cover
Contact Name
Muhammad Kamil Jafar N
Contact Email
muhammad.kamil@iain-manado.ac.id
Phone
+628981520292
Journal Mail Official
jinsa.sa@iain-manado.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.iain-manado.ac.id/index.php/jinnsa/about/editorialTeam
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JINNSA : Jurnal Interdisipliner Sosiologi Agama
ISSN : 28096274     EISSN : 28091558     DOI : -
Jurnal Interdispliner Sosiologi Agama merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Sosiologi Agama, IAIN Manado. Jurnal ini melingkupi hasil penelitian dari berbagai disiplin ilmu yang memiliki kajian mengenai budaya, agama, dan kehidupan beragama dan etnis di Indonesia.
Articles 53 Documents
Eksistensi Ibadah Terhadap Kesehatan Mental Bahar, Meutia Sarini; Imran, Muhammad; Anggrainy, Nur Evira
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v3i2.795

Abstract

Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik, karena kesehatan mental merupakan hal yang sangat penting bagi manusia sama halnya dengan kesehatan fisik. Dalam Islam mental identik dengan ibadah atau pengabdian manusia kepada Allah dan agama-Nya. Masalah gangguan kesehatan mental semakin hari semakin meningkat sehinggah hal ini tidak bisa diremehkan. Sebagai muslim kita memiliki pedoman hidup yaitu Al-Qur’an yang dengan pedoman itu kita tidak hanya diarahkan melakukan perbuatan-perbuatan yang baik tetapi perbuatan-perbuatan itu memiliki dampak yang baik pula terhadap kesehatan mental, sehinggah dapat dijadikan sebagai pemeliharaan kesehataan mental kita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa eksis pengaruh ibadah terhadap kesehatan mental berdasarkan sudut pandang Al-Qur’an dengan menggunakan penafsiran Tafsir Al-Misbah. Penelitian ini adalah penelitian pustaka dan lapangan dengan metode kualitatif. Teknik analisis data adalah deskriptif-analisis untuk studi pustaka dan studi lapangan menggunakan model miles dan huberman. Sumber data primer menggunakan kitab Tafsir Al-Misbah dan hasil dari penelitian lapangan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ibadah diantaranya zikir, shalat, dan puasa dapat memeberikan pengaruh yang baik terhadap kesehatan mental seperti ketenangan jiwa, optimis menghadapi problematika hidup, semangat melakukan ibadah lainnya, lebih sabar, dan merasa bahagia.
Kajian Sosiologi Kriminal : Desakan Masyarakat Muslim Kebumen Pelarangan Minuman Keras Isima, Nurlaila; Isima, Astri
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v3i2.797

Abstract

This study aims to analyze the position of the Muslim community in the study of criminal sociology in participating in prohibiting alcohol consumption in Kebumen Regency. This research is qualitative research with a sociological approach to crime. This research shows that the views of the Muslim community in Kebumen are in line with the views on the prohibition of khamar following Islamic religious law. Supported by the negative impact of alcohol consumption felt by the community, encouraging public awareness to urge local governments to ratify Perda No. 3 Tahun 2010 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Keras. However, if examined from criminal policy, the existence of Regional Regulations only related to oil control, not as expected in the prohibition of alcohol consumption.
Interkoneksi Agama dengan Hedonisme Amalia, Oktavia
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 4 No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v4i1.752

