cover
Contact Name
Muhammad Kamil Jafar N
Contact Email
muhammad.kamil@iain-manado.ac.id
Phone
+628981520292
Journal Mail Official
jinsa.sa@iain-manado.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.iain-manado.ac.id/index.php/jinnsa/about/editorialTeam
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JINNSA : Jurnal Interdisipliner Sosiologi Agama
ISSN : 28096274     EISSN : 28091558     DOI : -
Jurnal Interdispliner Sosiologi Agama merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Sosiologi Agama, IAIN Manado. Jurnal ini melingkupi hasil penelitian dari berbagai disiplin ilmu yang memiliki kajian mengenai budaya, agama, dan kehidupan beragama dan etnis di Indonesia.
Articles 49 Documents
TRADISI PUNGGUAN DI KAMPUNG JAWA TONDANO KABUPATEN MINAHASA Lamantu, Rabbia Safitri; Otta, Yusno Abdullah; Rusdiyanto, Rusdiyanyo
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 1 No 1 (2021): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v1i1.73

Abstract

This research is entitled “History of the Pungguan Tradition in Kampung Jawa Tondano, Minahasa Regency”, the main problems of this research are: (1) How is the origin of the Pungguan tradition in Kampung Jawa Tondano? (2) What are the Islamic values contained in the Pungguan tradition in the Kampung Jawa Tondano? (3) Why does the Pungguan tradition still survive today? The approach in this research was the Historical and Phenomenological Approach. The Pungguan tradition specifically aims to pray for the spirits of the deceased ancestors to ascend to the top, that is rise before Allah SWT. The Pungguan tradition in Kampung Jawa Tondano is carried out by visiting the graves of deceased ancestors and relatives. The data in this study were qualitative data sourced from primary and secondary data. Primary data sources were data sources that come from imam,vice imam, elders, the Chairperson of the Jaton LPM Cultural Arts Coordinator, the commonity and the local goverment. While the secondary data sources were books, journals, and theses related to the themes discussed. Data collection techniques were observation, interviews, and documentation. In analyzing the data, qualitative descriptive analysis was carried out, namely explaining or proposing an assessment of all problems, then deductive and inductive conclusions were drawn. Deductive is drawing conclusions about specific truths from accepted general truths. While inductive is a way of inferring general truths from specific truths, so that is research can be understood. The result of this research is the history of the Pungguan tradition in Kampung Jawa Tondano was brought directly by Kiai Modjo and his followers around the middle of the XVIII cantury. The Islamic values obtained from this tradition are the values of faith, worship, Ukhuwah Islamiyah, and cleanliness. The reason the Pungguan tradition still survives today because it respects, maintains, and preserves the traditions left by the ancestors. Keyword: Pungguan Tradition, Kampung Jawa Tondano Abstrak Penelitian ini berjudul “Sejarah Tradisi Pungguan di Kampung Jawa Tondano Kabupaten Minahasa”, pokok permasalahan dari penelitian ini adalah: (1) Bagaimana asal mula tradisi Pungguan di Kampung Jawa Tondano? (2) apa saja nilai-nilai Islam yang terkandung dalam tradisi Pungguan di Kampung Jawa Tondano? (3) mengapa tradisi Pungguan masih bertahan hingga kini? Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pendekatan Sejarah dan pendekatan Fenomenologi. Tradisi Pungguan secara khusus bertujuan untuk mendoakan arwah para leluhur yang sudah meninggal naik ke atas, yakni naik ke hadapan Allah Swt. Tradisi Pungguan di Kampung Jawa Tondano dilakukan dengan ber ziarah ke makam para leluhur dan kerabat yang sudah meninggal dunia. Data dalam penelitian ini adalah data kualitatif yang bersumber dari data primer dan sekunder. Sumber data primer adalah sumber data yang berasal dari imam masjid, wakil imam masjid, sesepuh, Ketua Kord. Seni Budaya LPM Jaton, masyarakat serta pemerintah setempat. Sedangkan sumber data sekunder adalah buku, jurnal, dan skripsi yang berhubungan dengan tema yang dibahas. Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam menganalisis data dilakukan analisis deskriptif kualitatif yaitu menjelaskan atau mengemukakan pengkajian terhadap seluruh permasalahan, kemudian ditarik kesimpulan secara deduktif dan induktif. Deduktif yaitu pengambilan kesimpulan mengenai kebenaran khusus dari kebenaran umum yang diterima. Sedangkan induktif yaitu cara menyimpulkan kebenaran umum dari kebenaran-kebenaran yang khusus, sehingga penelitian ini bisa dimengerti dan dipahami. Hasil dari penelitian ini yaitu sejarah tradisi Pungguan di Kampung Jawa Tondano di bawa langsung oleh Kiai Modjo beserta pengikutnya sekitar pertengahan abad XVIII. Nilai-nilai Islam yang didapat dari tradisi ini adalah nilai akidah, nilai ibadah, nilai ukuwah islamiyah, dan nilai kebersihan. Dan alasan tradisi Pungguan masih bertahan hingga kini adalah karena menghormati, menjaga, dan melestarikan tradisi yang sudah ditinggalkan oleh paraleluhur. Kata Kunci: Sejarah, Tradisi Pungguan, Kampung Jawa Tondano
PERGUMULAN ISLAM DAN BUDAYA LOKAL DI PULAU NAIN, KECAMATAN WORI, KABUPATEN MINAHASA UTARA TAHUN 2019-2020 (STUDI KASUS MANDI SAFAR) Hafidzoh, Ulfah Ainun; Hadirman, Hadirman; Luma, Meiskyarti
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 1 No 1 (2021): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v1i1.82

