cover
Contact Name
Anom Dwi Prakoso
Contact Email
anomdwiprakoso@gmail.com
Phone
+628989356510
Journal Mail Official
jurnal@medikasuherman.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Industri Pasir Gombong, Jababeka, Pasirgombong, Kec. Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
ISSN : 29854474     EISSN : 29854237     DOI : https://doi.org/10.59981/y74nx390
Core Subject : Health,
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences merupakan jurnal ilmiah berkala yang dikelola dan diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman. Jurnal ini memiliki fokus dan ruang lingkup ilmu kesehatan umum yang berkaitan dengan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat setingggi-tingginya melalui pendekatan ilmiah dengan menerapkan berbagai macam metode dan teknik. Jurnal ini akan terbit dua kali dalam satu tahun pada bulan Juni dan Desember tiap tahunnya. Jurnal menggunakan mekanisme peer-review di mana setiap artikel yang dikirimkan harus ditinjau secara anonim oleh rekan ahli yang ditunjuk oleh editor. Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini dapat berupa artikel penelitian dan artikel review undangan. Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences berfokus pada masalah kesehatan secara umum dan pengembangan ilmu bidang Kesehatan sebagai berikut: Nursing Midwifery Public health Medicine Pharmacy Health Administration Traditional Medicine Health Law and Policy Health Nutrition Occupational Health and Safety
Articles 59 Documents
HUBUNGAN TINGKAT STRES DALAM PEMBUATAN TUGAS AKHIR DENGAN KUALITAS TIDUR MAHASISWA FK UNIZAR ANGKATAN 2019 Komang Agus Satria Widiasa; Danang Nur Adiwibawa; Irwan Syuhada; IGP Winangun
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 2 No. 1 (2023): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/5hergy11

Abstract

Kualitas tidur yang buruk dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu stres. Pada tahap akademik seorang mahasiswa dituntut untuk dapat sesegera mungkin menyelesaikan masa studinya dan diberikan tugas akhir atau skripsi yang wajib dipenuhi sebagai syarat kelulusan. Tidak dapat dipungkiri dalam penyusunan tugas akhir ini pasti akan mengalami hambatan yang dapat mengakibatkan stres. Namun, seiring berjalannya waktu, beberapa penelitian memiliki pendapat pro dan kontra yang menyatakan hubungan tingkat stress dan kualitas tidur ini. Berdasarkan uraian diatas peneliti tertarik melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan tingkat stres dalam pembuatan tugas akhir dengan kualitas tidur mahasiswa PSPD FK Unizar tahun 2019. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dan teknik purposive sampling menggunakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram angkatan 2019 yang berjumlah 77 responden Dari seluruh total 77 sampel penelitian didapatkan responden yang mengalami stres ringan sebesar 26%, sebesar 29,9 % mengalai stres sedang, dan yang mengalami stres berat sebesar 44,1%. Lalu, sebesar 44,2% memiliki kualitas tidur baik dan dengan kriteria buruk sebesar 55,8%. Terdapat hubungan antara tingkat stres dalam pembuatan tugas akhir dengan kualitas tidur mahasiswa FK UNIZAR angkatan 2019 dengan p-value 0,005 (p-value < 0,05).
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECEMASAN DAN KESIAPAN BELAJAR DENGAN PELAKSANAAN UJIAN MCQ PADA MAHASISWA ANGKATAN 2020 DAN 2021 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM AL AZHAR MATARAM Mayditya Biman Surya; Lusiana Wahyu Ratna Wiajayanti; Ronanarasafa; Yolly Dahlia
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 2 No. 1 (2023): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/rbwj8685

