kadar gula darah sebelum dan setelah di lakukan terapi. Kadar gula darah berkisar antara 131–163 mg/dL sebelum dilakukan intervensi tuina. Setelah dilakukan intervensi terdapat perbedaan kadar gula antara 120-149 mg/dl. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan Paired Sample T-Test diperoleh hasil terapi akupuntur memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe-2 (xiāo kĕ) dengan sindrom panas lambung dengan nilai signifikansi sebesar 0.000. Terapi tuina memberikan pengaruh terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 (xiāo kĕ) sindrom panas lambung dengan angka penurunan kadar gula darah sebelum intervensi dengan rata-rata 145 mg/dl dan setelah intervensi rata-rata 131.30 dengan perbedaan penurunan sebesar 14.00 mg/dl (9.6%).
EFEKTIVITAS AKUPUNKTUR TERHADAP PERUBAHAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS (XIAO KE) SINDROM DEFISIENSI YIN YANG Dewi Sartika, Nike; Lupita Ningrum, Anis; Aditya, Stefanus; Xaverius, Franciscus
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/vnrszt88

Abstract

Diantara penyakit tidak menular (PTM), salah satunya termasuk diabetes mellitus (DM). Diabetes adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Diabetes merupakan penyakit metabolik kronik sehingga apabila terlambat dideteksi atau tidak ditangani dengan tepat, maka akan dapat mengakibatkan kerusakan serius dan mengancam jiwa. Ancamannya bisa pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf (WHO, 2025). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi akupunktur terhadap perubahan kadar gula darah pada penderita diabetes (xiāo kĕ) sindrom defisiensi yin yang. Penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 20 subjek penelitian dari bulan maret-juni 2025 di Yayasan Akupunktur Sumber Sehat, Kota Bandung, Jawa Barat. Sampel berusia 30-40 tahun dengan terapi Akupunktur setiap hari selama 6 hari dan dilakukan cek kadar gula darah sebelum dan setelah di lakukan terapi. Mayoritas responden merupakan perempuan (70%) dan berada pada rentang usia produktif, dengan usia terbanyak 38 tahun (20%). Kadar gula darah berkisar antara 126–140 mg/dL sebelum dilakukan intervensi akupuntur. Intervensi yang diberikan berhasil menurunkan kadar gula darah secara signifikan pada seluruh subjek, ditandai dengan penurunan kadar tertinggi menjadi 119 mg/dL dan kadar terendah mencapai 104 mg/dL. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan Paired Sample T-test diperoleh hasil terapi akupuntur memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe-2 (xiāo kĕ) dengan sindrom defisiensi yin yang dengan nilai signifikansi sebesar 0.000. Terapi Akupunktur memberikan pengaruh terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes (xiāo kĕ) sindrom defisien yin yang dengan angka penurunan kadar gula darah sebelum intervensi dengan rata-rata 134.25 mg/dl  dan setelah intervensi rata-rata 111.90 dengan perbedaan rata-rata penurunan sebesar 22.35 mg/dl.
PENGARUH TUINA TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI SINDROM HIPERAKTIVITAS YANG HATI Syarief, Pahri; Lupita Ningrum, Anis; Aditya, Stefanus; Xaverius, Franciscus
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/54kx0b37

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang dikenal sebagai the silent killer karena sering berkembang tanpa gejala jelas dan berisiko menimbulkan komplikasi serius. Dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), hipertensi dikaitkan dengan kondisi seperti Gāoxuěyā, Ganfeng (Liver Wind), dan Ganyang (Liver Yang hyperactivity). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi tuina terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan sindrom hiperaktivitas hati. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one group pre-post test. Sampel terdiri dari 20 responden berusia 30–40 tahun yang dipilih secara purposive dan menjalani terapi tuina setiap hari selama enam hari pada periode Maret–Juni 2025 di Griya Pahri, Kota Depok, Jawa Barat. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan setelah intervensi. Hasil analisis menunjukkan rata-rata tekanan darah sistolik sebelum intervensi sebesar 135,00 mmHg dan diastolik 84,80 mmHg, sedangkan setelah intervensi menurun menjadi 116,45 mmHg (sistolik) dan 77,75 mmHg (diastolik). Uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), yang menandakan adanya perbedaan bermakna sebelum dan sesudah intervensi. Penurunan rata-rata tekanan darah mencapai 18,65 mmHg (13,79%) untuk sistolik dan 7,05 mmHg (8,31%) untuk diastolik. Disimpulkan bahwa terapi tuina berpengaruh signifikan dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan sindrom hiperaktivitas hati.
PENGARUH TERAPI TUINA TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI SINDROM RETENSI DAHAK LEMBAB Hermawan, Saniwati; Lupita Ningrum, Anis; Aditya, Stefanus; Xaverius, Franciscus
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/hxne4003