Abstract

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan Mandi Safar di Pulau Nain secara sejarah sudah dilaksanakan dengan serentak seluruh masyarakat Desa Nain dari tahun 1960-an namun pada tahun 1970-an terhenti dan mulai digalakkan lagi pada tahun 2017. Makna dari sombol-simbol yang digunakan dalam Tradisi Mandi Safar sebagai upaya masyarakat desa mengajarkan agama kepada generasi muda lewat budaya yang dapat dilihat dari penulisan wafaq yang diambil dari beberapa penggalan-penggalan ayat al-Quran. Makna Mandi Safar sebagai salah satu cara menyambung tali silaturahmi, terhindar dari bala’ dan wabah penyakit, juga sebagai memperlancar rejeki. Akulturasi budaya lokal dan Islam dalam konteks Mandi Safar di Nain tidak terlepas dari peran ulama yang mengajarkan syariat Islam di Pulau Nain. Proses akulturasi dilakukan dengan cara dialog kebudayaan.
REAKSI SOSIAL KELUARGA DAN MASYARAKAT SEKITAR TERHADAP STATUS POSITIF COVID-19 PASIEN NO 469 DI RS GMIM PANCARAN KASIH KOTA MANADO Tarmanto, Nur Anjasari; Gunawan, Edi; Amin, Ali; Aisa, Siti
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 1 No 1 (2021): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v1i1.87

Abstract

Reaksi sosial merupakan suatu sikap atau tindakan dilakukan oleh individu atau kelompok individu yang kritis secara sukarela untuk merespon suatu keadaan, situasi atau proses-proses sosial yang terjadi karena ketidakmampuan dalam merespon gejolak sosial secara positif. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif. Hasil dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa Apa yang telah terjadi di Rumah Sakit GMIM Pancaran Kasih Manado karena pihak keluarga pasien mengetahui dan menyadari adanya ketidak wajaran dalam penanganan pasien tersebut dalam pemberian status positif pasien Covid, sehingga mereka tidak percaya, dimana pihak keluarga merasa tidak ada kejelasan, tranparansi dan bukti yang otentik yang menyatakan hasil dari Swab pasien adalah positif Covid-19. Timbulnya sikap dari warga kampung Ternate Baru sebagai bentuk solidaritas untuk keluarga pasien karena sesama warga kampung Ternate Baru yaitu menolak pemakaman jenasah pasien secara prosedur Covid19. Dalam kasus yang terjadi di rumah sakit GMIM pancaran kasih Manado juga telah memberikan dampak negatif yang signifikan dengan status jenasah tersebut yaitu adanya ketidakpercayaan, kesalahpahaman dan stigma negatif pada rumah sakit dan juga keluarga pasien mengenai status jenasah pasien.
DARI CADEKO KE CADAR: STUDI PERUBAHAN GAYA MUSLIMAH MILENIAL DI KOTA MANADO Windi, W; Salim, Delmus Puneri; Amin, Ali
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 1 No 1 (2021): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v1i1.89

