cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6281999049329
Journal Mail Official
jihhcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Simpang 4 By Pass BIL Tandek, Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH)
ISSN : 29874467     EISSN : 29874491     DOI : https://doi.org/10.61116/jiih.v1i2.168
Core Subject : Social,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan bidang IPS dan Humaniora.
Articles 57 Documents
KONTRIBUSI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS DALAM BAHASA INGGRIS NAZARUDIN MANIK
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 2 No. 4 (2024): November
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiih.v2i4.463

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi penggunaan media sosial terhadap keterampilan menulis dalam bahasa Inggris. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya penggunaan platform media sosial di kalangan pelajar, dampaknya terhadap kemampuan berbahasa, khususnya dalam menulis, menjadi perhatian penting. Penelitian ini melakukan kajian literatur untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang memengaruhi keterampilan menulis dalam bahasa Inggris melalui interaksi di media sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan platform berbagi konten lainnya, dapat menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kemampuan menulis, terutama dalam hal kelancaran berbahasa, kosakata, serta kemampuan menyusun kalimat. Penggunaan media sosial memungkinkan pelajar untuk berinteraksi dalam konteks yang lebih informal dan kontekstual, yang dapat memfasilitasi pembelajaran menulis secara lebih praktis dan komunikatif. Namun, tantangan terkait dengan kualitas tulisan dan kesalahan tata bahasa juga perlu menjadi perhatian dalam memanfaatkan media sosial sebagai alat pembelajaran. Secara keseluruhan, penelitian ini menyarankan bahwa media sosial dapat berkontribusi positif terhadap keterampilan menulis dalam bahasa Inggris, asalkan penggunaannya dilakukan secara bijak dan terarah.
PENGARUH BUDAYA TERHADAP PEMAHAMAN BAHASA INGGRIS SEBAGAI BAHASA ASING DIAH KHOIRUNNISA HARAHAP
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 2 No. 4 (2024): November
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiih.v2i4.464

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh budaya terhadap pemahaman bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Sebagai bahasa internasional, bahasa Inggris digunakan oleh individu dari berbagai latar belakang budaya, yang mana pemahaman terhadap bahasa ini sangat dipengaruhi oleh faktor budaya masing-masing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana elemen-elemen budaya, seperti nilai-nilai, norma sosial, dan kebiasaan komunikasi, memengaruhi cara pembelajar bahasa asing memahami dan menguasai bahasa Inggris. Dalam kajian ini, penulis mengkaji berbagai literatur yang membahas hubungan antara bahasa dan budaya, serta dampaknya terhadap proses pembelajaran bahasa asing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya lokal dapat memengaruhi pemilihan kosakata, struktur kalimat, dan cara berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Selain itu, kesadaran budaya dalam pembelajaran bahasa Inggris dapat meningkatkan keterampilan komunikasi dan mempercepat pemahaman terhadap konteks sosial yang berbeda. Penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya pendekatan yang mempertimbangkan aspek budaya dalam pengajaran bahasa Inggris, agar pembelajar dapat mengembangkan kemampuan bahasa yang lebih efektif dan kontekstual.
Eksplorasi Kontekstual Wisata Lokal sebagai Bahan Ajar English for Tourism Arasy Sida
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiih.v3i1.615

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi potensi dan mengidentifikasi kendala dalam pemanfaatan konteks wisata lokal Banyuwangi, khususnya Kawah Ijen, sebagai bahan ajar English for Tourism (EfT) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) program keahlian pariwisata. Pembelajaran EfT yang relevan secara kontekstual sangat krusial untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja di industri pariwisata. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa SMK, serta analisis dokumen kurikulum dan bahan ajar yang ada. Hasil penelitian menunjukkan potensi besar konteks Kawah Ijen dalam pengembangan materi EfT berbasis task-based language teaching, seperti simulasi tour guiding dan penyusunan brosur. Namun, kendala utama yang teridentifikasi meliputi keterbatasan kompetensi pedagogis guru dalam mengintegrasikan konten lokal secara efektif, kurangnya bahan ajar khusus berbasis Kawah Ijen, dan tingginya biaya serta waktu untuk field-trip langsung ke lokasi.