Abstract

Kajian tentang interkoneksi agama dengan hedonisme sangat penting untuk dikaji lebih mendalam. Hal ini karena kajian tersebut tidak pernah berhenti untuk selalu diperdebatkan. Tujuan tulisan ini ingin memahami 3 hal: Pertama, paradigma interkoneksi agama dengan hedonisme. Kedua, faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi interkoneksi agama dengan hedonisme. Ketiga, implikasi positif dan negatif interkoneksi agama dengan hedonisme terhadap kehidupan masyarakat. Metode yang digunakan kualitatif dengan pendekatan kepustakaan berlandaskan teori, adapun pengumpulan data dengan cara mengamati, mengidentifikasi dan dianalisis dengan teknik Hasil yang ditemukan 3 hal: Pertama, paradigma interkoneksi agama dengan hedonisme ada 3 bentuk: 1) hedonisme psikologi 2) hedonisme evaluasi 3) hedonisme rasionalisasi. Kedua, secara internal yang mempengaruhi interkoneksi agama dengan hedonisme ada 3 faktor : 1) kepribadian 2) sikap 3 konsep diri Adapun secara eksternal yang mempengaruhi interkoneksi agama dengan hedonisme ada 3 faktor: 1) kelompok sosial 2) lingkungan sosial 3) keluarga. Ketiga, implikasi positif terhadap interkoneksi agama dengan hedonisme ada 3 hal: 1) eseimbangan kehidupan 2) meningkatkan kualitas hidup 3) penerimaan dan empati. Sedangkan, implikasi negatif terhadap interkoneksi agama dengan hedonisme ada 3 hal: 1) tidak kesesuaian dengan ajaran moral agama 2) kelelahan spiritual 3) potensi kehilangan kontrol diri. Kesimpulan bahwa tulisan ini menunjukkan bahwa Temuan yang terpenting yaitu bermacam-macam bentuk Interkoneksi Agama dengan Sekularisme, beragamnya faktor-faktor yang mempengaruhi Interkoneksi Agama dengan Sekularisme, dan bervariasinya implikasi Interkoneksi Agama dengan Hedonisme.
Intensitas Penggunaan Gawai Terhadap Kecerdasan Emosi Siswa di MAN Model 1 Plus Keterampilan Manado Adam, Indah Juliana; Baba, Mastang Ambo; Anggrainy, Nur Evira
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 4 No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v4i1.790

Abstract

Abstrak: Dilihat dari lingkungan kita saat ini banyak dari kalangan remaja yang terlalu banyak menghabiskan waktu bermain gawai dan kurang merespon apa yang ada di sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara intensitas penggunaan gawai dengan kecerdasan emosi. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri Model 1 Plus Keterampilan Manado dengan jumlah populasi siswa sebanyak 967 orang. Sampel penelitian berjumlah 283 orang yang diambil berdasarkan dengan teknik cluster random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala intensitas penggunaan gawai yang disusun oleh peneliti berdasarkan pengertian dari intensitas penggunaan gawai. Skala kecerdasan emosi disusun oleh peneliti berdasarkan teori Peter Salovey dengan lima karakteristik kecerdasan emosi. Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah analisis korelasi pearson (product moment). Hasil analisis korelasi pearson (product moment) menunjukan adanya hubungan negatif yang signifikan antara intensitas penggunaan gawai dengan kecerdasan emosi pada siswa MAN Model 1 Plus Ketrampilan Manado. Koefisien korelasi rxy ≠ 0 dan berada pada interval -1 sampai dengan +1 yaitu -0,117. Berdasarkan taraf signifikansi diperoleh nilai sebesar 0,049 < 0,05, dengan hasil penelitian bahwa jika intensitas penggunaan gawai tinggi maka kecerdasan emosi rendah. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Kontribusi intensitas penggunaan gawai terhadap kecerdasan emosi siswa sebesar 1,4%. Kata Kunci: Intensitas penggunaan gawai, Kecerdasan emosi, Remaja Abstract: Judging from our current environment, many teenagers spend too much time playing with gadgets and do not respond to what is around them. The study’s purpose was to determine whether there is relationship between the intensity of the use of gadgets with emotional intelligence. The subjects used in the study were students of Madrasah Aliyah Negeri Model 1 Plus Manado Skills, with a total student population of 967 people. The research sample amounted to 283 people who were taken based on the cluster random sampling technique. The data collection method uses a scale of intensity of use of gadgets compiled by researchers based on understanding the intensity of use of gadgets. The emotional intelligence scale was compiled by researchers based on the theory of Peter Salovey with five characteristics of emotional intelligence. The analysis used in this research is Pearson correlation analysis (product moment). The Pearson correlation analysis (product moment) results show a significant negative relationship between the intensity of gadget use and emotional intelligence in MAN Model 1 Plus Manado Skills student. The correlation coefficient rxy ≠ 0 in the interval -1 to +1 is -0,117. Based on the level of significance obtained a value of 0.049 <0.05, with the study’s results that if the intensity of use of devices is high, emotional intelligence is low. The results also showed that the contribution of the intensity of the use of gadgets to students’ emotional intelligence was 1.4%. Keywords: Intensity of Using Gadgets, Emotional Intelligence, Teenager
Mispersepsi Masyarakat terkait Peran Istri dalam Hubungan Rumah Tangga. Osananda, Gerry Satria; Ramadanti, Nabila Zhikri; Igiasi, Teguh Setiandika
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 4 No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v4i1.980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mispersepsi yang terdapat di masyarakat mengenai peran istri dalam suatu rumah tangga menurut perspektif agama Islam dengan menggunakan teori konstruksi sosial yang dikemukakan oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Teori ini menjelaskan bahwa realitas sosial dibentuk melalui proses interaksi yang disepakati oleh masyarakat dan diinternalisasikan melalui proses sosialisasi. Di Indonesia yang mayoritas beragama Islam, persepsi mengenai peran istri dipengaruhi oleh budaya patriarki dan interpretasi agama yang bias. Urgensi penelitian ini berangkat dari anggapan bahwa Islam merupakan agama yang merugikan perempuan dengan segala aturan yang mengikatnya. Dimana hak-hak perempuan seolah dirampas dan diabaikan ketika ia sudah masuk dalam suatu pernikahan. Sehingga pernikahan terasa seperti momok yang menakutkan bagi sebagian besar perempuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan bagaimana mispersepsi di masyarakat dapat terbentuk dan bagaimana sesungguhnya Islam memandang kedudukan perempuan di dalam suatu pernikahan. Penelitian ini menggunakan studi pustaka untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber literatur seperti buku dan jurnal terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mispersepsi mengenai peran istri bukan berasal dari agama Islam itu sendiri, melainkan dari proses bagaimana ajaran-ajaran agama tersebut ditafsirkan, diajarkan, dan disosialisasikan.
Islam Politik, Mistik, dan Kapitalisme Tohis, Reza Adeputra; Prayetno, Budi; Jafar N, Muhammad Kamil; Tubagus, Sofyan
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 4 No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v4i1.994