Abstract

Judul penelitian yaitu dari Cadeko Ke Cadar: Studi Perubahan Gaya Muslimah Milenial Di Kota Manado. Kota Manado adalah kota mayoritas non-muslim, perempuan di Kota Manado terkenal dengan perempuan cantik dan modis, gaya modern dan lebih mengikuti gaya eropa. Tetapi belakang tahun terakhir terjadi perubahan terhadap gaya berpakaian terutama pada perempuan muslim generasi milenial, generasi milenial yang lahir pada tahun 2000’an kini lebih menggunakan berpakaian cadar pada dasarnya orang yang dalam lingkungan berbeda dari wilayah lain karena daerah tersebut lebih ke barat-baratan, sehingga faktor apa yang mempengaruhi generasi milenial menggunakan cadar, dan bagaimana generasi milenial bercadar berinteraksi dengan masyarakat yang lintas agama di Kota Manado. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, dengan observasi, wawancara terhadap informan muslimah bercadar orang di Kota Manado. Sehingga hasil dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi adanya pemahaman ideologi beragama, prinsip diri untuk berubah, ingin melindungi diri dari laki-laki agar merasa aman karena tertutup dan dari pergaulan teman-teman muslim yang saling mengajak untuk bercadar. Adapun interaksi antara muslimah milenial bercadar dengan masyarakat ada batasan karena masih ada stigma negatif dari masyarakat terhadap muslimah bercadar, muslimah bercadar juga ada berinteraksi hanya pada teman sebaya atau kelompok organisasi dengan alasan takut salah pergaulan.
TRADISI REBO KASAN DI KAMPUNG JAWA TONDANO KABUPATEN MINAHASA Mutmainah, Nurul H; Otta, Yusno Abdullah; Hadirman, Hadirman
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 1 No 1 (2021): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v1i1.90

Abstract

Dewasa ini terdapat berbagai tulisan yang beredar berkaitan dengantradisi Rebo Kasan namun banyak yang lebih memfokuskan pada hukumdari pelaksanaan tradisi itu, sedangkan untuk sudut pandang sejarah daritradisi ini terkhususnya di Kampung Jawa Tondano, sangat minim tulisan,bahkan belum ada yang memfokuskan penelitiannya pada tradisi ReboKasan ini.Rebo Kasan masih tetap dilaksanakan hingga sekarang olehmasyarakat Kampung Jawa Tondano sebagai upaya untuk mengungkapsejarah kemunculan tradisi ini, beserta perkembangannya dalam kehidupanmasyarakat. Sangat perlu pengkajian terkait dengan sejarah, prosesi, danfaktor.
TRADISI KABHANTI SEBAGAI REPRODUKSI IDENTITAS DAN SOLIDARITAS SOSIAL ETNIK MUNA Hadirman, Hadirman; Mustafa, Mustafa
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 1 No 2 (2021): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v1i2.128

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan eksistensi tradisi kabhanti pada masyarakat etnik Muna sebagai reproduksi identitas dan solidaritas sosial pada masyarakat pendukungnya. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengamatan terlibat, wawancara mendalam, pengalaman pribadi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi kabhanti pada masyarakat etnik Muna dijadikan sebagai media untuk mereprodukasi/menghadirkan kembali identitas mereka melalui kaabhanti. Selain itu, tradisi kabhanti dijadikan juga sebagai media untuk membangun solidaritas sosial dalam kehidupan sosial-kemasyarakatan,
RELIGIUSITAS DAN DIMENSI EKOLOGIS DI BALIK MITOS BURUNG MANGUNI PADA MASYARAKAT MINAHASA Liando, Mayske Rinny
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 1 No 2 (2021): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v1i2.129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan religiusitas dan dimensi ekologis di balik mitos burung manguni pada masyarakat Minahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut keyakinan orang Minahasa akan tanda-tanda yang diberikan burung manguni sebelum memulai suatua aktivitas semakin kuat. Secara religuis mitos burung manguni adalah tanda-tanda kehidupan masyarakat Minahasa yang dapat diyakini memberikan petunjuk yang baik. Dalam dimensi ekologi pemberdayaan ini, telah menumbuhkan kesadaran orang Minahasa untuk melestarikan habitat burung manguni dari ancaman kepunahan.
DAMPAK SOSIAL-EKONOMI DALAM KEBIASAAN MAKAN KULINER TINUTUAN PADA MASYARAKAT MULTIKULTURAL DI KOTA MANADO Langi, Grace Kerly
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 1 No 2 (2021): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v1i2.130