Analisis Potensi Situs dan Cagar Budaya sebagai Laboratorium Sejarah Terbuka Faizul Umam
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiih.v3i1.616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif potensi situs dan cagar budaya sejarah lokal Banyuwangi, khususnya Makam Agung Giri dan peninggalan Kerajaan Blambangan, sebagai sumber belajar dan "laboratorium sejarah terbuka" bagi siswa dan masyarakat. Penggunaan sumber sejarah lokal yang otentik sangat krusial untuk menanamkan kesadaran historis dan identitas daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode historis dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi mendalam di situs, wawancara dengan juru kunci, sejarawan lokal, dan guru sejarah, serta analisis dokumen arkeologi dan historiografi terkait. Hasil penelitian mengidentifikasi potensi edukatif yang sangat tinggi pada situs-situs tersebut, terutama untuk memahami transisi politik Blambangan, akulturasi budaya Osing, dan penyebaran Islam. Namun, kendala utama yang ditemukan adalah minimnya literasi sejarah di kalangan pengelola situs, keterbatasan sarana interpretasi (papan informasi, museum mini), dan kurangnya integrasi kurikulum sekolah dengan narasi sejarah lokal. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan modul digital berbasis situs dan pelatihan juru kunci sebagai edukator sejarah untuk memaksimalkan fungsi situs sebagai laboratorium terbuka.
Interpretasi Fenomenologis tentang Kesiapan Kerja dalam Praktik Otomatisasi Perkantoran Ayu Permatasari
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiih.v3i1.617

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami secara mendalam esensi pengalaman hidup (lived experience) siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Pantai Cermin Serdang Bedagai selama menjalani praktik Otomatisasi Perkantoran (OP), serta menginterpretasikan pengalaman tersebut dalam konteks kesiapan kerja. Otomatisasi perkantoran adalah kompetensi kunci dalam dunia kerja modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi hermeneutik (Heideggerian) untuk menggali makna subjektif dari pengalaman siswa. Partisipan penelitian adalah delapan siswa kelas XII program keahlian Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP) yang telah menyelesaikan program Praktik Kerja Lapangan (PKL). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam naratif dan refleksi tertulis. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema esensial: (1) Bridging the Gap: Pergeseran dari Teori ke Realitas Kerja, di mana siswa mengalami kejutan teknologi dan budaya kerja; (2) Sense of Belonging dan Efektivitas Diri (Self-Efficacy), yang timbul dari penguasaan perangkat lunak spesifik; dan (3) The Anxiety of Transition, yaitu kecemasan terkait standar profesionalisme yang tinggi. Interpretasi fenomenologis menunjukkan bahwa pengalaman praktik OP di SMK Negeri 1 Pantai Cermin membentuk kesiapan kerja sebagai proses becoming (menjadi) profesional yang ditandai dengan rekonstruksi identitas diri dan teknis.
Implementasi Materi Pluralisme pada Lingkungan Sekolah Multikultural Wilda Ani Safitri
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiih.v3i1.618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan strategi guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam mengajarkan materi pluralisme dan keberagaman agama/etnis di lingkungan sekolah multikultur Banyuwangi. Banyuwangi merupakan daerah dengan keberagaman etnis yang unik, termasuk Suku Osing, Jawa, Madura, dan Bali. Konteks lokal ini menjadi krusial dalam pendidikan kewarganegaraan. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini melibatkan lima guru PPKn dari tiga sekolah menengah yang memiliki komposisi siswa multikultur signifikan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas guru memiliki persepsi positif terhadap pentingnya integrasi isu lokal, namun menghadapi tantangan signifikan berupa ketersediaan bahan ajar yang kontekstual, keterbatasan waktu, dan sensitivitas topik. Strategi yang paling umum digunakan adalah metode diskursus berbasis studi kasus lokal dan proyek kewarganegaraan yang melibatkan interaksi antarkelompok. Studi ini merekomendasikan perlunya pelatihan khusus pedagogi multikultural bagi guru PPKn dan pengembangan modul ajar yang memuat kasus-kasus keberagaman Banyuwangi untuk memperkuat toleransi dan kohesi sosial di sekolah.
Integrasi Digital Literacy dan Critical Thinking pada Hortatory Exposition Text Mutiara Ningsih Kurnia Dewi
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiih.v3i1.619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dan menganalisis strategi adaptasi guru Bahasa Inggris di Banyuwangi dalam mengintegrasikan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis, khususnya pada materi Hortatory Exposition. Materi ini menuntut siswa untuk menyampaikan argumen persuasif dan mengevaluasi informasi secara kritis, yang sangat relevan dengan konteks informasi digital saat ini. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian ini melibatkan enam guru Bahasa Inggris dari tiga sekolah menengah di Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi guru meliputi (1) Kesenjangan Akses dan Infrastruktur Digital di sekolah (terutama di daerah pinggiran Banyuwangi), (2) Minimnya Kompetensi Guru dalam alat digital canggih, dan (3) Resistensi Siswa terhadap tugas kritis yang berbasis sumber digital yang kompleks. Strategi adaptasi guru yang efektif meliputi penggunaan Metode Flipped Classroom Sederhana, Pemanfaatan Platform Media Sosial (seperti Instagram/TikTok) sebagai sumber otentik, dan Teknik Sourcing Informasi untuk menguji kredibilitas sumber daring. Penelitian ini merekomendasikan perlunya lokakarya pengembangan profesional yang spesifik dan berkelanjutan bagi guru untuk meningkatkan Pedagogi Literasi Digital-Kritis.