Abstract

Hipertensi adalah terjadinya peningkatan tekanan darah dalam tubuh. Hipertensi termasuk penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian prematur di dunia. Penyakit hipertensi menjadi ancaman kesehatan masyarakat karena potensinya yang mampu mengakibatkan berbagai kondisi komplikasi, diantaranya seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal. Hipertensi dalam ilmu pengobatan tradisional Tiongkok disebut gāoxuěyā, pusing (xuànyūn), sakit kepala (tóutòng) dan angin hati (gānfēng). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi tuina terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi sindrom retensi dahak lembab. Metode penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 20 subjek penelitian dari bulan maret-juni 2025 di Yayasan Akupunktur Sumber Sehat, Kota Bandung, Jawa Barat dengan terapi tuina selama 6 hari/kali. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan Paired Sample T-Test diperoleh p < 0.001. Terapi tuina memberikan pengaruh terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi sindrom retensi dahak lembab. Angka rata-rata tekanan darah sistolik 135.25 mmHg dan diastolik 84.75 mmHg sebelum intervensi. Angka rata-rata setelah intervensi sebesar 125.85 mmHg (sistolik) dan 80.20 mmHg (diastolik). Penurunan sistolik sebesar 9.50 mmHg (7.02%) dan diastolik 4.55 mmHg (5.36%).
PERANAN TERAPI TUINA DALAM PENURUNAN KADARGULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES (XIAO KE) SINDROM DEFISIENSI QI DAN YIN Kho Tjin, Siem; Lupita Ningrum, Anis; Aditya, Stefanus; Xaverius, Franciscus
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/kafe2f83

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit tidak menular yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Penyakit ini menjadi salah satu masalah kesehatan global yang signifikan, dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama di negara-negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi tuina terhadap perubahan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 (xiāo kĕ) sindrom defisiensi qi dan yin. Metode:  penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 20 subjek penelitian dari bulan maret-juni 2025 di Yayasan Akupunktur Sumber Sehat, Kota Bandung, Jawa Barat. Sampel berusia 30-40 tahun dengan terapi tuina setiap hari selama 6 hari dan dilakukan cek kadar gula darah sebelum dan setelah di lakukan terapi. Hasil penelitian kelompok usia 30-40 tahun menunjukkan bahwa jumlah perempuan lebih tinggi, yaitu 12 orang (60 %)  dibandingkan dengan jumlah laki – laki, yaitu 8 orang (40 %). Data kadar gula darah yang mengalami penurunan tertinggi di angka 32 mg/dl sebanyak 1 subjek (5 %), sedangkan terrendah diangka 21 mg/dl sebanyak 1 subjek (5 %). Hasil dari uji normalitas dengan shapiro-wilk nilai > dari 0.05 sehingga data diatas berdistribusi normal. Hasil paired sample t-test terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil sebelum dan setelah dilakukan intervensi, yaitu nilai Sig. (2-tailed) 0.000 < 0.005. Terapi tuina memberikan pengaruh penurunan terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 (xiāo kĕ) sindrom defisien qi dan yin dengan angka penurunan sebesar 25.9 mg/dl dari angka sebelum intervensi dengan rata-rata 133.45 mg/dl  dan setelah intervensi rata-rata 107.55 mg/dl.
PERANAN TERAPI TUINA TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI SINDROM DEFISIENSI YIN DAN HIPERAKTIVITAS YANG Mie Lien, Tan; Lupita Ningrum, Anis; Aditya, Stefanus; Xaverius, Franciscus
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/vrf2vx60

Abstract

Hipertensi merupakan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi salah satu penyebab utama kematian prematur di dunia. Hipertensi ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik di atas nilai normal. Dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), kondisi ini dikaitkan dengan istilah Gāoxuěyā serta manifestasi klinis seperti pusing (Xuànyūn), sakit kepala (Tóutòng), dan Gānfēng (angin hati), khususnya pada sindrom defisiensi yin dengan hiperaktivitas yang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi tuina terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan sindrom defisiensi yin hiperaktivitas yang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one group pre-post test. Sampel terdiri dari 20 responden berusia 30–40 tahun yang dipilih secara purposive dan menjalani terapi tuina setiap hari selama enam hari pada periode Maret–Juni 2025 di Yayasan Akupunktur Sumber Sehat, Kota Bandung, Jawa Barat. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tekanan darah sebelum intervensi sebesar 135,15 mmHg (sistolik) dan 85,55 mmHg (diastolik), sedangkan setelah intervensi menurun menjadi 120,75 mmHg (sistolik) dan 79,45 mmHg (diastolik). Uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), yang menandakan adanya perbedaan bermakna antara tekanan darah sebelum dan sesudah terapi. Penurunan rata-rata tekanan darah tercatat sebesar 14,40 mmHg (10,65%) untuk sistolik dan 6,10 mmHg (7,13%) untuk diastolik. Disimpulkan bahwa terapi tuina berpengaruh signifikan dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan sindrom defisiensi yin hiperaktivitas yang.
PENGARUH COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY DALAM PENANGANAN GANGGUAN PSIKOSOSOSIAL PASIEN KANKER MAMAE:  A LITERATURE REVIEW Wahyuni Ismoyowati, Tri; Lido Sianipar; Muhamad Arief Fadli
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/fswrtj50

