cover
Contact Name
Muhammad Kamil Jafar N
Contact Email
muhammad.kamil@iain-manado.ac.id
Phone
+628981520292
Journal Mail Official
jinsa.sa@iain-manado.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.iain-manado.ac.id/index.php/jinnsa/about/editorialTeam
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JINNSA : Jurnal Interdisipliner Sosiologi Agama
ISSN : 28096274     EISSN : 28091558     DOI : -
Jurnal Interdispliner Sosiologi Agama merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Sosiologi Agama, IAIN Manado. Jurnal ini melingkupi hasil penelitian dari berbagai disiplin ilmu yang memiliki kajian mengenai budaya, agama, dan kehidupan beragama dan etnis di Indonesia.
Articles 49 Documents
RAJAHAN: SISI ILMIAH BUDAYA BAHARI DALAM PENGOBATAN ALTERNATIF Salamiyah, Salamiyah; Fitriadi, M Reza
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 2 No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v2i2.176

Abstract

Sistem kepercayaan dan budaya yang terdapat di masyarakat tidak dapat dipisahkan dari tatanan kehidupan masyarakat. Salah satu fenomena yang sampai saat ini terjadi yaitu mempercayai pengobatan alternatif untuk menghindari penyakit tertentu yang tidak terdeteksi secara medis dan tidak masuk akal sehat manusia, selain itu juga terkadang penyakit biasa yang jika melalui pengobatan medis akan mengeluarkan biaya yang mahal, maka tidak sedikit masyarakat cenderung lebih memilih alternatif pengobatan lain yang biayanya tidak terlalu mahal. Masyarakat tertentu masih percaya untuk mengobati penyakit tersebut dengan menggunakan metode rajahan, ada beberapa motif dari masyarakat yang tetap yakin untuk memilih metode rajahan sebagai alternatif pengobatan seperti, pernah berhasil sembuh, tradisi keluarga, serta budaya yang masih melekat pada masyarakat tertentu yang meyakini hal tersebut. Rajahan merupakan suatu gambaran atau suratan yang diyakini mengandung kekuatan gaib atau daya magis yang kuat. Rajahan berupa azimat yang ditulis dalam bahasa arab baik tertulis ayat-ayat al-Quran maupun angka-angka arab yang berbentuk pada suatu lembaran maupun benda-benda tertentu. Tujuan penelitian ini yaitu (1) rajahan dan pengobatan, (2) proses rajahan dalam pengobatan, dan (3) dampak pengobatan rajahan. Adapun metode yang digunakanya itu kualitatif dengan analisis deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan pada proses rajahan dalam pengobatan terdapat syarat, ketentuan, dan media yang berbeda-beda serta penggunaan tulisan arab baik berupa ayat-ayat al-Quran dan doa-doa untuk kesembuhan yang akan diaplikasikan pada lembaran atau benda tertentu untuk kesembuhan orang yang sedang sakit. Dampak dari rajahan dalam pengobatan memberikan kesembuhan kepada orang-orang yang berobat melalui rajahan. Kesembuhan tersebut membuat kepercayaan di dalam masyarakat meningkat terhadap pengobatan dengan rajahan dibandingkan pengobatan secara medis.Kata kunci: petunjuk penulisan; jurnal pertanian; template artikel
A STUDY ON HIJAB FASHION IN HIJAB SISTER COMMUNITY OF MAKASSAR nasaruddin, resky purnamasari
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 2 No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v2i1.242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang hijabers tentang hijab Islami yang termasuk karakter modern dalam konteks kontemporer dan syar'i serta menganalisis hubungan interaksi antara mereka dan bentuk dan bentuk transformasi hijab. fenomena yang terjadi di Kota Makassar terkait dengan perkembangan komunitas hijaber. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mengungkap fenomena yang terjadi di kota Makassar mengenai perkembangan komunitas hijabers, dalam melakukan penelitian menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi dengan proses penarikan kesimpulan melibatkan peneliti pada tahap interpretasi, aplikasi Data yang disajikan dilakukan dengan merumuskan setiap tema yang disajikan dan menindaklanjuti temuan di lapangan sebagai wujud penerapan etika penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hijab bagi hijabers merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT yang harus dilakukan. Hubungan interaksi antar hijaber dikembangkan dalam internal group yang dilakukan secara terus menerus dalam bentuk arisan, foto, dan pengajian. Kemudian, bentuk transformasi hijab dilakukan secara konvensional hingga kontemporer sebagai wujud eksistensi hijabers di Kota Makassar.
Appropriate/Inappropriate: How People Behave Online in Covid-19 Pandemic Al-Isra, Andi Batara; Rahmi, Ulfiani; Ismail, Ahmad; Saraswati, Andi Irma
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 2 No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v2i1.265