Abstract

Islam politik sejak peristiwa 11 September 2001 telah menjadi trend dalam wacana Islam kontemporer dan menjadi tema utama dalam ruang-ruang diskusi baik formal maupun informal. Tumpukan wacana Islam politik menyebabkan minimnya pemahaman atas historisitas yang panjang dari islamisme. Padahal dalam historisitas tersebut akan terlihat bahwa banyak pemikir-pemikir Muslim, selain Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, Rasyid Ridha dan seterusnya, yang memikirkan tentang Islam politik. Salah satunya adalah Tan Malaka. Artikel ini mengkaji pemikiran Tan Malaka dalam konteks Islam politik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian filsafat dengan teknik studi historis-faktual tokoh yang berfokus pada pemikiran salah seorang filsuf atau tokoh, baik pada topik tertentu dalam karyanya, maupun dalam seluruh karyanya. Di samping itu juga digunakan konsep eksternalisasi sebagai pendekatan analisis. Hasilnya adalah bahwa Tan Malaka memikirkan Islam Politik dalam konteks gerakan Pan-Islamisme. Pan-Islamisme merupakan gerakan mempersatukan umat muslim di seluruh dunia untuk perjuangan kemerdekaan dari kolonialisme. Namun untuk mempersatukan umat Muslim diperlukan penyelesaian terhadap problem mistik dominasi kapitalisme. Tan Malaka mengatakan bahwa jika ingin mempersatukan umat muslim di dunia, maka harus melawan kapital dunia.
Prinsip Keadilan Sosial dalam Islam Nurain, St. Nur Syahidah Dzatun
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 4 No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v4i1.1048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep keadilan sosial dalam Islam melalui analisis mendalam terhadap teks-teks Al-Qur'an dan Hadis. Keadilan sosial dalam Islam merupakan prinsip fundamental yang menekankan pada perlakuan yang adil dan seimbang terhadap semua individu, tanpa memandang status sosial, ekonomi, atau hubungan pribadi. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif analitis, yang bertujuan untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip keadilan sosial yang tercermin dalam ajaran Islam dan menganalisis penerapannya dalam konteks sosial. Data primer dalam penelitian ini meliputi ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadis yang relevan, sementara data sekunder mencakup buku-buku tafsir, kitab hadis, serta literatur akademik terkait. Teknik pengumpulan data melibatkan studi teks dan literatur, sedangkan analisis data dilakukan melalui pendekatan tematik dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep keadilan sosial dalam Islam meliputi perlakuan yang sama, keseimbangan, pemenuhan hak-hak individu, dan penerapan hukum yang adil tanpa memandang status sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa setiap individu wajib bersikap adil kepada semua orang, tanpa memandang status sosial atau hubungan personal baik itu kepada orang yang dibenci maupun kepada orang yang dicintai.
Peran Kepemimpinan Di Era Multieduhealthtainment 5.0 Makalao, Dwi Ajeng Maulidya; Hasan, Nugraha; Soeratin, Harry Z
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 4 No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v4i1.1095