Abstract

Multiple Choice Question (MCQ) merupakan bentuk ujian di akhir blok di kurikulum kedokteran. Ujian MCQ dianggap sulit oleh sebagian besar mahasiswa karena ujian ini dihadapi pada setiap akhir blok. Kecemasan adalah suatu bentuk emosi negatif yang dapat timbul dalam berbagai keadaan dan situasi, biasanya dicetuskan oleh objek ancaman yang tidak nyata secara fisik. Kecemasan dapat dibedakan menjadi kecemasan ringan sampai kecemasan tingkat tinggi (panik). Kesiapan belajar merupakan kesiapan atau kesediaan seseorang untuk belajar mandiri, yang terdiri dari komponen sikap, kemampuan dan karakteristik personal Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif jenis analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Besar sampel sebanyak 85 sampel penelitian. Tingkat kecemasan yang di miliki mahasiswa FK UNIZAR sebelum menghadapi ujian MCQ yaitu tingkat kecemasan dengan kategori tinggi dengan pelaksanaan MCQ kategori kurang sebanyak 42 orang (44,2 %). Kesiapan belajar yang dimiliki mahasiswa FK UNIZAR sebelum menghadapi ujian MCQ yaitu kesiapan belajar dengan kategori tinggi dengan pelaksanaan MCQ kategori baik sebanyak 32 orang (33,7 %). Tingkat kecemasan dengan pelaksanaan ujian MCQ didapatkan hasil P-Value 0,002 (p-value < 0,05). Terdapat adanya hubungan antara tingkat kecemasan dan Kesiapan Belajar dengan pelaksanaan ujian MCQ pada mahasiswa angkatan 2020 dan 2022 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al - Azhar Mataram dengan P-Value 0,001 dan P-Value 0,002.
EFEKTIVITAS SENAM YOGA DENGAN KOLABORASI UAP MINYAK KAYU PUTIHPADA LANSIA DENGAN ASMA BRONKHIAL Reski Harjuansa; Dinasti Pudang Binoriang
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 2 No. 1 (2023): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/g0tfav67

Abstract

Asma adalah suatu gangguan inflamasi saluran pernapasan dengan kategori kronik. Gangguan ini yang merupakan penyebab dari peningkatan hipperresponshif jalan napas yang ditandai dengan suara pernapasan yaitu suara wheezing, kesulitan dalam bernapas, terasa berat dibagian dada, dan disertai atau terkadang batuk, kondisi ini terjadi pada malam hari atau pada saat menjelang di pagi hari. Tujuan penelitian untuk menguji efektivitas senam yoga dengan kolaborasi uap minyak kayu putihpada lansia dengan asma bronkhial. Metode yang digunakan dalam penulisan yaitu case report yang dilakukan selama 3 hari dengan 3 sesi pemberian edukasi dengan senam yoga untuk penderita asma dengan kolaborasi aromatheraphy minyak kayu putih. Hasil penelitian dari studi kasus yang sudah dilakukan dalam meningkatkan kesiapan manajemen kesehatan terkait penyakit yang diderita selama 3 kali kunjungan didapatkan adanya perkembangan yang lebih baik terhadap pasien akan pengetahuan dalam menanggulangi dan pencegahan asma dengan senam asma dan aromatheraphy minyak kayu putih. Pemberian intervensi terkait manajemen kesehatan dengan senam asma yang dikolaborasikan dengan aromatheraphy minyak kayu putih dan uap air panas didapatkan adanya peningkatan kesiapan lansia dalam manajemen kesehatan. Pasien mampu dalam melakukan senam yoga khusus penderita asma dan pasien juga dapat melakukan menghirup uap minyak kayu putih dengan uap air panas.
IDENTIFIKASI NYERI AKUT PADA PASIEN POST OPERASI APPENDICTOMY HARI PERTAMA MENGGUNAKAN INSTRUMEN PEMANTAU NYERI VISUAL Fillia Afiani Setyaningsih; Dyah Rivani
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 2 No. 1 (2023): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/j9ycp712