Peran Pendidikan Pancasila dalam Membangun Kesadaran Politik di Kalangan Siswa Sekolah Menengah Atas Tomi Irdiansyah
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 3 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam peran substantif dan pedagogis Pendidikan Pancasila di Sekolah Menengah Atas (SMA) Banyuwangi dalam membangun kesadaran politik dan memfasilitasi partisipasi pemilih pemula menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) lokal dan nasional. Partisipasi pemilih pemula merupakan indikator krusial dalam konsolidasi demokrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus tunggal (single case study) dengan fokus pada dua SMA di Banyuwangi, melibatkan empat guru Pendidikan Pancasila dan dua puluh siswa pemilih pemula (usia 17-19 tahun). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Pancasila berperan signifikan dalam memberikan pengetahuan dasar politik, namun peran tersebut kurang optimal dalam menumbuhkan motivasi partisipasi aktif (non-electoral). Kendala utama adalah (1) Keterbatasan Modul Kontekstual yang relevan dengan dinamika politik lokal Banyuwangi; dan (2) Kecenderungan Guru Menghindari Diskusi Kritis tentang isu-isu politik kontemporer, berfokus pada konten normatif. Strategi guru cenderung berupa simulasi Pemilu sekolah yang bersifat prosedural. Studi ini menyimpulkan bahwa Pendidikan Pancasila harus bertransformasi dari sekadar penyampai materi normatif menjadi fasilitator dialog kritis mengenai politik lokal.
Identifikasi Strategi Pengembangan Media Ajar Bahasa Inggris Berbasis Budaya Lokal Siti Yohanita
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 3 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan studi pendahuluan (need assessment) dalam kerangka Research and Development (R&D) yang bertujuan mengidentifikasi kebutuhan mendesak dan merumuskan strategi pengembangan media ajar Bahasa Inggris yang mengintegrasikan Budaya Lokal Banyuwangi (fokus pada Tari Gandrung) untuk siswa Sekolah Dasar (SD). Pembelajaran Bahasa Inggris di SD seringkali kurang relevan dan minim konteks, sehingga menghambat motivasi belajar dan pemahaman budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan melibatkan 8 guru Bahasa Inggris SD dan 50 siswa di empat SD di Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui kuesioner kebutuhan, wawancara mendalam, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan dominan pada media ajar yang berfokus pada keterampilan speaking (berbicara) dan vocabulary (kosakata). Potensi integrasi Tari Gandrung sangat tinggi sebagai narasi autentik untuk mengajarkan descriptive text dan action verbs. Kendala utama adalah (1) Minimnya Kompetensi Guru dalam mendesain materi berbasis budaya lokal, dan (2) Keterbatasan Media Ajar Audiovisual yang sudah ada. Strategi pengembangan media yang direkomendasikan mencakup: (a) Digital Storytelling Tari Gandrung dalam Bahasa Inggris; (b) Gamification Kosakata terkait atribut budaya; dan (c) Desain offline-compatible. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media ajar kontekstual berbasis budaya lokal sangat esensial untuk meningkatkan motivasi sekaligus mempromosikan literasi budaya siswa SD Banyuwangi.
Fenomena Kecemasan dalam Public Speaking pada Siswa Sekolah Menengah Atas Mahyudin, Mahyudin
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 3 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan secara kualitatif pengalaman subjektif siswa SMA N. 1 Sipispis, Sumatera Utara, mengenai fenomena Kecemasan Berbicara di Depan Umum (Public Speaking Anxiety - PSA) dalam konteks Mata Pelajaran Bahasa Indonesia (MBI). PSA adalah penghambat utama dalam pengembangan keterampilan komunikasi, yang esensial bagi kompetensi abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan Interpretatif Fenomenologis dengan melibatkan tujuh siswa kelas XI dan dua guru MBI. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pada sesi presentasi, dan refleksi tertulis siswa. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga kategori pengalaman esensial PSA: (1) The Physiological Overload: Manifestasi fisik (jantung berdebar, tangan berkeringat) yang terjadi sebelum dan saat tampil; (2) The Fear of Evaluation: Ketakutan irasional terhadap penilaian negatif dan penghakiman sosial dari teman sebaya; dan (3) The Avoidance Mechanism: Upaya aktif siswa untuk menghindari tugas presentasi. Upaya guru yang ditemukan: (a) Scaffolding Berbasis Kelompok Kecil dan (b) Penggunaan Media Interaktif untuk mengurangi fokus pada diri sendiri. Penelitian menyimpulkan bahwa PSA adalah kombinasi antara faktor psikologis internal dan tekanan lingkungan sosial-akademik, sehingga penanganannya memerlukan intervensi pedagogis yang berfokus pada pembangunan lingkungan kelas yang aman (safe learning environment).