Abstract

Tantangan kepemimpinan di era Multieduhealthtainment 5.0 mencakup perubahan teknologi, pergeseran dalam pendidikan, dan risiko penggunaan teknologi seperti keamanan data dan privasi. maka dari itu perlu untuk mengetahui Peran Kepemimpinan di Era Multieduhealthtainment 5.0 untuk memahami bagaimana kepemimpinan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan pesat dalam teknologi, pendidikan, kesehatan, dan hiburan yang mempengaruhi cara individu dan organisasi berinteraksi dan beroperasi. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif analitik dokumen dan teknik analisis dokumen untuk menjelaskan situasi yang diteliti. Peran kepemimpinan di era Multieduhealthtainment 5.0 sangat penting dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang. Pemimpin harus dapat menyesuaikan diri dengan perubahan dan penawaran serta memiliki kemampuan untuk memelihara kelompok dan membuat keputusan yang baik. Dari sudut pandang Islam, kepemimpinan harus mencerminkan nilai-nilai agama dan moral. Kepemimpinan dapat berperan penting dalam mengintegrasikan pendidikan, kesehatan, dan hiburan untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyeluruh dengan memanfaatkan teknologi canggih. Kepemimpinan harus beradaptasi dengan perubahan di era Multieduhealthtainment 5.0, mencerminkan nilai-nilai agama dan moral, serta menyesuaikan metode pendidikan baru.
Kerjasama Antar Umat Beragama dalam Melestarikan Lingkungan di Mapanget Kota Manado Setiawan, Syahrul Nur
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 4 No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v4i2.1264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kolaborasi lintas agama dalam kegiatan peduli lingkungan di Kecamatan Mapanget, Kota Manado. Kata Kunci: kolaborasi, tokoh agama, lingkungan, kerja bakti, gotong-royong, toleransi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi: Penelitian dilakukan di Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Indonesia. Manfaat dari penelitian ini Mengungkap berbagai program lingkungan yang melibatkan masyarakat Muslim dan Kristen di Mapanget, Memberikan bukti nyata tentang efektivitas kolaborasi lintas agama dalam kegiatan peduli lingkungan, Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kolaborasi dalam menjaga lingkungan. Hasil Penelitian ini terdapat berbagai program lingkungan yang melibatkan masyarakat Muslim dan Kristen di Mapanget, seperti kerja bakti, menjaga kebersihan dan saluran air, dan pemasangan lampu jalan, Tindakan nyata lebih efektif dalam membangun kesadaran lingkungan daripada kata-kata. Kerja sama antarumat beragama dalam melestarikan lingkungan sangat baik, Efek positif dari gotong-royong ini adalah terciptanya lingkungan yang bersih, terjaga, dan bebas banjir, serta hubungan sosial yang harmonis. Nilai Kebaharuannya yaitu Penelitian ini memberikan kontribusi baru pada pemahaman tentang kolaborasi lintas agama dalam kegiatan peduli lingkungan, Penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas agama tidak hanya memperkuat kesadaran lingkungan, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarumat beragama.
Ritual Dola Bulan Pada Masyarakat Muslim di Desa Tanamon Kec. Sinonsayang Kab. Minahasa Selatan Jumriati, Jumriati
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 4 No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v4i2.1268

Abstract

Ritual keagamaan menjadi fenomena unik dan menarik perhatian masyarakat. akulturasi budaya dan agama mewarnai keragaman dan kekhasan masing-masing. Tradisi lokal dan tradisi agama mampu bersentuhan dan beradaptasi agar, dan mampu menyentuh hati masyarakat. Salah satu tradisi lokal atau berupa ritual pada masyarakat muslim Desa Tanamon Kec. Sinonsayang Kab. Minahasa Selatan yang terus terpelihara, serta masih eksis dan terus dilestarikan hingga begitu berpengaruhnya serta secara umum turun temurun dan tetap dilakukan sampai anak cucu sekarang ini dan mungkin hingga nanti sampai dengan masa yang akan datang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, metode pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dengan 3 informan dan juga dokumentasi. Sehingga hasil dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa tradisi ritual dola bulan merupakan tradisi atau perayaan yang dilakukan pada saat menjemput bulan suci Ramadan. Pemahaman warga masyarakat Desa Tanamon terhadap prosesi tradisi ritual dola bulan ini adalah sesuatu yang telah wajib dilakukan setiap tahun dalam menjemput bulan suci ramadan. Proses interaksi antara warga masyarakat Desa Tanamon dalam prosesi ritual dola bulan tersebut terjalin baik dan bahagia.