JINNSA : Jurnal Interdisipliner Sosiologi Agama
Jurnal Interdispliner Sosiologi Agama merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Sosiologi Agama, IAIN Manado. Jurnal ini melingkupi hasil penelitian dari berbagai disiplin ilmu yang memiliki kajian mengenai budaya, agama, dan kehidupan beragama dan etnis di Indonesia.
Articles
49 Documents
ISLAM PROGRESIF, MARXISME, DAN TAN MALAKA
Tohis, Reza Adeputra
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30984/jinnsa.v3i1.624
This article examines the relationship between progressive Islam, Marxism, and Tan Malaka. Progressive Islam is one of the new movements in contemporary Islamic dynamics. Marxism is a tradition of thought. Tan Malaka is one of the Muslim leaders who uses the tradition of Marxism in every thought and struggle. This article uses the method of philosophy with the technique of historical-factual study of figures. Data analysis uses the concept of externalization from the sociological theory of knowledge. The result is that Marxism is one of the external spaces of progressive Islam, where its characters externalize. Similarly to progressive Islamic figures, Tan Malaka also externalized Marxism, so that he could have knowledge about Marxism. Thus Marxism became the connecting bridge between progressive Islam and Tan Malaka. This is the relationship between progressive Islam, Marxism, and Tan Malaka.
FENOMENA JILBAB DAN CADAR DI INDONESIA
Adam, Alfita Trisnawati
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30984/jinnsa.v3i1.630
Tidak hanya sebagai simbol agama, penggunaan Jilbab dan Cadar bagi muslimah merupakan salah satu fenomena sosial di kalangan masyarakat muslim. Simbol agama ini sempat dimaknai sebagai simbol yang lekat dengan ekstrimisme. Berbagai peristiwa teror membuat asumsi itu menjadi kuat dan lekat. Namun pada kenyataannya Jilbab dan Cadar memiliki cerita dengan beragam makna. Penelitian ini berupaya mengurai berbagai realita sosial tentang Jilbab dan Cadar di Indonesia. Bercorak penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa persoalan Jilbab dan cadar tidak hanya menjadi kajian teologis. Pada ranah sosiologis fenomena tentang keduanya memiliki ragam makna. Mulai dari simbol perlawanan di era orde baru, trend Fashion, hingga komoditi dunia industri.
EKSISTENSI RITUAL TOLAK BALA PADA MASYARAKAT NELAYAN KODINGARENG
Sayful, M.
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30984/jinnsa.v3i1.637
Tulisan ini mengkaji tentang Eksistensi Ritual Tolak Bala Pada Masyarakat Nelayan Kodingareng (Tinjauan Antropologi Terhadap Kepercayaan Lokal Masyarakat Nelayan di Pulau Kodingareng Makassar). Adapun fokus masalah yang ingin dicapai adalah untuk memahami makna dari pelaksanaan ritual tolak bala Je’ne Uring di Pulau Kodingareng, serta mengapa ritual ini masih tetap bertahan di tengah perkembangan zaman. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data juga digunakan dalam penelitian ini, yaitu: Observasi, wawancara dan dokumentasi untuk mengidentifikasi dan memahami subyek informan yang diteliti. Dalam melakukan penyajian data, yakni pengolahan dan analisis data, peneliti cenderung menggunakan model reduksi data, serta penarikan kesimpulan agar data yang dihasilkan dapat disusun secara sistematis dan memadai. Selain itu, analisis data yang dilakukan oleh peneliti berlangsung sepanjang penelitian ini, sehingga memungkinkan untuk terus menerus melakukan evaluasi dan proses triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Ritual je’ne uring merupakan tradisi masyarakat nelayan Kodingareng yang ditujukan sebagai rasa syukur dan memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk kembali dibukakan pintu rezeki ketika nelayan melaut. Selain itu, ritual ini juga bertujuan untuk memohon kepada Sang Pencipta agar dijauhkan dari bala dan marabahaya ketika para nelayan Kodingareng beraktivitas di laut. 2) Ritual tolak bala bernama Je’ne Uring di Pulau Kodingareng masih eksis di tengah perubahan zaman dan masuknya Islam sebagai agama formal di dalam masyarakat pesisir dan pulau-pulau Makassar. Hal ini dikarenakan sebagian masyarakat yang tetap menjalankan ritual tolak bala tersebut menganggap tradisi ini sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi mereka. Selain itu, sikap dan penghormatan terhadap warisan dari nenek moyang juga menjadi faktor penting mengapa ritual dan kepercayaan lokal ini masih tetap dipertahankan oleh sebagian masyarakat nelayan Kodingareng.