Abstract

Kasus appendisitis menjadi salah satu penyakit yang sering dijumpai dalam bidang bedah abdomen. Tindakan invasif yang biasa dilakukan untuk mengangkat appendisitis disebut appendektomi. Respon yang paling sering dijumpai setelah tindakan appendektomi adalah nyeri karena adanya kerusakan jaringan dan ujung-ujung saraf. Rasa nyeri bersifat multidimensi dan subjektif sehingga menjadi hal menantang karena pasien menjadi bukti akurat dalam menilai intensitas nyeri. Penilaian nyeri sudah semestinya dilakukan tanpa memandang usia, cara komunikasi, pengetahuan dan lainnya. Tujuan penelitian yaitu Melakukan penilaian nyeri pada pasien post operasi appendictomy hari pertama melalui proses keperawatan yang tepat dan benar sesuai masalah keperawatan nyeri akut yang diidentifikasi dengan instrument pemantau nyeri visualMetode yang digunakan dalam penulisan yaitu case report yang dilakukan pada hari pertama pasien post operasi appendectomy dengan 3 kali kunjungan pemantauan. Setelah dilakukan intervensi keperawatan terhadap pasien dalam pemantauan nyeri pasca operasi appendectomy selama 3 kali kunjungan didapatkan adanya perubahan dan perbedaan hasil pemantauan dari kedua pasien. Kedua pasien mengatakan tidak merasa terganggu terkait intervensi pemantauan nyeri yang dilakukan mandiri oleh pasien karena ini hanya memerlukan waktu kurang dari 2 menit. Pasien juga mengatakan tidak merasa sulit dalam pengisian instrument karena bentuk tulisan yang jelas disertai dengan gambar sehingga pasien merasa dimudahkan. penggunaan instrument pemantau nyeri visual memudahkan pasien dalam mengungkapkan nyeri yang dirasakan serta membantu efektifitas perawat dalam pemberian intervensi nyeri pasien. Dalam hal ini perawat dapat secara efektif dan efisien memutuskan pemberian terapi farmakologi, nonfarmakologi atau kombinasi untuk meredakan nyeri pasien. Sehingga dapat mempercepat waktu rawat inap dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
EVALUASI KELENGKAPAN KOMPONEN RESEP PASIEN BPJS RAWAT JALAN DI KLINIK MAHASTA CIBINONG PERIODE OKTOBER - DESEMBER 2022 Lita Hasni Fatna Suri; Masita Sari Dewi; La Ode Muhammad Anwar; Salma Hilmy Rusydi Hashim
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 2 No. 1 (2023): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/30dbfk61

Abstract

Resep harus ditulis dengan jelas untuk menghindari kesalahan medikasi atau medication error (ME). Evaluasi kelengkapan resep dilakukan sebagai bentuk peningkatan mutu pelayanan resep. Penelitian ini ditujukan mengetahui persentase kelengkapan resep dalam hal Inscriptio, Invocatio, Prescriptio, Signatura, Subscriptio dan Pro. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan 400 sampel lembar resep yang akan diteliti, dan diakukan pengamatan satu persatu dengan cara mencatat semua aspek-aspek kelengkapan resep dan dilakukan analisa data hasil. Diketahui jumlah presentase resep yang memenuhi syarat kelengkapan resep adalah 76,25% (305 lembar resep), sedangkan presentase resep yang tidak memenuhi syarat kelengkapan resep adalah 23,75% (95 lembar resep). Kelengkapan resep pasien BPJS di klinik mahasta dalam hal inscriptio 100% lengkap 0% tidak lengkap, dalam hal invocatio 100% lengkap 0% tidak lengkap, dalam hal praescriptio 87% lengkap 13% tidak lengkap, dalam hal subscriptio 97,5% lengkap 2,5% tidak lengkap, dalam hal signatura 100% lengkap 0% tidak lengkap, dan dalam hal pro 83,25% lengkap 16,75% tidak lengkap.
EFEKTIVITAS TERAPI AKUPUNKTUR KOMBINASI TEH DAUN JATI BELANDA TERHADAP PERUBAHAN BODY MASS INDEX PADA KASUS OVERWEIGHT MAHASISWA DI JURUSAN AKUPUNKTUR POLTEKKES SURAKARTA Muhammad Hafidh Nur Ihsan; Imrok Atus Sholihah; Maria Dewi Christiawati
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 2 No. 1 (2023): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/adtg0288