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian secara global. Pasien kanker sering menghadapi berbagai tantangan, termasuk gangguan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh Cognitive Behavior Therapy (CBT) dalam menangani permasalahan psikosisial pada pasien kanker, salah satunya kanker mamae. Studi ini dilakukan dengan pendekatan systematic review menggunakan beberapa database, seperti ProQuest dan ScienceDirect. Analisis artikel dilakukan dengan menerapkan metode PRISMA. Hasil Dari hasil penelaahan, terdapat 5 artikel yang memenuhi kriteria dan menggunakan metode Randomized Controlled Trial. Temuan menunjukkan bahwa terapi perilaku kognitif, baik dalam bentuk standar maupun yang disesuaikan, terbukti efektif dalam membantu pasien kanker Mamae mengatasi gangguan psikososial, termasuk depresi, stres, kecemasan, dan gangguan tidur. Selain itu, kombinasi terapi ini dengan pendekatan lain, seperti hipnoterapi dan pemanfaatan teknologi, memiliki potensi yang menjanjikan untuk intervensi psikososial. Tenaga kesehatan terutama perawat disarankan untuk mengintegrasikan Cognitive Behavior Therapy sebagai bagian dari perawatan komprehensif bagi pasien kanker yang mengalami gangguan psikososial.
TRANSFORMASI DIGITAL DI PUSKESMAS: PERAN E-PPGBM DALAM MENGOPTIMALKAN DETEKSI MASALAH GIZI DI LOMBOK Fitri, Elisa Sulistia; Mandala, Yenny; Rahman, Abdul Chalel
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/kp3h9822

Abstract

Transformasi digital dalam pelayanan kesehatan primer menjadi strategi penting untuk meningkatkan efektivitas deteksi dini masalah gizi. Salah satu bentuk implementasi digital tersebut adalah penggunaan aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) di Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi E-PPGBM dalam mendukung deteksi masalah gizi di Puskesmas di wilayah Lombok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap petugas gizi dan tenaga kesehatan yang terlibat langsung dalam pengelolaan E-PPGBM. Analisis data dilakukan menggunakan thematic analysis berdasarkan tahapan Braun dan Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-PPGBM berkontribusi dalam meningkatkan ketepatan pencatatan status gizi, mempercepat proses pelaporan, serta mempermudah pemantauan kasus gizi bermasalah di tingkat pelayanan primer. Namun demikian, implementasi E-PPGBM masih menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, kualitas jaringan internet, serta beban kerja petugas yang tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa E-PPGBM merupakan instrumen penting dalam mendukung sistem surveilans gizi di Puskesmas, meskipun diperlukan penguatan kapasitas SDM dan dukungan infrastruktur untuk mengoptimalkan pemanfaatannya. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan kebijakan dan implementasi sistem informasi gizi di tingkat layanan kesehatan primer.
IMPLIKASI TELEMEDISIN MELALUI RESEP ELEKTRONIK DAN WHATSAPP TERHADAP KEAMANAN PENGGUNAAN OBAT DI RSI SUNAN KUDUS Sri Suwarni; Rosida Syofiana; Mera Putri Pratitis; Joko Riyanto
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/x9krr085

Abstract

Penguatan regulasi terkait telemedisin dan sistem informasi kesehatan mendorong fasilitas pelayanan kesehatan mengadopsi sistem informasi rumah sakit, termasuk peresepan elektronik, sebagai strategi peningkatan keselamatan pasien. Meskipun demikian, kesalahan resep masih kerap terjadi akibat tulisan tangan yang tidak terbaca, informasi yang tidak lengkap, serta alur manual pengantaran resep dari poliklinik ke instalasi farmasi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi implikasi layanan telemedisin melalui peresepan elektronik dan pemanfaatan grup WhatsApp dalam meningkatkan keamanan pengobatan di RSI Sunan Kudus. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada dokter dan apoteker yang terlibat dalam penggunaan resep elektronik dan komunikasi melalui grup WhatsApp pada layanan telemedisin. Instrumen wawancara telah diuji validitas kontennya. Analisis data dilakukan menggunakan triangulasi sumber untuk meningkatkan kredibilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peresepan elektronik meningkatkan keamanan pengobatan melalui peningkatan keterbacaan, akurasi, dan integrasi dengan data klinis pasien, sehingga menurunkan risiko kesalahan resep, duplikasi terapi, dan kejadian terkait obat. Selain itu, komunikasi antara dokter dan apoteker menjadi lebih efektif. Namun, layanan pendukung kepatuhan pengobatan berbasis telemedisin masih terbatas dan sebagian besar dilakukan secara manual melalui grup WhatsApp, terutama pada pasien tuberkulosis untuk pengingat pengambilan obat. Implementasi telemedisin melalui peresepan elektronik dan grup WhatsApp di RSI Sunan Kudus memberikan dampak positif terhadap peningkatan keamanan pengobatan. Kombinasi keduanya memperkuat koordinasi tenaga kesehatan, meningkatkan keterlibatan pasien, serta berkontribusi pada pencegahan medication error, meskipun masih memerlukan pengembangan sistem yang lebih terintegrasi dan terstandar.