Abstract

Pola kebiasaan makan tinutuan yang berkembang dari tradisi lisan dan telah menjadi identitas daerah serta ikon Kota Manado mengalami perubahan karena modernisasi. Perubahannya, yaitu cara persiapan, pengolahan, dan penyajian mengalami peningkatan dalam segi mutu, tetapi sayangnya eksistensi kuliner tinutuan masih jarang dijumpai di tengah pola kebiasaan makan sehari-hari keluarga, pedagang, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosial-ekonomi dalam pola kebiasaan makan pada masyarakat multikultural di Kota Manado. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumen dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Informan ditentukan secara purposive dengan prinsip snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan eksistensi kuliner tinutuan berdampak pada kesejahteraan sosial dan kesejahteraan ekonomi pada masyaralat multikultural di Kota Manado.
Bentuk dan Makna Tradisi Kamooru pada Masyarakat Muna Musafar, Musafar
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 1 No 2 (2021): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v1i2.131

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk dan makna kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi kamooru pada masyarakat Muna. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk kearifan lokal dalam tradisi kamooru pada masyarakat Muna terdiri atas kearifan dalam pewarnaan alami, kearifan pembuatan motif terinspirasi pada lingkungan, kearifan kabhekasi yakni motif khas Muna yang berbentuk lilitan-lilitan benang pada sebatang kayu/bambu untuk menjadi meniatur kain kamooru setelah ditenun, dan kearifan bentuk kain modifikasi yang disesuikan dengan fesyen kekinian. Sementara itu, makna kearifan lokal tradisi kamooru pada masyarakat Muna yakni makna identitas, makna solidaritas sosial, makna kesopanan, dan (4) makna pewarisan.
STUDI KOMPARASI KEKUATAN HUKUM HIBAH TERHADAP ANAK ANGKAT DALAM KEHIDUPAN SOSIAL-MASYARAKAT DITINJAU DARI HUKUM PERDATA DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM Amin, Muhammad
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 1 No 2 (2021): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v1i2.132

Abstract

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan hukum hibah terhadap anak angkat ditinjau dari hukum perdata dan kompilasi hukum Islam. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan penelitian hukum normatif. Tipe penelitian hukum normatif, yaitu penelitian hukum doktriner dikarenakan penelitian ini hanya ditujukan pada peraturan-peraturan tertulis sehingga penelitian ini sangat erat hubungannya pada perpustakaan karena akan membutuhkan bahan-bahan yang bersumber pada perpustakaan. Dalam penelitian hukum normatif hukum yang tertulis dikaji dari berbagai aspek seperti aspek teori, filosofi, perbandingan, struktur/komposisi, konsistensi, dan penjelasan pada tiap pasal, dan kekuatan mengikat suatu undang-undang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kekuatan hukum hibah terhadap anak angkat ditinjau dari hukum perdata. Berdasarkan KUH-Perdata anak angkat dapat mewaris dari orang tua yang mengangkatnya, tetapi yang penting tidak merugikan ahli waris lain yang ada. Sedangkan anak angkat yang diangkat dengan secara lisan, tidak dapat mewaris dari orang yang mengangkatnya, tetapi dapat diberikan hibah yang tidak menyimpang dari ligitime portie (bagian mutlak). Anak angkat yang diangkat dengan Pengadilan Negeri atau sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dalam undang-undang dapat mewaris dari orang tua angkatnya dengan ketentuan tergantung daerahnya, karena bisa saja tiap daerah itu berbeda dalam memberikan warisan kepada anak angkat. Kekuatan hukum hibah terhadap anak angkat ditinjau dari kompilasi hukum Islam. Berdasarkan hukum Islam pada dasarnya hibah terhadap anak angkat tidak memiliki kekuatan hukum karena anak angkat dan orang tua angkat tidak saling mewarisi disebabkan anak angkat dan orang tua angkat tidak memiliki hubungan kekerabatan. Anak angkat dan orang tua angkat tidak saling mewarisi karena berdasarkan Al-Qur’an Surat al-Ahzab ayat (4) dan (5) anak angkat dan orang tua angkat tidak memiliki hubungan nasab, sehingga tidak memiliki hubungan kekerabatan, konsekuensinya anak angkat dan orang tua angkat tidak saling mewarisi.