Abstract

Overweight didefinisikan sebagai penumpukan lemak yang berlebih pada jaringan adiposa, yaitu pada daerah perut maupun daerah lain seperti lengan dan paha.Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas terapi akupunktur kombinasi teh daun jati belanda terhadap perubahan body mass index pada kasus overweight Mahasiswa di Jurusan Akupunktur Poltekkes Surakarta. Penelitian ini dilaksanakan mulai Februari sampai April bertempat di Jurusan Akupunktur Poltekkes Kemenkes Surakarta. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 44 mahasiswa (laki-laki berjumlah 16 mahasiswa dan perempuan berjumlah 28 mahasiswa). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan desain “Quasy-experimental design” rancangan penelitian “two groups pre and post test design” dan instrument penelitian menggunakan skala ukur klasifikasi body mass index. Hasil uji hipotesis dengan uji Mann Whitney U Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000. Hasil dari uji tersebut menunjukkan Ha diterima dan H0 ditolak. Terapi akupunktur kombinasi teh daun jati belanda efektif terhadap perubahan body mass index pada kasus overweight mahasiswa di Jurusan Akupunktur Poltekkes Surakarta.
HUBUNGAN USIA, PARITAS, DAN RIWAYAT SESAR DENGAN KEJADIAN RETENSIO PLASENTA PADA IBU POST PARTUM DI RSUD KOTA MATARAM Septian Suci Yatiningsih; Adib Ahmad Shammakh; Aulia Mahdaniyati S; Ida Ayu Made Maharani
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 2 No. 1 (2023): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/swp27421

Abstract

Retensio plasenta merupakan terlambat lahirnya plasenta hingga melebihi waktu 30 menit setelah bayi lahir. Faktor predisposisi terjadinya retensio plasenta yaitu jarak kehamilan, riwayat manual plasenta, anemia, partus lama, pre eklamsia, kehamilan bayi kembar serta usia, paritas dan riwayat sesar atau bekas seksio sesarea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, paritas, dan riwayat sesar dengan kejadian Retensio Plasenta pada Ibu post partum di RSUD Kota Mataram. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Penelitian dilakukan di RSUD Kota Mataram pada bulan November-Desember 2022. Sampel penelitian sebanyak 85 responden. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji kolerasi chi-square. Batas nilai signifikasi adalah (p-value < 0,05). Nilai prevalensi usia tidak beresiko pada responden terdapat 49 orang (57,6%). Nilai prevalensi Paritas Multipara pada responden terdapat 52 orang (61,1%). Nilai prevalensi yang memiliki riyawat sesar pada responden terdapat 47 orang (55,2%). Nilai prevalensi yang mengalami retensio plasenta pada responden terdapat 55 orang (64,7%). Terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian retensio plasenta nilai p-value 0,009 (p-value < 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian retensio plasenta nilai p-value 0,043 (p-value < 0,05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat sesar dengan kejadian retensio plasenta nilai p-value 0,468 (p-value > 0,05). Terdapat hubungan antara usia dan paritas dengan kejadian retensio plasenta, dan tidak terdapat hubungan antara riwayat sesar dengan kejadian retensio plasenta pada ibu post partum di RSUD Kota Mataram.
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN FARMASI DI APOTEK SIMPANG PURWAKARTA Laela Pazri; Embriana Dinar Pramestyani; Masita Sari Dewi
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 2 No. 1 (2023): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/kwtvm250

Abstract

Salah satu Apotek yang berada di Purwakarta adalah Apotek Simpang yang memiliki rata-rata jumlah kunjungan pasien setiap harinya kurang lebih 50 pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian dan mengetahui hubungan antara karakteristik dengan tingkat kepuasan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Model penelitian ini adalah servQual yang terdiri dari lima dimensi. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Simpang Purwakarta menggunakan lima dimensi. Nilai yang paling tinggi adalah parameter empati (emphaty) 92,61%(sangat puas), dan nilai yang paling rendah bukti langsung (tangibles) 86,93%(sangat puas). Untuk hubungan karakteristik dengan tingkat kepuasan tidak ada hubungan karena nilai signifikan > nilai p value.
HUBUNGAN AKTIVITA FISIK DAN KONSUMSI MINUMAN RINGAN TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA REMAJA DI SMAN 8 TAMBUN SELATAN Ilham Saepul Akbar; Ika Juita Giyaningtyas
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 2 No. 1 (2023): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/kfp02t84