Abstract

This article discusses how Covid-19 can be categorised as a state of exception, which then changes people's tendency to interact online and how they do it during this pandemic. Interacting online closely relates to people's perceptions of 'being in the world' and how people behave online, i.e. what is considered appropriate and what is considered inappropriate on their 'online interaction'. Using literature review by reading provided materials regarding the topic and drawing some information from our personal experience during the pandemic as additional data, we argue that that Covid-19 announced by WHO as a pandemic is a crisis which caused several countries to declare a 'state of exception'. Thus, policies such as physical distancing change people's tendency to interact, from physical in situ to ‘going online’. People that use various media platforms for interaction can be discussed using the concept of ‘polymedia’, a way of using lots of media interchangeably by considering which one is more appropriate (and inappropriate) for particular situations during the pandemic. It is because polymedia has its own moral dimensions, and it has a relation to how people behave online that is also closely related to the concept of 'ordinary ethics' on their quotidian online interaction.
URGENSI PENGAKUAN HUKUM YANG HIDUP PADA MASYARAKAT DALAM ASAS LEGALITAS DITINJAU DARI PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM Isima, Nurlaila
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 2 No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v2i1.266

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengambarkan urgensi pengakuan hukum yang hidup pada masyarakat dalam asas legalitas ditinjau dari perspektif sosiologi hukum. Indonesia merupakan negara yang menggunakan hukum pidana warisan produk kolonial yang pada saat itu berfaham individualitas, dimana sampai sekarang masih tetap menggunakan KUHP kolonial yang baru. Dengan masih berlakunya asas legalitas, maka sangat berpengaruh terhadap keberadaan dan perkembangan hukum di Indonesia, terutama dalam hubungannya dengan hukum adat yang ada. Hal ini dikarenakan hukum yang hidup dalam masyarakat merupakan hukum asli Indonesia dan merupakan identitas bangsa Indonesia. Sehingga pengakuan ini juga bukan hanya berkaitan dengan pengakuan hukum akan tetapi juga pengakuan masyarakat majemuk Indonesia. Sampai saat ini ide pengakuan hukum yang hidup dalam masyrakat tercermin dari pemikiran-pemikiran para akademisi tentang asas legalitas materiel. Asas legalitas materiel pada dasarnya tidak dikenal di dunia Eropa, karena ini hasil buah pikiran masyarakat Indonesia akan kearifan suku dan bangsa di Indonesia. Asas legalitas materiel coba dituangakan dalam Konsep Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Meskipun baru sebatas rancangan diharapkan segera bisa disahkan oleh para pembuat undang-undang.
PENGETAHUAN SANRO ASE DALAM RITUAL PADI SAWAH MASYARAKAT BUGIS DI KABUPATEN BONE. Yusuf, Andi Muhammad; Wahyunis, Wahyunis
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 2 No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v2i1.267

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat desa sengeng palie, meski mereka sudah dibekali dengan pengetahuan pertanian modern akan tetapi mereka masih melakukan beberapa ritual pertanian yang dilaksanakan oleh masyarakat petani padi sawah di desa Sengeng Palie. Setiap ritual yang dipimpin oleh seorang yang disebut Sanro Ase. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mendeskripsikan peran Sanro Ase dalam ritual pertanian padi sawah, Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Pengetahuan Sanro Ase mengenai penentuan hari baik untuk melakukan kegiatan penanaman serta pengetahuan mengenai penatalaksanaan ritual yang dilakukan petani sehingga petani memerlukan seorang Sanro Ase guna memimpin ritual.
DIMENSI SOSIAL WANITA DALAM PANDANGAN ISLAM Nurain, St. Nur Syahidah Dzatun
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 2 No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v2i1.269