ANALISIS LIBERALISME TENTANG PEREBUTAN RUANG PUBLIK UNTUK LAHAN PARKIR DI YOGYAKARTA
Siwi, Lisa Anjani
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30984/jinnsa.v3i1.651
Ruang publik adalah bagian dari pada fasilitas masyarakat yang bisa dinikmati bebas dan terarah. Seiring berjalannya waktu ada pergeseran makna dari ruang publik tersebut, yang semula dianggap bisa digunakan masyarakat secara bebas, ternyata memiliki keterbatasan akses. Berbanding lurus dengan perkembangan kebutuhan akan lahan parkir yang terjadi di area urban atau perkotaan. Sehingga mengakibatkan ada perebutan ruang publik untuk kebutuhan lahan parkir tersebut yang terjadi, hingga menimbulkan sebuah komoditas di tengah-tengah masyarakat perkotaan. Liberalisme menganalisis fenomena seperti ini menggunakan dua sudut pandang yaitu invisible hand dan division of labour untuk melihat sejauh mana perebutan ruang publik untuk lahan parkir yang terjadi di salah satu lahan parkir diYogyakarta dapat menjadi kritik bahwa yang dari awalnya disebut ruang publik, akhirnya akan berakhir menjadi ruang privat. Perubahan tersebut dikritik oleh teori Liberalisme dengan pengadaan teori komersil hingga menjadi sebuah komoditas bagi masyarakat sekitarnya.
JAMAAH TABLIGH : STUDI ETNOGRAFI TENTANG HIRARKI DAN PELAKSANAAN DAKWAH DI MASJID JAMI KERUNG-KERUNG KOTA MAKASSAR
Rais, Muhammad;
Naping, Hamka
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30984/jinnsa.v3i1.657
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sejarah jamaah tabligh dan unsur-unsur organisasi yang ada didalamnya serta menganlisis struktur dan fungsi unsur-unsur tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi dengan teknik pengumpulan data observasi terlibat dan wawancara mendalam, tahapan analisis data dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, validasi data, hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jamaah tabligh pertama kali disebarkan di masjid jami’ mamajang raya kemudian pindah ke Masjid Jami’ kerung-kerung yang disebarkan oleh jamaah berasal dari Negara India dan disebarkan melalui pendidikan islam (pesantren). Unsur-unsur organisasi terdiri Amir Markas, Suroh markas, jumidar, Amir jaulah, mutakallim, Takrir, dalil, Musakkirin, istiqbal, dan Makmur.
ETIKA LINGKUNGAN DAN ANCAMAN KEBIJAKAN KONTRA-EKOLOGIS DARI MASA KE MASA
Wahyu, Muhammad;
Batara, Agung Tandi
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30984/jinnsa.v3i1.659
Penelitian ini mengungkap rangkaian kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pemerintahan ditiap era sejak Orde Lama hingga Reformasi saat ini. Berbagai kebijakan yang diambil ditiap masa berdampak bagi pembangunan dan keberlangsungan lingkungan di masa selanjutnya. Generasi Emas 2045 sebagai puncak dari kemajuan bangsa ternyata tidak diselingi dengan pengetahuan tentang etika lingkungan yang dapat menyelamatkan keberlangsungan lingkungan di masa depan. Peneliti menggunakan jenis penilitian kualitatif-deskriptif dengan metode studi literarur untuk mengumpulkan data pada tulisan ini.
Peran Kegigihan dan Kecerdasan Emosi terhadap Psychological Well-Being Mahasiswa Akhir
Nurjuwita, Zafira;
Faradiba, Andi Tenri;
Dharma, Andri Setia
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30984/jinnsa.v3i2.673
Mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi biasanya mengalami stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kegigihan dan kecerdasan emosi berperan terhadap psychological well-being pada mahasiswa semester akhir. Responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah 124 mahasiswa semester akhir, usia 18-25 tahun. Dalam penelitian ini, digunakan alat ukur alat ukur kegigihan untuk mengukur tingkat kegigihan, The Trait Meta-Mood Scale untuk mengukur kecerdasan emosi, dan Psychological well-being Scale untuk mengukur tingkat psychological well-being pada mahasiswa semester akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegigihan dan kecerdasan emosi berpengaruh terhadap psychological well-being. Namun, hanya variabel kegigihan yang memiliki peran penting dalam meningkatkan psychological well-being. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa yang memiliki tingkat kegigihan yang tinggi cenderung memiliki psychological well-being yang lebih tinggi.