Abstract

Didalam tubuh manusia terdapat bahan bakar utama yaitu glukosa Glukosa akan disimpan di dalam hati dan otot sebagai cadangan energi yang menjadi sumber energi untuk melakukan aktivitas fisik dan didapatkan dari mengonsumsi minuman ringan, untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan konsumsi minuman ringan terhadap kadar gula darah remaja di SMAN 8 Tambun Selatan. Jenis penelitian ini kuantitatif, menggunakan desain cross sectional, dengan sampel 92 responden remaja, Instrumen penelitian ini menggunakan kusioner aktivitas fisik (GPAQ), kadar gula darah diambil menggunakan alat easy touch blood glucose test monitoring system, dan satu pertanyaan essai yang berisikan frekuensi konsumsi minuman ringan yang di konsumsi selama satu minggu. Analisa data menggunakan uji chi-square. Nilai p-value 0.000 (α<0.05) pada aktivitas fisik. Dan didapatkan hasil nilai p-value 0.124 (α>0.05) konsumsi minuman ringan. Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada remaja dan tidak terdapat hubungan antara konsumsi minuman ringan terhadap kadar gula darah pada remaja
HUBUNGAN USIA, JENIS KELAMIN, STADIUM HIPERTENSI, DAN DIABETES MELITUS DENGAN KEJADIAN PENYAKIT GINJAL KRONIS DI RSUD PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Prabasuari, Ayu Dwi; Kadek Dwi Pramana; Hardinata; Mamang Bagiansah
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 2 No. 2 (2024): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/vk197j19

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan masyarakat global dengan prevalensi yang terus meningkat  setiap  tahun. Menurut penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, jenis kelamin mempengaruhi fungsi ginjal. Penelitian Prihatiningtias (2017)  menyatakan bahwa faktor risiko PGK paling banyak yaitu  hipertensi dan diabetes melitus. Selain itu juga  terdapat  penelitian  yang  dilakukan  oleh  Lilia (2019) didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara diabetes melitus dengan kejadian  PGK. Dalam  hal  ini  terdapat  perbedaan  hasil yang didapatkan dari beberapa penelitian sebelumnya, maka dari itu perlu dilakukan penelitian mengenai hubungan usia, jenis kelamin, stadium hipertensi, dan diabetes melitus dengan kejadian PGK.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin,  stadium  hipertensi,  dan  diabetes melitus dengan  kejadian  PGK di RSUD Provinsi NTB. Metode penelitian yang digunakan yaitu case control dengan jumlah sampel sebanyak 242 dengan teknik pengambilan sampel yaitu consecutive sampling. Uji statistik yang digunakan yaitu uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi frekuensi kelompok kasus dan kontrol ditemukan paling banyak pada perempuan dengan usia 40-59 tahun, dengan penderita PGK ditemukan paling banyak pada laki-laki dengan usia >60 tahun. Terdapat hubungan antara usia dengan kejadian PGK (p value = 0,000, OR = 26,000, CI = 6,692-101,015). Terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian PGK (p value = 0,040, OR = 1,703, CI = 1,024-2,832). Terdapat hubungan antara hipertensi dengan kejadian PGK (p value = 0,000, OR = 2,142, CI = 2,068-3,221). Terdapat hubungan stadium  hipertensi  dengan  kejadian  PGK (p value = 0,000, OR = 13,300, CI = 3,478-202,227). Terdapat hubungan antara diabetes melitus dengan kejadian PGK (p value = 0,000, OR = 292,500, CI = 90,456-945,834). Terdapat hubungan yang signifikan antara usia, hipertensi, stadium hipertensi, dan diabetes melitus dengan kejadian PGK.