Abstract

Islam seringkali disalahpahami menjadi sumber filsafati bias laki-laki, tak ayal kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual dan berbagai isu-isu perempuan kerap terjadi dikalangan ummat Muslim, untuk mengurangi hal demikian pembahasan tentang dimensi sosial perempuan dalam pandangan Islam perlu digaungkan. Dengan menggunakan data primer dari ayat dan hadis tulisan ini berusaha mengupas bagaimana dimensi social Wanita dan hasil yang ditemukan terdapat ayat-ayat dan hadis-hadis yang menyamakan kedudukan Wanita dan laki-laki baik dalam ranah rumah tangga maupun social kemasyarakatan, interpretasi hadis yang berkenaan pelarangan perempuan menjadi pemimpin masyarakat juga tidak bisa hanya diinterpretasikan secara tekstual saja perlu melihat kondisi sosial masyarakat yang berlaku pada saat itu, juga memperhatikan asbab al-wurud hadis tersebut apakah berlaku untuk umum atau hanya berlaku kepada wanita yang dimaksud Nabi saw.
PENGEMBANGAN PARIWISATA PERKOTAAN TAMENDAO BERBASIS MASYARAKAT DI KOTA GORONTALO Ayu Purnama, Andi Oktami Dewi Artha
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 2 No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v2i2.328

Abstract

Pariwisata merupakan sektor unggulan bagi Negara Indonesia. Saat ini yang menjadi tren dari pariwisata ialah dengan mengembangkan pariwisata perkotaan atau yang biasa disebut dengan urban tourism. Daya tarik dari pariwisata perkotaan ini hanya menunjukkan pariwisata yang berada di daerah perkotaan saja atau yang berlokasi di perkotaan. Karakteristik dari pariwisata perkotaan adalah bentuk penggunaan fasilitas kota yang tersedia dan bisa digunakan oleh masyarakat kota maupun wisatawan lokal sebagai daya tarik wisatanya. Banyak kota-kota saat ini yang mengembangkan pariwisata perkotaan seperti Bali, Surabaya, Makassar, Labuan Bajo dengan membuat para wisawatan lokal maupun mancanegara senyaman mungkin meskipun hanya berada didalam kota. Namun, sejak pandemi melanda telah banyak kota-kota di dunia termasuk kota-kota yang ada di Indonesia dengan gencar melakukan pengembangan kota menjadi sebuah daerah wisata dengan konsep pariwisata perkotaan salah satunya ialah Kota Gorontalo yang dimana membangkitkan ekonomi pariwisata dengan mengembangkan pariwisata perkotaan. Dalam pengembangan ini yang terpenting adalah bagaimana upaya memberdayakan masyarakat setempat dengan mengikutsertakan mereka dalam berbagai kegiatan pariwisata dan membantu meningkatkan kemampuannya dalam mengolah pariwisata. Hal ini berarti masyarakat setempat atau mereka yang bertempat tinggal di sekitar daerah tujuan wisata mempunyai peran yang amat penting dalam menunjang keberhasilan pengembangan pada kawasan pariwisata dengan mengembangkan dan memelihara objek wisata tersebut. Tujuan dari penelitian adalah mendeskripsikan pengembangan Pariwisata Perkotaan (Urban Tourism) Tamendao berbasis masyarakat yang ada di Kota Gorontalo. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bagaimana bentuk pengembangan pariwisata perkotaan Tamendao berbasis masyarakat di Kota Gorontalo dengan melihat empat komponen utama dalam pengembangan pariwisata perkotaan yaitu atraksi, amenitas, aksesibilitas, dan community involvement.
KRISTEN-ISLAM DI DUSUN GIRIMULYA TOBADAK KABUPATEN MAMUJU TENGAH : STUDI KERUKUNAN HIDUP ANTAR AGAMA. Chy, Nelchy Boboy
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 2 No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v2i2.370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kehidupan warga Dusun Girimulya yang berbeda suku dengan latarbelakang agama yang berbeda, kehadiran agama ini saling berdampingan dan saling menghormati sehingga terciptalah Kerukunan beragama yang sangat luar biasa. Kerukunan beragama adalah dimana keadaan antara umat beragama yang saling menjujung tinggi rasa toleransi, menghargai, serta menghormati agama dan ajaran agama lain yang ada di sekitar mereka. Sama seperti di Indonesia yang terdiri atas pulau yang di dalamnya terdapat banyak daerah. Setiap daerah mempunyai masing-masing agama dan pemeluknya yang tinggal berdampingan dan sangat menjunjung tinggi rasa toleransi beragama itu. Salah satunya yang ada didusun Girimulya, kabupaten Mamuju tengah kecamatan Tobadak, Provinsi Sulawesi barat. Bagaimana mereka membangun rasa gotong royong yang tinggi, selalu bahu membahu dalam setiap kegiatan yang akan di laksanakan walaupun mereka berbeda agama dan suku. ang dulunya mereka hanyalah transmigran yang datang namun mereka tetap saling peduli satu sama lain. Mereka melakukan hal ini bukan semata-mata untuk mencari pujian namun mereka mau mewujudkan bagaimana itu arti dari semboyan bangsa kita yaitu “Bhineka Tunggal Ika “ dan mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia. Maka dengan demikian untuk mencapai hasil dari penelitian ini di gunakan metode penelitian dalam bentuk bentuk metode penelitian kualitatif yang berfokus pada studi pengamatan, analisis, agar focus penelitiannya sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Hasil temuan dari penelitian ini adalah bahwa dengan tingginya akan kesadaran tentang kerukunan dan hidup yang menjunjung tinggi toleransi akan membentuk sebuah kepribadian yang damai walaupun kita berbeda latar belakang budaya, etnis, dan agama.
KONSERVASI TAMAN NASIONAL ALAS PURWO BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI AGAMA Setiawan, Eko
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 2 No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v2i2.445