Religiulitas Gaya Berbusana Mahasiswa Muslim Di Kota Manado
Wulandari, Wishela;
Rajafi, Ahmad;
Alfiyani, Nur
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30984/jinnsa.v3i2.791
Judul penelitian yaitu religiusitas gaya berbusana mahasiswi muslim di Kota Manado. Kota Manado adalah kota bermayoritas non-muslim, mahasiswi di kota mando memiliki latar belakang pendidikan, agama, dan budaya yang berbeda-beda, sehinga gaya berbusana mahasiswi muslim di Kota Manado lebih mengikuti gaya berbusana yang sedang trend di media sosial saat ini, serta mengikuti gaya berbusana di lingkungan yang berbeda dari wilayah lain karena daerah tersebut adalah daerah non-muslim, sehingga faktor itu yang dapat mempengaruhi mahasiswi di Kota Manado yang mengunakan busana muslim. Hubungan religiusitas dengan gaya berbusana mahasiswi itu dapat di lihat melalui gaya berbusana seseorang semakin tinggi tingkat religiusitas seseorang maka semakin sopan dan lebih mngikuti gaya busana sesuai dengan syari`at islam, begitu juga dengan sebaliknya semakin rendah tingkat religiusitasnya maka cara berbusananya pun masih terbuka. Penelitian ini dilakukan terhadap informan mahasiswi muslim tanpa hijab, dengan hijab, dan bercadar di Kota Manado. Sehingga hasil dari penelitian tersebut dapat di sempulkan bahwa faktor yang mempengaruhi ideologi prinsip di diri, beragama, dapat merubah diri, serta gaya berbusana seseorang itu juga bisa berpengaruh terhadap lingkungan, dan terdapat mahasiswi muslim di Kota Manado ada yang masih tidak mengunakan hijab karena faktor dari lingkungan itu sendiri.
Hubungan Antara Regulasi Emosi Dengan Tingkat Stres Kerja Pada Perawat Di Rumah Sakit Manado Medical Center
Sahari, Sahari;
Paputungan, Dhea Kurniaty
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30984/jinnsa.v3i2.792
This study aims to determine the relationship between emotion regulation with the level of work stress of nurses. This study uses an approach quantitative with correlation analysis. The subjects were nurses at RSU Manado Medical Center with a total of 78 nurses. The sampling technique used wa the total sampling technique. Data collection methods using an emotional regulation scale is based on Thompson’s theory of 16 valid points (α = 0,834). The work stress scale is based on Robbins and Judge’s theory of 52 points valid (α = 0,933). The results of data analysis showed that there was a negative correlation significant relationship between emotional regulation and work stress levels with score of -0,608 and p = 0,000 < 0,05. This means that the higher the emotional regulation, the more low level of work stress. Furthermore, this research also shows that emotional regulation has an influence on work stress by 37%. Keyword: Nurse, Emotion Regulation, Work Stress
Diferensiasi Penanaman Moral Orangtua Dalam Mendidik Anak Di Wilayah Sulawesi Selatan
Afiah, Nur;
Haramain, Haramain;
Jafar N, Muhammad Kamil
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30984/jinnsa.v3i2.794
Parents have an obligation to educate children through moral inculcation. Children born without morals. Moral intelligence will develop based on interactions obtained from the environment, especially the family. This quantitative research was conducted to examine differences in parents' moral instilling in educating children in four regions in South Sulawesi, namely Parepare, Barru, Sidrap, and Pinrang. The research subjects were 133 parents who had children between the ages of 6 and 12 years. The results showed that there were differences in the moral inculcation of parents in educating children in the South Sulawesi region with statistical similarities, namely (Sig) < 0.05 or (0.003) <0.05. As for the limitations of this study, there are still limited data in explaining the study of differences in moral cultivation. More in-depth research should be carried out on the model or form of moral inculcation carried out by parents in the South Sulawesi region Keywords: Differentiation, children, morality, parents