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya dengan keanekaragaman satwanya, namun dikenal juga sebagai negara yang memiliki daftar panjang tentang satwa liar yang terancam punah. Salah satunya satwa endemik langka di Taman Nasional Alas Purwo keberadaannya terancam punah, salah satunya burung cucak hijau karena perburuan. Secara hukum upaya Pemerintah dalam melindungi satwa langka dari ancaman kepunahan dilakukan dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Sebagaimana fakta bahwa perburuan dan pemanfaatan satwaliar endemik, untuk kepentingan bisnis dan kesenangan telah mengakibatkan beberapa satwaliar dari berbagai jenis terancam punah. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme sebagai landasan filosofis untuk memahami realitas di tengah masyarakat, berupa pengambilan sumberdaya alam hayati satwa endemik burung cucak hijau. Menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan desain studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan untuk meminimalisir pencurian satwa, dibutuhkan kerjasama dan partisipasi masyarakat baik teknis maupun non teknis. Melalui pendekatan agama kerap disebut sebagai pendekatan lunak, karena agama mampu memberikan efek pada seseorang sesuai dengan tingkat keyakinannya. Islam sangat menganjurkan pelestarian terhadap sumber daya hewani, khususnya satwa yang dilindungi.
PENGETAHUAN TRADISIONAL DUKUN BERKENAAN DENGAN ANATOMI TUBUH PASIEN : STUDI ETNOGRAFI MASYARAKAT BANGGAI. Hidayat, Rahmad; Jafar N, Muhammad Kamil
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 2 No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v2i2.464

Abstract

Pengetahuan tradisional merupakan pengetahuan yang diperoleh oleh masyarakat dari lingkunganya, pengetahuan itu diwarisi selama berabad-abad selama hidup dekat dengan alam (Mayor dalam Liliweri 2014:222). Salah satu kategori pengetahuan tradisional adalah pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk Menjelaskan bagaimana pengetahuan dukun mengenai anatomi tubuh dan juga untuk Menjelaskan bagaimana pengetahuan dukun tentang organ tubuh dan letaknya, serta untuk Mendeskripsikan anggota tubuh apa saja yang beresiko mengalami sakit. Penelitian ini merupakan penelitian Etnografi dengan menggunakan dua teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan observasi. Data ini dianalisis dengan merujuk pada apa yang dijelaskan oleh Cresweell (2010) yaitu Mengolah dan mempersiapkan data, Membaca keseluruhan data, pendeskripsian tema-tema yang telah dibuat dan Mengeinterpretasi atau memaknai data. Berdasarkan analisis data yang dilakukan maka diperoleh kesimpulan bahwa pengetahuan tradisional tentang anatomi tubuh dan penyakit berasal dari beberapa sumber yaitu dari keturunan, dari berguru dan dari mimpi. Pengetahuan-pengetahuan tersebut kemudian dipraktekkan dalam pengobatan tradisional dalam mengobati tubuh yang terserang dengan penyakit.